in

10 Perusahaan Terbesar di Indonesia

10 Perusahaan Terbesar di Indonesia – Sebagai negara yang besar, Indonesia memiliki perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang-bidang tertentu dengan tujuan memenuhi kebutuhan masyarakat. Baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) memiliki kinerja yang baik demi, menarik minat para konsumen.

Perusahaan dengan kinerja yang baik, tentu akan memiliki nilai penjualan dan jumlah laba bersih yang besar. Laba yang didapatkan dari perusahaan dengan kinerja baik tidak lagi jutaan bahkan hingga mencapai triliunan rupiah.

Selain dari kinerja yang baik, penghasilan yang tinggi juga diperoleh perusahaan di Indonesia yang besar dengan produk yang sudah tak asing di telinga masyarakat. Lalu, perusahaan apa saja yang termasuk dalam perusahaan terbesar di Indonesia? Berikut penjelasannya.

10 Perusahaan Terbesar di Indonesia

Berikut adalah daftar sepuluh perusahaan terbesar di Indonesia beserta jumlah pendapatannya.

1. PT Pertamina

Pada peringkat pertama, perusahaan terbesar di Indonesia diraih oleh Pertamina. PT. Pertamina merupakan perusahaan BUMN yang telah berdiri sejak tahun 1957. Pertamina bergerak pada bidang eksplorasi, transmisi serta produksi minyak dan gas.

PT Pertamina memiliki misi dan visi yang dipanggul oleh perusahaan. Visi dari perusahaan ini adalah menjadi perusahaan energi nasional yang meraih kelas dunia. Sedangkan misi yang dibawa adalah untuk menjalankan usaha gas, minyak maupun energi baru serta terbarukan secara terintegrasi, sesuai dengan prinsip komersial yang dibawa dengan kuat.

Kini, PT Pertamina dipimpin oleh komisaris utama yaitu Basuki Tjahaja Purnama bersama wakil komisaris, Pahala Nugraha Mansury beserta jajaran komisaris lainnya.

Sebagai perusahaan BUMN yang memiliki misi dan visi untuk menjalan usaha pada bidang eksplorasi, produksi serta transmisi minyak dan gas, Pertamina sebagai holding company di sektor energi membawahi lima sub holding lainnya, diantaranya adalah Upstream Sub holding, secara operasional dijalankan oleh PT Pertamina Hulu Energi.

Kemudian Gas Sub holding yang dijalankan oleh PT Perusahaan Gas Negara, Refinery dan Petrochemical Sub holding dijalankan oleh PT Kilang Pertamina Internasional, Power dan NRE Sub holding dijalankan oleh PT Pertamina Power Indonesia, dan Commercial and Trading Sub holding yang dijalankan oleh PT Pertamina Patra Niaga.

Sebagai perusahaan BUMN terbesar, PT Pertamina mampu meraih penjualan mencapai Rp826,3 triliun dengan laba mencapai Rp35,9 triliun pada tahun 2018.

2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Bank Mandiri merupakan perusahaan BUMN yang meraih reputasi sebagai bank terbaik di Indonesia. Selain itu, apabila dilihat melalui aset, pinjaman maupun deposit yang dimiliki bank Mandiri merupakan salah satu bank terbesar yang ada di Indonesia.

Bank Mandiri berdiri pada 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan dan dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Sebelumnya bank Mandiri tidak memiliki anak perusahaan lain, namun pada 31 Juli 1999 pemerintah kemudian menggabungkan empat bank lainnya yaitu Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) serta Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).

banner-promo-gramedia

Setelah melakukan merger dengan keempat bank tersebut, bank Mandiri kemudian memulai proses konsolidasi dengan mengurangi cabang bank serta pegawainya. Kemudian diikuti pula dengan meluncurkan single brand melalui iklan serta promosi. Pencapaian penting yang berhasil diraih oleh bank Mandiri adalah berhasil mengganti dengan menyeluruh platformnya menjadi platform teknologi.

Nasabah dari bank Mandiri yang berada di berbagai segmen perekonomian dinilai menjadi penggerak utama dalam perekonomian di Indonesia. Menurut sektor usahanya sendiri, nasabah dari bank Mandiri bergerak di berbagai bidang usaha.

Sebagai bank terbesar di Indonesia, penyaluran kredit bank Mandiri dapat mencapai Rp 821,1 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 25 triliun per 2018 dan mengalami peningkatan laba per 2019 menjadi Rp27,5 triliun.

3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

Setelah bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia atau BRI meraih posisi ketiga sebagai perusahaan terbesar di Indonesia. Seperti halnya PT Pertamina, PT Bank Mandiri, BRI juga merupakan perusahaan BUMN. Walaupun peringkatnya berada di bawah bank Mandiri, namun BRI merupakan bank tertua yang ada di Indonesia dan telah berdiri sejak tahun 1896.

BRI mengkhususkan banknya dalam pembiayaan dengan skala kecil serta mikro finansial melalui pinjaman kepada kurang lebihnya 30 juta klien ritel yang dimiliki oleh BRI. Seperti halnya bank Mandiri, BRI pun memiliki anak perusahaan yang ia bawahi.

Anak perusahaan dari BRI sendiri adalah BRI Remittance, Bank Jasa Arta, Bank BRI Agroniaga, BRI Multifinance Indonesia, Bank BRI Syariah, dan Dana Pensiun Bank Rakyat Indonesia.

BRI memiliki nilai penjualan berupa penyaluran kredit BRI yang mencapai Rp 808,9 triliun dengan laba bersih yang berhasil diraih sebanyak Rp 32,4 triliun per tahun 2018 kemudian mengalami kenaikan laba bersih per tahun 2019 menjadi Rp 34,4 triliun.

4. PT Bank Central Asia Tbk

Bank Central Asia atau biasa disebut sebagai BCA merupakan perusahaan BUMS atau Badan Usaha Milik Swasta yang menempati peringkat keempat, sebagai perusahaan terbesar di Indonesia. Selain menempati peringkat keempat sebagai perusahaan terbesar di Indonesia, BCA juga berhasil menempati peringkat pertama sebagai bank swasta terbesar di Indonesia.

BCA didirikan pada 21 Februari 1957, sebelum berganti nama menjadi Bank Central Asia, BCA sebelumnya memiliki nama NV serta menjadi bagian dari Salim Group. Namun kini BCA dimiliki oleh produsen rokok terbesar di Indonesia yaitu Djarum.

BCA didirikan oleh Sudono Salim dan kemudian mengalami merger pada tahun 1977 dengan Bank Gemari milik Yayasan Kesejahteraan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Hasil dari merger kedua bank tersebut, kemudian membuat BCA menjadi bank devisa.

BCA dinilai sebagai bank yang menyediakan berbagai produk di bidang keuangan dengan beragam inovasi. Oleh karena itu, BCA berhasil memeroleh nasabah loyal selama bertahun-tahun. Karena reputasinya tersebut pula, BCA menjadi salah satu bank incaran bagi para pencari kerja yang diminati sepanjang tahunnya.

Dengan penyaluran kredit, BCA berhasil memeroleh Rp 679,8 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 25,9 triliun per tahun 2018 kemudian mengalami peningkatan laba bersih per tahun 2019 menjadi Rp 28,6 triliun.

5. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Bank Negara Indonesia atau BNI adalah perusahaan BUMN asal Indonesia yang memiliki cabang di luar negeri, yaitu Korea Selatan, Seoul ; Singapura ; China, Hongkong ; Jepang, Tokyo ; Inggris, London dan Amerika, New York.

Selain memiliki cabang di luar negeri, BNI juga memiliki anak perusahaan. Tak hanya satu, tetapi sebelas anak perusahaan, diantaranya adalah BNI Remittance Limited Hong Kong, PT Bina Usaha Indonesia, PT BNI Life, PT BNI Multi Finance, PT BNI Nomura Jafco Investment, PT BNI Nomura Jafco Ventura Satu, PT BNI Sekuritas, PT Pembiayaan Artha Negara, PT Sarana Bersama Pembiayaan Indonesia dan PT Asuransi Tri Pakarta.

Bank Negara Indonesia, didirikan pada 5 Juli 1946. Sejak didirikan BNI menjadi Bank Sirkulasi atau Bank Sentral dengan tanggung jawab untuk menerbitkan serta mengelola mata uang Republik Indonesia, yaitu rupiah.

Sebelum rupiah, BNI sebelumnya telah mengedarkan alat pembayaran resmi pertama untuk Indonesia berupa Oeang Republik Indonesia atau disebut pula sebagai ORI. Pendiri serta Direktur Utama BNI adalah Raden Mas Margono Djojohadikusumo.

Pada tahun 1955, BNI memiliki peran sebagai bank pembangunan lalu mendapat hak untuk menjadi bank devisa. Kemudian, BNI pun memiliki status menjadi bank umum sejalan dengan penambahan modal di tahun yang sama dan mendapatkan penetapan secara yuridis melalui Undang-Undang Darurat no 2 tahun 1955.

banner-promo-gramedia

Dengan track perusahaan yang terus berkembang tersebut, BNI mampu melakukan penyaluran kredit sebesar Rp 512,51 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 15 triliun per tahun 2018 lalu pada tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi Rp 15,4 triliun.

5 Buku Yang Membuat Anda Lebih Tahu Tentang Perusahaan & BUMN

1. Transformasi BUMN Menuju Pentas Global

2. Era BUMN

3. Marketing Platform For BUMN

4. Pengembangan dan Pelatihan SDM Perusahaan

banner-promo-gramedia

5. Mengelola Perusahaan Jasa Profesional

 

6. PT Astra Internasional

Berada di peringkat keenam, PT Astra Internasional merupakan perusahaan yang disebut sebagai konglomerat multinasional. PT Astra Internasional berdiri pada tahun 1957 yang awalnya bernama PT Astra International Incorporated kemudian menjadi PT Astra Internasional Tbk.

Perusahaan ini bergerak di bidang otomotif dan merupakan perusahaan terbesar di Asia Tenggara yang bergerak di sektor tersebut. Selain bergerak di sektor otomotif, PT. Astra Internasional juga memiliki berbagai ruang lingkup kegiatan lainnya. Contohnya seperti perdagangan, perindustrian, pengangkutan, jasa pertambangan, pembangunan, pertanian hingga jasa konsultasi. Kemudian pada tahun 2016, PT Astra Internasional kemudian meluncurkan lini bisnisnya yaitu bisnis properti.

Dengan lini bisnis yang ada di berbagai bidang, PT Astra Internasional berhasil memeroleh penjualan sebanyak Rp 239,21 triliun dengan laba bersih sebanyak Rp 21,67 triliun per tahun 2018 serta 2019.

7. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk

Bank Tabungan Negara atau BTN merupakan perusahaan BUMN yang berdiri pada tahun 1897 dengan nama Postspaarbank atau bank tabungan pos. Kemudian pada tahun 1942, pada masa pendudukan Jepang BTN dibekukan dan menjadi Tyokin Kyoku atau Chokin Kyoku.

Usai kemerdekaan Indonesia, BTN kemudian diambil alih kembali oleh pemerintah Indonesia serta berubah menjadi Kantor Tabungan Pos. Setelah pengambilalihan tersebut, nama serta bentuk perusahaan bank ini terus berubah hingga pada tahun 1963, barulah BTN memiliki nama serta bentuk perusahaan yang resmi dan berlaku hingga sekarang.

Usai memiliki nama serta bentuk perusahaan yang tetap, BTN kemudian ditunjuk oleh pemerintah melalui Surat Menteri Keuangan RI No. B-49/MK/I/1974 pada 29 Januari 1974 sebagai wadah untuk pembiayaan proyek perumahan bagi rakyat Indonesia. Atas perintah tersebut, maka pada tahun yang sama BTN pun mulai merealisasikan program Kredit Pemilikan Rumah atau KPR.

Karena program KPR tersebut, BTN dinilai menjadi bank yang berhasil menunjukan kinerja baik. BTN pun berhasil melakukan penyaluran kredit mencapai Rp 220,07 triliun dengan laba bersih yang diperoleh sebesar Rp 3,2 triliun.

8. PT Bank Danamon Tbk

Bank Danamon pertama kali berdiri pada tahun 1956 dengan menggunakan nama PT Bank Kopra Indonesia. Lalu, usai berjalan selama beberapa tahun, bank ini merubah namanya di tahun 1967 menjadi Bank Danamon dan tidak berganti nama hingga sekarang.

Bank Danamon menjadi bank pertama di Indonesia yang mempelopori pertukaran mata uang asing dengan bank devisa pada tahun 1976. Karena hal tersebut, bank Danamon menjadi bank devisa pertama di Indonesia. Bank Danamon merupakan perusahan perbankan yang memiliki anak perusahaan, yaitu Enterprise Banking and Financial Institution, Perbankan Konsumen serta Transaction Banking.

Sebagai perusahaan terbesar kedelapan di Indonesia, bank Danamon memiliki lebih dari 1.600 cabang yang meliputi kantor cabang konvensional, unit Danamon Simpan Pinjam, unit usaha Syariah serta kantor-kantor cabang anak perusahaan bank Danamon.

Jaringan dari bank Danamon diketahui mencapai lebih dari 1.300 Anjungan Tunai Mandiri atau ATM dengan mesin setoran tunai mencapai 70 buah yang berada di seluruh Indonesia. Pada tahun 2012 hingga sekarang, bank Danamon menjadi salah satu mitra perbankan resmi dari sebuah klub sepak bola yang berasal dari Inggris yaitu Manchester United di Indonesia.

Perusahaan terbesar kedelapan di Indonesia ini berhasil melakukan penyaluran dana kredit sebesar Rp 178,2 triliun di tahun 2018 dengan laba bersih mencapai sekitar Rp 3,9 triliun per tahun 2018.

9. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk

Pada urutan kesembilan, PT Telekomunikasi Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Telkom Indonesia berhasil mencapai penjualan sebesar Rp 130,78 triliun, Dengan jumlah penjualan yang besar, Telkom Indonesia mampu memeroleh laba bersih sebesar Rp 18,7 triliun per tahun 2019.

Seperti yang diketahui, bahwa Telkom Indonesia merupakan perusahaan BUMN yang telah melepas kepemilikan saham sebesar 49,17 persen ke publik. Namun, pemerintah Indonesia masih memiliki saham mayoritas lebih dari 52,09 persen.

Perusahaan Telkom Indonesia, bergerak di bidang informasi dan komunikasi dengan menyediakan jasa serta jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia. Telkom Indonesia merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan pelanggan telepon selulernya mencapai 104 juta dan pelanggan telepon tetanya mencapai 15 juta.

Sebelum menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, pemerintah Indonesia mendirikan badan usaha swasta untuk menyediakan layanan pos serta telegraf yang didirikan pada tahun 1882. Kemudian setelah melalui konsolidasi, layanan komunikasi oleh Pemerintah Hindia Belanda melalui Post Telegraaf Telefoon (PTT) pun mulai melakukan pengoperasian atas layanan jasa telegraf elektromagnetik pada 23 Oktober 1856.

Kemudian pada 1991, yang mulanya bernama Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) berubah bentuk menjadi Perseroan dengan nama Telekomunikasi Indonesia.

10. PT Hanjaya Mandala Sampoerna

Perusahaan terbesar terakhir di Indonesia adalah PT Hanjaya Mandala Sampoerna, merupakan perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Perusahaan ini resmi didirikan pada 19 Oktober 1963. Sebelum menjadi PT Hanjaya Mandala Sampoerna, perusahaan ini bernama PT Perusahaan Dagang dan Industri Panamas. Kemudian pada tahun 1989, barulah nama perusahaan berubah menjadi HM Sampoerna hingga sekarang.

HM Sampoerna memiliki produk andalan berupa rokok Dji Sam Soe serta A Mild dengan penjualan mencapai Rp 106,74 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 13,5 triliun dan mengalami peningkatan pada tahun 2021 menjadi Rp 13,7 triliun.

Itulah profil singkat serta jumlah pendapatan dari sepuluh perusahaan terbesar di Indonesia, baik perusahaan BUMN maupun BUMS yang memiliki citra serta kinerja baik di mata masyarakat serta konsumen. Sehingga mampu terus berkembang dan dipercayai.

Grameds bisa mengetahui lebih lanjut mengenai perusahaan-perusahaan yang bergerak di berbagai bidang di Indonesia melalui membaca buku dengan topik terkait. Buku-buku dengan topik SDM perusahaan hingga pengalaman perusahaan bekerja di bidangnya dapat dikulik lebih lanjut dengan membeli dan membaca buku di Gramedia.

Karena sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia senantiasa memberikan buku referensi dengan topik serta kualitas yang baik untuk Grameds. Baca dan beli bukunya sekarang juga!

Baca juga artikel terkait :

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Elsya Islamay