in

Attitude: Pengertian, Tingkatan, dan Fungsinya dalam Keseharian

unsplash.com

Attitude ialah sikap, perilaku, atau tingkah laku seseorang dalam melakukan interaksi dengan orang lain yang disertai dengan kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan sikap tersebut.

Attitude juga disebut sikap pada aspek afektif yang menentukan seseorang dalam bertindak, karena adanya kemauan atau kerelaan bertindak menentukan seseorang berbuat sesuai dengan karakter sikap yang dimilikinya

Attitude juga sering dikaitkan dengan kesiapan mental individu yang dapat memengaruhi serta menentukan kegiatan individu yang bersangkutan dalam merespons objek atau situasi.

Pada dasarnya, kesuksesan dapat diraih dengan mengasah tiga hal, yaitu, skill/keterampilan, knowledge/pengetahuan, dan attitude/sikap.

Skill dan knowledge merupakan komponen yang dapat dikembangkan dengan banyak membaca, banyak belajar, serta praktik. Sedangkan attitude merupakan komponen yang paling penting dalam membentuk karakter seseorang, oleh karena itu attitude dapat dipelajari.

Apalagi kini persaingan dalam dunia kerja semakin ketat, di mana setiap orang harus mempersiapkan dirinya sebaik mungkin. Karena, setiap karyawan atau calon karyawan tidak hanya dituntut untuk mempunyai knowledge dan skill yang mumpuni, akan tetapi harus mempunyai attitude yang baik.

Attitude yang ditunjukan oleh karyawan dapat mencerminkan bagaimana perusahaan itu akan dikelola serta bagaimana seorang karyawan apabila dihadapkan pada suatu masalah di perusahaan. Maka attitude menjadi peran penting bagi kemajuan suatu perusahaan, di mana sumber daya manusia (SDM) merupakan aset terpenting.

Attitude

Pengertian Attitude

Berikut ini merupakan beberapa pengertian attitude menurut para ahli.

  • Menurut Chaplin attitude ialah predisposisi atau kecenderungan yang relatif stabil dan berlangsung terus-menerus untuk bertingkah laku atau bereaksi dengan cara tertentu terhadap objek, lembaga, atau persoalan tertentu.
  • Katz dan Stotland menyatakan attitude sebagai reaksi atau respons kognitif (respons perseptual dan pernyataan mengenai apa yang diyakini), respons afektif (respons pernyataan perasaan yang menyangkut aspek emosional), dan respons konatif (respons berupa kecenderungan perilaku tertentu sesuai dengan dorongan hati).
  • Campbell menyatakan attitude sebagai suatu sindrom atau kumpulan gejala dalam merespons stimulus atau objek sehingga sikap itu melibatkan pikiran, perasaan, perhatian, dan gejala kejiwaan yang lain.
  • J. Thomas memberi pengertian attitude adalah suatu kesadaran individu yang menentukan perbuatan-perbuatan yang nyata ataupun yang mungkin akan terjadi dalam kegiatan-kegiatan sosial.
  • Menurut Fishbein attitude adalah predisposisi emosional yang dipelajari untuk merespons segala konsisten terhadap suatu objek.
  • Trow mengungkapkan attitude sebagai kesiapan mental atau emosional dalam beberapa jenis tindakan pada situasi yang tepat.
  • Menurut La Pierre attitude ialah pola perilaku tendensi atau kesiapan diri seseorang tersebut dalam melakukan adaptasi termasuk dalam menyesuaikan diri. Terkait dengan cara untuk beradaptasi ada yang sederhana dan ada yang rumit, tergantung dari masing-masing orang. Sebab attitude bentuk respons dari stimulus sosial yang dihadapinya.
  • Soetarno juga mengatakan attitude sebagai pandangan perasaan seseorang yang umumnya diikuti dengan kecenderungan dalam bertindak terhadap objek tertentu. Jadi objek yang menjadi sasaran sebagai stimulus dan attitude merupakan respons dari orang tersebut.
  • Syamsudin mengungkapkan attitude sebagai bentuk interaksi seseorang dengan lingkungan sosialnya. Sikap attitude merupakan hasil respons dari stimulus yang didapatkan, di mana saling mempengaruhi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial.
  • Rakhmat menyatakan attitude merupakan kecenderungan seseorang berpikir, berpandangan, merasakan, serta bertindak. Termasuk kecenderungan seseorang dalam berpikir menemukan ide, menemukan nilai dan situasi tertentu. Di mana, attitude sebagai kecenderungan seseorang untuk berlaku dengan cara tertentu terhadap objek sikap.
  • menurut Sarnoff attitude adalah bentuk dari kesediaan seseorang untuk merespons atau disebut disposition to react berdasarkan apa yang dilihat secara positif dan negatif. Jadi tergantung apa yang dilihatnya, apabila negatif maka attitude orang tersebut cenderung akan negatif, begitu juga sebaliknya apabila positif maka attitude orang tersebut cenderung positif/baik.
  • Krech dan R.S Crutchfield juga mendefinisikan attitude sebagai sikap yang terbentuk dari hasil organisasi sifat yang menetap dari proses yang sesuai dengan keinginannya sendiri ataupun dari faktor luar.

Hal yang mendasari attitude menurut mereka, yaitu karena adanya faktor emosional dan motivasional yang mampu mendorong seseorang untuk bertindak. Selain itu karena terdapat beberapa hal seperti pengaruh kognitif dan perseptual.

Tingkatan Attitude dalam Penerapannya

Menurut Notoatmodjo, dalam penerapannya ada empat tingkatan attitude. Tingkatan tersebut adalah :

1. Receiving/menerima

Menerima bahwa orang atau subjek mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan atau objek.

2. Responding/merespons

Merespons artinya memberikan jawaban apabila ditanya serta mengerjakan tugas yang diberikan

3. Valuing/menghargai

Individu sudah mampu mengajak orang lain mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah, sehingga sudah mempunyai sikap positif terhadap suatu objek tertentu.

4. Responsible/bertanggung jawab

Bertanggung jawab dalam attitude merupakan mampu dan siap menerima risiko dari segala sesuatu yang telah menjadi pilihannya.

Memahami Beberapa Karakteristik Attitude

Attitude
unsplash.com

Attitude yang dimiliki seseorang memiliki beberapa karakteristik. Adapun karakteristik attitude adalah sebagai berikut:

  1. Attitude bukan merupakan sikap yang dibawa sejak seseorang dilahirkan, namun dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan individu dalam hubungan dengan orang lain.
  2. Attitude bukan merupakan sikap yang tetap, melainkan dapat berubah-ubah. Perilaku atau tingkah laku dapat dipelajari seseorang atau sebaliknya sehingga yang membuat attitude berubah-ubah apabila terdapat keadaan-keadaan dan syarat tertentu yang mempermudah berubahnya sikap pada individu tersebut.
  3. Attitude tidak dapat berdiri sendiri, akan tetapi senantiasa mengandung relasi tertentu pada suatu objek.
  4. Objek attitude merupakan suatu hal tertentu yang berkaitan antara satu objek dengan objek lainnya.
  5. Attitude juga mempunyai segi-segi motivasi dan segi-segi perasaan.
  6. Attitude dianggap sesuatu yang dibawa sejak lahir, tapi ternyata attitude dapat dipelajari lewat proses belajar seperti yang disebutkan di bagian awal.

Oleh sebab itu, baik-buruknya sikap seseorang bergantung pada proses pengetahuan yang mereka dapatkan dari lahir sampai saat ini. Selain itu, attitude juga dapat terbentuk lewat proses belajar dengan lingkungan terdekat kanan-kiri mereka.

Fungsi Attitude dalam Kehidupan

Attitude
unsplash.com

Menurut Katz, attitude mempunyai beberapa fungsi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

1. Fungsi instrumental

Fungsi ini berkaitan dengan saran dan tujuan di mana orang memandang sejauh mana objek sikap dapat digunakan sebagai sarana atau alat dalam rangka mencapai tujuan.

Apabila objek sikap dapat membantu seseorang dalam mencapai tujuannya, maka orang akan bersifat positif terhadap objek tersebut. Begitupun sebaliknya, apabila objek sikap menghambat untuk mencapai tujuan maka orang akan bersikap negatif terhadap objek sikap yang bersangkutan

2. Fungsi pertahanan ego

Merupakan sikap yang diambil oleh seseorang demi mempertahankan egonya. Attitude ini akan diambil oleh seseorang pada waktu orang yang bersangkutan terancam keadaan dirinya atau egonya.

3. Fungsi ekspresi nilai

Sikap pada diri seseorang yang merupakan jalan bagi individu untuk mengekspresikan nilai yang ada pada dirinya. Dengan mengekspresikan diri seseorang akan mendapatkan kepuasan serta dapat menunjukkan kepada dirinya. Selain itu, dengan mengambil sikap tertentu akan menggambarkan keadaan sistem nilai yang ada pada individu bersangkutan.

4. Fungsi pengetahuan

Fungsi ini mempunyai dorongan untuk ingin mengerti dengan pengalaman-pengalamannya. Berarti apabila seseorang mempunyai sikap tertentu terhadap suatu obyek, maka akan menunjukkan tentang pengetahuan orang terhadap objek sikap yang bersangkutan.

Attitude

Faktor-Faktor Pembentukan Attitude

Faktor-faktor pembentuk attitude seseorang dapat dilihat dari hal-hal berikut ini.

1. Pengalaman pribadi

Sesuatu yang dialami oleh seseorang dapat membentuk serta memengaruhi terbentuknya sikap atau pun attitude. Akan tetapi, untuk menjadi dasar pembentukan sikap atau attitude pengalaman pribadi harus meninggalkan kesan yang kuat.

2. Pengaruh orang lain yang dianggap penting

Seseorang yang dianggap penting akan banyak memengaruhi pembentukan sikap maupun attitude seseorang terhadap sesuatu. Adapun orang-orang yang biasanya dianggap penting bagi individu seperti orang tua, orang berstatus sosial yang lebih tinggi, teman sebaya, teman dekat, guru, teman kerja, istri atau suami, dan lain sebagainya.

3. Pengaruh kebudayaan

Kebudayaan mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan sikap atau attitude terutama kebudayaan di mana seseorang hidup dan dibesarkan. Kebudayaan telah menanamkan garis pengarah sikap atau attitude seseorang terhadap berbagai masalah.

4. Media massa

Media massa seperti televisi, radio, surat kabar, majalah dan lain sebagainya mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opimi dan kepercayaan orang. Media massa membawa pesan yang berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang.

5. Lembaga pendidikan dan lembaga agama

Kedua lembaga ini memiliki pengaruh dalam pembentukan sikap atau attitude karena meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Pemahaman akan attitude yang baik atau good attitude dan buruk, sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan diperoleh dari pendidikan serta pusat keagamaan dan ajarannya.

6. Pengaruh faktor emosional

Terkadang suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari oleh emosi sebagai penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego. Sikap ini hanya sementara dan segera berlalu begitu frustasi telah hilang.

Perbedaan Macam-Macam Attitude

Attitude
unsplash.com

Sikap atau attitude dibedakan menjadi dua macam, yaitu attitude sosial dan attitude individual. Sikap atau attitude sosial merupakan kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata, berulang-ulang terhadap objek sosial. Attitude sosial menyebabkan terjadinya cara-cara tingkah laku yang dinyatakan secara berulang-ulang terhadap objek sosial

Sedangkan attitude individual merupakan sikap yang hanya dimiliki oleh perseorangan saja, sikap ini berupa kesukaan maupun ketidaksukaan pribadi terhadap objek-objek, orang-orang, ataupun hewan-hewan tertentu.

Perbedaan antara attitude sosial dengan attitude individual ialah sebagai berikut.

  • Bahwa attitude atau sikap individual dimiliki oleh seorang demi seorang saja, misalnya ketertarikan terhadap binatang-binatang tertentu.
  • Attitude individual berkenaan dengan objek-objek yang bukan perhatian sosial. Sifat-sifat ini membentuk karakteristik.
  • Sedangkan attitude sosial menyebabkan terjadinya tingkah laku khas dan berulang-ulang terhadap objek sosial. Oleh karena itu, attitude sosial merupakan suatu faktor penggerak dalam pribadi individu untuk bertingkah laku secara tertentu. Sehingga attitude sosial dan attitude individual pada umumnya merupakan sifat-sifat dinamis yang sama seperti motif dan motivasi. Yang merupakan salah satu penggerak internal dalam pribadi orang yang mendorongnya berbuat sesuatu dengan cara tertentu.

Selain itu, ada hal-hal pembentuk sikap atau perubahan sikap yang terjadi karena dua faktor.

  1. Faktor internal, yaitu faktor yang terdapat dalam pribadi diri manusia itu sendiri. Faktor ini berupa daya pilih seseorang untuk menerima dan mengolah pengaruh-pengaruh yang datang dari luar.
  2. Faktor eksternal, yaitu faktor di luar pribadi manusia. Faktor ini berupa interaksi sosial di luar kelompok, seperti interaksi antara manusia dengan hasil kebudayaan yang sampai kepadanya melalui alat-alat komunikasi berupa surat kabar, televisi, radio, majalah, dan lain sebagainya.

Komponen Pembentuk Attitude

Menurut Verywell Mind, ada tiga komponen utama yang dapat membentuk attitude yang dapat kita lihat sebagai berikut.

1. Komponen kognitif

Komponen kognitif merupakan pikiran serta keyakinan tentang subjek. Komponen ini berisi kepercayaan stereotipe yang dimiliki individu mengenai sesuatu, dapat disamakan sebagai pandangan/opini terutama menyangkut masalah isu atau yang kontroversial.

2. Komponen afektif

Komponen afektif merupakan tentang bagaimana objek, orang, masalah, atau peristiwa dapat menciptakan perasaan. Aspek emosional ini yang biasanya berakar paling dalam sebagai komponen sikap.

3. Komponen perilaku

Komponen perilaku adalah bagaimana sikap memmengaruhi perilaku. Aspek ini berisi kecenderungan atau tendensi untuk bertindak atau bereaksi terhadap sesuatu dengan cara-cara tertentu.

Cara Menerapkan Attitude yang Baik

Attitude
unsplash.com

Cara menerapkan attitude yang baik dapat dimulai dari hal sederhana, terutama dalam dunia kerja, tentu menerapkan attitude yang baik dapat memberi dampak positif bagi karier. Berikut cara menerapkan attitude yang baik.

  1. Bersedia menerima kritik dan saran dari orang lain.
  2. Berusaha untuk tepat waktu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, baik terkait janji maupun lainnya agar lebih menghargai waktu.
  3. Saling menghormati dan menghargai satu sama lain.
  4. Bertanggung jawab dan berkomitmen terhadap pekerjaan.
  5. Berusaha untuk bersikap sopan dan santun di lingkungan kerja ataupun dengan orang lain.
  6. Hindari hal-hal membicarakan orang lain maupun bergosip.

Keuntungan Mempunyai Attitude yang Baik

Attitude
unsplash.com

Ada beragam keuntungan yang dapat diperoleh ketika menerapkan attitude yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja:

  1. Membentuk kualitas diri yang baik dan unggul.
  2. Dapat meningkatkan produktivitas.
  3. Dapat meningkatkan rasa percaya diri.
  4. Mempunyai komitmen.
  5. Menjadikan diri lebih bahagia dan terhindar dari stres.
  6. Terhindar dari konflik atau permasalahan

Peran Attitude dalam Lingkungan Kerja

Dalam lingkungan kerja ada beberapa peran attitude yang dapat mempermudah perjalanan karier kita. Berikut beberapa peran attitude dalam lingkungan kerja yang perlu Grameds perhatikan.

1. Attitude mengalahkan hard skill

Skill sesuatu yang dapat dipelajari, akan tetapi attitude sangat sulit untuk diubah. Meskipun bukan dari lahir, namun seseorang dengan kepribadian atau sifat tertentu cukup sulit mengalami perubahan yang signifikan.

Seseorang dengan attitude baik biasanya mempunyai kemampuan beradaptasi yang baik terhadap lingkungannya. Dalam dunia kerja, perusahaan akan memilih calon karyawan yang mempunyai kepribadian terbuka serta rendah hati karena mereka harus siap dan bisa untuk ditempatkan di manapun.

2. Attitude memungkinkan pekerja lebih kompak

Secara tidak langsung, attitude merupakan bagian dari sikap untuk saling menjaga respect sehingga dalam hal produktivitas di perusahaan dapat meningkat dengan optimal.

Sesama karyawan dituntut untuk mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, misalnya dalam menyampaikan keluhan ataupun masukan terkait dengan kesulitan yang sedang dialami antardivisi dalam sebuah perusahaan.

3. Attitude membantu mengatasi berbagai masalah

Di dalam lingkungan kerja, sikap untuk saling menghargai satu sama lain sangat penting. Dengan mempunyai attitude yang baik, maka dapat diciptakan suasana di lingkungan kerja yang lebih nyaman. Bukan hanya hubungan karyawan dengan pemimpin saja, namun ke sesama karyawan. Sehingga segala macam masalah akan dapat teratasi dengan baik.

Attitude

Dari penjelasan terkait pengertian, fungsi dan peran attitude ini dapat kita ketahui bahwa attitude sangatlah penting dalam lingkungan sehari-hari. Jika Grameds masih membutuhkan referensi untuk memahami attitude di keseharian, kamu bisa mengunjungi koleksi buku Gramedia di http://gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami berusaha selalu memberikan informasi terbaik dan terlengkap.

Penulis: Rosyda

 



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda