in

Review Novel Aldara Karya Sherlyta

Novel Aldara merupakan salah satu dari sekian kisah yang diunggah di Wattpad, yang berhasil menarik hati banyak orang, termasuk pihak penerbit. Novel Aldara pertama kali diterbitkan pada Maret 2021 oleh penerbit Coconut Books. Kisah Aldara pada mulanya diunggah di akun Wattpad penulisnya, yakni Sherlyta atau Sherly Putri, dengan nama akun SherlyayaPutri08.

Kisah Aldara sangat populer di platform Wattpad. Hal ini dibuktikan dengan kisah ini yang pernah menjadi urutan nomor 1 dalam kategori teen fiction pada tanggal 2 September 2020. Selain itu, kisah Aldara telah dibaca sebanyak 30,2 juta kali di Wattpad.

Dengan kepopuleran kisah ini, tentunya nama Sherly Putri sebagai penulisnya juga menjadi dikenal masyarakat luas. Maka itu, akun Wattpad Sherly berhasil mendapatkan sejumlah 44.7 ribu pengikut. Bukan hanya berhasil mendapatkan banyak penggemar, karya Sherly ini juga berhasil menempatkan diri sebagai salah satu novel fiksi remaja yang berada di deretan best seller.

Novel Aldara mengisahkan tentang seorang lelaki bernama Bara. Bara adalah sosok lelaki yang dingin, nakal, dan kaku. Kata yang dapat merangkum sosok Bara adalah bad boy. Lantas, bagaimana sosok bad boy yang dingin, nakal, dan kaku seperti Bara bisa menjadi seorang ayah? Tentunya sifat itu akan ia singkirkan. Bara akan menjadi sosok ayah yang baik bagi anaknya.

Ini juga menjadi kisah Dara, wanita yang akan menjadi ibu dari anak Bara. Masa depan Dara hancur, karena suatu insiden pada malam itu. Begitu juga Bara yang harus selalu sabar dan kerap kali diliputi rasa bersalah.

Mereka berdua disatukan oleh takdir, karena janin yang ada dalam kandungan Dara. Perasaan menjadi campur aduk menjadi satu ketika mereka memutuskan menikah muda. Antara cinta, benci, ego, dan kehancuran yang menanti.

Sinopsis Novel Aldara

https://www.gramedia.com/products/diet-keto-berani-mencoba-tantangan-diet-rendah-karbohidrat?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Dara berjalan mondar-mandir sambil menggigiti kukunya. Pandangan matanya tertuju kepada benda kecil yang sedang dipegang olehnya. Setelah beberapa menit, hasil yang ditunggunya itu mulai terlihat. Seketika melihat hasil itu, tubuh Dara jatuh ke lantai.

Tangan kiri Dara membekap mulutnya sendiri supaya suara isak tangisnya tak terdengar begitu jelas keluar ruangan. Sorot mata Dara memancarkan jelas memancarkan rasa takut. Bahunya bergetar dengan hebat diiringi isak tangisnya yang semakin menjadi-jadi. Test pack yang menunjukkan dua garis merah yang ada di tangannya dilemparkan begitu saja ke lantai.

Memang, akhir-akhir ini Dara merasa mual yang berlebihan, porsi makannya juga kian bertambah. Dara menangis di dalam keheningan malam. Ia sangat yakin bahwa kedua orang tuanya yang gila kerja itu pasti akan lembur. Perasaan takut yang berlebihan mulai menggerogoti dirinya. Bahkan, kepalanya sampai merasa pusing akibat banyaknya pertanyaan yang muncul di kepalanya.

Dara harus melakukan apa? Bagaimana reaksi kedua orang tuanya Dara? Bagaimana jika mereka kecewa? Bagaimana masa depannya nanti? Dara tanpa sadar menyalurkan emosinya dengan mencengkram perut yang berisi janinnya itu dengan erat. Awalnya, Dara tak pernah berpikir untuk membeli test pack itu.

Namun, ia teringat segala gejala aneh yang dirasakan akhir-akhir ini. Ditambah lagi Dara sudah telat datang bulan selama satu minggu lamanya. Maka itu, Dara memutuskan untuk memastikan keadaannya sendiri dengan benda kecil itu. Dara tidak memiliki pacar, lantas siapa yang menghamili Dara?

Pria yang menghamilinya itu adalah Bara, lelaki yang terjebak bersamanya di acara ulang tahun pacar temannya, Gemma. Dara memang tak begitu mengingat detailnya, yang ia ingat hanya Bara menghampirinya, hingga ia bangun dengan tubuh sama-sama polos. Bahkan, mereka juga sudah sepakat untuk melupakan kejadian itu, tetapi takdir seolah mempermainkan mereka.

Otaknya langsung menampilkan kejadian 3 Minggu lalu, memori itu membuatnya lagi- lagi menangis. Kala itu, Dara sedang berada di suatu hotel yang ada Bali. Alhena dan Nilam Menunjukkan hotel yang dimiliki Gemma itu. Sejak awal menginjakan kaki di tempat itu, Dara memang sudah merasa tidak nyaman.

Sebab, ruangan yang dikunjunginya itu dipenuhi gaungan musik yang diputar sangat keras. Tempat itu memang tidak ramai, mungkin hanya 15 sampai 20 orang saja, termasuk Dara dan ketiga sahabatnya. Namun, yang membuat Dara tidak nyaman adalah banyak minuman beralkohol di situ. Ditambah, tempat itu dipenuhi dengan laki-laki.

Alhena kemudian menyeret Dara ke gerombolan, kira-kira sekitar enam orang laki-laki di dalamnya. Alhena kemudian memanggil Gemma, kekasihnya yang sedang ulang tahun. Sebetulnya Dara sudah kenal siapa mereka, hanya saja ia tak pernah menegur sapa dengan mereka sama sekali.

Lagipula, tampaknya tidak ada yang tak kenal dengan enam orang tersebut, para lelaki yang memiliki segudang kenakalan di SMA Arcturus. Gemma kemudian berbincang dengan pacarnya itu sambil mengusap pelan rambut Alhena. Sedangkan, Alhena sudah melepaskan tangannya, lalu mengapit lengan Gemma.

Alhena dan Gemma sudah menjalin hubungan romantis sejak kelas 3 SMP. Hubungan mereka itu memang terbilang cukup lama sampai bisa bertahan hingga sekarang. Gemma adalah anak dari keluarga yang kaya raya. Bahkan, untuk tiket pesawat dsn kamar hotel para tamu undangannya saja dibayar semua oleh Gemma.

Oleh karena Alhena adalah pacar Gemma, ia lantas membolehkan sepupu dan sahabat Alhena untuk ikut. Hari itu adalah malam terakhir mereka di Bali. Besok mereka harus pulang, karena sudah mulai masuk sekolah. Gerombolan anak nakal itu menggoda Dara yang terlihat bete.

Dara mengabaikan segalanya dan lebih memilih untuk diam. Ia memang tidak nyaman dengan suasana di ruangan itu. Selama satu jam lamanya, Dara hanya terdiam, meskipun terkadang berbincang dengan Starla dan Nilam. Keadaan juga mulai berubah, para lelaki yang ada di ruangan itu banyak yang mabuk. Salah satunya adalah Bara.

Dara yang mulai merasa risih kemudian memilih untuk keluar dari ruangan itu tanpa mengajak siapa pun. Dara bertujuan untuk kembali saja ke kamar tidurnya yang berlokasi tak jauh dari tempat pesta itu. Saat Dara membuka pintu, ia mengernyitkan dahinya, karena heran melihat Bara yang berjalan keluar dari ruangan.

Apalagi waktu itu malah ada temannya Manu yang memberikan Bara minuman lagi. Kondisi Bara mabuk berat saat itu. Maka itu, ia menerima saja minuman dari Manu dan menenggaknya sampai habis. Dara langsung memilih untuk cepat-cepat masuk ke kamarnya saja dan menjauhi segala kekacauan itu.

Namun, tiba-tiba saja Dara terkejut ketika mendengar suara pintu kamarnya terbuka. Dara belum sempat pergi ke alam mimpi, dan malah mendengar suara dentuman keras. Dara semakin terkejut ketika melihat orang yang menggebrak pintu kamar hotelnya adalah Bara. Lelaki itu berjalan menghampiri Dara secara perlahan dengan mata yang berkabut.

Dara lantas menanyakan tujuan Bara ke kamarnya, dan menekankan bahwa itu adalah kamar Dara. Dara merasa ketakutan saat itu. Takut Bara akan berbuat macam-macam, karena ia sedang mabuk berat. Bara hanya diam saja dan tidak menjawab perkataan Dara. Bara kemudian menggulung lengan kemejanya hingga bagian siku.

Dara memang sempat terpesona sejenak oleh wajah Bara yang tampan itu, tetapi perasaannya langsung berubah menjadi ketakutan ketika tubuh besar Bara maju perlahan ke arahnya. Bahkan, Bara juga sampai naik ke atas ranjangnya. Dara lantas memberikan perlawanan kepada Bara.

Satu hal yang terlintas di pikiran Dara, ia menyesali bahwa kemungkinan dia lupa mengunci kamar hotelnya, maka itu Bara bisa masuk. Dara kemudian memberanikan diri untuk menepuk pelan pipi Bara, guna menyadarkannya. Ia juga sudah berkali-kali mencoba mendorong Bara, tetapi tubuh lelaki itu terlalu kuat, sehingga tidak ada hasilnya.

Lalu, Dara tanpa sadar menampar Bara lagi yang kini menatapnya dengan marah. Tubuh lelaki itu semakin dekat dengannya. Dara sempat ingin mengucap maaf, tetapi ucapan Dara terpotong ketika Bara menciumnya dengan kasar. Air mata Dara mengalir membasahi pipinya tanpa bisa ditahan.

Dara sangat ketakutan kala itu. Ia hanya bisa menangis, dan maka itu ia melakukannya saat itu. Dara tidak bisa tidur setelah mengalami kejadian mengerikan itu. Ia menoleh ke samping dan mendapati Bara tertidur pulas, seolah tidak terjadi apa apa.

Dara terus menangis, bahunya bergetar hebat. Ia kemudian mencoba bangun dan berjalan dengan tertatih, karena bagian vitalnya terasa sakit akibat kejadian itu. Air matanya mengalir semakin deras ketika melihat bajunya yang sudah sobek di pojok ruangan.

Tangannya terkepal, Dara kemudian dengan cepat mengambil kemeja putih Bara dan memakainya meskipun tubuhnya tenggelam. Dara kemudian membuka pintu kamar mandi dan mencoba menenangkan dirinya. Dara mendongak ketika pintu kamar mandi didobrak secara kasar.

Namun, Dara lebih memilih untuk diam ketika melihat sosok yang masuk ke kamar mandi itu. Dara sudah berada di bawah guyuran air yang membasuhnya sejak satu jam yang lalu sambil menangis sejadi-jadinya. Ia meluapkan segala emosi yang ada di benaknya.

Bara yang menemukan Dara seperti itu lantas mengumpat sambil mengusap wajahnya secara kasar. Lelaki itu hanya menggunakan celana tanpa atasan, karena kemejanya sedang dipakai oleh Dara sekarang. Ia juga mendapati bagian punggungnya banyak luka bekas cakaran yang tentunya diberikan oleh Dara.

Dara memalingkan wajahnya, air matanya kembali menetes. Bara kemudian memanggil nama Dara secara ragu, karena sejujurnya ia hanya mengetahui sosok Dara sebatas nama saja, itu juga karena teman-temannya. Dara masih enggan menatap Bara dan menyuruhnya untuk pergi.

Bara kemudian mengucapkan bahwa ia akan bertanggung jawab. Namun, Dara tentunya melakukan perlawanan dan menepis kata-katanya itu. Dara memukul tubuh Bara secara brutal sambil menangis hebat. Bara kemudian langsung menarik Dara dalam pelukannya sambil mengucapkan kata maaf berkali-kali. Meski ia juga mengetahui bahwa perkataannya itu tidak akan berarti.

Masa depan Dara hancur, karena suatu insiden pada malam itu. Begitu juga Bara yang harus selalu sabar dan kerap kali diliputi rasa bersalah. Mereka berdua disatukan oleh takdir, karena janin yang ada dalam kandungan Dara. Perasaan menjadi campur aduk menjadi satu ketika mereka memutuskan menikah muda. Antara cinta, benci, ego, dan kehancuran yang menanti.

https://www.gramedia.com/products/diet-keto-berani-mencoba-tantangan-diet-rendah-karbohidrat?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Kelebihan Novel Aldara

Sherly Putri mampu menyajikan premis cerita yang dianggap berani, karena mengangkat isu yang cukup sensitif. Konflik yang diangkat juga cukup rumit, tetapi mudah untuk dimengerti. Kisah ini sungguh menarik dan mampu membuat para pembaca merasakan ketegangan, takut, sedih, dan lain sebagainya. Pastinya juga, pembaca akan terus penasaran akan kelanjutan kisah ini.

Sherly Putri juga mampu menggambarkan latar kisah ini secara detail. Mulai dari latar tempat, suasana, juga waktu setiap kisahnya. Maka dari itu, pembaca dapat dengan mudah membayangkan kisah ini dengan tepat.

Kisah Aldara ini memiliki banyak pesan moral yang bisa menjadi pelajaran bagi para pembacanya. Kisah ini dapat menjadi gambaran yang menyadarkan masyarakat, terutama anak muda, untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak baik. Hal-hal yang memiliki resiko tinggi dan berpotensi merusak masa depan.

Kekurangan Novel Aldara

Seperti buku-buku lainnya, kesalahan penulisan adalah kekurangan yang umum untuk ditemukan. Begitu juga dalam novel Aldara ini, masih didapati kesalahan penulisan pada beberapa bagian.

Beberapa bagian cerita dalam novel ini mungkin akan menjadi pemicu bagi sebagian orang yang memiliki trauma. Dapat dilihat dari sinopsisnya, kisah ini mengandung adegan kekerasan seksual. Maka itu, bagi anda yang memiliki trauma sebaiknya tidak membaca kisah ini. Novel ini juga sebaiknya dibaca oleh mereka yang berusia di atas 18 tahun.

Pesan Moral Novel Aldara

Tidak apa jika ingin bersenang-senang, tetapi pastikan anda bisa mengatur diri anda sendiri. Tentukan batasan dan pastikan temanmu atau orang yang berada di sekitarmu bisa membantu kamu terhindar dari hal-hal buruk. Bersikap bijaklah dalam melakukan segala hal. Taati peraturan, norma, dan hukum yang berlaku di masyarakat.

Hendaknya kita selalu waspada dan berhati-hati, sekalipun itu saat berada bersama orang yang kita sudah kenal. Sebab, kita tidak akan pernah mengetahui maksud orang lain. Sebaiknya, kita selalu berjaga dan memiliki rencana dalam keadaan darurat.

Bagi anda yang penasaran akan bagaimana nasib Dara dan Bara, tunggu apa lagi? Yuk segera dapatkan novel Aldara karya Sherlyta ini hanya di Gramedia.com.

https://www.gramedia.com/products/diet-keto-berani-mencoba-tantangan-diet-rendah-karbohidrat?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Written by Gabriel