in

Ini Pernyataan Yang Benar Tentang Buku Non Fiksi

Pernyataan Yang Benar Tentang Buku Non Fiksi – Apakah Grameds tertarik menulis buku non fiksi? Tepat sekali, selain buku cerita fiksi, Grameds juga bisa menulis buku non fiksi jiak Grameds memiliki kemampuan menulis yang bagus. Sebelum melakukannya, Grameds harus mengetahui terlebih dahulu pernyataan yang benar tentang buku fiksi adalah dilihat dari ciri- ciri dalam penulisannya.

Ada perbedaan yang mendasar antara buku fiksi dan non fiksi yang perlu Grameds ketahui sebelum menulis buku sehingga tidak melakukan kesalahan. Dalam praktiknya antar fiksi dan non fiksi juga sering dicampur adukkan, maka buku tersebut tidak bisa disebut sebagai buku non fiksi murni karena sudah ada unsur fiksinya di sana, seperti cerita novel sejarah dan sebagainya.

Agar memahami pernyataan yang benar tentang buku non fiksi ini, Grameds bisa simak artikel berikut ini sampai selesai dengan mempelajari pengertian buku non fiksi, ciri- ciri buku non fiksi, bentuk buku non  fiksi, dan jenis- jenis cerita non fiksi:

Pengertian Buku Non Fiksi

Untuk mengetahui pernyataan yang benar tentang buku non fiksi adalah dari pengertiannya, yakni sebuah bentuk buku yang berisi karangan atau tulisan yang sifatnya berupa informasi dan penulisnya memiliki tanggung jawab atas isi kebenaran isi buku tersebut yang diambil dari peristiwa, orang, tempat atau fakta informasi di dalam buku tersebut.

Itulah sebabnya dalam menyusun isi buku non fiksi membutuhkan riset dan penelitian yang serius untuk mendapatkan informasi , data- data dan kebenaran atau fakta yang akurat tentang peristiwa atau permasalahan yang akan di tulis di dalam buku non fiksi. 

Selain itu, pernyataan yang benar tentang buku non fiksi adalah penggunaan bahasanya yang harus logis dan dapat diterima oleh nalar pembaca, yakni bahasa formal bukan bahasa informal.

Dalam praktiknya buku non fiksi sangat berbeda dengan buku yang berisi cerita fiksi karena penulis buku fiksi tidak membutuhkan keakuratan tentang isi buku yang mereka tulis alias boleh hasil karangan penulis sendiri. Perbedaan antara isi buku fiksi dan non fiksi bisa Grameds pahami lewat ciri- cirinya yang bisa menunjukan pernyataan yang benar tentang non fiksi adalah sebagai berikut:  

Ciri- ciri Buku Non Fiksi

1. Menggunakan Bahasa Yang Baku Atau Formal                                                                                                                    

Ciri pertama dari pernyataan yang benar tentang buku non fiksi adalah terletak pada bentuk penyampaiannya yang menggunakan bahasa formal, yakni pada bagian judul bukunya tidak menggunakan bahasa gaul atau bahasa yang tidak baku. 

Bahasa formal dalam penggunaan tata bahasa yang sesuai dengan kaidan bahasa Indonesia yang benar dan bukan merupakan bahasa tulis gaul, alay ataupun bahasa kekinian yang sedang booming digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari penggunaan bahasanya tersebut maka bisa dikatakan bahwa isi buku nonfiksi bersifat serius. Namun pada beberapa kasus ada pula beberapa buku non fiksi yang menggunakan bahasa yang santai ringan, seperti buku motivasi dan buku referensi yang memang bertujuan untuk menyampaikan informasi sederhana agar lebih mudah dipahami pembaca.

Meskipun menggunakan bahasa yang ringan dan cenderung santai, namun buku non fiksi tersebut tetap menggunakan bahasa yang sesuai kaidah bahasa baku.                                                                                                                                        

Saat melakukan proses penulisan buku non fiksi, penulis perlu mengikuti beberapa peraturan dari setiap penerbit karena SOP penulisan setiap penerbit bisa memiliki perbedaan satu sama lainnya. Contohnya penerbit akan menerima buku jika isinya menggunakan bahasa baku dan ide tulisan yang belum pernah diterbitkan sebelumnya ataupun sudah pernah diluncurkan.

Namun dalam praktiknya ada juga penerbit yang mau menerima naskah buku non fiksi yang menggunakan bahasa lebih santai atau sesuai gaya bahasa dari penulis itu sendiri. Namun secara umum dari segi penyampaian semua buku non fiksi haruslah menggunakan puebi yang benar. Jadi buku non fiksi bisa tergantung dari kebijakan penerbit masing-masing.

2. Menggunakan Bahasa Yang Denotatif

Buku non fiksi menggunakan bahasa yang denotatif yang merupakan penggunaan kata yang didasarkan pada penunjukan yang lugas di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu. Bahasa denotatif juga bersifat objektif dalam sebuah teks.

Denotatif dan objektif memiliki definisi yang hampir sama, yakni denotatif adalah makna dengan pengertian sedangkan objektif adalah sesuai dengan aslinya.  Yang dimaksud dengan apa adanya adalah isi buku tidak disertai dengan perasaan atau pemikiran penulis tanpa menimbulkan nilai rasa tertentu.

banner-promo-gramedia

Apa yang ditulis dalam buku non fiksi berguna untuk menyampaikan informasi secara lengkap, atau bersifat to the point atau tegas. Para penulis buku non fiksi menggunakan bahasa denotatif  untuk  memberikan informasi kepada pembaca yang tidak dibuat-buat. Buku non fiksi hanya berisi informasi yang tidak berbelit-belit dan juga memberikan stimulan dan inspirasi kepada pembaca.

3. Isi Buku Berkaitan Tentang Faktual Atau Aktual

Isi buku non fiksi adalah bersifat fakta dan faktual sesuai dengan data yang didapatkan dari lapangan atau penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Sifat buku fiksi yang faktual bisa membuat pembaca memperoleh manfaat dari informasi yang diberikan.

Ada beberapa jenis buku non fiksi seperti buku bahan mengajar, motivasi dan buku referensi. Dari beberapa jenis buku tersebut, semuanya memiliki karakteristik berbeda, dan memiliki satu esensi yang sama, yaitu buku imajinatif tanpa sumber.

4. Bentuk Tulisannya Bersifat Ilmiah Populer

Tulisan buku cerita non fiksi dikatakan dengan gaya penulisan ilmiah populer atau disesuaikan dengan ketentuan puebi. Artinya tulisan dalam buku non fiksi tidak selalu kaku namun juga bersifat Ilmiah populer yang penyajiannya menggunakan bahasa yang sesuai dengan data yang diambil. Yakni sesuai dengan kajian ilmu tertentu, survey penelitian di lapangan, dan  daftar pustaka yang mengacu pada referensi sumber yang sama.

Sumber yang ada dalam buku non fiksi tidak secara langsung ditulis ulang apa adanya saja. Melainkan, disesuaikan dengan keseluruhan isi buku dengan proses pemilihan diksi atau kata yang cocok dan sesuai dengan cara ditulis kembali menggunakan gaya bahasa penulis. Penulis biasanya akan mengkombinasi ide lama dari sumber referensi tertentu kemudian dipadu padankan dengan ide yang mereka miliki.

5. Isi Buku Diambil Dari Yang Sudah Ada Ataupun Hasil Penemuan

Kehadiran beberapa buku non fiksi biasanya bertujuan untuk menyempurnakan atau memperbaiki ide dari penulis-penulis sebelumnya yang pernah membuat naskah non fiksi tersebut. Itulah sebabnya penulis yang menulis tema, isi, ide cerita yang sejenis atau dalam satu kajian yang sama maka perlu menggunakan bahasa yang berbeda dan mengembangkan isi buku tersebut.

Pada beberapa penerbit bahkan memiliki kriteria untuk menyerahkan naskah yang memiliki ide baru yang menarik dan tidak sama persis dengan naskah buku yang sudah pernah terbit.

Itulah sebabnya Grameds tidak boleh sembarangan memberi naskah pada penerbit agar tulisan kalian bisa dicetak oleh para penerbit besar. Berdasar ciri-ciri di atas menunjukan pernyataan yang benar tentang buku non fiksi adalah diidentifikasi dari unsur-unsur tersebut dalam membuat karya tulis. Grameds bisa mempelajari unsur- unsur tersebut dan mengaplikasikan dalam menulis agar bisa menghasilkan buku non fiksi yang baik dan berkualita.  

tombol beli buku

Bentuk Buku Non Fiksi

Selain ciri- ciri, Grameds bisa mengamati pernyataan yang benar tentang buku non fiksi adalah berdasarkan bentuk seperti berikut ini:

1. Buku Biografi Atau Riwayat Hidup

Buku yang berisi riwayat hidup seseorang adalah salah satu bentuk tulisan yang berisi perjalanan hidup seseorang baik ditulis sendiri maupun ditulis oleh orang lain dalam sebuah buku. Buku biografi menjadi salah satu bentuk buku non fiksi karena isinya bukanlah rekayasa atau hasil imajinasi penulis, melainkan benar- benar terjadi dan menjadi kisah perjalan seseorang, misalnya tokoh politik, tokoh terkenal, orang hebat dan sebagainya. 

2. Buku Kumpulan Esai

Esai adalah bentuk karangan atau tulisan yang berisi pembahasan suatu fenomena atau masalah dari sudut pandang pribadi si penulis. Meskipun hasil pemikiran penulis sendiri namun karangan esai biasanya dibuat berdasarkan fakta yang terjadi dilapangan dimana sang penulis menulis fenomena tersebut dan menuliskan komentarnya akan hal tersebut.

Tak jarang esai yang sifat subjektif memerlukan data-data untuk menguatkan argumen penulis dalam esai tersebut. Untuk membahas satu fenomena tertentu biasanya esai hanya berisi beberapa halaman dan biasanya buku kumpulan esai ini diterbitkan berdasarkan karya satu penulis atau beberapa esai yang memiliki tema yang sama. 

3. Buku Hasil Karya Tulis Ilmiah

Hasil Karya Tulis Ilmiah yang diperoleh dari kegiatan menulis yang menerapkan konvensi ilmiah seperti skripsi, tesis, makalah, jurnal, artikel hasil penelitian atau kertas kerja bisa diterbitkan sebagai buku.

Hasil karya ilmiah tersebut biasanya memiliki tujuan dan hasil temuan yang dibutuhkan banyak orang sehingga berpotensi jika diterbitkan sebagai buku. Dalam praktiknya karya ilmiah ini sebagai sudah memiliki cara publikasinya sendiri yakni lewat artikel ilmiah, namun penulis bisa membuat bahan karya ilmiah tersebut sebagai buku. 

4. Buku Catatan Dokumenter

Buku yang berisi cerita sejarah adalah bentuk tulisan yang bercerita tentang masa lalu suatu objek berdasarkan kisah nyata. Bahkan hasil buku sejarah dokumenter ini juga banyak yang diangkat ke layar lebar sebagai film. 

tombol beli buku

Jenis- Jenis Cerita Non Fiksi

Grameds bisa menentukan pernyataan yang benar tentang buku non fiksi adalah dari jenis ceritanya. Berikut ini jenis- jenis cerita non fiksi yang perlu Grameds ketahui sebelum menulis buku non fiksi: 

1. Non Fiksi Murni

Penulisan jenis ini disusun atau dibuat dengan pembahasan yang benar- benar asli atau benar terjadi. Saat penulis mengembangkan cerita non fiksi murni maka perlu memberikan bukti berupa data- data yang orisinal dan juga bisa dipertanggung jawabkan. Jenis tulisan non fiksi murni adalah karangan yang bersifat ilmiah seperti skripsi, jurnal, makalah, riwayat hidup seseorang. 

2. Non Fiksi Kreatif

Cerita Non fiksi kreatif juga menyertakan bukti- bukti berupa data yang orisinal dan dikembangkan menjadi sebuah karangan yang lebih luas dan imajinatif. Contoh cerita non fiksi kreatif adalah berupa tulisan yang ada pada karya jurnalisme sastra seperti artikel dan berita feature.

banner-promo-gramedia

Dalam praktiknya struktur non fiksi tidak sama dengan cerita fiksi yakni sebagai berikut:

  • Orientasi adalah bagian tulisan yang berisi tentang pengenalan tokoh yang ada dalam cerita dan menjelaskan isi teks isi cerita
  • Rangkaian tulisan berisi peristiwa yang runtut terjadi dalam cerita, yakni dimulai dari awal sampai akhir permasalahan, itulah sebabnya sering menggunakan alur maju
  • Reorientasi adalah bagian akhir cerita yang berisi kesimpulan suatu cerita dan penutup. Bagian ini biasanya berisi saran dan pesan moral yang bisa diambil dari sisi positif teks cerita non fiksi tersebut

Cara Membuat Karangan Cerita Non Fiksi

Setelah Grameds sudah memahami pernyataan yang benar tentang buku non fiksi adalah kajian ilmu tertentu maka bisa mulai membuat karangannya. Tidak jauh berbeda dengan membuat buku atau karya fiksi, buku non fiksi juga memerlukan kerja- kerja kreatif dalam prosesnya sehingga bisa dinikmati pembaca. Berikut ini Grameds bisa perhatikan cara membuat buku non fiksi dari awal sampai terbit sampai ke tangan pembaca: 

  1. Mencari Ide Kreatif juga diperlukan saat menulis buku non fiksi. Grameds bisa melakukannya dengan membuat coretan konsep apa yang menarik untuk ditulis. Dari ide fenomena itulah Grameds bisa mulai menggali informasi dan data untuk membahas topik tersebut.berdasarkan ide tersebut Grameds juga bisa menentukan tujuan atau target pembaca agar buku tersebut jadi bacaan yang cocok atau sesuai dengan usia dan golongan tertentu.  
  2. Mengumpulkan Referensi dari berbagai sumber sesuai ide yang Grameds temukan dan susun terkait isi cerita yang akan ditulis. Dalam tahap ini Grameds perlu melakukan riset, observasi dari berbagai sumber informasi seperti buku, koran atau bentuk jurnal- jurnal yang sifatnya ilmiah.  
  3. Membuat Konsep Yang Akan Ditulis dalam buku non fiksi  adalah langkah selanjutnya setelah Grameds berhasil mengumpulkan data terkumpul. Buat konsep buku mulai menyusun bab, sub bab atau bisa menyusun konsep dengan membuat draft pertanyaan- pertanyaan dari isi buku.dalam tahap ini Grameds sudah harus menentukan tema buku non fiksi tersebut secara lebih spesifik, seperti sejarah, motivasi atau karangan ilmiah.
  4. Pilih Gaya Bahasa sesuai konsep yang sudah dibuat. Grameds perlu memperhatikan
  5. penulisan dengan gaya bahasa, yakni disesuaikan dengan puebi karena hal ini yang akan dipertimbangkan penerbit apakah naskah tersebut layak atau tidak untuk diterbitkan. Bahasa ini juga yang akan dirasakan pembaca pertama kali, jadi gunakan bahasa yang sesuai dengan rencana membuat buku tersebut agar menghasilkan karya yang lebih maksimal. 
  6. Masukan Data Pendukung dengan beberapa sumber pendukung seperti sebuah kejadian, contoh aplikasi, foto, gambar, dan lainnya.
  7. Lengkapi Bagian- Bagian Buku seperti menuliskan daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, pendahuluan, isi, daftar pustaka, indeks, dan profil singkat penulis di dalam buku. jika buku non fiksi tersebut memiliki gambar, istilah-istilah ilmiah maka di dalam karangan tersebut harus ada indeks untuk memudahkan pembaca memahami maksud dari istilah yang penulis gunakan. Itulah sebabnya kelengkapan naskah itu penting dalam buku non fiksi yang sifatnya lebih serius dan sering kali banyak pengetahuan baru dan lumayan sulit dimengerti. 
  8. Memilih Judul yang Tepat karena judullah yang pertama kali dilihat oleh pembaca sehingga harus dibuat semenarik mungkin. Pilihlah judul dan kata atau diksi yang menarik namun tetap mewakili isi naskah, terlihat eye catching, dan bisa mengundang rasa penasaran calon pembaca. 
  9. Memeriksa Kembali Tulisan setelah proses menulis buku non fiksi selesai.  
  10. Menyerahkan Kepada Penerbit  setelah naskah sudah selesai dan sudah melalui tahapan self-editing. Jika Grameds sudah yakin dengan semua isi buku tersebut maka langkah terakhir adalah mengirimnya ke penerbit mayor atau secara indie.  

Nah, itulah penjelasan tentang pernyataan yang benar tentang buku non fiksi adalah berisi informasi yang benar- benar terjadi yang bukan merupakan hasil imajinasi penulisnya namun peristiwa yang sudah jelas kebenarannya. Setelah mengetahui pernyataan yang benar tentang buku non fiksi, apakah Grameds tertarik untuk menulisnya? Grameds bisa kunjungi koleksi buku Gramedia di www.gramedia.com untuk belajar menulis dan menemukan referensi buku non fiksi seperti rekomendasi buku berikut ini: Selamat belajar. #SahabatTanpabatas. 

tombol beli buku

 

 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Lala Nilawanti