in

Review Novel The Prodigy Karya Midnightstalks

Bagi kalian para penggemar kisah fiksi sains, kalian pastinya akan menyukai novel The Prodigy ini. Novel The Prodigy ditulis oleh Midnightstalks atau yang akrab dipanggil Kak Midi. Novel The Prodigy pertama kali diterbitkan pada November 2021, dengan total 300 halaman.

Pada mulanya, kisah The Prodigy merupakan kisah fiksi penggemar yang diunggah di akun Twitter @midnightstalks. Utas kisah The Prodigy sangat populer di kalangan pengguna Twitter. Hal ini dibuktikan dengan thread alternate universe ini telah mendapatkan sejumlah 37,3 ribu likes dan sudah 15,6 ribu kali di retweet.

Jika pada alternative universe, cerita The Prodigy dibagi menjadi tiga babak dan ruang waktu yang berbeda. Pada versi novelnya, kisah The Prodigy memiliki time stamp yang lebih rapi berdasarkan alur cerita kejadian, sehingga akan mengungkap setiap rahasia secara perlahan. Novel The Prodigy mengisahkan tentang seorang anak laki-laki yang berusaha untuk mencari tahu kebenaran mengenai identitas dirinya dan masa lalu ibunya.

Dunia Prodigy adalah sebuah negara yang bernama Neostate yang terdiri dari tujuh distrik. Masing-masing distrik itu memiliki ciri khasnya sendiri dan diduduki oleh masing-masing klan yang diberi nama berdasarkan marga yang ada di negara Korea. Selain itu, di negara Neostate juga ada sebuah sistem pendidikan yang diberi nama Neo Prodigy Academy (NPA). Sistem pendidikan ini memiliki sejumlah empat bidang yang berfokus pada teknologi untuk membangun Neostate.

Fakultas yang pertama bernama Vestenium. Fakultas ini berfokus untuk mempelajari proses kimia yang terjadi dalam sel makhluk hidup. Fakultas kedua, yakni Ostenium, yang mempelajari tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ada juga fakultas yang mempelajari tentang teknologi digital secara umum, yaitu Fakultas Nordeium. Fakultas yang terakhir mempelajari tentang ilmu pertahanan dan ancaman keamanan di Neostate, yang bernama Sydenium. Keempat fakultas tersebut juga digambarkan dengan terdapat perbedaan seragam untuk setiap muridnya.

Sinopsis Novel The Prodigy

Dunia Prodigy adalah sebuah negara yang bernama Neostate yang terdiri dari tujuh distrik. Masing-masing distrik itu memiliki ciri khasnya sendiri dan diduduki oleh masing-masing klan yang diberi nama berdasarkan marga yang ada di negara Korea. Selain itu, di negara Neostate juga ada sebuah sistem pendidikan yang diberi nama Neo Prodigy Academy (NPA). Sistem pendidikan ini memiliki sejumlah empat bidang yang berfokus pada teknologi untuk membangun Neostate.

Fakultas yang pertama bernama Vestenium. Fakultas ini berfokus untuk mempelajari proses kimia yang terjadi dalam sel makhluk hidup. Fakultas kedua, yakni Ostenium, yang mempelajari tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ada juga fakultas yang mempelajari tentang teknologi digital secara umum, yaitu Fakultas Nordeium. Fakultas yang terakhir mempelajari tentang ilmu pertahanan dan ancaman keamanan di Neostate, yang bernama Sydenium. Keempat fakultas tersebut juga digambarkan dengan terdapat perbedaan seragam untuk setiap muridnya.

Kisah The Prodigy berfokus pada seorang pemuda bernama Huang Rennath dari distrik 7 yang ingin mencari kebenaran tentang identitas dirinya juga dang ibunda di tengah rumitnya teka-teki kehidupan. Segalanya dimulai ketika Rennath atau yang akrab dipanggil Ren, anak yang marganya sudah disembunyikan dari catatan negara menemukan bahwa akademi kebanggaan negara ternyata menyimpan rahasia tentang asal usulnya.

NPA yang menjadi akademi pencetak lulusan yang merupakan bibit unggul dari berbagai distrik dan clan untuk menyalurkan ide dan mewujudkan proyek besar mereka kepada negara ternyata tidak sepenuhnya positif. Neo Prodigy Academy tidak hanya sebatas itu. NPA menjadi tempat yang tidak hanya menyimpan rahasia tentang dirinya, tetapi juga mengenai ibunya, serta segala kepalsuan dan sejarah gelap negaranya.

Neo Prodigy Academy juga menjadi tempat bagi Ren untuk bertemu dengan sejumlah siswa lain dari seluruh distrik di Negara Neostate. Mulai dari Klan Kim, Lee, Na, Ryu, Hwang, dan lain-lain.

Kelebihan Novel The Prodigy

Ide cerita The Prodigy ini sangat menarik dan unik. Midi memadukan unsur science fiction, drama, dan family dengan begitu baik. Kisah The Prodigy ini dituliskan secara mengalir dan menggunakan gaya bahasa yang mudah dimengerti.

Pembaca juga merasa penulis sangat konsisten dengan karakterisasi semua tokohnya, padahal tokoh dalam cerita ini juga tidak sedikit. Karakter para tokoh dinilai konsisten dari awal hingga akhir, sehingga sangat melekat di benak pembaca hingga akhir. Hal ini juga sangat membantu pembaca untuk mengingat tokoh yang lumayan banyak itu.

Selain itu, Midi juga membangun karakter yang tidak terpaku. Tidak terpaku dalam arti tidak terbagi menjadi protagonis dan antagonis, tetapi setiap karakter tokoh dibuat memiliki dua sisi itu. Semua tokoh memiliki sisi protagonis dan antagonis. Karakter yang dari awal digambarkan sebagai protagonis, ternyata di akhir cerita memiliki sisi antagonis juga.

Sebaliknya, karakter yang pada awalnya digambarkan antagonis, ternyata tidak sejahat itu dan memiliki sisi yang baik. Midi juga mampu menggambarkan karakter tersebut secara jelas dan kuat. Maka itu, para pembaca juga bisa tertarik dengan para karakter tersebut.

Meskipun kisah The Prodigy ini memiliki pembahasan tentang sains, teknologi, hingga sejarah negara, serta yang lainnya, Midi sebagai penulis mampu menyampaikannya dengan baik. Midi menyampaikan hal-hal tersebut secara menyenangkan, sehingga membuat para pembaca menemukan hal-hal yang notabene tidak umum tersebut sebagai sebuah pengetahuan baru yang membuat penasaran.

Di alur kisah The Prodigy itu juga memiliki banyak plot twist. Hal ini tentunya menambah nilai kisah ini menjadi lebih seru. Kisah The Prodigy ini juga mampu menyentuh perasaan para pembaca pada bagian kisah yang lebih sensitif, seperti ketika membahas tentang keluarga.

Kekurangan Novel The Prodigy

Para pembaca menemukan bahwa tulisan novel The Prodigy ini terlalu kecil dan spasi tulisannya juga terlalu rapat. Hal ini menjadi sebuah kendala bagi para pembaca, karena membuat proses membaca menjadi lebih sulit dan kurang nyaman.

Beberapa pembaca menemukan bahwa sejumlah bagian cerita seperti dipanjang-panjangkan. Padahal inti ceritanya singkat, dan seharusnya narasinya bisa dituliskan dengan singkat juga. Selain itu, narasi yang sangat mendetail juga menjadi sebuah kendala bagi beberapa pembaca, karena membuat kesan seperti penulis mengarahkan imajinasi pembaca dalam membayangkan kisah ini.

Dalam novel The Prodigy yang mengangkat tentang sains, pengetahuan, dan sejarah negara ini tentunya akan menggunakan banyak istilah asing. Penggunaan istilah asing ini di satu sisi memang menambah pengetahuan masyarakat, tetapi di sisi lain menjadi sebuah kekurangan, di mana terdapat penggunaan diksi lain yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.

Penggunaan diksi dalam novel The Prodigy ini dinilai terlalu banyak. Hal ini sontak membuat sejumlah pembaca merasa bingung. Selain itu, penggunaan diksi yang sulit dipahami ini dapat membuat pembaca merasa bosan.

Pesan Moral Novel The Prodigy

Sosok yang paling kenal dengan diri kita adalah diri kita sendiri. Dari kisah The Prodigy ini, kita dapat membuktikan bahwa hal itu adalah benar adanya. Serapat apa pun seseorang atau suatu instansi menutup rahasia tentang identitas seseorang, akan tiba saatnya bagi seseorang tersebut mempertanyakan tentang dirinya sendiri. Pada akhirnya, kebenaran akan menunjukkan dirinya.

Dunia yang menjadi tempat tinggal kita ini memang tidak sempurna. Dunia yang kita tinggali ini juga terkadang tidak baik. Takdir yang meliputi kehidupan kita juga terkadang tidak sesuai ekspektasi. Namun, itu dia yang dinamakan kehidupan.

Jalannya tidak akan selalu lurus. Segalanya tidak akan selalu mudah. Namun, di tengah kesulitan tersebut, hendaknya kita selalu ingat bahwa setiap orang yang ada di sekitar kita maupun yang jauh di sana juga pasti mengalami kesulitan.

Selama kita masih memiliki dukungan, selama kita masih memiliki kawan, selama kita masih bisa berjuang bersama-sama, segalanya akan mampu kita lewati dengan baik. Selama kita tidak sendirian, kita akan mampu merasa baik-baik saja.

Bagi kalian para pecinta kisah science fiction, kisah The Prodigy ini menjadi pilihan yang paling tepat untuk kalian baca. Maka itu, yuk segera dapatkan novel The Prodigy karya Midnightstalks ini hanya di Gramedia.com.

Written by Gabriel