in

Review Buku Orang-Orang Biasa Andrea Hirata

Detail Buku:

Judul: Orang-Orang Biasa

Genre: Inspiratif

Penulis: Andrea Hirata

Bahasa: Indonesia

Penerbit: Bentang Pustaka

Tahun Terbit: 1 Maret 2019

Jumlah Halaman: 262 halaman

Berat Buku: 0.3 Kg

Lebar Buku: 30.5 Cm

Panjang Buku: 13 Cm

ISBN: 9786022915249

Harga Buku: Rp 89.000

Deskripsi Buku:

“The Rainbow Troops is the first Indonesian novel to find its way into the international general fiction market.” -The Sydney Morning Herald

Sinopsis Buku “Orang-Orang Biasa”:

Buku ini akan menceritakan kota Belantik yang merupakan kota yang bisa disebut kota “naif”, dimana ada suatu kelompok yang merencanakan perampokan. Kota Belantik ini merupakan kota yang dikenal memiliki masyarakat yang dikenal dengan keramahan dan kesopanan, meskipun masyarakat kota Belantik bukanlah masyarakat berpendidikan tinggi. Sebutan “naif” di kota Belantik ini hilang karena adanya kasus perampokan yang terjadi saat pawai kemerdekaan yang dijalankan oleh sekelompok perampok. Ternyata sekelompok perampok ini memiliki alasan di balik aksi perampokan yang dilakukan, dimana sekelompok perampok merupakan sekumpulan sahabat yang memiliki alasan mereka tersendiri untuk melakukan aksi perampokan tersebut, yaitu untuk salah satu sahabat yang memiliki keinginan untuk diterima di fakultas kedokteran di universitas ternama. Untuk sahabat Dinah yang memiliki anak sulungnya yang bernama Aini. kelompok perampok tersebut memiliki 10 anggota yang bernama Salud, Junilah, Nihe, Dinah, Handai, Sobri, Honorup, Rusip, dan Debut.

Kelompok 10 sahabat itu sudah ada sejak mereka dibangku sekolah, karena 10 dari mereka merupakan para siswa yang kurang pintar di sekolahnya mereka ditempatkan di kursi deret paling belakang di kelasnya. Beberapa dari mereka ada yang tidak lulus dari sekolah menengah atas akibat tidak naik kelas berkali-kali dan kelompok mereka juga mengalami perundungan dari Trio Bastardin dan Duo Baron. Setelah masa sekolah usai mereka memiliki jalan dan nasib masing-masing dan tetap bersahabat dan tetap memiliki kondisi kesederhanaan.

Perampokan yang dilakukan mereka di dalangi oleh Debut kemudian diikuti oleh yang lain walaupun ada hadirnya keraguan di hati mereka masing-masing. Debut merupakan sosok teman dan juga memimpin rencana secara idealis ini disokong oleh Handai yang memiliki cita-cita sebagai motivator. Akhirnya perencanaan perampokan ini dibagi menjadi dua tim, dimana tim peserta gagal melakukan perampokan namun tim kedua berhasil dalam melakukan misinya dimana merampok toko Batu Mulia dan berhasil meraup total Rp 18 Miliar. Namun sayangnya Toko batu Mulia tersebut ada tempat para koruptor menampung uang korupsi mereka dan hal itu menjadikan

Di tempat lain Kwartet Mul juga berhasil tertangkap ketika ia sedang melakukan aksinya. Di airnya anak dari Dinah yang menempuh pendidikan kedokteran berhasil mendapatkan uang dengan cara halal.

Buku karya Andrea Hirata juga dikemas dengan bahasa yang sederhana dan mudah untuk kita pembacanya karena tidak banyak dalam penggunaan majas yang tidak begitu mudah untuk dipahami. Kita diajak oleh penulis untuk melihat dalam kisah “Orang-Orang Biasa” yang memiliki kehidupan yang bisa dibilang sederhana namun dibalik kata kesederhanaan itu mereka telah melakukan kerja yang sangat keras untuk menjalani hidup mereka dan mendapat kehidupan yang layan juga sederhana. Kehidupan yang mereka jalani seperti tidak mengalami perubahan ekonomi dari zaman dahulu yang sudah lewat kita alami, namun mereka masih ada dalam zaman itu dan kita tidak bisa menyamakan apalagi memberikan julukan bahwa mereka adalah orang-orang yang malas dan tidak ingin kerja atau mengalami perubahaan, namun kehidupan yang saat ini kita jalani dan mereka jalani sangat berbeda.

 

Penulis Buku “Orang-Orang Biasa”:

Andrea Hirata,

Andrea Hirata Seman Said Harun atau dikenal dengan Andrea Hirata merupakan penulis kelahiran tahun 1967 bulan Oktober 24. Andrea Hirata menempuh pendidikan di Universitas Indonesia jurusan Ekonomi dan melanjutkan s2 di Universitas de Paris, Sorboner, Perancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Andrea Hirata mulai dikenal oleh masyarakat di tahun 2006 karena buku novel karya pertamanya yang berjudul “Laskar Pelangi”yang dirilis tahun 2005 dan menjadi novel best seller di tahun 2006 sampai dengan tahun 2007. Selain itu Andrea juga menulis beberapa buku lainnya antara lain sang pemimpi di tahun 2006, Endsor di tahun 2007, Maryamah Karpov di tahun 2008, Padang Bulan pada tahun 2010, Cinta di Dalam Gelas pada tahun 2010, Sebelas Patriot pada tahun 2011, Ayah pada tahun 2015, Sirkus Pohon di tahun 2017, dan novel terbarunya adalah buku novel Orang-Orang Biasa pada tahun 2019. Buku novel karya Andrea Hirata dengan judul Edensor di tahun 2007 masuk dalam nominasi penghargaan nasional sastra KLA (khatulistiwa Literary Award) tahun 2007. Buku dengan judul Laskar Pelangi, Sang Pemimpin, Edensor, dan Maryamah Karpov merupakan tetralogi kenangan penulis akan masa kecilnya. Buku novel Laskar pelangi memenangkan penghargaan ITB Bunch Award di tahun 2013 di Jerman.

 

Review Buku “Orang-Orang Biasa”:

Menggunakan gaya dan bahasa penulisan yang berbeda dari yang digunakan olehnya biasanya, dimana gaya bahasa yang digunakan terbilang lebih simple dan juga banyaknya makna di dalam cerita ini. Kisah dalam buku ini juga merupakan kisah yang terjadi di kehidupan masyarakat sekitar. 10 tokoh disini yaitu Salud, Junilah, Nihe, Dinah, Handai, Sobri, Honorup, Rusip, dan Debut adalah yang dimaksud oleh Andrea Hirata “Orang-Orang Biasa” dalam buku ini dimana akan menceritakan masyarakat yang berlatar di kota Belatik yang merupakan kota dari pelabuhan kecil yang masyarakat disana tidak mengikuti kemajuan zaman yang ada seperti kota-kota maju di Indonesia. Masyarakat Kota Belatik bisa dikatakan sangat sederhana dan hidup biasa-biasa saja begitu juga dengan sepuluh tokoh dalam buku ini. Andrea Hirata menggambarkannya “hal-hal biasa” disini dengan jelas dan tidak membuat kita pembacanya menjadi bosan dan jenuh.

Dalam buku ini menceritakan suatu hal yang memberikan perubahan bagi hidup salah satu dari 10 tokoh dalam buku ini. Dinah yang memiliki anak dan diterima universitas ternama pada fakultas kedokteran dan hal yang menakjubkan dari anak yang orangtuanya tidak memiliki bakat dalam “belajar” dapat diterima di fakultas kedokteran. Hal ini membuat 10 sekelompok sahabat ini menjadi senang dan ingin membantu untuk mencari dana dengan apapun halnya agar anak dari Dindah yaitu Aini bisa menempuh ilmu kedokteran dan menjadi dokter kelak hari.

Dalam proses mencari uang untuk dana untuk masuk universitas Aini dilakukan mereka dengan banyak hal-hal baik kebodohan, jenaka, tidak masuk akal, gila, dan hal-hal lainnya. Ada suatu hal yang sangat membuat kita pembacanya terheran-heran karena jenaka dari akhir cerita ini. Hal ini dibawakan dengan baik oleh Andrea Hirata.

Buku ini ditulis oleh penulis dengan sederhana dan mudah untuk dimengerti oleh kita pembacanya dan juga menggunakan alur maju dan kita pembacanya di jak untuk menyelami kisah dalam buku ini sesuai dengan kejadian yang terjadi dan sesekali menceritakan masa lalu dan pergantian dari setiap sudut pandang dibawakan dengan baik sehingga dapat mengalir dengan baik. Buku ini juga menarik dan cocok untuk berbagai kalangan khususnya untuk kalian para pecinta karya dari Andrea Hirata.

 

Kelebihan dan Kekurangan Buku “Orang-Orang Biasa”:

Kelebihan:

-Cerita dalam buku “Orang-Orang Biasa” karya Andrea Hirata ini dikemas dengan gaya khas yang berkelas dan juga pesan yang tersirat dalam bbuku ini

-Gaya bahasa yang digunakan ini lebih simple dari buku sebelum-sebelumnya dan mudah dimengerti oleh kita pembacanya

-Mengajarkan kita pembacanya untuk selalu memiliki sifat yang jujur dan juga berpikir kritis ketika ingin meraih hal-hal yang kita inginkan

-Perampokan yang dilakukan oleh sekelompok sahabat itu tidak mudah ditebak oleh kita pembacanya yang dimana ada makna tersirat dibalik hal tersebut

-Alur cerita yang dibawakan tidak membosankan dan jauh dari kata jenuh

Kekurangan:

-karena banyaknya tokoh dalam buku “Orang-Orang Biasa” ini kita pembacanya menjadi tidak begitu mengingat nama dari tokoh-tokohnya

-Andrea Hirata juga pada akhir cerita tidak memberikan secara detail apa saja yang direncanakan baik alat-alat para tokoh ketika dalam misi melakukan tindak kejahatan atau perampokan yang akan dilakukan

-Akhir dari buku ini terkesan terburu-buru

 

Kesimpulan Buku “Orang-Orang Biasa”:

Menggunakan gaya dan bahasa penulisan yang berbeda dari yang digunakan olehnya biasanya, dimana gaya bahasa yang digunakan terbilang lebih simple dan juga banyaknya makna di dalam cerita ini. Kisah dalam buku ini juga merupakan kisah yang terjadi di kehidupan masyarakat sekitar, buku ini juga disusun dan disisipkan kritikan untuk kita pembacanya untuk menghargai segala hal seperti pengorbanan orangtua kita, untuk selalu bekerja keras jika kita ingin mendapatkan suatu hal yang kita inginkan. Serta untuk selalu berpikir secara kritis ketika menghadapi suatu hal di kehidupan ini dan jangan lupa untuk selalu memiliki sifat jujur. Andrea Hirata juga menyampaikan kisah seseorang dalam buku ini bahwa ketika memiliki kendala dalam mencapai cita-citanya akibat keuangannya dan bagaimana mereka dapat gigih mencapai cita-cita tersebut dengan belajar dengan giat walaupun mereka mengetahui keterbatasan yang mereka miliki.

Nah, itulah review buku Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata mengenai kehidupan dari 10 orang-orang biasa yang merupakan 10 orang sahabat yang ingin mencapai keinginan untuk mendapat uang untuk membiayai kuliah kedokteran anak dari salah satu anggota kelompok sahabat Grameds.

Seperti yang dapat di lihat, terdapat berbagai poin-poin dan juga kesimpulan dari kisah hidup mereka yang merupakan masyarakat di kota Belatik yang merupakan kota dari pelabuhan kecil yang masyarakat disana tidak mengikuti kemajuan zaman yang ada seperti kota-kota maju di Indonesia. Masyarakat Kota Belatik bisa dikatakan sangat sederhana dan hidup biasa-biasa saja begitu juga dengan sepuluh tokoh dalam buku ini.

Jika Grameds ingin mencari informasi lebih dalam mengenai buku Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata ini maupun buku-buku bergenre inspiratif, kalian dapat membaca berbagai buku yang ada di Gramedia yang pastinya mudah dipahami dan kaya akan informasi.

Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas akan selalu membantu Grameds.

Semoga bermanfaat!

 

Written by Chelsea