Bahasa Indonesia Sastra

Contoh Majas Hiperbola di Berbagai Media yang Tidak Kamu Sadari

Contoh Majas Hiperbola
Written by Ananda

Contoh Majas Hiperbola – Sadar atau tidak, Grameds pasti pernah menggunakan contoh majas hiperbola dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat kamu sedang mengerjakan UAS Bahasa Indonesia lalu mengucapkan kalimat begini:

“Kelopak mataku terasa berat, seperti ditindih dengan besi 50 kilogram, saat membaca tugas UAS Bahasa Indonesia”.

Kalau dipikir ulang, kalimat tersebut terdengar lebay, ya? Tapi memang begitulah majas hiperbola, melebih-lebihkan sesuatu. Meskipun memang, sebenarnya tidak harus lebay juga, namun dengan majas kamu dapat meyakinkan lawan bicaramu.

Contohnya kamu bisa saja memilih kalimat “Soal UAS Bahasa Indonesia tadi bikin ngantuk, ya”. Jika dibandingkan dengan kalimat pertama, yang kedua ini terasa biasa saja dan kurang menggambarkan keadaanmu.

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, ada banyak majas yang bisa kamu pelajari. Nah, dalam artikel ini kamu akan mempelajari majas hiperbola secara khusus. Mulai pengertian, ciri-ciri- fungsi, hingga contoh-contohnya.

Pengertian Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah majas yang menggambarkan sesuatu secara berlebihan, bahkan penggambaran tersebut seringkali terasa kurang masuk akal atau susah dipahami lebih jauh. Hal ini disebabkan karena majas hiperbola menggunakan kata-kata yang tidak sesuai dengan kenyataan. Meski begitu, dibanding majas yang lainnya, hiperbola menjadi yang paling unik dan menarik.

Seperti yang dijelaskan oleh Yettik Wulandari dalam buku Kumpulan Peribahasa, Majas, Dan Ungkapan Bahasa Indonesia.

Contoh Majas Hiperbola

Majas ini cukup sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk menarik perhatian dan memberikan kesan dramatis pada pembaca atau pendengar. Oleh sebab itu, tak sedikit orang yang menganggapnya sebagai majas yang lebay. Ada juga yang mengatakannya sebagai majas yang indah.

Gorys Keraf dalam bukunya Diksi dan Gaya Bahasa (2010) mengungkapkan bahwa majas merupakan gaya bahasa yang memuat pernyataan yang berlebihan dengan membesar-besarkan sesuatu agar tampak seperti dramatis.

Sejak dulu sampai saat ini, baik penulis maupun penyair menggunakan majas hiperbola dalam karya sastra untuk memperindah dan menyampaikan pesan dengan bahasa yang lebih singkat. Lebih dari itu, tergantung dari cara penggunaannya, majas juga bisa memberikan kesan tertentu kepada pembaca atau pendengarnya.

Mungkin Grameds pernah menemukan kalimat “sudahlah, jangan menangis terus, nanti kamarmu banjir air mata” di dalam buku, film, atau bahkan di kehidupan nyata. Kalimat tersebut adalah contoh majas hiperbola.

Mengapa demikian? Sebab sehebat apapun seseorang menangis, air matanya tidak akan cukup untuk menimbulkan banjir. Dengan kata lain, terlalu berlebihan untuk menjadi kenyataan.

Ciri-Ciri Majas Hiperbola

Contoh Majas Hiperbola

pixabay.com

Sama seperti majas yang lainnya, majas hiperbola juga punya ciri-ciri (karakteristik)nya sendiri. Dengan bantuan karakteristik ini, Grameds akan lebih mudah membedakan majas hiperbola dengan yang lain. Nah, berikut ini penjelasannya.

1. Tidak Masuk Akal

Ciri-ciri pertama dari majas hiperbola adalah menggunakan bahasa yang tidak masuk akal. Ketika kamu menemukan kata, frasa, atau kalimat yang terasa berlebihan atau bahkan susah dinalar, bisa dipastikan itu adalah majas hiperbola.

2. Melebih-Lebihkan (lebay)

Ya, dalam KBBI lebay berarti berlebihan, maka kata ini sangat tepat untuk menggambarkan majas hiperbola. Lagipula, majas yang satu ini seringkali melebih-lebihkan sesuatu sehingga terkesan lebih besar dari kenyataannya. Tapi, lebay di sini bukan hanya berlaku untuk gaya berbicara atau tulisan, ya. Bukan penampilan atau yang lainnya.

3. Dramatis

Selain lebay, majas hiperbola juga sering disampaikan secara dramatis. Dan ini berkaitan erat dengan karakteristik sebelumnya. Dan jika diperhatikan dengan baik, sebenarnya Grameds akan menemukan banyak sekali majas hiperbola dalam kehidupan sehari-hari.

4. Mampu mempengaruhi pembaca atau pendengar

Ciri-ciri yang terakhir dari majas hiperbola adalah mampu memberikan pengaruh yang besar kepada pembaca atau pendengar. Biasanya, pengaruh ini akan diikuti dengan efek-efek tertentu. Seperti sedih, marah, kesal, atau yang lainnya.

Fungsi Majas Hiperbola

Majas hiperbola dibentuk untuk memenuhi fungsi-fungsi tertentu. Salah satunya adalah mempengaruhi pembaca atau lawan bicara. Misalnya seperti yang digunakan dalam puisi. Coba bayangkan, bagaimana jadinya jika puisi memakai kalimat yang terasa datar dan berat seperti tulisan ilmiah.

Apakah puisi tersebut bisa membuat pembacanya merasa sedih atau terharu? Tentu tidak, dong. Kalau puisi hanya berisi kata dan kalimat yang datar dan berat, pesan serta perasaan penulis tidak akan bisa ditangkap dengan baik oleh para pembaca

Majas memang bisa menjadi medium bagi pengarang, penulis, maupun penyair untuk menyampaikan sebuah gagasan. Dengan majas hiperbola, mereka dapat menggunakan bahasa yang lebih estetis dan menarik. Tak hanya itu, masih ada tiga fungsi lain dari majas hiperbola, diantaranya:

1. Untuk memberikan kesan dramatis

Majas hiperbola umumnya dipakai dalam sebuah karya sastra untuk memberikan kesan dramatis. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan perhatian dari orang lain serta mewujudkan kepentingan si pembuat karya sastra.

2. Memperindah kalimat

Penulis, penyair, atau pembicara kerap memanfaatkan majas hiperbola dalam karyanya untuk memperindah kalimat. Cara ini dianggap efektif dalam memberikan kesan yang baik pada para penikmat karya sastra.

3. Memberikan penekanan emosi

Fungsi yang terakhir adalah untuk memberikan penekanan emosi pada suatu kalimat. Faktanya, pembaca atau pendengar cenderung lebih mudah merasakan kalimat yang mempunyai emosi. Mungkin, bisa juga menampilkan imajinasi dan kesan tertentu.

Majas hiperbola sendiri bisa Grameds temukan di mana saja, mulai dari novel, dialog film, iklan, koran, atau komik. Biar kamu lebih gampang memahami majas yang satu ini, berikut ini ada beberapa contoh majas hiperbola beserta penjelasannya.

Untuk memahami fungsi majas hiperbola lebih jauh lagi, Grameds bisa membaca buku Kumpulan Lengkap Peribahasa Pantun & Majas yang ditulis oleh Ernawati Waridah.

Contoh Majas Hiperbola

Contoh Majas Hiperbola

Contoh Majas Hiperbola

unsplash.com

1. Contoh majas hiperbola dalam puisi

Majas, ketika digunakan dalam sebuah puisi, akan memudahkan penyair untuk menyampaikan efek-efek tertentu kepada pembacanya. Di sisi lain, pembaca juga akan lebih menikmati puisi yang menggunakan majas ini karena lebih menarik.

Meskipun dibutuhkan usaha lebih untuk merasakan efek-efek tersebut karena biasanya hanya tersirat dalam kata-kata yang dipilih oleh penulis. Maka dari itu, seorang penikmat sastra harus memiliki kemampuan untuk menangkap pesan yang tersirat ini.

Dari segi estetika, majas hiperbola dalam puisi berfungsi untuk menarik perhatian para pembaca atau pendengarnya. Di Indonesia, ada banyak sekali penyair produktif yang menghasilkan puisi-puisi mengagumkan tiap tahun. Salah satunya adalah Goenawan Mohamad.

Begitu menariknya puisi yang ditulis oleh GM hingga membuat Septiani menjadikannya sebagai bahan penelitian yang dia lakukan di tahun 2020 lalu. Puisi GM yang diteliti oleh Septiani ini berjudul “Mishima”, sebuah puisi yang terdiri dari tujuh bagian.

Septiani melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui majas apa saja yang digunakan oleh GM dalam puisi tersebut. Hasilnya, Septiani menemukan beberapa majas, yaitu repetisi, simile, litotes, personifikasi, polisidenton dan asindenton, metafora, retoris serta hiperbola. Dan majas hiperbola ada di bagian ketujuh.

Berikut ini teks lengkap bagian ketujuh dari puisi “Mishima”:

Lewat pintu geser, Mishima seakan melihat mereka,
dalam asap rokok: Kelasi kapal-kapal yang kalah
yang disembunyikan
di kotak waktu.  

Rumah makan unagi ini tak mau mengungkapnya.
Di lantai dua, tamu-tamu beku. Botol-botol beku.
Di dinding ada kanvas: hutan Guadalkanal,
pasir yang tak tersentuh perang,
pematang yang naik turun,
pengantin yang diusung ke tengah semak
dengan nyanyian hampir mabuk. 

Tapi selalu ada orang yang seperti aku, kata Mishima,
yang tak ingin cerita alternatif.

Hari hanya satu narasi.
Tuhan menamainya kematian.

Dan Mishima terbaring, menatap langit-langit,
dari tikar yang disepuh musim.

Kalimat “di lantai dua, tamu-tamu beku” menyatakan keadaan tamu yang diam sepenuhnya. Kata “beku” digunakan untuk menggambarkan suasana yang dingin dan hening karena tamu-tamu tersebut diam. Jadi para tamu tidak benar-benar membeku atau tidak bernyawa.

2. Contoh majas hiperbola dalam iklan televisi

Televisi (TV) mempunyai peran yang krusial dalam penyebaran informasi serta memberikan hiburan kepada masyarakat luas. Itulah mengapa, dari tahun ke tahun, dunia pertelevisian Indonesia tidak pernah berhenti berkembang.

Untuk membuat perkembangan tersebut, pastinya butuh dana yang tidak sedikit. Pengelola stasiun televisi, memanfaatkan berbagai sumber demi mengumpulkan dana yang diperlukan. Salah satunya adalah iklan komersial.

Simbiosis mutualisme antara iklan komersial dan stasiun televisi telah menghadirkan inovasi tanpa henti yang bisa kita semua nikmati sampai saat ini. Bagi stasiun televisi, iklan komersial adalah sumber dana yang harus dijaga baik-baik. Sedangkan bagi dunia periklanan, televisi menjadi media yang tepat untuk melakukan promosi.

Televisi dapat mempengaruhi dan memberikan tekanan yang kuat pada penglihatan serta pendengaran masyarakat. Demi mencapai tujuan ini, pengiklan beradu kreativitas dalam memadukan kata-kata dan gambar menjadi tampilan visual yang menarik bagi semua kalangan. Perpaduan tersebut juga harus dapat menyampaikan informasi penting tentang barang atau jasa yang mereka miliki. Khususnya bagi produk baru dan produk unggulan.

Saking banyaknya iklan yang muncul saat jeda acara televisi, rasanya ungkapan “tiada hari tanpa iklan” merupakan penggambaran yang tepat. Pelan tapi pasti, penonton televisi dipengaruhi oleh gaya bahasa dan desain visual yang persuasif dalam iklan.

Biar bagaimanapun, tujuan utama dari sebuah iklan adalah untuk menjaring mitra atau pelanggan sebanyak-banyaknya. Karena itu, pengiklan mesti menggunakan berbagai strategi untuk menyampaikan produknya dengan baik. Sekalipun harus melebih-lebihkan.

Di sinilah peran majas hiperbola dibutuhkan oleh pengiklan. Dengan majas ini, mereka dapat menyampaikan pesan secara singkat namun tetap terlihat menarik. Lebih dari itu, hiperbola juga dapat mempengaruhi calon konsumen.

Coba Grameds bayangkan, pengiklan harus mewujudkan semua itu dalam waktu yang relatif singkat. Belum lagi persaingan yang semakin ketat. Tanpa majas hiperbola, pengiklan tidak dapat menarik perhatian penonton televisi dan kalah dari pesaingnya.

Inilah yang membuat Sitompul tertarik untuk melakukan penelitian pada 26 iklan komersial yang pernah tayang di televisi.untuk mencari kata-kata apa yang paling menonjol pada tahun 2014 lalu. Dari 26 iklan yang diteliti, salah satunya adalah iklan produk kopi ABC.

Dalam iklan tersebut ada sebuah kalimat yang berbunyi “Paduan sempurna kopi dan susunya bikin hidup makin mantap”.

Frasa “makin mantap” termasuk ke dalam majas hiperbola karena terlalu berlebihan. Sebab biar bagaimanapun, hidup seseorang tidak mungkin jadi makin mantap hanya dengan minum kopi.

3. Contoh majas hiperbola dalam lirik lagu

Tak hanya novel dan puisi, majas hiperbola juga digunakan oleh penulis lagu saat menciptakan karyanya sendiri. Lirik lagu bisa dikategorikan menjadi sebuah karya sastra karena merupakan hasil dari karangan manusia.

Di samping itu, lirik lagu juga disusun berdasarkan pengalaman pribadi pencipta lagu. Yang terpenting, banyak sekali lirik yang mengandung nilai-nilai estetika, sosial budaya, maupun ajaran hidup. Singkatnya, melalui karya sastra, orang-orang akan lebih mudah memahami adat istiadat, keyakinan, nilai-nilai kehidupan, dan pandangan hidup orang lain.

Sebagai karya sastra, penulis lagu pasti membutuhkan kreativitas dalam menuangkan ide-ide dan gagasan yang dia miliki. Dia juga harus memperhatikan gaya bahasa yang tepat agar lirik yang ditulis tetap singkat namun berisi.

Sama seperti puisi, lirik lagu membutuhkan majas hiperbola untuk memunculkan efek-efek tertentu bagi para pendengar. Lagipula, lirik lagu harus dibuat menarik dan indah agar tidak terasa membosankan saat didengarkan berulang kali.

Tanpa keindahan serta efek tertentu, lirik lagu hanya berfungsi sebagai pelengkap dari aransemen musik yang dimainkan. Tak ada emosi dan jiwa sama sekali di dalamnya. Lagu seperti ini pasti tidak akan bertahan lama.

Begitu pentingnya peran majas hiperbola dalam sebuah lirik lagu sampai membuat Nadiah tertarik untuk melakukan penelitian pada 10 lirik lagu yang ada di dalam album Slank “Kissme” di tahun 2020 kemarin. Dari penelitian yang telah dia lakukan, Nadiah menemukan 17 majas hiperbola di dalam beberapa lagu Slank. Salah satunya adalah lagu “Alami”, tepatnya di bagian ini:

Angin bertiup pelan
Serangga bersahutan
Kupu hitam yang terbang
Tak mengerti jenisnya

Kalimat “serangga bersahutan” merupakan majas hiperbola yang menggambarkan riuhnya suara serangga. Meski begitu, pada kenyataannya yang bisa bersahutan hanya manusia.

4. Contoh majas hiperbola yang lainnya

Beberapa contoh majas hiperbola yang lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Tono berlari secepat kilat
  2. Kepalaku seperti disambar petir saat mendengar berita itu
  3. Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak

Kalimat pertama menggunakan majas hiperbola untuk menggambarkan kecepatan lari Tono yang sangat cepat, sehingga seolah-olah menyamai kecepatan kilat. Faktanya, Usain Bolt yang dijuluki manusia tercepat di dunia pun tidak mampu menyamai kecepatan kilat. Usain Bolt memegang rekor tercepat lari 100 meter dengan catatan waktu 9,58 detik. Sedangkan kilat mempunyai kecepatan 670.000.000 meter per detik.

Di kalimat kedua, majas hiperbola digunakan untuk menjelaskan rasa terkejut yang begitu kuat yang dialami oleh si pembicara. Namun frasa “seperti disambar petir” terlalu berlebihan karena manusia tidak mungkin bertahan dari sambaran petir.

Sementara untuk kalimat terakhir yang diambil dari peribahasa, kata “kuman”, “di seberang lautan”, “gajah”, dan “di pelupuk mata” merupakan majas hiperbola. Kuman, digunakan untuk menunjukkan kesalahan yang kecil. Di seberang lautan menggambarkan jarak yang sangat jauh. Gajah untuk kesalahan yang sangat besar. Dan di pelupuk mata untuk jarak penglihatan manusia. Jadi bisa disimpulkan, majas hiperbola digunakan untuk menggambarkan ukuran benda yang abstrak (kesalahan) serta ukuran jarak.

Contoh majas hiperbola lain dapat kamu temukan dalam Buku Pintar Majas Pantun dan Puisi yang ditulis oleh Ulin Nuha Maruchin.

Contoh Majas Hiperbola

Bagaimana Grameds? Tentunya sekarang kamu sudah lebih paham setelah membaca berbagai contoh majas hiperbola dalam artikel ini. Semoga Grameds akan terus mencari informasi lebih lengkap dari buku-buku yang ditulis oleh para pakarnya, ya!

Grameds juga bisa membaca buku-buku terkait contoh majas hiperbola dan materi Bahasa Indonesia lainnya dengan mengunjungi gramedia.com. Gramedia selalu memberikan produk-produk terbaik agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Penulis: Gilang

BACA JUGA:

  1. Pengertian Majas: Fungsi, Macam, dan Contohnya
  2. Macam-Macam Majas dan Contohnya
  3. 83 Contoh Majas Metafora beserta Penjelasan Lengkapnya 
  4. Majas Personifikasi: Pengertian, Contoh, Ciri-Ciri
  5. Pengertian dan Tujuan Majas Repetisi beserta Contohnya 


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien