Bahasa Indonesia Sastra

83 Contoh Majas Metafora Beserta Penjelasan Lengkapnya

Contoh Majas Metafora
Written by Rahma Fiska

Contoh Majas Metafora – Metafora adalah gaya bahasa kiasan untuk menyamakan sesuatu. Terdapat pendapat lain tentang metafora, yaitu semacam analogi yang membandingkan dua hal secara langsung, tetapi dalam bentuk yang singkat.

Selain itu pengertian lebih lengkap mengenai majas metafora adalah majas yang menggunakan kata-kata yang bukan arti sebenarnya atau kata kiasan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan untuk melengkapi gaya bahasa.

Arti sebenarnya yang mudah dipahami dari majas metafora adalah majas yang digunakan untuk menyamarkan sesuatu yang lainnya atau dikenal dengan kiasan.

Selanjutnya adalah fungsi dan contoh majas metafora adalah semacam analogi yang membandingkan dua hal secara langsung, tetapi dalam bentuk yang singkat. Metafora termasuk gaya bahasa kiasan untuk menyamakan sesuatu. Metafora adalah majas yang digunakan untuk menyamakan sesuatu yang lainnya atau dikenal dengan kiasan.

Apa itu Majas?Pengertian Majas

Majas merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan dengan cara imajinatif. Majas digunakan oleh seseorang untuk membuat pembaca memperoleh efek tertentu dari gaya bahasa tersebut yang cenderung ke arah emosional. Majas biasa tersemat dalam suatu karya sastra, baik cerpen maupun puisi.

Macam-Macam Majas

Contoh Majas Metafora

unsplash.com

Majas memiliki 4 macam yang bisa kita pelajari sebagai berikut.

1. Majas Perbandingan

Majas perbandingan adalah majas yang membandingkan dua objek. Berikut contoh serta penjelasan majas, yaitu:

a. Majas alegori

Majas yang menyatakan dengan ungkapan kiasan atau penggambaran. Contohnya: Hidup itu seperti roda berputar, kadang diatas, kadang pula dibawah.

b. Majas metafora

Majas ini adalah majas yang menggunakan analogi atau perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda. Contoh majas metafora salah satunya adalah: Anak itu dikenal sebagai kutu buku di kelasnya.

c. Majas metonimia

Majas ini menyatakan suatu hal dengan memakai kata lain yang punya keterkaitan. Contohnya: (1) sebuah merek dagang. (2) Jamaah haji Indonesia pergi ke Mekkah menggunakan Garuda.

d. Majas Litotes

Majas yang menggunakan ungkapan penurunan kualitas untuk merendahkan diri. Contoh: Silahkan datang ke gubukku yang kumuh.

e. Majas hiperbola

Majas yang merupakan ungkapan yang berlebihan dan tidak masuk akal. Contohnya: Dentuman itu menggelegar membelah angkasa.

f. Majas Pars Pro Toto

Majas yang menggunakan sebagian unsur/objek untuk menunjukkan keseluruhan objek. Contohnya: Dari tadi pagi, ia tak menampakkan batang hidungnya.

g. Majas Totem Pro Parte

Majas yang mengungkapkan keseluruhan objek padahal hanya sebagian objek saja. Contohnya: Indonesia mengalahkan Malaysia dalam pertandingan sepakbola tadi malam

h. Majas Eufimisme

Majas yang menggunakan ungkapan lebih halus terhadap ungkapan yang dirasa kasar atau merugikan. Contohnya: Saat ini sedang dibahas penyesuaian tarif tol.

i. Majas Personifikasi

Majas yang membandingkan antara manusia dengan benda mati, seolah olah benda tersebut memiliki sifat layaknya manusia. Contohnya: Deburan ombak memecah karang.

j. Majas Ironi

Majas sindiran ini digunakan dengan cara menyembunyikan fakta dan mengatakan hal yang sebaliknya. Contohnya: Suaranya sangat merdu sekali seperti kaset kusut.

k. Majas sarkasme

Majas ini bisa dikatakan sebagai sindiran yang kasar. Contoh: Putih benar wajah kamu, sampai bisa aku sendiri bedaknya.

l. Majas Sinisme

Majas sinisme ini lebih bersifat mencemooh atas ide atau pemikiran. Contoh: Kamu sudah pintarkan? Kenapa masih bertanya kepada aku?

m. Majas Pleonasme

Majas yang menambahkan keterangan pada kalimat yang sudah jelas (sebenarnya tidak diperlukan). Contoh: Dia sudah turun ke bawah.

n. Majas Repetisi

Majas ini merupakan pengulangan kata, frasa atau klausa untuk mempertegas maksudnya. Contohnya: Awas tunggu kedatanganku besok! Tunggu!

o. Majas Retorika

Majas ini berbentuk kalimat tanya, namun tidak memerlukan jawaban. Tujuan kalimat tanya tersebut sebagai penegasan akan suatu hal. Contohnya: Siapa yang tidak ingin terlahir kaya raya?

p. Majas Aliterasi

Majas yang menggunakan pengulangan huruf konsonan pada awal kata. Contohnya: Beli baju biru bersama Budi.

2. Majas Pertentangan

Majas yang menggunakan ciri kata-kata dengan kedua objek bertentangan. Berikut contoh serta penjelasannya:

a. Majas Antitesis

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), antitesis adalah pengungkapan gagasan yang bertentangan dalam susunan kata yang sejajar. Maka, majas antitesis merupakan jenis bahasa kiasan yang mengadakan komparasi, perbandingan antara lawan kata atau antonim. Antitesi menimbulkan adanya pertentangan antara dua hal yang berbeda.

b. Majas Paradoks

Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), paradoks adalah pernyataan yang seolah-olah bertentangan atau berlawanan dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran.

Sedangkan pada ilmu sastra, paradoks masuk dalam ketidaklangsungan ekspresi berwujud penyimpangan arti. Kontradiksi dalam puisi menyatakan sesuatu secara kontradiksi atau kebalikan. Hal tersebut untuk membuat pembaca berpikir sehingga pikiran pembaca terpusat pada persoalan atau inti puisi.

c. Majas Okupasi

Majas Okupasi adalah gaya bahasa yang menyatakan bantahan atau keberatan terhadap sesuatu yang oleh orang banyak dianggap benar.

d. Majas Kontradiksio Interminis

Merupakan gaya bahasa yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan sebelumnya.

e. Majas Anakronisme

Majas anakronisme adalah majas yang mengandung ketidaksesuaian antara peristiwa dengan waktu.

f. Majas Kontradiksi Interminus

Kontradiksi interminus adalah majas yang memanfaatkan pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah dipercakapkan pada anggota sebelumnya. Maka dari itu, majas ini termasuk dalam kategori majas pertentangan.

3. Majas Sindiran

Majas yang ditujukan untuk menyindir. Contoh ironi, satire, sinisme dan sarkasme.

4. Majas Penegasan

Majas untuk menyatakan objek dengan tegas. Contoh majas pleonasme, repetisi, pararelisme, tautologi, simentri, anumerasi dan sebagainya.

Dari ke 4 kategori majas tersebut, majas metafora masuk dalam salah satu kategori majas perbandingan, dimana dalam penggunaannya menggunakan kata kiasan.

Contoh Majas Metafora

Pengertian Gaya Bahasa Kiasan

Dalam bahasa Indonesia, dikenal gaya bahasa kiasan yang dibentuk berdasarkan perbandingan atau persamaan. Membandingkan dalam hal ini berarti mencoba menemukan ciri-ciri yang menunjukan kesamaan antara kedua hal.

Namun sebelum membahas lebih lanjut terkait metafora, ada baiknya untuk mengerti gaya bahasa kiasan terlebih dahulu. Gaya bahasa kiasan dalam bahasa Indonesia, dikenal gaya bahasa kiasan yang dibentuk berdasarkan perbandingan atau persamaan. Membandingkan dalam hal ini berarti mencoba menemukan ciri ciri yang menunjukkan kesamaan antara kedua hal.

Contohnya

  1. Dia sama pintar dengan kakaknya.
  2. Matanya seperti bintang timur.

Perbedaan antara kedua perbandingan di atas adalah dalam hal kelasnya. Perbandingan biasa mencakup dua anggota yang termasuk dalam kelas yang sama, sedangkan perbandingan kedua, sebagai bahasa kiasan, mencakup dua hal yang termasuk dalam kelas berlainan. Untuk menetapkan suatu perbandingan apakah bahasa kiasan atau tidak, dapat dilakukan dengan memperhatikan tiga hal berikut: Tetapkan kelas kedua hal yang diperbandingkan.

Perhatikan tingkat persamaan atau perbedaan kedua hal tersebut. Perhatikan konteks dimana ciri ciri kedua hal ditemukan. Perhatikan metafora mengutip buku “Diksi dan Gaya Bahasa” oleh Gorys Keraf, metafora adalah semacam analogi yang membandingkan dua hal secara langsung, tetapi dalam bentuk singkat: bunga bangsa, buaya darat, buah hati,cindera mata dan sebagainya.

Metafora sebagai perbandingan langsung tidak mempergunakan kata seperti: bak, bagai, bagaikan dan sebagainya sehingga pokok pertama langsung dihubungkan dengan pokok kedua.

Proses terjadinya sebenarnya sama dengan simile, tetapi secara berangsur angsur keterangan mengenai persamaan dan pokok pertama dihilangkan, misalnya; Pemuda adalah bunga bangsa. Pemuda-Bunga bangsa. Orang itu seperti seperti buaya darat. –Orang itu adalah buaya darat. Orang itu —buaya darat. Fungsi metafora tidak mesti menduduki fungsi predikat, tapi bisa juga menduduki fungsi lain seperti subjek, objek dan sebagainya.

Dengan demikian, metafora dapat berdiri sendiri sebagai kata, lain halnya dengan smile. Bagi smile, konteks sangat penting, karena akan membantu makna persamaan itu. Sebaliknya, makna metafora justru dibatasi oleh sebuah konteks.

Bila dalam sebuah metafora, kita masih dapat menemukan makna dasar dari konotasinya sekarang, maka metafora itu masih hidup. Namun, jika tidak, maka metafora itu sudah mati atau klise. Perahu itu menggergaji ombak. Mobilnya batuk batuk sejak pagi tadi.

Pemuda pemudi adalah bunga bangsa. Kata menggergaji, batuk batuk, bunga dan bangsa masih hidup dengan arti aslinya. Sebab itu, penyimpangan makna seperti terdapat dalam kalimat kalimat di atas merupakan metafora yang hidup.

Namun, proses penyimpangan semacam itu pada suatu saat dapat membawa pengaruh lebih lanjut dalam perubahan makna kata. Kebanyakan perubahan makna kata mual mula terjadi karena metafora.

Lama-kelamaan orang tidak memikirkan lagi tentang metafora itu, sehingga arti yang baru itu dianggap sebagai arti yang kedua atau ketiga kata tersebut, yaitu berlayar, berkembang, jembatan, dan sebagainya.

Metafora semacam ini adalah metafora mati. Dengan matinya sebuah metafora, kita berada kembali di depan sebuah kata yang mempunyai denotasi baru. Metafora semacam ini dapat berbentuk sebuah kata kerja, kata sifat, kata benda, frasa atau klausa: menarik hati, memegang jabatan, mengembangkan, menduga dan sebagainya. Saat ini, tidak ada yang berpikir bahwa bentuk bentuk itu tadinya adalah metafora.

Contoh Majas Metafora

Ciri-Ciri Majas Metafora

Ciri-ciri majas metafora adalah sebagai berikut:

  1. Tidak menggunakan kata hubung atau konjungsi
  2. Menggunakan kata atau frasa yang mempunyai makna kiasan untuk menyamakan atau menggunakan kata perbandingan suatu objek dengan objek yang lain.
  3. Membandingkan objek dengan perbandingan langsung tanpa ada kata pembanding antara lain: bak, seperti, bagaikan dan lain lain.

Contoh Majas Metafora

Contoh Majas Metafora

kompas.com

Berikut beberapa contoh majas metafora untuk menambah pemahaman mengenai majas metafora:

  1. Presiden Rusia tersulut api amarah.
  2. Pria itu seorang buaya darat.
  3. Malas baca jadi otak udang.
  4. Ibuku dulu adalah kembang desa.
  5. Pegawai baru itu cari muka di hadapan atasan.
  6. Mereka semua pasang muka tembok.
  7. Pria sukses itu dulunya dianggap sampah masyarakat.
  8. Hati hati dengan tikus berdasi di sekitar kamu.
  9. Jangan pernah berkecil hati jika mengalami kegagalan.
  10. Perempuan itu adalah tulang punggung keluarganya saat ini.
  11. Perpustakaan adalah gudang ilmu.
  12. Matahari bangun terlalu pagi, rasanya aku tertidur baru beberapa menit.
  13. Siang itu awan menangis.
  14. Anak-anak adalah tunas bangsa yang akan menjadi agen perubahan untuk negeri ini.
  15. Si jago merah berhasil melahap hampir semua perumahan yang ada di Depok.
  16. Salah satu sikap yang baik adalah memiliki perasaan yang rendah hati.
  17. Kita harus mampu belajar untuk berlapang dada dalam menerima setiap ujian hidup.
  18. Orang yang memakai kacamata sering dijuluki kutu buku.
  19. Senyumannya seindah embun pagi yang menyegarkan.
  20. Perlu usaha keras untuk menjadi anak emas di kelas yaitu dengan belajar.
  21. Ayah dan ibu sangat menyayangi buah hatinya.
  22. Kehidupan yang sangat keras menuntut perempuan itu menjadi kupu kupu malam untuk menambah penghasilan.
  23. Debat pendapat dengan orang yang kepala batu itu percuma karena dia akan tetap bersikukuh dan sulit menerima pendapat dari orang lain.
  24. Pengetahuan adalah jendela dunia, penerang untuk seluruh penjuru dunia.
  25. Guru adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasa yang bertugas mencerdaskan bangsa.
  26. Selesai jalan-jalan wajib hukumnya untuk membawa buah tangan untuk orang-orang yang disayangi.
  27. Kecantikan si Mega membuatnya menjadi bunga desa.
  28. Seorang ayah bekerja keras menjadi tiang punggung untuk keluarganya.
  29. Internet merupakan gudang ilmu masa kini yang membantu konsumennya lebih mudah mengakses informasi.
  30. Seorang anak adalah harta Karun bagi orang tuanya yang akan selalu mereka jaga sampai kapanpun.
  31. Si Boy menjadi bintang kelas karena prestasinya yang luar biasa dalam olimpiade Nasional.
  32. Koruptor adalah sampah masyarakat yang seharusnya diperlukan lebih buruk dari seorang pencuri.
  33. Dewi malam ditemani oleh bintang bintang menghiasi langit malam.
  34. Engkau adalah belahan jantung hatiku yang takkan tergantikan oleh siapapun.
  35. Raja malam mulai mengintai mangsanya.
  36. Raja hutan sedang menandai wilayah kekuasaannya.
  37. Hati hati dengan tikus berdasi yang berada di sekitar Anda.
  38. Belajarlah yang rajin agar menjadi bunga bangsa yang membanggakan.
  39. Pelaku kejahatan selalu mencari kambing hitam untuk terhindar dari jerat hukum.
  40. Tangisan awan tak pernah berhenti di langit Jakarta.
  41. Raja siang terik dari sisi timur.
  42. Saat kekasih kamu kepergok bersama orang lain, Dia pasti mati kutu.
  43. Wanita adalah tulang rusuk lelaki.
  44. Boyband Korea bernama BTS sedang naik daun.
  45. Tipe orang yang tidak disukai adalah orang yang bermuka dua.
  46. Ketika tanggal tua, makanan wajib anak kos adalah mie instan.
  47. Via menjadi buah bibir karena kecantikannya.
  48. Dalam menyelesaikan masalah tidak boleh menjadi orang yang ringan tangan.
  49. Hati-hatian terhadap tangan panjang yang ada di sekitar Anda.
  50. Bulan pertama menjadi anak bawang di kantor sangat berat.
  51. Seorang Ibu berat hati berpisah dengan anaknya.
  52. Pasti ada temen kamu yang suka cari muka di depan guru.
  53. Pak Alex terkesan cuci tangan terhadap kasus penipuan ini.
  54. Kasus kopi sianida akhirnya dibawa ke meja hijau.
  55. Si Boy unjuk gigi kemampuannya bermain basket.
  56. Bisnisnya tidak berjalan lancar sampai gulung tikar.
  57. Kalian harus tutup mulut agar masalah tidak semakin besar.
  58. Tina hanya bisa gigit jari melihat tiket konsernya hangus.
  59. Laki-laki hidung belang itu perlu diberi pelajaran.
  60. Janganlah berkecil hati jika menerima kegagalan.
  61. Sosok berjiwa besar itu adalah pamanku.
  62. Mereka hidup sebatang kara di jalanan tanpa orang tua.
  63. Angin puting beliung itu membabi buta tanpa ampun.
  64. Hati-hati terhadap buaya darat yang suka merayu wanita.
  65. Orang jahat masuk dalam daftar hitam.
  66. Siti masih mempunyai keturunan darah biru.
  67. Manusia Menjadi gelap mata saat melihat harta.
  68. Warga mendengar kabar angin yang meresahkan.
  69. Ketika seseorang menjadi orang sukses, alangkah baiknya jika tidak lupa daratan.
  70. Orang kata seringkali tebal hati.
  71. Orang yang bertanggung jawab tidak sepantasnya berpangku tangan.
  72. Kejadian itu membuat ayah Rita naik darah.
  73. Orang yang bermulut harimau pasti tidak disukai teman temannya.
  74. Seorang pengusaha bermain mata demi memenangkan proyeknya.
  75. Joko adalah tangan kanan kyai di padepokannya.
  76. Pahlawan Indonesia gugur di Medan perang.
  77. Wanita bermurah hati sangat mengagumkan.
  78. Lany angkat bicara dalam persidangan kakaknya.
  79. Akal bulus seseorang bisa menyesatkan orang disekitarnya.
  80. Persidangan dalam film itu menunjukkan bahwa hakim bersikap berat sebelah.
  81. Aliran-aliran yang menyesatkan telah mencuci otak anggotanya.
  82. Pendeta mempunyai buku putih yang tidak boleh dibuka oleh siapapun.
  83. Julukan kepala udang diberikan kepada Doni.

Contoh Majas Metafora

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai contoh majas metafora lebih lanjut, Grameds bisa dapatkan bukunya yang tersedia di www.gramedia.com. Gramedia selalu memberikan produk-produk terbaik agara kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Yufi Cantika Sukma Ilahiah

BACA JUGA:

  1. Pengertian Majas: Fungsi, Macam, dan Contohnya
  2. Pengertian Majas Metafora dan 12 Contoh Majas Metafora
  3. Macam-Macam Majas dan Contohnya
  4. Majas Personifikasi: Pengertian, Contoh, Ciri-Ciri
  5. Pengertian dan Tujuan Majas Repetisi Beserta Contohnya

About the author

Rahma Fiska

Saya fiska sangat senang dengan dunia menulis. Saya juga sudah menghasilkan beberapa tulisan, salah satunya pada website gramedia.com. Saya senang menulis tentang sastra