in

Review Novel “I Want Eat Your Pancreas” Karya Sumino Yoru

Cinta adalah kasih sayang yang tulus kepada seseorang, dan jatuh cinta adalah salah satu ciri kebahagiaan. Tapi tidak ada kebahagiaan yang bisa diraih dengan mudah tanpa usaha. Tidak heran dikatakan bahwa kita semua percaya bahwa kita harus berjuang demi cinta. Sebagai aturan, cinta itu universal dan bisa untuk siapa saja, bukan hanya pasangan. Cinta Tuhan, cinta orang tua, cinta sahabat, cinta tumbuhan, makhluk dan pasangan tentunya.

Kata “cinta” selalu menjadi kata yang paling umum dalam lagu, film, novel, dan puisi. Ini hanyalah tanda bahwa cinta itu penting bagi seseorang. Hidup tanpa cinta membuat hidup hambar seperti sayur tanpa garam.

Cinta juga bisa datang secara tiba-tiba, bahkan tanpa kamu sadari. Cinta bisa saja datang di lingkungan sekitarmu seperti, di rumah, di sekolah, di kantor, di tempat umum, bahkan di rumah sakit seperti buku yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini.

Buku yang akan dibahas adalah buku “I Want Eat Your Pancreas” buku ini menceritakan kisah cinta anak remaja yang umurnya berada di ujung tanduk karena penyakitnya. Tentu kalian penasaran apa kelanjutan dari kisah cinta dari anak remaja ini. Untuk tahu lebih lanjut, mari simak ulasan berikut.

Detail Novel I Want Eat Your Pancreas

Buku ini memiliki judul “I Want Eat Your Pancreas” yang ditulis oleh Sumino Yoru. Buku ini terbit pada tahun 2017 dan diterbitkan oleh Penerbit Haru. Buku ini berasal dari Jepang dan awalnya menggunakan bahasa Jepang, namun buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Buku ini memiliki jumlah halaman sebanyak 362 halaman, dengan nomor ISBN 978-602- 6383-45- 7. Kalian dapat membeli buku ini di gramedia.com jika tertarik.

Sinopsis Novel I Want Eat Your Pancreas

beli sekarang

Tanpa sengaja, aku menemukan buku harian teman sekelasku, Sakura Yamauichi, yang berjudul “Hidup Bersama Penyakit”. Di dalamnya, tertulis bahwa dia mengidap penyakit pankreas dan hidupnya tidak akan lama lagi. Sejak saat itu, Sakura yang periang bersikeras menghabiskan sisa hidupnya bersamaku, si cowok kutu buku yang tertutup bernama Haruki Shiga. Dari situlah hubungan antara Sakura dan cowok kutu buku itu berkembang menjadi lebih dekat, bahkan dapat dikatakan mereka saling jatuh cinta.

Sakura yang memiliki penyakit parah ini adalah seseorang yang populer di kelasnya. Walaupun hidupnya saat itu benar-benar sekarat karena penyakitnya, ia memilih untuk tetap tegar dalam menjalani hidup saat dia masih ada waktu untuk hidup. Ia tidak ingin menyia-nyiakan sisa umurnya.

Karena Haruki juga sudah mengetahui rahasia dari Sakura karena buku yang ia temukan, hubungan mereka semakin dekat. Bahkan, mereka sering menghabiskan waktu bersama dan saling berbagi hati dan pemikiran. Haruki yang merupakan seorang kutu buku yang acuh dengan lingkungan sekitarnya, pada saat itu menjadi seorang yang peduli dengan Sakura.

Isi Novel I Want To Eat Your Pancreas

Cerita dimulai ketika “Aku” secara tidak sengaja menemukan sebuah buku tergeletak di lorong rumah sakit. Dia penasaran dan “Aku” mengambilnya dan membukanya. Judul aneh muncul di halaman depan, “Hidup Bersama Penyakit.” Itu mulai terasa aneh, tetapi “aku” terus membaca buku tersebut.

Dia terkejut mengetahui bahwa apa yang dia baca bukanlah fiksi, tetapi buku harian seorang yang sekarat karena penyakit pankreas yang fatal, dan dengan jelas dinyatakan bahwa pemilik buku itu akan mati dalam waktu dekat.

Selain itu, “Aku” bahkan lebih terkejut ketika seorang teman sekelas datang untuk mengambil buku. Bukan kenalan, tetapi hanya sebatas mengetahui. Nama gadis sekarat ini adalah Sakura Yamauchi. Gadis yang populer di kelas itu diperkirakan tidak akan hidup lebih dari setahun. Tapi dia ingin menjalani hidupnya seperti orang biasa.

Tokoh “Aku” adalah Haruki Shiga. Sebagai remaja biasa yang teman sekelasnya hanya dianggap sebagai angin, dia bahkan tidak memiliki siapa pun untuk memanggilnya teman. Alasannya, ada prinsip bahwa dia tidak ingin terlibat dengan siapa pun. Kedua orang yang nasibnya bertolak belakang ini secara kebetulan bertemu sebagai ‘teman sekelas yang mengetahui rahasia’.

Dengan pertemuan ini, kehidupan Shiga mulai berubah, dan sebaliknya, dihancurkan oleh keinginan Sakura. Sakura yang tertarik dengan pria yang seolah tidak peduli itu tahu kematiannya, mulai mendekati Shiga. Tidak tahu harus berbuat apa, “Aku” akhirnya menyuruhnya untuk tidak membuang waktu dan menikmati sisa hidupnya. Sakura yang senang memaksa Shiga untuk membantunya, dan untuk beberapa alasan dia tidak bisa menolak.

Isi buku ini tentang bagaimana Shiga “terpaksa” untuk memenuhi keinginan Sakura. Mulai dari jalan-jalan ke kafe yang biasanya hanya dikunjungi pasangan, hingga menginap di hotel di kota-kota terpencil. Pada titik tertentu, konflik muncul ketika Sakura dirawat di rumah sakit lagi.

Sudut Pandang

Novel digambarkan dengan sudut pandang orang pertama, yaitu tokoh “Aku”, yang namanya hanya terungkap di bagian akhir. Pembaca mengetahui lebih dalam apa yang dirasakan dan dipikirkan protagonis melalui citra “Aku”.

Alur bertahap yang digunakan oleh penulis juga memungkinkan pembaca untuk sepenuhnya menikmati perubahan yang dialami karakter “Aku”‘. Karakter “Aku” yang awalnya merupakan karakter introvert dan anti sosial, lambat laun terbuka dan mulai berteman dengan orang lain berkat Sakura.

Jika pemahaman penulis tentang kepribadian introvert digambarkan melalui karakter “Aku”, saya pikir pembaca dengan kepribadian introvert pasti akan dapat merasakan dan memahami emosi yang dirasakan oleh karakter “Aku”.

Topik Dialog

Dialog yang dihadirkan dalam novel ini juga cukup unik. Untuk anak sekolah biasa, teman sekolah, guru, atau siswa SMA yang membicarakan masalah cinta, karakter “Aku” dan Sakura lebih suka membicarakan masalah hidup dan mati.

Percakapan unik mereka adalah tentang hidup dan mati, karena kita diberitahu bahwa Sakura dalam keadaan sekarat. Akhir novel ini sangat menarik karena memberikan pembaca pesan yang sangat berarti. Hanya Tuhan yang tahu hidup dan mati manusia.

“Mengenal seseorang, menyukai seseorang, membenci seseorang, merasa senang saat bersama seseorang, merasa jenuh saat bersama seseorang, berpegangan tangan dengan seseorang, memeluk seseorang, berselisih dengan seseorang. Itulah hidup. Kalau hanya sendirian saja, kita tidak akan tahu bahwa kita ada.” (Hal. 213).

Alur Cerita

Alur yang termasuk dalam buku “I Want Eat Your Pancreas” adalah plot campuran. Dapat dilihat bahwa cerita novel ini dimulai dengan klimaks, menengok ke belakang dan berlanjut hingga akhir. Cerita dimulai ketika Shiga Haruki yang sedih terkunci di kamarnya setelah kematian Yamauchi Sakura. Shiga Haruki ingat pertama kali dia bertemu Yamauchi Sakura.

Shiga Haruki adalah anak pendiam yang tidak mau berinteraksi dengan orang lain. Namun, setelah bertemu Yamauchi Sakura, ia mulai membuka diri kepada orang lain dan menjadi lebih bersyukur atas kehidupan. Dan setelah dikurung di sebuah ruangan selama sepuluh hari, akhirnya dia memberanikan diri untuk pergi ke rumah Yamauchi Sakura untuk memberikan penghormatan dan memenuhi keinginan terakhir Yamauchi Sakura untuk berteman dengan sahabat Yamauchi Sakura, yaitu Kyoko.

Latar Tempat

Dalam buku “I Want Eat Your Pancreas”, setting cerita berubah tergantung pada peristiwa yang terjadi, yaitu di rumah sakit tempat Shiga Haruki dan Yamauchi Sakura pertama kali bertemu, dan juga tempat Shiga Shiga Haruki menjenguk Yamauchi Sakura saat sakit. Perpustakaan sekolah, tempat mereka bercerita dan menghabiskan waktu bersama di sekolah.

Kamar Shiga Haruki, tempat dia berada sebelum bertemu Sakura Yamuchi. Makam Yamauchi Sakura, tempat Shiga Haruki pergi bersama Kyoko, sahabat gadis itu, untuk memberi tahu Yamauchi Sakura bahwa dia menepati janjinya untuk berteman dengan Kyoko. Kafe tempat mereka nongkrong di luar sekolah. Rumah dan kamar di Yamauchi Sakura ketika Shiga Haruki datang untuk mengambil buku yang dipinjamkan Yamauchi Sakura juga di mana dia bertemu ibu Yamauchi Sakura untuk mengambil buku harian yang ditinggalkan gadis itu untuknya.

Sebuah jalan di dekat kompleks Yamauchi Sakura, di mana Shiga Haruki dipukuli karena kesalahpahaman oleh pria yang mencintai Yamauchi Sakura. Lokasi tertentu seperti restoran masakan Jepang, hotel dan tempat wisata adalah tempat-tempat yang masuk dalam daftar keinginan Yamauchi Sakura. Tempat pertemuan Shinkansen temui mereka sebelum berjalan-jalan ke luar kota.

Latar Sosial

Konteks latar sosial dalam buku “I Want Eat Your Pancreas” adalah kehidupan cinta yang penuh dengan cerita tentang kehidupan seorang gadis yang melakukan hal-hal yang berguna untuk dirinya sendiri dan orang lain di saat-saat terakhir hidupnya dan seorang pria yang berusaha mengubah hidupnya untuk lebih baik.

Persahabatan timbal balik mereka memiliki pengaruh yang baik pada kehidupan satu sama lain. Kisah persahabatan di era modern masyarakat Jepang dipenuhi dengan cinta, semangat, perjuangan, ketekunan, kepedulian, dan tanggung jawab. Kemajuan dan modernisasi Jepang digambarkan dalam novel ini dengan adanya sarana transportasi seperti shinkansen, teknologi seperti telepon seluler, bangunan modern seperti hotel dan bar, kopi mewah, dan aktivitas perusahaan Jepang yang ramai.

Penokohan

Shiga Haruki, salah satu karakter utama dalam novel “”I Want Eat Your Pancreas”. Shiga Haruki adalah seorang remaja yang masih duduk di bangku SMA dan memiliki sifat pendiam. Dia selalu menyendiri dan tidak ingin bergaul dengan orang-orang di sekitarnya, tetapi dia adalah anak yang baik, selalu mengikuti aturan dan penuh cinta.

Yamauchi Sakura, juga merupakan karakter utama dari novel “I Want Eat Your Pancreas”. Ia adalah seorang gadis yang merupakan teman sekelas Shiga Haruki, yang memiliki sifat ceria. Yamauchi Sakura menderita kanker pankreas sehingga dokter menyimpulkan bahwa waktu pengobatannya tidak akan lama. Namun dengan semangat, ia mencoba untuk menyesuaikan diri dengan penyakitnya dan melakukan hal-hal yang ia sukai dalam sisa hidupnya bersama Shiga Haruki.

Kyoko, adalah karakter tambahan dari teman Yamauchi Sakura dalam buku tersebut. Ia adalah seorang gadis yang sangat sayang kepada Yamauchi Sakura, hingga sangat protektif terhadap sahabatnya saat Sakura sedang bersama Shiga Haruki.

Ibu Yamauchi Sakura juga merupakan karakter tambahan dalam buku ini. Ibu Yamauchi Sakura memiliki kepribadian yang lembut dan menyenangkan.

Ibu Shiga Haruki adalah karakter tambahan yang menyayangi anaknya. Seorang ibu yang bekerja keras namun tetap memiliki waktu untuk mengurus tumbuh kembang anaknya.

Takahiro adalah tokoh tambahan yang merupakan teman sekelas Shiga Haruki dan Yamauchi Sakura. Ia merupakan seorang pemuda yang selalu tersenyum dan sangat menyukai Yamauchi Sakura. Namun dia memiliki sifat kasar, hal ini terbukti saat dia memukul Shiga Haruki karena tidak suka melihat Shiga Haruki bersama dengan Yamauchi Sakura.

Buku ini juga menampilkan karakter tambahan lainnya seperti ayah Shiga Haruki, teman sekelas Shiga Haruki dan Yamuchi Sakura, staf hotel, pelayan, dan pelanggan restoran tradisional Jepang.

Grameds, demikianlah review buku dengan judul “I Want Eat Your Pancreas” yang merupakan karya dari Sumino Yoru. Jika kalian tertarik dengan buku ini, tentunya kalian dapat membeli buku ini di Gramedia. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas telah menyediakan berbagai buku yang dapat menjadi pilihan kalian. Yuk Grameds, beli bukunya sekarang juga!

Written by Ricky Atthariq