in

Cara Merawat Anggrek Mudah Untuk Pemula

Bunga Anggrek dapat dikatakan sebagai bunga hias karena mempunyai bentuk dan warna bunga yang indah. Keindahan bunga Anggrek menjadi alasan utama bunga ini digemari oleh banyak orang khususnya pecinta bunga hias.

Bukan hanya memiliki bentuk dan warna yang indah, cara menanam dan merawat bunga Anggrek tidak begitu sulit. Untuk menanam bunga Anggrek dapat dilakukan secara alami atau dengan teknik tertentu. Namun, sebelum membahas tentang bagaimana cara menanam dan merawat bunga Anggrek sebaiknya kita kenali dulu apa itu bunga Anggrek.

Bunga Anggrek memiliki nama latin Orchidaceae. Tumbuhan Anggrek menjadi bagian dari suku tumbuhan berbunga yang mempunyai anggota anggota atau jenis terbanyak. Sedangkan bunga Anggrek itu sendiri tersebar luas mulai dari wilayah tropis basah sampai sirkumpolar.

Anggrek yang hidup di wilayah iklim sedang biasanya hidup di tanah dan membentuk umbi yang bertujuan untuk beradaptasi dengan musim dingin. Organ-organ dari tumbuhan Anggrek yang hidup di iklim sedang cenderung tidak tipis atau berdaging (sukulen) dan tumbuhan ini mampu menghadapi tekanan ketersediaan air.

Pada umumnya tumbuhan Anggrek hidup sebagai tumbuhan epifit. Tumbuhan epifit adalah tumbuhan yang hidup dengan cara menumpang pada tumbuhan lain. Anggrek yang hidup sebagai tumbuhan epifit bertahan hidup menggunakan embun dan udara yang lembab.

Karena keindahannya, tanaman yang mempunyai nama latin orchidaceae dijadikan nama kereta api Indonesia, yaitu Argo Bromo Anggrek. Kereta ini memiliki rute perjalanan Gambir dan stasiun akhirnya adalah Surabaya Pasar Turi.

KLASIFIKASI TANAMAN Anggrek

  • Kingdom : Plantae (tumbuhan)
  • Sub Kingdom : Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisio : Spermatophyta tumbuhan berbiji)
  • Classis : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
  • Sub Classis : Liliopsida (tumbuhan monokotil)
  • Ordo : Lilidae
  • Famili : Orchidales
  • Genus : Phalaepnosis Blume

MERAWAT ANGGREK

Pada umumnya tumbuhan Anggrek tidak membutuhkan sinar matahari penuh atau sekitar 20% cahaya matahari. Karena tidak memerlukan matahari penuh, maka Anggrek membutuhkan tempat atau naungan untuk menumpang hidup. Tempat hidup tanaman Anggrek bisa berupa pohon dan paranet.

Perawatan pada tanaman Anggrek meliputi beberapa hal yaitu penyiraman, pemupukan, pemindahan pot, sirkulasi udara dan pencegahan hama dan penyakit. Simak penjelasan lebih lengkap tentang cara merawat Anggrek.

1. Penyiraman

PenyiramanGambar dari pixabay

Waktu yang disarankan untuk menyiram tumbuhan Anggrek adalah pagi hari jam 07.00-09.00 dan sore hari jam 16.00-18.00. Cara menyiram tumbuhan Anggrek alangkah baiknya diarahkan ke akar dan menggunakan air yang bersih.

Ketika menyiram tumbuhan Anggrek sebaiknya jangan terlalu banyak karena dapat merusak Anggrek. Pastikan air siraman tidak merendam akar Anggrek terlalu lama.

2. Pemupukan

PemupukanGambar dari situsbunga.com

Pemupukan yang baik akan membuat tumbuhan Anggrek bertahan hidup lebih lama. Pemupukan yang teratur dapat memberikan makanan dan nutrisi yang baik kepada tumbuhan Anggrek. Pupuk yang dibutuhkan tanaman Anggrek adalah pupuk yang mempunyai kandungan kalsium (Ca) dan Phospor (P).

Ketika memberikan pupuk pada tumbuhan Anggrek sebaiknya pupuk dilarutkan dengan air kemudian disiram secara perlahan. Dengan melarutkan pupuk akan memudahkan tumbuhan Anggrek memproses makanannya.



 

3. Pemindahan pot

Pemindahan potGambar dari situsbunga.com

Hal pertama yang perlu diperhatikan ketika memindahkan bunga Anggrek dari pot satu ke poT lainnya adalah mensterilkan alat potong dengan alkohol atau membakarnya supaya bakteri-bakteri yang ada pada alat potong sudah mati.

Waktu yang pas ketika memindahkan Anggrek ke pot baru adalah ketika Anggrek sudah tumbuh dewasa dan mempunyai anak Anggrek. Ketika ingin memindahkan Anggrek ke pot lain sebaiknya jangan menggantinya ketika bunga sedang mekar. Siram Anggrek sebelum dipindahkan ke pot baru.

4. Sirkulasi udara

sirkulasi udaraGambar dari ilmubudidaya.com

Sirkulasi udara atau hembusan angin yang baik dapat mempengaruhi kualitas tumbuhan Anggrek. Fungsi dari sirkulasi udara terhadap bunga Anggrek adalah meratakan temperatur dan kelembaban. Temperatur dan kelembaban yang baik akan menjadikan Anggrek tumbuh maksimal.

5. Pencegahan hama dan penyakit

Pencegahan hama dan penyakitGambar dari ilmubudidaya.com

Dalam perawatan tumbuhan Anggrek sangat penting memperhatikan bagaimana cara mencegah hama karena dengan mencegah hama akan membuat tumbuhan Anggrek tumbuh maksimal dan sakit. Pencegahan ini bisa dilakukan dengan menyemprotkan pemberantas hama, seperti basudin 60 EC, Diamicron, dan lain-lain. Ketika menyiram pemberantas hama sebaiknya dilakukan seminggu sekali dan secara teratur.

Bukan hanya hama, tumbuhan Anggrek bisa juga terkena jamur. Oleh karena itu, sebaiknya menyemprotkan pemberantas jamur seminggu sekali secara rutin agar tumbuhan Anggrek sehat dan tidak terkena penyakit. Pemberantas jamur yang dapat digunakan, seperti Benlante dan Dithane.

Tanaman Anggrek dapat digolongkan menjadi dua tipe, yaitu Anggrek yang dikelompokkan berdasarkan pertumbuhan dan Anggrek yang dikelompokkan berdasarkan tempat tumbuh. Simak penjelasan lebih lengkapnya.

 

Buku Rekomendasi Merawat Anggrek

Asyiknya Memelihara Anggrek
Asyiknya Memelihara Anggrek

tombol beli buku

 

Anggrek Hibrida, Ragam, dan Perawatannya
Anggrek Hibrida, Ragam, dan Perawatannya.

tombol beli buku

ANGGREK BERDASARKAN TIPE PERTUMBUHAN

 

  • Monopodial

Anggrek Monopodial merupakan golongan Anggrek yang hanya mempunyai satu batang dan satu titik tumbuh. Sedangkan bunga pada Anggrek golongan ini tumbuh dari ujung batang. Biasanya Anggrek ini dikembangbiakan dengan cara stek batang dan stek biji. Perumpamaan: Vanda Sp, dan Phalaenopsis atau Anggrek bulan.

  • Simpodial

Pada kelompok Anggrek simpodial titik tumbuhnya lebih dari satu. Tunas baru tampak seperti batang utama. Sedangkan bunganya muncul di pucuk atau segi batang, tetapi terkadang ada yang tampak dari akar tinggal.

Batang pada kelompok Anggrek ini dapat menyimpan air, cadangan makanan atau umbi semu. Anggrek kelompok ini dikembangbiakkan dengan cara split, pembelahan keiki atau anakan, dan biji. Perumpamaan: Dendrobium Sp dan Cattleya Sp.

ANGGREK BERDASARKAN TEMPAT TUMBUH

  • Anggrek Epifit

Anggrek epifit adalah Anggrek yang menumpang hidup pada tumbuhan lain, tetapi tidak merusak atau merugikan inang dari tumbuhan yang ditumpangi. Cara kerja dari kelompok Anggrek ini adalah akar Anggrek akan menyerap makanan yang berasal dari air hujan, kabut serta udara yang ada disekitarnya. Misalnya:  Cattleya Sp., Dendrobium Sp., Vanda Sp., dan Phalaenopsis Sp.

  • Anggrek Terrestrial

Tempat tumbuh untuk Anggrek terestial adalah tanah dan memerlukan air dan sinar matahari secepat mungkin. Akar dari Anggrek ini berfungsi mengambil makanan dari tanah. Misalnya: Phaius Sp.

  • Anggrek Saprofit

Anggrek saprofit adalah Anggrek yang tempat pertumbuhannya membutuhkan media yang memiliki kandungan humus atau daun-daun kering. Anggrek saprofit dalam proses pertumbuhannya hanya membutuhkan sedikit sinar matahari. Jenis Anggrek ini tidak mempunyai daun dan klorofil. Misalnya: Goodyera Sp.



  • Anggrek Litofit

Tempat pertumbuhan pada Anggrek litofit adalah batu-batuan atau tanah berbatu. Anggrek litofit dapat bertahan dari sinar matahari penuh. Anggrek litofit memperoleh makanannya dari hujan, udara, dan humus. Misalnya: Paphiopedilum Sp.

 

Untuk rekomendasi buku agar anggrek cepat berbunga sesuai tempat tumbuh Anda dapat membaca  buku terbitan trubus berikut ini:

Cara Agar Anggrek Bulan Rajin Berbunga
Cara Agar Anggrek Bulan Rajin Berbunga

tombol beli buku

JENIS-JENIS ANGGREK

Anggrek menjadi salah satu tanaman hias yang disukai oleh pecinta tanaman hias. Namun, apakah sudah pada tahu kalau Anggrek mempunyai beberapa jenis? Penamaan Anggrek hias biasa menggunakan nama genusnya saja karena terlalu banyak hibrida antar spesies dan antargenus yang sudah dibuat. Sehingga penanaman Anggrek sedikit menyimpang dari aturan penamaan botani pada umumnya. Berikut jenis-jenis Anggrek yang sudah dikenal di masyarakat.

  • Anggrek Cattleya

Anggrek jenis ini mempunyai bunga yang besar dan megah, tetapi memiliki perawatan yang tidak mudah. Oleh karena itu, ketika ingin merawat Anggrek Cattleya dibutuhkan usaha yang lebih.

  • Anggrek Dendrobium

Anggrek Dendrobium sangat populer di kalangan pecinta tanaman hias khususnya tanaman Anggrek.

  • Anggrek Grammatophyllum

Anggrek jenis Grammatophyllum memiliki anggota yang sangat terkenal di Indonesia yaitu Grammatophyllum Scriptum atau dikenal dengan sebutan lokan yaitu Anggrek Papua raksasa.

  • Anggrek Oncidium

Anggrek Oncidium memiliki anggota yaitu Anggrek Golden Shower. Anggrek Oncidium memiliki ciri khas pada bagian lip-nya yang lebih besar dibandingkan dengan Anggrek lainnya.

  • Phalaenopsis

Anggrek Phalaenopsis sangat populer dan bisa dibilang kepopulerannya hampir sama dengan Anggrek Dendrobium. Salah satu jenis dari Anggrek Phalaenopsis adalah Anggrek Bln.

  • Anggrek Spathiphyllum

Anggrek Spathiphyllum memiliki ciri-ciri daun hijau yang lebat dan bunga berwarna putih. Bunga pada Anggrek ini dapat mekar dan bisa hidup lebih lama.

  • Anggrek Vanda

Anggrek Vanda biasa disebut dengan bunga potong. Anggrek vanda merupakan salah satu Anggrek yang diimpor dari Thailand dan diminati oleh pecinta Anggrek. Banyaknya pecinta Anggrek yang menyukainya, maka Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) akan mencoba mengembangbiakkan Anggrek Vanda ini supaya Indonesia dapat mengurangi impor tanaman hias.

 

Berikut buku rekomendasi Membuat Anggrek Rajin Berbunga dari IR.EDHI SANDRA, MS.

Membuat Anggrek Rajin Berbunga (Revisi)
Membuat Anggrek Rajin Berbunga (Revisi)


tombol beli buku

HAMA PADA TUMBUHAN ANGGREK

Munculnya hama pada tumbuhan dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan. Setiap tumbuhan memiliki hama yang berbeda-beda, tetapi terkadang ada beberapa tumbuhan yang pertumbuhannya diganggu dengan hama yang sama.

Rusaknya beberapa bagian pada tumbuhan Anggrek dapat disebabkan oleh hama yang berbeda-beda. Alangkah baiknya mengenal gejala-gejala atau tanda-tanda penyebab Anggrek terkena hama agar mendapat penanganan yang baik. Berikut hama yang biasa menyebabkan pertumbuhan Anggrek terhambat.

  • Semut

Tanda-tanda: akar menjadi rusak dan Anggrek akan mudah layu dan mati.

Pengendalian: pot tanaman Anggrek direndam di dalam air, menciptakan lingkungan yang bersih di sekitar pot, dan sebaiknya pot digantung.

  • Trips

Tanda-tanda: daun dan batang Anggrek menjadi incaran utama hama trips dan bunga yang tidak mekar dengan sempurna.

Pengendalian: menyemprot insektisida, dan membuat dan menjaga agar sanitasi lingkungan tetap bersih.

  • Tungau/kutu perisai

Tanda-tanda: tungau biasa menempel pada pelepah daun, bagian Anggrek yang didatangi tungau akan meninggalkan bercak hitam, dan daun akan mudah rusak.

Pengendalian: bersihkan tungau dengan cara menggosoknya dengan kapas dan air sabun, jika sudah cukup parah sebaiknya disemprot dengan insektisida sekitar 2cc/liter.

  • Belalang

Tanda-tanda: terdapat luka bergerigi yang tidak beraturan pada pinggiran daun.

Pengendalian: secepat mungkin memberikan insektisida racun kontak dengan cara menyemprotkannya. Namun, jika kerusakannya tidak banyak belalang dapat dimusnahkan.

  • Ulat daun

Tanda-tanda: daun, kuncup bunga, dan tunas bunga akan mengalami kerusakan. Bukan hanya itu, ulat daun bisa menyerang bunga yang sedang mekar.

Pengendalian: untuk pengendaliannya harus melihat jumlah ulat daun yang ada pada Anggrek. Jika hanya ada 2 sampai 4 ekor ulat daun dapat dibasmi dengan tangan. Namun, jika ulat daun lebih dari 4 ekor dapat dibasmi dengan insektisida sistemik. Alangkah lebih baik lagi Anggrek yang sehat dipisahkan dari Anggrek yang terkena hama ulat daun.

  • Red Spider

Tanda-tanda: di bagian bawah daun ada bercak putih, permukaan atas menjadi warna kuning.

Pengendalian: jika jumlah Red Spinder sekitar dua sampai lima ekor bisa dibasmi dengan isolatip yang kemudian dibakar atau digosok dengan alkohol. Jika jumlah Red Spinder lebih dari lima, alangka baiknya dibasmi menggunakan insektisida dengan bahan aktif diazinon atau dicofol.

  • Kepik

Tanda-tanda: muncul bintik kuning atau putih karena cairan daun tanaman Anggrek dihisap oleh kepik. Sehingga daun Anggrek perlahan-lahan akan tidak hijau lagi.

Pengendalian: untuk menghilangkan kepik dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida pada bagian yang dihinggapi kepik.

  • Keong

Tanda-tanda: lembaran daun akan terlihat berlubang.

Pengendalian: dalam jumlah sedikit keong dapat diambil lalu dibuang atau dibasmi dengan tangan. Namun, jika jumlah keong cukup banyak perlu menggunakan insektisida atau dijebak dengan bubuk pursi.

  • Kutu tudung

Tanda-tanda: daun akan berubah warna menjadi kuning, terlihat layu, lalu berwarna coklat dan mati.

Pengendalian: sama dengan membasmi kutu tudung yaitu menyemprotkan insektisida pada Anggrek dan menjaga sanitasi lingkungan agar Anggrek dapat tumbuh maksimal.

  • Kutu babi

Tanda-tanda: kerusakan yang disebabkan oleh kutu babi hampir sama dengan kerusakan yang diberikan oleh semut.

Pengendalian: cara untuk menghilangkan kutu babi pada Anggrek sangatlah mudah yaitu hanya merendam pot Anggrek saja.

  • Kumbang

Tanda-tanda: akan ada lubang-lubang pada daun. Namun, khusus kumbang penggerek batang kerusakan yang ditimbulkan berupa lubang di tengah batang dan tidak tampak dari luar. Jika telur dari kumbang menetas akan menghasilkan larva yang dapat merusak daun Anggrek.

Pengendalian: untuk membasmi kumbang yang ada pada Anggrek sebaiknya menggunakan insektisida sistemik secara rutin. Ada cara lain selain menyemprotkan insektisida yaitu bersihkan pot dari telur kumbang dengan cara memindahkannya ke pot baru atau media tanam yang baru.

 

Untuk budidaya anggrek agar terhindar dari hama dan penyakit sehingga Anda dapat memaksimalkan potensinya, Anda dapat membaca buku Usaha pembibitan Anggrek Dalam Botol (Teknik In Vitro) dari Yulia Andiani

 

Usaha pembibitan Anggrek Dalam Botol (Teknik In Vitro) Yulia Andiani
Usaha pembibitan Anggrek Dalam Botol (Teknik In Vitro) Yulia Andiani

tombol beli buku

PENYAKIT PADA TUMBUHAN Anggrek

Bukan hanya hama saja yang menyebabkan Anggrek tidak tumbuh dengan maksimal bahkan mati, ada yang namanya penyakit pada tumbuhan khususnya Anggrek. Ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan Anggrek mengalami pertumbuhan yang tidak maksimal. Berikut beberapa penyakit-penyakit yang bisa menghambat pertumbuhan Anggrek dan cara merawat Anggrek ketika terkena penyakit.

  • Penyakit bercak coklat

Penyakit ini sangat sulit untuk dihilangkan. Jika sudah terkena penyakit ini dan sudah sangat parah, maka cara terbaiknya adalah memusnahkan seluruh kecambah Anggrek.

  • Penyakit rebah kecambah

Pertolongan pertama pada penyakit ini adalah bibit yang sakit sebaiknya segera dibuang, dibakar atau dimusnahkan.

  • Penyakit buluk

Jika sudah terkena penyakit ini, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mengeluarkan kecambah dari botol dan mencucinya dengan fungisida.

  • Penyakit busuk akar

Cara menghilangkan penyakit ini dapat dilakukan dengan cara memotong semua bagian Anggrek yang terkena penyakit busuk akar. Kemudian bekas bagian yang dipotong diberikan fungisida (Benlate).

  • Penyakit Cymbidium

Penyakit Cymbidium ini dapat disembuhkan dengan pertolongan pertama yaitu dengan cara memotong dan membuang bagian tanaman Anggrek yang terkena penyakit. Kemudian membersihkan semua alat potong yang sudah digunakan dengan alkohol.

Kesimpulan Cara Merawat Anggrek

Tumbuhan Anggrek mempunyai keindahan pada bagian bunga, batang, dan daunnya karena keindahan ini bunga Anggrek dapat dijadikan sebagai tanaman hias. Anggrek itu sendiri memiliki nama latin Orchidaceae. Tumbuhan Anggrek hidup sebagai tumbuhan epifit atau tumbuhan yang hidup dengan cara menumpang pada tumbuhan lain.

Ada lima cara merawat Anggrek agar tumbuh indah. Pertama, penyiraman, pemupukan, pemindahan pot, sirkulasi udara, dan pencegahan hama dan penyakit. Beberapa penyakit yang ada pada tumbuhan Anggrek, seperti penyakit bercak coklat, penyakit bercak kecambah, penyakit buluk, penyakit busuk akar, dan penyakit Cymbidium.

Bukan hanya terkena penyakit, tumbuhan Anggrek bisa juga terkena hama yang membuat tidak berkembang dengan maksimal. Hama-hama pada Anggrek, seperti semut, kumbang, ulat daun, kepik, belalang, keong, dan lain-lain.

 

 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy