in

Audible dan Pentingnya dalam Komunikasi

Audible – Komunikasi menjadi hal yang cukup penting dalam kehidupan manusia, maka sangat penting terpenuhinya unsur audible di dalamnya. Audible merupakan salah satu dari lima hukum agar komunikasi dapat berjalan dengan efektif. Oleh karena itu, pemberi pesan harus memahami hal ini dengan baik.

Pengertian Audible

Secara bahasa, audible dapat dimaknai dengan dimengerti dengan baik atau dapat didengar. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa informasi yang ingin disampaikan oleh pemberi informasi bisa diterima dengan baik oleh penerima informasi.

Hukum audible mengharuskan sebuah pesan disampaikan menggunakan delivery channel atau media tertentu, sehingga bisa diterima dengan tanpa adanya kesalahpahaman. Ketentuan ini merujuk pada kemampuan pemberi informasi dalam memanfaatkan berbagai jenis peralatan yang memudahkan mereka supaya pesan yang hendak disampaikan bisa diterima, misalnya menggunakan media audio visual.

Di samping itu, jika dalam komunikasi antara individu dengan individu, hukum ini dapat menjadi faktor yang mendorong tersampaikannya informasi, sebab telah dilakukan dengan sikap dan cara yang tepat. Dengan demikian, tujuan komunikasi yang telah ditentukan bisa tercapai.

Faktor Pendorong Komunikasi Audible

1. Yakin

Faktor audible yang pertama adalah terlihat yakin di depan penerima informasi menjadi salah satu unsur yang harus dipenuhi. Hal ini bertujuan agar pendengar dapat mempercayai informasi yang sedang disampaikan oleh pemberi pesan. Namun, Anda pasti pernah menemukan seseorang yang merasa tidak yakin dengan informasi yang sedang disampaikan. Hal tersebut pasti akan mempengaruhi keyakinan Anda terhadap kebenaran informasi yang disampaikan.

Sikap ini tentunya harus dimiliki setiap orang yang hendak melakukan komunikasi dengan pihak lain. Apalagi jika tujuan dari komunikasi yang dilakukan adalah untuk membujuk lawan komunikasi, seperti menawarkan sebuah produk atau jasa dari perusahaan tertentu. Dalam hal ini, seorang pemberi informasi harus yakin sepenuhnya dengan kalimat yang diucapkannya di depan audiens.

Ketika pemberi pesan sudah merasa yakin dengan apa yang disampaikannya, maka tidak menutup kemungkinan untuk penerima pesan ikut merasa yakin dan percaya dengan informasi yang mereka dapatkan. Oleh karena itu, sikap ini harus benar-benar dimiliki oleh setiap orang yang hendak menjalin komunikasi dengan pihak lain.

2. Raut muka yang ramah

Faktor audible yang kedua adalah raut muka yang ramah. Seorang pemberi informasi harus memiliki sikap dan raut wajah yang ramah. Hal ini bertujuan agar audiens merasa nyaman terlebih dahulu dengan pihak yang memberikan informasi. Atas dasar rasa nyaman ini, diharapkan informasi yang hendak disampaikan bisa diterima dengan baik oleh penerima.

Pemberi pesan dapat memulai komunikasi dengan sebuah senyuman. Perlu dipahami, ternyata senyuman dapat membuat lawan komunikasi merasa betah menyimak informasi yang sedang disampaikan. Maka dari itu, teknik bisa menjadi alternatif pilihan yang cukup jitu untuk memikat audiens agar perhatiannya tertuju pada pemberi pesan.

Hal ini tentunya sangat bermanfaat, terutama sedang melakukan sebuah presentasi baik dalam perkuliahan maupun pekerjaan. Dengan demikian, seorang mahasiswa maupun pekerja dapat menyalurkan informasi yang dimiliki dengan baik dan berpotensi mendapatkan respon yang positif dari para audiens dan memenuhi hukum audible.

3. Empati

Faktor audible yang ketiga  adalah empati. Dalam sebuah komunikasi, sebenarnya sangatlah wajar apabila terjadi perbedaan pendapat. Akan tetapi, pada beberapa komunikasi yang terjadi, pihak tertentu tidak dapat menerima adanya perbedaan tersebut. Hal demikian tentunya cukup menyulitkan jika menghendaki komunikasi yang efektif.

Untuk menjadi seorang penyampai pesan yang baik, maka Anda harus memiliki sikap lapang dada, sehingga dapat menerima kritik maupun saran tertentu saat sedang mengikuti sebuah musyawarah. Apabila Anda merasa pendapat lawan bicara tidak sesuai dengan kehendak Anda, upayakan agar tidak menyela pernyataan yang sedang disampaikannya.

Sikap yang baik jika Anda merasa tidak sependapat dengan pernyataan seseorang, maka Anda bisa menyampaikan pendapat Anda setelah orang tersebut selesai berbicara. Pendapat yang disampaikan juga harus menggunakan bahasa yang sopan. Dengan demikian, hal tersebut bisa memperlihatkan rasa empati kepada lawan komunikasi Anda.

Cara Mengatasi Kesulitan dalam Komunikasi

Kesulitan dalam berkomunikasi yang dimiliki seseorang bisa menjadi hambatan tersampaikannya informasi secara audible. Hal ini disebabkan karena pesan yang hendak disampaikan berpotensi tidak dapat dimengerti oleh lawan bicara.

Bagi Anda yang bekerja di sebuah perusahaan, tentunya terdapat tuntutan untuk menyampaikan pendapat kepada sesama pekerja maupun atasan. Adapun bagi Anda yang ingin membagikan cerita dengan teman dan sahabat terkait permasalahan yang sedang dihadapi, pasti membutuhkan adanya komunikasi. Akan tetapi, beberapa orang merasa kesulitan untuk menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya.

Hal penting yang perlu Anda pahami yaitu bahwa komunikasi harus dilakukan dengan cara berdialog, bukan secara monolog. Oleh karena itu, bukan hanya pemberi informasi yang terlibat dalam percakapan. Melainkan terdapat pertukaran informasi antara dua pihak. Anda juga dapat mencampurkan sinyal verbal dengan non verbal agar ide yang ada bisa tersampaikan secara audible.

Keterampilan dalam berkomunikasi juga memerlukan latihan serta kemauan yang kuat agar bisa lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Maka, jangan pernah bosan untuk terus berlatih, dengan cara menjalin banyak komunikasi dengan berbagai pihak. Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

1. Melakukan kontak mata dengan lawan bicara

Perlu Anda ketahui, sorot mata seseorang bisa menyampaikan emosi dan informasi khusus ketika sedang menjalin sebuah komunikasi. Oleh karena itu, ketika sedang ingin menyampaikan informasi tertentu kepada orang lain, hendaknya tataplah mata lawan bicara. Hal ini bertujuan agar antara pemberi dan penerima pesan tetap terhubung ketika sedang terjadi percakapan.

Bahkan, dengan melakukan kontak mata dengan lawan bicara dapat mengisyaratkan bahwa Anda peduli dan menghormati mereka. Akan tetapi, tatapan mata yang diberikan bukanlah tatapan yang membuat lawan bicara merasa takut dan terintimidasi. Dengan demikian, keterampilan menjadi hal cukup penting untuk dimiliki agar hukum audible dalam komunikasi dapat terpenuhi.

2. Memberikan perhatian dan waktu penuh ketika percakapan penting

Komunikasi yang audible memerlukan waktu. Dalam hal ini. pemberi informasi harus memilih waktu yang paling tepat ketika hendak menyampaikan informasi tertentu. Waktu yang dipilih bergantung pada level kepentingan dari komunikasi yang akan berlangsung.

Sebagai contoh, ketika Anda hendak mengkomunikan kepada atasan di perusahaan terkait dengan kenaikan gaji, tentunya hindari untuk melakukan komunikasi tersebut ketika sedang berpapasan di jalan maupun ketika sedang waktu makan siang. Waktu yang bisa Anda pilih adalah dengan cara merencanakan pertemuan dengan atasan. Di samping itu, Anda juga perlu memastikan bahwa pada saat itu perhatian bisa fokus.

3. Menggunakan bahasa tubuh yang baik ketika sedang berbicara

Bahasa tubuh dapat memberikan manfaat dalam mencerminkan perawakan dari seseorang yang menjadi lawan bicara Anda. Seorang pemberi pesan dapat menurunkan diri ketika sedang menjalin percakapan dengan anak. Sedangkan ketika sedang menjalin komunikasi dengan orang dewasa, maka dapat dilakukan dengan berdiri maupun duduk tegak.

Pemberi pesan dapat melakukan beberapa gerakan tubuh tertentu ketika sedang menjalin komunikasi dengan pihak lain. Hal yang bisa dilakukan misalnya menggerakkan tangan. Dengan gerakan ini, tentunya akan berdampak pada respons yang berbeda dari lawan bicara Anda.

Alasan Pentingnya Meningkatkan Kemampuan Komunikasi

1. Menonjol dalam karir

Pada era sekarang, sebagian besar perusahaan menuntut para tenaga kerja yang ada di dalamnya untuk mengemban amanah yang lebih tinggi, seperti menghadiri rapat kerja ataupun mempresentasikan sebuah program di hadapan para audiens. Apabila seseorang tidak terbiasa dengan sistem kerja demikian, ditambah dengan kemampuan komunikasi yang belum terampil, tentunya dapat menimbulkan rasa gugup, sehingga amanah yang diberikan tidak dapat terlaksana dengan maksimal.

Padahal supaya seseorang dapat maju dan mengembangkan dirinya, terutama di dalam karir, maka diperlukan adanya keterampilan komunikasi yang baik dan audible. Secara tidak langsung, keterampilan tersebut dapat menjadi nilai jual seseorang, membangun sebuah hubungan dan kepercayaan, bahkan hingga memperoleh rasa hormat.

2. Membangun hubungan lebih baik

Membina hubungan yang senantiasa hangat dan damai tentu menjadi suatu keharusan, baik itu dalam hal persahabatan maupun hubungannya dengan atasan di perusahaan tempat Anda bekerja. Selain itu, Anda juga dapat menjalin hubungan kemitraan, sehingga bisa saling menguntungkan dalam hal hubungan usaha.

Jalinan hubungan yang baik bisa diperoleh karena komunikasi yang terjadi antara kedua belah pihak berlangsung dengan baik, sebab antar pemberi dan penerima informasi memiliki keterampilan komunikasi yang juga baik. Hal ini bisa didapatkan dengan cara memakai kalimat dan bahasa tubuh yang sesuai, serta cara mendengarkan ungkapan lawan bicara dengan sopan.

3. Menjadi pendengar yang baik

Hal ini perlu untuk diperhatikan ketika hendak menjalin sebuah komunikasi. Walaupun sebagian besar dari masyarakat menyukai orang yang dapat berbicara dengan baik, akan tetapi jika hal ini dilakukan dengan berlebihan, tentu akan membuat orang lain merasa tidak nyaman atau bahkan menjadi tidak menyukainya.

Perlu dipahami pula, bahwa tidak seluruh orang menyukai orang yang terlalu suka mencari perhatian. Oleh sebab itu, sebaiknya pemberi pesan harus memahami sampai mana batas dalam mengungkapkan apa yang menjadi pendapatnya di depan banyak orang.

Kemampuan dalam berkomunikasi memiliki hubungan yang erat dengan keterampilan dalam mendengarkan. Ketika seseorang mendengarkan dengan baik lawan bicaranya ketika sedang melakukan percakapan, hal itu mencerminkan bahwa orang tersebut tertarik dengan lawan bicaranya. Selain itu, hal tersebut juga menunjukkan bahwa pendengar memiliki kepedulian terhadap pendapat orang lain serta tidak hanya memikirkan dirinya.

4. Menciptakan kesan pertama yang baik

Seperti yang sudah diketahui banyak pihak, kesan pertama mempunyai peranan yang penting. Hal ini disebabkan karena pada saat itulah yang menjadi penentu bagaimana keberlangsungan suatu hubungan di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mempersiapkan pertemuan pertama dengan sebaik-baiknya.

Tentunya dengan mempunyai kemampuan yang baik dalam komunikasi dapat membuat seseorang lebih mudah dipahami orang lain. Lawan bicara biasanya akan melakukan penilaian ketika sedang menjalin percakapan untuk pertama kalinya. Dengan demikian, ketika pertemuan pertama dengan lawan komunikasi berlangsung komunikasi yang audible, penilaian tentang diri Anda bisa menciptakan kesan positif.

5. Membuat banyak orang tertarik

Menurut ilmu psikologi, seseorang yang mempunyai kemampuan dalam komunikasi dapat lebih mudah mendapatkan perhatian orang lain, sebab komunikasi yang menarik dapat membuat seseorang menjadi tertarik. Hal tersebut juga disebabkan karena komunikasi yang audible memiliki keterkaitan dengan kemampuan dan kepemimpinan seseorang.

Dengan demikian, apabila seseorang mengembangkan kemampuannya dalam berkomunikasi, kemudian mendemonstrasikannya di depan khalayak, maka dapat membuat dirinya berada di posisi seorang pemimpin. Itulah mengapa setiap orang, terutama bagi yang ingin mendapatkan perhatian banyak orang perlu mempelajari bagaimana agar komunikasi dapat berjalan lancar dan dipahami dengan baik.

Tips Membangun Komunikasi yang Audible

1. Memulai Komunikasi dengan Bersikap Jujur

Seseorang yang memiliki kharisma, biasanya akan mempunyai sikap yang terbuka dan jujur dengan orang yang sedang diajak berbicara. Ternyata, kejujuran dalam penyampaian informasi ini juga bisa membuat orang lain tertarik dengan seseorang.

Akan tetapi, bagi sebagian orang yang belum terbiasa dan baru berusaha untuk mencobanya, mungkin akan terasa kaku dan aneh. Sebab, beberapa orang masih cenderung ingin menjaga image di depan orang yang belum lama dikenal. Namun, tak perlu khawatir, sebab hal ini bisa untuk dilatih.

Bahkan latihan ini bisa dimulai dengan mencoba menertawakan diri atas kesalahan yang dulu pernah dilakukannya. Dengan hal tersebut, tentunya seseorang akan melihat dan menyadari bahwa dirinya juga memiliki kekurangan di samping kelebihan yang ada. Ketika seseorang berbicara apa adanya, maka bisa menarik banyak orang untuk meminta kepadanya pendapat atau saran terkait dengan hal tertentu.

2. Belajar untuk bertanya

Sebenarnya segala jenis percakapan yang berlangsung baik diawali dengan diajukannya sebuah pertanyaan oleh salah satu pihak. Oleh karena itu, seseorang bisa memulainya dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada orang sedang berkomunikasi dengannya. Hal ini dilakukan supaya bisa hubungan yang lebih baik.

Namun demikian, jangan sampai seseorang memberikan pertanyaan dengan jumlah yang cukup banyak. Sebab, hal tersebut justru akan tampak seperti seseorang yang sedang melakukan wawancara ataupun interogasi. Hal tersebut tentunya akan terasa kaku bahkan tidak nyaman.

3. Membuat orang lain merasa istimewa

Hampir setiap orang akan merasa bahagia ketika sedang ada di lingkup orang-orang yang dapat membuatnya merasa dihargai dan istimewa. Anda bisa melakukan hal ini dengan mengawalinya dengan meningkatkan level kecerdasan EQ. Hal tersebut dapat membuat pihak lain merasa istimewa dan penting ketika menjalin hubungan dengan Anda.

Selanjutnya, langkah yang dapat dilakukan untuk bisa membuat seseorang merasa penting, yaitu dengan memberikan senyuman yang terlihat tulus. Tentunya hal ini akan membuat komunikasi terasa lebih hangat, apalagi jika disertai kontak mata di samping mendengarkan dengan fokus lawan bicara Anda.

Anda harus terlihat tertarik dengan apapun yang sedang disampaikan oleh lawan komunikasi Anda serta sepenuhnya terlibat dalam percakapan yang sedang berlangsung. Bahkan Anda juga bisa melakukannya dengan mengingat hal-hal yang bersifat detail, kemudian menjadikannya bahan ketika di waktu kemudian kembali menjalin percakapan.

4. Memperlihatkan Kerentanan Diri

Banyak pihak yang lebih cenderung untuk menghindari sesuatu yang dapat membuat dirinya tampak lemah maupun merasa malu. Padahal setiap orang pasti pernah berbuat salah. Maka sebenarnya, seseorang tidak perlu merasa takut ketika kelemahan yang ada pada dirinya diketahui oleh orang lain, sehingga enggan untuk berbagi cerita yang menurutnya memalukan.

Justru dengan memperlihatkan kerentanan diri kepada pihak lain akan membuat seseorang tampak lebih mudah untuk didekati serta dapat menjalin hubungan yang lebih dekat. Maka, setiap orang sebaiknya perlu untuk merangkul kelemahan yang dimilikinya serta mampu bercerita agar terbangun hubungan yang lebih baik.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan serta beberapa langkah yang bisa Anda lakukan supaya bisa tercipta komunikasi yang audible. Dengan demikian, di samping terjalin komunikasi yang efektif, juga dapat berdampak pada terciptanya hubungan yang baik dengan pihak lain yang diajak berkomunikasi. Jika ingin mengetahui banyak tentang komunikasi, simak ulasan dalam buku Gramedia berjudul Manajemen Komunikasi dan Organisasi.

Judul : Manajemen Komunikasi dan Organisasi

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Audible



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Andrew