Ekonomi

Pengertian Liabilitas dan Manfaatnya Untuk Perusahaan

pengertian liabilitas
Written by Laeli Nur Azizah

Pengertian Liabilitas – Di dalam dunia bisnis, satu dan lain halnya biasanya mempunyai hubungan antara satu dengan yang lainnya. Salah satunya yaitu aset dan juga liabilitas yang mempunyai hubungan yang tinggi terhadap kelancaran proses perjalanan suatu bisnis. Dalam melakukan kegiatan bisnis, suatu perusahaan pasti akan memerlukan aset.

Sedangkan liabilitas adalah sebuah risiko yang seharusnya diambil oleh pihak perusahaan mengembangkan bisnis yang sedang dijalankan. Walaupun begitu, liabilitas tak hanya ada dalam bentuk utang atau pinjaman uang. Ada berbagai macam bentuk liabilitas yang perlu Grameds ketahui. Dibandingkan hanya menebak dan berandai-andai, sebaiknya Grameds menyimak artikel kali ini sampai selesai untuk mengetahui bentuk liabilitas secara detail.

Pengertian Liabilitas

Liabilitas adalah sebuah suatu kewajiban yang harus dibayar oleh sebuah perusahaan pada pihak yang bersangkutan dengan cara mengeluarkan sejumlah dana atau sumber daya ekonomi perusahaan tersebut. Umumnya, perusahaan akan mengambil liabilitas guna mendukung segala kegiatan operasional yang ada di dalam bisnisnya.

Dengan begitu, perluasan serta perkembangan suatu perusahaan bisa dilakukan dalam waktu yang relatif lebih cepat. Apabila perusahaan bersikeras untuk tidak mengambil sebuah risiko dengan cara berhutang. Terlebih untuk perusahaan yang tidak mempunyai aset dalam jumlah banyak. Maka perkembangan perusahaan tersebut berpotensi untuk terhambat dan tidak maksimal.

Adapun pengertian lain dari liabilitas yang lebih sederhana yaitu suatu kewajiban yang dihitung sama dengan nilai uang dan wajib dibayar oleh perusahaan kepada pihak yang bersangkutan. Pihak yang dimaksud disini bisa berupa perusahaan, perorangan, koperasi, bank, dan lembaga keuangannya yang lainnya. Intinya, jika menurut pada catatan akuntansi, liabilitas adalah sebuah hutang. Dimana dalam persamaan akuntansi, liabilitas diberi singkatan ALE oleh para akuntan.

Singkatan tersebut memiliki kepanjangan, Aset Liabilitas, dan Ekuitas. Ketiga hal tersebut saling berkaitan satu sama lain. Dari hal itu, muncul persamaan mengenai akuntansi yang menunjukkan bahwa aset berasal dari penjumlahan liabilitas dan juga ekuitas. Mengapa suatu perusahaan sampai memiliki liabilitas? Hal itu berhubungan dengan jumlah aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan.

Jika semua perusahaan mempunyai aset yang tidak banyak. Maka sebaiknya dianjurkan untuk mengambil liabilitas. Tujuan dari hal itu adalah sebagai upaya agar perusahaan bisa berkembang secara maksimal. Sebab, saat bertahan dengan aset yang seadanya, maka secara otomatis perusahaan akan sulit sekali untuk maju atau berkembang. Perlu Grameds ketahui bahwa liabilitas tidak melulu berbentuk uang. Namun juga bisa berbentuk jasa, barang, atau manfaat ekonomi dalam bentuk lain. Selain itu, liability juga bisa berasal dari berbagai jenis transaksi. Misalnya dari pertukaran aset, hubungan bisnis, dan berbagai transaksi yang dapat memberikan manfaat bagi perekonomian perusahaan kedepannya.

Beli Buku di Gramedia

Di dalam ilmu akuntansi keuangan, liabilitas dianggap sebagai suatu kewajiban entitas yang muncul dari sebuah transaksi atau kejadian di masa lalu. Kewajiban yang dimaksud dijelaskan melalui beberapa karakteristik berikut ini:

1. Kewajiban merupakan segala jenis hutang atau pinjaman dari bank atau perorangan yang ditujukan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.

2. Selain itu, kewajiban merupakan sebuah tanggung jawab dari pihak lain yang membutuhkan penyelesaian melalui pengiriman aset berupa penyediaan layanan maupun transaksi lain di masa depan dan menghasilkan sebuah manfaat ekonomi.

3. Kewajiban merupakan suatu tugas serta tanggung jawab pada pihak terkait, baik meninggalkan sedikit atau bahkan tidak sama sekali suatu kebijakan guna menghindari penyelesaian.

4. Terakhir yaitu, kewajiban adalah sebuah peristiwa dan transaksi yang sudah terjadi dan menimbulkan tanggung jawab entitas.

Perbedaan Liabilitas dan Beban

Liabilitas dan beban seringkali dikategorikan sebagai suatu hal yang sama. Namun sebenarnya keduanya sangatlah berbeda. Liabilitas biasanya berbentuk hutang yang dipakai oleh perusahaan untuk mendapatkan aset demi kebutuhan operasional. Contohnya, apabila perusahaan membeli alat-alat untuk produksi yang digunakan dalam pembuatan produk. Kemudian pembayarannya dilakukan dengan menggunakan pinjaman, maka transaksi tersebut tergolong ke dalam liabilitas.

Sedangkan untuk beban, yaitu termasuk pembayaran yang sedang berjalan untuk sebuah hal yang tidak ada nilai nyatanya dan dipakai untuk mendapatkan profit atau income. Salah satu contohnya yang bisa dijadikan gambaran yaitu biaya yang dikeluarkan untuk membayar iklan dengan tujuan menarik pelanggan. Selain itu, beban dan juga liabilitas umumnya tercantum pada tempat yang berbeda-beda di laporan keuangan. Dimana liabilitas biasanya ditulis di neraca keuangan, sementara beban ditulis di laporan laba dan rugi.

Jenis-Jenis Liabilitas

Secara umum, liabilitas akan muncul dan tercatat di neraca laporan keuangan yang ditulis di akhir periode. Tujuannya yaitu untuk mengidentifikasi kondisi keuangan sebuah perusahaan pada periode tersebut. Biasanya, letak liabilitas di laporan keuangan berada di kolom sebelah kanan bersama dengan catatan ekuitas. Dimana dalam pencatatannya, liabilitas berada di urutan yang sudah ditentukan. Berikut ini adalah 2 jenis liabilitas yang perlu Grameds ketahui dalam laporan keuangan suatu perusahaan atau bisnis. Simak hingga selesai ya.

1. Long Term Liability

Jenis liabilitas yang pertama adalah liabilitas yang bersifat jangka panjang. Itu artinya, jangka waktu yang ditentukan untuk pembayaran kewajiban tersebut diperkirakan akan berlangsung sampai lebih dari satu tahun. Contoh dari liabilitas jangka panjang adalah utang yang berbentuk hipotik, hutang obligasi dan pinjaman dana tunai.

Beli Buku di Gramedia

2. Short Term Liability

Jenis liabilitas yang kedua adalah liabilitas yang bersifat jangka pendek. Liabilitas jenis ini kerap kali disebut dengan istilah liabilitas lancar. Hal tersebut bisa diartikan sebagai suatu kewajiban yang diharapkan bisa diselesaikan dalam jangka waktu yang pendek atau tidak lebih dari setahun. Berikut ini adalah beberapa contoh liabilitas jangka pendek:

1. Kewajiban Pajak Penjualan

Kewajiban pajak penjualan juga termasuk ke dalam utang atau liabilitas. Dimana hal tersebut adalah akumulasi dari pajak penjualan yang bisa diperoleh dari konsumen dan ditahan sampai ketika jatuh tempo sebelum dibayarkannya ke perpajakan.

2. Kewajiban Pajak Penghasilan

Tentu kita tahu bahwa ada beberapa perusahaan yang memotong gaji karyawannya untuk digunakan sebagai pajak penghasilan. Potongan tersebut biasanya akan dikumpulkan dan disimpan sampai waktunya disetorkan ke perpajakan negara.

3. Hutang Hipotek dan Pinjaman Dana

Apabila sebelumnya kedua hutang tersebut masuk ke dalam contoh liabilitas jangka panjang, maka sekarang sudah hadir sebagai contoh jenis liabilitas jangka pendek. Hal tersebut bisa terjadi apabila pembayaran dilakukan dengan cara dicicil per bulan. Dengan begitu, pembayaran di bawah 12 bulan akan dikategorikan sebagai liabilitas jangka pendek.

Selain dari 2 jenis liabilitas yang sudah disebutkan diatas, sebenarnya masih ada lagi jenis lainnya yaitu modal. Modal merupakan jenis liabilitas yang berasal dari selisih aset dan juga hutang yang dimiliki sebuah perusahaan. Modal juga termasuk ke dalam jenis liabilitas kontinjensi. Itu berarti, ada atau tidaknya kewajiban bergantung pada peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Oleh karena itu, jatuh tempo dari sebuah liabilitas jenis ini tidak akan pernah bisa diprediksikan. Maka tak heran jika tidak banyak pemilik perusahaan yang mengambil jenis liabilitas ini. Contohnya saja, jenis liabilitas tersebut antara lain, garansi untuk sebuah produk, gugatan melalui jalur hukum, dan lainnya.

Karakteristik Liabilitas Adalah

Bagi Grameds yang sudah lama bergelut di bidang bisnis atau yang baru saja memulai bisnis tentu akan sangat familiar dengan istilah liabilitas. Hal tersebut karena karakteristik yang dimilikinya. Berikut adalah beberapa karakteristik dari liabilitas yang perlu dipahami:

1. Semua pinjaman yang dipakai untuk meningkatkan pendapatan pribadi atau perusahaan, baik itu dari bank, perorangan, atau yang lainnya harus dibayar saat itu juga ketika sudah jatuh tempo.

2. Segala macam bentuk kewajiban yang harus dibayarkan pada pihak lain, entah itu pertukaran aset, transfer uang tunai, pemberian layanan atau jasa, dan kegiatan lain yang memberikan manfaat ekonomi pada periode yang sudah ditentukan sesuai dengan kesepakatan atau waktu peristiwa bisnis tertentu.

3. Kejadian bisnis atau transaksi yang sudah terlaksana serta mengharuskan entitas.

4. Sebuah bentuk tanggung jawab entitas kepada pihak lain, baik itu yang meninggalkan suatu kebijakan atau yang tidak menghindari upaya penyelesaian.

Beli Buku di Gramedia

Cara Menganalisa Liabilitas Usaha

Adanya laporan liabilitas pada sebuah perusahaan juga bisa digunakan sebagai salah satu indikator kesehatan finansial perusahaan tersebut. Oleh karena itu, penulisan dan pencatatan harus dilakukan secara detail dan rinci, rapi, serta terstruktur. Berikut ini adalah dua cara yang dapat digunakan untuk menganalisis liabilitas di suatu perusahaan:

1. Dengan Melalui Rasio Hutang Terhadap Aset yang Dimiliki Suatu Perusahaan

Saat Grameds menggunakan cara yang satu ini, maka hal yang perlu dipastikan adalah berapa jumlah aset yang dimiliki perusahaan yang bisa digunakan untuk mencukupi dan menutupi kewajiban atau liabilitas tersebut. Kita bisa hitung dengan menggunakan persentase semua jumlah hutang dan pastikan bahwa total atau jumlahnya kurang dari 50%. Jika total semua hutang yang dimiliki bisa ditutup dengan menggunakan total aset usaha yang dimiliki suatu perusahaan. Maka kemungkinan besar perusahaan tersebut tetap bisa beroperasi.

2. Menggunakan Rasio Hutang Terhadap Ekuitas

Cara yang kedua yaitu dengan menggunakan rasio utang dengan ekuitas. Disini kita harus menghitung keseluruhan dari utang dengan ekuitas yang dimiliki oleh perusahaan. Pastikan bahwa hasil dari rasio utang dengan ekuitas tidak lebih dari 50%. Akan tetapi, jika kenyataannya lebih dari 50%, maka itu adalah saat perusahaan harus mengurangi jumlah kewajiban atau utang yang dimiliki. Jadi, liabilitas adalah bukan sesuatu yang buruk untuk sebuah perusahaan atau bisnis. Ada saatnya hal itu justru menjadi salah satu cara untuk mencapai kesuksesan.

Adapun hal yang perlu dipahami yaitu tetap kontrol jumlah liabilitas supaya tidak melebihi batas kemampuan perusahaan untuk membayarnya. Sebab, tujuan utama dari penggunaan liabilitas adalah supaya dapat mengembangkan perusahaan atau bisnis, bukan membuatnya angkrut karena kebanyakan utang.

Oleh sebab itu, buatlah catatan yang rapi, rinci, dan terstruktur untuk semua liabilitas yang dimiliki. Dengan adanya catatan tersebut, kita bisa memantau dan memperhatikan posisi bisnis dan juga kondisi keuangan perusahaan. Selain itu, liabilitas juga dapat memberikan kita kesempatan untuk mengembangkan usaha secara maksimal. Akan tetapi, kita harus memastikan bahwa perusahaan bisa membayar kewajiban tersebut tepat waktu. Supaya ketika kita membutuhkan lagi liabilitas, maka akan lebih mudah untuk mendapatkannya.

Contoh Liabilitas

Supaya Grameds memperoleh gambaran yang jelas tentang apa itu liabilitas. Berikut ini adalah contoh dari kasus liabilitas di dalam sebuah perusahaan:

Anggap saja, Andi adalah seorang karyawan di PT Maju Jaya. Di bulan Mei 2021, Ia menerima gaji sejumlah Rp. 7.000.000, kemudian tunjangan anak sejulah Rp. 800.000, dan tunjangan untuk transportasi sebesar Rp. 1.500.000. Tak hanya itu saja, untuk menjaga kesejahteraan Andi, PT Maju Jaya juga harus membayar asuransi kecelakaan sejumlah Rp. 250.000, asuransi kematian sebesar Rp. 100.000, dan juga tunjangan hari tua sebesar Rp. 300.000. Sehingga gaji kotor yang akan diterima oleh Andi yaitu sebesar Rp. 9.950.000.

Setelah itu, gaji Andi dipotong sejumlah Rp. 400.000 untuk digunakan sebagai dana pensiun, Rp. 200.000 untuk keperluan zakat, Rp. 2.500.000 untuk membayar angsuran rumah ke Bank, dan Rp. 425.000 PPh 21. Dengan begitu, gaji nett yang akan diperoleh Andi di Bulan Mei 2021 adalah Rp. 6.425.000.

Dari analisis di atas, kewajiban yang harus diberikan kepada Andi dan berlaku selama Andi masih bekerja di PT Maju Jaya yaitu sebesar Rp. 9.950.000.

Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa liabilitas adalah salah satu hal yang bisa dipakai atau digunakan oleh suatu perusahaan untuk mengembangkan perusahaan mereka dengan maksimal. Pemilik perusahaan yang bersikeras tidak mengambil liabilitas bisa berpotensi menghambat pertumbuhan dan perkembangan perusahaan mereka sendiri dan menjadi tidak maksimal.

Akan tetapi, perlu dipahami bahwa liabilitas berbeda dengan beban seperti yang sudah dijelaskan di atas. Dimana liabilitas biasanya digunakan untuk memperoleh aset guna memenuhi kebutuhan operasional. Sementara beban biasanya digunakan untuk suatu hal yang tidak memiliki nilai nyata tapi berpotensi meningkatkan pendapatan.

Dari penjelasan di atas, liabilitas mempunyai 3 jenis yang dikategorikan berdasarkan masa pembayarannya. Pertama yaitu Liabilitas Jangka Pendek yang jatuh temponya di bawah satu tahun. Kedua yaitu Liabilitas Jangka Panjang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun. Ketiga yaitu Liabilitas Kontinjensi, ini adalah hutang luar biasa yang dilakukan saat kondisi khusus saja.

Perhitungan liabilitas dengan menggunakan rasio hutang terhadap aset dan terhadap ekuitas bisa membuat perusahaan merasa kewalahan apabila dilakukan secara manual. Terlebih jika perusahaan tersebut mengambil banyak jenis liabilitas. Untuk meminimalisir kesalahan, maka perusahaan tersebut membutuhkan aplikasi khusus sebagai pendukung pencacatan secara online.

Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu liabilitas di dalam suatu perusahaan dan apa saja manfaatnya bagi perkembangan bisnis. Untuk Grameds yang sedang bergelut di bidang bisnis, penjelasan di atas tentu akan sangat membantu dalam memahami berbagai macam cara untuk membuat perusahaan dan bisnis semakin maju.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien