Uncategorized

Pengertian Right Issue: Tujuan, Keuntungan dan Kerugian, serta Cara Kerjanya

Written by Laeli Nur Azizah

Pengertian Right Issue – Kegiatan investasi yang semakin marak dilakukan membuat masyarakat awam menjadi lebih familiar dengan beberapa istilah yang ada di dalamnya. Istilah yang paling sering dibahas terkait dengan investasi adalah saham. Dimana daham sendiri mempunyai banyak jenis, salah satunya yang harus diperhatikan adalah saham right issue. Mungkin sudah banyak orang yang memahami saham secara umum, namun masih banyak orang yang kurang mengerti tentang saham right issue. Jika Anda adalah salah satunya, maka Anda bisa memahami pengertian right issue di artikel kali ini.

Pengertian Right Issue

Pengertian right issue merupakan sebuah anjuran ataupun penawaran hak kepada para pemegang saham di perusahaan. Dimana perusahaan tersebut memberikan mereka sebuah kesempatan untuk bisa membeli saham tambahan yang berasal langsung dari suatu perusahaan, dengan harga diskon atau potongan dibandingkan dengan membeli pada pasar sekunder. Jumlah dari saham tambahan yang dibeli bergantung pada hak yang ada dari para pemilik saham.

Right issue ini mungkin akan sangat berguna untuk semua perusahaan publik dibandingkan dengan pilihan pembiayaan lain yang lebih dilutif. Sebab, masalah ekuitas biasanya lebih disukai dibandingkan dengan masalah hutang dari sudut pandang perusahaan. Dimana perusahaan biasanya memilih untuk menerbitkan hak untuk meminimalkan dilusi dan memaksimalkan masa manfaat kerugian pajak yang bisa dikompensasi. Sebab, di dalam penawaran hak tidak ada perubahan kendali dan “no-sale theory” berlaku. Perusahaan bisa mempertahankan kerugian pajak yang dibawa ke depan dengan lebih baik dibandingkan dengan melalui penawaran lanjutan atau pembiayaan lain yang lebih dilutif. Itu merupakan salah satu jenis modus penerbitan surat berharga, baik itu di perusahaan publik ataupun swasta.

Right issue merupakan salah satu metode penggalangan dana yang cukup populer di perusahaan India. Melalui right issue, perusahaan melakukan penawaran kepada pemegang saham yang ada untuk kemudian membeli saham tambahan di perusahaan dengan harga diskon dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Tak seperti IPO, right issue tidak ditawarkan kepada masyarakat umum. Namun hanya kepada pemegang saham yang ada di dalam proporsi kepemilikan yang ada. Para pemegang saham yang sudah memenuhi syarat bisa melakukan right issue sebagian ataupun seluruhnya. Selain itu, mereka juga bisa membiarkan penawaran tersebut berakhir dengan tidak memilih untuk menggunakan hak mereka untuk membeli saham tambahan tersebut. Kemudian, mereka juga bisa mengalihkan hak-hak tersebut kepada orang lain.

Saham right issue ini biasanya dikenal dengan istilah Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Adapun tujuan dari right issue ini diterbitkan yaitu untuk meningkatkan modal kerja, perluasan bisnis, mendorong aksi korporasi, dan membayar hutang perusahaan. Saham yang satu ini lebih ditujukan untuk pemegang saham ataupun investor lama dari perusahaan tersebut. Selain itu, saham right issue juga mempunyai pengertian hak yang melekat pada saham yang memungkinkan para investor yang ada untuk membeli efek baru dari Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal Nomor 26 Tahun 2003.

Saham right issue merupakan salah satu cara untuk meningkatkan modal yang dimasukkan ke dalam perusahaan. Dalam hal ini, perusahaan nantinya akan memberikan kemampuan kepada pemegang saham yang sudah ada untuk memperoleh saham lagi. Pada intinya yaitu perusahaan akan memberikan kesempatan kepada para investor lama untuk memperoleh saham baru sebelum, diterbitkan dan ditawarkan ke investor baru.

Cara Kerja Right Issue

Biasanya, perusahaan akan memberikan right issue kepada para investor lamanya dengan menggunakan rasio. Misalnya saja, rasio right issue 1:2. Itu artinya, investor lama memiliki hak untuk membeli saham baru sebanyak dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah saham yang mereka miliki saat ini. Misalnya saja A, founder dari PT. Maju Terus mempunyai saham perusahaan tersebut sebanyak 1000 lembar. Maka saat PT. Maju Terus menerbitkan saham baru, maka A berhak untuk membeli 2000 lembar saham, begitu pula seterusnya.

Harga saham baru yang ditawarkan melalui mekanisme HMETD ini biasanya juga lebih murah dibandingkan dengan harganya saat sudah dirilis ke investor publik. Dengan begitu, investor lama bisa membeli efek baru sampai menyamai atau melebihi persentase kepemilikan lamanya. Umumnya, perusahaan akan memberikan right issue kepada para investor dengan skema rasio. Itu artinya, apabila skema rasio yang ditetapkan adalah 1:2, maka investor yang memiliki saham lama di perusahaan tersebut akan ditawari 2 lembar saham tambahan.

Jadi, misalnya A memiliki saham sebanyak 1000 lembar di perusahaan B, sedangkan perusahaan B akan menjual saham seri baru. Maka A dapat membeli 2000 saham tambahan dari seri barunya tersebut. Right issue ini bisa dilakukan oleh perusahaan apapun termasuk perusahaan yang baru akan IPO. Karena tentunya perusahaan yang baru akan IPO itu telah mempunyai investor, baik itu investor perorangan ataupun investor institusi sebelumnya.

Jika Anda ditawari right issue saham oleh suatu perusahaan, maka Anda memiliki hak untuk membeli keseluruhan saham yang ditawarkan kepada Anda atau tidak membeli sama sekali. Selain itu, Anda juga bisa menjual hak right issue tersebut kepada investor lain, kecuali jika ada maklumat dari perusahaan bahwa right issue yang dirilis tidak dapat diperjualbelikan.

Tujuan Perusahaan Melakukan Right Issue

Perusahaan melakukan right issue agar perusahaan dapat memperoleh modal baru untuk memenuhi kebutuhannya. Sehingga perusahaan tidak akan meminjam ke pihak lain untuk penambahan modal. Investor lama yang ditawarkan saham juga akan diberikan diskon atau harga saham yang lebih rendah daripada harga pasar agar mereka tertarik. Dengan melakukan hal itu, investor juga dapat mempertahankan kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut. Fungsi saham ini yaitu untuk menggalangkan dan yang ada di pasar.

Alasan dari penggalangan dana ini adalah bentuk perhatian bagi investor dan alasannya bisa bervariasi. Saham ini umumnya digunakan untuk membayar hutang perusahaan yang kondisinya memang sedang tidak bagus. Jika perusahaan tidak mempunyai hutang, maka dana tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan perusahaan. Perusahaan juga dapat menggunakannya untuk mengakuisisi perusahaan lain dan membuat fasilitas baru untuk perusahaan. Jika modal tersebut digunakan untuk perluasan, maka pemegang saham dapat menjadi lebih walaupun ada dilusi saham.

Keuntungan dan Kerugian Right Issue

Keuntungan yang diperoleh oleh investor dari adanya right issue ini adalah peluang untuk memperoleh profit. Hal itu bisa saja berasal dari harga diskon dan juga jumlah saham yang dibeli melalui kegiatan ini, sebanding atau tidak dengan saham yang dimiliki investor sebelum membelinya. Saham tersebut juga memberikan keuntungan untuk perusahaan dengan meningkatkan ketertarikan pasar terhadap perusahaan. Sehingga perusahaan dapat memperoleh dana baru untuk menambahkan modal usaha mereka. Perusahaan tidak perlu membayar dana secara teratur dan aturan pembagian dividen juga berbeda-beda.

Namun sayangnya, saham ini mempunyai kekurangan untuk para investor dan perusahaan itu sendiri. Kegagalan dalam meraih target dan kinerja perusahaan yang tidak maksimal dapat membuat kedua pihak mengalami kerugian. Beberapa kemungkinan kerugian yang mungkin saja muncul adalah penurunan harga saham setelah adanya right issue dan kepemilikan saham investor yang terdilusi jika tidak dieksekusi.

Misalnya saja, A membeli saham di perusahaan B dengan harga 1000 per lembar dan Ia mempunyai 1000 lembar. Kemudian ketika right issue, Ia membeli 2000 lembar saham dengan masing-masing 800 per lembar. Maka rata-rata harga saham yang dimiliki oleh A menurun dari yang awalnya 1000 per lembar menjadi 866 per lembar.

Jika perusahaan yang merilis right issue adalah perusahaan yang baru saja IPO, maka risiko lain yang mungkin saja harus dihadapi oleh para investor adalah ketidakpastian apakah harga saham perusahaan tersebut akan naik setelah dirilis di pasar sekunder atau bahkan akan turun. Di dalam beberapa kasus termasuk juga kasus Bukalapak, harga saham sebuah perusahaan tinggi ketika IPO sebab overbooked tapi setelah beberapa waktu dirilis di pasar sekunder, harga saham tersebut mulai merosot. Pastinya hal ini tidak diinginkan oleh investor lama yang membeli saham melalui right issue.

Efek Dari Adanya Right Issue

Right issue sendiri seperti pedang bermata dua, yakni mempunyai efek positif dan efek negatif.

Efek Positif

Berikut ini adalah beberapa efek positif dari adanya right issue, antara lain:

1. Perusahaan Memperoleh Dana Segar dengan Lebih Cepat

Tujuan perusahaan menerbitkan right issue ini adalah supaya perusahaan tersebut memperoleh tambahan dana dari para investor. Dana tersebut kemudian dapat digunakan untuk berekspansi atau membayar hutang. Dengan menerbitkan right issue, perusahaan dapat memperoleh dana investasi dengan lebih cepat karena yang membeli saham tersebut adalah para investor lama yang notabene sudah mengetahui kekurangan dan kelebihan perusahaan tersebut.

Untuk perusahaan yang baru saja IPO, maka penerbitan right issue ini bisa menjadi eksposur tambahan untuk perusahaan. Eksposur ini bertujuan untuk memperkenalkan perusahaan yang baru saja IPO kepada calon investor baru. Sehingga investor baru mengira bahwa investasi di perusahaan yang baru saja IPO itu mempunyai potensi keuntungan, karena banyak peminatnya.

2. Potensi Keuntungan yang Didapatkan Oleh Investor Meningkat

Dengan jumlah kepemilikan saham yang lebih banyak dana biaya yang dikeluarkan cenderung lebih murah dibandingkan dengan yang seharusnya, maka potensi keuntungan yang didapatkan oleh investor juga akan semakin meningkat. Misalnya saja, Hybe Corporation, yakni perusahaan agensi yang menaungi BTS mulai masuk bursa efek atau IPO dengan harga 160.000 won per lembar saham. Saat ini, harga saham perusahaan tersebut terus menembus 330.000 won per lembarnya.

Jika Y merupakan investor lama dari perusahaan tersebut dan Ia saat ini sudah mempunyai 3000 lembar saham. Anggap saja Y saat Hybe Corporation mulai IPO, Ia mempunyai saham sebanyak 1000 lembar dengan total investasi 160 juta won dan ditawari right issue dengan membeli 2000 lembar saham dengan harga 150.000 per lembarnya. Maka saat ini keuntungan yang dimiliki oleh Y adalah:

Modal awal Y= 160.000 x 1000 = 160.000.000 won.
Modal Y untuk right issue = 150.000 x 2000= 300.000.000 won.
Nilai saham Y saat ini= 330.000 x 3000= 990.000.000 won.
Maka, keuntungan yang dimiliki Y adalah sebesar= 990.000.000- (160.000.000+300.000.000)= 530.000.000

Apabila ketika ditawari right issue Y menolak dan memilih untuk membeli saham dengan harga normal, maka keuntungan Y saat ini dengan asumsi jumlah saham yang sama yaitu 510 juta won saja.

Efek Negatif

Membeli saham dari right issue tidak selalu memberikan keuntungan. Tak jarang perusahaan merilis right issue dengan tujuan membayar hutang dan tak jarang juga harga saham perusahaan setelah IPO justru menurun. Oleh karena itu, saham perusahaan tersebut cenderung sudah untuk dijual ketika sudah rilis di pasar sekunder dan harganya akan semakin turun. Jadi, sebelum membeli saham melalui mekanisme ini, pastikan dulu Anda sudah benar-benar mengetahui kondisi fundamental dan teknikal dari perusahaan tersebut. Right issue memang hak yang berpotensi menguntungkan investor lama dari sebuah perusahaan. Akan tetapi, keputusan untuk membeli saham melalui mekanisme ini tetap harus dilakukan melalui pertimbangan dan juga analisis yang matang.

Istilah dalam Right Issue

Di bawah ini adalah beberapa istilah yang ada di dalam sebuah proses right issue yang perlu dipahami, antara lain:

1. Saham Baru

Saat perusahaan menjual saham untuk pertama kalinya kepada publik, maka saham yang diperdagangkan itu adalah saham baru. Dalam kasus right issue, saham yang dikatakan sebagai saham baru adalah bukan saham yang dijual pertama kali, tapi kedua ataupun ketiga.

2. Hak

Hak merupakan kewenangan yang dimiliki oleh investor atau pemilik saham lama untuk membeli saham baru atau menolak tawaran membeli saham tersebut.

3. Exercise The Rights

Exercise the rights adalah sebuah situasi dimana pemegang saham lama menggunakan hak mereka untuk mempunyai saham yang baru. Dengan begitu, ada sejumlah modal tambahan yang harus disediakan oleh investor tersebut untuk bisa melakukan hak ini.

4. Let The Right Expire

Berbeda dengan exercise the right, let the rights expire merupakan istilah yang dipakai ketika pemilik saham lama memilih untuk tidak menggunakan haknya. Hal tersebut membuat kesempatan pemilik saham lama untuk memiliki saham yang baru dengan harga yang lebih murah hangus.

5. Sell The Right

Apabila pemilik saham lama menolak tawaran right issue yang diberikan perusahaan dengan alasan apapun, maka mereka bisa menjual haknya itu. Hak yang dijual harus dijual di bawah harga pasar saham.

6. Term Of Right

Seorang investor yang berniat untuk membeli saham baru melalui fasilitas right issue yang ditawarkan harus memenuhi beberapa persyaratan. Salah satunya yaitu mempunyai saham lama yang juga dapat diperoleh melalui pembelian hak. Selain itu, rasio pembelian saham baru juga harus mengikuti perhitungan yang telah ditetapkan sebelumnya.

7. Market Price

Market price atau harga pasar merupakan harga saham lama yang ada di pasar.

8. Exercise Price atau Subscription Price

Exercise price atau subscription price merupakan harga saham baru yang berasal dari transaksi right issue. Dengan kata lain, harga tersebut hanya muncul apabila investor lama atau investor baru menggunakan hak right issue.

9. Harga Teoritis

Harga teoritis merupakan harga yang didapatkan setelah memperhitungkan total dari keseluruhan investasi yang telah ditanamkan. Harga tersebut disebut sebagai harga bersih.

10. Harga Right

Saat pemegang saham lama memutuskan untuk tidak menggunakan haknya kemudian menjual hak tersebut kepada orang lain, maka harga yang dikenakan dalam transaksi ini adalah harga right.

Demikian penjelasan mengenai pengertian right issue, keuntungan dan kerugian, tujuan, efek positif dan negatis, serta cara kerja right issue. Bagi Grameds yang ingin mengetahui secara lebih mendalam tentang istilah investasi lainnya dapat membaca buku-buku terkait dengan mengunjungi Gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien