in

Review Buku Yang Bertahan dan Binasa Perlahan Karya Okky Madasari

Yang Bertahan dan Binasa Perlahan merupakan sebuah buku kumpulan cerpen yang ditulis oleh Okky Madasari. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2017. Buku Yang Bertahan dan Binasa Perlahan memiliki total 200 halaman yang memuat sejumlah 19 cerita pendek yang mengangkat tema kritik sosial.

Kesembilan belas cerita pendek tersebut, yakni Yang Bertahan dan Binasa Perlahan, Janin, Sarap, Pemain Topeng, Laki-Laki di Televisi, Dua Lelaki, Keumala, Hasrat, Partai Pengasih, Patung Dewa, Riuh, Dunia Ketiga Untukku, Perempuan Pertama, Di Ruang Sidang, Bahagia Bersyarat, Dua Pengantin, Lalu Kita Menua, Akad, dan Saat Ribuan Manusia Berbaris di Kotaku.

Seluruh cerita pendek itu merupakan serangkaian cerita tentang pertarungan dan daya tahan manusia. Ada yang melawan dan tetap bertahan, ada yang lari dan bersembunyi, ada yang tidak memiliki pilihan selain binasa perlahan. Kisah-kisah dalam buku ini hanya salah satu upaya kecil untuk menghayati makna kita sebagai manusia.

Profil Okky Madasari – Penulis Buku Yang Bertahan dan Binasa Perlahan

thejakartapost.com

Okky Puspa Madasari atau yang lebih dikenal sebagai Okky Madasari adalah wanita kelahiran Magetan, JAwa Timur, Indonesia, pada 30 Oktober 1984. Sosok Okky Madasari populer sebagai seorang penulis Indonesia yang berhasil pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa tahun 2012 atas novel ketiganya yang berjudul Maryam. Pada usianya yang ke-28 tahun, ia berhasil menjadi pemenang termuda sepanjang sejarah penghargaan itu.

Novel pertamanya yang berjudul Entrok mengisahkan tentang kehidupan di bawah kekuasaan totalitarian dan militerisme pada masa Orde Baru di Indonesia. Novel ini berhasil diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dengan judul The Years of the Voiceless, yang diterbitkan pada Juli 2013. Dua novel karya Okky yang lain, yakni Maryam dan Pasung Jiwa juga diterjemahkan ke Bahasa Inggris, dengan judul The Outcast dan Bound.

Pada Mei 2016, Okky Madasari menerbitkan novel kelimanya yang berjudul Kerumunan Terakhir. Novel ini menyajikan kisah mengenai kegagapan generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman, yang terutama disebabkan oleh kehadiran dan perkembangan teknologi yang pesat.

Okky Madasari merupakan lulusan dari Jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada. Ia berhasil lulus pada tahun 2005 dengan Gelar Sarjana dalam bidang Ilmu Pengetahuan Politik. Okky kemudian memilih untuk menjadi pewarta dan penulis setelah ia lulus.

Pada 2012, Okky Madasari kembali menempuh pendidikan dengan mengambil jurusan sosiologi untuk mengambil gelar Master dari Universitas Indonesia. Ia berhasil lulus pada Juli 2014 dengan skripsi berjudul “Genealogi Novel-Novel Indonesia: Kapitalisme, Islam, dan Sastra Perlawanan”. Tidak sampai di situ saja, Okky Madasari kemudian memperoleh beasiswa penuh untuk menempuh program doktor di Universitas Nasional Singapura (NUS) pada tahun 2019.

Okky Madasari telah menikah dengan Abdul Khalik, seorang jurnalis media-media berbahasa Inggris di Indonesia. Okky dan sang suami bertemu saat keduanya menghadiri Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa melawan Korupsi (UNCAC) pada Januari 2008 di Bali. Tak lama menjalin hubungan asmara, mereka berdua akhirnya memutuskan untuk menikah pada Desember 2008.

Sinopsis Buku Yang Bertahan dan Binasa Perlahan

\

Pros & Cons

Pros
  • Menyajikan berbagai fenomena nyata yang dikemas sebagai sebuah kisah fiksi, yang menyindir realita.
  • Okky Madasari menggunakan sudut pandang yang tidak umum dalam menyampaikan bagaimana cara memaknai hidup.
  • Banyak sekali pesan moral yang tersirat dan tersurat dalam buku ini.
Cons
  • Beberapa cerpen cukup membuat bingung hingga harus dibaca berulang kali.

1. Yang Bertahan dan Binasa Perlahan (2011 – 2013)

Gelap malam tidakk mampu menyembunyikan ketakutannya. Di ujung geladak, dia berdiri sembari melempar pandang kepada kerlip bintang dan kapal-kapal nelayan yang merayap perlahan secara bergantian. Selebihnya, hanya ada hamparan air yang koyak, ruang gelap, dan dinginnya malam yang tak lagi dia pedulikan. Rasa perih di kulitnya membuat dirinya yakin bahwa dia tidak sedang bermimpi.

Ini pertama kalinya bagi Bandiman, nama lelaki itu, meninggalkan desa tempat tinggalnya. Sebuah desa terpencil bernama Giriharjo yang berlokasi di balik Gunung Lawu, di mana padi saja tidak bisa tumbuh. Desa tempat tinggal Bandiman itu tidak terjamah orang luar. Begitu juga sebaliknya, orang Giriharjo tidak pernah mengetahui kehidupan di luar kampungnya.

Tempat di mana gubuk bambu yang beratap daun kelapa menjadi tempat tinggal sebagian besar warganya. Sedangkan, yang kaya tinggal dalam rumah berpondasi bata yang hangat, dengan perut yang penuh. Di sana tempat Bandiman dibesarkan dengan amarah orang tuanya. Terlebih lagi, setelah pada suatu malam, dia ditemukan warga di tengah hutan.

Bandiman yang saat itu belum genap berusia 20 tahun, tertangkap basah sedang asik masuk dengan seorang gadis. Dari si gadis itulah, Bandiman akhirnya mempunyai tiga orang anak. Meski begitu, amarah orang tuanya juga tidak kunjung luntur. Bandiman tetap dianggap sebagai aib keluarga. Jadi, pelarian ke pulau seberang menjadi satu-satunya cara untuk mengembalikan harga diri Bandiman.

Masyarakat desa Giriharjo memegang prinsip “lahir di sini, maka mati juga di sini.” Maka dari itu, orang dari pemerintahan yang menawarkan program transmigrasi ke daerah lain merasa kesulitan, karena warga Giriharjo merasa tidak tertarik. Namun, Bandiman merasa tawaran itu merupakan mimpi yang selama ini ia inginkan.

Akhirnya, Bandiman pun pergi dari tempat kelahirannya dengan membawa istri serta ketiga anaknya. Petualangan Bandiman pun dimulai. Kisah dengan total 50 halaman ini akan mengajak pembaca untuk menemani menempuh perjalanan panjang ke pulau seberang. Bukan untuk bersenang-senang, melainkan untuk memulai kehidupan baru yang diiringi dengan segala ketidakpastian.

Dalam setiap lembarnya, pembaca akan dibiarkan menyusuri masa lalu Bandiman. Dalam sebuah lamunan Bandiman, segala keputusannya dipertanyakan. Apakah benar bahwa pulau seberang akan membebaskannya dari kemiskinan? Bagaimana jika ia tidak betah tinggal di sana? Bagaimana jika semua hal yang dijanjikan petugas pemerintah itu bohong?

2. Janin (2011)

Ini adalah sebuah kisah tentang seorang perempuan yang hamil di luar nikah, akibat pergaulan bebas. Sudut pandang yang digunakan dalam menceritakan kisah ini adalah sudut pandang dari sang janin yang dikandung perempuan itu. Ini bagaikan curahan hati si janin tentang sang ibu yang tidak mencintainya. Sebab, ibunya merokok aktif, tidur dengan lelaki lain tanpa memikirkan keadaan janin di perutnya, bahkan hingga ingin menggugurkannya, tetapi ia tetap bertahan di rahim ibunya hingga lahir setelah sembilan bulan sembilan hari lamanya.

3. Sarap (2010)

Ini adalah kisah tentang kasih sayang seorang ibu ke anaknya. Sang anak gengsi untuk menyatakan cintanya kepada sang ibu. Anak ini adalah sosok pembangkan, ia tidak mau mendengarkan nasihat ibunya sedari kecil. Maka itu, ketika dewasa, Ia jadi suka berperilaku sesuka hati hingga dianggap gila. Padahal, secara diam-diam ia mengetahui banyak hal, tetapi memilih untuk menyembunyikannya rapat-rapat.

4. Pemain Topeng (2009) 

Ini adalah kisah seorang bapak yang gemar membuat topeng, dan ia juga merupakan seorang pemain topeng. Melalui kisah ini, kita diajak untuk merefleksikan tentang kehidupan seperti apakah yang ingin kita dapatkan? Apakah kita memilih hidup dengan memakai topeng supaya orang lain menyukainya atau memilih untuk melepaskan topeng itu dan menerima jika semua orang tidak menyukai kita?

5. Laki-laki di Televisi (2009)

Ini adalah kisah seorang ibu yang meratapi anaknya yang menjadi tersangka teroris jauh di negeri orang. Ia hanya dapat menyaksikan anaknya itu dari balik layar kaca. Tentunya, sang ibu tak percaya bahwa anaknya itu adalah teroris, seperti yang diceritakan di TV. Banyak orang mulai ramai berdatangan ke rumahnya.

Bahkan, dari bukti rekaman CCTV pun, ia yakin sekali bahwa sosok yang ditampilkan itu bukan anaknya. Ia merasa mengenal betul bagaimana sifat dan tampilan fisik anaknya. Akhirnya, orang-orang itu pun tak pernah lagi datang ke rumahnya.

6. Dua Lelaki (2010 – 2013)

Ini adalah kisah persahabatan dua lelaki yang berbeda agama, merenungkan perselisihan di masa lalu yang mengubah segalanya. Perenungan mengenai bagaimana yang berbeda dijauhkan dan yang sama disatukan.

7. Keumala (2012 – 2014)

Ini adalah kisah seorang anak perempuan yang dari kecil sampai dewasa tidak mendapatkan keadilan dan kesempatan kedua. Keumala, itu dia nama si gadis yang malang itu. Sang ibu meninggal ketika melahirkannya. Dan sang ibu hamil tanpa mengetahui siapa bapak si bayi ini.

Maka itu, ia diasuh oleh sang kakek dan nenek dengan rasa amarah dan benci. Bayangkan saja, sejak kecil ia selalu diceritakan masa lalu ibunya secara berulang. Namun, Keumala hanya bisa diam saja. Sampai suatu saat, ia ditangkap razia oleh polisi.

8. Hasrat (2008 – 2014)

Ini adalah kisah tentang hasrat terpendam seorang guru lelaki kepada muridnya yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata.

9. Partai Pengasih (2008)

Ini cerita yang mengisahkan saat partai-partai berbondong-bondong mendatangi para kyai untuk menanyakan apakah mereka akan menang di pemilu mendatang.

10. Patung Dewa (2011)

Ini kisah jeritan hati roh yang terjebak di dalam patung semen yang hancur berkeping-keping.

11. Riuh (2013)

Provokator di dunia linimasa yang mengatakan apa yang harus ia katakan, walaupun itu bukan hal yang sebenarnya terjadi.

12. Dunia Ketiga Untukku (2014)

Ini renungan dari seorang pengecut yang sempat memutuskan untuk bunuh diri dan lari dari kehidupan yang ada di depan matanya.

13. Perempuan Pertama (2013)

Ini kisah mengenai perempuan pertama di muka bumi.

14. Di Ruang Sidang (2007)

Kisah rintihan hati seorang koruptor di dalam tahanan sel penjaranya.

15. Bahagia Bersyarat (2011)

Ini adalah kisah seorang pria yang ingin menikah lagi.

16. Dua Pengantin (2016)

Dua lelaki saling bercerita tentang perempuan, istri, dan bidadari.

17. Lalu Kita Menua (2016)

Ini kisah tentang seorang lelaki paruh baya yang sangat terobsesi kepada perempuan yang ia cinta.

18. Akad (2016)

Sepasang suami istri ingin mempunyai rumah sendiri di masa yang akan datang.

19. Saat Ribuan Manusia Berbaris di Kotaku (2017)

Amarah seorang bapak, karena mendapati penghinaan terhadap agamanya.

Kelebihan Buku Yang Bertahan dan Binasa Perlahan

Buku Yang Bertahan dan Binasa Perlahan ini menyajikan berbagai fenomena nyata yang terjadi di masyarakat, tetapi dikemas sebagai sebuah kisah fiksi yang menyindir realita. Seluruh cerita pendek yang dituliskan menyajikan konflik yang dekat dengan kehidupan pembaca, tetapi kerap kali tidak diperhatikan. Maka itu, pembaca juga dapat memahaminya dengan baik. Cerita-cerita pendek ini bagaikan suatu tawaran untuk melihat kembali kehidupan dari sudut pandang yang baru.

Okky Madasari menggunakan sudut pandang yang tidak umum dalam menyampaikan bagaimana cara memaknai hidup. Kebanyakan cerpen yang ditulisnya menggunakan sudut pandang mereka yang tersingkirkan. Okky Madasari menyampaikan dengan lugas bagaimana kegelisahan mereka, sampai pembaca juga dapat ikut merasakan kegelisahan tersebut. Banyak sekali pesan moral yang tersirat dan tersurat dalam buku ini. Namun, Okky Madasari mampu menyampaikannya dengan baik dan tak terkesan menggurui.

Kekurangan Buku Yang Bertahan dan Binasa Perlahan

Kekurangan buku ini terletak pada beberapa cerita pendek yang dinilai cukup membuat bingung. Hal ini diakibatkan banyaknya penggunaan kata-kata kiasan. Maka itu, beberapa pembaca merasa perlu membaca berulang kali untuk memahami kisah tersebut.

Pesan Moral Buku Yang Bertahan dan Binasa Perlahan

Melalui buku Yang Bertahan dan Binasa Perlahan, kita diajak untuk merefleksikan apakah kita sudah menjalani kehidupan ini dengan baik dan sepatutnya? Atau, apakah sebenarnya kita hidup dengan nyaman, tetapi dengan menekan atau menyiksa orang lain?

Kita juga hendaknya selalu menghargai apapun yang dilakukan teman-teman dan orang di sekitar kita, yang memberikan penghiburan kepada kita. Sebab, mungkin saja mereka menyembunyikan kesedihan mereka untuk memberikan energi positif kepada kita.

Nah, itu dia Grameds ulasan buku Yang Bertahan dan Binasa Perlahan karya Okky Madasari. Bagi kalian yang penasaran akan cerita-cerita pendek yang mampu menyentil realita ini, kalian bisa mendapatkan buku ini hanya di Gramedia.com. Selamat membaca!

Rating: 3.74

Written by Nandy