in

Budidaya Tanaman Tomat

Budidaya Tomat – Tomat merupakan tanaman yang bisa tumbuh di segala kondisi, mulai dari dataran tinggi atau lebih dari 700 mdpl, dataran menengah atau 200-700 mdpl, serta dataran rendah atau kurang dari 200 mdpl. Tanaman tomat akan tumbuh maksimal apabila ditanam di tanah yang gembur dengan kadar keasaman pH berkisar 5-6. Selain itu, tanah untuk menanam tomat sebaiknya sedikit mengandung pasir, banyak humus, dan pengairannya cukup teratur.

Warna buah tomat biasanya cenderung kuning apabila berada di temperatur tinggi atau di atas 32 derajat celcius. Sementara, warna tomat akan tidak merata apabila berada di temperatur yang berubah-ubah atau tidak tetap. Perlu diketahui, temperature yang ideal serta berpengaruh baik terhadap warna buah tomat adalah 24-28 derajat celcius dan umumnya berwarna merah merata.

Pertumbuhan tomat akan kurang baik apabila berada di kondisi yang temperatur serta kelembabannya tinggi. Hal itu juga memengaruhi kualitas buah tomat. Tanaman tomat membutuhkan kelembaban sekitar 80 persen. Selain itu, diperlukan intensitas cahaya matahari sekitar 10 sampai 12 jam setiap hari. 

 

Tahap-tahap Budidaya Tomat

Apabila kamu tertarik untuk melakukan budidaya tomat, perhatikan tahap-tahap berikut ini.

[algolia_carousel]
  • Persiapkan Lahan

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mempersiapkan lahan untuk ditanami tomat. Bersihkanlah lahan dari gulma serta rumput liar, lalu bajak agar gembur. Langkah selanjutnya, buat bedengan dengan lebar 1-1,2 m, sementara panjangnya cukup menyesuaikan dengan kondisi lahan serta tinggi bedengan 20-40 cm untuk lahan kering. 

Pada lahan sawah, kamu sebaiknya menggunakan tinggi bedengan lebih tinggi antara 50-60 cm agar drainase dapat dikendalikan.


Selanjutnya, buatlah lubang tanam di atas bedengan yang sesuai dengan jarak tanam. Biasanya jarak lubang antarbarisan berkisar 60-80 cm, sementara jarak lubang dalam barisan antara 40-50 cm. Dengan demikian, kamu bisa menanam sekitar 25.000-30.000 tomat per hektar.

https://www.gramedia.com/products/skenario-pengelolaan-sumberdaya-lahan-kering-menuju-pertanian-berkelanjutan

  • Pembibitan

Saat melakukan pembibitan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Pertama, pilihlah biji yang utuh, tidak cacat maupun luka karena biasanya sulit untuk tumbuh. Kedua, pilihlah biji yang sehat, yakni biji yang tidak menunjukkan serangan hama maupun penyakit. Ketiga, pastikan benih atau biji terbebas dari kotoran. Keempat, pilihlah benih atau biji yang tidak keriput.

Dalam mempersiapkan benih tomat, ada dua cara yang bisa dilakukan, yakni membeli benih yang sudah siap tanam atau membuat benih sendiri. Jika kamu memilih membeli benih, belilah di toko pertanian yang terpercaya, memiliki mutu baik, dan usahakan sudah bersertifikat. 

Langkah selanjutnya, lakukan penyemaian benih. Pertama, lakukan desinfeksi terhadap benih atau bebijian tomat yang sudah kamu pilih. Caranya tidak sulit, kok. Kamu hanya perlu merendam benih ke dalam larutan fungisida. Dengan demikian, mikroorganisme yang menimbulkan penyakit bisa mati.

Sebagai informasi, ada beberapa cara menyemai di bedeng persemaian:

Pertama, taburkan benih tomat secara merata di permukaan bedeng, lalu tutup dengan tanah tipis-tipis. Selanjutnya, bedeng dibuat geguritan sedalam 1 cm dan jarak antarguritan 5 cm, lalu biji ditaburkan ke dalam guritan secara merata atau tidak saling tumpuk. Setelah itu, tutup kembali dengan tanah tipis-tipis. 

Kedua, tanamkan benih pada lubang-lubang tanam yang dibuat dengan jarak 5 cm serta kedalaman lubang tanam 1 cm. Isikan satu atau dua benih dalam satu lubang tanam, lalu tutup dengan tanah tipis-tipis. 

Ketiga, penyemaian bisa langsung dilakukan di kantong-kantong polybag yang sudah diisi media tanam berupa tanah serta pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Setiap kantong polybag tersebut cukup diisi satu benih, lalu tanamkan benih dengan kedalaman sekitar 1 cm. Setelah biji ditanam, ada baiknya media semai dibasahi dengan air.

  • Pemeliharaan Pembibitan

Di awal masa pertumbuhan, kamu harus memelihara bibit tanaman secara intensif dan pengawasan ketat. Ada beberapa langkah pemeliharaan yang harus kamu lakukan. Pertama, tahap penyiraman. Di tahap ini, lakukan penyiraman sejak benih ditaburkan ke bedeng persemaian hingga tanaman siap dipindah ke kebun. 

Penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Penyiraman ada baiknya dilakukan dengan menggunakan alat atau gembor yang memiliki lubang halus agar bibit tanaman yang sudah atau baru tumbuh tidak rusak. Kedua, tahap penyiangan. Di tahap ini, penyiangan bisa dilakukan langsung dengan mencabuti tanaman pengganggu tanpa peralatan. Namun demikian, penyiangan sebaiknya dilakukan seperlunya saja tergantung kondisi tanaman.

Ketiga, tahap pemupukan. Di tahap ini, berikan pupuk kandang di media persemaian. Selain itu, berikan juga pupuk kimia NPK secukupnya. Hal itu berfungsi sebagai pupuk tambahan yang diberikan setelah benih tomat tumbuh menjadi bibit. Keempat, lakukan pencegahan dan pemberantasan hama. 

Di tahap ini, perlu diketahui bahwa hama yang menyerang benih biasanya berasal dari golongan serangga seperti semut dan golongan nematoda seperti cacing tanah. Untuk mencegah perkembangan hama dan penyakit, lakukanlah sterilisasi tanah. Kemudian, semprot obat-obatan untuk memberantas hama dan penyakit.

 

  • Penanaman Bibit

Bibit tomat bisa dipindahkan ke kebun setelah berumur 30-45 hari di persemaian. Saat melakukan penanaman ke kebun, sebaiknya pilih bibit yang tampak segar dan daun-daunnya tidak rusak. Hal itu menandakan bibit tidak terkena hama maupun penyakit tanaman lainnya.  Saat kamu akan menanam bibit, pilihlah waktu terbaik, yakni di pagi atau sore hari. Saat itu, cuaca masih belum panas sehingga mencegah tanaman jadi layu.

Saat memindah bibit di kebun, ada baiknya kamu memperhatikan cara-cara yang baik dan benar. Sebab, pemindahan bibit yang ceroboh bisa merusak akar tanaman. Hal itu mengakibatkan saat bibit telah ditanam akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan, bahkan bisa sampai mati.

Ada dua langkah pemindahan bibit dari persemaian. Pertama, sistem cabut, yakni bibit yang sudah tumbuh di persemaian dan cukup umur dicabut dengan hati-hati. Tetapi, sebelum dilakukan pencabutan bedeng persemaian harus dibasahi dengan air. Hal itu memudahkan pencabutan dan tidak merusak akar. Kedua, sistem putara, yakni bibit diambil beserta tanahnya. Tetapi, basahi tanah dengan air terlebih dahulu sebelum bibit diambil.

Kedua cara itu ditujukan untuk pembibitan yang secara langsung dilakukan pada bedeng tanah persemaian, sementara untuk bibit yang disemaikan dalam bumbung atau polybag cara pemindahannya adalah basahi bumbung terlebih dahulu, lantas keluarkan bibit dari bumbung beserta tanahnya dengan menyobek kantong polybag.

 

[algolia_carousel page=2]

Rekomendasi Buku Budidaya Tomat

Seri Apotek Dapur: Sehat Tanpa Obat Dengan Tomat

Seri Apotek Dapur: Sehat Tanpa Obat Dengan Tomat
Seri Apotek Dapur: Sehat Tanpa Obat Dengan Tomat

tombol beli buku

Buku ini berisi berbagai manfaat dan hal-hal penting yang berkaitan dengan buah manggis, terutama kandungan dan manfaatnya untuk kesehatan. Di dalamnya juga disertai resep-resep ramuan tradisional berbahan dasar manggis. Pada prinsipnya, buah manggis aman dikonsumsi sehan-han dan tidak memiliki efek samping. Namun, bila Anda menggunakan ramuan berbahan dasar manggis sebagai sarana pengobatan herbal, sebaiknya mengonsultasikan diri dengan dokter lebih dahulu, terutama bagi mereka yang memiliki berbagai jenis penyakit yang berbeda penanganannya. Secara umum, penggunaan manggis tidak akan membenkan efek samping, tetapi penggunaan manggis dengan obat-obatan modern bisa saja memiliki dampak buruk atau memperparah penyakit tertentu. Hal ini untuk mencegah berbagai dampak buruk yang tidak diinginkan.

 

Sukses Budidaya Tumpangsari Cabai & Tomat

Sukses Budidaya Tumpangsari Cabai & Tomat
Sukses Budidaya Tumpangsari Cabai & Tomat

tombol beli buku

 

Teknik Budidaya Tomat Unggul Secara Organik Dan Anorganik

Teknik Budidaya Tomat Unggul Secara Organik Dan Anorganik
Teknik Budidaya Tomat Unggul Secara Organik Dan Anorganik

tombol beli buku

Buku ini membahas secara rinci dan lengkap dari berbagai hal yang berkaitan dengan aspek ekonomi dan teknik budidaya organik dan anorganik, varietas-varietas unggul tomat, peluang bisnis dan keuntungan usaha tani, pembibitan, cara bercocok tanam, pemupukan, pengairan dan pengendalian hama penyakit. Sajian yang lengkap mengenai tomat ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pembelajaran kepada masyarakat luas, sehingga pengembangan budidaya dan peningkatan produksi tomat di Indonesia menjadi lebih baik dan produksinya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus memberikan keuntungan besar untuk petani.

 

Bercocok Tanam Tomat Untung Melimpah

Bercocok Tanam Tomat Untung Melimpah
Bercocok Tanam Tomat Untung Melimpah

tombol beli buku

 

Tomat merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan karena mengandung gizi tinggi yang baik untuk pertumbuhan dan kesehatan, sekaligus memiliki pangsa pasar sangat tinggi. Makin hari, permintaan tomat di pasaran makin meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Agar permintaan tomat selalu terpenuhi, maka produksi tomat dalam negeri wajib ditingkatkan. Tomat sendiri termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan, cepat panen, dan mampu beradaptasi pada dataran rendah maupun tinggi. Dengan teknik budi daya yang tepat, akan diperoleh hasil panen sesuai harapan. Buku ini menguraikan secara tuntas tentang pembudidayaan tomat, mulai dari persiapan benih, bibit, lahan, penanaman, pemeliharaan, pemberantasan hama dan penyakit, hingga proses pemanenan. Selain itu, buku ini juga memberikan analisis nilai keuntungan usaha budi daya tomat. Semoga buku ini dapat membantu para petani untuk meningkatkan produksi tomat.

Jenis-jenis Hama dan Penyakit yang Perlu Diwaspadai

  • Ulat buah tomat (heliothis armigera hubner)

Ulat buah tomat memiliki panjang kurang lebih 4 cm dan akan makin panjang di temperatur yang rendah. Warna ulat buah tomat juga bervariasi dari hijau, hijau kekuning-kuningan, hijau kecoklatan, sampai hitam. Di badan ulat bagian samping terdapat garis bergelombang memanjang dan berwarna lebih muda. Selain itu, di tubuhnya juga tampak banyak kutil dan berbulu. 

Telur ulat buah tomat berbentuk bulat berwarna kekuning-kuningan yang mengkilap, namun sesudah 2-4 hari akan berubah warna menjadi coklat. Kemudian, panjang sayap ngengat jika dibentangkan berkisar 4 cm dan panjang badan sekitar 1,5-2,0 cm. Adapun sayap bagian muka berwarna coklat serta sayap belakang berwarna putih dengan tepi cokelat.

Ada beberapa gejala tomat yang kamu tanam terserang hama ulat. Perhatikanlah bagian daun, bunga, dan buah karena ketiga bagian itu yang paling sering diserang. Ulat tersebut sering membuat lubang pada buah tomat secara berpindah-pindah. Buah yang dilubangi itu biasanya terkena infeksi sehingga buah akan busuk dan lunak.

Cara mencegah serta mengendalikan ulat buah tomat ada beberapa macam. Pertama, berikan perangkap pada cahaya ultraviolet yang disukai ulat. Kedua, kumpulkan telur dan ulat lalu bakar. Ketiga, tanamlah jagung di pinggiran kebun tomat untuk mengurangi serangan ulat buah tomat. Keempat, bersihkan tanaman liar di sekitar areal penanaman tomat. Keempat, semprot insektisida, misalnya dengan diazinon dan cymbush. 

  • Kutu daun apish hijau

Kutu daun apish hijau termasuk famili aphididae dari ordo hemiptera yang sering disebut sebagai aphis tomat, aphis tembakau atau aphis kentang. Kutu yang berwarna hijau ini menjadi vektor atau penyalur virus sehingga tomat bisa terserang penyakit virus. 

Ciri-cirinya adalah kutu ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap. Panjang kutu yang bersayap berkisar 2-2,5 mm, kepala dan dadanya berwarna coklat sampai hitam, serta perutnya berwarna hijau kekuning-kuningan. Ukuran antena adalah sepanjang badannya. Sementara, panjang kutu yang tidak bersayap berkisar 1,8-2,3 mm berwarna hijau kekuning-kuningan.

Ada beberapa gejala tomat terserang kutu daun apish hijau, yakni berbentuk keriting, melengkung ke bawah, kerdil, menyempit seperti pita, klorisis, mosaic, serta daun menjadi mudah rapuh. Cara pencegahan dan pengendaliannya adalah dengan menggunakan mulsa kertas yang bisa mengusir kutu karena memantulkan sinar matahari. 

Kedua, tanaman liar ataupun gulma di sekitar area tanaman tomat wajib dibersihkan karena bisa menjadi tempat berlindung kutu. Ketiga, pengendalian secara mekanis bisa dilakukan dengan cara dipijit sehingga kutu aphis tersebut mati. Keempat, pengendalian secara kimiawi bisa dilakukan melalui penyemprotan insektisida. 

  • Lalat putih (kutu kabut, kutu kebul)

Lalat putih termasuk famili aleyrodidae dari ordo hemiptera. Lalat putih akan berhamburan seperti kabut apabila merasa terganggu. Lalat putih memiliki beberapa ciri-ciri. Di antaranya panjang kutu putih dewasa hanya kurang lebih 1 mm berwarna putih kekuning-kuningan, tertutup tepung seperti lilin putih, punya dua pasang sayap berwarna putih dengan bentangan kurang lebih 2 mm, serta bermata merah. 

Adapun lalat putih betina berukuran lebih besar daripada lalat jantan. Telurnya pun berbentuk elips sepanjang 0,2-0,3 mm, panjang pulpa ± 0,7 mm, berbentuk oval serta datar, dan badannya seperti sisik pada daun.


Tanaman tomat yang terkena hama ini seperti diselimuti tepung putih. Jika dipegang akan berterbangan. Serangan lalat putih bisa mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat atau menjadi kerdil, daun mengecil, serta menggulung ke atas.

Untuk mengatasi serangan lalat putih, gunakan beberapa jenis tumbuhan yang merupakan parasit lalat putih serta beberapa jenis lembing yang akan memakan telur lalat putih. Kedua, jangan lupa bersihkan gulma di sekitar tanaman tomat agar tidak menjadi inang lalat putih. 

Ketiga, tanaman tomat yang terserang virus harus segera dicabut dan dibakar. Keempat, berikan mulsa jerami atau mulsa plastik kuning, Kelima, semprot dengan diazinon, malathion, azinphos-methyl dan sebagainya.

  • Kutu daun thrips

Kutu daun thrips merupakan famili thripidae dari ordo thysanoptera. Kutu daun thrips memiliki panjang antara 1-1,2 mm, berwarna hitam, bergaris merah atau  bercak merah. Kemudian, nimfa (thrips muda) berwarna putih atau putih kekuningan, tidak bersayap serta terkadang berbercak merah. Thrips dewasa bersayap, berambut berumbai-rumbai, serta telur thrips berbentuk seperti ginjal atau oval.


Kutu daun thrips akan mengisap cairan di permukaan daun di mana daun yang sudah dihisap menjadi berwarna putih seperti perak lantaran udara masuk ke dalamnya. Apabila terjadi serangan hebat, daun menjadi kering dan mati. 

Apabila tanaman tomat terserang kutu daun thrips, lakukanlah beberapa hal. Pertama, siram tanaman tomat dengan air yang cukup karena apabila kekurangan air akan lebih berpotensi diserang thrips. Oleh sebab itu, tanaman tomat harus disiram dengan air yang cukup. Kedua, gulma di areal tanaman tomat harus dibersihkan agar tidak menjadi tempat berlindung thrips. Ketiga, semprot dengan insektisida seperti diazinon, malathion dan monocrotophos.

  • Lalat buah

Lalat buah termasuk famili trypetidae (tephritidae) dari ordo diptera. Ciri-cirinya di antaranya punya sayap transparan sepanjang 5-7 mm serta panjang badan 6-8 mm. Selain itu, perut berwarna coklat muda dengan garis melintang berwarna coklat tua, dada berwarna coklat tua dengan bercak kuning atau putih. 

Belatung muda berwarna putih, namun apabila dewasa berwarna kekuning-kuningan. Panjang belatung kurang lebih 1 cm. Belatung tersebut terletak di dalam daging buah. Telur lalat berukuran kecil-kecil dengan panjang kurang lebih 1,2 mm, kedua ujungnya runcing, serta berwarna putih.


Buah tomat yang terserang lalat buah ini akan menjadi busuk karena terserang cendawan atau bakteri. Jika buah dibuka akan tampak berenga berwarna putih. Berenga dewasa berwarna kekuning-kuningan, lalu bila disentuh akan melenting sejauh kurang lebih 30 cm untuk menyelamatkan diri.


Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah serangan lalat buah. Saat mencangkul, tanah harus dibalik lantas dibiarkan beberapa hari hingga beberapa minggu agar terkena sinar matahari. Dengan demikian, pupa lalat mati. Kedua, tangkap dengan menggunakan umpan yang bisa memikat lalat jantan. Ketiga, buah yang terserang segera dipetik lalu dibakar. Keempat, gulma di daerah pertanaman tomat harus sering dibersihkan.

 

Proses Panen Buah Tomat


Pemetikan buah tomat bisa dilakukan pada tanaman yang telah berumur 60-100 hari setelah masa tanam, namun hal itu tergantung pada varietasnya. Varietas tomat yang tergolong indeterminate berumur panen lebih panjang, yakni berkisar antara 70-100 hari setelah tanam, barulah buahnya bisa dipetik. 

Sementara itu, penentuan waktu panen yang hanya berdasarkan umur panen tanaman seringkali kurang tepat. Sebab, ada banyak faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Di antaranya keadaan iklim setempat dan tanah. 

Kriteria masak petik yang optimal bisa dilihat dari warna kulit buah, ukuran buah, keadaan daun tanaman serta batang tanaman. Pastikan kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kekuningan. Lalu, bagian tepi daun tua telah mengering serta batang tanaman menguning atau mengering.

Hal yang perlu diperhatikan, waktu pemetikan buah ternyata juga berpengaruh terhadap kualitas yang dipanen. Sebagai informasi, pemetikan buah tomat yang baik adalah saat pagi atau sore hari dan keadaan cuaca cerah. Pemetikan yang dilakukan di siang hari dari segi teknis kurang menguntungkan. 

Sebab, siang hari proses fotosintesis masih berlangsung yang berpotensi mengurangi kandungan zat-zat gizi. Selain itu, cuaca yang panas di siang hari juga bisa meningkatkan temperatur dalam buah tomat sehingga bisa mempercepat proses transpirasi atau penguapan air dalam buah. Keadaan tersebut bisa mengakibatkan daya simpan buah tomat menjadi lebih pendek.

Lantas, bagaimana cara memanen buah tomat? Cara memetik buah tomat cukup mudah, yaitu dengan memuntir buah secara hati-hati sampai tangkai buah terputus. Pemuntiran buah harus dilakukan satu per satu dan pastikan buah yang dipanen sudah matang. Kemudian, buah tomat yang sudah dipetik tersebut bisa dimasukkan ke dalam keranjang lantas dikumpulkan di tempat penampungan. 

Sebagai informasi, pemetikan buah tomat tidak bisa dilakukan sampai 10 kali pemetikan lantaran masaknya buah tomat tidak bersamaan waktunya. Pemetikan buah tomat bisa dilakukan setiap selang 2-3 hari sekali hingga seluruh tomat habis terpetik.

 

Baca Buku Seputar Budidaya Tanaman Bisa Lewat Gramedia Digital

Itulah penjelasan mengenai budidaya tomat. Di tengah pandemi ini, bepergian ke luar rumah sekadar untuk membeli buku mungkin terasa berat karena ancaman virus corona. Tenang saja, kamu tetap bisa membaca e-book gramedia dan memesan buku berkualitas secara online saja.

Sebagai informasi, kebijakan perpanjangan PPKM akan membatasi akses kita selama beberapa minggu ke depan. Namun, kamu tidak perlu khawatir, kamu tetap bisa membaca sepuasnya melalui Gramedia Digital, lihat infonya  di sini.

Pilih semua produk favoritmu di gramedia.com dari buku, alat tulis, hingga alat kesehatan. Kamu bisa menikmati beragam diskon yang ditawarkan, spesial untuk menemani PPKM-mu. Tunggu apalagi, ayo miliki semua sekarang!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy