in

Apa Perbedaan Coaching dan Mentoring? Ini Penjelasannya

Unsplash.com/NeONBRAND

Perbedaan Coaching dan Mentoring – Dalam hal apapun pengembangan diri akan ilmu baru itu seperti hal yang wajib dilakukan. Pembelajaran tetap harus dilakukan meski sudah tidak berada di bangku sekolah. Bahkan perusahaan-perusahaan besar sekali pun menyadari jika kompetensi dan juga keahlian para karyawan harus tetap bisa berkembang sesuai dengan keadaan yang ada.

Banyak metode yang bisa dilakukan oleh perusahaan atau lingkup lain untuk bisa mengembangkan suatu sumber daya seperti karyawan. Beberapa diantaranya adalah dengan kegiatan coaching dan monitoring.

Harapan dari adanya kedua kegiatan seperti coaching dan monitoring ini tak lain adalah agar bisa lebih bisa mendapatkan pengembangan atas keterbatasan. Dua kegiatan ini banyak yang menganggapnya. Namun sebenarnya beda lho.

Bahkan secara pengertian juga berbeda antara kegiatan coaching dan juga mentoring. Nah mungkin beberapa dari kalian masih ada yang menganggap sama antara keduanya. Tak perlu khawatir, sebab artikel ini akan memberikan penjelasan terkait dengan perbedaan coaching dan mentoring.

Mulai dari pengertian, manfaat, ciri hingga contoh dari kegiatan coaching dan mentoring. Nah agar kalian juga semakin paham, berikut adalah ulasan selengkapnya terkait dengan perbedaan coaching dan mentoring.

Pengertian Coaching dan Mentoring

Perbedaan Coaching dan Mentoring
Unsplash.com/NeONBRAND

Pembahasan awal akan dimulai dari pengertian coaching dan mentoring. Dimana seperti yang dijelaskan sebelumnya jika perbedaan coaching dan mentoring bisa dilihat juga dari artinya. Sampai saat ini ada beberapa orang yang beranggapan jika pengertian dari kedua kegiatan tersebut sama.

Namun yang sebenarnya adalah dua kegiatan antara coaching dan mentoring itu memiliki pengertian yang berbeda. Nah agar lebih paham berikut adalah ulasan pengertian dari coaching dan mentoring.

Pengertian Coaching

Secara umumnya kegiatan coaching ini memiliki arti transfer skill. Dimana nantinya coach akan membantu para coachee untuk mengenali, memaksimalkan bahkan hingga melakukan eksplorasi terhadap potensi seseorang.

Tujuannya adalah agar seseorang bisa mencapai target atau goal tertentu. Dalam prose coaching ini diperlukan adanya coach atau pembimbing dan juga coachee atau peserta. Keduanya harus bisa melakukan komunikasi dua arah agar proses coaching bisa berjalan dengan lancar.

Proses memaksimalkan potensi diri ini meliputi memahami hal-hal yang diinginkan oleh coachee atau bisa juga memahami apa saja sih sebenarnya kekuatan yang dimiliki oleh coachee.

Dilihat dari penjelasan tersebut saja sudah bisa disimpulkan jika proses atau adanya kegiatan coaching ini sangat dibutuhkan dan juga diperlukan. Bahkan dalam dunia bisnis pun kegiatan coaching juga kerap dilakukan seperti coaching bisnis untuk mencapai goal tertentu yang ingin dimiliki oleh para pelaku bisnis.

Pengertian Mentoring

Berikutnya adalah pengertian dari mentoring. Kata mentoring sendiri berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti pendampingan. Dengan adanya kegiatan mentoring ini diharapkan bisa menumbuhkan, pembelajaran hingga perkembangan potensi diri seseorang.

Kegiatan mentoring ini akan berhasil jika terdapat seorang mentor atau pendamping dan juga mentee atau peserta. Secara mudahnya para mentor ini akan menuntut para mentee untuk memiliki pengembangan dalam diri menggunakan beberapa ilmu yang dibagikannya.

Tak semua orang bisa menjadi mentor lho. Sebab setiap mentor harus memiliki kompetensi dalam bidangnya sekaligus pengalaman yang mumpuni. Karena nantinya pengalaman ini juga akan dibagikan kepada mentee jika suatu saat mentee mengalami permasalahan yang sama dalam perjalanannya diharapkan bisa menyelesaikannya.

Contoh sederhana adalah pembelajaran yang diberikan oleh senior kepada para juniornya dalam dunia kerja. Jika dilihat dari kondisi lapangan saat ini sudah banyak perusahaan yang mulai menerapkan kegiatan mentoring.

Dan kegiatan mentoring ini akan dimanfaatkan para mentee untuk bisa mengembangkan potensi diri sekaligus mengembangkan jenjang karir mereka.

Perbedaan Coaching dan Mentoring

Ciri Coach dan Mentor Berkualitas

Dalam penjelasan sebelumnya sudah dipaparkan jika proses coaching dan mentoring bisa berjalan jika ada seorang pelatih yang disebut coach dan juga seorang pendamping yang direbut mentor. Dalam hal ini tak semua orang bisa menjadi seorang coach dan juga mentor lho.

Sebab hal ini berhubungan dengan hasil akhir yang akan dituju. Bayangkan jika seorang coach maupun mentor tak memiliki kualitas. Tentunya para peserta juga tidak bisa menemukan dan mengembangkan apa yang dimilikinya.

Maka dari itu pada poin ini akan dijelaskan secara rinci apa saja sebenarnya ciri coach dan mentor yang berkualitas. Sebab bisa jadi diantara kalian juga pernah atau menjadi seorang coach maupun mentor. Apa saja ciri-ciri tersebut, begini ulasannya.

gramedia digital

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

Ciri-Ciri Coach Berkualitas

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika tak semua coach itu berkualitas. Tentunya agar para coachee merasa tak dirugikan. Maka penjelasan berikut ini merupakan beberapa ciri yang dimiliki oleh coach dengan kualitas terbaik yang bisa kalian jadikan sebuah acuan.

  1. Coach dengan kualitas terbaik biasanya memiliki sebuah pengetahuan dan juga keterampilan dalam suatu bidang tertentu. Ketrampilan dan keahlian ini nantinya akan mempermudah para coachee untuk mendapatkan goal apa yang diinginkan.
  2. Ciri coach dengan kualitas terbaik berikutnya adalah pengalaman yang dimilikinya pada suatu bidang. Pengalaman ini akan mempermudah para coach untuk melakukan bimbingan terhadap coachee.
  3. Memiliki pandangan ke depan juga menjadi salah satu ciri yang dimiliki oleh para coach dengan kualitas terbaik. Para coach ini diharapkan bisa mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Tentunya dukungan pengalaman dan juga keterampilan juga sangat diperlukan dalam tahap ini.
  4. Selain mandiri dan yakin akan kemampuan pribadi. Para coach dengan kualitas terbaik juga seharusnya bisa menghargai pendapat para coachee. Dimana nantinya dari timbal balik pendapat ini para coach bisa dengan mudah menentukan keputusan terbaik yang akan diambil olehnya untuk para coachee.

Ciri-Ciri Mentor Berkualitas

Tak hanya pada coach saja yang harus berkualitas. Para mentor juga diharapkan mempunyai kualitas terbaik. Sebab kualitas terbaik para mentor ini juga akan membantu para mentee menjadi lebih mengenal, mengetahui dan mengembangkan potensi dalam dirinya.

Adapun beberapa ciri mentor terbaik yang bisa kalian baca secara langsung di bawah ini.

  1. Mentor terbaik biasanya akan memiliki sebuah keinginan yang tujuannya adalah membantu. Mereka juga memiliki minat untuk memajukan orang lain.
  2. Adanya pengalaman positif dari para mentor ini juga menjadi salah satu ciri pembimbing dengan kualitas terbaik lho. Dimana pengalaman ini bisa didapatkan dari jam terbang terhadap apa yang ia tekuni. Ingat dalam mentoring juga ada sebuah tindakan berbagi atau transfer pengalaman.
  3. Adanya reputasi terbaik dari para mentor juga menjadi salah satu ciri para pembimbing berkualitas terbaik. Sebab tak semua mentor yang memiliki jam terbang tinggi memiliki reputasi terbaik.
    Nyatanya ada juga lho para mentor dengan reputasi tak baik. Nah para mentor dengan reputasi terbaik ini diharapkan bisa mengembangkan potensi dalam diri mentee.
  4. Memiliki kemauan untuk memberikan waktu dan energi mereka. Karena sama saja jika seorang yang katanya mentor dengan jam terbang dengan pengalaman segudang jika tak mau meluangkan waktu mereka. Sebab memang perlu waktu dan juga energi serta mental kuat untuk membimbing para mentee.
  5. Bukan hanya berbekal pengaman dan jam terbang. Para mentor berkualitas terbaik juga harus bisa mengikuti perkembangan yang ada. Sebab kedepannya aka nada perkembangan yang notabenya berbeda sekali pada zaman para mentor dahulu.
  6. Jika seorang mentor sudah memiliki kemauan belajar hal baru. Tentunya kemungkinan untuk bisa mengembangkan potensi mentee guna menghadapi apa yang akan terjadi kedepannya juga lebih baik.
    Para mentor berkualitas biasanya bisa melihat sisi terbaik dari apa yang mereka bangung bersama. Hubungan dari mentor dan mentee harus bisa memberikan dampak yang terbaik dan positif nilainya.
  7. Memiliki keterampilan mentoring yang cukup baik juga perlu dimiliki seorang mentor.

Nah dengan memahami beberapa ciri coach dan juga mentor dengan kualitas terbaik seperti penjelasan di atas. Tentunya kalian akan semakin mudah membedakan mana yang memang memiliki kualitas dan mana yang hanya abal-abal.

Manfaat Coaching dan Mentoring

Adanya kegiatan coaching dan mentoring bukan berarti tak ada gunanya. Pada penjelasan sebelumnya juga sudah dijelaskan sedikit terkait tujuan adanya kegiatan tersebut. Namun mungkin beberapa dari kalian juga masih ada keraguan dengan adanya dua kegiatan tersebut.

Nah untuk menghilangkan keraguan tersebut. Maka penjelasan manfaat dari kegiatan coaching dan mentoring bisa kalian baca secara lebih jelas pada uraian yang ada di bawah ini.

Manfaat Kegiatan Coaching

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang diberikan oleh kegiatan coaching.

1. Mampu Meningkatkan Potensi

Salah satu manfaat yang diberikan oleh kegiatan coaching ini adalah peningkatan potensi diri dari para coachee. Dimana jika seorang pemimpin atau leader bertugas sebagai coach. Maka leader tersebut akan memberikan instruksi atau arahan kepada coachee untuk meningkatkan potensi diri.

Ketika potensi diri telah terasah dan berkembang. Maka produktivitas kinerja dari coachee juga akan lebih meningkat dan lancar. Selain itu para leader juga akan mendapatkan manfaat yang cukup signifikan.

2. Metode Motivasi Karyawan

Dalam dunia kerja seorang karyawan pasti akan mengalami fase bosan, malas dan tertekan akan masalah yang tak kunjung bisa terselesaikan. Tentunya dibutuhkan sebuah metode untuk meningkatkan motivasi dari para karyawan tersebut.

Salah satunya adalah dengan menggunakan kegiatan coaching. Nantinya para coachee akan berdiskusi dengan coach untuk menyelesaikan suatu masalah yang sedang mereka hadapi. Dalam tahap ini diperlukan tips and trik yang tepat untuk para coachee. Selain itu para coach juga akan memberikan motivasi kepada seorang coachee.

3. Metode Menguatkan Kerja Sama Tim

Dalam dunia kerja tentunya ada masa dimana seorang karyawan harus bekerja secara individu dan ada juga yang harus bekerja secara kelompok atau tim. Dimana jika dilihat dari latar belakang, karakter dan kemampuan setiap individu dalam tim selalu berbeda-beda.

Nah dengan adanya coaching ini diharapkan bisa membuat para coachee tahu akan rasa empati, rasa saling memiliki, menemukan hal penting yang memang diperlukan dalam tim dan mampu meningkatkan skill komunikasi antar satu individu dengan yang lainnya.

4. Metode Menemukan Strategi Baru

Kondisi hilangnya motivasi yang dirasakan oleh para karyawan bisa menyebabkan kejenuhan, bosan hingga hilangnya inovasi pada diri mereka. Bahkan produktivitas akan turut menurun.

Namun berbeda cerita ketika diadakannya sebuah kegiatan coaching secara rutin. Tentunya potensi, pengembangan, inovasi hingga goal tertentu yang akan dicapai bisa tetap ada. Peran penting dari para coach pada kondisi ini sangatlah dibutuhkan sekali.

5. Menjadikan Coachee Lebih Baik

Adanya kegiatan coaching juga bisa mengubah perilaku coachee menjadi lebih baik lho. Harapannya para coachee bisa lebih disiplin, menghargai karyawan lain atau bahkan bisa memberikan pengaruh positif yang lebih besar kepada perusahaan yang mereka tempati untuk bekerja.

Manfaat Kegiatan Mentoring

Berikut ini merupakan beberapa manfaat yang akan didapatkan dari adanya kegiatan monitoring.

1. Transfer Ilmu

Salah satu manfaat dari mengikuti kegiatan monitoring adalah adanya penyaluran ilmu. Dimana nanti mentor akan memberikan sebuah pengembangan pada setiap pekerjaan yang dilangsungkan oleh para mentee.

Tentunya transfer ilmu ini akan dilangsungkan secara bertahap pengembangannya. Selain itu adanya informasi maupun kebijakan yang berlaku ditempat kerja juga dapat membantu para mentee untuk bisa memiliki pengembangan yang cukup berhasil.

2. Jaringan Menjadi Luas

Kegiatan mentoring ini juga kerap diberikan kepada para pekerja baru. Tentunya adanya kegiatan ini memberikan peluang bagus kepada mentee untuk memperluas jaringan pada lingkungan kerja baru.

Adanya monitoring juga akan menghemat waktu dan tenaga dalam proses pengenalan lingkungan kerja baru. Maka disarankan bagi para mentee untuk mengenal banyak rekan kerja pada saat kegiatan mentoring berlangsung.

3. Metode Pengembangan Keterampilan

Menyadari adanya kekurangan dari diri sendiri bisa membantu seorang mentee untuk lebih berhasil ketika mengikuti kegiatan mentoring lho. Dimana nantinya para mentee akan mencari seorang mentor atau pembimbing.

Pembimbing inilah yang akan membantu proses pengembangan potensi diri sekaligus keterampilan pada dunia kerja.

4. Peluang Jenjang Karir

Tak bisa dipungkiri jika adanya kegiatan mentoring juga bisa lebih mempermudah seorang mentee memiliki peluang karir lho. Jika saja seorang mentee memiliki potensi diri yang cukup baik setelah mengikuti kegiatan mentoring. Tentunya peluang mendapatkan sebuah promosi jabatan yang lebih tinggi juga bisa mereka dapatkan.

5. Banyak Hal Baru

Belajar secara mandiri memang bisa. Namun akan lebih beragam lagi jika dengan bantuan kegiatan mentoring. Dimana nantinya para mentor akan memberikan sebuah pengalaman yang mereka miliki.

Di sinilah letak hal baru akan didapatkan oleh para mentee. Mereka akan bisa lebih mendapatkan hal baru yang sebelumnya belum didapatkan bahkan belum terpikirkan oleh mereka.

Perbedaan Coaching dan Mentoring

Contoh Coaching dan Mentoring

Penjelasan terakhir dalam artikel ini adalah tentang contoh dari coaching dan juga mentoring. Berikut ini merupakan beberapa contoh kegiatan coaching dan mentoring yang bisa kalian baca.

Contoh Kegiatan Coaching

Ketika sebuah perusahaan mengadakan agenda kegiatan coaching secara rutin. Kegiatan ini akan mempermudah para coachee untuk bisa menggali potensi dalam dirinya, tujuan dalam diri sendiri dan tujuan dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Nantinya para coachee akan bisa memberikan kinerja yang cukup profesional, bertanggung jawab, kompeten dan lain sebagainya.

Contoh Kegiatan Mentoring

Proses transfer ilmu dengan bantuan kegiatan mentoring juga bisa dijadikan sebagai contoh nyata. Nantinya para mentee akan mendapatkan sebuah pendampingan dari mentor. Mentor ini bisa juga dari departemen yang berbeda.

Dimana kondisi ini bisa terjadi ketika seorang mentee akan berpindah posisi atau jabatan pada departemen yang berbeda dari sebelumnya. Tentunya perlu sebuah kemampuan, informasi, skill dan lain sebagainya.

Nah itulah ulasan lengkap tentang perbedaan coaching dan mentoring. Namun kalian juga bisa membaca informasi lainnya dengan membaca buku yang berjudul “I`m A Coach, Strategi Mengembangkan Potensi Diri Dengan Coaching (BP)” ciptaan Pramudianto.

Perbedaan Coaching dan Mentoring

BACA JUGA:

  1. Mengenal Mentoring: Pengertian, Ciri, Manfaat, dan Contoh Mentoring
  2. 10 Rekomendasi Buku Pengembangan Diri & Motivasi Terbaru 
  3. 9 Tips Menjadi Sukses di Usia Muda 
  4. Macam-Macam Skill dan Pengertian Skill
  5. Rekomendasi Buku Kepemimpinan yang Perlu Kamu Baca 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda