Ekonomi

Macam-macam Teori Kebutuhan Menurut Ahli

macam teori kebutuhan

Teori Kebutuhan – Grameds, setiap manusia pasti memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi kan? Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, manusia melakukan kegiatan ekonomi baik bekerja, menjalankan bisnis, berdagang, dan lain-lain. Kebutuhan apa saja yang harus kita penuhi? Nah, kali ini kita akan membahas mengenai teori kebutuhan secara mendalam.

Pengertian Kebutuhan

Kebutuhan, jika diartikan secara bebas merupakan semua hal yang dibutuhkan manusia agar dapat mempertahankan sekaligus mengembangkan hidupnya. Pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dicapai dengan pencapaian kesejahteraan. Tentunya kebutuhan setiap orang berbeda-beda yang bergantung pada kondisi alam, tempat tinggal, sifat dan karakter individu, gaya hidup, agama, dan budaya.

Prinsip dasar dari kebutuhan adalah keinginan yang dimiliki oleh manusia. Jika suatu kebutuhan telah terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan baru lainnya. Bisa dikatakan, manusia memiliki kebutuhan yang bertingkat-tingkat.

Kebutuhan manusia memang banyak. Mulai dari kebutuhan primer yang meliputi pakaian, makanan dan minuman, dan rumah. Sekarang kebutuhan primer bertambah pendidikan dan layanan kesehatan. Selain itu kebutuhan sekunder dan tersier seperti kendaraan bermotor, layanan komunikasi, gadget, dan lain-lain. Bahkan tidak hanya kebutuhan yang bersifat konkret, manusia juga membutuhkan eksistensi diri, motivasi, dihargai, dihormati, dianggap ada, dan sebagainya.

Kebutuhan terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu berdasarkan intensitas kegunaan, sifat, waktu pemenuhan, subjek, dan sosio-budaya. Masing-masing jenis memiliki beberapa kebutuhan lagi.

Berdasarkan intensitas kegunaan, kebutuhan terbagi menjadi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Berdasarkan sifat, kebutuhan terbagi menjadi kebutuhan jasmani dan rohani. Berdasarkan waktu pemenuhan, kebutuhan dapat dibedakan menjadi kebutuhan sekarang, masa depan, tidak pasti waktunya, dan selamanya atau sepanjang waktu. Berdasarkan subjek, kebutuhan dibedakan menjadi kebutuhan perorangan dan kelompok. Dan menurut sosio-budaya, kebutuhan terbagi menjadi kebutuhan sosial dan psikologis.

Macam-macam Teori Kebutuhan Menurut Ahli

Pentingnya kebutuhan dan pemenuhannya menggerakkan para ahli untuk mencetuskan teori-teori yang menjelaskan mengenai kebutuhan. Teori-teori tersebut akan kita bahas lebih mendalam pada penjelasan di bawah ini. Namun sebelum kita mulai, perlu diketahui bahwa teori-teori di bawah ini bisa jadi saling melengkapi, bisa juga bertolak belakang.

1. Teori Kebutuhan Maslow

Di antara teori kebutuhan yang ada, teori kebutuhan Maslow merupakan salah satu teori yang paling populer. Banyak sekali akademisi atau penulis yang menggunakan teori kebutuhan Maslow saat berbicara mengenai kebutuhan.

Adalah Abraham Maslow, seorang pakar dalam psikologi, yang mencetuskan teori ini. Psikolog Amerika Serikat yang juga terkenal dengan teori psikologi aktualisasi diri ini menyusun hierarki (tingkatan) kebutuhan menjadi lima tingkat. Tingkatan tersebut disusun dalam sebuah skema berbentuk piramida.

Hipotesis Maslow menyebutkan, seseorang akan berusaha memenuhi suatu level kebutuhan apabila level kebutuhan di bawahnya telah terpenuhi. Misalkan jika seseorang haus, maka ia akan cenderung mencari cara agar haus dan dahaganya tersebut terpuaskan. Ia dapat menahan rasa lapar dalam waktu yang lebih lama karena kebutuhan akan air lebih besar dibandingkan kebutuhan akan air. Andaikan kebutuhan di suatu level tersebut tidak tercapai atau tidak terpuaskan, seseorang tersebut dapat kembali ke level yang ada di bawahnya.

Maslow menyatakan, pemenuhan kebutuhan dapat dicapai dengan dua acara. Pertama, motivasi karena adanya kekurangan  atau bisa disebut dengan deficiency motivation. Motivasi ini mendorong manusia untuk mengatasi masalah dengan menyadari adanya kondisi yang tidak ideal dan harus segera bangkit dari kondisi tersebut.

Kedua, motivasi karena adanya keinginan untuk berkembang atau bisa disebut dengan growth motivation. Motivasi ini mendorong seseorang untuk berkembang dan tumbuh sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya. Agar dapat mencapai kesejahteraan, seseorang harus meningkatkan kapasitasnya.

Dalam teori kebutuhannya, Maslow menjelaskan secara mendetail mengenai kebutuhan manusia. Untuk lebih lengkapnya, kita simak penjelasan Maslow di bawah ini.

a. Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs)

Kebutuhan Fisiologis merupakan kebutuhan yang berada pada tingkatan terbawah yang harus dipenuhi oleh seseorang seperti, makan, minum, bernafas, dan kebutuhan biologis lainnya seperti tidur, sistem metabolisme yang lancar, dan lainnya.

Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan mendasar yang mutlak harus dipenuhi karena kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang sangat mendasar. Tanpa terpenuhinya kebutuhan ini, manusia tidak akan bisa menjalankan aktivitas hidup dengan lancar.

b. Kebutuhan Keamanan (Safety Needs)

Kebutuhan yang berada di tingkat dua setelah kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan akan rasa aman. Seseorang memerlukan rasa aman sehingga dapat melakukan aktivitas yang mendukungnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Contoh dari kebutuhan akan rasa aman meliputi perlindungan, bebas dari ketakutan, jauh dari ancaman, kestabilan, dan aman dari gangguan. Dalam hal ini, adanya peraturan lalu lintas, peraturan keselamatan kerja, protocol kesehatan, norma sosial, norma agama, dan norma adat ada untuk memenuhi rasa aman dalam menjalani hidup. Dengan demikian, bahaya yang ditimbulkan oleh kecelakaan, perang, kriminalitas, wabah, kerusuhan, dan lainnya dapat diminimalisir.

Kebutuhan rasa aman ini tidak dapat dipenuhi secara total serratus persen, oleh karenanya kebutuhan ini berbeda dengan kebutuhan fisiologis. Kebutuhan keamanan tidak bisa sepenuhnya menghilangkan rasa takut akan adanya ancaman seperti bencana alam atau tindakan orang lain yang membahayakan.

c. Kebutuhan Rasa Memiliki dan Sosial (Belongingness and Social Needs)

Kebutuhan sosial berada di tingkat ketiga setelah kebutuhan akan keamanan. Setelah kebutuhan akan rasa aman terpenuhi, manusia memerlukan adanya rasa memiliki, kasih sayang, dan interaksi sosial. Kebutuhan ini muncul secara otomatis.

Kebutuhan ini meliputi adanya keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain. Sebagaimana kita pahami Grameds, manusia merupakan makhluk sosial. Artinya manusia tidak bisa hidup sendirian dan senantiasa membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Selama melakukan interaksi sosial, maka seseorang ingin disayangi.

d. Kebutuhan Harga Diri (Self Esteem Needs)

Kebutuhan harga diri merupakan kebutuhan tingkat lanjut. Apabila social needs telah terpenuhi, manusia membutuhkan self esteem needs. Kebutuhan harga diri ini menuntut adanya kepercayaan diri, pemenuhan diri, kekuatan, keyakinan, dan menghargai diri.

Kebutuhan akan harga diri dibagi menjadi dua jenis. Pertama, kebutuhan akan prestasi, kemampuan memberikan keyakinan, kemerdekaan, kebebasan, wewenang, dan kehidupan. Kedua, kebutuhan akan pengakuan, penghormatan, penghargaan, status, dan nama baik.

e. Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self Actualization)

Kebutuhan akan aktualisasi diri merupakan kebutuhan yang paling tinggi tingkatannya. Dan sebagaimana teori kebutuhan Maslow, kebutuhan tingkatan kelima ini hanya dapat terpenuhi jika empat tingkat kebutuhan sebelumnya telah dipenuhi.

Kebutuhan aktualisasi diri ini mendorong seseorang untuk mengeluarkan seluruh potensi dirinya menjadi karya. Cara mengeluarkan potensi tersebut dengan mengaktualisasikan diri pada hal-hal yang mereka sukai.

Grameds, Anda yang ingin menyelami lebih dalam pemikiran Abraham Maslow dapat membaca buku ini.

beli sekarang

2. Teori Kebutuhan Gardner Murphy

Gardner Murphy merupakan seorang psikolog asal Amerika Serikat yang spesialisasinya ada pada bidang sosial dan personality psychology and parapsychology. Murphy menjelaskan, kebutuhan manusia terbagi menjadi empat kelompok. Keempat kelompok tersebut adalah kebutuhan dasar, kebutuhan terhadap kegiatan, kebutuhan sensori, dan kebutuhan untuk menolak.

Kebutuhan dasar yang dimaksud dalam teori kebutuhan Murphy merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan biologis atau bagian-bagian penting tubuh manusia. Misalkan makan untuk memenuhi energi, minum untuk melepas dahaga, dan udara untuk bernafas.

Kebutuhan terhadap kegiatan memberikan pengertian bahwa manusia memerlukan aktivitas agar tetap bergerak. Sebagaimana salah satu ciri-ciri makhluk yang bergerak, manusia perlu bergerak.

Kebutuhan sensori merupakan kebutuhan manusia yang berkaitan tentang menerima respon atau lingkungan sekitar. Misalnya kebutuhan akan warna dalam hidup, suara, musik, dan kebutuhan-kebutuhan lain yang memiliki orientasi dengan lingkungan sekitarnya.

Kebutuhan untuk menolak mengartikan bahwa manusia mempunyai kebutuhan untuk menolak semua hal yang tidak sesuai dengan kehendaknya. Misalkan manusia butuh untuk menolak rasa sakit, rasa takut, kebohongan, ancaman, dan lain-lain.

3. Teori Kebutuhan Virginia Henderson

Nama lengkap oencetus teori ini adalah Virginia Avenel Henderson. Ia merupakan seorang perawat yang berasal dari Amerika Serikat. Virginia awalnya masuk keperawatan karena ketertarikannya ingin merawat para prajurit yang terluka pada perang dunia pertama.

Sahabat yang ingin mengetahui cara komunikasi perawat bisa membaca buku rekomendasi kami ini.

beli sekarang

Niatan tersebut mengantarkannya untuk mendefinsikan keperawatan beserta tujuannya. Melalui profesinya, Virginia menjelaskan bahwa tujuan dunia keperawatan adalah untuk bekerja secara mandiri memberikan pelayanan kesehatan kepada klien. Sehingga klien dapat beraktivitas kembali secara mandiri dalam kurun waktu yang tidak lama sejak awal perawatan.

Virginia menganggap bahwa seorang manusia hidup terdiri dari empat komponen. Keempat komponen tersebut meliputi biologis, psikologis, kultural, dan spiritual. Berdasarkan empat komponen tersebut, Virginia Henderson menjelaskan 14 kebutuhan dasar manusia.

Kebutuhan yang paling pertama adalah dapat bernafas secara normal. Kedua, makan dan minum yang berkecukupan. Ketiga, buang air yang normal. Keempat, mempertahankan gerak dan mempertahanan posisi yang diinginkan. Kelima, tidur dan istirahat yang cukup dan berkualitas.

Sementara kebutuhan keenam, manusia membutuhkan pakaian yang tepat sesuai dengan pribadi dan kondisinya. Ketujuh, menjaga agar suhu tubuh berada dalam rentang normal serta memilih pakaian yang sesuai dengan kondisinya. Kedelapan, menjaga kebersihan diri dan merawat penampilan. Kesembilan, memastikan dirinya aman dari bahaya ataupun membahayakan orang lain.

Kemudian kebutuhan kesepuluh adalah menjalin komunikasi yang baik dengan orang lain melalui ekspresi emosi, kebutuhan, menyampaikan opini, dan mengungkapkan kekhawatirkan. Kesebelas, dapat beribadah sesuai keyakinan dengan tenang dan nyaman. Kedua belas, bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidup. Ketiga belas, berekreasi atau refreshing. Dan terakhir, keempat belas, memenuhi rasa ingin tahu, hidup normal, serta mendapat pelayanan kesehatan dan fasilitasnya dengan mudah.

4. Teori Kebutuhan Henry Murray

Teori kebutuhan ini dicetuskan Henry Murray yang merupakan seorang psikolog asal Amerika Serikat. Murray diketahui mengajar di Harvard University selama lebih dari 30 tahun. Ia terkenal dengan teori kepribadian psikologi. Meski ia lulusan sarjana kedokteran, master di bidang biokimia, dan doktoral di bidang biokimia, ia menguasai psikologi.

Saat ia mengajar di sebuah sekolah, pemerintah memanggilnya untuk melakukan seleksi dengan metode wawancara kepada tentara yang ingin terjun dalam perang dunia kedua. Pada tahun 1930, ia bersama Christiana Morgan, yang kelak akan menjadi istrinya, mengembangkan Tes Apersepsi Tematik (TAT).

Menurut Murray, kebutuhan manusia terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu:

1. Kebutuhan yang termotivasi untuk meraih kekuasaan, kekayaan, prestasi, pengetahuan, prestise, dan sejenisnya.

Kebutuhan macam ini meliputi kebutuhan akan prestasi, pencapaian atau perolehan, agresi, ketertiban, mengatasi kelemahan, dominasi, intrepretasi, pengakuan, dan pemahaman.

2. Kebutuhan yang termotivasi oleh cinta, kekaguman, simpati, ketergantungan, dan kasih sayang.

Kebutuhan jenis ini meliputi kebutuhan akan afiliasi, rasa hormat, sikap memelihara, kepuasan seksual, dan pertolongan saat mengalami kesusahan.

3. Kebutuhan yang termotivasi oleh keinginan untuk merdeka, rangsangan, perubahan, dan permainan.

Kebutuhan jenis ini meliputi kebutuhan akan otonomi (kebutuhan untuk bebas dan mandiri dari orang lain), perubahan, petualangan, perjalanan, eksitensi, dan permainan.

5. Teori Kebutuhan Malcolm S. Knowles

Malcolm Shepherd Knowles merupakan seseorang yang dikenal sebagai pendidik orang-orang dewasa. Dalam mendidik orang-orang dewasa, ia mengadopsi metode andragogi dari Alexander Kapp yang merupakan pengajar dari Jerman.

Andragogi sendiri merupakan sebuah seni yang mempraktekkan ilmu untuk mengajarkan orang dewasa. Dalam andragogi, partisipan orang dewasa dianggap memiliki kebutuhan untuk mandiri dan mengarahkan dirinya sendiri.

Dengan demikian, para peserta didik yang sudah dewasa ini belajar secara mandiri yang bertumpu pada diri mereka sendiri. Guru hanya mengarahkan bagaimana mengarahkan interaksi kepada peserta. Oleh karena itu, sistem seperti ini cocok untuk pendidikan non formal.

Knowles, dengan kapasitasnya tersebut, menjabarkan bahwa manusia memili beberapa kebutuhan, yaitu:

1. Kebutuhan Fisik

Kebutuhan fisik menjadi kebutuhan yang paling mudah untuk diterima oleh paca indera. Dalam prakteknya di dunia pendidikan, kebutuhan fisik berhubungan dengan penglihatan, pendengaran, dan istirahat.

Penglihatan akan kurang nyaman jika tulisan peserta didik terlalu kecil atau susah dibaca. Pendengaran peserta didik akan terganggu jika ada kursi yang digeser sehingga menimbulkan derit gesekan antara kursi dengan lantai. Dan istirahat dibutuhkan jika peserta didik lelah.

2. Kebutuhan Berkembang

Dalam teori kebutuhannya, Knowles menyampaikan bahwa kebutuhan untuk berkembang merupakan kebutuhan yang mendasar bagi setiap manusia. Seseorang yang tidak memiliki kesempatan untuk berkembang merasa tidak memiliki harapan untuk hidup, atau minimal merasa hidupnya tidak berguna.

Kebutuhan untuk berkembang menjadi faktor pendorong yang kuat agar orang dewasa mau untuk belajar dan menambah pengetahuan. Pendidikan pada dasarnya membuat seseorang untuk berkembang dalam hal pengetahuan, ketrampilan, kedisiplinan, minat, bakat, dan gairah untuk eksperimen. Dengan mengetahui hal baru dari proses belajar, seseorang dapat merasakan adanya perkembangan di dalam dirinya.

3. Kebutuhan Akan Rasa Aman

Rasa aman yang dimaksud oleh Knowles merupakan rasa aman dalam hal fisik maupun psikologi. Seseorang cenderung mencari kondisi yang aman. Apabila kondisi aman tersebut tidak terjamin, seseorang akan menarik diri.

4. Kebutuhan Mendapatkan Pengalaman Baru

Pencarian pengalaman baru yang dibahas kali ini bisa jadi bertolak belakang dengan kebutuhan akan rasa aman. Hal ini disebabkan oleh pengalaman baru terkadang mengundang resiko yang menegasikan kondisi aman.

Rutinitas yang biasa dilakukan secara berulang dan terus-menerus dapat menimbulkan rasa bosan dan jenuh. Jika dibiarkan kebosanan tersebut dapat mendorong seseorang untuk acuh tak acuh, impulsif, dan mudah marah. Oleh karena itu, mencari pengalaman baru perlu dilakukan. Dengan mencari pengalaman baru, seseorang akan mengunjungi tempat baru, bertemu dengan kawan-kawan baru, gagasan baru, cara baru, dan sebagainya.

5. Kebutuhan untuk Disukai

Seorang individu memiliki kecenderungan untuk disukai. Sehingga dia akan berusaha segala macam cara agar disukai oleh orang lain.

6. Kebutuhan untuk Mendapatkan Pengakuan

Pengakuan dari orang lain dapat memberikan rasa berharga dalam diri seseorang. Karena adanya kebutuhan ini, seseorang terdorong untuk mendapatkan kedudukan di dalam kelompok atau masyarakatnya sehingga mendapatkan status dan perhatian dari orang lain.

Bagi Anda yang ingin mengetahui kebutuhan dasar manusia lebih jauh, buku ini cocok untuk Anda.

beli sekarang

Grameds,  bahasan kita mengenai teori kebutuhan telah usai. Dengan koleksi buku-buku terbaik kami, Gramedia siap menjadi #SahabatTanpaBatas dalam menyelami dunia ilmu pengetahuan.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Penulis: Nanda Iriawan Ramadhan

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien