Ekonomi

Pengantar Ekonomi Mikro: Pengertian, Teori, Tujuan dan Ruang Lingkup

Teori Ekonomi Mikro
Written by Lala Nilawanti

Teori Ekonomi Mikro – Apakah Grameds sedang mencari referensi tentang teori ekonomi mikro? Tepat sekali, terkadang masih banyak orang yang tidak bisa membedakan antara ekonomi mikro dan makro. Padahal kajian teori ini akan sering Grameds jumpai jika belajar tentang ilmu ekonomi. Agar lebih mengenal dan memahami tentang kajian teori tersebut, berikut ini penjelasan khusus tentang teori ekonomi mikro, mulai dari pengertian, tujuan, ruang lingkup, masalah, dan contoh prakteknya: 

[algolia_carousel]

Pengertian Ekonomi Mikro

Pengertian ekonomi mikro adalah suatu kajian ilmu ekonomi yang khusus untuk mempelajari tentang perilaku konsumen dan sebuah perusahaan dan menentukan harga- harga pasar dan kuantitas dari input, barang serta jasa yang akan diperjual belikan. Ekonomi mikro juga disebut dengan istilah mikro ekonomi yang secara langsung dapat berpengaruh pada pengambilan keputusan soal penawaran dan permintaan barang atau jasa. 

Jadi, definisi ekonomi mikro adalah memiliki tujuan utama bagi perusahaan, yakni menganalisis pasar dan bagaimana mekanisme dalam membentuk harga yang relatif pada produk atau jasa. Dalam teori ekonomi mikro juga mempelajari tentang kurva permintaan dan penawaran sehingga membantu memahami hubungan antara perubahan upah, pola pekerjaan yang tepat, dan memahami variabel biaya apa saja dalam suatu produksi barang dan jasa tertentu. 

 Aspek dalam menganalisis ekonomi mikro antara lain: analisis biaya dan manfaat, teori permintaan dan penawaran, elastisitas, model-model pasar, industry, teori produksi, dan teori harga.  Aspek analisis tersebut dapat berperan untuk membantu menganalisis kegagalan pasar dan menggambarkan secara teoritis kondisi dalam pasar persaingan sempurna. Untuk memahami pengertian ekonomi mikro lebih luas, berikut ini pengertian ekonomi mikro berdasarkan pendapat para ahli:

1. Menurut Mary A Marchant dan William M Snell

Ekonomi mikro adalah kajian tentang individu, rumah tangga, dan sebuah perusahaan dalam pengambilan keputusan dalam suatu proses ekonomi yang lebih besar. 

2. Menurut David A. Moss

Ekonomi mikro adalah suatu langkah analisis sebuah keputusan yang dibuat oleh individu atau kelompok, mulai dari faktor- faktor sampai bentuk pertimbangan atas biaya dan manfaatnya. 

3. Menurut Adam Smith

Ekonomi mikro adalah suatu pertimbangan yang rasional dalam mengambil keputusan yang dilakukan oleh para pelaku bisnis. 

4. Menurut N.G. Mankiw 

Ekonomi mikro adalah suatu kajian ilmu yang membahas peran individu pelaku ekonomi dalam persoalan rumah tangga dan perusahaan untuk membuat keputusan dan cara bagaimana mereka berinteraksi di dalam pasar. 

5. Menurut Sadono Sukirno Dalam Bukunya Berjudul Ekonomi Mikro Pengantar

Ekonomi mikro adalah salah satu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari tentang perilaku konsumen, perusahaan, dan penemunya. Teori ekonomi mikro ini berfungsi untuk menganalisis bagaimana segala bentuk keputusan dan perilaku mereka kemudian mempengaruhi penawaran dan permintaan barang atau jasa. Kemudahan hal tersebut dapat menentukan harga, penawaran, dan permintaan terhadap barang atau jasa tersebut. 

6. Menurut David Ricardo

Ekonomi mikro adalah kondisi dimana para pelaku ekonomi telah memiliki informasi tentang seluk beluk suatu pasar tertentu. Jadi, ekonomi mikro menjadi faktor penentu di pasar ekonomi global. 

7. Menurut Marshal dan Pigou

Ekonomi mikro adalah bentuk tingkat mobilitas yang tinggi di pasar, sehingga membuat para pelaku ekonomi bisa langsung beradaptasi dan menyesuaikan perubahan- perubahan di pasar. 

Tujuan Ekonomi Mikro

Dalam praktiknya, ekonomi mikro memiliki tujuan utama dalam bidang ekonomi seperti berikut ini:

  1. Dapat melakukan analisis pada mekanisme yang menjadi pembentuk harga relatif pada produk, baik berupa barang maupun jasa dan aplikasinya dari sumber yang terbatas di antara banyaknya penggunaan alternative
  2. Dapat melakukan analisis kegagalan pasar, yakni saat pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien dan menjelaskan berbagai situasi teoritis dan strategis yang dibutuhkan pasar dengan bentuk persaingan yang sempurna

Ruang Lingkup Ekonomi Mikro

Teori Ekonomi Mikro di PasarRuang lingkup teori ekonomi mikro adalah produsen dan konsumen, namun dalam dunia ekonomi, produsen dan konsumen adalah bentuk individu di setiap kondisi masyarakat, organisasi, perusahaan, dan rumah tangga. Berikut ini ruang lingkup teori ekonomi yang lebih detail atau spesifik dalam kajian ekonomi yang lebih luas: 

1. Interaksi Di Pasar Barang

Dalam konsep ekonomi ini pasti adanya interaksi di pasar barang. Pasar adalah suatu tempat yang menjadi pertemuan antara transaksi penawaran dan permintaan. Tempat ini kemudian menjadi pertemuan antara penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli secara riil. 

banner-promo-gramedia

2. Perilaku Penjual dan Konsumen

Penjual dan konsumen memiliki sifat yang rasional, dimana penjual menginginkan keuntungan maksimal, sedangkan konsumen atau pembeli membutuhkan kepuasan optimal, baik dari sisi kualitas maupun harga produk barang dan jasa. Perilaku penjual dan pembeli tersebut bisa dianalisis menggunakan asumsi dan perlu memperhatikan aktivitas ekonominya yang dilakukan secara rasional dan terbuka. 

3. Interaksi Pasar Faktor Produksi 

Ruang lingkup ekonomi mikro juga melibatkan interaksi pasar dengan faktor produksi, dimana penjual memiliki produk untuk memenuhi kebutuhan faktor produksi yang dilakukannya dengan cara menjadi pembeli juga. Sedangkan pembeli atau konsumen kemudian membutuhkan uang untuk bisa terus memenuhi kebutuhan dan kepuasannya. 

4. Teori Nilai Guna

Nilai guna pada teori ekonomi mikro adalah cara untuk mempelajari bagaimana suatu barang bisa menghasilkan manfaat atau kepuasaan bagi pembeli atau konsumen yang menggunakan barang atau jasa tersebut. 

5. Teori Struktur Pasar

Teori Struktur pasar adalah menjelaskan bentuk penggolongan pasar yang berdasarkan pada suatu jumlah perusahaan yang ada, karakteristik, dan jenis- jenis produk. Dalam teori ini juga membahas tentang aspek kemudahan bagi perusahaan atau produsen untuk skema keluar masuk suatu pasar. Struktur pasar yang umumnya bersifat non-kompetitif akan terjadi jika perusahaan tidak memiliki kekuatan dan kemampuan untuk berpengaruh pada jumlah barang tertentu dan harganya. 

Sedangkan jika perusahaan jika perusahaan memiliki kekuatan atau kemampuan untuk berpengaruh pada jumlah barang tertentu dan harganya , maka struktur pasarnya menjadi struktur pasar yang kompetitif.  

6. Elastisitas Harga

Elastisitas harga adalah bentuk analisis yang berguna untuk mempelajari tentang bagaimana harga- harga barang atau jasa tertentu tersebut terbentuk di dalam sebuah pasar. Pembentukan harga ini dipengaruhi oleh banyaknya jumlah permintaan di pasar. 

7. Industri 

Dalam teori ekonomi mikro juga membahas tentang bagaimana arus perputaran produk, baik barang dan jasa agar bisa terbentuk di pasar. Teori ini kemudian akan menganalisis barang produksi, produsen, konsumen, dan distribusi dalam hal yang memungkinkan atau rasional dalam mengambil keputusan ekonomi yang tepat. 

8. Pasar Input

Ruang lingkup pasar input mempelajari tentang bagaimana produsen memperoleh bahan- bahan produksinya dengan biaya yang seminimal mungkin dan dapat menghasilkan barang atau jasa yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Artinya dalam ruang lingkup ini membahas proses produk itu sendiri dari awal yang belum memiliki nilai setinggi setelah sampai ketangan konsumen atau pembeli. 

Teori Ekonomi Mikro

Teori Ekonomi Mikro HargaDalam kajian ilmu ekonomi mikro, teori ini membagi tiga analisis yang bisa dilakukan sebagai berikut: 

1. Teori Harga

Dalam teori harga biasanya dilakukan pada proses pembentukan harga, faktor- faktor yang bisa berpengaruh pada perubahan permintaan dan penawaran di pasar. Selain itu juga mengkaji tentang adanya hubungan antara harga permintaan dan penawaran, serta bentuk pasar dan konsep elastisitas dari permintaan dan penawaran tersebut.

Teori harga juga membahas tentang keseimbangan yang terjadi antara penjual dan pembeli, dimana keduanya akan melakukan proses tawar  menawar sampai tercapai suatu kesepakatan di harga tertentu. 

2. Teori Produksi

Teori produksi digunakan sebagai dasar untuk menganalisis tingkat dan biaya yang dibutuhkan untuk suatu proses produksi tertentu.

Analisis ini kemudian dilakukan pada semua hal yang berkaitan dengan biaya produksi barang dan jasa di pasaran. Kombinasi faktor yang terjadi dalam ekonomi mikro ini perlu ditentukan oleh produsen agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal. 

3. Teori Distribusi

Teori distribusi bertujuan untuk menganalisis upah tenaga kerja, keuntungan, dan besarnya bunga yang harus dibayar pada pemilik modal. Teori ini menjadi aktivitas penyaluran produk dari produsen kepada konsumen akhir lewat saluran- saluran distribusi.

Umumnya teori ini dalam ekonomi mikro digunakan sebagai bahan pertimbangan waktu pemesanan, ketahanan produk, dan jarak antara produsen dan konsumen. Distribusi tidak hanya soal penyaluran suatu produk dari produsen ke konsumen, melainkan juga bentuk usaha promosi dan pengemasan produk atau bentuk jasa tersebut. 

4. Teori Konsumsi 

Teori ini mengacu pada perilaku beragama konsumen dalam konteks untuk memenuhi suatu kebutuhan. Teori konsumsi juga akan membahas terjadinya kurva permintaan pasar yang dinilai sebagai turunan dari kurva permintaan individual customer demand. Selain itu juga membahas tentang terjadinya penurunan pada kurva yang bisa menggunakan pendekatan teori ini. 

Masalah Ekonomi Mikro

Dalam ekonomi mikro, para pelaku ekonomi pasti bisa menghadapi masalah atau hambatan yang sifatnya ekonomi atau berkaitan dengan ekonomi. Penerapan teori ekonomi mikro inilah yang dapat membuat pilihan terbaik dari berbagai alternatif pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masalah yang dihadapi. Hal tersebut bisa terjadi karena terdapat kegiatan memproduksi maupun mengkonsumsi barang dan jasa. 

Dalam situasi ini para pelaku ekonomi perlu mengambil keputusan yang bertujuan agar sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara efisien. Selain itu pilihan tersebut juga bisa mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik pada para pelaku ekonomi bahkan secara lebih luas. Berikut ini masalah ekonomi yang bisa terjadi dalam skema teori ekonomi mikro:  

1. Masalah Kelangkaan

MAsalah kelangkaan dapat terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan faktor produksi yang tersedia. Faktor produksi yang bisa digunakan untuk menghasilkan kebutuhan barang tersebut mengalami keterbatasan. Itulah sebabnya masyarakat menjadi kesulitan untuk memperoleh semua kebutuhan barang yang mereka inginkan. Akhirnya masyarakat membuat keputusan untuk memilih pilihan lain agar tetap bisa memenuhi kebutuhannya. 

2. Kebutuhan Masyarakat

Dalam ekonomi mikro pasti ada masalah yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat karena pada dasarnya kebutuhan masyarakat merupakan bentuk kebutuhan dan keinginan untuk mengkonsumsi barang atau jasa. Umumnya adalah sebagai barang atau jasa yang diimpor dari luar negeri. Meskipun demikian, tetap yang paling banyak yang diproduksi di dalam negeri. Dalam teori ekonomi mikro menunjukkan keinginan masyarakat untuk memperoleh barang dan jasa bisa dibedakan menjadi dua bentuk, seperti berikut ini:

banner-promo-gramedia
  • Keinginan yang diikuti dengan kemampuan untuk membeli atau dinamakan permintaan efektif
  • Keinginan yang tidak diikuti dengan kemampuan untuk membeli

Contoh Ekonomi Mikro

Dalam praktiknya ekonomi mikro dapat terlihat ketika produsen dan konsumen melakukan kegiatan ekonomi yang rasional. Berikut ini contoh terjadinya ekonomi mikro yang berlaku di Indonesia:

1. Permintaan

Permintaan adalah salah satu bentuk contoh ekonomi mikro yang menunjukan jumlah barang dan jasa yang diminati dan kemampuan untuk membeli bagi konsumen pada tingkat harga dan waktu tertentu. Saat ada permintaan ketika harga barang atau jasa semakin tinggi, maka akan semakin turun jumlah permintaan itu pada barang atau jasa. Sebaliknya, jika harga barang atau jasa semakin menurun, maka semakin tinggi permintaan pembeli pada barang atau jasa. 

2. Penawaran

Selain permintaan, ada penawaran yang juga menjadi contoh ekonomi mikro yang menunjukan jumlah barang atau jasa yang tersedia untuk dijual atau ditawarkan kepada pihak konsumen dengan tingkat harga dan jangka waktu tertentu. Pelaku yang melakukan penawaran adalah produsen, dimana semakin tinggi harga maka semakin naik pula jumlah penawarannya. Sebaliknya, jika harga semakin menurun maka jumlah barang atau jawa yang ditawarkan juga semakin rendah.  

3. Perilaku Konsumen dan produsen

Perilaku konsumen dan produsen juga menjadi contoh dalam ekonomi mikro yang menunjukan aktivitas dan proses yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi dalam memilih, mencari, membeli, mengevaluasi, dan menggunakan barang atau jasa untuk kebutuhan tertentu. 

4. Harga

Harga tentu menjadi bagian dari ekonomi mikro karena memiliki hubungan dengan suatu nilai barang. Harga adalah unsur bauran di pemasaran yang menunjukan sebuah keuntungan. Fungsi harga dalam teori ekonomi mikro adalah alat ukur yang menunjukan nilai suatu barang atau jasa. Jadi saat harga ditentukan itu dipengaruhi oleh kondisi perekonomian, kurva permintaan dan penawaran, dan juga biaya yang bisa terus mengalami perubahan. 

5. Biaya Dalam

Biaya dalam adalah pengorbanan yang digunakan perusahaan atau individu untuk memperoleh lebih banyak manfaat dari berbagai aktivitas ekonomi yang mereka lakukan. Biaya dalam ini dapat mempengaruhi perubahan harga, contohnya biaya bahan baku yang tinggi menyebabkan kenaikan harga produk itu sendiri. Biaya ini juga biasa disebut dengan istilah cost karena dikeluarkan untuk output sesuai target yang ingin dicapai. 

6. Pasar

Pasar adalah tempat terjadinya aktivitas jual beli yakni mempertemukan mereka untuk memperoleh kesepakatan jual beli. Pasar kemudian tidak hanya diartikan sebagai bentuk fisik saja, melainkan bisa berbentuk lebih luas, seperti marketplace atau aktivitas jual beli secara online menggunakan internet. 

Jika membicarakan teori ekonomi mikro, maka tidak lepas pula dengan ekonomi makro. Keduanya memiliki perbedaan yang mendasar, yakni cakupan yang meliputinya. Jika ekonomi mikro memiliki upaya untuk menemukan faktor yang berkontribusi untuk keputusan dan dampak kemungkinannya pada pasar umum, maka ekonomi makro membahas tentang studi holistic berupa struktur, kinerja, perilaku, dan proses pengambilan kebijakan ekonomi pada tingkat nasional. 

Baca Juga:

Nah, itulah penjelasan tentang pengantar ekonomi mikro, mulai dari pengertian, tujuan, ruang lingkup, masalah, dan contohnya. Apakah Grameds sudah bisa memahaminya? Kebanyakan orang mungkin saja masih kesulitan membedakan antara ekonomi mikro dan makro. Kedua teori ekonomi tersebut sama- sama membahas objek ekonomi yang sama, seperti produsen konsumen, harga, dampak, dan sebagainya.

Jika Grameds ingin belajar lebih dalam tentang teori ekonomi mikro maupun makro, maka bisa kunjungi koleksi buku Gramedia di www.gramedia.com, seperti rekomendasi buku berikut ini: Selamat belajar. #SahabatTanpabatas. 

Buku Tentang Teori Ekonomi Mikrobeli sekarang

Buku Tentang Teori Ekonomi Mikrobeli sekarangBuku Tentang Teori Ekonomi Mikrobeli sekarang

banner-promo-gramedia

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien