Ekonomi

Memahami Pengertian, Tujuan, dan Ruang Lingkup Ekonomi Makro

ruang lingkup ekonomi makro
Written by M. Hardi

Ruang lingkup ekonomi makro – Ekonomi adalah salah satu jenis ilmu yang sudah berkembng sejak zaman peradaban kuno. Dari mulai bentuk yang begitu sederhana, ilmu ekonomi dapat berkembang sehingga menjadi lebih kompleks dan terstruktur seperti saat ini.

Cakupan ilmu ekonomi memang begitu luas. Tentunya jika kita membahas secara keseluruhan mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Namun,dalam artikel ini akan kita bahas tentang salah satu bagian dari ilmu ekonomi yaitu ekonomi makro. Mungkin bagi kalian yang kerap berkutat di dunia ekonomi tak asing dengan istilah ekonomi makro.

Lantas apa sih sebenarnya ekonomi makro itu? Lebih jelasnya, simak ulasan di bawah ini.

Pengertian Ilmu Ekonomi

Sebelum kita membahas tentang ekonomi makro, akan lebih baik jika kita juga tahu apa itu ilmu ekonomi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, ilmu ekonomi memiliki dua definisi yang berbeda.

Definis pertama, ilmu ekonomi merupakan ilmu yang berhubungan dengan produksi, distribusi, konsumsi barang dan juga masalah yang berhubungan dengan hal tersebut seperti tenaga kerja, pembiayaan dan juga keuangan.

Lalu, untuk definisi yang kedua dari ilmu ekonomi dalam KBBI adalah sebuah ilmu pengetahuan terkait dengan kegiatan sosial manusia dalam proses pemenuhan kebutuhan hidup yang didapatkan dari lingkungannya.

Cabang Ilmu Ekonomi

ruang lingkup ekonomi makro

Sumber: Pixabay

Ilmu ekonomi dibagi menjadi dua cabang yaitu ekonomi makro dan ekonomi mikro. Dilihat dari konteksnya, kedua jenis cabang ilmu ekonomi ini memiliki perbedaan yang cukup mendasar.

Dimana ekonomi makro lebih fokus terhadap ekonomi secara menyeluruh. Sedangkan untuk ekonomi makro lebih ke arah unit ekonomi secara perorangan.

Selain itu, perbedaan dari keduanya juga bisa dilihat dari bagaimana para pakar ekonomi memberikan penekanan terhadap tema yang akan dibahas. Penekanan bagi para penganut teori ekonomi mikro biasanya adalah pada perilaku agen ekonomi secara keseluruhan.

Sedangkan bagi mereka yang menganut teori ekonomi mikro akan memberikan penekanan terhadap perilaku perorangan atau individu. Sebagai contohnya adalah bagaimana perilaku sebuah perusahaan yang berkedudukan sebagai produsen serta konsumen dan juga tenaga kerja dalam konteks yang lebih terbatas.

Lalu ada perbedaan lain dari teori ekonomi tersebut adalah terhadap asumsi yang digunakan. Dimana teori ekonomi mikro kerap juga disebut sebagai teori ekonomi klasik memiliki asumsi jika struktur pasar merupakan suatu bentuk persaingan yang sempurna, informasinya sempurna dan juga simetris.

Selain itu, ada juga kesamaan pada bagian input dan output serta para pelaku ekonomi rasional yang juga terdapat tujuan untuk bisa memaksimalkan keuntungan. Teori tersebut juga memiliki sebuah asumsi jika penyesuaian melalui mekanisme pasar seketika bisa tercapai yang mana uang hanya difungsikan sebatas sebagai alat transaksi.

Dengan demikian, menurut para penganut teori ekonomi klasik. Masalah ekonomi hanya terdapat pada isi penawarannya saja.

Momentum Great Depression yang terjadi pada tahun 1929 hingga 1933 juga menjadi tonggak bangkitnya teori ekonomi makro, yang mana teori tersebut lahir sebagai kritik atas teori klasik ala Smith. Adam smith sendiri merupakan tokoh paling populer dalam ekonomi mikro.

Teori makro yang bangkit tersebut dipelopori oleh John Maynard Keynes hingga para pengikutnya kerap disebut sebagai Keynesian.

Kebalikan dari asumsi para pengusung teori ekonomi mikro, kaum Keynesian memiliki anggapan jika struktur pasar memiliki suatu kecenderungan yang monopolistik dengan informasi secara asimetris dan tak sempurna.

Lalu, untuk input dan output yang dijadikan sebagai pertukaran juga bisa dalam berbagai macam jenis. Keynesian juga memiliki asumsi jika uang tak hanya bisa digunakan sebagai alat transaksi saja, tetapi uang juga bisa digunakan sebagai alat penyimpanan nilai.

Dengan demikian uang sangat memiliki kemungkinan untuk bisa didapatkan sebuah keuntungan dengan tindakan yang lebih spekulatif. Dari beberapa asumsi tersebut, bisa ditarik kesimpulan jika ekonomi makro memiliki pandangan jika peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk proses pengelolaan perekonomian dengan kebijakan yang lebih moneter dan fiskal.

https://www.gramedia.com/products/pengantar-ekonomi-makro?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Pengertian Ekonomi Makro

ruang lingkup ekonomi makro

Sumber: Pixabay

Sebelumnya telah dijelaskan secara singkat apa itu ekonomi makro. Dalam poin ini, akan dijelaskan lebih dalam lagi tentang ekonomi makro.

Ekonomi makro adalah suatu ilmu yang mempelajari ekonomi secara keseluruhan. Studi ekonomi makro secara khusus belajar tentang hal-hal yang berhubungan dengan ekonomi, tetapi dalam skala yang lebih besar dan secara menyeluruh.

Oleh karena itu, ekonomi makro kerap dipakai sebagai salah satu instrumen dalam proses analisa dan perancangan rangkaian target kebijakan yang berbuhan dengan inflasi, tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi serta keseimbangan neraca pembayaran secara berkelanjutan.

Selain itu, studi ekonomi makro juga bisa digunakan untuk melakukan suatu analisis terhadap produsen secara lebih menyeluruh. Tentunya konsumen juga tak akan ketinggalan, yang mana ekonomi makro bisa memberikan suatu analisa kepada mereka dalam konteks bagaimana mengalokasikan pendapatan yang dimilikinya untuk pembelian suatu produk barang serta penggunaan suatu jasa.

Ruang Lingkup Ekonomi Makro

ruang lingkup ekonomi makro

Sumber: Pixabay

Ada beberapa ruang lingkup ekonomi yang akan kita pelajari bersama. Namun sebelum itu, kita juga harus mengingat kembali bagaimana mekanisme kerja dari ekonomi makro. Dalam ekonomi makro yang kerap kali diterapkan pada analisis target ada beberapa hal penting. Mulai dari kebijakan pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja, inflasi, keseimbangan negara pembayaran dan beberapa hal lainnya.

Hal tersebut secara tak langsung menjelaskan jika ekonomi makro mengajarkan tentang sebuah perekonomian yang ada di suatu negara secara komprehensif, tetapi tetap akan dipelajari terkait dengan hubungan kausal dengan variabel agregatif.

Lalu, untuk ruang lingkup ekonomi makro dibagi menjadi tiga jenis. Nah untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa jenis dari ruang lingkup ekonomi makro.

1. Penentuan Tingkat Kegiatan Perekonomian Negara

Ruang lingkup ekonomi makro yang pertama adalah sebagai penentu tingkat kegiatan perekonomian Negara. Hal ini karena ekonomi makro memiliki cakupan yang cukup luas dan lengkap seperti dalam proses menghasilkan produk, baik itu dalam bentuk barang maupun jasa. Dalam hal ini ada sejumlah pos pengeluaran seperti beberapa poin di bawah ini.

  • Pengeluaran perusahaan atau investasi
  • Pengeluaran pemerintah
  • Ekspor dan juga impor
  • Pengeluaran rumah tangga yang digunakan untuk konsumsi

2. Kebijakan Pemerintah

Persoalan inflasi dan juga pengangguran memang tak bisa lepas dari perekonomian dalam suatu negara. Pemerintah juga telah melakukan berbagai macam upaya untuk bisa menanggulangi dua masalah tersebut, baik melalui ujian kebijakan fiskal maupun moneter.
Dimana kebijakan fiskal merupakan seperangkat langkah yang dilakukan oleh pemerintah untuk bisa mengubah jumlah serta struktur pajak.

Tujuan adanya kebijakan fiskal ini adalah untuk bisa mempengaruhi kegiatan ekonomi negara dan juga masyarakat. Sedangkan untuk kebijakan moneter adalah seperangkat kebijakan yang akan dijalankan oleh pemerintah dengan tujuan berupa pengaruh terhadap seberapa banyak jumlah uang yang beredar di tengah masyarakat di dalam ruang lingkup perekonomian tersebut.

https://www.gramedia.com/products/ekonomi-makro-islami?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

3. Pengeluaran Menyeluruh

Pengeluaran menyeluruh juga bisa disebut sebagai pengeluaran agregat. Dimana ketika pengeluaran tersebut tidak bisa mencapai tingkat ideal akan dapat mengakibatkan adanya masalah dalam perekonomian. Ketika terwujud kesempatan kerja juga bisa membantu mengawasi laju inflasi. Oleh karena itu, secara ideal pengeluaran agregat bisa berada di tingkat yang dibutuhkan.

Tujuan Ekonomi Makro

ruang lingkup ekonomi makro

Sumber: Pixabay

Tujuan adanya ekonomi makro dapat memberikan pengaruh terhadap perekonomian dalam suatu negara. Terdapat beberapa macam tujuan dari ekonomi makro. Setiap tujuan tersebut akan digunakan untuk bisa memecahkan persoalan yang muncul dalam suatu negara. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa poin tujuan dari adanya ekonomi makro.

1. Membantu Menciptakan Lapangan Pekerjaan

Salah satu kebijakan yang dihasilkan dalam ekonomi makro adalah untuk membantu mengatur terciptanya lapangan kerja. Itu artinya negara dapat meminimalisir terhadap permasalahan pengangguran.

Ketika terjadi peningkatan terhadap angka pengangguran juga bisa memberikan dampak buruk bagi suatu negara. Tingginya tingkat pengangguran pada akhirnya juga bisa menjadi beban bagi perekonomian yang ada di dalam negara tersebut.

2. Meningkatkan Produksi dalam Negeri Meningkat

Banyak atau sedikitnya kapasitas produksi pada suatu negara juga bergantung pada tinggi rendahnya jumlah investasi yang dapat masuk ke dalam negara tersebut. Lalu, untuk investasi sendiri juga bergantung terhadap tingkat tabungan dalam negeri.

Sedangkan tabungan dalam negeri tergantung dari adanya penghasilan masyarakat serta tingkat suku bunga. Oleh karena itu, agar bisa meningkatkan kemampuan produksi dalam suatu negara juga bisa dilakukan dengan meningkatkan penghasilan yang dimiliki oleh masyarakat dalam negara tersebut, salah satu caranya adalah dengan meningkatkan produktivitas masyarakat.

3. Membantu Menstabilkan Kondisi Ekonomi

Stabilitas ekonomi pada suatu negara meliputi beberapa aspek. Mulai dari kestabilan harga barang, lapangan pekerjaan dan juga tingkat pendapatan yang dimiliki masyarakat. Adanya penerapan kebijakan ekonomi makro bisa membantu kestabilan harga barang dan ketersediaan lapangan pekerjaan. Hal tersebut pada akhirnya akan bisa memberikan dampak yang cukup baik bagi suatu negara.

4. Membantu Menjadikan Neraca Pembayaran Seimbang

Adanya transaksi perdagangan dengan negara lain juga dapat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi yang ada di negara tersebut. Oleh karena itu, kondisi neraca pembayaran juga harus seimbang. Dimana beberapa komponen neraca pembayaran yang begitu penting adalah seperti lalu lintas moneter, transaksi yang bisa berjalan dan juga neraca perdagangan.

5. Menjadikan Pendapatan Penduduk Lebih Merata

Pembagian pendapatan penduduk secara merata bisa terjadi dengan adanya pemerataan hasil olahan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Meratanya pendapatan tersebut diharapkan bisa membantu meningkatkan konsumsi atau daya beli masyarakat. Dengan begitu, kehidupan yang seimbang dan juga damai tanpa ada kerusuhan bisa terwujud lebih mudah.

https://www.gramedia.com/products/ilmu-ekonomi-makro-suatu-pengantar?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Kebijakan Ekonomi Makro

ruang lingkup ekonomi makro

Sumber: Pixabay

Studi ekonomi makro juga berhubungan dengan inflasi dan deflasi, tingkat pengangguran, serta ketersediaan lapangan pekerjaan. Dalam prakteknya, ekonomi makro juga memiliki beberapa kebijakan. Nah, untuk lebih jelasnya apa saja kebijakan yang ada di dalam ekonomi makro, berikut adalah penjelasan selengkapnya.

1. Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal mengatur tentang pemasukan dan pengeluaran suatu negara. Pemasukan suatu Negara bisa didapatkan dari adanya pajak yang dibayarkan oleh setiap warga negaranya. Tak hanya itu saja, pendapatan negara juga bisa didapatkan adanya pembayaran non pajak seperti lelang, denda, adanya pemberian dari Negara lain dan juga gratifikasi.

2. Kebijakan Moneter

Adanya kebijakan moneter juga menjadi pembeda antara ekonomi makro dan ekonomi mikro. Dimana kebijakan moneter memiliki fungsi sebagai alat pengukur seberapa banyak dana yang telah dikeluarkan melalui bank sentral di suatu negara. Semakin banyak perputaran uang yang terjadi, maka akan semakin berpengaruh terhadap tingkat inflasi.
Pada akhirnya, hal tersebut bisa membantu meningkatkan harga suatu produk. Namun sebaliknya, ketika perputaran uang semakin sedikit, maka harga suatu produk juga akan lebih murah.

Hal inilah yang kerap disebut dengan deflasi. Yang mana adanya kebijakan moneter bisa turut berperan penting dalam kehidupan masyarakat untuk bisa menjaga laju pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara.

3. Kebijakan Segi Penawaran

Berikutnya ada kebijakan segi penawaran yang bisa digunakan untuk menyeibangkan nearaca keuangan pada suatu perusahaan maupun negara. Tak bisa dipungkiri jika saat ini perusahaan membutuhkan ahli dalam ilmu ekonomi karena semua proses pengelolaan keuangan khususnya dalam sektor produksi bisa dikurangi seminimal mungkin.

Selain itu, kualitas produk juga terus bisa diseimbangkan dengan adanya kebijakan ini. Hal ini akan menjadikan produk yang dihasilkan menjadi lebih berkualitas. Di dalam konteks indonesia, ekonomi makro menjadi system yang digunakan untuk memberikan analisis terhadap perubahan ekonomi di negara ini yang bisa berpotensi terhadap pengaruh pada perusahaan, pasar dan masyarakat.

Selain itu, dari adanya ekonomi makro juga bisa didapatkan penjelasan tentang terjadinya suatu kondisi ekonomi di negara Indonesia agar bisa mendapatkan hasil analisis terbaik.

Permasalahan Ekonomi Makro Di Indonesia

Beberapa permasalahan ekonomi makro yang terjadi di Indonesia adalah sebagai berikut ini.

1. Adanya Pertumbuhan Ekonomi yang Terganggu

Dalam dunia ekonomi, permasalahan ekonomi makro juga bisa berdampak pada kalangan bisnis, pengusaha maupun produksi. Misalnya seperti pabrik besar, perusahaan hingga usaha bisnis lainnya.

Ketika hal tersebut terjadi bisa menyebabkan suatu perusahaan akan mengalami kesulitan hingga terjadi sebuah kebangkrutan bahkan paling parahnya hingga mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Ketika pertumbuhan ekonomi terganggu tentunya juga akan menyebabkan dampak yang cukup signifikan terhadap sektor perekonomian lainnya.

2. Angka Pengangguran dan Kemiskinan yang Tinggi

Permasalahan ekonomi makro yang mungkin saja sulit untuk dihindari adalah semakin tingginya angka pengangguran. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya perusahaan yang tak bisa bertahan di tengah persaingan yang ada hingga harus melakukan tindakan PHK karyawan untuk mempertahankan perusahaan tersebut.

Salah satu penyebab kebangkrutan sebuah perusahaan atau usaha bisnis adalah karena perusahaan tersebut melakukan proses penjualan produk yang ditujukan kepada kalangan menengah ke bawah.

Sedangkan pada saat terjadi masa sulit, sektor lain juga memutuskan untuk melakukan pengurangan karyawan. Hal ini juga akan semakin meningkatkan nilai pengangguran hingga akhirnya akan berakibat terhadap daya jual beli yang semakin menurun karena tidak adanya sirkulasi uang.

3. Adanya Krisis Nilai Tukar

Adanya hutang ke luar negeri juga akan bisa menimbulkan permasalahan ekonomi makro seperti krisis nilai tukar. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap devisa negara. Perlu diketahui juga jika devisa negara adalah salah satu sektor yang bisa mendapatkan dampak terburuknya.

Selain itu, dampak tersebut juga akan dirasakan oleh para investor maupun perusahaan yang memiliki Kerjasama dengan perusahaan luar negeri atau menjalankan ekspor impor penjualan.

4. Adanya Inflasi

Adanya inflasi yang tinggi pada negara ini juga akan bisa memberikan pengaruh yang cukup tinggi terhadap hutang luar negeri yang juga bisa mempengaruhi dunia perbankan yang ada di Indonesia. Sedangkan bentuk kesulitan yang terbilang paling terasa adalah permasalahan likuiditas. Dampaknya adalah adanya kemacetan pada sektor yang dikarenakan adanya beban hutan negara yang cukup besar.

Nah itulah rangkuman tentang ekonomi makro. Mulai dari pengertian ruang lingkup, tujuan hingga permasalahan ekonomi makro yang ada di Indonesia sudah dijelaskan secara rinci dalam artikel ini.

Jika ingin mengetahui lebih dalam tentang ekonomi makro, maka kamu bisa membaca buku ekonomi makro yang bisa didapatkan di Gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Hendrik

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien