in

Panduan Budidaya Jahe Merah

Panduan Budidaya Jahe Merah – Seperti yang masyarakat kenali, jahe merah sangat mengandung banyak manfaat, sehingga olahannya sebagai obat tradisional atau dengan memanfaatkan kemajuan teknologi sangatlah dibutuhkan. Tanamannya  ternyata dapat dibudidayakan dengan mudah, bahkan di rumah sendiri.

Apa Itu Jahe Merah?

Bentuk jahe yang satu ini dapat ditandai dengan rimpang yang lebih kecil dari jahe biasanya. Warnanya adalah jingga sampai merah muda, tergantung pada waktunya panen. Karakteristiknya yang lain dapat dilihat dari serat kasar, beraroma lebih tajam, dan terasa lebih pedas.

Ilustrasi Jahe Merah (sumber: aryanto.id)
Ilustrasi Jahe Merah (sumber: aryanto.id)

Syarat Tumbuh Jahe Merah

1. Suhu dan Iklim

Indonesia memang memiliki iklim tropis yang dipercaya masyarakat sangat baik untuk kelangsungan hidup tumbuhan-tumbuhan yang dibudidayakan. Memang begitu faktanya, tetapi untuk jahe merah, ada suhu udara yang lebih spesifik.

Suhu optimum yang dibutuhkan adalah 19-30°C. Selain itu, daerah yang memiliki curah hujan dengan intensitas 1000-4000 mm per tahun cocok untuk lingkungan si jahe. Sebenarnya, daerah dengan curah hujan kurang dari 1000 mm juga memiliki peluang. Namun, pengairan dan penyiraman harus lebih dioptimalkan. Tanamlah jahe merah saat awal musim penghujan

2. pH dan Jenis Tanah

Gunakan tanah ringan yang mengandung bahan organik tinggi. Misalnya, tanah lempung yang mengandung pasir dan tidak basah. Tanah yang digunakan harus gembur, subur, sehingga dapat dicangkul dengan baik untuk menghasilkan tanaman yang berlimpah. Sebaiknya, gunakan jenis latosol merah atau coklat. Dengan begitu, pH tanah yang disarankan berkisar 6,8-7. Bahan pupuk juga perlu diperhatikan dengan syarat mengandung bakteri premium yang tentunya berkualitas.

3. Benih yang Baik

Jika menginginkan tanaman yang bagus, pilihlah pula benih yang berkualitas. Inilah langkah awal untuk memulai budidaya dalam skala besar. Ciri-ciri yang harus diperhatikan adalah jahe merah memiliki rimpang dengan bentuk yang besar, kondisinya segar dan tidak berkerut, kadar airnya masih melimpah, rimpang sehat dan tidak terinfeksi hama apapun, sehingga tidak ditemukan adanya kecacatan.

Warna yang dimiliki pun biasanya merah cerah atau menyala. Ukuran benihnya pun perlu diperhatikan, biasanya memiliki ukuran yang seragam, begitu juga dengan bentuk dan warnanya. Tidak boleh bercampur dengan benda asing, seperti kerikil, sampah, kulit, maupun biji dari tanaman lain.

4. Kemiringan Lahan

Selain beberapa syarat di atas, kemiringan lahan juga perlu diperhatikan meski seringkali dilupakan atau diabaikan. Perakaran yang dangkal pada tanaman tersebut akan berpengaruh untuk kekuatan akar. Tanah dengan persentase kemiringan kurang dari 3% adalah syarat yang baik.

Panen Jahe 25 Ton/Ha Dilengkapi Kalender Budidaya
Panen Jahe 25 Ton/Ha Dilengkapi Kalender Budidaya

tombol beli buku

Buku ini disusun untuk memandu pembaca dan memberikan gambaran mengenai komoditas jahe. Mulai dari pengenalan berbagai jenis jahe (jahe merah, jahe putih, dan jahe besar), prospek pasar, peluang usaha pembibitan dan budidaya, sampai proses panen dan pemasaran.

Kemudian, terdapat pula gambaran analisis usaha untuk membuat kalian yakin bahwa budidaya jahe menguntungkan. Selamat membaca dan mempraktikkannya!

Membuat Bibit yang Berkualitas

1. Melakukan Penyemaian

Bibit ternyata bisa dibuat sendiri, lho!  Pilihan ini akan sangat prospektif dan mendatangkan keuntungan yang cukup besar. Caranya dengan membalik tanah dan mencangkulnya hingga pada kedalaman 10 cm. Buat gundukan dan siapkan tanah untuk jahe seluas 1 ha. Sirami tanah, hingga menjadi lembab. Semprotkan stimulant bio organik pada bidang yang disiapkan, kemudian diamkan selama beberapa hari supaya bakteri baik dapat bekerja untuk menggemburkan tanah.

Setelahnya, melakukan penyemaian dengan merendam rimpang jahe dalam pupuk organik. Susun rimpang di atas jerami, pastikan bahwa susunan tersebut tidak membuat bibit bertumpuk. Tutupi susunan rimpang dengan jerami setebal 5-10 cm, lakukan seterusnya hingga akhirnya menjadi empat lapis susunan rimpang. Sirami secukupnya supaya kelembaban tetap terjaga dengan baik.

2. Merawat Pembibitan

Cara merawatnya cukup sederhana, yakni dengan menyiram bibit setiap pagi dan sore hari. Air bisa disiramkan menggunakan sprayer supaya lebih merata kelembapannya. Campur dengan larutan pupuk organik. Bakteri berkualitas akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang baik. Setelah berselang dua minggu, tahap penyemaian dapat dilanjutkan pada pemilihan bibit.

gramedia obf

3. Pemilihan Bibit

Pilihlah bibit yang sudah bertunas, potongan rimpang biasanya memiliki 3-5 mata tunas. Beratnya berkisar 40-60 gram dari setiap potongan bibit. Setelahnya, bibit bisa langsung digunakan dalam penanaman dengan berbagai media.

Cara Menanam Jahe Merah di Polybag

Dengan polybag, tanam jahe bisa dilakukan melalui dua cara, yakni menggunakan bibit yang disemai terlebih dahulu. Syaratnya adalah tanaman yang memiliki minimal daun tiga. Pilih yang bertunas baik, hijau dan segar. Umurnya sekitar satu setengah bulan dari penyemaian. Jika menggunakan bibitnya langsung, persentase keberhasilan dapat mencapai 80%. Tanaman bisa bertumbuh dengan baik. Cara kedua adalah menggunakan rimpang. Ingat, bibit dan benih itu berbeda.

Tahap Pertumbuhan Jahe

1. Tahap Pertunasan

Bibit yang bagus adalah rimpang yang sudah tua, berumur 10-12 bulan. Warnanya merah, tetapi cenderung coklat. Aplikasi hormon dapat mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kualitas, diaplikasikan pada saat penanaman dengan konsentrasi tinggi, temperatur, dan PH penanaman.

Jika sudah memiliki rimpang tua, jangan langsung ditanam. Ditidurkan terlebih dahulu atau dibiarkan berkecambah. Pertunasan ini membutuhkan waktu berkisar 50 hari, termasuk pemeraman yang membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan.

2. Tahap Bibit

Tahap bibit dimulai dari pembukaan daun pertama, hingga terbentuk dua anakan baru. Tahapan ini sering disebut sebagai tahapan percabangan tiga sekitar 60-70 hari setelah penanaman. Pada tahap ini kebutuhan makanan dipenuhi dari rimpang dan fotosintesis anakan yang baru muncul tersebut.

Jika tunas terlihat tidak tumbuh, maka perlu dilakukan pemeriksaan kembali. Hal tersebut bisa disebabkan karena tunas yang tidak sehat atau sudah membusuk. Dengan hasil tersebut, si penanam bisa mengganti bibit yang digunakan.

Akar akan segera tumbuh dengan cepat. Pertumbuhan akan mencapai 1-1,5 cm per hari. Sampai akhir masa bibit, bobot kering, akar akan mencapai 66, 8% dari keseluruhan dari keseluruhan tanaman. Jadi, jangan heran jika sampai usia tiga bulan yang tumbuh lebih banyak adalah akar, daripada daun. Pada usia tersebut, rimpang juga masih berukuran kecil. Kebutuhan nutrisinya belum terlalu besar, hal ini ditunjukkan dari serapan hara sampai fase bibit.

3. Masa Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan membutuhkan waktu sekitar 70-80 hari setelah fase bibit pertumbuhan cepat adalah di usia 110-130 hari sesudah tanam, sedangkan masa perkembangan rimpang usia 130-160 hari setelah tanam. Ini sangat penting pada masa pertumbuhan yang sangat cepat. Jika membentuk percabangan baru, tunas dan anakan baru akan tumbuh melalui rimpang.

Pada fase ini sangat perlu banyak asupan makanan. Tidak hanya perlu banyak, tetapi perlu dalam jumlah yang cukup dan dosis yang sangat seimbang. Artinya, pupuk yang diberikan harus benar-benar pas. Pada tahapan ini, bibit jahe banyak membentuk akar. Akar-akar ini ternyata dipersiapkan untuk menyerap nutrisi.

Jika media tanam kurang makanan, hasil jahe akan menjadi kecil-kecil. Komposisi makanan yang tidak tepat akan berdampak pada jahe yang tidak akan masuk ke masa pembesaran, tetapi terus berada pada pertumbuhan saja.

Larutan perangsang akar, larutan EM4, dan obat anti jamur dapat dipersiapkan untuk menunjang masa pertumbuhan yang baik. Tujuan lainnya adalah untuk mengantisipasi, apabila bibit yang digunakan telah membawa jamur pada rimpang.

Masukkan setengah sendok dari obat antijamur dan perangsang akar hydro, kemudian aduk dalam air. Rimpang yang akan ditanam, kemudian celupkan ke dalam obat. Setelah itu, barulah tanam dan letakkan bibit ke dalam polybag, tancapkan sesuai arah mata tunas agar proses tumbuhnya bisa cepat. Proses pertumbuhan akar dari rimpang jahe bisa berjalan dengan baik karena telah diberi nutrisi.

Yuk, Mengenal Tanaman Obat Jahe
Yuk, Mengenal Tanaman Obat Jahe

tombol beli buku

Buku ini berisikan cerita menarik mengenai manfaat tanaman yang dapat dijadikan obat, salah satunya JAHE. Jahe tidak hanya digunakan sebagai bumbu di dapur saja, akan tetapi bisa dimanfaatkan sebagai obat. Mau tahu apa saja kehebatannya? Yuk, kita cari tahu bersama.

Tahap Tanam hingga Panen

1. Media

Kohe kandang dengan jerami yang sudah difermentasi dapat menjadi salah satu media penanaman yang baik. Siapkan pula polybag, kemudian taruh benih dan tutup lagi dengan media. Tanam di tempat yang sejuk atau teduh. Arang sekam dan tanah liat yang dibutuhkan harus berbanding 50% dan 50%.

Selain menggunakan tanah liat, media juga dapat dibuat dengan tanah topsoil. Tanah tersebut merupakan tanah pada lapisan atas yang letaknya berada di kisaran 0-30 cm. Komposisi lain yang dibutuhkan adalah sekam padi dengan volume 6 karung, pupuk kandang, kapur dolomit sebanyak 3 kg, dan pupuk rock fosfat sebanyak 4 kg. Komposisi media ini dapat digunakan pula untuk media persemaian.

Aduk rata semua bahan dalam satu gundukan untuk menghasilkan adonan homogen. Setelah tercampur, media bisa langsung dimasukkan ke polybag berukuran 50 cm x 50 cm. Hasilnya tidak bisa langsung digunakan karena harus didiamkan terlebih dahulu selama 14 hari.

Fungsinya adalah untuk menjaga kekompakan dari masing-masing bahan. Media juga tidak bisa diisi dengan volume penuh dalam polybag. Selain itu, jahe harus sering ditimbun dalam jangka waktu tertentu, seperti tiga bulan sekali. Lipatan dalam polybag akan diangkat, kemudian ditambahkan media. Setelah sembilan bulan, penimbunan terakhir baru akan dilakukan.

2. Penyemaian

Rimpang akan disemai selama dua minggu, kemudian dipindahkan pada polybag kecil. Polybag yang satu ini biasanya berukuran 10 x 12 atau 15 x 15. Setelahnya, tanaman membutuhkan waktu sebulan. Siram hanya satu kali di sore hari. Jika terlalu diberikan banyak air, tanaman bisa cepat busuk.

Penyemaian dapat dilakukan pada ember bekas yang sudah dilubangi.  Caranya adalah dengan mengisi ember dengan media semai. Setelahnya, belah jahe merah atau bibit yang disiapkan menjadi beberapa bagian. Jika sudah ditanam, tutup jahe dengan media dan untuk mempercepat proses penanaman, lapisan media atas dibuat tipis saja. Siram secukupnya supaya tanah menjadi gembur dan basah.

gramedia obf

Tutup ember dengan karung atau plastik guna mempercepat proses perkecambahan. Hasil dapat dilihat kembali setelah media didiamkan selama satu bulan lebih. Simpan di tempat yang teduh dan lakukan penyiraman, sesuai dengan penerapan yang benar. Dengan media dan cara ini, akar jahe yang keluar akan seimbang atau tumbuh merata. Untuk selanjutnya, ember dapat dipindahkan pada tempat yang terkena sinar matahari.

3. Pemanenan

Pemanenan biasanya dilakukan saat tumbuhan mencapai tinggi yang bervariasi, antara 20, 25, 40 cm. Ketika tanaman berumur 4 bulan, warna daun terlihat lebih matang dan tua. Jika sudah memasuki umur empat bulan, itu berarti tanaman sudah masuk dalam proses perawatan.

Cara pemanenannya mudah, yakni tinggal mencabut langsung jahe dari dalam tanah. Tahapan ini dilakukan saat tanaman berusia 8 bulan dari masa tanam. Setelah dicabut, bersihkan tanaman dan potong pada bagian batangnya. Pisahkan yang berkualitas bagus dan letakkan pada wadah yang higienis.

4. Perawatan

Perawatan yang dapat dilakukan pada usia empat bulan adalah memotong pucuk dahan, yakni berkisar tiga daun dari pucuk yang harus dibuang. Tujuannya adalah untuk mengurangi asupan makanan ke atas atau berfokus pada bagian tersebut, padahal seluruh bagian tanaman tentu membutuhkan nutrisi yang sama baiknya.

Fokus yang baik ada pada pembesaran dan pertumbuhan tunas-tunas baru. Sampai pada usia lima bulan, tanaman akan menjadi lebat dengan tumbuhnya banyak daun. Asupan makanan, pemberian pupuk, dan pencegahan hama harus lebih diperhatikan.

Jika ingin menggunakan obat berbahan kimia, sebaiknya dilarutkan terlebih dahulu dalam air. Pemupukan bisa dilakukan minimal setengah bulan atau dua minggu sekali. Cukup membutuhkan setengah sendok dari pupuk NPK. Jika terjadi penggumpalan pupuk, air siraman yang telah dicampur dengan larutan EM4 akan mempercepat proses penguraian, sehingga pupuk yang diberikan bisa terserap dengan baik.

5. Intensitas Sinar Matahari

Tanaman jahe merah yang memasuki usia 2,5-7 bulan ternyata membutuhkan intensitas cahaya matahari yang tinggi. Letakkan tanaman dalam area terbuka atau pastikan bahwa persentase terpapar cahaya matahari sebesar 75-100%.

6. Penyiangan

Tahapan yang satu ini berguna untuk menyingkirkan gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar jahe merah. Anggapannya memang seperti benalu, apabila tidak disingkirkan, nutrisi yang baik dapat direbut atau diserap oleh tanaman lain.

Sukses Budi Daya Jahe Organik di Pekarangan & Perkebunan
Sukses Budi Daya Jahe Organik di Pekarangan & Perkebunan

tombol beli buku

Buku ini akan memberikan panduan teknis budi daya dan bisnis jahe secara organik, baik di pekarangan maupun skala perkebunan, khususnya bagi pengusaha, petani, penyuluh pertanian serta pelajar-mahasiswa. Buku ini akan membantu kalian dalam mengembangkan usaha tani jahe agar mendapatkan produktivitas dan kualitas produk jahe yang tinggi.

Pengantisipasian Hama

Tanaman jahe merah sangat mudah dihinggapi hama, seperti kutu daun, tungau laba-laba, ulat penggesek akar, dan kumbang. Namun, ada pula penyakit yang memang timbul secara alami, seperti nematoda simpul akar yang membuat rimpang menggumpal.

Selain menggunakan bahan kimia, pembudidaya bisa melakukan pertolongan pertama dengan memotong daun atau bagian busuk yang menarik perhatian hama. Melepaskan kepik untuk memakan kutu daun yang berkembang biak juga dapat membantu.

Cara mengantisipasi hama yang paling umum memang menggunakan pestisida atau obat antracol dalam satu bulan sebanyak dua kali atau dua minggu sekali. Namun, jika sudah terinfeksi hama, seperti bercak daun atau daun menguning, jangan lagi diberikan antracol sebagai obat pembasmi jamur, ganti dengan Dithane M-45 yang mengandung bahan lebih untuk proses pengobatan. Sebisa mungkin, lakukan antisipasi yang bisa diusahakan sejak awal supaya tanaman menjadi benar-benar sehat.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

  1. Jahe merah menyimpan makanan sampai usia empat bulan atau masa pemanenan. Rimpangnya dapat menjadi besar dan penuh gizi jika berhasil ditanam dengan tahapan yang baik.
  2. Penyerapan sari pati makanan dari dalam tanah di pasir hanya sekitar 20%. Namun, saat masuk ke fase percabangan pada umur tiga bulan, tanaman menjadi rakus saat menyerap makanan. Itu bukanlah masalah karena justru menjadi peluang untuk membantu pertumbuhannya.
  3. Kekurangan unsur hara dapat menyebabkan pertumbuhan yang kurang optimal. Pupuk umumnya terbagi menjadi dua, yakni unsur makro atau asupan makanan dalam jumlah besar, sedangkan mikro adalah saripati makanan dalam jumlah sedikit. Jahe merah membutuhkan asupan kalsium, nitrogen, dan magnesium, sehingga pembudidaya harus  bisa memperhatikan produk pupuk yang digunakan.

Masih ragu untuk membudidayakan jahe merah? Dengan lahan yang ada, dimanfaatkan rimpang dan bahan-bahan yang dimiliki untuk menghasilkan jahe yang berkualitas. Tidak hanya para petani yang sukses, tetapi diri sendiri juga bisa.

Sehat Tanpa Obat Khasiat Tersembunyi Jahe
Sehat Tanpa Obat Khasiat Tersembunyi Jahe


tombol beli buku

Tanaman jahe sangat dikenal di Indonesia. Banyak yang menjadikannya sebagai makanan juga bahan pelengkap saat memasak. Akan tetapi, tak banyak yang tahu manfaat yang terkandung dalam jahe. Tak banyak pula yang benar-benar memanfaatkan jahe dengan optimal sesuai khasiat yang dikandungnya.

Dalam buku ini, tersedia penjelasan lengkap mengenai nutrisi serta manfaat dari jahe. Selain itu, cara pengolahan jahe agar bisa bermanfaat bagi kesehatan tubuh serta kecantikan pun dibahas di buku ini. Tentunya ada banyak sekali informasi yang bermanfaat di buku ini.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Tasya Talitha