in

Cara Transfer BCA Ke DANA dan Sebaliknya dengan Mudah dan Praktis

Sumber: Suara.com

Cara transfer bca ke dana – Halo, Sobat Grameds. Bukan lagi hal yang sulit bukan? Aktivitas transfer uang dapat dilakukan oleh siapa saja dalam kurung waktu kurang dari satu menit.

Bank konvensional dan aplikasi dompet digital sudah tidak bisa dipisahkan lagi. Keduanya menjadi kebutuhan banyak masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mentransfer uang dari bank biasa semakin mudah dan simple dengan perkembangan teknologi yang ada. Sekarang lebih mudah mengirim uang dari bank ke aplikasi dompet digital.

Begitu pula transfer BCA ke DANA dapat dilakukan dengan mudah dalam waktu kurang dari satu menit. Setoran dapat dilakukan melalui kasir, ATM, mobile banking atau e-wallet.

Diketahui bahwa DANA merupakan aplikasi dompet digital yang dapat mendukung transaksi bagi penggunanya. Namun, sebelum aplikasi DANA dapat digunakan, pengguna terlebih dahulu harus mengisi ulang alias dan mengisi saldo DANA.

Berikut 4 cara transfer BCA ke DANA yang dirangkum Gramedia dari berbagai sumber.

Kode Transfer BCA ke DANA

Sumber: Kompas.com

Dalam metode transfer BCA ke DANA, pengguna juga perlu mengetahui kode untuk masuk. Kode tersebut biasanya dimasukkan sebelum nomor telepon akun aplikasi DANA.

Di Bank BCA, kode transfer ke DANA terdiri dari empat digit, yaitu 3901. Setelah memasukkan kode transfer empat digit, tinggal memasukkan nomor telepon dari akun aplikasi DANA yang dimiliki.

1. Cara Transfer BCA ke DANA dengan M-Banking

Sumber: KataData.com
  • Instal aplikasi BCA Mobile di ponsel Anda
  • Masukkan kode akses BCA Mobile untuk login
  • Pilih menu transfer hingga muncul beberapa pilihan
  • Klik BCA Virtual Account
  • Masukkan nomor virtual account DANA tujuan
  • Masukkan jumlah nominal yang ingin ditransfer. Minimal transaksi Rp 10.000
  • Masukkan PIN BCA Mobile Anda
  • Setelah pembayaran dilakukan, simpan pesan yang muncul sebagai bukti pembayaran
  • Cek saldo aplikasi DANA yang sudah ditransfer

2. Cara Transfer BCA ke DANA dengan KlikBCA

  • Buka situs web KlikBCA
  • Klik login pada kolom internet banking
  • Masukkan ID pengguna dan PIN perbankan online Anda
  • Pilih menu transfer, lalu klik virtual account BCA
  • Masukkan nomor virtual account DANA tujuan
  • Masukkan jumlah nominal yang ingin ditransfer. Minimal transaksi Rp 10.000
  • Ikuti petunjuk di saat ini untuk menyelesaikan transaksi
  • Setelah pembayaran dilakukan, simpan pesan yang muncul sebagai bukti pembayaran
  • Cek saldo aplikasi DANA yang sudah ditransfer

3. Cara transfer BCA ke DANA dengan Mesin ATM

  • Masukkan kartu ATM Anda ke dalam mesin
  • Tekan PIN untuk mengakses menu opsi
  • Pilih menu Transaksi Lainnya, lalu klik Transfer
  • Pilih menu BCA Virtual Account
  • Masukkan nomor virtual account DANA tujuan
  • Masukkan jumlah nominal yang ingin ditransfer. Minimal transaksi Rp 10.000
  • Ikuti petunjuk di selanjutnya untuk menyelesaikan transaksi
  • Cek saldo aplikasi DANA yang sudah ditransfer
  • Bawa bukti transfer di ATM

4. Cara Transfer BCA ke DANA melalui Simcard

  • Pilih m-BCA pada Simcard
  • Pilih menu m-Payment, lalu klik others
  • Ketik “TVA” lalu klik “ok”
  • Masukkan nomor Virtual Account DANA tujuan
  • Masukkan angka uang yang akan ditransfer ke DANA
  • Masukkan PIN BCA yang dimiliki
  • SMS konfirmasi akan masuk
  • Cek saldo aplikasi DANA yang sudah ditransfer
  • Simpan bukti transaksi

Cara transfer DANA ke BCA 

Anda tidak hanya melakukan transfer dari BCA ke DANA tetapi juga Anda bisa melakukan hal sebaliknya dengan mudah. Berikut langkah-langkah transfer DANA ke BCA:

  • Pertama, buka aplikasi DANA di smartphone Anda.
  • Klik menu Kirim selanjutnya pilih Kirim ke Rekening Bank.
  • Masukkan nama bank, lalu pilih Bank BCA. Klik Tambahkan akun baru.
  • Masukkan nominal yang ingin di transfer, minimal Rp 10.000 dan maksimal Rp 50.000 agar tidak dikenakan biaya pengurusan.
  • Klik Kirim DANA.
  • Masukkan PIN DANA.
  • Tunggu sistem mengirim DANA.
  • Selesai.

Sebagai catatan, kamu hanya bisa menggunakan cara ini jika kamu sudah upgrade akun DANA ke premium. Dengan mengupgradenya, pengguna dapat menikmati kesempatan untuk mentransfer gratis 10 kali per bulan. Jika Anda ingin meningkatkannya, ikuti langkah-langkah di bawah ini.

  • Silahkan Buka aplikasi DANA Anda.
  • Klik Saya
  • Klik Verifikasi Akun Saya
  • Foto e-KTP.
  • Lakukan selfie.
  • Anda harus memastikan untuk melakukannya di tempat terang sehingga wajah bisa terlihat sangat jelas.
  • Pastikan juga data sesuai dengan e-KTP dan submit.
  • Verifikasi DANA Premium
  • Tunggu hingga berhasil.

Itulah empat cara yang perlu Anda ketahui sebagai pengguna BCA untuk mentransfer dari BCA ke DANA. Bisa dibilang, keempat cara ini sangat praktis dan mudah dilakukan. Anda hanya perlu melakukan salah satu cara yang dirasa sangat efektif dan lakukan transfer agar saldo DANA Anda bertambah.

Sejarah BCA

Sumber: Wikipedia

Dilansir dari Wikipedia.com, Bank Central Asia Tbk didirikan pada tanggal 10 Agustus 1955 sebagai NV Perusahaan Dagang dan Industri Semarang Knitting Factory. Awalnya, perusahaan ini bukanlah perusahaan perbankan, melainkan perusahaan tekstil di Semarang.

Segera setelah itu, bisnis tekstil berubah menjadi perusahaan perbankan pada 12 Oktober 1956 dengan nama NV Bank Asia. Namanya kemudian diubah menjadi Central Bank of Asia pada 13 Februari 1957 dan NV (kemudian PT) Bank Central Asia pada 21 Februari 1957.

Pada hari yang sama, bank ini mulai beroperasi, tanggal yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi berdirinya BCA. Bank Central Asia kemudian diberi wewenang oleh pemerintah untuk beroperasi sebagai bank pada 14 Maret 1957.

Belakangan, dua pengusaha, Liem Sioe Liong (kemudian berganti nama menjadi Sudono Salim) dan rekannya, Tan Lip Soin, mengakuisisi bank tersebut dari pemilik sebelumnya, Gunardi. Mereka kemudian memindahkan kantor pusat bank tersebut ke Jakarta. BCA merupakan bank kedua yang dimiliki Liem setelah ia mendirikan Bank Windu Kentjana pada 1954.

Pada 21 Mei 1974, nama PT Bank Centraal Asia disederhanakan menjadi PT Bank Central Asia. Awalnya, saham BCA dimiliki oleh Liem dan keluarganya. Setelah pasangannya, Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia, mungkin sebagai “imbalan”, Liem memberikan saham BCA kepada Soeharto.

Namun Pak Harto menolak, kemudian saham BCA dibagi dua anaknya, Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) dan Sigit Harjojudanto dengan perbandingan masing-masing 10 dan 20%. Angka ini kemudian digantikan oleh Sigit sebesar 16,7% dan Tutut sebesar 13,3%.

Secara total, keduanya memegang 32% saham BCA. Pada tanggal 31 Januari 1973, BCA melakukan merger pertama kali dengan Bank Sarana Indonesia.

Namun karena Liem tidak memiliki pengalaman di bidang perbankan, hingga awal tahun 1970-an BCA masih merupakan bank kecil (peringkat 23 dari 58 bank swasta saat itu), hanya memiliki 2 cabang dan rekening, aset hanya Rp 998 juta dan berstatus bank non-exchange.

Semuanya berubah ketika bankir Mochtar Riady dibujuk oleh Liem untuk bergabung dengan BCA pada 1 Mei 1975 dengan imbalan 17,5% saham BCA (meskipun keluarga Liem tetap menjadi pengendali utama). Ia memperbaiki sistem perbankan dan membersihkan catatan bank, yang pada saat itu ruangan tersebut menjadi sarang laba-laba.

Mochtar kemudian menyadari bahwa Liem, sebagai salah satu pengusaha paling kuat di era Orde Baru, memiliki potensi pertumbuhan BCA. Bisnis Liem berupa monopoli cengkeh, bubuk bogasari dan semen Indocement, dijadikan Mochtar sebagai “kunci” untuk menjaring konsumen sebanyak-banyaknya.

Karena itu, logo BCA yang digunakan hingga kini (sejak 1977) bermotif cengkeh. Strategi seperti perluasan cabang dan pengurangan bunga juga dilakukan.

Pada tanggal 30 Juni 1976, BCA kembali digabung dengan Bank Gemari yang dimiliki oleh Dana Kesejahteraan TNI. Kantor Bank Gemari juga digunakan sebagai cabang BCA. Penggabungan tersebut memungkinkan BCA menjadi bank devisa, pada 28 Maret 1977.

Kemudian, pada tanggal 30 Maret 1979, BCA melakukan merger terakhir dengan PT Indo Commercial Bank. Dalam proses pengembangannya, dengan bantuan anak Liem, Anthony Salim dan Andrée Halim, Mochtar sejak tahun 1979 mulai mengembangkan BCA ke arah inovasi.

Pada awal periode ini, BCA mengajukan izin kepada Bank Indonesia untuk menerbitkan dan mendistribusikan kartu kredit bernama BCA secara internasional, bekerja sama dengan MasterCard, produk kartu kredit dengan nama “BCA Card” diluncurkan pada tahun 1979 sebagai kredit pertama kartu di Indonesia.

BCA juga aktif memperluas jaringan kantor sejalan dengan deregulasi industri perbankan di Indonesia. BCA mengembangkan diversifikasi produk dan layanan serta mengembangkan teknologi informasi, membangun sistem online dan komputerisasi jaringan cabang. BCA juga banyak membangun ATM dan memperkenalkan kartu ATM pada tahun 1987.

Alhasil, BCA menjadi salah satu bank swasta terbesar di Indonesia pada akhir tahun 1970-an, suatu prestasi yang dipertahankan hingga saat ini. Asetnya juga meroket dari Rp. 998 juta pada tahun 1974 menjadi Rp. 24,8 miliar pada tahun 1976 dan pada tahun 1986 menjadi Rp. 1 triliun.

Hal itu terjadi meski pada dekade 1980-an BCA mengalami sejumlah tantangan, seperti pengeboman dua cabangnya pada 1984 dan kekalahan akibat permainan tukar-menukar putra Mochtar, Andrew Riady pada 1986, yang mengakibatkan ia dicopot dari jabatan kunci. posisi di BCA.

Namun, kemajuan yang lebih cepat dicapai setelah pengenalan Paket Kebijakan Oktober 1988 (PAKTO 88) untuk meliberalisasi sektor perbankan di Indonesia. Menanggapi PAKTO 88, BCA meluncurkan produk utamanya (sampai saat ini), Tabungan Hari Depan (Tahapan) pada tahun 1989, yang awalnya dipasarkan dengan beberapa bank lain.

Setelah periode tersebut, pinjaman dan aset BCA tumbuh lebih dari 80%, sementara cabang-cabangnya dibangun secara masif – dari 50 pada tahun 1988 menjadi 173 pada akhir tahun 1989, ditambah 148 cabang baru pada tahun 1990. Tahapan BCA kemudian dipasarkan secara masif dengan berbagai promosi dari bank ini.

Pada tahun 1991, BCA mulai menempatkan 50 ATM di berbagai lokasi di Jakarta. Pengembangan jaringan dan fungsi ATM dilakukan secara intensif. BCA bermitra dengan institusi terkemuka, termasuk PT Telkom, untuk membayar tagihan telepon melalui ATM BCA. BCA juga bekerja sama dengan Citibank agar nasabah BCA dengan kartu kredit Citibank dapat membayar tagihan melalui ATM BCA.

Mochtar sendiri kemudian mengundurkan diri sebagai direktur BCA (diketuai Abdullah Ali) karena ingin fokus pada banknya sendiri, Bank Lippo, sejak Desember 1990. Mochtar kemudian menjual kembali sahamnya kepada keluarga Liem (Grup Salim), sedangkan Salim menjual sahamnya di Banque Lippo kepada keluarga Riady (Grup Lippo).

Pada tahun 1995, cabang BCA di Indonesia mencapai lebih dari 450 cabang di Hong Kong, New York dan Singapura, menjadikannya bank terbesar kelima di Indonesia setelah beberapa bank milik negara.

Pada akhir tahun 1997, asetnya mencapai Rp 43,4 triliun, pemasarannya kemudian didukung oleh beberapa undian “Gebyar BCA” dan acara dengan nama yang sama yang disiarkan di saluran TV Indosiar Grup Salim.

Sejarah DANA

Sumber: Wikipedia

Dana adalah layanan keuangan digital yang berbasis di Jakarta, Indonesia yang bertindak sebagai pembayaran digital untuk menggantikan dompet konvensional. Didirikan pada tahun 2018, DANA merupakan dompet digital yang terdaftar di Bank Indonesia dengan empat lisensi meliputi cryptocurrency, dompet digital, transfer uang, dan likuiditas keuangan digital (LKD).

Pengalaman kerja di industri pembayaran digital dan potensi bisnis pembayaran digital di Indonesia yang dinilai menjanjikan mendorong Chief Executive Officer (CEO) Vincent Iswara untuk menciptakan DANA Digital Wallet.

Dana dimulai pada tahun 2018 sebagai aplikasi yang menyediakan pembayaran, poin loyalitas, dan layanan keuangan yang didukung oleh lengan digital KMK Online. DANA telah mendapatkan izin untuk beroperasi sebagai perusahaan fintech di seluruh Indonesia pada 5 Desember 2018.

Melalui DANA, pengguna dapat melakukan transaksi mulai dari pembayaran tagihan, isi ulang game online, pulsa atau DANA Paylater, transaksi menggunakan scan barcode, hingga e-commerce. DANA adalah platform pembayaran digital resmi yang diawasi langsung oleh BI (Bank Indonesia), platform terbuka dan dapat digunakan di berbagai aplikasi, online dan sering melalui point of sale.

DANA dikembangkan oleh startup berbadan hukum Indonesia. Investor utama Reksa Dana adalah PT Elang Sejahtera Mandiri dengan 99% saham. Elang Sejahtera Mandiri merupakan anak usaha PT Eagle Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK).

EMTEK memiliki kemitraan dengan Ant Financial. Berkat kemitraan antara Emtek dan Ant Financial, DANA mendapat manfaat dari dukungan teknologi Ant Financial. Teknologi Alipay telah diakui keamanan dan kehandalan dalam dunia transaksi digital.

DANA memiliki keistimewaan kemitraan dengan bank-bank nasional, seperti Bank Mandiri, BCA dan BRI. DANA dikembangkan sebagai dompet khusus untuk menyimpan uang dalam jumlah terbatas sesuai ketentuan Bank Indonesia dan standar keamanan. Sejak peluncuran produk pada 11/11/2018 hingga akhir Juni 2019, DANA memiliki 20 juta pengguna dan melakukan 1,5 juta transaksi per hari.

DANA memiliki lebih dari 800 karyawan. Sebagai perusahaan teknologi finansial, DANA mengandalkan teknologi seperti “DANA Protection”, yang tersertifikasi ISO 27001 dan tersertifikasi Payment Card Industry Data Security Standard (PCI-DSS), untuk menjalankan aturan kebijakan non-sharing utamanya terkait data pribadi. Informasi yang Dapat Diidentifikasi (PII). .

Pada Agustus 2021, Sinar Mas dikabarkan akan membeli 100% saham DANA. Namun rumor tersebut sudah beberapa kali mengemuka, dan meski pada akhirnya cukup dekat dengan masuknya dua perusahaan Grup Sinarmas, Bank Sinarmas dan PT Dian Swastatika Sentosa, Sinarmas membantah bahwa itu adalah investasi swasta biasa.

Pada Agustus 2021, Sinar Mas dikabarkan akan membeli 100% saham DANA. Namun rumor tersebut sudah beberapa kali mengemuka, dan meski pada akhirnya cukup dekat dengan masuknya dua perusahaan Grup Sinarmas, Bank Sinarmas dan PT Dian Swastatika Sentosa, Sinarmas membantah bahwa itu adalah investasi swasta biasa.

Penutup

Demikian ulasan mengenai 4 cara transfer BCA ke DANA beserta sejarah kedua perusahaan tersebut. Buat Grameds yang ingin lebih tahu tentang tentang perbankan lainnya kamu bisa mengunjungi Gramedia.com untuk mendapatkan buku-buku terkait.

Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu memberikan produk terbaik, agar kamu memiliki informasi terbaik dan terbaru untuk kamu. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Sumber: dari berbagai sumber

Penulis: Ziaggi Fadhil Zahran

BACA JUGA:

Cara Pesan Tiket Bioskop Online Antiribet: Lewat Situs sampai Aplikasi

Ini Cara Transfer DANA ke Gopay dan Sebaliknya dengan Mudah!

Cryptocurrency: Pengertian, Jenis, dan Kegunaannya

Cara Perpanjang STNK Secara Langsung dan Online

Daftar Kode Bank Terlengkap Untuk Transaksi Perbankan



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by ziaggi