in

Review Novel Dia Angkasa Karya Nur Wyna

Review Novel Dia Angkasa Karya Nur Wyna – Bagi kalian yang gemar membaca cerita di Wattpad, mungkin tidak asing lagi dengan kisah ini atau tidak asing dengan penulisnya. Novel Dia Angkasa ditulis oleh Nur Wyna, penulis Wattpad bernama asli Nurwina Sari. Kisah Dia Angkasa pertama kali dipublikasikan di akun Wattpad Nur Wyna yang bernama @WEENSR.

Kisah Dia Angkasa sangat populer di kalangan remaja, terutama para pengguna platform Wattpad. Kepopuleran kisah ini dibuktikan oleh jumlah dibacanya yang hingga saat ini, per bulan Juni 2022, telah mencapai 8 juta kali dibaca. Kisah Dia Angkasa juga menjadi urutan nomor 2 dalam ranking teenfiction pada tanggal 19 Maret 2021.

Maka itu, tak heran jika banyak yang menantikan kisah ini dituliskan menjadi bentuk novel, dan pada akhirnya dilirik oleh pihak penerbit. Novel Dia Angkasa pertama kali diterbitkan pada bulan September 2021 oleh penerbit Romancious. Seperti di platform Wattpad, novel Dia Angkasa juga berhasil meraih kesuksesan dengan menjadi salah satu novel yang terpajang di rak best seller.

Novel Dia Angkasa mengisahkan tentang seorang lelaki bernama Angkasa Naufal Merapi, sosok remaja lelaki yang identik dengan dasi yang diikat di kepalanya, siswa berandalan nomor satu yang disegani di SMA Andromeda, dan dikenal sebagai ketua pada perkumpulan besarnya yang bernama SATROVA. Dalam kehidupannya, kisah indah dan kisah menyenangkan tidak termasuk dalam rangkaiannya.

Sampai pada akhirnya, perjalanan hidup mempertemukan Angkasa dengan wanita berbandana biru. Wanita yang mempunyai pengecualian dalam diri Angkasa, wanita yang akhirnya berhasil meredakan ego dan sifat keras kepala Angksa, wanita yang dijaga Angkasa dengan baik, atas dasar sosok wanita itu adalah Aurelani Aurora.

Apakah Angkasa melakukan segala hal tersebut atas dasar rasa cinta kepada Aurora? Apakah pada akhirnya Angkasa dan Aurora akan menjalin hubungan romantis yang bahagia? Atau malah sebaliknya? Bagaimana takdir akan membawa mereka berdua? Temukan jawabannya sendiri dengan mendapatkan novel Dia Angkasa ini di Gramedia.com.

Sinopsis Novel Dia Angkasa 

Saat itu masih pagi, pukul 6 kurang 30 menit. Suasana jalanan di ibu kota cukup lenggang, beberapa pengendara memanfaatkan waktu seperti ini untuk menghindari macet yang sebentar lagi pasti akan terjadi di jalanan besar ini. Salah satunya adalah lelaki dengan seragam SMA yang berantakan, yang memacu motor sport berwarna hitam dengan kecepatan di atas rata-rata.

Lelaki itu tak peduli dengan klakson panas, juga umpatan dari pengendara yang lainnya. Pandangannya fokus lurus ke depan, bukan sekolah yang menjadi tujuannya berangkat sepagi ini. Dia Angkasa, Angkasa Naufal Merapi. Lelaki berpostur tubuh tinggi besar dengan wajah tampan yang melengkapinya, juga mata bagaikan elang. Angkasa dikenal sebagai anak berandal nomor 1 di SMA Andromeda. Ia juga merupakan ketua geng besar yang terkenalnya tidak main-main.

Angkasa tidak suka diatur, diusik, diganggu, atau seluruh hal lain yang dianggap membatasi kebebasannya. Kehidupan Angkasa berpusat pada segala keinginannya. Angkasa berhenti di pelataran rumah sakit besar yang ada di ibu kota. Tanpa membuang waktu, Angkasa langsung berjalan cepat menuju kamar nomor 157 yang menjadi ruangan di mana mamanya di rawat.

Sama seperti hari biasanya saat ia berkunjung ke rumah sakit, Angkasa hanya akan berdiri membeku dengan rahang yang menegang di balik kaca pintu kamar itu, tanpa memiliki niat untuk masuk dan mendekat ke mamanya. Tiba-tiba saja suara berat dengan nada tinggi memenuhi ruang di lorong rumah sakit yang masih sepi itu. Adiran Banda Seamora, kakak kandung Angkasa menegurnya dan menanyakan ingin apa Angkasa datang ke sana.

Angkasa tidak menjawab pertanyaan itu. Lalu, lelaki itu sengaja menabrak pundak adiknya supaya tidak menghalangi langkahnya untuk masuk ke kamar mama mereka. Emosi Angkasa langsung melonjak melihat sikap kakaknya itu. Ditambah lagi, sang kakak mengatakan bahwa mama tidak butuh anak brengsek seperti Angkasa.

Angkasa langsung menarik kerah baju kakaknya itu dengan kasar, kemudian menyeretnya cukup jauh dari ruangan tadi. Angkasa lantas melayangkan pukulan berulang yang mengenai rahang kakaknya sendiri. Sedangkan, jauh dari tempat mereka bertengkar, ada seorang perempuan yang menggunakan seragam yang sama dengan Angkasa sedang menatapnya sampai tertegun, perasaan terkejut menjalar di sekujur tubuhnya.

Perempuan itu memiliki dorongan untuk menghentikannya, tetapi ia memilih untuk tidak ikut campur dalam masalah pribadi mereka. Perempuan itu memiliki rambut sepanjang bahu yang dihiasi dengan bando biru dongker, ia memilih tetap diam di kursi besi rumah sakit sambil menunggu obatnya. Dia Aurelani Aurora.

Beberapa petugas rumah sakit mulai menghampiri dan melerai mereka, tak ada yang bisa menghentikan Angkasa hingga Adiran terkapar tak berdaya di lantai rumah sakit. Setelah lawannya tak berdaya, Angkasa lalu pergi meninggalkan lorong rumah sakit beserta keramaian yang melihatnya. Begitulah Angkasa dan emosinya.

Angkasa memiliki seorang kekasih bernama Analisa Elara, dia adalah perempuan dengan berbagai keistimewaan. Otak yang cerdas, wajah yang cantik, serta kekayaan yang setara dengan Angkasa. Perempuan itu dulu juga merupakan siswa SMA Andromeda, tetapi ia mengikuti program pertukaran pelajar dan akhirnya pergi ke Milan untuk memenuhi undangan yang membanggakan itu.

Namun, entah apa yang terjadi di antara mereka, hubungan mereka tampak bertahan hanya untuk menunda perpisahan. Maka itu, pada akhirnya Angkasa mengambil keputusan untuk mewujudkan perpisahan itu. Aurelani Aurora adalah murid baru di SMA Andromeda. Baru satu minggu lamanya ia menginjakan kaki di sekolah itu.

Aurora masih sibuk mengurusi segala urusan murid baru. Saat itu, ia pergi ke ruang guru untuk melengkapi berkas, juga mengurus formulir untuk bergabung di ekskul musik sekolah. Ia baru saja akan meninggalkan ruang guru. Namun, Bu Dira, guru mata pelajaran Geografi memanggilnya. Bu Dira meminta tolong Aurora untuk fotocopy tugas sebanyak 7 rangkap, lalu bagikan ke teman-temannya di kelas.

Aurora langsung mengiyakan permintaan gurunya itu, dan langsung berjalan menuju koperasi, tempat biasa yang ia datangi bersama Vana. Koperasi sekolah saat itu sangat ramai, karena serang di jam istirahat. Banyak sekali siswa yang berkumpul untuk keperluan tugas atau membeli alat tulis menulis. Antrian panjang terlihat jelas dari tempat Aurora berdiri.

Dikarenakan Aurora tidak suka menunggu, ia kemudian memilih untuk menyusuri koridor panjang dan mencari tempat fotocopy lain. Setelah melewati banyak lorong dan koridor, pandangan Aurora tertuju pada tulisan ‘FOTOCOPY? KUY MERAPAT’. Tempat itu tampak cukup ramai, tapi tak seramai koperasi sekolah tadi. Tanpa berpikir lama lagi, Aurora langsung melangkahkan kaki ke tempat itu.

Suara tawa sejumlah laki-laki menggelegar di warung itu, beberapa pasang mata juga mulai memandang ke Aurora. Seorang siswa bernama Alaska menyambut kedatangan Aurora dengan semangat. Sambutannya itu langsung membuat seluruh mata yang ada di warung itu menatap Aurora, termasuk juga Angkasa.

Aurora menundukkan kepalanya, ia mulai mempercepat langkahnya. Aurora sebenarnya tidak takut, tetapi dia tidak suka terjebak dalam lingkungan yang seperti itu. Para siswa itu masih saja menggoda Aurora, tetapi ia tak menghiraukannya.

Setelah selesai fotocopy, Aurora langsung cepat-cepat membayar. Ia ingin secepat mungkin keluar dari tempat itu. Siswa laki-laki itu terus menggodanya, tetapi Aurora tetap acuh, dia berjalan melewati kumpulan laki-laki itu. Bahkan senyum tengil dari mereka pun tidak ada yang digubris. Padahal, hampir seluruh siswi perempuan SMA Andromeda akan loncat kegirangan jika mendapatkan senyum dari anggota geng Satrova.

Angkasa yang melihat itu langsung mengatai Aurora bahwa ia sombong padahal dirinya tidak cantik dengan nada setengah teriak. Bukan hanya Aurora saja yang terkejut mendengar itu, melainkan teman-teman Angkasa juga merasakan hal yang sama. Mereka sangat kenal dan mengetahui bagaimana dinginnya sikap Angkasa kepada perempuan, bahkan dengan pacarnya sendiri.

Laki-laki dengan dasi yang diikat di kepalanya itu kemudian bangkit dari tempat duduknya, lalu bergerak mendekat ke arah Aurora. Tubuh besarnya itu langsung menghalangi langkah Aurora. Angkasa lalu menegaskan bahwa Aurora berada di wilayahnya sambil menatap Aurora dengan tajam. Angkasa memang tidak suka kalau ada orang yang datang ke warung itu selain anggota Satrova.

WAZEB adalah tempat yang telah mereka klaim sebagai milik mereka sejak Satrova ada di SMANDA. Warung itu adalah tempat bolos paling aman, dan tempat seluruh anak Satrova yang ada di area SMANDA berkumpul. Seluruh siswa dan siswi sekolah itu juga mengetahui bahwa seluruh tempat yang ada di sekolah itu boleh mereka datangi, kecuali Warung Zebra yang ada di belakang gedung baru itu.

Aurora yang tidak mengetahui tentang itu lantas mengatakan yang sebenarnya. Angkasa tidak percaya akan perkataan Aurora itu dan menganggapnya alesan. Malah, Angkasa berpikir bahwa Aurora ingin modus dengan datang ke warung itu. Aurora menepis perkataan itu dan menyatakan bahwa seluruh siswa memiliki hak untuk mengunjungi setiap tempat di sekolah itu.

Aurora dan Angkasa pun berdebat, bahkan hampir bertengkar. Aurora juga sangat dipenuhi emosi, sampai ia tak kuasa menahan emosinya dan menampar Angkasa. Angkasa tentunya juga emosi dan menandai Aurora sebagai salah satu murid yang tidak akan merasa damai ketika berada di SMA Andromeda.

Ya, begitulah pertemuan dan kesan pertama mereka terhadap satu sama lain. Aurelani Aurora, wanita berbandana biru. Wanita yang akhirnya menjadi pengecualian dalam diri Angkasa, wanita yang akhirnya berhasil meredakan ego dan sifat keras kepala Angksa, wanita yang dijaga Angkasa dengan baik.

Kelebihan Novel Dia Angkasa

Nur Wyna menuliskan kisah Dia Angkasa ini menggunakan bahasa sehari-hari ala remaja. Maka dari itu, kisah ini pastinya sangat mudah untuk dimengerti. Nur Wyna juga menuliskan kisah ini dengan sangat mengalir, alurnya tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.

Nur Wyna juga mampu membangun karakter yang kuat, seperti Angkasa yang emosian dan keras kepala, dan Aurora yang berani. Nur Wyna mampu menggambarkan karakter itu dengan baik, melalui dialog dan interaksi para tokohnya.

Kisah Dia Angkasa ini bukan hanya mengisahkan sebatas percintaan remaja saja, melainkan memiliki nilai kekeluargaan dan persahabatan. Maka dari itu, kisah ini memiliki pesan moral yang dapat menjadi pembelajaran bagi para pembaca.

Kekurangan Novel Dia Angkasa

Selain kelebihan, setiap karya juga pastinya memiliki kekurangan. Kekurangan novel Dia Angkasa ini adalah masih didapati kesalahan penulisan. Namun, kesalahan ini adalah minor dan tidak akan mengganggu keseruan kisah ini.

Selain itu, beberapa pembaca merasa bahwa kisah Dia Angkasa ini cukup klise, karena banyak kisah lain yang premis ceritanya sama. Meski begitu, kisah Dia Angkasa ini sangat menarik untuk diikuti

Pesan Moral Novel Dia Angkasa

Dalam setiap perjalanan hidup manusia, perjalanan itu tidak akan selalu berjalan mulus. Setiap orang akan merasakan bagaimana rasanya bahagia, sedih, marah, dan lain sebagainya. Hal itu adalah hal yang wajar, dan anda harus menerimanya dengan ikhlas. Sebab, keseluruhan hidup adalah proses untuk belajar. Proses mendewasakan diri dari waktu ke waktu. Proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Hidup ini adalah masa yang fana atau sementara. Kerap kali kita terlalu memaksakan diri dengan mengharapkan segala sesuatunya untuk bertahan selamanya. Ubah pola pikir seperti itu dan hindari ekspektasi berlebih, supaya anda juga terhindar dari rasa kecewa.

Gimana Grameds? Penasaran akan kelanjutan kisah Angkasa dan Aurora? Jangan khawatir, karena kalian bisa langsung saja dapatkan novel Dia Angkasa karya Nur Wyna ini di Gramedia.com.

Written by Gabriel