in

Pengertian Karma dan Caranya Bekerja

Pengertian Karma – Terkadang, seseorang bisa mencapai banyak keberhasilan walaupun usaha yang mereka lakukan sangat kurang. Begitu juga orang lain yang mungkin tidak bisa mencapai keberhasilan yang baik walaupun sudah bekerja keras dengan maksimal. Untuk kasus seperti itu, kita pastinya pernah mendengar banyak orang yang berkata bahwa seseorang memiliki karma masa lalu yang baik ataupun yang buruk.

Dilansir dari Boldsky, istilah ini mengacu pada perbuatan atau tindakan yang seseorang lakukan di kehidupan masa lalu. Dalam kasus lain, saat sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi di dalam kehidupan, maka mereka cenderung akan berkata, “itu semua sudah ditulis oleh Tuhan di dalam takdir”. Banyak orang yang percaya bahwa kehidupan yang kita miliki sekarang sudah direncanakan oleh Tuhan. Dimana semua hal yang terjadi sudah sesuai dengan kehendak-Nya. Namun, apakah Anda pernah bertanya tentang bagaimana kedua hal itu bisa terjadi?

Baik itu karma atau kita memang mendapatkan hasil tersebut sesuai dengan kerja keras kita, atau memang Tuhan lah yang sudah menuliskan takdir kita. Tanpa perlu memikirkan apa arti dari semua itu, kita sudah menyalahkan Tuhan. Bayangkan saja, takdir seperti apa yang akan Anda tulis untuk anak-anak Anda di masa depan? Apakah Anda pernah menulis sesuatu hal yang bahkan tidak baik untuk nasib anak Anda? Tentu kita semua tidak akan pernah melakukan hal tersebut. Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai pengertian karma dan berbagai macam hal yang ada di dalamnya.

A. Pengertian Karma?

Kebanyakan orang gagal untuk memahami makna sebenarnya dari istilah ini dan mengasosiasikannya dengan takdir hidup. Mengapa Tuhan harus selalu menuliskan hal-hal yang baik untuk beberapa orang saja dan menuliskan hal-hal yang bersifat buruk untuk beberapa orang lainnya? Bukankah semua manusia yang ada di bumi ini adalah hamba-Nya?

Kata karma sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta yang memiliki arti tindakan atau perbuatan. Takdir sendiri berarti apa yang sudah terjadi di dalam hidup kita. Ia berasal dari dalam bagian diri kita sendiri, dilakukan oleh orang lain, atau buah dari hasil karma masa lalu kita.

Begitu juga apa yang kita lakukan merupakan karma untuk kita sendiri dan takdir bagi orang lain. Contohnya saja, pembunuhan seorang prajurit atas musuhnya merupakan karma untuknya dan takdir untuk musuh yang sudah mati. Hal tersebut bukanlah Tuhan yang memutuskan apa yang harus menjadi bagian dari diri kita, justru itu adalah diri kita sendiri. Itu merupakan hasil dari karma atau tindakan yang sudah kita lakukan di kehidupan masa lalu.

Pengertian karma sendiri adalah hal yang abstrak yang kita berikan pada diri kita sendiri untuk melahirkannya. Hal tersebut berasal dari diri kita sendiri dan suatu saat akan kembali kepada kita. Lalu, apa yang menyebabkan orang lain harus merasakan hal yang sama suatu hari nanti? Misalnya saja, banyaknya kasus pencurian yang tidak pernah terduga atau kerugian yang datang secara tiba-tiba, dan lainnya. Mungkin saja hal itu disebabkan karena tindakan negatif yang kita lakukan di masa lalu.

B. Pengertian Karma: Nasib atau Takdir?

Pengertian Karma sendiri sering disalahpahami sebagai takdir ataupun nasib. Saat seseorang mengalami cedera ataupun kerugian yang sangat besar, mungkin orang-orang akan berkata “ Nasib sial sudah jadi karmanya”. Hal tersebut sama dengan sebuah gagasan mengenai kehendak ilahi, yang mana suatu hal yang tidak bisa kita pahami atau kendalikan.Sementara pemikiran Buddha mengenai karma sama sekali bukan seperti itu. Dimana hal ini mengacu pada desakan batin yang bisa membuat diri kita jadi lebih mudah emosi kepada orang lain yang tidak menyenangkan atau menunggu dengan sabar hingga kita cukup tenang untuk mengatasi masalah yang datang. Selain itu, pengertian karma juga mengacu pada desakan yang membawa kita pada kebiasaan ceroboh atau kebiasaan hati-hati.

Merokok merupakan salah satu contoh yang cukup bagus untuk menjelaskan bagaimana cara kerja karma. Sebab, setiap kali seseorang merokok, maka tindakan tersebut berlaku sebagai daya untuk merokok kembali. Semakin banyak orang tersebut merokok, maka semakin kuat pula kecenderungan untuk terus menerus merokok hingga tanpa berpikir lagi, daya karma dengan gandrung menyeret orang tersebut untuk menyalakan rokok. Hal ini menjelaskan dari mana rasa dan juga desakan untuk merokok itu muncul, yaitu dari kebiasaan yang sudah dilakukan sebelumnya. Merokok tak hanya menciptakan sebuah desakan untuk terus mengulangi hal tersebut. Namun juga mempengaruhi daya jasmani di dalam tubuh. Misalnya saja, terkena kanker karena merokok. Disini, desakan dan penyakit kanker sama-sama muncul karena tindakan gandrung orang tersebut sebelumnya dan hal itu dikenal dengan istilah “matangnya karma”.

C. Mengubah Kebiasaan Kita

Karma menjadi masuk akal karena menjelaskan tentang dari mana datangnya rasa dan juga desakan tersebut dan mengapa kita kadang kala merasa bahagia dan terkadang tidak. Semuanya timbul sebagai sebuah akibat dari pola perilaku kita sendiri. Oleh sebab itu, yang kita lakukan dan yang terjadi pada kita bukan sebuah takdir. Nasib dan juga takdir itu sebenarnya tidak ada.

Pengertian karma merupakan istilah untuk daya ingat, yang mana menandakan bahwa semua kejadian yang sudah terjadi nantinya akan ada di dalam genggaman tangan Anda. Meski sering terasa bahwa kita seperti budak dari kebiasaan kita sendiri dan memanah perilaku dari kebiasaan perilaku kebiasaan kita untuk berpijak pada jaln saraf yang sudah terbangun kokoh. Ajaran Buddha juga mengungkapkan bahwa kebiasaan tersebut bisa diatasi. Kita memiliki kemampuan untuk merubah dan membuat jalan saraf yang baru disepanjang hidup kita sendiri.

Ketika ada rasa ingin melakukan sesuatu hadir di dalam diri kita, maka akan ada jarak yang timbul sebelum desakan karma tersebut mendorong kita untuk bertindak. Mungkin kita tidak langsung bertindak atas rasa apa saja yang timbul. Pada dasarnya, kita semua dilatih untuk melakukan segala sesuatu sesuai tempat dan porsinya. Begitu juga saat rasa untuk mengungkapkan kata-kata yang cenderung menyakitkan muncul, kita bisa memilih, apakah harus mengatakan hal itu atau tidak.

Kita mungkin saja akan merasa lega ketika meluapkan kemarahan kita dengan membentak orang lain. Tapi kebiasaan membentak orang lain tersebut adalah tatacara yang tidak baik. Seperti yang kita pahami bahwa menyelesaikan masalah perseteruan melalui kepala dingin dan musyawarah adalah ajaran yang lebih baik dan lebih damai.

Kita semua tahu bahwa tidak selamanya mudah untuk menahan diri dari tindakan yang merusak dan tidak baik. Hal itu akan terasa lebih mudah jika kita memiliki cukup ruang di dalam kepala kita untuk lebih berhati-hati pada rasa yang hadir. Inilah mengapa latihan Buddha cenderung mendorong kita untuk lebih mengedepankan kehati-hatian.

Saat pikiran lebih dingin, maka kita akan jauh lebih sadar terkait perkataan yang katakan dan perbuatan yang kita lakukan. Kita juga bisa mulai mengamati, saat ingin mengucapkan kata-kata yang mungkin bisa menyakiti perasaan orang lain, maka kita tahan untuk tidak melakukannya. Dengan begitu, kita bisa memilih. Ketika kita tidak hati-hati, maka biasanya kita akan berpikir secara terburu-buru dan bertindak secara bebas. Dimana hal itu justru menimbulkan masalah yang tidak ada ujungnya.

D. Prakirakan Masa Depan Anda

Kita sendiri bisa memperkirakan apa saja hal yang akan terjadi dan kita alami di masa mendatang atas perilaku yang kita lakukan sebelumnya dan sekarang. Dalam jangka waktu yang panjang, tindakan untuk membangun akan membawa hasil yang menyenangkan, sedangkan tindakan yang merusak akan menciptakan ganjaran yang tidak pernah kita inginkan.

Karma seperti apa yang akan datang itu bergantung dengan banyaknya anasir ataupun keadaan. Saat kita melempar suatu benda ke atas, maka sudah bisa perkirakan bahwa benda tersebut akan jatuh ke tanah. Namun, apabila kita tangkap, maka benda tersebut tidak akan jatuh ke tanah. Begitu juga, meski tindakan kita yang dilakukan sebelumnya bisa diperkirakan apa yang bisa terjadi di masa mendatang, namun hal tersebut tidak mutlak, tidak mungkin berubah, dan ditakdirkan. Kecenderungan, tindakan, serta unsur sebab lain juga akan mempengaruhi pematangan karma. Apabila kita kelebihan berat badan dan terus menerus mengonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak, dapat kita perkirakan bahwa kemungkinan besar akan muncul penyakit di masa mendatang. Namun jika kita merubah pola makan dan menjaga ketat kesehatan serta menurunkan berat badan, maka kita tidak akan sakit sama sekali. Saat kaki kita terbentur sesuatu, jangan langsung percaya bahwa hal itu terjadi karena karma, itu bisa terjadi secara alamiah saja. Apabila kita merubah kebiasaan kita dan melakukan kebiasaan yang lebih bermanfaat, maka imbasnya juga akan positif terlepas dari apa yang sudah kita yakini.

E. Bagaimana Karma Bekerja?

Ada banyak sekali kasus yang luar biasa namun menyedihkan yang terjadi di seluruh dunia, dimana kita terus memikirkan alasan-alasan namun tidak sampai pada satu alasan yang tepat. Kecelakaan kecil namun menimbulkan luka yang besar, seseorang menipu orang lain, seseorang membunuh saudaranya sendiri, seorang pembantu membunuh majikannya sendiri, terlebih jika terlihat tidak ada peluang sama sekali untuk melihat tingkat pemahaman yang tinggi diantara keduanya.

Terdapat kasus, dimana seseorang yang sangat tepat waktu secara kebetulan hari itu terlambat, kemudian Ia menemui kecelakaan di jalan. Lalu, Ia berpikir mengapa Ia terlambat, apakah karena akan diperlihatkan kecelakaan. Akan tetapi perlu dipahami bahwa kasus semacam itu memang sering terjadi dan teori karma mengungkapkan bahwa hal itu adalah hasil dari semua karma yang sudah kita lakukan di kehidupan sebelumnya. Dapat dikatakan bahwa hasil perbuatan kita di masa lalu tidak akan mengubah takdir mereka, apapun yang akan terjadi. Apa yang dilakukan oleh seseorang dalam satu kehidupan tentu akan kembali kepada mereka pada suatu hari nanti.

Begitulah karma bekerja, fokuslah pada karmanya bukan hasilnya. Hal ini jelas menunjukkan bahwa apa yang bisa kita kendalikan yaitu tindakan kita di dalam kehidupan sendiri. Hasilnya yaitu campuran dari tindakan yang telah dilakukan di masa lalu dan karma masa lalu. Karma dari masa lalu mungkin saja tidak bisa mempengaruhi hasil dari masa sekarang ini. Apabila kita sudah berbuat baik di kehidupan sebelumnya, maka pasti kita akan memperoleh hasil yang baik juga dari usaha kita sekarang ini. Hasil dari kasus-kasus seperti itu adalah sesuai dengan tingkat usaha yang kita lakukan. Seringkali kita mengamati bahwa pertemuan dengan beberapa orang telah membuat kita menjadi lebih baik. Sedangkan untuk beberapa orang lainnya justru mungkin saja kita merasa lebih buruk.

Teori ini sendiri menjelaskan tentang jenis hubungan yang kita punya dengan seseorang di masa sekarang yaitu karena hubungan yang kita punya dengan orang tersebut di masa lalu. Mengalami sebuah masalah dari seseorang yang ada di kehidupan kita sekarang mungkin saja berarti kita pernah mengalami kesulitan di kehidupan sebelumnya. Karma akan melihat kita bukan sebagai manusia, namun sebagai sebuah jiwa dan Ia tidak pernah gagal untuk menemukan dari mana asal seseorang tertentu. Dari sinilah spiritualitas ikut bermain. Memahami alasan penderitaan tertentu akan membuat seseorang lebih mudah untuk mentolerirnya. Spiritualitas akan membangunkan bagian dalam seseorang dan mengajarkan tentang bagaimana cara yang tepat untuk menghadapinya.

F. Macam-Macam Bentuk Karma

Pengertian karma sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta, yaitu kata karma yang artinya perbuatan, kerja, dan gerak. Karma (perbuatan) sendiri meninggalkan karma vasana (jejak perbuatan) yang suatu saat nanti akan hadir sebagai karmaphala (buah dari karma dan hasil perbuatan) yang akan menentukan baik atau buruknya perjalanan kehidupan kita. Apabila karma kita baik, maka akan memperoleh perjalanan hidup yang lancar dan juga bahagia. Sementara bila karma kita tidak baik, maka akan memperoleh perjalanan hidup yang sengsara dan berat. Di bawah ini adalah berbagai macam bentuk karma yang perlu Anda pahami. Sebenarnya bentuk dari sebuah karma jumlahnya sangat banyak. Namun secara garis besar dikelompokkan menjadi delapan kelompok, antara lain:

1. Mohaniya Karma

Bentuk dari karma yang satu ini akan mengaburkan kesadaran seseorang atau meningkatkan kualitas kesadaran kita. Ibarat kata, jika seseorang jatuh ke dalam kegelapan dan tidak ada cahaya akan membuat mereka tidak bisa melihat, mana yang disebut dengan baik dan mana yang buruk.

2. Darsana Varaniya Karma

Bentuk karma ini akan menghalangi fisik seseorang dan menghilangkan kemampuan penginderaan di dalam diri mereka.

3. Jnana Ravinia Karma

Karma ini akan menghalangi penyerapan ilmu pengetahuan. Bentuk karma yang satu ini akan membuat seseorang sulit untuk berjodoh dengan ilmu pengetahuan. Sehingga membuat pikiran seseorang menjadi buntu, kurang pintar, dan tumpul.

4. Antaraya Karma

Karma ini akan menghambat seseorang untuk melakukan kebaikan, menerima pemberian, dan menikmati hasil kerja keras mereka.

5. Vedaniya Karma

Bentuk karma yang satu ini akan mempengaruhi gejolak emosi, pikiran positif negatif, serta emosi. Misalnya saja, ada yang mudah untuk marah, ada juga yang sangat sabar, ada yang humoris, ada juga yang pemurung, dan ada pula yang pemberani, serta ada yang penakut. Karma tersebut terbentuk dari akumulasi sifat yang ada di dalam menjalani kehidupan di masa lalu atau saat ini. Apabila kita menjalani kehidupan sebelumnya dengan cara yang baik, maka semua orang akan memperoleh karma dari sifat baik mereka. Sementara bila kita menjalani hidup dengan cara menyakiti dan merugikan orang lain, maka mereka akan memperoleh karma yang bersifat tidak baik.

6. Ayusua Karma

Karma yang satu ini akan membawa seseorang ke alam setelah kematian. Bentuk karma ini tercipta dari akumulasi karma ketika seseorang itu masih hidup dan akan menentukan orang tersebut akan menuju bhur loka, svarga loka atau swah, atau langsung terlahir kembali.

7. Nama Karma

Nama karma akan menentukan seseorang lahir dalam tubuh makhluk seperti apa dan kondisi badan atau fisik yang bagaimana.

8. Gotra Karma

Gotra karma akan menentukan nasib hidup seseorang, mulai dari tempat, kondisi lingkungan dan keluarga, seperti apa orang itu dilahirkan, dan bertemu siapa semasa hidupnya.

Rekomendasi Buku & Atikel Terkait Pengertian Karma



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Emka Umam