Bahasa Indonesia

Pengertian Kata Kerja Aktif dan Pasif, Ciri-Ciri, Jenis, hingga Contohnya

Written by Umam

Pengertian kata kerja aktif dan pasif pasti sudah biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih lagi pada saat mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia. Pemahaman kata kerja aktif dan kata kerja pasif pada dasarnya sangatlah penting. Hal ini akan membantu kita untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Coba saya kalian bayangkan, apa yang terjadi apabila kata kerja aktif maupun kata kerja pasif digunakan tidak semestinya. Tentu hal ini bisa jadi akan menjadikan salah paham antara penutur dan pendengar atau penulis dengan pembaca.

Maka dari itu, dalam artikel ini, kalian akan disajikan penjelasan tentang pengertian dan contoh penggunaan dari kata kerja aktif dan kata kerja pasif. Apabila kalian bisa memahami pengertian dan contoh kata kerja aktif dan pasif, tentu kalian akan mampu menulis dengan susunan yang benar dan mudah dipahami oleh pembaca. Yuk simak ulasan selengkapnya!

A. Pengertian Kata Kerja Aktif dan Pasif

Berdasarkan arti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata kerja dapat dipahami sebagai sebuah kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan. Sementara itu, kata kerja memiliki posisi sebagai predikat atau unsur utama dalam sebuah struktur kalimat.

Kata kerja pada dasarnya bisa digunakan untuk menyatakan suatu tindakan, kejadian, proses, ataupun aktivitas yang dilakukan oleh pelaku atau subjek. Sebuah kalimat biasanya tidak hanya memuat kata kerja, tetapi bisa juga diisi dengan kumpulan kata kerja (frasa verba), kata sifat (adjektiva), frasa adjektiva, dan kata benda (nomina), atau frasa nomina. Maka dari itu, kata kerja bisa diberikan imbuhan pada awal kalimat, akhir kalimat, bahkan juga tengah kalimat.

[algolia_carousel]

Cara yang paling mudah untuk memahami pengertian kata kerja aktif dan pasif adalah dengan melihat imbuhannya. Kata kerja aktif umumnya memiliki fungsi sebagai pelaku atau subjek yang mendapatkan imbuhan me- atau ber-. Sedangkan, kata kerja pasif biasanya berfungsi sebagai pelaku atau subjek yang diberi imbuhan di- atau ter-.

Nah, berikut ini adalah beberapa perbedaan antara kata kerja aktif dan kata kerja pasif bahasa Indonesia yang perlu kalian ketahui, antara lain yaitu:

– Perbedaan kata kerja aktif dan pasif Berdasarkan subjeknya

Kata kerja aktif memiliki subjek yang berposisi sebagai pelaku atau pihak yang melakukan. Sedangkan, kata kerja pasif mendapatkan subjek yang dikenai suatu pekerjaan atau tindakan.

– Perbedaan kata kerja aktif dan pasif berdasarkan predikatnya

Predikat pada kata kerja aktif bisa ditandai dengan adanya imbuhan me- atau ber-. Sedangkan, predikat yang dimiliki oleh kata kerja pasif umumnya mendapatkan imbuhan berupa di- atau ter-.

Contoh penggunaan predikat pada kata kerja aktif yakni menulis, membaca, mencari, menangkap, berenang. Sementara itu, contoh penggunaan kata kerja pasif, yaitu seperti ditembak, dibaca, dimakan, diminum.

B. Contoh Kata Kerja Aktif

Setelah mampu membedakan pengertian kata kerja aktif dan pasif, kalian dapat memahami lebih dalam tentang kata kerja aktif melalui contohnya. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengenali ciri-ciri dari kata kerja aktif. Kata kerja aktif bisa diperiksa dengan melakukan negasi atau menambahkan kata “tidak” pada predikatnya. Sementara itu, kalian bisa mengimbuhkan kata “bukan” pada predikat yang memiliki fungsi sebagai kata benda.

Supaya lebih jelas, simaklah menyimak contoh kata kerja aktif dan kata benda dalam kalimat berikut ini,

– Ali “menanam” kaktus kaktus di halaman rumah. (Ali (tidak) “menanam” kaktus kaktus di halaman rumah.)

– Lia seorang pelayan kafe. (Lia (bukan) seorang pelayan kafe.)

1. Contoh Kata Kerja Aktif

Cara mengenali kata kerja aktif yang sesuai dengan struktur S-P-O-K dalam sebuah kalimat sebetulnya cukup mudah. Apabila kalian telah memahami penjelasan di atas, kalian dapat mencermati kembali beberapa contoh penggunaan kata kerja aktif yang sudah disusun dalam sebuah kalimat di bawah ini, antara lain sebagai berikut:

– Roni memakai baju pemberianmu.

– Diah memakan roti buatan ibu.

– Pak Dokter sedang memeriksa pasien di kamar 10.

– Aku belajar bahasa Inggris melalui aplikasi.

– Aku sedang membaca buku di perpustakaan.

– Ibu menggoreng ikan hasil tangkapan ayah.

– Keluarganya masih berduka setelah kepergian kakek kesayangan.

– Petir itu sempat menyambar seseorang sebelum hujan datang.

– Joko mengendarai motor dengan tenang.

– Aku berenang rutin setiap hari Minggu.

– Polisi itu sedang menolong pengendara yang tergelincir di jalan.

– Bu Guru sedang mengajar di kelas.

– Aku sudah merancang pertemuan untuk besok malam.

– Kucingku beranak tiga kemarin malam.

– Mahasiswa itu masih berusaha menyusun skripsi agar bisa lulus semester ini.

– Nindi menyapu rumah dengan bersih.

– Lia berandai-andai tentang masa depan yang indah.

– Aku ingin mengabarkan keadaannya.

– Rindi memperlambat mobilnya.

– Kemarin ayah menangkap ikan besar-besar.

– Para atlet terus berjuang untuk meraih kemenangan.

– Aku sudah mempermalukannya di depan umum.

– Dia sedang menulis surat untuk keluarganya.

[algolia_carousel page=2]

– Jangan memegang raket seperti itu!

– Burung itu selalu bersiul setiap pagi.

– Dia sedang mengerjakan PR-nya.

– Dia mengenakan pakaian memalukan.

– Aku sedang mencari pulpen yang hilang.

– Aku berjalan dari rumah ke sekolah setiap hari.

– Dia sudah berusaha memasak dengan baik.

– Aku mendengar semuanya.

– Dia selalu bersendawa setelah makan terlalu banyak.

– Aku melihat dia membunuh seseorang.

– Ibu memotong bawang dengan cepat.

– Aku sudah mencuci pakaianmu.

– Aku sedang menikmati pemandangan indah ini.

– Hari ini aku akan menikahi Rindi.

– Dia membangun rumah yang indah.

– Bantu dia memasukkan barang-barang!

– Aku sudah membeli barang yang kau inginkan.

C. Contoh Kata Kerja Pasif

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, kata kerja pasif pada dasarnya merupakan salah satu jenis kata kerja yang memiliki fungsi untuk menyatakan suatu aktivitas atau pekerjaan dari subjek atau orang yang dikenai pekerjaan atau tindakan.

Maka dari itu, kata kerja pasif dapat ditandai dengan subjeknya dikenai pekerjaan atau tindakan dengan imbuhan di- atau ter- pada predikatnya. Hal ini tentu memberi kesan bahwa kata kerja pasif merupakan sebuah kalimat yang lebih menekankan pada subjek dan bukan pada objek. Misalnya saja, seperti tertelan, dibakar, dicium, dimakan, diinjak, dan lain seterusnya.

Apabila kalian memahami pengertian kata kerja pasif, pasti kalian sudah bisa membedakan antara kata kerja pasif dengan kata kerja aktif. Nah, supaya kalian dapat lebih mendalami materi ini, berikut ini adalah contoh kata kerja pasif yang sudah disusun dalam sebuah kalimat, antara lain yaitu:

– Bunga matahari disiram oleh Ana.

– Ikan salmon sudah dimakan Ani tadi pagi.

– Wortel sudah dimasak Intan sampai matang.

– Air sungai teracuni limbah pabrik industri.

– Sirup mangga diminum oleh Budi.

– Bukunya sudah dibaca oleh Sinta.

– Roti ulang tahun sudah dipotong oleh Fatimah.

D. Jenis-Jenis Kata Kerja

Dalam proses pemahaman kaidah kebahasaan yang dimiliki oleh bahasa Indonesia, kalian tidak cukup memahami pengertian dan contoh dari kata kerja aktif dan pasif. Ada beberapa jenis-jenis kata kerja lain yang perlu kalian pahami. Nah, berikut ini adalah beberapa jenis kata kerja yang dimiliki oleh bahasa Indonesia, antara lain yaitu:

1. Kata Kerja Aktif dan Kata Kerja Pasif

Sesuai dengan penjelasan di atas, kata kerja berdasarkan subjeknya dapat dikelompok menjadi dua, yaitu kata kerja aktif dan kata kerja pasif. Kata kerja aktif adalah kata kerja yang mendapatkan imbuhan berupa me- atau ber-. Kata kerja aktif biasanya biasanya sering digunakan untuk membuat penjelasan terkait aktivitas yang dilakukan subjek atau seseorang yang melakukan. Contoh kata kerja aktif, antara lain yaitu “memotong”, “berlari”, dan “menari”.

Sedangkan, kata kerja pasif adalah kata kerja yang mendapatkan imbuhan berupa di- atau ter-. Kata kerja pasif sendiri biasa digunakan untuk memberikan penjelasan terkait aktivitas yang subjeknya dikenai suatu pekerjaan atau tindakan. Contoh kata kerja pasif, antara lain yaitu, dimakan atau termakan, dipotong atau terpotong, dan lain sebagainya.

2. Kata Kerja Dasar dan Kata Kerja Turunan

Jenis kata kerja selanjutnya dapat dilihat berdasarkan bentuknya, kata kerja berdasarkan bentuknya ini dapat dibagi menjadi dua, yakni kata kerja dasar dan kata kerja turunan. Kata kerja dasar sendiri dapat diartikan sebagai jenis kata kerja yang memiliki bentuk asli. Hal ini dapat dipahami bahwa kata kerja dasar tidak mendapatkan imbuhan atau hanya berupa kata dasar saja. Contoh kata kerja dasar, yaitu seperti mandi, minum, lari, dan lain sebagainya.

Sementara itu, apabila kata kerja dasar memiliki bentuk yang asli, kata kerja turunan lebih memiliki bentuk yang berupa imbuhan. Imbuhan itu sendiri merupakan imbuhan afiks wajib, terikat wajib, bebas afiks manasuka, dan reduplikasi ataupun majemuk. Contoh kata kerja turunan yaitu seperti, mendarat, berlari, bertemu, naik haji, berputar-putar, dan masih banyak lagi.

3. Kata Kerja Transitif dan Intransitif

Jenis kata kerja yang ketiga adalah kata kerja transitif dan intransitif. Kedua kata kerja ini dibagi berdasarkan objeknya. Kata kerja transitif sendiri merupakan jenis kata kerja yang memiliki objek. Hal ini menjadikan kata kerja ini harus diikuti oleh objek untuk menjadikan sebuah kalimat menjadi lebih sempurna atau memiliki makna. Contoh kata kerja transitif, antara lain yaitu memberi, memasak, menendang, dan lain seterusnya.

Sedangkan, lawan dari kata kerja transitif adalah kata kerja intransitif. Sebagai salah satu jenis kata kerja, kata kerja intransitif dapat ditandai dengan kata kerja yang tidak mendapatkan atau tidak membutuhkan objek. Maka dari itu, meskipun tidak menggunakan objek pada struktur kalimatnya, kata kerja intransitif bisa diketahui maknanya. Contoh kata kerja transitif, antara lain, yaitu menangis, duduk, dan masih banyak lagi.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien