in

Review Buku Seni Menaklukkan Lawan Bicara: Cara Memengaruhi Orang Lain dalam Segala Situasi Karya Ayu Usada R., M.Sos.

Komunikasi menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup manusia sebagai makhluk sosial. Manusia tidak bisa bertahan hidup tanpa bersosialisasi dengan orang lain. Bahkan, sejak manusia masih sebagai bayi yang baru lahir pun sudah melakukan komunikasi untuk memberitahu apa yang ia butuhkan.

Komunikasi sendiri terbilang kompleks, karena terdiri atas bentuk verbal dan non-verbal. Komunikasi verbal bisa berbentuk lisan atau tulisan, dan komunikasi non-verbal bisa berupa gestur, ekspresi, dan kontak mata. Manusia biasanya lebih berfokus kepada komunikasi verbal melalui penyampaian kata-kata atau berbicara. Sebab, komunikasi verbal secara jelas menyampaikan apa hal yang ingin diutarakan.

Meskipun begitu, proses komunikasi tidak semudah hanya menyampaikan kata-kata. Komunikasi sendiri mencakup proses pesan yang ingin disampaikan, cara menyampaikan pesan, gangguan yang mungkin terjadi, penerimaan pesan, dan pemaknaan pesan. Proses ini terbilang kompleks, karena pesan yang disampaikan seseorang mungkin bisa salah dimengerti oleh lawan bicaranya. Hal ini bisa terjadi akibat cara penyampaian yang salah atau akibat gangguan lainnya.

Maka dari itu, komunikasi sendiri menjadi sebuah ilmu yang penting untuk dipelajari. Selain untuk melancarkan kegiatan sehari-hari, komunikasi juga penting dilakukan untuk mendapatkan hal-hal yang kita inginkan. Seperti untuk menuntaskan kewajiban dan tanggung jawab di bidang pendidikan, pekerjaan, sosial, dan hal-hal pribadi.

Kita bisa juga menaklukkan orang lain hanya melalui kata-kata. Namun, untuk sukses melakukannya, terdapat beberapa teknik komunikasi yang perlu dipelajari. Hal pertama, yakni dengan membuat kesan pertama yang kuat, melalui pilihan kata, permainan emosi saat berkomunikasi, dan bahasa tubuh yang tepat.

Selanjutnya, hal penting yang perlu diingat adalah kemampuan mendengarkan juga akan menentukan bagaimana kita akan didengarkan. Jadi, selain kemampuan berbicara, kita juga sangat perlu untuk mengasah kemampuan mendengarkan.

Nah, Grameds, melalui buku Seni Menaklukkan Lawan Bicara: Cara Memengaruhi Orang Lain dalam Segala Situasi karya Ayu Usada R., M.Sos. ini, kita akan diajak belajar bersama mengetahui cara-cara untuk membuat lawan bicara akhirnya memihak kita. Contohnya, dengan melakukan repetisi saat berbicara, melatih fokus, dan menggunakan ungkapan-ungkapan tertentu. Sambil berbicara, kita juga harus selalu berusaha membuat lawan bicara kita merasa nyaman. Sebab, di situlah letak seninya.

Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Andaliman Book pada 30 Desember 2019 ini adalah buku yang tepat bagi Anda yang sedang ingin mempelajari ilmu komunikasi, secara khusus tentang seni berbicara yang bisa dipraktikkan di dunia nyata. Buku dengan total 208 halaman ini akan memberikan pelajaran sekaligus panduan praktis untuk meningkatkan kemampuan berbicara Anda dalam berbagai situasi.

Profil Ayu Usada R. – Penulis Buku Seni Menaklukkan Lawan Bicara: Cara Memengaruhi Orang Lain dalam Segala Situasi

Ayu Usada Rengkaningtias, M. Sos. adalah seorang tenaga pendidik di Universitas Negeri Yogyakarta. Ia menjabat sebagai asisten asli di Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dan Ilmu Politik.

Ayu Usada Rengkaningtias menempuh pendidikan S1 jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tidak sampai situ saja, ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, mengambil jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, juga di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Saat ini, ia diketahui sedang mengambil S3 jurusan Manajemen Pendidikan di FIP UNY.

Dengan berbagai gelar yang sudah berhasil didapatkannya, Ayu memiliki keahlian di Ilmu Komunikasi, Komunikasi Islam, Media, Jurnalistik, Komunikasi Pendidikan, serta Agama dan Pendidikan. Dengan berbagai keahliannya tersebut, terutama dalam bidang komunikasi, tak heran jika Ayu bisa menulis buku Seni Menaklukkan Lawan Bicara: Cara Memengaruhi Orang Lain dalam Segala Situasi ini.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Selain sudah melahirkan karya berupa buku, Ayu Usada juga sudah melahirkan sejumlah karya penelitian sebagai berikut.

  • Strategi Komunikasi Politik Muhammad di Madinah, terbit di Jurnal Ilmu Komunikasi Avant Garde Universitas Budiluhur Jakarta, 2017.
  • Jurnalisme Damai dalam Kerukunan Antar Umat Beragama (Analisis Framing Kompas.com terhadap Isu Rohingya), Jurnal Kajian Islam Interdisipliner UIN Suka, Yogyakarta, 2017.
  • Perempuan dalam Pandangan Media: Labelisasi Perempuan Sebagai Agent of Problem, Jurnal Communication, Budiluhur, Jakarta, 2018.
  • Wacana Keulamaan Perempuan dalam Teks Ikrar Kebon Jamboo, Jurnal Musawa UIN Suka, Yogyakarta, 2018.
  • Konstruksi Keluarga Islami Lewat #quotemuslimah di Media Sosial Instagram, Jurnal Marwah, UIN Suska Riau, 2018 (sebagai Penulis Kedua)

Sinopsis Buku Seni Menaklukkan Lawan Bicara: Cara Memengaruhi Orang Lain dalam Segala Situasi

Kita dapat menaklukkan orang lain hanya melalui berbicara, dengan mengungkapkan kata-kata. Bagaimana cara melakukannya? terdapat beberapa teknik komunikasi yang perlu Anda pelajari dan kuasai. Pertama, yaitu dengan membangun kesan pertama yang kuat, bisa melalui pilihan kata, memainkan emosi, dan juga bahasa tubuh.

Dalam buku ini, kita akan mempelajari bersama-sama berbagai cara untuk membuat lawan bicara memihak kita. Contohnya dengan melakukan repetisi saat berbicara, melatih fokus kita, dan menggunakan berbagai ungkapan tertentu yang bisa mengikat hati mereka.

Ketika berbicara, kita juga harus berusaha membuat lawan bicara merasa nyaman terhadap diri kita, sehingga mereka bisa merasa bahwa kita menjadi sahabat mereka, atau orang yang bisa mengerti keadaan yang sedang dialami atau menimpa diri mereka. Di situlah letak seni dalam berbicara.

Buku Seni Menaklukkan Lawan Bicara: Cara Memengaruhi Orang Lain dalam Segala Situasi ini terbagi menjadi 5 bab. Bab pertama buku ini akan membahas tentang kesan pada perjumpaan pertama. Dalam bab 1, terdiri lagi atas beberapa sub judul, yakni pentingnya kesan pada pandangan pertama, logika adalah pondasi, kekuatan narasi, mainan emosi dalam seni bicara, menguasai teknik non-verbal, dan menunjukkan antusiasme yang besar.

Seperti yang kita ketahui, kesan pertama menjadi momen penentu yang akan mengarahkan langkah kita selanjutnya. Contoh sederhananya, ketika ingin masuk ke perguruan tinggi atau melamar pekerjaan, kita biasanya dihadapkan dengan proses wawancara.

Pada tahap ini, kita akan melakukan pertemuan tatap muka dengan perekrut, kemudian melakukan komunikasi verbal. Proses ini adalah momen untuk menunjukkan kesan pertama kepada perekrut, yang akan menentukan apakah Anda akan lanjut ke tahap selanjutnya atau tidak.

Bab kedua buku ini akan membahas tentang bagaimana cara untuk menjadi pendengar yang baik. Dalam bab ini, terdapat beberapa sub judul lagi, yaitu kesuksesan bicara berbanding lurus dengan kemampuan mendengar, pertanyaan jadi indikasi ketertarikan, teknik persuasi yang memikat, perdebatan dan pertentangan adalah hal biasa, lakukan negosiasi lalu dapatkan keinginan, dan trik membujuk lawan bicara.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, mendengarkan menjadi proses yang penting untuk diasah dalam melakukan komunikasi. Sebab, kemampuan kita untuk mendengarkan akan menentukan bagaimana kita akan didengarkan. Mendengarkan menjadi proses yang tidak mudah untuk dilakukan, jauh lebih sulit daripada berbicara. Maka itu, kita harus senantiasa mengasahnya.

Bab ketiga akan membahas tentang bagaimana cara membuat lawan bicara memihak kita. Dalam bab ini, kita akan menemukan beberapa sub judul lagi, yaitu satu kata vs ribuan kata, pentingnya fokus dan apa adanya, kedahsyatan repetisi dalam proses komunikasi, dan buatlah lawan bicara menjadi nyaman.

Topik yang satu ini akan mengajarkan kita bagaimana kekuatan kata-kata bisa memengaruhi seseorang. Bab ini secara lebih lanjut akan menjelaskan kiat-kiat, tips, dan cara yang harus kita lakukan jika ingin membuat lawan bicara menjadi nyaman dengan diri kita dan akhirnya bisa memihak kita.

Selanjutnya, bab keempat akan membahas tentang kualitas ucapan yang menentukan keberhasilan. Bab ini masih terbagi menjadi beberapa sub judul lagi, yaitu kualitas bukan hanya kuantitas pesan, seni berbicara dapat diasah, bukan sekadar ceramah biasa, tong kosong nyaring bunyinya, dan apa untungnya pembicaraanmu bagi lawan bicara.

Kualitas memang menjadi hal yang melebihi segalanya, tentunya lebih dari kuantitas. Begitu juga dalam hal komunikasi, kualitas pesan akan menentukan bagaimana lawan bicara bisa memahami pesan tersebut dengan jelas dan tepat. Maka dari itu, bab ini akan mengulas bagaimana kualitas pesan akan menentukan keberhasilan tujuan komunikasi Anda.

Bab terakhir atau bab kelima akan menjelaskan tentang seni berbicara dalam kehidupan. Bab ini secara lebih lanjut akan membahas tentang menjadi orang yang menyenangkan dengan ucapan, membaca adalah bagian penting dari seni berbicara, seni berbicara berbeda dengan membaca, vokalisasi dan intonasi dalam seni berbicara, tips berbicara dalam berbagai situasi, dan seni bicara tokoh-tokoh publik.

Bab terakhir ini akan menyajikan contoh-contoh nyata serta tips untuk menguasai seni berbicara. Bab ini akan menyajikan banyak pembelajaran untuk melakukan seni berbicara dengan baik dan benar. Tidak hanya tentang berbicara saja, ternyata seni berbicara juga terkait dengan kemampuan membaca.

Biar kamu nggak penasaran lagi ini, mari langsung dapatkan bukunya dengan klik gambar buku di bawah ini, ya.

 

Kelebihan dan Kekurangan Buku Seni Menaklukkan Lawan Bicara: Cara Memengaruhi Orang Lain dalam Segala Situasi

Pros & Cons

Pros
  • Judul buku ini bisa membuat mereka yang melihatnya penasaran.
  • Sampul buku yang menampilkan warna yang cerah eye catching.
  • Susunan kalimat, pemilihan kata, dan bahasa yang digunakan penulis dalam menuliskan buku ini bisa menyampaikan pesan dengan baik dan mudah dimengerti.
  • Buku ini tak hanya menyajikan panduan komunikasi secara general, tetapi juga cara dan contoh konkritnya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Secara lebih lanjut, dengan belajar melalui membaca buku ini, pembaca bisa menambah relasi dengan orang lain dan mewujudkan menaklukkan serta memengaruhi lawan bicaranya.
Cons
  • Beberapa penjelasan dalam buku ini mungkin terkesan repetitif, karena cakupan bahasan mengenai berbicara akan berputar dalam konteks yang kurang lebih sama.

 

Kelebihan Buku Seni Menaklukkan Lawan Bicara: Cara Memengaruhi Orang Lain dalam Segala Situasi

Sebagai salah satu buku best seller, buku Seni Menaklukkan Lawan Bicara: Cara Memengaruhi Orang Lain dalam Segala Situasi ini memiliki banyak kelebihan. Jika Anda melihat dari judulnya saja, Anda mungkin menemukan bahwa judul buku ini bisa membuat orang penasaran. Sebab, menaklukkan lawan bicara menjadi sebuah hal yang ingin dilakukan banyak orang. Juga, buku ini menawarkan untuk menjelaskan berbagai cara untuk memengaruhi orang lain, bahkan dalam berbagai situasi.

Selanjutya, kesan pertama buku ini juga baik dengan tampilan sampul yang menarik. Sampul buku dengan warna kuning cerah dan desain tulisan judul yang memenuhi ruang, juga ditambah dengan tambahan warna merah dinilai eye catching. Maka itu, mereka yang melihat buku ini akan tertarik untuk mengetahui buku apa ini.

Keahlian Ayu Usada Rengkaningtias dalam hal komunikasi memang tak perlu diragukan lagi. Hal ini dibuktikan dengan buku ini yang dinilai ditulis dengan baik. Susunan kalimat, pemilihan kata, dan bahasa yang digunakan bisa menyampaikan pesan yang mudah dimengerti. Maka itu, pembaca bisa merasakan bahwa buku ini nyaman untuk dibaca.

Selanjutnya, buku Seni Menaklukkan Lawan Bicara: Cara Memengaruhi Orang Lain dalam Segala Situasi ini tak hanya menyajikan panduan komunikasi secara general, tetapi juga cara dan contoh konkritnya dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini menyajikan banyak tips berbicara dalam segala situasi, seperti ketika wawancara kerja, menjual produk atau jasa, memimpin rapat, menyampaikan presentasi, berpidato, hingga meminta kenaikan gaji. Dengan mempelajari untuk menguasai percakapan di segala situasi, kita akan mampu memengaruhi orang lain dan mencapai keberhasilan dalam berbagai bidang kehidupan.

Secara lebih lanjut, dengan belajar melalui membaca buku ini, kita bisa menambah relasi dengan orang lain. Sebab, buku ini bisa menjadi panduan untuk mempraktikkan seni berbicara di dunia nyata. Sesuai dengan judulnya, buku ini akan membawa kita untuk bisa menaklukkan lawan bicara dan memengaruhi orang lain dalam semua situasi.

Kekurangan Buku Seni Menaklukkan Lawan Bicara: Cara Memengaruhi Orang Lain dalam Segala Situasi

Selain memiliki kelebihan, buku Seni Menaklukkan Lawan Bicara: Cara Memengaruhi Orang Lain dalam Segala Situasi ini juga masih memiliki kekurangan. Kekurangan pada buku ini terletak pada beberapa penjelasan yang mungkin terkesan repetitif, karena cakupan bahasan mengenai berbicara akan berputar dalam konteks yang kurang lebih sama. Selain itu, belum ditemukan kekurangan lain pada buku ini.

Pesan Moral Buku Seni Menaklukkan Lawan Bicara: Cara Memengaruhi Orang Lain dalam Segala Situasi

Setiap orang tidak akan bisa menguasai seni berbicara secara instan. Sehebat apapun, sepandai apapun, dan siapapun orang itu, pasti pernah menempuh perjalanan yang cukup panjang dalam melatih kemampuan berbicaranya. Baik itu komunikasi interpersonal dengan orang-orang di sekitarnya, maupun komunikasi di depan banyak orang atau publik.

“Ingatlah untuk tak sekadar mengatakan hal yang benar di tempat yang benar, tetapi hal yang lebih sulit adalah untuk tidak salah bicara pada momen yang sangat menggoda kita untuk mengucapkannya.” – Benjamin Franklin

Salah satu kutipan dalam buku ini mengingatkan kita untuk mengontrol diri kita ketika ingin menyampaikan sesuatu, karena hal ini menjadi hal krusial yang kerap kali tidak dipahami semua orang. Kita kerap kali berfokus pada menyampaikan sesuatu yang tepat di tempat yang tepat, tetapi tidak menahan diri ketika menemukan momen yang memicu pengetahuan kita akan sesuatu. Menahan diri ini menjadi sebuah kemampuan yang terkait dengan sikap bijak, yang perlu diasah supaya tidak salah berbicara.

Dari buku ini juga, kita diingatkan untuk tidak fokus menjadi pembicara yang baik, tetapi juga menjadi pendengar yang baik. Mendengarkan tidak hanya dilakukan dengan mengarahkan telinga dan fokus kita kepada lawan bicara. Namun, lebih daripada itu, mendengarkan mencakup keinginan kita untuk bisa mengerti, memahami, dan bersikap empati kepada lawan bicara.

Nah, Grameds, itu dia ulasan buku Seni Menaklukkan Lawan Bicara: Cara Memengaruhi Orang Lain dalam Segala Situasi karya Ayu Usada Rengkaningtias. Bagi Grameds yang sedang mempelajari ilmu komunikasi, dan ingin mengasah kemampuan berkomunikasi, buku ini sangat direkomendasikan untuk Anda. Yuk dapatkan bukunya sekarang hanya di Gramedia.com! Selamat membaca!

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Gabriel

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy