Bahasa Indonesia

Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Kata Kerja Mental

Written by Alisa

Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Kata Kerja Mental – Bahasa Indonesia memiliki beragam aturan penulisan, penggolongan kata, tata bahasa, dan lain sebagainya. Ragam aturan tersebut bermanfaat untuk mengatur tata penulisan dalam berbagai genre tulisan. Tulisan ilmiah akan berbeda cara penulisannya daripada tulisan populer.

Tidak hanya itu, dalam menyusun kalimat harus memperhatikan posisi dan fungsi dari kata yang dipilih. Oleh sebab itu, Grameds harus memahami kata mana yang termasuk dalam nomina, kata mana yang termasuk dalam kata kerja, dan lain sebagainya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata kerja didefinisikan sebagai verba. Ia menjadi kata yang menyatakan sebuah proses, perubuatan, atau keadaan. Dalam sebuah kalimat biasanya terdapat kumpulan kata kerja, frasa adjektiva, kata benda, dan kata kerja. Pada umumnya, kata kerja ditambahkan imbuhan di awal kalimat, akhir kalimat, dan tengah kalimat.

Jika, Grameds bingung dengan kata yang ada di bahasa Indonesia. Grameds dapat mencari makna karta tersebut dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamus tersebut dapat diperoleh dengan mengklik sampul buku atau kolom “beli sekarang” di bawah ini.

Kamus Bahasa Indonesia Sekolah Dasar

Kata kerja pun digolongkan menjadi beberapa kategori. Di antaranya kata kerja mental, kata kerja verba benefaktif, kata kerja reflektif, dan sebagainya. Dalam tulisan ini akan membahas mengenai kata kerja mental. Grameds dapat menyimak paparan di bawah ini, untuk mengetahui lebih dalam mengenai kata kerja mental.

Pengertian dan Ciri-Ciri Kata Kerja Mental

Kata kerja mental merupakan jenis kata kerja yang menyatakan reaksi seseorang terhadap suatu tindakan, pengalaman, atau keberadaan. Ia menggambarkan suatu tindakan atau aktivitas yang dilakukan oleh subjek kalimat. Secara sederhana, kata kerja mental dapat didefinisikan sebagai kata kerja yang menyatakan tindakan, sikap, dan keberadaan.

Biasanya dalam kalimat yang salah satu penyusunnya menggunakan kata kerja mental maka subjeknya melakukan sesuatu. Kata kerja mental berfungsi sebagai predikat atau inti predikat dalam kalimat meskipun kedudukannya dalam kalimat dapat berubah.

Kata kerja mental juga dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan sikap penulis. Ia juga termasuk dalam kalimat verbal aktif transitif dan kalimat verbal aktif intransitif.

Adapun ciri-ciri kata kerja mental sebagai berikut yang dirangkum dari laman katadata.co.id.

  • Kata kerja mental menerangkan mengenai perilaku subjek terhadap suatu kejadian. Oleh sebab itu, dalam kalimat harus disertai dengan subjek dan kejadian sebagai respon perilaku subjek.
  • Pada umumnya, kata kerja mental menggunakan bentuk frasa yang bersifat mengindikasikan.
  • Biasanya kata kerja mental menggunakan kata-kata sehari-hari. Hal tersebut untuk menggambarkan suatu perasaan sebagai respon terhadap sesuatu.
  • Kata kerja mental menggambarkan afeksi (khawatir), kognisi (berpikir), dan persepsi (melihat).
  • Kata kerja biasanya menjelaskan mengenai persepsi. Misalnya melihat, menganalisis, sedih, khawatir, menyentuh, dan memahami.
  • Biasanya berkaitan dengan peran seseorang yang menjadi pemicu terhadap suatu fenomena tertentu.

Contoh Kata Kerja Mental

Kata kerja mental biasanya menunjukkan kegiatan yang dilakukan oleh subjek. Berikut contoh kata kerja mental dalam bahasa Indonesia.

  • Putus asa
  • Menikmati
  • Percaya
  • Menolak
  • Semangat
  • Berjalan
  • Memarahi
  • Memikirkan
  • Merasakan
  • Khawatir
  • Sedih
  • Kecewa
  • Ikhlas
  • Bahagia
  • Menyukai
  • Mengenal
  • Melihat
  • Menikmati
  • Mengharapkan
  • Tertawa
  • Menengok
  • Mengetik
  • Memukul
  • Mengagumi
  • Menyesal
  • Bersyukur
  • Mengaku
  • Bingung
  • Menculik
  • Merobek

Setelah mengenal beberapa kata kerja mental, Grameds juga perlu mengenal penggunaan kata kerja mental dalam kalimat. Berikut contoh kata kerja mental dalam kalimat yang dirangkum dari berbagai sumber di internet.

  • Aku sedang berpikir bagaimana caraku untuk membeli laptop baru.
  • Anton marah karena jadwal yang telah disusunnya tidak berjalan sesuai rencana.
  • Kamu menikmati liburan sekolah bersama sepupumu.
  • Adin menerima kado dari sahabatnya.
  • Dila bingung karena tugas-tugasnya belum rampung.
  • Dia tertawa setelah membaca anekdot dalam buku itu.
  • Kita harus senantiasa bersyukur karena telah diberikan kebahagiaan oleh Tuhan.
  • Kakak menculik Anton untuk ikut serta dalam pameran gambar.
  • Rina merobek buku antologi cerpen milik Sasa.
  • Ibu selalu mengharapkan kesuksesan anak dengan jalan yang dipilihnya.
  • Budi sedih ketika kucingnya hilang.
  • Tini ikhlas uangnya hilang di pasar.
  • Mail menerima uang penjualan ayam gorengnya.
  • Adik Rina menangis setelah makanannya jatuh.
  • Ayah menyukai kado ulang tahun dari anak-anaknya.
  • Tono bersemangat berangkat ke sekolah di hari pertamanya.
  • Heri memarahi adiknya yang mencuri uangnya.
  • Nasrul memikirkan kejadian memalukannya minggu lalu.
  • Surti bahagia saat mendapat undian mobil.
  • Bahrun setuju rumahnya menjadi tempat rapat.
  • Nina percaya pacarnya selalu mencintainya.
  • Ali mengenali Dono saat sedang di keramaian konser.

Grameds dapat memehami lebih dalam mengenai penulisan bahasa Indonesia dengan mengklik sampul buku atau kolom “beli sekarang” di bawah ini.

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (Puebi) Dan Pembentukan

Klasifikasi Kata Kerja

Kata kerja dapat diklasifikasikan berdasarkan subjek dan objek. Berikut penjelasan keduanya.

1. Berdasarkan Subjek

Kata kerja berdasarkan subjek dikelompokkan menjadi dua kategori, yakni kata kerja aktif dan kata kerja pasif. Kata kerja aktif merupakan jenis kata kerja yang mana subjeknya melakukan suatu pekerjaan atau menjadi pemeran utama dalam kalimat. Adapun ciri-ciri dari kata kerja aktif sebagai berikut.

  • Selalu Diawali dengan Imbuhan Me- atau Ber- pada Predikat

Kata kerja aktif selalu diawali dengan imbuhan me- atau ber- pada predikatnya. Penambahan ini menjadi pembeda antara kalimat aktif dengan jenis kalimat lainnya. Hal ini juga semakin memperkuat kata kerja dalam predikat tersebut.

  • Subjek Selalu Melakukan Tindakan Langsung

Kata kerja aktif biasanya digunakan untuk kalimat yang subjeknya melakukan sebuah tindakan secara langsung. Hal ini memudahkan pembaca untuk memahami apa yang disampaikan oleh penulis. Hal ini disebabkan karena penyampaian pesan yang dilakukan oleh penulis dapat lebih sempurna tanpa ada persepsi yang berbeda.

Untuk memahami lebih dalam mengenai kata kerja aktif, Grameds dapat menyimak contoh kata kerja aktif dalam kalimat berikut ini.

  • Farhan memakan roti di rumah dengan lahap.
  • Ibu membeli sayur di pasar dekat rumah.
  • Bagus bermain game komputer hingga larut malam.
  • Dito menyeduh kopi pada pagi hari.
  • Joan bermain piano di kamarnya.
  • Aku menulis jurnal di buku catatan kecil bergembok.
  • Dita mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi di jalan tol.
  • Fadli membaca buku antologi cerpen karya Joko Pinurbo.
  • Rara berlatih monolog di panggung pertunjukan.
  • Ibu memeriksa hasil belajarku selama satu semester.

Adapun kata kerja pasif merupakan jenis kata kerja yang subjeknya dikenai suatu pekerjaan. Fungsinya untuk menyatakan subjek yang dikenai tindakan atau perbuatan. Kata kerja pasif dikenali dengan kata kerja yang diwali dengan imbuhan di-, ke-, dan kofiks ke-an

Pada kata kerja aktif biasanya diberikan imbuhan di-, ke-, dan kofiks ke-an pada kata dasarnya. Hal ini bertujuan untuk membedak antara kata kerja pasif dengan kata kerja aktif. Tidak hanya itu, imbuhan dan kofiks tersebut juga menjadi ciri atau menunjukkan jika subjek dikenai pekerjaan.

Grameds, dapat mengenal lebih dalam mengenai kata kerja pasif dalam kalimat dengan menyimak berbagai contoh yang telah dirangkum dari sumber-sumber di internet.

  • Penjahat itu ditangkap
  • Sepeda adik sedang diperbaiki di bengkel.
  • Adik diajak bapak ke pasar.
  • Kakak disuruh ibu mengambil sapu.
  • Kunci ruangan disimpan di rak sepatu.
  • Jalan raya kota dilanda banjir dan tanah longsor.
  • Figura cantik itu dibeli kakak di Singapore.
  • Jalan ditutup oleh petugas karena ada perbaikan.
  • Rumah baru sedang dikeramik oleh tukang.
  • Buah-buahan yang dia bawah terjatuh karena lantai licin.

Jika Grameds hendak mempelajari lebih lanjut mengenai intisari tata bahasa Indonesia, bisa membeli buku berjudul Intisari Tata Bahasa Indonesia untuk SMP dan SMA. Caranya dengan mengklik sampul buku atau kolom “beli sekarang” di bawah ini.

Intisari Tata Bahasa Indonesia untuk SMP dan SMA

2. Berdasarkan Objek

Kata kerja berdasarkan objek dikelompokkan menjadi dua kategori, yakni kata kerja transitif dan kata kerja intransitif. Kata kerja transitif merupakan kata kerja yang diikuti oleh keberadaan objek. Kata kerja jenis ini tidak akan menjadi kalimat objektif tanpa kehadiran objek.

Kata kerja transitif tida bisa berada di posisi predikat jika tidak disertai dengan kata benda sebagai objek setelahnya. Kata kerja transitif dapat diubah ke dalam bentuk pasif. Untuk memahami lebih lanjut mengenai penggunaan kata transitif dalam kalimat. Grameds dapat menyimak beberapa contoh yang telah dirangkum dari berbagai sumber di internet.

  • Polisi telah menangkap gerombolan penjahat tersebut.
  • Aku mengambil
  • Kamu membuat kartu ucapan.
  • Ayah memasak sayur lodeh
  • Adik menyapu lantai
  • Ibu memperbaiki kipas angin.
  • Ibu membelikan adik mainan baru.
  • Ayah sedang mengantar adik ke sekolah.
  • Aisyah sedang membacakan puisi Chairil Anwar di depan para penonton.
  • Pak Guru memilih Fahmi sebagai ketua kelas yang baru.

Sedangkan, kata kerja intransitif merupakan kata kerja yang tidak membutuhkan pelengkap dalam kalimatnya. Kalimatnya menjadi efektif tanpa pelengkap berupa kata keterangan dan objek. Kata kerja intransitif dapat dikenali dengan beberapa ciri.

Di antaranya objek tidak dikenai tindakan oleh subjek; tidak dapat dijadikan kalimat pasif; predikat merupakan verba instransitif; umumnya dalam kalimat memiliki pola dasar S-P, S-P-Pel, atau S-P-K; dan predikatnya berimbuhan ber-, ter-, ter-kan, dan ber-kan.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai kata kerja intransitif, Grameds dapat menyimak beberapa contoh yang dirangkum dari berbagai sumber di internet sebagai berikut.

  • Para menteri berdialog melalui aplikasi jarak jauh.
  • Sebuah mobil berhenti di depan rumah pakde.
  • Saya tidur di rumah kakek saya tadi malam.
  • Kucing itu makan dengan perlahan.
  • Ayahnya meninggal tadi malam.
  • Fadan bangun pagi setiap hari.
  • Anak-anak tengah bermain layang-layang di tanah lapang itu.
  • Perempuan itu tengah menari
  • Wisatawan asing tersebut tengah berjemur di sekitar pinggiran pantai.
  • Kami sempat bertamu ke rumah Pak Bani.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

 



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien