in

Apa Itu Profesi? Simak Pengertian dan Perbedaannya dengan Pekerjaan

Sumber: Pixabay

Apa itu profesi? Profesi merupakan pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan tidak termasuk dalam profesi. Lalu apa perbedaan di antara keduanya dan apa itu profesi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang dimaksud oleh profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi oleh pendidikan keahlian, seperti keterampilan serta kejuruan tertentu.

Istilah profesi dapat mengacu kepada siapa saja yang mencari nafkah dengan cara melakukan satu kegiatan yang membutuhkan tingkat pendidikan dan keterampilan atau pelatihan tertentu. Biasanya, profesi memiliki standar tersendiri dan berkaitan dengan profesionalitas sebagai salah satu karakteristik. Agar lebih jelas dalam memahami profesi, berikut penjelasan tentang apa itu profesi dan perbedaannya dengan pekerjaan.

Apa Itu Profesi?

apa itu profesi
Sumber: Pexels

Profesi merupakan kata serapan dari bahasa Belanda yaitu professie dan dalam bahasa Yunani dari kata Epangelia yang artinya janji untuk memenuhi kewajiban melaksanakan suatu tugas khusus dengan tetap atau secara permanen.

Selain itu, profesi juga dapat diartikan sebagai pekerjaan yang membutuhkan pelatihan khusus serta penguasaan pada suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi, pada umumnya memiliki asosiasi profesi, kode etik dan proses sertifikasi serta lisensi khusus untuk bidang profesi tersebut.

Seseorang yang memiliki kompetensi pada suatu profesi disebut profesional. Meskipun begitu, istilah profesional juga sering digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan katanya amatir.

Menurut buku Etika Profesi: Membangun Profesionalisme Diri yang ditulis oleh Sukarman Purba, dkk istilah profesi diartikan sebagai segala sesuatu hal yang memiliki kaitan dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan serta bidang keahlian.

Jadi artinya, apa itu profesi adalah pekerjaan yang dilaksanakan untuk dapat menghasilkan nafkah hidup dengan mengandalkan suatu keahlian. Oleh sebab itulah, tidak semua pekerjaan termasuk sebagai profesi.

Profesi hanya pekerjaan yang mengandalkan keahlian saja. Profesi tidak seperti pekerjaan yang dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa adanya pelatihan dan tanpa adanya persiapan khusus untuk dapat melakukan pekerjaan tersebut.

Keahlian untuk menjadi profesional diperoleh dengan latihan, pendidikan maupun sertifikasi yang dilakukan sebelum menjalani suatu profesi dan setelah menjalankan berbagai macam profesi.

Pengertian Profesi Menurut Para Ahli

Agar Grameds bisa memahami lebih lanjut apa itu profesi, berikut pengertian profesi menurut para ahli.

1. Prakoso dan Tobing

Prakoso dan Tobing menyatakan pendapat bahwa profesi merupakan sebutan atau jabatan di mana para penyandang istilah profesi tersebut memiliki pengetahuan khusus yang diperoleh melalui pelatihan maupun pengalaman lainnya atau bahkan keduanya. Maka dari itu, ia dapat memberi nasihat, membimbing, memberikan saran untuk dapat melayani orang lain dalam bidang profesi yang menjadi keahliannya.

2. Muchtar

Muchtar berpendapat bahwa profesi merupakan suatu konsep yang lebih spesifik dibandingkan pekerjaan. Sementara itu, pekerjaan memiliki pengertian yang lebih luas dari profesi. Istilah profesi merupakan pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan termasuk sebagai profesi.

3. Sumaryono

Profesi menurut Sumaryono memiliki definisi sebagai sebutan atau jabatan, di mana orang yang menyandang sebutan ini memiliki pengetahuan khusus yang diperoleh dengan cara training atau pengalaman lainnya, sehingga penyandang profesi dapat membimbing, memberi nasihat maupun saran serta melayani orang lain sesuai dengan bidangnya.

4. Darmodiharjo dan Sidharta

Darmodiharjo dan Sidharta menjelaskan bahwa profesi merupakan pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok guna menghasilkan nafkah hidup serta membutuhkan keahlian khusus. Unsur keahlian tersebutlah yang menjadi pembeda dari profesi bersifat umum serta profesi bersifat luhur.

5. Kanter

Menurut Kanter profesi adalah pekerjaan dari kelompok terbatas dari orang-orang yang memiliki keahlian khusus yang diperoleh dengan training ataupun pengalaman lainnya. Penyandang profesi tersebut dapat membimbing ataupun memberi nasihat, bahkan keahliannya digunakan untuk melayani orang lain dalam bidangnya.

6. Sonny Keraf

Sonny Keraf berpendapat bahwa profesi merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan mengandalkan keahlians erta keterampilan tinggi serta melibatkan komitmen pribadi. Orang profesional adalah orang yang tekun melakukan pekerjaannya dengan purna waktu, mereka hidup dari pekerjaan tersebut dengan mengandalkan keahlian yang mereka miliki dengan komitmen pribadi tinggi.

7. Brooks

Menurut Brooks profesi adalah suatu kombinasi atau gabungan dari fitur kewajiban dan hak yang dibingkai menjadi seperangkat nilai profesional yang umum.

8. Peter Jarvis

Peter Jarvis mengemukakan pendapat bahwa profesi adalah suatu pekerjaan yang sesuai dengan studi intelektual maupun pelatihan khusus yang memiliki tujuan untuk dapat menyediakan pelayanan keterampilan bagi orang lain dengan upah tertentu.

9. Everett Hughes

Everett Hughes berpendapat bahwa profesi merupakan suatu pekerjaan yang ada pada bidang tertentu, di mana seorang profesional memiliki pengetahuan lebih baik dibandingkan dengan kliennya tentang suatu hal yang terjadi pada klien tersebut.

10. Morris L. Cogan

Profesi menurut Morris L. Cogan adalah suatu keterampilan khusus yang dalam praktiknya didasarkan pada suatu struktur teoritis tertentu dari berbagai bagian ilmu pengetahuan yang ada.

11. Edgar Henry Schein

Edgar Henry Schein (1962) menjelaskan bahwa definisi profesi adalah suatu set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus dan asalnya adalah dari peran khusus yang ada di masyarakat.

12. Dedi Supriyadi

Dedi Supriyadi berpendapat bahwa profesi merupakan suatu pekerjaan maupun jabatan yang membutuhkan keahlian khusus, tanggung jawab dan tentunya kesetiaan pada pekerjaan tersebut.

13. Doni Koesoema

Doni Koesoema menjelaskan bahwa profesi adalah suatu pekerjaan yang memiliki wujud sebagai jabatan pada hierarki birokrasi dan menuntut keahlian maupun etika khusus untuk jabatan tersebut dan pelayanan baku pada masyarakat.

Dari penjelasan tentang pengertian profesi menurut para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa profesi adalah karir yang membutuhkan perhatian khusus maupun gelar berkelanjutan.

Pada umumnya ada standar kompetensi tersendiri pada ilmu pengetahuan maupun bidang pendidikan yang ditunjukan dan memenuhi kode etik maupun standar etika. Profesi adalah pekerjaan yang dibayar atau mendapatkan upah tertentu, terutama ketika ada pelatihan berkepanjangan dengan kualifikasi formal.

Seseorang yang memiliki profesi pada bidang tertentu, disebut sebagai profesional. Istilah profesional juga seringkali dimaknai sebagai keahlian teknis yang dimiliki oleh seseorang.

Seorang profesional adalah seseorang yang mampu menjalankan profesinya dengan baik dan benar. Ia juga harus mampu melakukannya sesuai dengan sikap serta etika profesional.

Sikap profesional adalah sikap yang memiliki komitmen tinggi, tanggung jawab, berpikir secara sistematis dan menguasai materi secara mendalam. Sementara itu, profesionalisme adalah proses evolusi yang menggunakan pendekatan organisasi serta sistematis guna mengembangkan profesi ke arah profesional.

Karakteristik Profesi

apa itu profesi
Sumber: Pexels

Profesi merupakan pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi memiliki karakteristik atau cirinya sendiri yang membuatnya berbeda dari pekerjaan. Agar tidak bingung, berikut penjelasan karakteristik profesi.

1. Telah Melalui Uji Kompetensi

Profesi dinilai sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seorang profesional sesuai dengan bidang keahliannya. Oleh karena itulah, untuk dapat menjalankan profesi tersebut, maka seorang profesional harus bersangkutan dengan uji kompetensi dan lulus dari ujian tersebut. Melalui ujian tersebut, maka dapat disimpulkan apakah orang tersebut pantas atau layak untuk menjadi seorang profesional dalam bidang tertentu atau tidak.

2. Memiliki Kode Etik untuk Menjalankan Profesinya

Sebagai seorang profesional, dalam melaksanakan tugas profesinya maka ia harus dibatasi oleh kode-kode etik tertentu. Hal tersebut memiliki tujuan, yaitu agar seorang profesional tidak berlaku sewenang-wenang ataupun memanfaatkan keahlian profesinya tersebut. Tentu saja, kode etik bagi setiap profesi berbeda-beda dan disesuaikan dengan profesinya. Contohnya kode etik dokter tentu saja berbeda dengan kode etik jurnalis ataupun dokter.

3. Memiliki Keterampilan serta Pengetahuan Khusus

Seseorang yang bekerja serta memiliki profesi tertentu, memiliki keterampilan dan pengetahuan khusus yang sesuai dengan bidangnya. Maka artinya, profesi bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan oleh seseorang yang serba tahu atau bisa melakukan apa saja, tetapi seorang profesional telah memiliki keterampilan dan pengetahuan khusus yang berkaitan dengan bidangnya.

Mereka yang memiliki profesi telah menempuh jalur pendidikan serta mungkin saja telah mengikuti berbagai macam pelatihan yang panjang maupun banyak. Maka tidak heran, jika seorang profesional memiliki pendidikan tinggi.

4. Pada Umumnya Bekerja Demi Kepentingan Umum

Beberapa profesi pada umumnya akan dihubungkan dengan kepentingan umum. Maka dengan kata lain, seorang profesional biasanya bekerja untuk kepentingan umum. Contohnya seperti profesi guru yang bekerja untuk mendidik siswa ataupun generasi penerus bangsa.

Ada pula profesi dokter yang bertugas untuk membantu orang ketika mengalami berbagai macam permasalahan kesehatan. Hal ini tentu sama seperti polisi ataupun pengacara dan profesi lainnya.

5. Memiliki Lisensi

Seperti yang Grameds ketahui, bahwa profesi dianggap sebagai sebuah pekerjaan yang profesional serta tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Hanya orang yang telah menempuh pelatihan khusus serta pendidikan yang sesuai saja lah yang dapat mendapatkan gelar tersebut.

Oleh sebab itulah, seseorang yang memiliki profesi juga harus memiliki lisensi pekerjaan yang berkaitan dengan bidangnya. Lisensi tersebut digunakan sebagai salah satu bukti, bahwa orang tersebut memang telah berkompeten dalam bidang profesinya.

6. Memiliki Otonomi Kerja Sendiri

Seseorang yang memiliki profesi harus memiliki otonomi kerjanya sendiri. Maka artinya, orang tersebut bekerja sesuai dengan teori yang telah disepakati bersama dan telah dikuasai selama pendidikan maupun pelatihannya. Jadi, langkah yang diambil oleh setiap profesi tidak akan terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya.

7. Tergabung dalam Asosiasi Resmi

Pada umumnya, orang yang memiliki profesi tergabung dalam asosiasi resmi yang telah diakui oleh pemerintah. Asosiasi tersebut memiliki fungsi untuk dapat mengatur anggotanya, termasuk dalam menjaga agar kode etik yang telah disepakati dilaksanakan bersama-sama. Beberapa contoh dari asosiasi profesi adalah PGRI yang ditujukan bagi guru, IDI untuk profesi dokter dan lain sebagainya.

8. Memiliki Standar Moral yang Tinggi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa profesi pada umumnya berkaitan dengan pengabdian pada masyarakat atau pelayanan pada masyarakat, oleh sebab itu, profesi memiliki kaidah dan standar moral yang tinggi di dalamnya. Hal ini umum dan telah diatur pada setiap kode etik profesi yang dijalani.

9. Memiliki Status dan Imbalan Tinggi

Seseorang yang memiliki profesi, biasanya mendapatkan gelar tersebut tidak secara cuma-cuma. Artinya orang tersebut harus berusaha untuk mendapatkan gelar profesi tersebut dengan cara menempuh pendidikan, mengikuti berbagai macam pelatihan serta mengikuti uji kompetensi. Oleh sebab itu, biasanya profesi memiliki imbalan atau penghasilan yang tinggi.

Seseorang yang memiliki profesi juga akan meraih status tinggi di masyarakat, prestise. Kedua hal ini, dianggap sebagai pengakuan pada layanan yang diberikan oleh seorang profesional pada masyarakat.

10. Layanan Publik dan Mengatur Diri

profesi tentu tergabung dalam organisasi profesi, sebab karakteristik profesi adalah mampu mengatur organisasi sendiri tanpa ada campur tangan pemerintah. Professional diatur oleh para senior, praktisi yang dihormati maupun orang-orang yang telah memiliki kualifikasi paling tinggi.

Profesional mendapatkan penghasilan jika mampu mempertahankan pekerjaannya dengan kebutuhan publik. Contohnya seperti layanan dokter yang memiliki kontribusi pada kesehatan masyarakat.

 

Perbedaan Profesi dan Pekerjaan

apa itu profesi
Sumber: Pexels

Banyak orang mengira bahwa profesi dan pekerjaan adalah dua istilah yang sama. Akan tetapi, keduanya berbeda, meskipun profesi merupakan pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan termasuk dalam profesi. Lalu apa perbedaan di antara keduanya? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Keahlian

Perbedaan pertama dari profesi dan pekerjaan dapat dilihat dari keahlian atau keterampilan di antara keduanya. Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus, sementara pekerjaan tidak membutuhkan keterampilan khusus yang dikuasai oleh seseorang. Siapa saja dapat melaksanakan pekerjaan, sedangkan profesi hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang ahli dalam bidangnya.

2. Latar Belakang Pendidikan

Untuk menjadi profesional dan meraih gelar tertentu, seseorang harus memiliki keahlian dan keterampilan tersebut. Keterampilan tersebut diperoleh dengan pendidikan, mengikuti berbagai macam pelatihan dan uji kompetensi. Sedangkan pekerjaan, dapat dilakukan meskipun orang yang melakukannya tidak memiliki latar belakang pendidikan yang berhubungan sama sekali.

3. Kualifikasi yang Dibutuhkan

Pekerjaan tidak menuntut kualifikasi tertentu, asalkan orang yang mengerjakan memiliki keinginan, maka pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan. Berbeda dengan profesi. Seorang profesional perlu memiliki kualifikasi yang harus dipenuhi dan ditekuni.

4. Jumlah Penghasilan yang Didapatkan

Pada umumnya, sebuah profesi yang dijalani sebagai sumber pemasukan utama memiliki jumlah penghasilan yang berbanding lurus dengan keahlian yang dimiliki oleh orang tersebut.

Jadi, semakin ahli, semakin profesional seseorang, maka semakin besar pula besaran penghasilan yang diperoleh. Meskipun profesi dan pekerjaan dilakukan untuk mencari nafkah, tetapi pekerjaan umumnya tidak dapat memberikan jumlah penghasilan sebesar profesi.

Pekerjaan perlu dicari dan jaringan yang luas akan memperbesar peluang seseorang mendapatkan pekerjaan. Sebaliknya dengan profesi, profesi akan mendatangkan penghasilan dengan sendirinya. Profesi disertai dengan keterampilan khusus yang dikuasai dan membuat seorang profesional dicari oleh masyarakat yang membutuhkan.

5. Pengaruh pada Status sosial

Profesi yang ditekuni oleh seseorang, akan meningkatkan status sosial seorang profesional di kalangan masyarakat. Sedangkan pekerjaan cenderung tidak memberi pengaruh apapun pada status sosial seseorang.

6. Keterikatan pada Peraturan Tertentu

Pekerjaan umumnya memiliki sifat yang lebih bebas dibandingkan dengan profesi. Suatu profesi dalam praktiknya, memiliki keterikatan pada peraturan tertentu, contohnya seperti kode etik profesi.

Setiap profesi memiliki kode etik yang berisi norma dan menjadi pedoman bagi para profesional dalam melaksanakan pekerjaannya. Kode etik tersebut akan menjaga mutu serta memberikan jaminan secara moral. Oleh karena itu,, seorang profesional tidak dapat berbuat seenaknya dan sewenang-wenang dengan keahlian yang mereka miliki.

Contoh dari kode etik adalah kode etik jurnalistik. Dalam kode etik jurnalistik, para jurnalis tidak diperbolehkan menuliskan opini pribadi pada sebuah berita.

https://www.gramedia.com/products/profesionalisme-guru-dalam-pembelajaran?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/profesionalisme-guru-dalam-pembelajaran?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Penutup

Itulah penjelasan tentang apa itu profesi yaitu pekerjaan yang membutuhkan pelatihan serta penguasaan pada pengetahuan khusus yang berkaitan dengan profesi tersebut. Jika Grameds tertarik untuk memahami lebih lanjut tentang profesi tertentu, maka Grameds bisa memperoleh informasinya dengan membaca buku.

Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia.com menyediakan berbagai macam buku tentang profesi. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Khansa

Baca juga:

 



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by M. Hardi