in ,

10 Daftar Tsunami Terbesar di Dunia yang Pernah Tercatat Sejarah

Sumber: Pixabay

Tsunami Terbesar di Dunia – Bencana tsunami memang menjadi salah satu bencana yang paling menakutkan dan mengerikan yang pernah terjadi di beberapa wilayah yang ada di dunia. Yang terjadi belum lama ini adalah tsunami yang berawal dari erupsi Gunung Anak Krakatau, dimana bencana ini terjadi di wilayah Banten dan Lampung, Indonesia.

Korban yang terluka, meninggal dunia, dan bahkan masih hilang berjumlah ratusan orang. Terutama mereka yang tinggal di tepi pantai. Kepolisian merilis data-data yang menyebutkan bahwa kebanyakan korban adalah mereka yang sedang berlibur di penginapan yang ada di dekat pantai. Sampai saat ini, proses evakuasi dan juga pencarian korban masih berlangsung.

Terkait dengan tsunami, di Indonesia sendiri pernah terjadi tsunami terbesar melanda Nanggroe Aceh Darussalam pada tanggal 26 Desember tahun 2004 yang lalu. Bencana tersebut telah memporak porandakan wilayah tersebut dan merenggut banyak sekali nyawa.

Berbeda dengan tsunami yang terjadi di Banten dan Lampung, peristiwa tsunami di Aceh diawali dengan adanya gempa bumi terlebih dulu. Sejarah mencatat bahwa beberapa tsunami terbesar juga pernah terjadi di dunia dan menimbulkan efek yang sangat dahsyat.

https://www.gramedia.com/products/seri-pendidikan-pengurangan-risiko-bencana-tsunami?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/seri-pendidikan-pengurangan-risiko-bencana-tsunami?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Tentang Tsunami

Dikutip dari buku Seputar Tsunami: Seri Ensiklopedi Bencana Tsunami karya Rani Siti Fitriani dkk (2021:8), tsunami merupakan perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut itu dapat disebabkan antara lain oleh beberapa hal, seperti:

  • Gempa bumi yang berpusat di bawah laut
  • Letusan gunung berapi bawah laut
  • Longsor bawah laut
  • Hantaman meteor yang jatuh dari angkasa di laut

Gelombang yang terjadi bisa merambat ke semua arah. Tenaga yang dikandung di dalam gelombang tsunami tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelanjutannya. Di dalam laut, gelombang tsunami ini bisa merambat dengan kecepatan 500 hingga 1000 km per jam. Kecepatan tersebut setara dengan kecepatan pesawat terbang. Dimana ketinggian gelombang di laut dalam hanya berkisar satu meter saja.

Saat mendekati pantai, maka kecepatan gelombang tsunami akan menurun hingga 30 km per jam. Akan tetapi, ketinggiannya mulai meningkat sampai mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang tsunami ini bisa masuk sampai puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan juga korban jiwa yang terjadi karena bencana tsunami ini dapat diakibatkan karena hantaman air atau material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.

https://www.gramedia.com/products/conf-seri-bencana-alam-di-indonesia-tsunami?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/conf-seri-bencana-alam-di-indonesia-tsunami?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Daftar Tsunami Terbesar di Dunia

Berikut ini adalah ulasan mengenai beberapa bencana tsunami terbesar di dunia, antara lain:

1. Tsunami Unzen (1972) dengan Ketinggian 100 Meter

Tsunami terbesar di dunia yang pertama adalah tsunami Unzen yang terjadi akibat adanya letusan gunung Unzen atau Aso pada tahun 1972. Dimana bencana ini terjadi karena gunung tersebut jatuh ke laut. Hal itu menyebabkan tsunami yang sangat tinggi hingga mencapai 100 meter. Akan tetapi, catatan resmi titik tertinggi tsunami yaitu 57 meter yang terjadi di Osakibana Kota Futsu, sehingga digolongkan sebagai mega tsunami kecil.

Hingga saat ini, belum bisa dipastikan apakah tsunami tersebut terjadi karena longsor puncak gunung Unzen yang menghantam lautan atau karena gempa. Tsunami yang satu ini telah menelan Provinsi Higo, Shimabara, dan juga Teluk Ariake. Jumlah korban jiwa sebanyak 15.000 orang dan menewaskan kurang lebih 5.000 jiwa.

2. Tsunami Teluk Lituya (1958) dengan Ketinggian 524 Meter

Tepat pada tanggal 9 Juli 1958, terjadi bencana longsor besar di wilayah Teluk Lituya, Alaska yang memicu gelombang mega tsunami setinggi 524 meter. Itulah mega tsunami terbesar yang pernah terjadi di peradaban manusia. Pada saat itu, tsunami tersebut terjadi pada pukul 10 lewat 15 menit, sebuah gempa dengan magnitudo 7,8 skala richter terjadi di pegunungan Fairweather yang kemudian memicu longsor bebatuan dan juga es seberat 30 juta kubik yang menghantam air di Teluk Lituya. Akibat dari hantaman tersebut, menimbulkan gelombang raksasa setinggi 1.720 kaki atau setara dengan 524 meter yang menjelajah teluk.

The Architecture of Love | Di balik Pena

3. Tsunami Aceh

Di tahun 2004, terjadi sebuah bencana tsunami yang menghantam provinsi Aceh. Dalam kejadian ini, tsunami telah menelan korban jiwa sebanyak 227.898 dan tergolong ke dalam bencana tsunami terbesar di dunia yang pernah terjadi. Indonesia sendiri adalah negara yang paling terkena dampaknya dengan perkiraan korban jiwa mencapai 170.000 orang.

Tsunami ini mengakibatkan kerusakan yang sangat serius dan juga kematian hingga ke pesisir timur Afrika. Kematian yang paling terpencil akibat dari tsunami yang terjadi pada tahun 2004 ini terjadi di Rooi Els Afrika Selatan dengan jarak 8.000 km dari pusat gempa.

4. Tsunami Krakatau (1883)

Seperti yang kita ketahui bahwa Gunung Krakatau sampai sekarang masih berstatus aktif, bahkan di dekatnya sudah ada kenampakan alam yang disebut dengan Anak Krakatau yang juga sudah beberapa kali mengalami erupsi. Pada tahun 1883, Gunung Krakatau tercatat mengalami letusan, sehingga mengakibatkan gelombang besar setinggi 37 meter.

Pastinya bencana tersebut terjadi sangat dahsyat bahkan bisa menghancurkan Kota Anyer dan juga Merak pada waktu itu. Korban jiwa yang tercatat dalam kejadian tersebut sebanyak 40 ribu orang. Selain itu, bencana tersebut juga mengakibatkan kerugian besar karena hampir semua fasilitas umum dan rumah warga hanya tersisa puing-puing saja.

5. Tsunami Lisbon (1755)

Kejadian yang satu ini terjadi akibat adanya gempa yang berkekuatan hingga 8,5 skala richter. Tepatnya pada tanggal 1 November 1755, salah satu tsunami terbesar di dunia ini terjadi. Akibat dari bencana tersebut, menyebabkan tiga pasang gelombang tinggi yang menghantam sejumlah kota yang ada di pesisir barat Portugal dan sebelah utara Spanyol. Selain kerugian secara material, bencana tsunami tersebut juga menimbulkan jatuhnya ribuan korban jiwa.

Setidaknya, tercatat kurang lebih 70 ribu korban jiwa, sehingga hanya menyisakan kesedihan yang sangat mendalam. Namun, berkat adanya teknologi canggih, diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memprediksi terjadinya bencana besar serupa, agar korban jiwa tidak banyak yang berjatuhan dan bisa diminimalisir secara signifikan.

6. Tsunami Genroku (1703)

Pada tanggal 31 Desember 1703 telah terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat di wilayah Kanto Selatan, Jepang di Era Genroku. Bencana yang satu ini memicu timbulnya gelombang besar atau yang biasa disebut tsunami yang mengakibatkan banyak rumah warna dan juga fasilitas umum hanya tersisa puing-puingnya saja.

Tsunami Genroku ini berhasil menjangkau sekitar 400 kilometer garis pantai yang diperkirakan menyebabkan kematian sekitar 200 ribu orang. Hal tersebut pastinya membawa kesedihan yang sangat mendalam dan menyisakan kenangan serta trauma bagi orang-orang yang ditinggal oleh keluarga tercintanya karena harus terpisah tanpa bisa berpamitan.

7. Tsunami Kreta (356 SM)

Pada zaman dahulu sebelum masehi, pernah tercatat sebuah bencana tsunami besar yang terjadi di wilayah Li Mesir, Palestina, Siprus, Sisilia, dan Kepulauan Yunani pada tahun 365 SM, tepatnya pada tanggal 21 Juli. Kejadian yang cukup besar ini mengakibatkan kerugian yang tidak kalah besar juga karena merusak berbagai macam fasilitas umum dan juga rumah-rumah masyarakat yang ada disekitar.

Korban jiwanya sendiri diperkirakan cukup banyak yakni mencapai 300 sampai 5000 ribu orang. Akibat dari adanya tsunami ini, penghidupan masyarakat sekitar hilang. Jumlah tersebut terbagi menjadi beberapa daerah yang tercatat setidaknya ada 5 ribu jiwa, baik itu luka-luka ataupun meninggal dunia.

8. Tsunami Tohoku

Pada tanggal 11 Maret 2011, diketahui telah terjadi sebuah bencana tsunami terbesar di dunia yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa yang sangat banyak dan sekitar 120.000 bangunan hancur luluh lantah. Selain itu, hal tersebut juga dipengaruhi oleh kegagalan operasi PLTN di Fukushima Daiichi, sehingga kegiatan yang bersifat kelistrikan terhenti total selama beberapa hari.

Gempa bumi dengan kekuatan 0,9 hingga 9,1 skala richter ini juga terjadi di bawah lepas pantai Jepang yang mengakibatkan hampir seluruh dunia merasakannya. Bencana alam yang satu ini dianggap sebagai bencana yang paling kuat karena menyebabkan gelombang tsunami setinggi 40 meter.

9. Tsunami Arica

Pada tahun 1868, gempa terjadi di dekat wilayah Arica, Peru dengan kekuatan 8,5 sampai 9,0 skala richter. Gempa yang satu ini menimbulkan tsunami yang cukup luas di Samudera Pasifik yang menewaskan ratusan orang yang ada di desa-desa dan kota-kota di dekatnya. Selain itu, tsunami ini juga menghancurkan sebagian besar kapal yang ada di pelabuhan. Sekitar 25 ribu nyawa harus menjadi korban dari keganasan tsunami ini.

10. Tsunami Alaska

Pada tahun 1946, sebagian dari wilayah Hawaii dihancurkan oleh tsunami yang muncul akibat adanya gempa berkekuatan 8,1 skala richter. Selain itu, longsor juga terjadi di Alaska dan mengakibatkan tewasnya 165 orang yang ada di wilayah Hawaii dan Alaska. Kerugian yang diperoleh akibat dari bencana tersebut diperkirakan mencapai US$26 juta. Tsunami ini juga dikenal dengan sebutan april fools day tsunami di Hawaii karena kejadian tersebut bertepatan dengan tanggal 1 April.

https://www.gramedia.com/products/teologi-bencana?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/teologi-bencana?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Faktor yang Dapat Menyebabkan Tsunami

Indonesia adalah salah satu negara yang berada diantara dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, serta diantara dua samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Oleh sebab itu, Indonesia menjadi salah satu zona pertemuan lempeng dunia. Hal tersebut menjadi penyebab mengapa Indonesia mempunyai banyak sekali gunung, terutama yang masih berstatus aktif.

Setiap tahunnya, lempengan tersebut terus bergerak, saling menjauhi atau saling menabrak satu sama lain dan terus terjadi dalam kurun waktu jutaan tahun. Di zaman dulu, banyak orang yang menganggap bahwa tsunami adalah salah satu wujud dari gelombang pasang yang terjadi dalam skala besar.

Akan tetapi, ketika ilmu pengetahuan sudah semakin berkembang, khususnya di bidang Oseanografi, anggapan tersebut mulai terbukti keliru dan tidak sesuai lagi. Memang secara penampakan, tsunami dengan gelombang pasang yaitu air naik ke daratan, tapi ada perbedaan yang sangat mencolok yaitu gelombang pasang yang terjadi secara perlahan dan bertahap, sehingga tidak merusak. Sementara tsunami memiliki sifat merusak. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab tsunami, berikut adalah penjelasan selengkapnya:

1. Gempa Bumi di Bawah Laut

Hampir 90 persen peristiwa tsunami yang terjadi di dunia disebabkan oleh gempa bumi yang terjadi di bawah laut. Gempa bumi yang terjadi di bawah laut ini akan menyebabkan banyak getaran yang nantinya akan mendorong timbulnya gelombang tsunami.

Dimana gempa bumi yang terjadi di bawah laut ini merupakan jenis gempa tektonik yang muncul akibat adanya pertemuan atau tabrakan dari lempeng tektonik. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa tidak semua gempa bumi bawah laut akan menimbulkan bencana tsunami.

Gempa yang terjadi di bawah laut yang bisa menyebabkan tsunami hanyalah bila pusat gempa kurang dari 30 km dibawah permukaan laut. Kemudian, kekuatan gempa minimal 6,6 skala richter dan pola gempa yaitu pola sesar naik turun. Apabila ciri-ciri tersebut muncul, maka kita harus waspada dan siaga akan datangnya tsunami.

2. Letusan Gunung Berapi

Letusan gunung berapi, baik itu yang terjadi di atas atau di bawah laut bisa menjadi penyebab adanya tsunami. Faktor inilah yang menjadi penyebab tsunami di Banten pada waktu lalu. Erupsi Gunung Anak Krakatau diduga menjadi penyebab munculnya tsunami yang menyebabkan gelombang air laut naik.

Akan tetapi, gunung berapi yang bisa menyebabkan tsunami hanya bila memiliki kekuatan getaran yang besar. Efek dari getaran tersebut setara dengan gempa tektonik yang terjadi di bawah laut. Indonesia sendiri adalah salah satu negara dengan banyak gunung berapi, sehingga sering dijuluki sebagai Ring of Fire.

3. Longsor Bawah Laut

Apakah Grameds tahu bahwa di dasar laut ada struktur yang mirip dengan daratan seperti lembah, bukit, dan juga cekungan yang bisa saja longsor sewaktu-waktu. Tsunami yang disebabkan oleh longsor di bawah laut biasanya disebut dengan Tsunamic Submarine Landslide.

Longsor yang terjadi di bawah laut ini biasanya disebabkan oleh gempa bumi tektonik ataupun letusan gunung di bawah laut. Getaran kuat yang ditimbulkan dari adanya longsor tersebut kemudian dapat menyebabkan terjadinya tsunami. Selain itu, tabrakan lempeng di bawah laut juga dapat menjadi penyebab terjadinya longsor.

4. Hantaman Meteor

Penyebab ini memang jarang sekali terjadi dan bahkan belum ada sejarah yang tercatat yang menyebutkan adanya tsunami akibat dari hantaman meteor. Akan tetapi, hal tersebut mungkin saja terjadi ya. Sebuah simulasi dari komputer juga menampilkan bahwa jika ada meteor besar dengan diameter lebih dari 1 km, maka akan menimbulkan bencana alam yang sangat dahsyat. Efeknya sendiri sama seperti ketika bola atau benda berat menghantam air yang ada di sebuah kolam atau bak air.

Itulah beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab adanya tsunami. Terjadinya bencana tsunami ini sebenarnya bisa diprediksi dengan melihat berbagai tanda seperti misalnya air laut surut secara tiba-tiba, perilaku hewan yang tidak biasa atau aneh, sampai suara gemuruh yang berasal dari dasar laut. Apabila tanda-tanda tersebut muncul, maka Grameds harus waspada dan segera mengambil tindakan yang tepat.

https://www.gramedia.com/products/sby-tsunami-aceh-ujian-pertama?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/sby-tsunami-aceh-ujian-pertama?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Penutup

Demikian penjelasan mengenai beberapa daftar tsunami terbesar di dunia yang pernah terjadi. Ada bencana tsunami yang paling besar dengan ketinggian mencapai 524 meter yakni tsunami Teluk Lituya yang terjadi akibat adanya gempa di pegunungan Fairweather. Kemudian, tsunami Aceh juga termasuk ke dalam tsunami terbesar di dunia karena memakan korban yang sangat banyak.

Bagi Grameds yang ingin mengetahui secara lebih mendalam tentang bencana alam lainnya dapat membaca buku-buku terkait dengan mengunjungi Gramedia.com.

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Umam

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Arum Rifda

Menulis adalah cara terbaik untuk menyampaikan isi pemikiran, sekalipun dalam bentuk tulisan, bukan verbal.
Ada banyak hal yang bisa disampaikan kepada pembaca, terutama hal-hal yang saya sukai, seperti K-Pop, rekomendasi film, rekomendasi musik sedih mendayu-dayu, dan lain sebagainya.