in

10 Hewan Terkecil di Dunia, Kamu Bisa Melihatnya?

10 Hewan Terkecil di Dunia – Hewan di dunia memiliki spesies yang beragam. Setiap spesiesnya juga memiliki ciri dan keunikannya masing-masing, mulai dari bentuk tubuh, ukuran tubuh, dan hal-hal lain yang ada pada spesies hewan tersebut. Keunikan yang akan dibahas dalam artikel ini adalah hewan yang memiliki tubuh terkecil di dunia.

Hewan yang memiliki tubuh normal dan besar mungkin sudah sering kita lihat di kehidupan kita, namun bagaimana jika hewan seperti monyet, kelelawar, tikus, bahkan hiu memiliki tubuh yang sangat kecil? Bagi kalian yang belum tahu pasti penasaran apakah ada hewan-hewan seperti yang disebutkan itu bertubuh kecil.

beli sekarang

Buku ini berisi penjelasan hewan-hewan yang dibuat seperti cerita, misalnya mengapa bangau tidur dengan posisi kepala diputar ke belakang dan dipendam dalam bulu dan lain sebagainya.

Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja hewan terkecil di dunia serta keunikan yang dan penjelasan lengkapnya, mari simak ulasan berikut.

1. Pygmy Marmoset

pygmy marmoset
Pexels

Hewan Pygymy Marmoset atau Marmoset kerdil ini adalah salah satu primata yang memiliki ukuran tubuh terkecil di dunia, bahkan ukuran tubuhnya pun hanya sebesar ibu jari. Panjang tubuh yang dimiliki hewan ini tanpa ekornya sekitar 117 – 152 milimeter dan ekornya memiliki panjang sekitar 172 – 229 milimeter. Pygmy Marmoset yang sudah dewasa akan memiliki berat sekitar 100 gram, sedangkan untuk betina memiliki tubuh yang lebih besar dari jantan.

Makanan hewan ini adalah getah pohon. Setiap harinya, mereka akan terus menggerogoti kulit pohon dengan gigi khususnya hingga kulit pohon atau tanaman terkelupas dan bisa mendapatkan getahnya. Selain itu, hewan ini juga dapat memakan serangga serta buah-buahan.

Tubuh Pygmy Marmoset memiliki warna kuning kecokelatan dengan warna abu-abu kehitaman pada bagian kepalanya. Leher yang dimiliki primata ini seperti burung hantu, yaitu bisa berputar hingga 180 derajat. Hewan ini juga memiliki cakar yang tajam untuk membantunya mencengkeram kulit-kulit pohon. Meski hewan ini memiliki tubuh yang kecil, namun ia bisa melompat hingga ketinggian 5 meter.

Habitat asli Pygmy Marmoset berada di hutan hujan Amazon, namun habitatnya tersebut sudah terancam rusak karena penggundulan hutan di hutan hujan Amazon. Saat ini hewan ini dirawat di kebun binatang kota Wina yang ada di Austria. Kebun binatang tersebut membuat proyek untuk Pygmy Marmoset melindungi spesiesnya agar tidak semakin langka dengan membuat proyek bernama “Endangered Animals in Europe”.

2. Bumblebee Bat

bumblebee bat
Facts.net

Bumblebee Bat atau Kelelawar Bumblebee ini memiliki panjang dari kepala sampai tubuh kelelawar sekitar 1,14 – 1,3 inci atau 29 – 33 milimeter saja. Hal tersebut yang menjadikannya sebagai salah satu hewan terkecil di dunia, karena biasanya kelelawar tidak memiliki tubuh sekecil itu. Lebar sayap yang dimiliki kelelawar ini 6,7 inci atau 170 milimeter dan besar telinganya 0,4 inci atau 10,2 milimeter. Berat rata-rata dari Bumblebee Bat hanya mencapai 0,7 ons atau 2 gram saja.

Kelelawar ini memiliki hidung seperti babi karena lubang hidungnya besar dengan septum yang lebar juga. Orang-orang yang melihat kelelawar ini menganggapnya seperti hidung babi. Kelelawar ini memiliki warna merah kecokelatan dan abu-abu. Mereka memiliki keunikannya tersendiri seperti, tidak memiliki ekor padahal memiliki dua tulang belakang, selain itu telinganya cukup besar bagi hewan sekecil itu.

Kamu dapat membedakan Bumblebee Bat jantan dengan betina dengan pembengkakan besar yang ada di dasar tenggorokan kelelawar ini. Kelelawar betina juga memiliki satu set puting susu yang berada di dekat pangkal paha mereka.

Bumblebee Bat biasa tinggal di gua-gua batu kapur yang ada di hutan Thailand dan Myanmar. Yang unik dari kelelawar ini adalah ia hanya pernah tersesat sejauh 0,62 mil atau 1 kilometer dari gua mereka, tidak pernah lebih dari itu.

banner-promo-gramedia

Karena beberapa orang mengetahui tempat tinggal mereka, mereka merasa manusia menjadi ancaman. Manusia yang mengunjungi tempat tinggal mereka biasanya mengumpulkan dan mengeringkan guano kelelawar atau kotoran yang digunakan untuk pupuk. Hal tersebut sedikit menganggu ketenangan kelelawar yang ada di gua.

Biasanya jika kelelawar ingin makan, mereka akan mencari makan di kanopi hutan bambu di sekitar gua tempat tinggal mereka. Makanan utama Bumblebee Bat adalah serangga. Biasanya kelelawar akan mengumpulkan serangga dengan menangkapnya saat terbang atau saat hinggap di daun. Karena kelelawar ini hewan insektivora, mereka juga bermanfaat untuk mengendalikan hama serangga di suatu daerah.

3. Madame Berthe’s Mouse Lemur

Berthe’s Mouse Lemur
Wikipedia

Madame Berthe’s Mouse Lemur memiliki nama latin microcebus berthae ini merupakan primata yang hidup di Madagaskar. Lemur memiliki banyak spesies yang dapat ditemukan di Pulau Madagaskar, namun lemur inilah yang unik karena memiliki tubuh yang mungil. Lemur ini memiliki panjang tubuh sekitar 9 – 11 centimeter, dengan panjang ekor 12 – 14 centimeter, serta beratnya rata-rata mencapai 30,6 gram.

Madame Berthe’s Mouse Lemur memiliki warna punggung kemerahan dengan garis gelap dari bahu belakang sampai ekornya. Warna bulu yang ada di perutnya adalah krem atau abu-abu pucat. Lemur ini juga memiliki hidung yang kecil namun mata yang besar dan dilapisi oleh tapetum lucidum yang berfungsi untuk melihat di malam hari.

Madame Berthe’s Mouse Lemur sekarang hidup ini Taman Nasional Hutan Kirindy yang ada di sebelah barat Pulau Madagaskar. Selain itu, primata ini juga dapat ditemukan di daerah Ambarida dan Cagar Andranomena. Biasanya lemur ini tinggal di dalam sarang yang dibentuk dari daun dan ranting atau juga melubangi pohon.

Lemur ini biasanya tinggal di hutan yang cukup kering dengan durasi kemarau selama 7 bulan. Lemur ini juga termasuk hewan omnivora, mereka memakan buah, serangga, dan hewan vertebrata seperti bunglon, dan tokek yang berukuran kecil.

Hewan ini sangat aktif di malam hari, atau bisa disebut dengan hewan nokturnal. Pada malam hari, mereka biasanya bergerak sendirian di pepohonan yang disebut sebagai hewan soliter. Lemur yang memiliki kelamin jantan memiliki wajah yang lebih lebar daripada lemur betina. Meski dikatakan sebagai hewan penyendiri, namun mereka juga dapat bertumpang tindih saat melakukan interaksi dengan lemur lain.

4. Brookesia Micra

Brookesia Micra
IDN Times

Brookesia Micra merupakan bunglon yang memiliki ukuran terkecil di dunia. Bunglon ini memiliki tubuh yang hanya berukuran 2 – 3 centimeter saja saat mencapai usia dewasa. Seluruh tubuh bunglon ini memiliki spinal di bagian punggungnya seperti bunglon pada umumnya yang berjumlah 11 – 12 ruas. Kulit yang dimiliki oleh Brookesia Micra berwarna coklat kekuningan, serta ekornya yang lebih cerah daripada tubuhnya.

Brookesia Micra hanya dapat ditemukan di pulau kecil sebelah utara dari Pulau Madagaskar yang bernama Pulau Nosy Hara. Pulau tersebut hanya berukuran 3,2 kilometer saja. Pulau tersebut dipenuhi dengan batuan karst dan kapur serta banyak ditumbuhi oleh hutan kering. Meski banyak hutan kering, Brookesia Micra cenderung tinggal di tempat yang lembab dengan pohon yang berakar besar. Mereka juga sering tidur di selembar daun atau rumput, mereka lebih suka dekat dengan permukaan tanah.

Brookesia Micra merupakan speies yang ditemukan pada tahun 2012 oleh ilmuwan Jerman bernama Frank Glaw dan Jorn Kohler, serta ilmuwan asal Amerika Serikat bernama Ted Townsend. Setelah ditemukan, bunglon ini diberi identifikasi sebagai genus brookesia seperti bunglon mini pada umumnya yang ada di Pulau Madagaskar.

Bahkan menurut San Diego Union Tribune, bunglon ini mengalami evolusi yang menyebabkan ukurannya mengecil daripada ukurannya 150 tahun lalu. Pengaruh lain juga disebabkan karena mereka tidak menemui serangga lain dan membuatnya berevolusi semakin mengecil sesuai dengan makanannya serangga yang berukuran kecil juga.

5. Barbados Threadsnake

barbados threadsnake
IDN Times

Barbados Threadsnake adalah ular endemik yang ada di Pulau Barbados yang terletak di Karibia Selatan. Selain itu, ular ini juga dapat ditemukan di Pulau Antigua dan Barbuda. Ular ini sangat sulit ditemukan karena ia hidup di dalam hutan belantara, selain itu ular ini juga sangat kecil.

Ular ini disebut sebagai ular terkecil di dunia karena memiliki tubuh dengan ukuran seperti cacing, yaitu panjangnya hanya 10 centimeter dengan lebar tidak lebih dari satu helai spaghetty. Ukuran ular ini juga lebih kecil daripada koin dollar yang memiliki diameter 24,266 milimeter. Barbados Threadsnake hanya memiliki satu warna yaitu warna coklat tua. Di sekujur tubuhnya terdapat sisik seperti ular pada umumnya, namun lebih kecil.

Ada hal unik yang dimiliki oleh Barbados Threadsnake, di mana ia adalah termasuk hewan yang buta karena tidak memiliki mata seperti reptil pada umumnya. Karena buta, ular ini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengubur diri dan bersembunyi di balik batu.

Meski tubuhnya memiliki ukuran yang sangat kecil, namun ular ini  termasuk ke dalam hewan karnivora. Mereka memangsa serangga-serangga berukuran kecil seperti rayap dan semut. Selain itu, Barbados Threadsnake juga memangsa larva serangga yang mereka temui. Bahkan ular ini juga dianggap berbahaya seperti ular lain karena bisanya yang mematikan.

6. Hiu Lentera Kerdil

Hiu Lentera Kerdil
Wikipedia

Hiu Lentera Kerdil atau bisa disebut sebagai Etmopetrus Perryi adalah hiu berukuran sangat kecil yang bisa dijumpai di perairan Amerika Serikat, lebih tepatnya di Laut Karibia. Hiu ini memiliki ciri dari tubuhnya berwarna coklat tua dan memiliki bola mata yang besar.

Hiu Lentera Kerdil ini  termasuk dalam keluarga dog shark. Keluarga ini terkenal dengan ukuran-ukurannya yang sangat kecil daripada spesies lain, Hiu ini juga merupakan hiu terkecil dalam keluarrga dog shark atau pun jenis lainnya.

Hiu Lentera Kerdil memiliki ukuran maksimal sebesar 20 centimeter saja. Untuk betina memiliki ukuran yang lebih besar daripada yang jantan. Anak Hiu Lentera Kerdil yang baru lahir akan memiliki ekor dengan panjang 6 – 7 centimeter. Ukuran tersebut setara dengan telapak tangan orang dewasa.

Hiu ini tinggal di lautan dengan kedalaman 283 – 439 meter yang cenderung memiliki cahaya yang minim. Mereka jarang sekali naik ke permukaan air. Oleh karena itu, para peneliti menjadi kesulitan untuk menentukan distribusi pemetaan hiu ini secara pasti.

banner-promo-gramedia

beli sekarang

Buku ini merupakan sebuah seri anatomi hewan yang memiliki fokus pada pemaparan anatomi hewan hiu dan juga ikan-ikan lainnya.

7. Thorius Arboreus

Thorius Arboreus
eol.org

Thorius Arboreous adalah seekor salamander yang berasal dari Meksiko. Thorius Arboreous merupakan spesies salamander terkecil daripada spesies lainnya. Salamander ini memiliki ukuran tubuh hanya sekitar 18 milimeter untuk kelamin jantan dan 20 milimeter untuk kelamin betinanya. Kepala salamander ini cukup lebar dan memiliki moncong pada mulutnya, serta matanya yang besar.

Salamander spesies Thorius Arboreous ini biasanya ditemukan di hutan-hutan yang berada di dataran tinggi dan memiliki suhu yang cukup hangat. Bahkan mereka kerap tinggal di bawah kayu yang telah membusuk. Salamander ini memakan jenis-jenis serangga kecil seperti larva.

8. Kelinci Pygmy

kelinci pygmy
youtube.com

Kelinci Pygmy adalah kelinci yang memiliki tubuh kecil daripada kelinci pada umumnya. Kelinci ini memiliki nama latin brachylagus idahoensis. Meski memiliki tubuh yang kecil, namun kelinci ini memiliki gerakan yang cukup lincah dan juga cepat saat berlari. Bahkan, kelinci ini memiliki umur yang lebih panjang daripada kelinci spesies lainnya.

Kelinci yang memiliki tubuh kecil ini memiliki panjang tubuh sekitar 23 – 29 centimeter dengan berat 462 gram. Untuk membedakan jenis kelaminnya, kelinci ini ditandai dengan ukuran tubuh betina yang lebih besar daripada yang jantan. Umumnya kelinci ini berwarna abu-abu coklat dan memiliki ekor yang pendek.

Populasi dari Kelinci Pygmy hanya ada di negara Amerika saja. Lebih tepatnya, habitat asli dari kelinci ini berada di Amerika bagian barat yaitu Nevada Utara, Oregon Selatan, sampai California Timur.

Kelinci ini suka tinggal di semak belukar yang memiliki persediaan makanan yang banyak dan menjadi sarang bagi mereka. Semak belukar ini juga berfungsi sebagai alat bertahan dari serangan hewan buas. Seperti kelinci pada umumnya, kelinci ini juga merupakan hewan herbivora yang memakan berbagai tumbuhan liar.

9. Paedophryne Amauensis

Paedophryne Amauensis
Fyine.com

Paedophryne Amauensis merupakan katak terkecil di dunia. Katak ini hanya memiliki ukuran tubuh sekitar 7,7 milimeter. Karena ukurannya sangat kecil maka katak ini dinobatkan sebagai hewan vertebrata atau hewan bbertulang belakang terkecil sedunia.

Katak ini memiliki habitat asli di Papua Nugini, lebih tepatnya berada di Papua bagian tenggara dari negara Indonesia yang masuk ke dalam Provinsi Tengah. Spesies ini mudah ditemukan di Desa Amau. Hal tersebut yang membuatnya memiliki nama Paedophryne Amauensis.

Ukuran katak yang sangat kecil ini suka tinggal di area yang luas. Ia sangat sering menghabiskan waktunya untuk berdiam diri di daun layu yang lembab yang berjatuhan di tanah area hutan hujan tropis.

Katak ini memiliki keunikan daripada katak lain, yaitu Paedophryne Amauensis tidak mengalami fase berudu dalam metamorfosisnya. Katak ini langsung tumbuh dalam bentuk katak yang berukuran kecil.

beli sekarang

banner-promo-gramedia

Buku ini merupakan sebuah seri anatomi hewan yang memiliki fokus pada pemaparan anatomi hewan katak dan juga hewan amfibi lainnya.

10. Paedocypris Progenetica

Paedocypris progenetica
Twitter.com

Paedocypris progenetica adalah ikan terkecil di dunia yang ditemukan di rawa gambut Pulau Sumatra. Ikan terkecil ini hanya memiliki ukuran panjang 7,9 milimeter untuk betina dan 9,8 centimeter untuk jantan. Karena tubuh ikan ini sangat kecil, ikan ini dapat terlihat seperti dengan larva.

Tubuh ikan ini memanjang dan transparan. Kepala dan otak yang dimiliki ikan ini tidak terlindungi oleh tengkorak kepala. Betina ikan ini hanya mampu menghasilkan sedikit indung telur saja, tidak banyak seperti ikan-ikan lain karena tubuhnya yang kecil.

Keunikan dari ikan ini adalah mereka mampu bertahan hidup ketika cuaca sedang kering. Ketika cuaca kering, mereka bertahan hidup di genangan air dangkal yang ada di rawa-rawa. Karena kehebatan ikan ini, mereka mampu bertahan di rawa yang memiliki tingkat keasaman tinggi, yaitu pH 3, di mana lebih asam daripada air hujan.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Grameds, demikianlah paparan mengenai 10 hewan terkecil di dunia. Keberagaman fauna seperti hewan terkecil ini memanglah sangat jarang kita temui. Bahkan hidup mereka pun terancam punah karena sering diburu oleh manusia karena keunikannya. Oleh karena itu sebaiknya kita harus menjaga populasi hewan-hewan unik ini agar terus hidup dan bertambah populasinya.

Bagi kalian yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai hewan-hewan unik lainnya yang ada di dunia, kalian bisa membeli dan membaca buku yang ada di Gramedia. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas menyediakan buku-buku yang dapat menambah pengetahuanmu. Yuk Grameds, beli bukunya sekarang juga!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ricky Atthariq