in

Review Novel Shaf Karya Ima Madani

Novel Shaf ditulis oleh Ima Madani, penulis yang memulai karir kepenulisannya melalui platform Wattpad. Novel Shaf ini termasuk ke dalam genre romantis dan spiritual. Kisah Shaf mulai ditulis dan dipublikasi di akun Wattpad pribadi Ima Madani yang bernama @madani_ pada tahun 2020.

Tak disangka, ternyata kisah Shaf ini berhasil disukai oleh sejumlah besar pengguna Wattpad dan menjadi sangat populer. Hingga saat ini, per bulan Juni 2022, novel Shaf telah dibaca lebih dari 4,7 juta kali di platform Wattpad.

Oleh karena angka yang fantastis ini, tidak heran jika pihak penerbit kemudian tertarik untuk menerbitkan kisah ini menjadi novel. Novel Shaf diterbitkan pada bulan Desember 2021 oleh penerbit Sarana Kreasi Abadi. Setelah kisah Shaf diterbitkan, novel ini juga berhasil menjadi salah satu novel yang sukse. Anda bisa menemukan novel Shaf pada bagian rak buku best seller.

Novel Shaf mengisahkan tentang seorang gadis bernama Shafira. Suatu ketika, Shafira bertemu dengan seorang pria bernama Athaya Khalil Adnan. Selama ini, Shafira hidup dengan stigma bahwa profesi sekretaris hanya menjalankan tugas sebagai seorang yang akan selalu mengatakan “iya”. Ia hanya akan menuruti segala keinginan atasannya, tanpa memikirkan atau mempertimbangkan apakah hal itu benar atau salah.

Konotasi profesi sekretaris selalu negatif. Mungkin, oleh karena pola pikir yang negatif itu, Allah seolah menyadarkan Shafira dengan cara membuatnya terjebak dalam profesi yang sangat ia hindari itu. Ya, Shafira menjadi sekretaris untuk seorang manajer perencanaan. Profesi ini membuat Shafira seolah masuk ke dalam labirin tanpa pintu. Pekerjaan ini tidak memberikannya pilihan lain, kecuali menjalaninya.

Eksentrik, karakter dan kebiasaan Athaya sangat bertolak belakang dengan prinsip-prinsip Islami yang dipegang Shafira. Pria ini justru menyetujui semua yang tidak Shafira lakukan. Bagaimana kelanjutan kisah dua makhluk antitesis itu jika mereka menjalankan takdir yang sama? Mari temukan kelanjutan kisah ini sendiri dengan mendapatkan novel Shaf ini di Gramedia.com.

Sinopsis Novel Shaf

Klasik, mungkin kata itu yang dapat menggambarkan kisah ini. Ini hanya kisah tentang seorang bos dan sekretarisnya. Namun, ini bukan kisah sekretaris cantik yang dicintai oleh bosnya yang arogan. Apalagi kisah bos yang sikapnya dingin dan berkepala batu.

Ini juga bukan kisah cinta pernikahan yang dilangsungkan, karena ikatan bisnis. Sebab, faktanya penampilan fisik yang cantik dan memiliki banyak harta saja tak cukup untuk membuat manusia bertahan hidup di planet ketiga dalam tata surya yang bernama bumi ini. Orang yang cantik tidak selalu adalah orang yang baiktetapi orang yang baik selalu merupakan orang yang cantik.

Pada saat definisi cantik parameternya tidak pernah jelas dan terlalu abstrak, satu kalimat yang pernah dikatakan Ali bin Abi Thalib ini cukup menjelaskan definisi cantik yang sebenarnya. Perlakuan yang baik akan mampu membuat seseorang menjadi cantik.

Lalu, apakah menjadi orang baik saja sudah cukup untuk bertahan hidup di dunia ini? Jawabannya tentu saja tidak, karena menjadi baik di dunia ini sama dengan akan sering dimanfaatkan orang lain. Oleh sebab itu, seseorang juga harus memiliki kecerdasan, terutama seorang perempuan. Seperti Aisha dalam cerita “Story of Our Prophet”.

Selain kecerdasan intelektual dan emosional, perempuan juga harus memiliki kecerdasan dalam melakukan adaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sebab, dinosaurus saja yang tak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan pada akhirnya punah, kan? Maka itu, kita harus bisa beradaptasi supaya nasib kita tidak seperti dinosaurus.

Namun, lingkungan seperti apa dulu yang pantas untuk disesuaikan. Jika sekiranya lingkungan itu membawa pengaruh buruk ke dalam kehidupan kita, maka tinggalkan saja. Sebaliknya, jika lingkungan itu mampu memberikan pengaruh baik, maka kita harus mempertahankannya.

Begitu juga, kita harus menilai baik buruknya orang-orang yang hidup di sekitar kita. Bukankah sifat dan sikap seseorang dapat dilihat darl dengan siapa dia berteman? Salah satu contoh kecilnya, seperti di lingkungan kerja misalnya.

Selama ini, Shafira hidup dengan stigma bahwa profesi sekretaris hanya menjalankan tugas sebagai seorang yang akan selalu mengatakan “iya”. Ia hanya akan menuruti segala keinginan atasannya, tanpa memikirkan atau mempertimbangkan apakah hal itu benar atau salah.

Konotasi profesi sekretaris selalu negatif. Mungkin, oleh karena pola pikir yang negatif itu, Allah seolah menyadarkan Shafira dengan cara membuatnya terjebak dalam profesi yang sangat ia hindari itu. Ya, Shafira menjadi sekretaris untuk seorang manajer perencanaan. Profesi ini membuat Shafira seolah masuk ke dalam labirin tanpa pintu. Pekerjaan ini tidak memberikannya pilihan lain, kecuali menjalaninya.

“Permisi, apakah Pak Athaya ada di ruangannya?” Kepalaku spontan menatap ke atas. Aku melongo melihat sosok itu, rasanya darahku ingin menetes saja dari hidung. Pikirku, ada sesuatu yang salah dengan pakaian yang dikenakannya. Di dunia kerja tetap memiliki etika berbusana meski tidak ada aturan resmi yang tercantum di kantor.

Kenapa aurat terlarangnya harus ia perlihatkan ke publik? Dan kenapa juga aku merasa risih melihat penampilannya itu, padahal kan aku sendiri perempuan? Ini bukan pertama kalinya aku menerima tamu seperti ini. Ini juga bukan waktu yang tepat untuk ‘mencuci mata’.

Maksudku, cuci mata bukan selalu terkait melihat perempuan dengan tubuh dililit kain yang bagian atasnya terlalu bawah dan bagian bawahnya terlalu atas, kan? Aku lantas menjawab, “Ada, beliau ada di dalam”. Aku lantas bangkit dari tempat dudukku untuk membukakan pintu bagi wanita itu. Namun, aku tak memiliki niat untuk mengantarkan tamu itu masuk ke dalam.

Tidak lama setelah perempuan itu masuk, suara-suara aneh mulai muncul dari dalam ruangan. Suara yang akan membuat keringat dingin turun seperti hujan,dan darah berdesir. Suara yang akan membuatku bertanya kepada diriku sendiri, “Apakah aku terlalu dungu untuk mengerti segala hal seperti ini? Seseorang tolong sadarkan aku, atau katakan bahwa aku masih dalam batas waras. Setidaknya, ingatkan aku untuk tidak pernah miskin syukur.”

Ayolah, usiaku sudah menginjak dua puluh dua tahun. Mana mungkin aku tidak mengerti apa pun, termasuk hal dewasa seperti ini. Di saat semua orang ingin naik jabatan dan berada di posisiku sekarang, apakah aku boleh meminta turun jabatan asalkan tidak dipecat? Bagaimana diriku ini berusaha menjadi baik jika lingkungan sekitarku saja mendorong aku kepada hal-hal yang tidak baik.

Memangnya, siapa yang tidak menyukai sosok Athaya Khalil Adnan? Lelaki itu memiliki wajah yang tampan, ia juga memiliki kharisma, murah senyum, harta yang berlimpah, dan juga kekuasaan. Seluruh dunia seolah ada dalam genggamannya. Namun, tentunya ia merupakan seorang manusia yang tidak sempurna

Salah satu kekurangannya yang mencolok adalah Athaya adalah sosok playboy yang suka gonta-ganti pasangan seperti ganti pakaian. Bahkan, tidak pantas lagi jika ia disebut sebagai kelas kakap. Sebutan yang lebih tepat untuk mendeskripsikannya adalah playboy kelas dinosaurus.

Menyukai Athaya adalah suatu kesalahan yang sangat besar. Apalagi, terikat pernikahan dan berdiri satu shaf sholat di belakangnya. Itu adalah mimpi buruk bagi Shafira.

Eksentrik, karakter dan kebiasaan Athaya sangat bertolak belakang dengan prinsip-prinsip Islami yang dipegang Shafira. Pria ini justru menyetujui semua yang tidak Shafira lakukan. Bagaimana kelanjutan kisah dua makhluk antitesis itu jika mereka menjalankan takdir yang sama?

Kelebihan Novel Shaf

Novel Shaf ini mengangkat ide cerita yang sangat menarik dan unik. Novel Shaf ini mengangkat kisah tentang seorang sekretaris yang memiliki prinsip iman yang teguh, tetapi bekerja di bawah pimpinan seseorang yang hidupnya sangat bertolak belakang dengan Shafira. Namun, keduanya ternyata dipersatukan oleh takdir.

Ima Madani menuliskan kisah ini dengan sudut pandang orang pertama, sehingga pembaca dapat memahami lebih dalam dan menggambarkan lebih jelas bagaimana kisah yang dialami oleh Shafira. Selain itu, Ima Madani juga menyajikan cukup banyak monolog, yang menggambarkan pergulatan batin Shafira. Hal ini sangat menarik, karena semakin memperjelas karakter tokoh Shafira ini.

Para pembaca juga memuji pemilihan kata yang digunakan Ima Madani dalam menuliskan kisah Shaf ini. Ima Madani mampu menyajikan perumpamaan dan kalimat yang dinilai sangat unik, menarik, dan jenius. Gaya penulisan Ima Madani dinilai memiliki ciri khas tersendiri dan memberikan kesan yang baik.

Ima Madani memang dikenal selalu menuliskan kisah yang memiliki pengajaran terkait dengan agama Islam. Dalan novel Shaf ini, pembaca juga bisa mendapatkan berbagai pelajaran terkait prinsip-prinsip Islami, dan pembelajaran secara general tentang kehidupan.

Kekurangan Novel Shaf

Target pembaca novel Shaf ini cukup spesifik, karena kisah ini banyak berkaitan dengan unsur Islami. Hal ini mungkin tidak dimengerti oleh sejumlah orang yang memiliki keyakinan yang berbeda. Selain itu, dalam novel Shaf ini juga masih ditemukan kesalahan dalam penulisan. Namun, kesalahan penulisan ini tidak akan mengganggu proses membaca anda.

Pesan Moral Novel Shaf

Dari sosok Shafira kita dapat belajar bahwa kita perlu memiliki prinsip hidup dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Prinsip hidup yang kita pegang itu juga sebaiknya berdasarkan pada iman yang kita miliki. Sebab, iman menjadi landasan yang benar dan baik bagi prinsip untuk hidup.

Dari kisah Shafira ini kita juga dapat mengetahui bahwa terkadang, hal-hal yang kita hindari dapat menghampiri kita. Jika hal itu terjadi, tidak apa-apa. Mungkin saja, Sang Pencipta membiarkan itu terjadi supaya anda tidak menghakimi seseorang atau sesuatu sebelum mengenalnya lebih dalam.

Seperti Shafira yang memandang profesi sekretaris sebagai profesi yang terlihat selalu negatif. Padahal, ia belum pernah menjalaninya. Pada akhirnya, Tuhan mengizinkan Shafira untuk menjalani profesi tersebut, supaya dia dapat menilai ulang.

Kisah Shaf ini juga memberitahu kita bahwa cinta dapat timbul secara tiba-tiba. Perasaan tersebut tidak dapat dihindari, dan sangat tidak terduga. Bahkan, cinta dapat timbul kepada dua orang yang memiliki kepribadian sangat berbeda. Bisa juga timbul di antara dua orang yang sebelumnya sangat membenci satu sama lain.

Nah, gimana Grameds, apakah kalian penasaran akan kisah Shafira dan Athaya? Apakah Shafira dapat bertahan teguh dengan pendiriannya, dan menjalankan tugasnya dengan menjadi sekretaris Athaya? Apakah Shafira benar-benar menjatuhkan hatinya kepada sosok bosnya yang playboy itu? Apakah Shafira dan Athaya akan bersama? Yuk langsung saja pesan dan dapatkan novel Shaf karya Ima Madani ini hanya di Gramedia.com.

Written by Gabriel