IPA

Ciri-ciri Hewan dan Habitatnya Supaya Makin Dekat dengan Alam

Written by Rifda Arum

Ciri-Ciri Hewan dan Habitatnya – Bicara tentang hewan, kita pasti teringat dengan lingkungan sekitar hingga bahkan tempat kita bernaung selama ini secara keseluruhan, Bumi. Sejak dulu, kita sudah hidup berdampingan dengan berbagai makhluk di planet ini. Secara mendasar, makhluk hidup di Bumi dikelompokkan menjadi tiga, yaitu manusia, tumbuhan, dan hewan.

Jika menilik ke beberapa tahun ke belakang, isu lingkungan bukanlah sesuatu yang baru. Manusia seringkali menjadi alasan kepunahan spesies lain di planet biru kecintaan kita ini. Supaya makin dekat dan tidak berselisih dengan makhluk hidup lain yang menjadi kawan kita, kita perlu memahami spesies mereka, bukan?

https://www.pexels.com/

Hewan, Pendamping Sekaligus Sahabat

Mengutip Wonderopolis, di Bumi ini diperkirakan ada sekitar 8,7 juta spesies. Para ilmuwan yang menaksir angka tersebut yakin, 1-2 juta spesies diantaranya adalah hewan! Dari angka sebesar itu, kira-kira seberapa dalam kita mengenal mereka? Tidak banyak.

Pasalnya, studi yang sama memperkirakan bahwa 86 persen dari semua spesies darat dan 91 persen dari semua spesies laut belum ditemukan atau dideskripsikan. Bahkan, angka-angka di atas masih cukup dangkal dibandingkan jika kita menyertakan spesies serangga pula.

Sebagai contoh, para ilmuwan memperkirakan ada lebih dari 10.000 triliun semut yang hidup pada satu waktu. Berdasarkan angka-angka itu, beberapa ilmuwan memperkirakan total populasi serangga mencapai 10 triliun, yaitu 10 miliar miliar! Angka itu telah menyebabkan setidaknya satu ahli memperkirakan total populasi hewan di Bumi menjadi sekitar 20 triliun, atau 20 miliar miliar!

Namun, tidak usah jauh-jauh memikirkan seberapa banyak serangga seluruhnya. Sebagai contoh kecil, cobalah melirik kehidupan tetangga-tetangga kita. Sebagian dari mereka pastilah memelihara hewan, atau setidaknya pernah memelihara mereka. Di dunia ini, ada lusinan hewan yang cocok dijadikan teman manusia dalam kehidupan, bukan?

Perkirakan betapa dekatnya kita dengan mereka, misalnya kucing. Selain kucing piaraan, kita harus paham bahwa populasi kucing sendiri pun sudah sangat banyak. Jadi, bukan langkah yang salah bukan, jika kita mencoba memahami ciri-ciri spesies lainnya dengan baik dan memperlakukan mereka sepantasnya?

Beli Buku di Gramedia

Ciri-ciri Hewan dan Habitatnya

https://www.pexels.com/

Apakah Grameds tahu tentang kingdom of animals? Tentunya, berbagai jenis hewan memiliki “kerajaan”nya masing-masing, lebih tepatnya “kerajaan biologis” yang membedakan macam-macam mereka secara mendasar. Yang makin menarik, kerajaan ini pun masih akan dibagi-bagi lagi menjadi lebih dari 30 kelompok atau filum!

Secara sangat luas, karakteristik hewan dibagi menjadi dua, yakni vertebrata dan invertebrata. Masing-masing berarti ada hewan yang bertulang belakang dan ada yang tidak.

Dalam vertebrata, hewan-hewan masih diklasifikasikan lagi menjadi lima kelas, yaitu amfibi, burung, ikan, reptil, dan mamalia. Kelimanya termasuk dalam filum chordata. Sementara itu, hewan invertebrata kebanyakan berada dalam filum arthropoda.

1. Hewan Vertebrata

Grameds, kini kita akan berkenalan dengan hewan-hewan bertulang belakang, melirik ciri-cirinya, serta melihat habitatnya. Mari simak bersama!

a. Hewan Amfibi

https://www.pexels.com/

Sebagai permulaan, mari kita mulai dengan kelas amfibi. Inilah kelas tempat kodok dan kawan-kawannya dikelompokkan. Secara umum, mereka memerlukan lingkungan yang lembab atau berair untuk dijadikan habitat dan bertahan hidup di sana.

Berikut adalah ciri-ciri amfibi:

  • Berdarah dingin.
  • Menyerap air dan bernapas melalui kulit mereka yang tipis.
  • Memiliki setidaknya satu kelenjar kulit khusus yang digunakan untuk sistem pertahanan.
  • Sebagian besar dari mereka memiliki siklus hidup berupa telur, larva, lalu dewasa.

Kita bisa bertemu dengan rupa hewan-hewan amfibi di seluruh dunia. Berikut contoh-contohnya:

  • Katak
  • Kadal air
  • Salamander
  • Kodok
Habitat Amfibi

Amfibi dewasa dapat hidup baik di air maupun di darat. Pada tahap larva, mereka hanya bisa hidup di air. Namun, pada tahap dewasa, amfibi menghabiskan sebagian besar hidupnya di darat, biasanya di habitat lembab seperti hutan.

Lebih dari 75 persen dari semua spesies kodok dan katak di dunia hidup di hutan hujan tropis. Beberapa spesies dapat ditemukan di air hampir setiap saat sepanjang tahun. Beberapa dari mereka bahkan suka tinggal di padang rumput yang lebih kering dan gurun.

Karena kulit yang khusus, spesies amfibi butuh kondisi hidup yang sangat spesifik. Terlalu banyak sinar matahari dapat merusak sel-sel mereka, sementara terlalu banyak angin dapat mengeringkan kulit dan membuat mereka dehidrasi. Sebab itulah, habitat amfibi sangat rentan terganggu atau terkontaminasi bahan kimia seperti pembunuh gulma.

b. Hewan Burung

https://pixabay.com/

Seperti yang kita tahu, burung umumnya bisa terbang. Lebih lanjut, burung adalah jenis vertebrata yang berdarah panas. Lalu, apa lagi?

Kelasnya burung, Aves, hanyalah salah satu kelas dari Kingdom Animalia yang lebih besar. Burung memiliki beberapa karakteristik yang mirip-mirip dengan kelas lain, yaitu reptil. Namun, mereka juga memiliki beberapa fitur yang unik. Mari kita lihat ciri-ciri utama mereka:

  • Bersifat endotermik: mereka bisa mempertahankan suhu tubuh dengan konstan dan sendirinya, tidak bergantung pada faktor luar. Alias, mereka tentunya tak akan mudah demam.
  • Mereka bipedal: bergerak dengan dua tungkai belakang atau kaki ketika berada di tanah.
  • Tungkai atasnya telah berevolusi menjadi struktur khusus, yaitu sayap yang memungkinkan untuk terbang.
  • Sebagian besar tubuhnya berupa gelendong, otot inilah ciri khusus yang membuat mereka lebih nyaman dan efektif saat terbang.
  • Tulang burung berongga di dalam, untuk menurunkan berat keseluruhan tubuh.
  • Bulunya berwarna-warni dan menutupi seluruh tubuh kecuali kaki yang ditutupi sisik.
  • Punya paruh alih-alih mulut dengan gigi.
  • Jantungnya punya empat ruang. Dengan cara ini, darah yang kaya oksigen dan kurang oksigen dibagi dengan benar. Ini membantu menjaga suhu konstan.
  • Sistem sarafnya kompleks dan otaknya berkembang dengan baik. Banyak burung dikenal sangat mudah diajar dan cerdas.
  • Telur mereka berkembang di luar tubuh, namun tetap di bawah perawatan induknya: dua ataupun satu.

Setelah ciri-cirinya, berikut contoh hewan kelas burung. Kita akan mudah menemukannya karena mereka adalah hewan yang terkenal!

  • Elang laut
  • Ayam
  • Kolibri
  • Elang
  • Flamingo
  • Burung unta
  • Burung hantu
  • Burung beo
  • Penguin
  • Merpati
Habitat Burung

Meskipun ada banyak tumpang tindih pada makanan yang disediakan oleh habitat yang berbeda (misalnya makanan serangga), beberapa habitat kaya akan sumber makanan tertentu.

Berikut contoh habitat burung yang perlu Grameds ketahui!

  1. Padang rumput
  2. Hutan atau hutan hujan
  3. Lahan basah
  4. Pesisir

Beli Buku di Gramedia

3. Ikan

https://pixabay.com/

Sejauh yang diketahui, ikan adalah vertebrata tertua. Mereka telah ada sejak zaman dahulu, kala jenis hewan lain masih belum sepenuhnya berevolusi menjadi seperti sekarang. Inilah ciri-cirinya:

  • Termasuk ektotermik atau berdarah dingin, mereka bergantung pada lingkungan untuk mengatur suhu tubuh.
  • Ikan memiliki sirip.
  • Sebagian besar dari ikan mempunyai tubuh tertutup sisik dan bernapas melalui insang, meskipun tidak semua.
  • Pastinya, hidup di bawah air.

Saat ini, terdapat lebih dari 300 ribu spesies ikan yang hidup. Angka ini lebih banyak bahkan dari gabungan semua kelompok lain vertebrata! Jenis apa contohnya?

  • Belut
  • Ikan Hag
  • Lamprey
  • Ikan kecil
  • Salmon
  • Kuda laut
  • Hiu
Habitat Ikan

Air tawar, laut, ataupun air payau menjadi habitat ikan bertulang belakang. Beberapa spesies dapat mentolerir lingkungan dengan salinitas yang lebih tinggi daripada salinitas air laut secara umum. Bahkan, beberapa spesies ikan gobi dapat mentolerir tingkat salinitas setinggi 60 ppt.

Ikan hidup di hampir semua habitat perairan. Spesies ikan yang berbeda disesuaikan untuk habitat yang berbeda: pantai berbatu, terumbu karang, hutan rumput laut, sungai dan sungai, danau dan kolam, di bawah es laut, laut dalam, dan lingkungan air tawar, asin, dan payau lainnya.

Secara umum, ikan pun mengandalkan oksigen terlarut dalam air untuk respirasi.

4. Mamalia

https://pixabay.com/

Mamalia secara alami adalah hewan berdarah panas yang tubuhnya tertutup rambut berbulu. Ini membuat mereka bisa hidup di mana saja, mulai dari daerah kutup yang dingin sampai hutan tropis.

Pada umumnya, mereka memiliki ciri utama yang sama meski jenisnya berbeda, seperti monotremata, berkantung, atau berplasenta. Berikut beberapa cirinya:

  • Memberikan nutrisi berupa susu pada anak-anak mereka.
  • Tubuhnya tertutup mantel berupa blubber (seperti milik lumba-lumba), bulu (singa, kucing, anjing, dan sebagainya), duri (landak), dan sisik yang tumpang tindih dengan bulu (trenggiling).
  • Melahirkan setelah anaknya tumbuh dalam rahim. Ini berlaku kecuali jenis monotremata yang bertelur.

Sejauh yang kita bisa ketahui, saat ini di dunia ada lebih dari 5.500 spesies mamalia. Inilah beberapa contoh di antaranya:

  • Aardvarks
  • Kelelawar
  • Gajah
  • Hamster
  • Kelinci
  • Badak
  • Paus
Habitat Mamalia

Mamalia hidup di banyak habitat yang berbeda, termasuk gurun, Arktik, lautan, hutan, gunung, tundra, padang rumput, dan sabana. Mamalia pun lazim dibandingkan dengan reptil dan amfibi. Jika pergi ke hampir semua bagian dunia, kita akan menemukan bukti aktivitas mamalia. Tapi, itu mungkin bukan jenis mamalia yang biasa kita temui.

Dari daerah tropis dan gurun hingga zona beriklim sedang dan daerah kutub, setiap jenis iklim memiliki ekologi spesies mamalia yang beragam. Dalam iklim tersebut, Anda dapat melihat berbagai macam adaptasi dan perilaku yang semakin memisahkan hewan-hewan ini.

Salah satu alasan mengapa mamalia begitu sukses di semua habitat adalah karena mereka telah melakukan diversifikasi begitu banyak selama ribuan tahun. Salah satu contohnya adalah bagaimana mamalia berevolusi menjadi mamalia laut, akuatik, atau semi-akuatik dibandingkan dengan mamalia darat.

5. Reptil

https://pixabay.com/

Saat ini, tak semua reptil hidup di darat. Meski begitu, spesies yang satu ini banyak dianggap sebagai vertebrata pertama yang sepenuhnya tinggal di darat. Grameds, mari simak ciri-ciri reptil ini!

  • Reptil berdarah dingin, mereka tak bisa mengatur suhu tubuh sendiri seperti mamalia. Inilah alasan utama kita sering melihat mereka di tempat hangat atau panas.
  • Punya sisik kasar atau bertanduk. Ini terbuat dari alfa dan beta-keratin dari lapisan epidermis, berbeda dengan mamalia. Sebab itu, kulit mereka sebenarnya lebih tipis dari yang kita kira.
  • Bertelur. Beberapa spesies ular dan kadal melahirkan anak-anak hidup alias viviparous (misalnya, kadal Eurasia), tetapi kebanyakan reptil adalah ovipar, yang berarti mereka menghasilkan telur (misalnya buaya dan kura-kura).
  • Punya satu atau dua paru-paru yang berkembang dengan baik.
  • Demi menemukan mangsanya, beberapa reptil memakai lapisan pada hidup untuk menyerap bahan kimia di udara, misalnya ular dan kadal.
  • Punya dua orientasi pangan yang berbeda, yaitu karnivora dan herbivora. Contoh reptil karnivora adalah ular dan kadal, sedangkan herbivora adalah kura-kura.
  • Semua reptil berganti kulit. Siklusnya berbeda-beda tergantung jenisnya.
  • Mereka memiliki empat kaki atau keturunan dari hewan berkaki empat.

Reptil memiliki berbagai ukuran, ada yang kecil hingga besar. Grameds, apakah contoh reptil di bawah ini sering kamu temui?

  • Buaya
  • Tokek
  • Kadal
  • Penyu
  • Ular
  • Kura-kura
Habitat Reptil

Reptil bergantung pada kondisi yang memungkinkan mereka untuk mempertahankan suhu tubuh, mereka harus dapat berjemur dan menghindari suhu yang ekstrem. Jadi, mereka akan butuh akses ke sinar matahari langsung, perlindungan dari unsur angin dan panas yang berlebihan, populasi spesies mangsa yang cukup besar, serta penutup untuk menghindari predator.

Mereka juga akan memerlukan tempat berkembang biak yang cocok untuk spesies bertelur dan ruang untuk hibernasi yang sesuai, Grameds.

Di sisi lain, terdapat berbagai hal yang kerap dihindari reptil untuk dijadikan tempat tinggal alias habitatnya. Contohnya seperti habitat yang seragam dan kekurangan pohon dan semak. Mereka memerlukan jejak sebagai tempat untuk bertelur dan tempat yang “agak berantakan”.

Maksudnya, reptil justru menyukai tempat yang tampak tak terpakai dan alami, seperti tanah yang tak terlalu sempurna dan tidak rata. Ini akan menjadi tempat tinggal yang sempurna bagi reptil. Mereka juga memerlukan habitat yang secara alami bisa menyediakan jalan untuk bergerak, tetapi tidak terlalu rapi.

Tak hanya di habitat bersifat besar, reptil juga bisa hidup di lahan yang cukup kecil, contohnya kebun, halaman sekolah, dan tempat-tempat lain yang memungkinkan. Bahkan, lokasi di dekat pedesaan pun bisa menjadi habitat reptil jika kondisinya cukup tepat untuk mendorong koloni dan mempertahankan populasi mereka.

Beli Buku di Gramedia

Hewan yang Cocok untuk Dipelihara

Mengenal lebih dekat tentang hewan-hewan di sekitar kita tentunya menyenangkan, bukan? Di antara kita, bahkan sudah banyak orang yang memang mencintai hewan-hewan tertentu dan memeliharanya untuk menjadi sahabat di rumah. Para pemelihara biasanya memiliki sifat lembut yang dapat mengurus hewan peliharaan mereka dengan baik.

Lagi pula, memelihara hewan juga memiliki banyak manfaat: Kita bisa belajar bertanggung jawab, menjadi lebih peduli dan perhatian, hingga mengurangi rasa cemas. Bahkan, kita sering melihat orang yang memelihara hewan yang tadinya terlantar. Tentulah ini sikap baik yang banyak disukai.

Peliharaan orang-orang kebanyakan memang mamalia. Namun, ada juga spesies lain yang bisa dipelihara. Hewan-hewan peliharaan tersebut termasuk dalam daftar ini:

  1. Anjing
  2. Kucing
  3. Kelinci
  4. Ikan
  5. Burung
  6. Kadal
  7. Ular
  8. Hamster

Beli Buku di Gramedia

Kesimpulan

Saat bersekolah, kita umumnya mendapatkan pelajaran biologi. Pelajaran mengenai ciri-ciri hewan dan makhluk hidup lainnya termasuk dalam biologi, dan tak jarang kita semua menyukainya. Sebab, makhluk hidup lain pada awalnya terlihat unik di mata kita yang baru mengenalnya. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia berkomitmen untuk menyediakan buku-buku berkualitas. Yuk, makin rajin membaca buku bersama kami, salam literasi!

Rekomendasi Buku & Artikel:

Penulis: Sevilla Nouval Evanda

Baca Juga!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien