in

Review Novel Strong Girl Karya Dina Amelia

Bagi para pengguna Wattpad, mungkin sudah tidak asing dengan judul novel ini. Novel Strong Girl ditulis oleh seorang wanita bernama Dina Amelia. Dina Amelia memulai karir kepenulisannya melalui platform Wattpad. Kisah Strong Girl ini juga pada awalnya dipublikasi oleh Dina Amelia sendiri, di akun Wattpad pribadinya yang bernama memelfit.

Kisah Strong Girl ini ternyata berhasil membukakan gerbang bagi Dina Amelia untuk melebarkan sayapnya di dunia kepenulisan. Kisah Strong girl sangat disukai oleh sejumlah besar orang dan menjadi salah satu kisah yang sangat populer di Wattpad. Per bulan Juni 2022, kisah Strong Girl ini telah dibaca sebanyak 22,2 juta kali di platform Wattpad.

Maka dari itu, tak heran jika pihak penerbit kemudian tertarik untuk menerbitkan kisah Strong Girl ini menjadi sebuah novel. Novel Strong Girl kemudian berhasil diterbitkan pada bulan Januari 2020 oleh penerbit Rainbook Publishing. Novel Strong Girl ini juga berhasil meraih kesuksesan dengan menjadi salah satu novel yang bisa anda temukan pada jajaran buku best seller di toko buku terdekat.

Novel Strong Girl mengisahkan tentang kehidupan kita yang tidak selamanya akan terus berjalan mulus. Suatu saat, akan tiba waktunya bagi kita untuk mendapat ujian. Namun, tidak selamanya juga ujian akan hadir dalam hidup kita ini. Suatu hari, akan tiba saatnya kebahagiaan yang datang menghampiri kita.

Sinopsis Novel Strong Girl

Apakah anda pernah ingin untuk berubah, ingin merubah diri anda dengan alasan akibat anda berpikir bahwa orang lain menginginkan anda untuk berubah? Apakah anda pernah berpikir bahwa tidak ada orang lain yang menginginkan anda? Apakah anda pernah merasa diri anda kurang berharga?

Apakah anda pernah merasa bahwa keluarga anda sendiri menolak anda? Keluarga yang seharusnya menjadi rumah, tempat paling nyaman untuk pulang, tetapi malah menorehkan luka yang bertubi-tubi. Apakah anda pernah merasa tak berdaya? Sampai yang bisa anda lakukan hanya tersenyum saja.

Namaku Adelia Jasmine Nichole, kamu bisa panggil aku Adel. Aku adalah anak kedua dari pasangan Geraldy Samuel Nichole dan Valen Chythia Nichole. Aku memiliki seorang kakak yang bernama Dean Anggara Nichole, aku juga memiliki adik kembar yang tidak identik, namanya Echa Allisya Nichole, dan adik laki-laki yang bernama Raka Gunawan Nichole.

Jika ada orang yang bertanya kepadaku mengenai apa arti dari keluarga, aku selalu menjawab bahwa aku tidak tau. Memangnya apa itu keluarga? Aku merasa asing dengan kata keluarga. Memang, aku tidak pernah mengetahui apa makna keluarga yang sebenarnya.

Mungkin menurut orang lain, keluargaku… oh ralat, maksudnya keluarga Nichole merupakan keluarga yang harmonis. Mungkin, aku tidak pernah dianggap sebagai anggota keluarga mereka. Sejujurnya, aku tidak terlalu nyaman ada di rumah itu bersama mereka. Sebab, mereka yang membuat aku seperti ini, mereka

yang membuat hidupku sengsara.

Mereka yang membuat aku menjadi tidak percaya dengan apa itu arti dari cinta, kasih sayang, peduli dan kata-kata klise lainnya. Aku hanya percaya pada satu kata, yaitu SENDIRI. Aku hanya percaya kepada kata itu saja.

Sebab, aku hanya merasa bahwa tak ada yang pernah menemani aku dan tidak ada yang berada di sampingku. Jika disuruh menjauh, aku ingin melakukannya, tetapi aku juga tau bahwa aku tidak akan pernah bisa kembali seperti dulu jika sewaktu-waktu ada yg memintanya. Bukan itu saja, aku juga harus bisa menulikan pendengaranku sekuat mungkin pada saat-saat tertentu.

Namun, aku selalu saja tidak bisa menulikan pendengaranku ketika berada di rumah. Itu semua hanya karena situasi. Aku terluka secara batin, secara emosi aku kacau, aku depresi secara mental, dan yang bisa aku tampilkan hanya senyum.

“Habis dari mana, dek?” Pertanyaan itu tetap tak menghentikan langkah gadis berkacamata dan berkepang dua itu. Gadis itu terus menaiki anak tangga tanpa menghiraukan semua orang yang sedang ada di meja makan. Lalu, Alen menyuruh anak sulungnya itu untuk makan saja dan membiarkan Alen yang menghampiri Adel.

Alen pun berdiri dan langsung menaiki tangga untuk menuju ke kamar Adel. Alen mengetuk hingga menggedor pintu kamar Adel yang tertutup rapat itu. Suara gedoran pintu yang semakin keras membuat dia yang di berada di dalam kamarnya kesal sendiri. Akhirnya, Adel pun memutuskan untuk membuka pintu kamarnya.

Lalu, muncul seorang gadis berkacamata dan berkepang dua dan berkacamata menggunakan piyama dengan gambar Batman. Alen menginstruksikan Adel untuk ikut dengannya. Gadis berkacamata itu menurut, ia mengikuti langkan Alen di

belakangnya, dan sampailah mereka di ruangan yang kedap suara.

Alen kemudian bertanya dengan nada kesal kepada anaknya yang satu ini “Apakah kamu tidak bisa untuk tidak membuat ulah?!” Adel bertanya balik, memangnya dia membuat ulah apa? Pertanyaan itu membuat Alen semakin emosi. Alen lantas menjawab bahwa Adel membuat ulah dengan tidak ikut makan bersama, padahal Dean, sang kakak baru pulang lagi ke rumah itu setelah 10 tahun di Jerman.

Kemudian Adel pun langsung pergi dan turun ke meja makan, karena tau apa yang akan Alen katakan. Alen menghela napasnya dengan kasar menghadapi anak perempuan satu ini. “Jika bukan karena Dean, saya tidak akan mau berbicara dengan kamu, anak

buruk rupa.” Alen berkata secara pelan, tetapi bisa terdengar oleh Adel.

Gadis itu merasakan sesak di dadanya setelah mendengar ucapan yang barusan dia dengar. Adel langsung duduk dan makan tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Jujur, dia baru makan lagi di meja makan setelah bertahun-tahun lamanya, meskipun dia tinggal di rumah ini. Rumah yang sangat besar, tetapi tidak berarti bagi dirinya.

Alen juga langsung duduk di kursinya dan melanjutkan makan. Mereka makan dalam diam, hanya terdengar suara dentingan garpu dan sendok yang mereka berenam gunakan. Setelah selesai makan, Adel langsung berdiri tanpa mengucapkan apapun. Lalu, ia langsung beranjak masuk ke dalam kamar tidurnya dan langsung mengunci pintu, seperti biasa.

Di meja makan, Dean yang baru pulang kembali dari Jerman bingung dengan sikap Adel. Entah mengapa, Dean merasakan ada yang aneh di keluarganya ini. Dean merasa keluarganya tidak seperti dulu, seperti ada yang hilang. Dean meninggalkan rumah ini dan tinggal di Jerman selama 10 tahun, karena harus mengenyam pendidikan di sana.

Dean lantas bertanya kepada Alen, apakah sikap Adel memang selalu seperti itu? Pertanyaan dari Dean itu berhasil membuat Alen gelagapan untuk menjawab. Geraldy kemudian membantu menjawab, bahwa Adel biasanya tidak seperti itu, mungkin saja dia sedang lelah. Ya, Geraldy berbohong.

Sebetulnya, Geraldy juga tidak tahu mengapa anak gadisnya yang satu itu bisa menjadi seperti ini. Menjadi pribadi yang dingin dan tak tersentuh. Dean kemudian pamit untuk pergi ke kamarnya, karena sudah selesai makan. Geraldy juga menyaut, mengatakan bahwa dia juga ingin melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.

Begitu juga, Raka ingin mengerjakan tugas untuk hari Senin nanti. Lalu, Echa ingin pergi juga ke kamar. Sekarang, tinggal Alen sendiri di meja makan yang sebesar ini. Alen kemudian berkata pada dirinya sendiri, mengapa rumah ini sangat sepi? Tak ada suara canda anak-anak seperti dulu. Alen berpikir bahwa ini semua diakibatkan oleh anak itu.

Alen merasa menyesal telah membesarkan anak itu, anak yang membawa kesialan di rumah ini. Tanpa Alen ketahui, ternyata ada yang mendengar perkataan itu. Gadis yang mendengar perkataan Alen itu langsung membekap mulutnya sendiri untuk menahan dirinya, agar tidak mengeluarkan tangis.

“Apa sebegitunya Adel tidak diinginkan oleh bunda? Sampai bunda menyesal karena membesarkan Adel?”, lirih gadis itu kepada dirinya sendiri. Adel pun pergi meninggalkan rumah itu dengan menggunakan sepeda gunung.

Kehidupan kita tidak selamanya akan terus berjalan mulus. Suatu saat, akan tiba waktunya bagi kita untuk mendapat ujian. Namun, tidak selamanya juga ujian akan hadir dalam hidup kita ini. Suatu hari, akan tiba saatnya kebahagiaan yang datang menghampiri kita.

Kelebihan Novel Strong Girl

Dina Amelia mampu menyajikan kisah yang sangat menarik dan menginspirasi. Kisah Strong Girl ini dinilai sebagai kisah yang terbilang sensitif, karena mengangkat isu tentang keluarga dan kesehatan mental. Konflik yang disajikan oleh Dina Amelia ini sederhana, tetapi di sisi lain rumit juga, karena terkait dengan keadaan psikologis seseorang.

Premis cerita ini menjadi unik, karena jarang ditemukan novel yang mengangkat kisah tentang perjuangan seseorang untuk bertahan dalam keluarganya sendiri. Kisah ini juga menjadi menginspirasi, di mana pembaca dapat meneladani sosok Adel yang begitu kuat. Sosok yang mampu bertahan dalam situasi yang sangat buruk.

Selain itu, gaya penulisan Dina Amelia mampu membuat para pembaca ikut menyelam bersama Adel dalam kisah ini. Para pembaca dapat merasakan berbagai emosi yang dirasakan Adel. Mulai dari nyesek, sedih, marah, dan sebagainya. Gaya bahasa yang digunakan Dina Amelia juga mudah untuk dimengerti.

Melalui kisah Strong Girl ini juga, para pembaca bisa mendapatkan sejumlah pembelajaran. Seperti, pembelajaran untuk tidak mendiskriminasi orang lain, untuk bersikap adil, untuk lebih peka terhadap keadaan sekitar, dan lain sebagainya. Secara keseluruhan, novel dengan total 236 halaman ini adalah kisah yang sarat akan makna.

Kekurangan Novel Strong Girl

Kisah Strong Girl ini mungkin dapat menjadi pemicu trauma bagi sebagian orang yang pernah mengalami hal yang sama seperti Adel. Maka dari itu, novel ini mungkin tidak cocok untuk dibaca oleh sebagian orang.

Pesan Moral Novel Strong Girl

Seorang anak tidak bisa memilih untuk dilahirkan di keluarga mana dan oleh siapa. Sebaliknya, orang tua memiliki kendali untuk menentukan bahwa ia ingin memiliki anak. Meskipun memang tidak bisa memilih bagaimana anak yang diinginkan.

Maka dari itu, sebagai orang tua hendaknya bersikap bijak. Sudah sepatutnya orang tua menerima kondisi anak apa adanya. Sebab, bagaimana pun juga, anak itu adalah anak anda.

Lalu, melalui kisah ini kita belajar untuk tidak mendiskriminasikan orang lain, apalagi hanya karena penampilan fisik. Kita juga harus bersikap adil kepada siapa pun itu, karena setiap orang memiliki hak untuk dihargai.

Kita juga harus lebih memerhatikan kondisi sekitar kita, bagaimana keadaan orang-orang di sekitar. Kenali tanda-tanda gangguan kesehatan mental. Bantu mereka yang membutuhkan uluran tangan kita.

Gimana Grameds, penasaran akan bagaimana kelanjutan kisah Adel? Yuk segera dapatkan novel Strong Girl karya Dina Amelia ini hanya di Gramedia.com.

Written by Gabriel