in

Nama Gunung di Kalimantan yang Perlu Kamu Tahu

Sumber: Grid Kids

Nama gunung di Kalimantan – Setiap pulau yang ada di Indonesia pastinya memiliki gunung-gunung yang dipenuhi dengan keindahan. Selain memiliki keindahan, beberapa gunung pada suatu pulau ada juga yang masih aktif, sehingga masih membutuhkan pengawasan ketika sewaktu-waktu meletus.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih jauh tentang nama gunung di Kalimantan. Namun sebelum membahas hal itu, ada baiknya kalau kita membahas tentang pengertian gunung terlebih dahulu.

Pengertian Gunung

nama gunung di Kalimantan
Sumber: Kompas.com

Gunung adalah bagian kerak bumi yang lebih tinggi dari area di sekitarnya. Selain itu, pada umumnya, Gunung mempunyai sisi curam yang secara signifikan menyingkap batuan dasarnya.

Sebenarnya tidak ada definisi umum untuk gunung. Ketinggian, volume, relief, kecuraman, jarak dan kontinuitas dapat dijadikan kriteria dalam mendefinisikan gunung. Menurut KBBI, definisi gunung adalah “Bukit yang sangat besar dan tinggi (biasanya tingginya lebih dari 600 m)”.

Gunung itu sendiri berbeda dari dataran tinggi karena memiliki daerah puncak yang terbatas. Oleh karena itu, gunung lebih besar dari sebuah bukit dan biasanya memiliki ketinggian setidaknya 300 meter (1.000 kaki) di atas tanah sekitarnya. Beberapa gunung adalah puncak yang berdiri sendiri, tetapi sebagian besar merupakan bagian dari rangkaian pegunungan.

Gunung tertinggi di Bumi adalah Gunung Everest di Himalaya, Asia, yang puncaknya mencapai ketinggian 8.850 m (29.035 ft) di atas permukaan laut rata-rata. Sementara itu, gunung tertinggi di antara semua planet Tata Surya adalah Olympus Mons di Mars dengan ketinggian 21.171 m (69.459 ft).

Pegunungan terbentuk melalui kekuatan tektonik, erosi, atau aktivitas vulkanik, yang bekerja pada skala waktu hingga puluhan juta tahun. Lalu, begitu pembentukan gunung berhenti, maka gunung-gunung perlahan-lahan akan semakin landai melalui aksi pelapukan, melalui kemerosotan, serta bentuk-bentuk pemborosan massal lainnya, serta melalui erosi oleh sungai dan gletser.

https://www.gramedia.com/products/science-world-bukit-gunung-pegunungan-1?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/science-world-bukit-gunung-pegunungan-1?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Ketinggian di pegunungan menghasilkan iklim yang lebih dingin daripada di permukaan laut pada garis lintang yang sama. Kemudian, iklim yang lebih dingin ini sangat mempengaruhi ekosistem pegunungan. Selain itu, ketinggian gunung yang berbeda-beda menjadi habitat tumbuhan dan hewan yang berbeda pula.

Dikarenakan medan dan iklim yang kurang ramah, maka gunung cenderung lebih sedikit digunakan untuk pertanian dan lebih banyak untuk ekstraksi sumber daya, seperti pertambangan dan penebangan, atau dijadikan tempat rekreasi, seperti mendaki gunung.

Definisi Program Lingkungan PBB tentang “lingkungan pegunungan” mencakup salah satu dari beberapa kriteria berikut yaitu:

  1. Ketinggian minimal 2.500 m (8.202 kaki);
  2. Ketinggian minimal 1.500 m (4.921 kaki), dengan kemiringan lebih dari 2 derajat;
  3. Ketinggian minimal 1.000 m (3.281 kaki), dengan kemiringan lebih dari 5 derajat;
  4. Ketinggian minimal 300 m (984 kaki), dengan kisaran ketinggian 300 m (984 kaki) dalam jarak 7 km (4,3 mil).

Dengan menggunakan definisi ini, maka pegunungan meliputi 33% Eurasia, 19% Amerika Selatan, 24% Amerika Utara, dan 14% Afrika. Secara keseluruhan, 24% daratan di Bumi merupakan pegunungan.

Kalimantan

nama gunung di Kalimantan
Sumber: Kompas.com

Kalimantan disebut juga Borneo oleh dunia internasional. Tidak hanya itu, Kalimantan merupakan pulau terbesar ketiga di dunia yang terletak di sebelah utara Pulau Jawa dan di sebelah barat Pulau Sulawesi. Pulau Kalimantan dibagi menjadi wilayah Indonesia (73%), Malaysia (26%), dan Brunei (1%). Pulau Kalimantan terkenal dengan julukan “Pulau Seribu Sungai” karena banyaknya sungai yang mengalir di pulau ini.

Borneo yang berasal dari nama kesultanan Brunei adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda untuk menyebut pulau ini secara keseluruhan, sedangkan Kalimantan adalah nama yang digunakan oleh penduduk bagian timur pulau yang sekarang termasuk wilayah Indonesia.

Wilayah utara pulau ini (Sabah, Brunei, Sarawak) untuk Malaysia dan Brunei Darussalam. Sementara itu, untuk Indonesia wilayah Utara, adalah provinsi Kalimantan Utara. Dalam arti luas “Kalimantan” meliputi seluruh pulau yang juga disebut dengan Borneo, sedangkan dalam arti sempit Kalimantan hanya mengacu pada wilayah Indonesia.

Asal usul nama Kalimantan bisa bilang belum diketahui secara pasti. Sebutan kalimantan digunakan di Sarawak untuk menyebut kelompok penduduk yang mengkonsumsi sagu di wilayah utara pulau ini. Menurut Crawfurd, kata Kalimantan adalah nama sejenis mangga (Mangifera), sehingga pulau Kalimantan adalah pulau mangga.

Namun, dia menambahkan bahwa kata itu berbau dongeng dan tidak populer. Mangga lokal yang disebut klemantan ini sampai sekarang banyak terdapat di perdesaan di daerah Ketapang dan sekitarnya, Kalimantan Barat.

Menurut C. Hose dan Mac Dougall, “Kalimantan” berasal dari nama-nama enam golongan suku-suku setempat yakni Iban (Dayak Laut), Kayan, Kenyah, Klemantan (Dayak Darat), Murut, dan Punan. Dalam karangannya, Natural Man, a Record from Borneo (1926), Hose menjelaskan bahwa Klemantan adalah nama baru yang digunakan oleh bangsa Melayu.

Sementara itu, menurut Slamet Muljana, kata Kalimantan bukan kata Melayu asli tapi kata pinjaman sebagai halnya kata Malaysia, melayu yang berasal dari India (malaya yang berarti gunung).

Pendapat lain menyebutkan bahwa Kalimantan atau Klemantan berasal dari bahasa Sanskerta, Kalamanthana yang berarti pulau yang udaranya sangat panas atau membakar. Dikarenakan vokal a pada kala dan manthana menurut kebiasaan sulit untuk diucapkan, maka Kalamanthana diucap Kalimantan yang kemudian disebut penduduk asli Kalimantan atau Quallamontan yang akhirnya diturunkan menjadi Kalimantan.

Di pulau Kalimantan ini terdapat tiga kerajaan besar (induk) di pulau ini yaitu Borneo (Brunei/Barune), Sukadana (Tanjungpura/Bakulapura), dan Banjarmasin (Nusa Kencana).

Bentang Alam pulau Kalimantan

nama gunung di Kalimantan
Sumber: regional.kompas.com

Pulau Kalimantan memiliki bentang alam sebagai salah satu kekayaan alam. Bentang alam Pulau Kalimantan terdiri dari gunung, lembah, bukit, sungai, dan dataran rendah.

Bentang alam adalah bagian geografi yang menjadi pemandangan alam atau wilayah permukaan bumi yang menjadi satu kesatuan. Beberapa jenis bentang alam, seperti pulau, bukit, pantai, gunung, laut, dan sebagainya.

Bentang alam di Pulau Kalimantan menjadikan wilayah ini sebagai penyumbang keanekaragaman hayati di dunia dan Indonesia. Oleh karena itu, di pulau Kalimantan ini, terdapat beberapa gunung yang tinggi dan indah.

Gunung-gunung di Kalimantan

Sama dengan pulau-pulau Indonesia lainnya yang umumnya terdapat beberapa gunung yang sangat indah. Di pulau Kalimantan juga terdapat beberapa gunung, antara lain:

1. Gunung Asing

nama gunung di Kalimantan
Sumber: Grid Kids

Gunung Asing adalah sebuah gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, dengan Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Gunung ini merupakan salah satu gunung tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah dengan ketinggian mencapai 1.703 meter di atas permukaan air laut (Mdpl).

Di sebelah utara Gunung Asing terdapat Gunung Baka yang memiliki tinggi 1.617 Mdpl. Gunung Asing termasuk dalam puncak Pegunungan Schwaner yang juga mencangkup kawasan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya. Sejumlah sungai yang berhulu di Gunung Asing diantaranya Sungai Ella, Sungai Mehunda, Sungai Katingan, dan Sungai Bemban.

https://www.gramedia.com/products/ensiklopedia-junior-gunung?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/ensiklopedia-junior-gunung?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

2. Gunung Batubrok (1. 546 m)

Gunung Batubrok adalah gunung yang letaknya di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Jarak dari kota Long Pahangai sekitar 50 km ke arah barat laut

3. Gunung Bawang (1.442 m)

nama gunung di Kalimantan
Sumber: Wikipedia

Gunung Bawang merupakan sebuah gunung yang letaknya di Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Gunung ini mempunyai bentuk menyerupai pegunungan karena memanjang sekira 18 km mencangkup 4 kecamatan di Kabupaten Bengkayang. Gunung Bawang memiliki empat puncak runcing yang memiliki ketinggian lebih dari 1.000 Mdpl.

Puncak tertingginya bernama Puncak Bawang Raya dengan tinggi mencapai 1.490 Mdpl. Gunung Bawang adalah salah satu gunung yang dikeramatkan oleh Suku Dayak.

Dinamakan Gunung Bawang karena bentuknya berlapis hingga 7 lapis seperti bawang. Gunung Bawang memiliki cerita yang berkaitan erat dengan Suku Dayak Bengkayang Suku Dayak Kanayatn dan Suku Dayak Lara.

Gunung ini merupakan daerah yang dikeramatkan bagi Suku Dayak Bengkayang. Hal ini karena mitosnya dari tempat tersebut asal mula Suku Dayak Bengkayan. Kisah bermula dari Jubata yang turun ke dunia dan menempati Gunung Bawang. Nama-nama Jubata yang menghuni gunung ini yakni Jubata Lupo, Jubata Barabatn Ampor, Jubata Siru dan Jubata Sulujatn Maniamas, dan lain-lain. Seiring dengan berjalan dari waktu, hingga jadilah Gunung Bawang sebagai tempat yang terhormat bagi para suku dayak tersebut.

4. Gunung Bukit Raya (2.278 m)

nama gunung di Kalimantan
Sumber: Kata Omed

Bukit Raya atau Gunung Raya adalah sebuah gunung yang terletak di Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah. Gunung ini adalah gunung tertinggi di Kalimantan yang masuk dalam wilayah Indonesia. Kawasan sekitar Bukit Raya menjadi cagar alam, dan bersama-sama dengan Cagar Alam Bukit Baka di Kalimantan Barat merupakan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya.

5. Gunung Cemaru (1.681 m)

nama gunung di Kalimantan
Sumber: Bundet

Gunung Cemaru adalah gunung yang letaknya di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.

Gunung cemaru berada di perbatasan Kalimantan Timur-Kapuas Raya dengan Malaysia. Gunung ini dengan ketinggian 1.681 Mdpl ini merupakan hulu dari Sungai Mahakam.

6. Gunung Halau-halau (1.901 m)

Gunung Halau-halau atau Gunung Besar merupakan gunung yang letaknya ada di pulau Jawa dan juga terletak di perbatasan tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tanah Bambu di Provinsi Kalimantan Selatan.

https://www.gramedia.com/products/conf-seri-bencana-alam-di-indonesia-gunung-meletus?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/conf-seri-bencana-alam-di-indonesia-gunung-meletus?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

7. Gunung Harung (2.160 m)

Gunung Harun adalah gunung yang termasuk berada di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Oleh karena itu, ketika mendaki gunung ini, kamu bisa melihat beberapa tanaman yang indah secara langsung.

8. Gunung Kaba (1.329 m)

nama gunung di Kalimantan
Sumber: Travel-tempo

Gunung Kaba adalah gunung berapi aktif yang terletak di Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Indonesia. Dari Kota Curup, gunung Kaba ini berada di sebelah tenggara dengan jarak sekitar 15 km.

Pada awalnya, lokasi di sekitar Gunung Kaba merupakan salah satu cagar alam untuk perlindungan bunga Rafflesia. Namun, saat ini kondisi daerah wisata ini mulai tidak dapat diandalkan sebagaimana tujuan awal dibuat, yakni untuk taman lindung bagi beberapa flora Sumatra, dengan status kawasan menjadi taman wisata alam.

Gunung dengan ketinggian 1.938 mdpl ini memberikan pemandangan yang eksotis. Puncak Gunung ini dihiasi dengan dua buah kawah yang masing-masing berwarna hijau dan putih kecoklatan.

Selain itu, terdapat dua buah jalur yang dapat ditempuh untuk mencapai puncak. Jalur pertama menyuguhkan pemandangan hutan lebat yang penuh semak belukar dengan jurang di kanan-kirinya, sedangkan jalur yang kedua telah dikeraskan dengan menggunakan aspal. Waktu tempuh dari pos pendakian menuju puncak adalah 2-3 jam perjalanan.

9. Gunung Lawit (1.767 m)

nama gunung di Kalimantan
Sumber: Haloedukasi

Gunung Lawit adalah sebuah gunung yang berada di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Gunung ini berada dekat dengan perbatasan Indonesia-Malaysia. Selain itu, Gunung Lawit merupakan puncak tertinggi di rangkaian Pegunungan Kapuas Hulu yang membentang dari barat ke timur membatasi wilayah Kalimantan Barat dengan Sarawak di Malaysia.

Secara administrasi, Gunung Lawit terletak di perbatasan Kecamatan Embaloh Hulu dengan Kecamatan Putussibau Utara. Kawasan Gunung Lawit termasuk dalam Taman Nasional Betung Kerihun. Sungai-sungai yang berhulu di Gunung Lawit diantaranya Sungai Embaloh dan Sungai Sibau.

10. Gunung Liangpran (2.240 m)

nama gunung di Kalimantan
Sumber: GoTravelly

Gunung Liangpran adalah sebuah gunung yang terletak di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Jarak dari kota Long Pahangai sekitar 60 km ke arah barat, cukup jauh bukan?

https://www.gramedia.com/products/rekam-jejak-pendakian-ke-44-gunung-di-nusantara-1?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/rekam-jejak-pendakian-ke-44-gunung-di-nusantara-1?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

11. Gunung Mesangat (1. 847 m)

Gunung Mesangat atau Batu Mesangat adalah sebuah gunung yang letaknya di perbatasan Kabupaten Kutai Timur dengan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Tim. Gunung Kalimantan yang satu ini mempunyai ketinggian 1847 meter, atau setara dengan 6060 kaki.

12. Gunung Niut (1.701 m)

nama gunung di Kalimantan
Sumber: Celebes.co

Cagar Alam Gunung Niut adalah sebuah gunung yang terletak di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Gunung ini adalah gunung tertinggi di provinsi Kalimantan Barat dengan ketinggian mencapai 1.701 meter di atas permukaan air laut. Selain itu, Gunung Niut juga merupakan tugu Triangulasi berkode P 123 setinggi 1,5 m.

Gunung Niut berada di bagian barat dari Pegunungan Bengkayang. Beberapa puncak disekitarnya antara lain Puncak Setawi, Puncak Berembang dan Puncak Keliung. Sementara itu, gunung ini juga berdekatan dengan beberapa gunung lainnya, seperti Gunung Anggah, Gunung Semedun, Gunung Panggah, Gunung Sinjang, Gunung Sekaju, Gunung Sebabak, Gunung Bengkarun, Gunung Damus, dan Gunung Seraang.

Secara administrasi, Gunung Niut berada di Desa Tengon Pelaik, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Bengkayang. Gunung Niut juga dilindungi melalui Cagar Alam Niut-Penrissen (CAGN-P). Sungai-sungai yang berhulu di Gunung Niut diantaranya Sungai Tanggi, Sungai Katok, Sungai Sentai, Sungai Gotol, Sungai Sekayan, Sungai Biang dan Sungai Senbelida.

Gunung Niut merupakan gunung vulkanik purba tak aktif di Indonesia. Pada wilayah ini tersusun dari Formasi Gunung Api Niut dengan batuan Basalt, Pleistosen–pleistosen, Kapur dan Intrusif serta Plutonik Basa. Selain itu, di bagian barat terdapat susunan Batupasir Kayan dan Formasi Pedawan dengan batuan Serpih, batu pasir, batu lumpur karbonan, sedikit sisipan batugamping di kaki gunung sebelah timur.

13. Gunung Palung (1.116 m)

nama gunung di Kalimantan
Sumber: Tribun

Gunung Palung terletak di daerah Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Indonesia. Tinggi dari gunung ini diperkirakan mencapai 1.116 Mdpl. Gunung Palung merupakan sebuah kawasan pegunungan dimana puncak tertingginya adalah Gunung Palung dan Gunung Panti dengan ketinggian 1.050 Mdpl.

Bagian tengah pegunungan ini berupa cekungan/lembah hulu Sungai Siduk. Kawasan ini merupakan Taman Nasional Gunung Palung yaitu salah satu kawasan pelestarian alam yang memiliki keanekaragaman hayati bernilai tinggi dan berbagai tipe ekosistem antara lain hutan mangrove, hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan pamah tropika, dan hutan pegunungan yang selalu ditutupi kabut.

https://www.gramedia.com/products/ensiklopedia-pertamaku-gunung?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/ensiklopedia-pertamaku-gunung?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Penutup

Gunung-gunung yang ada di Kalimantan ini memang cukup banyak, bahkan ada juga yang sudah dijadikan sebagai Taman Nasional. Nama gunung di Kalimantan mungkin saja ada yang belum mengetahuinya. Meski begitu, gunung-gunung di Kalimantan tidak kalah indah dengan gunung-gunung di pulau Indonesia lainnya.

Bahkan, beberapa gunung di Kalimantan sudah banyak yang ingin mendakinya, bisa jadi kamu salah satu orang itu. Demikian pembahasan tentang nama gunung di Kalimantan. Semoga setelah membaca artikel ini sampai selesai, Grameds bisa mendaki gunung yang ada di Kalimantan.

Grameds bisa mendapatkan lebih banyak informasi tentang gunung dengan membaca buku yang tersedia di Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas kami selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Yufi Cantika Sukma Ilahiah

Baca juga:

 



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by M. Hardi