Fisika

Pengertian Tekanan dan Macam-Macamnya dalam Ilmu Pengetahuan

Written by Pandu

Macam-macam Tekanan dalam Dunia Pengetahuan- Ketika mencoba mencari tahu apa arti tentang tekanan di kolom mesin pencari pasti yang paling umum muncul adalah sebuah cabang ilmu yang dapat kita ketahui dari ilmu fisika yang akan memberi pengetahuan kita tentang jenis tekanan yang terjadi pada sebuah benda padat, gas, maupun cair. Mempelajari ilmu fisika memang sangat berguna ketika kita mencoba mengaplikasikannya dalam kegiatan sehari-hari dalam setiap aktivitas kita. Seperti banyaknya alat sederhana yang berguna dalam hidup kita seperti, gunting, pisau, maupun gunting kuku yang mengaplikasikan teori pesawat sederhana dalam ilmu fisika.

Namun, banyak dari kita juga tidak sepenuhnya menyukai fisika dalam memahami pelajaran, teori serta rumus-rumusnya yang rumit.  Bahkan dari kita sering merasa jenuh ketika mencoba mempelajari fisika dari hal yang cukup umum seperti tentang tekanan.

Tapi, agaknya lebih baik jika kita juga mempelajari banyak definisi tentang tekanan tidak hanya dari satu cabang ilmu fisika saja tapi kita akan mencoba mempelajari beberapa definisi sederhana lainnya dari ilmu pengetahuan yang ada. Seperti tekanan dalam ilmu kedokteran yang mempelajari tentang tekanan darah dalam tubuh manusia.

Dalam dunia psikologi juga kita akan menemukan sebuah definisi tentang tekanan yang sepertinya sudah sering kita jumpai pada kehidupan orang lain secara umum yakni, mempelajari tekanan terhadap mental seseorang.

Maka dari itu dibawah ini kita akan mencoba mengupas berbagai arti tekanan dari berbagai bidang ilmu pengetahuan guna memperluas wawasan kita dan menambah ilmu pengetahuan kita.

Pengertian Tekanan dalam Fisika

Salah satu ilmu fisika yang sudah cukup umum dipelajari baik dalam sekolah maupun jenjang perkuliahan adalah tekanan. Berbagai jenis tekanan, fungsi tekanan, hitungan tekanan yang beragam, dan lain-lain. Maka dari itu, ysang menjadi sebuah pertanyaan adalah sebenarnya apa itu tekanan? Apa fungsinya? Dan apa sajakah jenisnya?

Sebenarnya pada hakikatnya arti tekanan adalah keadaan dimana suatu benda yang dikenai oleh gaya dimana gaya tersebut bertitik di suatu  luasan tertentu darinya.Tekanan adalah besarnya gaya yang bekerja pada setiap satuan luas. Tekanan dapat disebabkan oleh gaya yang bekerja pada suatu benda yang arahnya vertikal.

Tekanan tidak hanya berhubungan dengan gaya tetapi juga dengan luas, suhu dan volume. Satuan internasional untuk tekanan adalah newton per satuan luas (N/m2). Sedangkan notasi P atau p. Selain itu, satuan tekanan lainnya adalah Pascal (Pa), yang merupakan nama keluarga fisikawan brilian Blaise Pascal.

Tekanan itu sendiri bisa difungsikan sebagai acuan untuk mengukur kekuatan zat cair maupun gas. Tekanan mempunyai kaitan erat dengan volume dan suhu.

Besarnya tekanan juga berasal dari turunan besaran pokok, panjang, dan waktu. Juga, tekanan termasuk dalam besaran vektor, tetapi dinyatakan sebagai angka atau nilai. Pada dasarnya, rumus tekanan adalah sebagai berikut.

P = F / A

Keterangan:

P = tekanan dengan satuan pascal

F = gaya dengan satuan newton

A = luas permukaan dengan satuan m2

Jenis-jenis Tekanan dalam ilmu Fisika

  • Tekanan pada zat padat

Dalam zat padat yang didorong ke bawah dari atas, tekanan akan dihasilkan. Semakin tinggi sebuah area tekanan, semakin rendah tekanan.  Oleh karena itu, faktor yang mempengaruhi besarnya tekanan adalah gaya  dan luas medan.

  • Tekanan hidrostatis atau zat cair

Tekanan cair juga dikenal sebagai tekanan hidrostatik. Hidrogen berarti air yang tenang ketika air dalam keadaan diam. Tekanan ini terjadi karena  berat air menyebabkan cairan melepaskan tekanan. Tekanan  cairan tergantung pada kedalaman cairan di  ruang angkasa, dan gravitasi juga menentukan tekanan air.

  • Tekanan gas

Bumi mempunyai lapisan penjaga yang mencegah benda asing dari langit memasukinya berupa atmosfer. Lapisan ini memanjang hingga 1000 km di atas bumi dan memiliki berat 5 x 1018 kg. Berat atmosfer yang menekan permukaan  disebut  tekanan atmosfer. Tekanan atmosfer di permukaan laut adalah 76 cmHg.

Beda daerah juga berarti memiliki tekanan udara yang berbeda. Untuk gas dalam ruang tertutup, berlaku hukum Boyle, yaitu tekanan dan volume gas adalah tetap atau konstan selama suhu gas selalu sama.

Pengertian Tekanan dalam Ilmu Kedokteran

Dalam ilmu kedokteran juga ditemukan istilah tekanan yang mengacu pada tekanan darah. Darah menjadi unsur penting yang mengalir dalam tubuh manusia, karena darah mengalir dalam sepanjang organ tubuh manusia yang berfungsi untuk memberikan oksigen ke sel-sel tubuh. Darah mengambil oksigen  di paru-paru dan mendistribusikannya ke semua sel dalam tubuh. Kemudian, darah juga berperan  mengambil karbondioksida dari sel dan membawanya ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh.

Tekanan darah secara definisi berarti tekanan yang diberikan oleh darah di dalam pembuluh darah. Tekanan darah dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti detak jantung, volume darah, kekentalan darah, fleksibilitas pembuluh darah, berapa banyak darah yang meninggalkan jantung, dan faktor stres. Pembuluh darah,  arteri dan vena, memiliki sifat  elastis. Pembuluh darah dapat meregang dan kembali ke bentuk semula. Tekanan darah dapat diukur dengan sphygmomanometer dan stetoskop. Hasil akan menunjukkan dua jenis tekanan darah, yaitu tekanan sistolik dan tekanan diastolik. Nilai tekanan darah akan dicatat dalam mmHg.

Jenis Tekanan Darah 

Ada dua jenis tekanan darah yaitu:

  • Tekanan sistolik

Tekanan sistolik adalah tekanan di dalam arteri ketika  ventrikel kiri jantung berkontraksi. Pada saat ini, jantung rileks dan tekanan  membawa darah  dari jantung ke seluruh tubuh, sehingga arteri meregang secara maksimal. Peningkatan denyut jantung secara langsung akan mempengaruhi tekanan darah sistolik.

  • Tekanan diastolik

Tekanan  kedua adalah tekanan diastolik. Tekanan diastolik adalah tekanan yang terjadi ketika darah mencapai jantung dan tidak ada darah yang mengalir melalui pembuluh darah  jantung.

Tekanan darah normal 

Seperti dilansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tekanan darah  normal adalah 120/80 mmHg. Tekanan darah sistolik normal adalah 120 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik normal adalah 80 mmHg. Tekanan darah abnormal dapat mencakup dua kondisi: tekanan darah tinggi atau hipertensi dan tekanan darah rendah atau hipotensi. Hipertensi didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana seorang pasien memiliki tekanan darah persisten 1

0/90 mmHg atau lebih tinggi. Sedangkan tekanan darah 130/80 mmHg merupakan stadium prehipertensi atau berisiko terkena hipertensi. Sedangkan hipotensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seringkali 90/60 mmHg atau kurang. Kebanyakan orang tidak memiliki gejala yang signifikan dari tekanan darah rendah.

Kelainan pada Tekanan Darah

Ada dua macam kelainan pada tekanan darah yang umumnya dialami seseorang yang mempunyai riwayat penyakit tekanan darah yang akan coba dijelaskan di bawah ini:

  • Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Hipertensi adalah definisi medis dari  tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai  komplikasi kesehatan yang dapat mengancam jiwa jika dibiarkan. Padahal, gangguan ini bisa memicu peningkatan risiko  penyakit jantung, stroke, dan kematian. Istilah tekanan darah sendiri dapat digambarkan sebagai kekuatan  darah yang mengalir terhadap dinding pembuluh darah arteri tubuh yang merupakan pembuluh darah utama. Besarnya tekanan yang terjadi tergantung pada resistensi  pembuluh darah dan seberapa keras jantung  bekerja.

Seseorang dapat merasakan tekanan darah tinggi karena jantung memompa lebih banyak darah  dan arteri menyempit. Hipertensi dapat dideteksi dengan pemeriksaan  tekanan darah rutin. Semua orang dewasa harus melakukan ini  setiap tahun.

  • Hipotensi (Tekanan Darah Rendah)

Tekanan darah rendah atau low blood pressure adalah suatu kondisi dimana tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHg. Tekanan darah rendah seringkali tidak menunjukkan gejala dan bisa terjadi pada siapa saja. Namun, pada beberapa orang, tekanan darah rendah bisa menyebabkan pusing, lemas, bahkan pingsan.

Tekanan darah normal manusia adalah antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg. Seseorang dapat dikatakan memiliki tekanan darah rendah jika tekanan darahnya berada di bawah kisaran tersebut.

Tekanan darah rendah bisa menjadi pertanda penyakit atau kondisi yang dialami seseorang. Dalam beberapa kasus yang parah, hipotensi dapat mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan segera.

Pengertian Tekanan dalam Ilmu Psikologi

Ketika seseorang mengalami hal yang sulit seseorang cenderung akan mengalami kebuntuan dalam berpikir, perasaan cemas, dan bahkan naiknya intensitas detak jantung. Hal-hal seperti mengalami pekerjaan yang menumpuk dan tugas yang tidak kunjung selesai, ditinggalkan pasangan, ataupun kekhawatiran dalam menghadapi masa depan  adalah salah satu dari sekian banyaknya contoh seseorang mengalami sebuah tekanan dalam hidupnya.

Masalah tekanan yang menyerang kondisi psikologis seseorang ini tidak dapat dikatakan sesuatu yang sepele walaupun dalam kondisi lahiriahnya seseorang yang sedang mengalami tekanan tidak menunjukkan sesuatu yang mencurigakan ataupun menampakkan kondisi fisik yang mengalami luka. Namun, masalah tekanan psikologis menjadi sesuatu yang sangat penting mengingat sekarang banyak orang yang dalam mengejar tuntutan hidupnya entah dalam karir maupun dalam mencari pasangan ideal dalam hidup mereka karena dalam dunia yang serba cepat seperti sekarang ini masyarakat kita dituntut untuk bersaing satu sama lain dan akibat persaingan yang terlalu berlebihan mengakibatkan seseorang mudah dilanda stress, depresi, dan yang paling berbahaya adalah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Sementara menurut KBBI, Tekanan mental adalah keadaan emosi seseorang ketika sedang mengalami tekanan berbagai hal sehingga dapat menimbulkan gangguan jiwa, biasanya tercermin pada perilaku yang menyimpang.

Istilah dalam Tekanan Psikologis

Dalam arti lain tekanan psikologis atau mental dapat disebut juga pada kondisi stress atau depresi. Namun dua kondisi tersebut walau seringkali disebutkan dalam kejadian yang sama sehingga membuat orang gagal memahami arti sebenarnya dari dua istilah tersebut yang mengakibatkan orang lain juga salah dalam menyelesaikan masalah pada kondisi stress dan depresi seseorang karena kekurangtahuan dalam dua kondisi yang berbeda tersebut. Padahal, stres dan depresi memiliki perbedaan yang sangat mendasar.

  • Definisi Stress

Memahami stres sebagai kondisi tekanan psikologis dan fisik dalam menanggapi situasi yang dianggap berbahaya. Dengan kata lain, stres adalah cara tubuh Anda merespons segala jenis kebutuhan, ancaman, atau tekanan.

Saat terancam, sistem saraf merespons dengan melepaskan sejumlah besar hormon, adrenalin, dan kortisol. Kedua hormon ini dapat memicu reaksi dalam tubuh Anda, termasuk jantung berdebar-debar, ketegangan otot, peningkatan tekanan darah, dan bahkan pernapasan lebih cepat. Respon ini disebut respon “fight or flight”, yaitu respon stres.

Dalam bentuknya yang paling parah, tekanan psikologis dan fisik ini dapat memberi tubuh Anda lebih banyak kekuatan untuk mempertahankan diri. Misalnya, mendorong Anda untuk menginjak rem untuk menghindari kecelakaan.

Secara tidak sadar, tekanan psikologis dan fisik ini dapat menyebabkan Anda berusaha menyelamatkan diri dalam keadaan darurat dan bahaya.

Namun, jika keadaan stres psikologis ini berlangsung terus menerus, dapat menyebabkan penyakit mental dan kerusakan kesehatan fisik.

Jenis-jenis stres 

Berikut  adalah 2 jenis stres utama  yang umum dikenal:

  • Stres akut

Stres akut adalah stres jangka pendek yang cepat hilang. Situasi ini akan Anda temui ketika menghadapi situasi yang berbahaya, seperti menekan rem  dengan keras saat ingin menabrak sesuatu.

  • Stres kronis

Stress kronis adalah keadaan stres yang berlangsung lama, mungkin berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Misalnya, menghadapi masalah keuangan atau stres  menjalani kehidupan keluarga yang tidak bahagia.

Anda bisa menjadi begitu terbiasa dengan stres kronis sehingga Anda bahkan tidak menyadarinya sebagai masalah. Jika Anda tidak dapat menemukan cara untuk mengatasi stres,  itu dapat menyebabkan masalah kesehatan.

  • Depresi

Lain hal dengan stres, depresi adalah penyakit mental yang berdampak negatif pada suasana hati, emosi, stamina, nafsu makan, pola tidur, dan tingkat konsentrasi seseorang.

Depresi bukanlah tanda ketidakbahagiaan atau kurangnya karakter. Depresi bukanlah kondisi alami seperti stres atau panik. Penderita depresi sering merasa tertekan atau tidak termotivasi, sering merasa sedih dan tidak berdaya, serta mudah lelah.

Depresi adalah gangguan suasana hati  yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan kehilangan minat pada hal-hal yang Anda sukai. Seseorang dikatakan depresi jika  merasa sedih, putus asa atau tidak berguna selama 2 minggu.

Keadaan ini dapat terjadi selama hampir enam bulan atau lebih. Maka, orang yang menderita depresi biasanya jadi sulit melakukan aktivitas  sehari-sehari seperti bekerja, makan, bersosialisasi, belajar, atau berkendara secara normal.

Depresi yang  tidak diobati dapat menyebabkan  penurunan produktivitas kerja, gangguan hubungan sosial, dan ide bunuh diri.

Depresi dapat menyerang siapa saja, termasuk wanita. Depresi pada wanita sering dikaitkan dengan perubahan hormonal, termasuk menstruasi, kehamilan, pasca persalinan, atau menopause. Namun, hingga saat ini, belum ada penelitian yang menemukan mengapa depresi lebih sering terjadi pada perempuan muda maupun dewasa.

Perbedaan Gejala Stres dan Depresi 

Stres bisa menyerang siapa saja, termasuk anak usia sekolah. Biasanya, orang yang sedang stres rentan mengalami gejala berikut ini.

  • Sulit tidur
  • Sulit mengingat
  • Sulit berkonsentrasi
  • Perubahan kebiasaan makan
  • Emosi tidak stabil dan lekas marah
  • Sering cemas atau gelisah
  • Merasa kewalahan dengan pekerjaan di sekolah atau di kantor
  • Takut tidak dapat melakukan tugas dengan benar

Di sisi lain Tanda depresi jauh lebih kompleks daripada gejala stres. Kehadirannya juga bisa bertahap, sehingga sulit untuk benar-benar mengetahui kapan depresi pertama kali muncul. Di bawah ini adalah berbagai gejala depresi yang umum terjadi.

  • Menarik diri dari lingkungan keluarga dan sosial
  • Merasa sedih dan putus asa
  • Kehilangan semangat, motivasi, energi, dan stamina
  • Sulit mengambil keputusan
  • Makan lebih sedikit atau lebih sering dari biasanya
  • Tidur lebih sedikit atau lebih lama dari biasanya
  • Sulit berkonsentrasi
  • Kesulitan mengingat
  • Perasaan rasa bersalah, kegagalan, dan kesepian
  • Sering berpikir negatif
  • Mudah frustasi, marah, dan mudah tersinggung
  • Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya Anda nikmati
  • Memiliki pikiran untuk bunuh diri

Saat Anda stres, Anda tahu persis apa yang memicunya dan apa yang  Anda hadapi. Ini sering melibatkan tantangan yang Anda hadapi setiap hari, seperti tenggat waktu kerja, tagihan keuangan, atau masalah keluarga.

Namun terkadang stres juga bisa datang dari dalam, dipicu oleh imajinasi atau pikiran yang  tidak jelas, sehingga muncul skenario buruk yang belum tentu terjadi. Biasanya, ini hilang setelah peristiwa yang Anda khawatirkan telah berlalu.

Sementara itu, depresi membuat Anda tidak berdaya karena tidak tahu apa  kekhawatiran Anda. Gejala mungkin muncul tanpa dalam situasi tertentu. Depresi dapat membatasi fungsi Anda sebagai pribadi

Kesimpulan

Sekian pembahasan singkat mengenai macam-macam tekanan dalam ilmu pengetahuan Tidak sekedar membahas definisi tentang tekanan dari satu cabang ilmu pengetahuan saja, tetapi juga membahas definisi dari 3 cabang ilmu pengetahuan, mengetahui jenis-jenis tekanan dalam bidang ilmu yang berbeda , apa saja perbedaannya. Walau bagaimanapun tekanan dapat berbeda bentuknya tergantung dari sudut pandang dan topik keilmuan yang berbeda, tetap saja definisi tentang tekanan dapat dipelajari dan diaplikasikan untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian ulasan mengenai macam-macam tekanan dalam ilmu pengetahuan. Buat Grameds yang mau mempelajari semua hal tentang macam-macam tekanan dalam ilmu pengetahuan, ragam jenis, karakteristiknya, dan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan tekanan lainnya, kamu bisa mengunjungi Gramedia.com untuk mendapatkan buku-buku terkait. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu memberikan produk terbaik, agar kamu memiliki informasi terbaik dan terbaru untuk kamu.

Penulis: Pandu Akram



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien