in

9 Cara Merawat Bunga Krisan Agar Terus Berbunga

Cara Merawat Bunga Krisan Agar Terus Berbunga – Bunga krisan adalah salah satu tanaman hias yang wajib Grameds pertimbangkan jika ingin memelihara tanaman hias karena pesona keindahannya yang tidak perlu diragukan lagi. Bahkan sebagai pemula, Grameds bisa melakukan cara merawat bunga krisan dengan mudah, misalnya di lingkungan sekitar rumah. Bahkan bunga krisan tidak hanya berfungsi sebagai tanaman hias atau estetika saja, melainkan banyak manfaat yang muncul jika menanam tanaman hias yang satu ini. 

Salah satunya adalah sebagai tanaman pembersih udara, yang kemudian popular disebut seruni. Jika Grameds memutuskan untuk memelihara tanaman hias ini, maka perlu mengenal karakteristik dan bagaimana cara merawat bunga krisan dengan baik dan benar.

Pengetahuan tersebut mampu membuat bunga krisan bisa tumbuh subur dan bermanfaat bagi lingkungan jika Grameds berhasil merawatnya. Berikut ini cara merawat bunga krisan yang perlu Grameds ketahui agar bisa memeliharanya secara optimal: 

MENGENAL TANAMAN HIAS BUNGA KRISAN

Bunga krisan
Bunga krisan, sumber: kompas.com

 

Bunga krisan adalah salah satu jenis bunga tanaman hias yang dapat berfungsi sebagai pembersih udara di dalam ruangan yang popular karena keindahannya. Bunga krisan masih masuk dalam golongan keluarga Asteracea yang hampir mirip dengan tanaman kenikir yang hidup liar di padang rumput. Bunga Krisan juga popular disebut dengan nama seruni yang memiliki arti filosofi bagi banyak orang, bahkan bunga ini menjadi maskot Negara Jepang karena keindahannya. 

Bunga tanaman hias ini memiliki jenis akar serabut, jadi lebih membutuhkan media tanam yang gembur. Jenis akar dan batang bunga krisan juga lebih lunak dan lurus, namun permukaan kasarnya yang berwarna hijau tersebut dapat menjadi pembersih udara yang alami yang lama kelamaan akan mengeras seperti kayu.

Sedangkan bentuk daun bunga krisan tumbuh di bagian tepi yang bergelombang dan memiliki tulang daun yang jelas melekat. Selain itu, daun bunga krisan juga ditumbuhi bulu-bulu halus dan berbentuk menyirip dan memanjang. 

Bunga Krisan ini memiliki beberapa jenis yang bisa Grameds temukan di beberapa tempat yang biasanya dibedakan dari warna dan ukuran tanamannya. Ada lima jenis bunga krisan yang biasa ditanam, yakni Carinarium, Pom-pom, Segetum, Krisan Putih, dan Krisan maximum. Masing-masing jenis bunga krisan tersebut memiliki ciri dan karakteristiknya sendiri termasuk manfaatnya dalam lingkungan tertentu. 

Selain keindahannya, bunga krisan juga terkenal dengan manfaatnya untuk menjaga kebersihan ruangan. Bunga Krisan memang memiliki fungsi dalam struktur tanamannya untuk membersihkan udara. Fungsi bunga krisan tersebut ada karena memiliki kandungan vitamin B dan C sehingga baik untuk kesehatan lingkungan sekitarnya.

Yakni baik untuk kesehatan tubuh kita, mulai dari jantung, telinga, mata, otak, sampai detoksifikasi racun dalam hati manusia. Berdasarkan estetika dan manfaatnya, bunga krisan ini memang wajib Grameds pertimbangkan untuk dijadikan tanaman hias di lingkungan sekitar tempat tinggal, baik di dalam ruangan maupun luar ruangan. 

 

Rekomendasi Buku Terkait Bunga Krisan

Berikut ini rekomendasi Grameda yang bisa Grameds baca untuk mempelajari cara merawat bunga krisan dan bunga tanaman hias lainnya yang benar agar membuatnya terus berbunga dan bertahan hidup lebih lama: Selamat belajar. #SahabatTanpabatas. 

1. Farm Big Book, Budi Daya Dan Pascapanen Bunga Potong Unggulan

Farm Big Book, Budi Daya Dan Pascapanen Bunga Potong Unggulan
Farm Big Book, Budi Daya Dan Pascapanen Bunga Potong Unggulan

tombol beli buku

Buku ini menjelaskan budidaya tanaman hias, perawatan, cara pemotongan, merangkai bunga dan tanaman hias untuk dijual. Sasaran besar pembangunan florikultura nasional tahun 2010-2025 menempatkan Indonesia pada posisi kelima terbesar pemasok bunga hias di wilayah Asia setelah Jepang, Tiongkok, lndia, dan Korea.

banner-promo-gramedia

Usaha florikultura yang meliputi bunga hias, daun potong, tanaman hias, tanaman lanskap, dan bunga tabur, telah menjadi sumber penghidupan atau pendapatan petani dan pelaku usaha yang berkontribusi terhadap indikator makro ekonomi, baik produk domestik bruto, indeks nilai tukar petani, maupun perluasan dan penyerapan tenaga kerja. Bisnis bunga hias sangat prospektif karena diminati di pasar domestik dan global. Jenis tanaman bunga potong yang mendapat perhatian di Indonesia saat ini antara lain anggrek, anthurium bunga, anyelir, gerbera, gladiol, heliconia, krisan, mawar, dan sedap malam.

Buku Farm Big Book: Budi Daya dan Pascapanen Bunga Potong Unggulan memfokuskan pokok bahasan

potensi sumber daya tanaman hias, peluang bisnis florikultura, prospek pengembangan usaha bunga potong, jenis dan karakteristik bunga potong, teknologi budi daya dan pascapanen

  1. krisan,
  2. anthurium bunga,
  3. anyelir,
  4. gerbera,
  5. gladiol,
  6. heliconia,
  7. mawar,
  8. sedap malam,
  9. anggrek bulan,
  10. anggrek dendrobium,
  11. anggrek spathoglottis,
  12. anggrek cattleya,
  13. anggrek vanda,
  14. lili,
  15. Zingiber spectabile,
  16. Alpinia purpurata,
  17. kasturi,
  18. calla lily,
  19. costus,
  20. dahlia,
  21. aster,
  22. kecombrang.

Buku ini diharapkan memberikan semangat dan keyakinan bahwa semua hasil alam pasti bisa bermanfaat dan menjadi berkah, sehingga dapat membantu secara praktis sebagai rujukan para petani, penyuluh, pelaku usaha, dan kalangan peminat lain seperti penjual boquet dalam berbisnis bunga potong.

 

2. Serial Galeri Eksotika: Pesona 500 Jenis Tanaman Hias Bunga

Serial Galeri Eksotika: Pesona 500 Jenis Tanaman Hias Bunga
Serial Galeri Eksotika: Pesona 500 Jenis Tanaman Hias Bunga

tombol beli buku

CARA MERAWAT BUNGA KRISAN

Dari berbagai jenis bunga krisan di atas, sebenarnya cara merawatnya hampir serupa karena memiliki karakteristik yang sama. Yang perlu menjadi catatan untuk Grameds meskipun masih pemula sekalipun bahwa cara merawat bunga krisan perlu dilakukan dengan benar agar bisa menghasilkan tanaman yang terus berbunga dan bisa bertahan hidup lebih lama.

Berikut ini cara merawat bunga krisan yang perlu Grameds ketahui sebelum akhirnya memutuskan untuk menanamnya di sekitar lingkungan tempat tinggal, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan: 

1. Siapkan Tempat Yang Teduh Untuk Memindahkan Bunga Krisan

Perlu Grameds ketahui bahwa habitat asli bunga krisan adalah dataran yang lebih dingin karena tanaman hias ini tidak bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah yang sangat panas. Itulah sebabnya Grameds bisa menyesuaikan karakteristik bunga krisan ini dengan kondisi lingkungan tanaman ini akan Grameds letakan. Letakan bunga krisan di tempat yang lebih teduh, namun tetap menerima sedikit penyinaran sinar matahari. 

Peletakan ini juga akan berkaitan dengan suhu dan kelembaban yang perlu Grameds perhatikan, terutama untuk bunga krisan yang ditanam di pot dalam ruangan. Maka sediakan tempat yang lebih sejuk agar tanaman hias ini tetap bisa tumbuh dengan baik dan tetap segar karena tempat yang terlalu panas akan membuatnya mudah kering.

Bahkan bunga krisan dapat mudah terkena penyakit karena daya tahan tanamannya yang terganggu. Jika tidak ada tempat yang teduh, maka Grameds bisa membuat atap atau jenis naungan lainnya yang bisa melindungi bunga krisan dengan cahaya matahari yang berlebihan.   

2. Perhatikan Jarak Tanaman Bunga Krisan

Jika Grameds memilih menanam bunga krisan di tanah secara langsung tanpa pot atau wadah tertentu, maka perlu memperhatikan jarak tanamnya. Bunga Krisan ini memang memiliki berbagai macam warna yang indah, mulai warna kuning klasik, ungu, putih, merah, sampai jingga. Namun untuk menanamnya secara bersamaan misalnya Grameds perlu memperhatikan jarak saat menanam bunga ini di awal. 

Jarak penanaman yang tepat akan membuat bunga krisan tumbuh dengan baik karena memperoleh sirkulasi udara yang baik pada setiap tanaman bunga tersebut. Memperhatikan jarak saat menanam bunga krisan juga menghindari terjadinya persaingan antara akar tanaman dalam menyerap air di dalam unsur hara tanah. 

Dalam pertumbuhannya bunga krisan akan terus tumbuh besar, termasuk ukuran tanaman dan akarnya. Apalagi bunga krisan juga termasuk dalam tanaman yang cepat tumbuh, sehingga jarak saat menanam tanaman ini menjadi hal yang penting untuk diperhatikan agar pertumbuhannya lebih maksimal. 

3. Pilihlah Media Tanam Yang Lebih Menahan Air

Selain menanamnya secara berjarak, Grameds juga perlu memperhatikan media tanamannya dalam melakukan cara merawat bunga Krisan. Perlu Grameds ketahui bahwa bunga krisan adalah tanaman hibrida yang berasal dari Negara Jepang, termasuk bunga krisan Belanda dan Amerika telah beradaptasi dengan iklim di Indonesia.  Itulah sebabnya Gramed bisa menjumpai para pedagang bunga krisan hanya menggunakan sekam tembikar untuk media tanam nya.

Untuk membuatnya tetap subur, Grameds bisa memindahkan bunga krisan tersebut ke dalam pot besar dengan media tanam yang dapat lebih menahan air. Media tanam ini diperlukan karena bunga krisan tidak bisa bertahan hidup lebih lama di tempat yang kering. Media tanaman yang bisa menahan air juga dapat menjaga kelembaban lingkungan bunga krisan tersebut agar bisa tumbuh lebih baik. 

Biasanya suhu yang panas dapat mempercepat penguapan air di media tanam tersebut, sehingga memerlukan media tanam yang lebih besar untuk menahan air. Grameds juga bisa menambahkan bahan organik ke dalam tanahnya agar lebih subur karena bunga krisan menyukai tanah yang memiliki pH agak asam.   

4. Lakukanlah Penyiraman Bunga Krisan Pada Pagi Hari

Hal penting yang perlu Grameds lakukan saat merawat bunga krisan adalah proses penyiramannya agar tanaman hias ini tetap bisa tumbuh subur. Grameds bisa melakukannya dengan menyiram satu kali dalam sehari, yakni saat pagi hari.

Cara menyiramnya pun perlu Grameds perhatikan, yakni memberi intensitas air secukupnya saja. Meskipun bunga krisan cenderung menyukai tanah yang lembab, namun jangan sampai memberikan air terlalu banyak, apalagi sampai menggenang di dalam pot. 

Hal tersebut justru akan membuat bunga krisan lebih cepat busuk dan lama-kelamaan akan mati. Grameds hanya perlu menyiramnya dengan cara disemprot di bagian akar dan batangnya menggunakan botol spray agar bisa mengontrol air tersiram terlalu banyak.

banner-promo-gramedia

Perlu Grameds catat untuk tidak menyiram bunga krisan di siang hari atau sore hari karena akan mengganggu proses fotosintesis tanaman hias menjadi kurang maksimal. Sedangkan menyiram bunga krisan di malam hari dapat membuat tanaman hias ini mudah terserang penyakit yang membuatnya mudah mati.  

5. Memberikan Penyinaran Yang Cukup

cara merawat bunga krisan dengan menyiram

Meskipun bunga krisan cocok tumbuh di daerah dingin dan teguh, ramuan tanaman hias ini tetap memerlukan penyinaran yang cukup dari sinar matahari. Pelu Grameds ketahui bahwa bunga krisan adalah salah satu tanaman yang memiliki sifat fotoperiode yang artinya membutuhkan sinar matahari penuh untuk bisa mekar dan berbunga secara sempurna. Jadi tetap perhatikan asupan penyinaran pada bunga krisan agar tanaman ini tetap bisa tumbuh dengan baik. 

Penyinaran ini mungkin perlu Grameds perhatikan jika menanam bunga krisan di dalam ruangan. Grameds bisa memindahkan ke tempat yang memiliki penyinaran yang baik, tanpa membuatnya menerima panas yang terlalu berlebihan.

Misalnya meletakan di dekat jendela, atau tempat yang teduh namun tetap bisa menangkap sinar matahari, contohnya dengan jaring-jaring atau atap transparan. Sebaiknya Grameds menjauhkan bunga krisan dari pencahayaan buatan, seperti meletakkannya di dekat lampu jalan atau lampu malam yang sangat terang karena justru akan semakin merusak siklus tumbuh kembang bunga krisan.  

6. Perhatikan Suhu dan Kelembabannya

Salah satu cara merawat bunga krisan yang benar adalah memperhatikan suhu dan kelembaban di sekitar tanaman hias ini karena karakteristiknya yang  lebih cocok tumbuh di tempat yang lebih sejuk atau cenderung dingin. Bunga krisan juga bisa bertahan hidup lebih lama di daerah dingin atau datang tinggi. Untuk menanganinya, Grameds bisa melakukan perlindungan ekstra pada akar dan mahkotanya. 

Sedangkan pada daerah yang beriklim hangat dapat menyebabkan bunga krisan lebih lambat berbunganya,terutama malam hari yang mengalami perubahan suhu menjadi lebih dingin. Kondisi suhu yang tidak stabil tersebut dapat membuat kuncup bunga krisan berbentuk tidak teratur. Hal ini membuktikan bahwa suhu dan kelembaban memang sangat berpengaruh pada pertumbuhan bunga krisan, terutama dalam proses berbunganya yang ditunggu-tunggu oleh pemiliknya. 

Untuk mengatasi masalah tersebut, Grameds bisa menggunakan kultivar dengan toleransi panas yang lebih tinggi sehingga bisa menjaga suhu dan kelembaban di lingkungan sekitar, terutama saat Grameds menanam bunga Krisan di dalam ruangan.   

7. Gunakanlah Pupuk Dari Bahan Organik

Cara merawat bunga krisan yang tidak kalang utamanya untuk kesuburan tanaman hias ini adalah pemberian pupuk yang tepat dan dilakukan secara rutin. Dalam praktiknya Grameds bisa memberi pupuk dengan interval waktu mulai satu bulan sekali. Grameds sebaiknya menggunakan pupuk organik yang bertujuan agar media tanaman bunga krisan tidak tercemar dengan bahan kimia yang berlebihan.  

Grameds bisa menggunakan pupuk 20-10-29 saat pertama kali menanam bunga krisan dan selama masa pertumbuhannya. Setelah mengalami dampak, selanjutnya Grameds bisa memberikan pupuk 5-10-5. Perlu Grameds ketahui bahwa jika bunga krisan sudah tumbuh besar maka sudah tidak boleh diberi pupuk setelah bulan Juni.  

Jika Grameds ingin bunga krisan terus berbunga, salah satunya kuncinya adalah dengan pemberian pupuk ini. Pupuk dapat membantu bunga krisan tumbuh lebih subur dan sehat. Meskipun hanya tanaman hias, namun memberinya pupuk secukupnya juga tetap perlu dilakukan agar bisa menghasilkan bunga krisan yang optimal. 

8. Rajin Membersihkan Hama Dan Gulma

Meskipun tanaman hias sekalipun, bunga krisan juga dapat berpotensi diserang oleh hama dan gulma. Grameds juga tetap perlu memperhatikan bunga krisan ini bebas dari hama dan gulma agar tetap terus tumbuh dengan subur dan bisa bertahan hidup lebih lama.

Cara untuk membebaskan bunga krisan dari hama dan gulma adalah dengan cara memberikan nutrisi pada tanaman hias tersebut, menjaga kualitas media tanam, memindahkan pot atau wadah tanaman secara rutin, memangkas rumput liar dan menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. 

Jika bunga krisan tersebut sudah terlanjur terserang hama dan gulma, mka Grameds bisa menggunakan  semprotan pestisida berdosis ringan secukupnya saja untuk melindunginya. Pestisida tersebut kemudian akan berfungsi sebagai anti jamur pada bunga krisan dan mencegah hama dan gulma datang kembali untuk menyerang. 

banner-promo-gramedia

Hama dan gulma yang dibiarkan pada bunga krisan dapat mendatangkan penyakit yang serum pada tanaman. Selain mengganggu kesuburannya, hama dan gulma ini dapat membuat bunga krisan lama-kelamaan mati karena menjadi parasit yang sangat merugikan tanaman. 

9. Lakukanlah Repotting

Melakukan repotting mungkin banyak disepelekan orang saat merawat tanaman hias, termasuk bunga krisan yang tumbuhnya lebih cepat. Padahal mengganti pot secara rutin dapat menjaga kestabilan pertumbuhan bunga krisan agar lebih optimal. Mengapa Grameds perlu mengganti pot bunga krisan secara berkala, baik di dalam maupun di luar ruangan?

Hal tersebut karena tanaman bunga krisan pasti akan terus tumbuh dan bertambah besar, apalagi karakteristik bunga krisan ini yang mudah berkembang biak atau cepat tumbuhnya untuk menghasilkan bunga.  

Cara repotting dapat memaksimalkan pertumbuhan bunga krisan karena berupaya menjaga media tanamnya untuk tumbuh agar terus tersedia sesuai dengan kebutuhan tanaman hias tersebut. Jika bunga krisan tersebut semakin tumbuh besar maka akan membutuhkan lahan pot yang semakin luas dan besar pula, jadi Grameds bisa menyesuaikan dengan kebutuhan bunga krisan tersebut dalam beberapa jangka waktu tertentu. 

Nah, itulah penjelasan tentang karakteristik dan bagaimana cara merawat bunga krisan yang baik dan benar agar terus berbunga dan bertahan hidup lebih lama. Tidak sulit bukan? Bagi pecinta bunga atau tanaman hias, meluangkan waktu untuk merawat tanaman kesayangan pasti bukan masalah besar, meskipun harus menyita banyak waktu. Hal tersebut akan terbayar dengan pemandangan bunga yang indah dan memanjakan mata kita karena berhasil tumbuh dengan subur.  

Jika Gramedia masih membutuhkan informasi tentang bagaimana cara merawat bunga krisan yang benar, maka bisa kunjungi koleksi buku Gramedia di www.gramedia.com. Grameds juga akan menemukan banyak referensi tentang cara merawat tanaman hias lainnya, termasuk merawat bunga-bunga yang perlu pemahaman yang baik agar bisa terus membuatnya terus berbunga.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Lala Nilawanti