in

Review Buku Gentle Discipline dan Pengertian Gentle Disicipline

Review Gentle Discipline – Setiap orang tua tentunya menginginkan anaknya bertumbuh dengan baik. Pertumbuhan anak tidak melulu berkaitan dengan berat badan, kesehatan atau bahkan kepintaran saja.

Ada banyak orang tua menginginkan anaknya menjadi sosok yang cerdas dan memiliki karakter tertentu seperti bersikap disiplin. Ketika mengajarkan anak untuk menjadi pribadi yang disiplin, tak jarang orang tua mengajarkannya dengan cara yang cukup keras seperti memberi hukuman.

Akan tetapi, sebenarnya ada cara untuk mengajarkan anak kedisiplinan tanpa menggunakan kekerasan atau bahkan hukuman. Orang tua bisa mengajarkan sikap disiplin pada anak dengan cara yang lembut. Bagaimana caranya? Dalam buku berjudul Gentle Discipline yang ditulis oleh Sarah Ockwell Smith dijelaskan tentang apa itu gentle discipline dan bagaimana cara menerapkannya, simak lebih lanjut dalam artikel ini.

Apa Itu Gentle Discipline? 

Menurut buku yang ditulis oleh Sarah Ockwell Smith berjudul Gentle Discipline, dijelaskan bahwa gentle discipline merupakan salah satu dari lima jenis disiplin yang berdasarkan pada sikap saling menghargai antara orang tua serta anaknya dan memiliki fokus pada penerapan disiplin dan bukannya hukuman.

Dalam teknik parenting gentle discipline ditekankan bahwa cara mendidik anak dengan ideal adalah tidak menggunakan kekerasan fisik, hukuman fisik dalam bentuk apapun serta tidak memberikan hukuman yang dapat membuat anak merasa malu.

Dengan teknik parenting gentle discipline, orang tua akan memberikan konsekuensi yang dapat memastikan bahwa anaknya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di masa depan nanti.

Lalu, apa manfaat dari gentle discipline dan apakah teknik parenting ini akan berorientasi jangka panjang?

Metode parenting gentle discipline tidak hanya memiliki fokus pada perilaku anak saja, akan tetapi juga dapat membantu orang tua untuk melihat dengan spektrum waktu yang cukup lama.

Melalui teknik parenting ini, orang tua dapat mengenali keterampilan yang sebenarnya dibutuhkan oleh anak serta menentukan strategi disiplin seperti apa yang akan membantu anak dan orang tua mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu kedisiplinan.

Bagaimana contohnya? Ketika ada seorang anak yang perlu belajar rasa tanggung jawab, maka ibu dan ayah dapat memberikan anak tersebut tugas yang lebih banyak, sehingga anak tersebut akan merasa bertanggung jawab sesuai dengan usianya.

Gentle discipline akan memungkinkan orang untuk dapat menemukan kekurangan anak serta membantu anak tersebut untuk dapat mengatasi kekurangannya, sehingga ia mampu tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan sehat.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Anak-anak pada umumnya kesulitan membedakan mana yang benar dan salah, mereka juga terkadang kesulitan untuk mengetahui perasaannya. Akan tetapi, dengan menggunakan teknik gentle discipline ini, anak akan mengetahui perilaku seperti apa yang salah.

Anak juga akan belajar dari kesalahan tersebut ketika orang tua berusaha mengoreksi perilakunya. Dengan metode ini, anak akan diajarkan bagaimana cara mengekspresikan perasaannya dengan cara yang benar dan tepat dan belajar tentang bagaimana cara membuat keputusan yang sehat.

Ketika orang tua memiliki menggunakan metode gentle discipline ini, maka secara tidak langsung orang tua juga ikut mempertimbangkan perasaan sanga anak serta tidak meremehkannya. Orang tua perlu membicarakan bagaimana perasaan sang anak, sehingga anak tersebut akan merasa dianggap dan divalidasi.

Setiap orang tua tentu saja akan menekankan keamanan fisik serta emosi dari anaknya ketika mendidiknya. Dengan metode gentle discipline ini, maka anak akan diajarkan cara mengevaluasi risiko serta mempertimbangkan pilihan.

Ketika anak akan mengambil kesimpulan yang kurang tepat, maka orang tua lah yang akan menunjukan konsekuensi seperti apa yang akan ia hadapi. Orang tua yang menggunakan gentle discipline tidak akan menyuruh anaknya untuk melakukan sesuatu dengan alasan otoriter yang tidak jelas.

Mengapa menjelaskan konsekuensi penting bagi anak? Dengan menjelaskan konsekuensi dan ekspektasi anak pada suatu hal sebelum ia mengerjakan hal tersebut, maka anak akan paham bahwa ia berada pada kondisi dan aturan sosial yang berbeda.

Selain itu, sang anak juga akan mengetahui apa yang akan terjadi ketika ia mengikuti peraturan atau konsekuensi apa yang akan ia dapatkan ketika ia berperilaku tidak baik. Dengan metode ini, orang tua tidak akan memaksakan suatu hal, karena kemauan orang tua.

Teknik gentle discipline bukanlah pola asuh yang permisif. Sebaliknya, pola asuh ini justru membuat orang tua menawarkan konsekuensi yang efektif serta memiliki tujuan tertentu.

Konsekuensi yang diterima oleh anak tidak diberikan ketika orang tua merasa kecewa atau marah, akan tetapi menjadi kesempatan bagi sang anak untuk belajar. Bagi anak balita, teknik disiplin yang tepat bukanlah membentak atau meneriakinya atau menghukum, akan tetapi memberikan pengalihan dari sikap yang kurang baik.

Konsekuensi logis serta alami sering kali digunakan untuk mencegah anak melakukan perilaku negatif berulang kali, sedangkan hukuman time out dapat membiarkan anak untuk istirahat ketika ia sedang merasa marah atau kesal.

Agar tetap seimbang, dalam menerapkan kedisiplinan pada anak, orang tua dapat memberikan perhatian serta dukungan positif ketika anak bersikap baik, sehingga anak pun menjadi termotivasi.

Buku Gentle Discipline oleh Sarah Ockwell Smith

Judul Buku : Gentle Discipline

Penulis : Sarah Ockwell Smith

Jumlah Halaman : 300

Penerbit : Bentang Pustaka

Tanggal Terbit : 1 September 2019

Sinopsis :

Apabila Anda ingin mengurangi perebutan kekuasaan dengan anak serta membangun hubungan saling menghormati, maka ini adalah bacaan yang sangat bagus. – Review dari Jessica Joelle Alexander (penulis bestseller The Danish Way of Parenting).

Garis besar buku ini berisi rahasia mendisiplinkan anak tanpa perlu memberikan ancaman dan hukuman, lima langkah menuju disiplin dengan cara yang lembut dan juga efektif, tips membentuk anak yang memiliki pola pikir berkembang, piramida kebutuhan anak yang harus diketahui oleh orang tua.

“anak saya sering bersikap tidak sopan dan ia suka membantah.”

“Anak saya suka merengek dan marah-marah.”

“Kedua anak saya sering bertengkar lalu meributkan hal-hal sepele.”

“Anak saya baru saja berbohong dan kemarin saya mendengarnya sedang mengumpat (berbicara kotor)”

Ketika di sekolah anak-anak terlihat sangat manis, akan tetapi setelah sampai di rumah sikap sang anak bisa berubah drastis. Banyak di antara kita mengalami kejadian tersebut.

Dan sebagai orang tua dengan empat anak, Sarah Ockwell pun memahami betapa beratnya orang tua harus selalu bekerja sama dengan anak-anaknya. Ditambah lagi jika anak-anak tersebut terus menerus menguji kesabaran orang tua.

Selama ini, konsep mendisiplinkan anak yang dilakukan oleh banyak orang tua adalah anak-anak harus mendapatkan hukuman dan mendapatkan motivasi, contohnya seperti menggunakan sistem hukuman time out.

Sistem hukuman tersebut, mungkin saja akan lebih cepat membuahkan hasil, namun pada kenyataannya masalah yang jauh lebih buruk bisa jadi terjadi. Kita tidak harus menjadi sosok orang tua yang sempurna.

Akan tetapi, Sarah akan membantu kita untuk dapat memahami mengapa ada anak-anak yang selalu berperilaku buruk dan bagaimana cara orang tua merespon anak-anak dengan cara yang lembut dan menggunakan metode yang efektif.

Karena kunci dari membentuk perilaku yang baik dari seorang anak adalah dengan bekerja sama dengan anak-anak dan bukan balik melawan anak-anak.

Review Buku Gentle Discipline oleh Sarah Ockwell Smith

 

Pros & Cons

Pros
  • Cocok dibaca oleh semua umur (tidak harus orang tua)
  • Materi dalam buku mudah untuk dipraktikkan
  • Teori-teori yang ada pada buku memiliki sumber atau referensi yang jelas
  • Terdapat quotes-quotes yang mudah dipahami
Cons
  • Pada beberapa contoh kasus sulit untuk dipahami dan diterapkan

Buku berjudul Gentle Discipline ini merupakan buku yang termasuk dalam kategori keluarga, parenting dan pengasuhan anak. Buku ini sangat cocok bagi Grameds yang menjadi orang tua baru atau penasaran dengan bagaimana metode mendidik anak dengan baik tanpa melukai perasaan anak.

Buku parenting tidak harus selalu dibaca oleh orang tua atau siapa saja yang akan menjadi orang tua, tetapi bagi Grameds yang lajang, Grameds juga bisa membaca buku ini sebagai bekal untuk menghadapi anak.

Ketika sudah mengetahui materi dan sering mempelajari ilmu parenting, tentu akan lebih mudah bagi Grameds menerapkannya ketika memiliki anak kelak. Terutama bagi Grameds yang mungkin sebelumnya sempat terjebak dalam pola asuh tiger parenting yang memberikan trauma dan membekas.

Untuk menghindari tipe pola asuh yang sama terjadi kembali dan memberikan bekas luka yang sama pada anak, maka Grameds perlu mempelajari bagaimana cara memberikan pengasuhan dan pelajaran pada anak dengan cara yang lembut, baik dan tidak menggunakan kekerasan.

Buku satu ini adalah buku yang cocok bagi Grameds yang ingin mengubah dan menghentikan lingkaran pola asuh tiger parenting atau pola asuh yang salah dengan kekerasan.

Meskipun buku ini adalah buku terjemahan, tetapi para pembaca yang telah mereview buku ini menilai bahwa hasil terjemahannya tidak membuat bingung dan justru lebih mudah dipahami.

Dikutip dari laman Good Read, buku ini mendapatkan rating 4.11 dari 5 bintang dan ada 446 pembaca yang memberikan rating 5 bintang untuk buku parenting satu ini. Mengapa buku ini mendapatkan rating yang cukup tinggi?

Buku Gentle Discipline dari Sarah Ockwell dinilai pantas mendapatkan rating tinggi karena materi-materi yang ditulis oleh Sarah terasa sangat padat dan beralasan. Bahkan, para pembaca yang tidak biasa membaca buku parenting pun merasakan perubahan dan mendapatkan efek positif usai membaca buku ini.

Selain itu, teori-teori yang ada di dalam buku juga disertai dengan referensi, sehingga para pembaca dapat menelusuri referensi teori tersebut apabila ingin mendalami materi lebih dalam.

Meskipun buku ini terlihat seperti buku teoritis yang membosankan, tetapi Sarah banyak menyisipkan quote-quote yang akan memudahkan pembaca untuk mendapatkan poin-poin dari setiap bab dan sub materi.

Tentu saja, mungkin akan sulit bagi pembaca untuk memahami apa maksud penulis, sehingga Sarah menyertakan beberapa contoh kasus anak-anak yang mungkin akan terasa relatable, dekat atau banyak dialami oleh para orang tua.

Sarah juga menyajikan beberapa solusi yang dapat dilakukan oleh orang tua, apabila mengalami kasus serupa. Setelah membaca buku ini, orang tua mungkin akan sedikit demi sedikit menyadari apa penyebab anaknya berperilaku buruk.

Buku ini dapat membantu pembaca menyadari apa yang salah dari cara didik sebelumnya dan mengapa anaknya berperilaku buruk dan titik awal untuk mengetahui bagaimana cara memperbaiki pola asuh yang sebelumnya dan membentuk karakter disiplin pada anak.

Ada beberapa poin yang telah dirangkum oleh para pembaca dalam laman Good Reads, berikut beberapa penggalan point-poin tersebut.

  • Halaman 11: Apabila Anda telah memberi tahu seorang anak sebanyak ribuan kali dan ia masing tidak memahami maksud Anda, maka itu bukan artinya anak Anda lamban dalam belajar.
  • Halaman 14: anak-anak mungkin akan lebih menyukai ketika mereka berperilaku buruk seperti yang dilakukan oleh orang tua…rahasia kecerdasan emosional ialah dengan mengetahui bahwa semua emosi baik-baik saja dan yang terpenting adalah bagaimana cara kita mengelolanya.
  • Halaman 23: layar tidak memiliki tempat di kamar tidur anak Anda atau bahkan di dalam satu maupun dua jam menjelang waktu tidur.
  • Halaman 24: faktanya, perilaku anak-anak menunjukan betapa hebatnya pekerjaan yang dilakukan oleh para orang tua dengan membuat anak-anak merasa lebih aman dan cukup didukung untuk menunjukan emosi anak yang sebenarnya (ketika anak-anak berperilaku baik di sekolah dan bersikap buruk ketika di rumah).
  • Halaman 27: semua sikap adalah komunikasi.
  • Halaman 31: salah satu hal yang paling penting yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah memelihara serta memperbaiki dan jika perlu ikatan yang Anda miliki dengan anak.
  • Halaman 32: bermain bukanlah aktivitas yang membuang-buang waktu ataupun yang harus dilakukan ketika hal-hal penting telah selesai dilakukan. Bermain adalah hal yang penting.
  • Halaman 44: dengan memuji kemampuan bawaan, Anda secara tidak langsung akan mendorong anak Anda kepada pola pikir yang tetap. Guna mengembangkan mindset berkembang, Anda lebih baik hanya memuji sesuatu yang dapat diubah ataupun usaha anak Anda.
  • Halaman 55: jadi, agar otak anak dapat berkembang dengan maksimal, anak-anak lebih membutuhkan lingkungan yang mendukung dengan berbagai pengalaman serta cinta yang memperkuatnya.
  • Halaman 56: bagian paling akhir dari otak yang matang selama masa remaja dan awal dua pulahan ialah korteks prefrontal, yang memberikan kontril pada penilaian, kontrol impuls dan regulasi emosi. Hingga bagian otak ini dapat terhubung dengan baik, masuk akan untuk mengharapkan anak atau bahkan remaja kurang penilaian serta mengendalikan diri.
  • Halaman 62: kita seharusnya tidak mengharapkan seorang anak untuk dapat berbagi hingga mereka mencapai usia sekolah… hukuman apa saja akan menunjukan kurangnya rasa empati dari sudut pandang orang dewasa dan seringkali kurangnya pemahaman mengenai perkembangan normal seorang anak.
  • Halaman 63: dan.. Orak remaja memiliki mesin seperti mobil sport, akan tetapi remnya mini. (catatan saya: berempati, mereka mempelajarinya dari Anda, bersikap empat adalah memahami apa yang dapat dilakukan oleh sang anak.)
  • Halaman 75: sebuah penelitian yang mengamati perilaku dari 160.000 anak menunjukan bahwa hukuman fisik akan meningkatkan agresi sang anak, perilaku antiosisal, kesulitan kognitif dan masalah pada kesehatan mental. Ditemukan pula bahwa anak-anak yang dipukuli kemungkinan lebih besar akan menentang orang tua mereka.
  • Halaman 77: tidak ada pembelajaran yang nyata yang terjadi ketika anak-anak disiplinkan dengan menggunakan sebuah hadiah, anak hanya patuh sebab mereka menginginkan apa yang ditawarkan ketika mereka bersikap patuh.

Sarah Ockwell menekankan bahwa memberikan pujian pada anak untuk setiap pencapaiannya justru akan mengembangkan pola pikir tetap. Sarah juga menyertakan contoh baik untuk memberikan pujian pada anak, sehingga anak akan memiliki pola pikir berkembang.

Itulah penjelasan tentang gentle discipline dan sedikit review buku gentle discipline oleh Sarah Ockwell Smith. Grameds yang tertarik membaca buku Gentle Discipline bisa membeli bukunya di gramedia.com

Sebagai #SahabatTanpaBatas, gramedia.com menyediakan berama buku menarik dan original untuk Grameds. Membaca banyak buku dan artikel tidak akan pernah merugikan kalian, karena Grameds akan mendapatkan informasi dan pengetahuan #LebihDenganMembaca.

Penulis: Khansa

 

 

Sumber

  • https://www.goodreads.com/book/show/32615296-the-gentle-discipline-book
  • https://www.momsindonesia.com/article/parenting/simak-cara-mendidik-anak-dengan-gentle-discipline

 

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy