in

Kaizen: Pengertian, Manfaat, Prinsip, Faktor, Konsep

Mengenal Kaizen lebih dalam! Pengertian, Manfaat, Prinsip, Faktor, Konsep, dan Tahapan Pelaksanaan

Apa itu Kaizen?

Kaizen yang berasal dari bahasa jepang yang memiliki arti “Kai” yaitu perubahan dan “Zen” yaitu kebijaksanaan diman konsep ini pertama kali ditemukan oleh Masaaki Imai, merupakan ahli dari teori organisasi dan konsultan manajemen Jepang, Masaaki Imai mulai dikenal dan populer karena karya tentang manajemen mutu, hal ini membuat Kaizen di negara Jepang menjadi teknik untuk penerapan dan peningkatan keterampilan manajemen dan juga mendorong pertumbuhan secara pribadi.

Memiliki konsep yang dikenal dengan prinsip “satu menit” dengan tujuan untuk memperbaiki diri dan teknik dari Kaizen ini digunakan oleh orang-orang di jepang untuk mengalahkan kemalasan dan juga penyelesaian pekerjaan, namun mereka yang ingin melakukan kaizen ini haru memiliki komitmen untuk melakukan aktivitas setidaknya selama satu menit dan dilakukan secara berulang diwaktu yang sama

Konsep kaizen ini digunakan di dalam perusahaan otomotif dari jepang yaitu toyota production system, setelah menggunakan kaizen di dalam perusahaan otomotif ini, toyota mampu bersaing dengan produsen otomotif ternama lainnya.

Kaizen

tombol beli buku

Deskripsi Buku:

Booster Book of Self Improvement KAIZEN Sukses Mengubah Kebiasaan-kebiasaan Buruk Agar Lebih Produktif Dan Efisien Inilah prinsip yang banyak memberikan kesuksesan secara kelompok maupun pribadi. Beberapa perusahaan sukses menerapkan proses ini untuk mencapai kemajuan yang teratur. Secara personal, prinsip ini juga dapat digunakan untuk membentuk kebiasaan baru yang lebih baik. Akhirnya, kita pun bisa menjadi pribadi yang lebih baik dengan kebiasaan baru yang dilakukan tanpa keterpaksaan

Manfaat Kaizen

Melalui pemilihan konsep Kaizen ini perusahaan akan diajarkan untuk memiliki mindset yang tidak cepat untuk berpuas diri namun selalu membuat suatu perkembangan kecil yang berkelanjutan seperti, meningkatkan produktivitas, menjaga keamanan fasilitas perusahaan, menjaga kualitas produk, hemat biaya, komunikasi yang lebih baik, memotivasi para pekerja, kepuasaan pelanggan yang lebih tinggi

Prinsip Kaizen

Prinsip budaya kaizen, prinsip-prinsip budaya kaizen dalam suatu perusahaan menurut Wellington (1998) seperti,

The New Seikatsu Kaizen

tombol beli buku

Deskripsi Buku:

Jepang dikenal sebagai salah satu negara modern dan maju sejak pertengahan abad ke-20 sampai sekarang. Berbagai keberhasilan tersebut menimbulkan kekaguman bangsa-bangsa lain di dunia, termasuk di Indonesia. Dunia akademisi dan jurnalistik Indonesia sering mengutip contoh keberhasilan Jepang dengan memberi opini ‘cultural determinism’ atau ‘budaya sebagai faktor penentu’. Menurut anggapan itu, Jepang berhasil karena memiliki budaya unggul. Dari opini tersebut, lahirlah kesimpulan bahwa jika bangsa lain (termasuk Indonesia) ingin maju seperti Jepang, maka yang perlu dipelajari adalah budaya Jepang. Dalam Seikatsu Kaizen ini, pembaca diajak menelusuri perjalanan sejarah modernisasi Jepang, yang dimulai pada tahun 1860-an. Kita akan melihat apa saja upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Jepang, sehingga berhasil mewujudkan negara yang modern, sejahtera, dan maju dengan rakyat yang disiplin, rajin, produktif serta memiliki rasa tanggung jawab sosial.

Fokus pada pelanggan,

Pandangan jangka panjang pada kebutuhan pelanggan merupakan fokus yang menjadi penopang Kaizen, dimana di dalam Kaizen penting untuk melakukan segala secara absolut tanpa boleh diubah harus selalu diarahkan pada kepuasaan pelanggan yang lebih besar dan sebuah perusahan harus menyediakan produk mutu tinggi dan kepuasan yang tidak tertandingi

Melakukan Perbaikan Terus Menerus,

Memperbaiki terus menerus akan mencari acara untuk selalu memperbaiki dalam sebuah perusahaan dan tidak berhenti setelah perbaikan berhasil diimplementasikan, dengan tujuan sebuah keberhasilan yang dicapai akan menjadi patokan bagi pelaksanaan kegiatan perusahaan yang berorientasi pada suatu profitabilitas akan tetapi standarisasi hari ini akan berubah sampai ada pekerja yang mampu untuk menemukan sebuah cara baru yang lebih efektif dan juga efisien.

Mengakui Suatu Masalah Secara Terbuka,

Mengakui suatu masalah secara terbuka diman setiap perusahaan pasti memiliki masalah tersendiri namun jika melakukan perkuat budaya yang mendukung secara tepat , konstruktif, tidak bersifat konfrontasi dan juga tidak saling menyalahkan dan bahwa setiap tim kerja mendapatkan suara untuk mengemukakan masalah yang terjadi secara terbuka

Mendorong keterbukaan,

Mendorong keterbukaan akan penerapan strategi kaizen ini cenderung kutang memilki peng kotak-kotakan fungsional sehingga setiap karyawan memilki ruang yang lebih leluasa untuk berkomunikasi yang membitikan komunikasi yang semakin hidup dan juga dapat mendorong sebuah keterbukaan

Menciptakan tim kerja

Penciptaan tim kerja dimana setiap individu dalam suatu perusahaan menjadi tim anggota tim kerja dan pekerja akan selalu dikaitkan dengan tim lintas fungsional

Mengelola Proyek Melalui Tim Lintas Fungsional

Mengelola proyek melalui tim lintas fungsional, setiap keterampilan dan juga ide terbaik untuk mengelola sebuah perusahaan dengan cara yang efisien dan di dalam hal yang menyangkut disiplin akan ilmunya sendiri dan fungsi yang perlu terwakilkan oleh sebuah tim sejak awal akan dipengaruhi proyek-proyek. Melalui hal tersebut sebuah keterampilan dalam mencari sebuah sumber tim untuk tim lintas fungsional ada membayangkan terlebih dahulu.

Pengembangan Proses Hubungan yang Tepat

Pengembangan proses hubungan yang tepat dimana suatu faktor primer dalam Kaizen ini merupakan penekanan pada proses manajemen sebuah perusahaan yang memperhatikan dan mendorong untuk mencapai sasaran yang dituju dengan menja;in sebuah harmoni melalui komunikasi yang baik dimana baik di antara para konsumen juga para pekerja.

gramedia digital

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

Mengembangkan disiplin pribadi

Mengembakan dispilin, dimana penerapan disiplin pribadi alam menjadi perlu dengan tujuan untuk pengendalian diri dan pada umumnya banyak orang yang belum siap untuk mengorbankan aspek lain seperti (keluarga, sosial) untuk kepentingan perusahaan.

Memberikan Informasi kepada Setiap Pekerja

Memberikan informasi kepada setiap pekerja, dimana semua pekerja perusahaan perlu untuk mendapat informasi yang tepat mengenai permasalahan yang ada pada perusahaan khususnya untuk pekerja bidang pemasaran, ditujukan untuk setiap pekerja perusahaan dapat mampu untuk selalu berpikir untuk memecahkan setiap masalah yang ada di dalam perusahaan.

Membuat Setiap Pekerja Menjadi Mampu

Membuat setiap pekerja menjadi mampu, dimana setiap pekerja di beri bekal akan keterampilan dan juga peluang untuk menerapkan suatu informasi yang diberikan melalui pelatihan pada berbagai keterampilan, dorongan, tanggung jawan dalam mengambil keputusan.

Kaizen For Life: Kunci Sukses Continuous Improvement Di Era 4.0

tombol beli buku

Deskripsi Buku:

Booster Book of Self Improvement KAIZEN SuksDeskripsi Buku KAIZEN berarti penyempurnaan. Dalam konteks buku, ini kaizen berarti penyempurnaan berkesinambungan yang melibatkan semua orang. Manajemen Barat memuja inovasi yang dipandang sebagai perubahan besar dalam mengikuti perkembangan pesat teknologi. Inovasi bersifat dramatis, sangat mencolok. Di pihak lain, KAIZEN tidak dramatis, tidak kentara, dan hasilnya jarang segera terlihat. KAIZEN adalah proses yang berkesinambungan, sedangkan inovasi adalah hal yang langsung terjadi. Itulah sebabnya dalam manajemen Barat sering kali terjadi pemecatan karyawan dan menggantinya dengan yang baru, sementara KAIZEN lebih suka memelihara dan menyempurnakan keahlian karyawan. Secara keuntungan pun perusahaan yang menerapkan KAIZEN akan lebih tahan banting dalam kondisi ekonomi yang buruk, sedangkan manajemen Barat sering kali ambruk jika dilanda krisis ekonomi. es Mengubah Kebiasaan-kebiasaan Buruk Agar Lebih Produktif Dan Efisien Inilah prinsip yang banyak memberikan kesuksesan secara kelompok maupun pribadi. Beberapa perusahaan sukses menerapkan proses ini untuk mencapai kemajuan yang teratur. Secara personal, prinsip ini juga dapat digunakan untuk membentuk kebiasaan baru yang lebih baik. Akhirnya, kita pun bisa menjadi pribadi yang lebih baik dengan kebiasaan baru yang dilakukan tanpa keterpaksaan

Faktor Kaizen 

Berikut terdapat beberapa faktor yang memiliki pengaruh akan keberhasilan akan penerapan budaya kaizen di dalam suatu perusahaan antara lain seperti,

Team Work, Personal Discipline, Improved morale (peningkatan moral), quality circle (kualitas lingkaran), Suggestion for Improvement (saran untuk perbaikan),

Konsep Kaizen

 

Memiliki teknik manajemen yang memiliki penekanan pada suatu perbaikan kualitas secara berkesinambungan yang melibatkan semua pihak dengan biaya yang rendah, berikut konsep-konsep dari Kaizen yang dikenal dengan beberapa teknis seperti,

Konsep PDCA (plan, do, check, and action)

Pada langkah awal ini Kaizen menerapkan siklus dari PDCA yang terdiri dari plan, do, check, dan action yang sebagai sarana yang menjamin terlaksananya kesinambungan dari Kaizen ini dan hal-hal ini akan berguna dalam mewujudkan suatu kebijakan untuk memelihara dan memperbaiki serta menaikan standar. Siklus dari PDCA ini menerapkan suatu perubahan yang berguna untuk meningkatkan suatu proses yang merajuk pada fungsi dari perbaikan, dimana siklus dari PDCA ini menerapkan suatu standarisasi yang berguna untuk mencapai suatu kestabilan dari proses dan keterkaitan dengan fungsi pemeliharaan.

Konsep QCD (Quality, Cost, and Delivery)

Konsep yang kedua ini tidak boleh terlupakan karena terdiri dari quality, cost dan delivery atau mutu, biaya, dan pelayanan. Kaizan membicarakan ketiga hal-hal tersebut, dimana miti merupakan nilai paling utama dan kita ketahui bahwa kaizen berorientasi pada proses dimana prosesnya dianggap benar maka hasil yang diperolehnya akan baik sama seperti dengan biaya kaizen yang dapat menekan biaya dari produksi suatu produk juga dengan pelayanannya jika semua dapat dilakukan dengan benar maka segala hal akan berjalan dengan lancar.

Konsep 3M (Muda, Mura, dan Muri)

Konsep 3M ini diciptakan dan dibentuk dengan tujuan mengurangi kelelahan, meningkatkan mutu, mempersingkat waktu dan juga mengurangi efisiensi biaya. Kata Muda disini diartikan dengan pengurangan pemborosan atau suatu kesia-siaan. Kata Mura disini didefinisikan dengan tidak rataan, kekurangan dari stabilitas dan aliran. Ketidakrataan ini akan mendorong penciptaan mudan dan kegiatan non-value added yang harus ditangani melalui penerapan pada prinsip-prinsip just in time (JIT) dan kata Muri disini diartikan dengan mengurangi ketegangan.

Gerakan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke)

Konsep pada gerakan 5S ini memiliki dasar pada proses perubahan sikap dengan menerapkan penataan, kebersihan, dan kedisiplinan di tempat kerja konsep 5S yang terdiri dari seiri, seiton, seiso seiketsu, dan shitsuke ini merupakan kebudayaan tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. 5S ini merupakan sarana yang efektif untuk meningkatkan mentalitas dasar dari pekerja termasuk dari cara berpikir dan bertindak yang di dalam pelaksanaan kerja sehari-hari serta sikap yang akan menunjukan penerapan pada sistem manajemen suatu perusahaan. Berikut penjelasan dari  seiri, seiton, seiso seiketsu, dan shitsuke seperti,

 Seiri (ringkas),  memiliki kuasa untuk mengatur segala sesuatu dengan memilah sesuai dengan acuan dan prinsip tertentu dan hal ini memiliki arti untuk membedakan antara yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan serta membuang yang tidak diperlukan dan mencari hal-hal yang menyebabkan serta menghilangkan hal-hal penyebab tersebut hingga tidak menemukan adanya penimbulan masalah

seiton, 

Memiliki arti penyimpan barang di tempat yang tapt atau menata letak yang benar sehingga dapat dipergunakan dalam keadaan yang mendesak. Hal ni juga menjadi cara untuk menghilangkan waktu proses dari pencarian jika suatu hal disimpan di tempatnya demi mutu  dan keamanan, hal ini diperlukan tempat kerja yang tertata dan rapi

seiso, 

Seiso memiliki arti membereskan barang-barang yang ada sehingga menjadi bersih. Hal ini memiliki arti untuk membersihkan sampah, kotoran, dan benda-benda asing dan hal-hal lain yang membuat kotor atau berantakan, melakukan pembersihan sebagai suatu bentuk memeriksa terhadap tempat kerja dan jauh dari adanya cacat dan cela.

Seiketsu,

Seiketsu memiliki prinsip untuk selalu mengusahakan agar tempat kerja yang sudah baik dan selalu terpelihara dimana tempat kerja yang terawat hal-hal seperti kerawanan dan penyimpangan dapat cepat untuk terdeteksi dan dinilai sehingga berbagai masalah dapat dicegah dengan sedini mungkin

Shitsuke,

Nilai terakhir pada 5S ini adalah Shitsuke dimana merupakan metode yang biasa digunakan untuk memotivasi para pekerja agar terus menerus melakukan dan ikut serta dalam suatu kegiatan perawatan dan aktivitas perbaikan serta membuat pekerja menjadi terbiasa untuk menaati aturan.

Seikatsu Kaizen: Reformasi Pola Hidup Jepang

tombol beli buku

Deskripsi Buku:

Jepang dikenal sebagai salah satu negara modern dan maju sejak pertengahan abad ke-20 sampai sekarang. Berbagai keberhasilan tersebut menimbulkan kekaguman bangsa-bangsa lain di dunia, termasuk di Indonesia. Dunia akademisi dan jurnalistik Indonesia sering mengutip contoh keberhasilan Jepang dengan memberi opini ‘cultural determinism’ atau ‘budaya sebagai faktor penentu’. Menurut anggapan itu, Jepang berhasil karena memiliki budaya unggul. Dari opini tersebut, lahirlah kesimpulan bahwa jika bangsa lain (termasuk Indonesia) ingin maju seperti Jepang, maka yang perlu dipelajari adalah budaya Jepang. Dalam Seikatsu Kaizen ini, pembaca diajak menelusuri perjalanan sejarah modernisasi Jepang, yang dimulai pada tahun 1860-an. Kita akan melihat apa saja upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Jepang, sehingga berhasil mewujudkan negara yang modern, sejahtera, dan maju dengan rakyat yang disiplin, rajin, produktif serta memiliki rasa tanggung jawab sosial.

Tahapan Pelaksanaan Kaizen

Kaizen merupakan suatu event atau agenda untuk melakukan improvement pada area-area tertentu dan juga dengan sasaran tertentu, dimana dengan adanya Kaizen Event perlu adanya perencanaan pada tempat dan juga waktu tertentu dengan tahapan dari pelaksanaan kaizen seperti berikut,

-Menentukan Masalah atau are

-Menentukan Tujuan dan Sasaran

-Membentuk Tim

-Memberikan Training tentang Kaizen

-Melakukan Pengukuran

-Melakukan Root Cause Analysis

-Melaksanakan Tindakan perbaikan

-Memeriksa Hasil

-Standarisasi

-Follow up atau penindak lanjutan

-Celebrate dan mengulang kembali siklus

Nah, itulah pengertian, manfaat, prinsip, faktor, konsep, dan tahapan pelaksanaan dari Kaizen yang dapat membantu Grameds untuk lebih memahami serta memaknai metode kerja Kaizen. Melalui pengertian, manfaat, prinsip, faktor, konsep, dan tahapan pelaksanaan dari Kaizen diharapkan Grameds dapat memahami makna-makna yang ada . Berbagai buku mengenai metode Kaizen ini juga tersedia di Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas kamu yang akan selalu siap sedia menyediakan berbagai buku pilihan yang berkualitas serta bermanfaat. Semoga bermanfaat!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Chelsea