in ,

Alat Musik Marakas: Pengertian, Sejarah, dan Alat Musik Ritmis Lainnya

Alat Musik Marakas – Apakah Grameds tahu akan adanya alat musik bernama marakas? Apabila Grameds kerap menonton kartun Upin Ipin di stasiun televisi swasta, pasti tahu bahwa alat musik ini kerap digunakan oleh para tokoh pada kartun tersebut! Yap, bentuk alat musik ini hampir mirip dengan permen, dengan gagang panjang sebagai pegangan dan musik akan keluar pada bagian yang berbentuk bulat lonjong.

Sebenarnya alat musik ini berasal dari wilayah Afrika, tetapi sepanjang perkembangan zaman menyebabkan alat musik tersebut dikenal oleh banyak negara dan digunakan oleh seluruh kalangan masyarakat. Lalu sebenarnya apa sih alat musik marakas itu? Bagaimana pula sejarah perkembangan dari alat musik ini? Apakah marakas ini termasuk dalam alat musik ritmis sebab tidak dapat membunyikan nada-nada tertentu?

Nah, supaya Grameds tidak bingung akan apa itu marakas dan bentuknya, yuk simak ulasan berikut ini!

https://www.pexels.com/

Apa Itu Alat Musik Marakas?

Pada dasarnya, alat musik bernama marakas ini termasuk dalam bagian alat musik ritmis ya Grameds sebab tidak dapat membunyikan nada-nada tertentu, sehingga hanya digunakan sebagai pengiring irama sekaligus pengatur tempo lagu.

Alat musik marakas juga memiliki berbagai sebutan asing, misalnya Maracax’a, Maraca’, dan Mbara’ka. Dalam musik salsa, cuba, charanga, hingga rumba selalu menjadikan alat musik marakas sebagai pengiring utamanya. Tidak hanya itu saja, bahkan dalam sebuah pertunjukan band besar dan orkestra juga akan menggunakan alat musik ini, terutama yang telah mendapatkan pengaruh dari musik Latin.

Material dari sebuah alat musik marakas pada umumnya terbuat dari labu kering atau kulit hewan kering yang kemudian dijahit. Namun, ada beberapa marakas juga yang dibuat dari bahan kayu, batok kelapa, jerami, plastik, hingga sejenis buah squash. Di dalam marakas nantinya akan diisi oleh biji-bijian supaya dapat beresonansi dengan kulit luarnya. Isian marakas ini bergantung pada pembuatnya, sehingga tidak ada jumlah pastinya. Selanjutnya, pada setiap marakas pasti akan terdapat sebuah batang atau tongkat kayu berbentuk silinder sebagai pegangan ketika memainkan alat musik tersebut.

Bentuk dan ukuran marakas juga beragam, ada yang berbentuk layaknya apel besar, telur kecil, dan lonjong. Perbedaan bentuk dan ukuran marakas ini biasanya bergantung pada kegunaannya di setiap negara. Misalnya di negara Venezuela, alat musik marakas akan berukuran kecil, sementara di Amerika Selatan alat musik marakasnya berukuran sedang. Dari bentuk dan cara pembuatannya yang lebih sederhana dibandingkan dengan alat musik lainnya membuat banyak orang berpikir bahwa alat musik marakas tidak terlalu penting. Padahal, keberadaan alat musik marakas ini berperan penting lho untuk mengiringi musik, yakni sebagai penyeimbang irama ketukan.

Contohnya di negara Venezuela, keberadaan alat musik marakas dianggap penting bahkan memiliki sebutan khusus yakni Joropo. Joropo ini nantinya akan dimainkan dalam tempo 6/8 dan 3/4 , yang biasanya disebut dengan Virtuoso.

Pada zaman sekarang ini, alat musik marakas justru sangat disukai oleh anak-anak sebab bentuknya yang kecil dan sederhana, sekaligus memiliki batang kayu sebagai genggamannya. Lagipula, cara memainkan alat musik marakas tidak begitu sulit, sehingga anak-anak sekalipun akan mudah ketika menggunakannya. Tidak hanya itu saja, apabila kemampuan anak-anak dalam memainkan alat musik marakas ini terus-menerus dikembangkan, maka aspek seni pada anak juga akan berkembang.

Bagaimana Sejarah Alat Musik Marakas?

Alat musik marakas ini sebenarnya berasal dari daerah Afrika. Pada zaman dahulu, alat musik ini dimainkan secara tunggal bukan bersama-sama dengan alat musik lainnya, terutama sebagai media penyembuhan dalam prosesi ritual. Penggunaan alat musik marakas sebagai bagian dari prosesi ritual tidak hanya dilakukan di daerah Afrika saja, tetapi juga di Amerika Selatan dan Karibia. Pada ritual Afro-Kuba, alat musik marakas ini menjadi bagian penting khususnya pada upacara penyembuhan atau biasa disebut sebagai Santeria.

Sementara itu di Chili, suku Araucanian khususnya para dukun perempuan juga menggunakan alat marakas sebagai bagian dari upacara penyembuhan, yakni yang terbuat dari labu kering dengan material penutup berbahan tenunan. Kemudian ada juga ritual agama yang dilaksanakan oleh suku Indian Kuno pra-Columbus, akan selalu menggunakan alat musik marakas sebagai bagian pentingnya.

Seiring pada perkembangan zaman, alat musik marakas ini tentu akan menyebar ke wilayah lain, terutama ketika para pedagang yang berasal dari daratan Eropa dan Afrika mulai berkeliling dunia, salah satunya menuju ke wilayah Nusantara. Material utama dalam pembuatan alat musik marakas ini bergantung pada sumber daya alam di suatu wilayah, ada yang menggunakan labu kering, kayu, batok kelapa, buah squash, hingga plastik.

Berhubung zaman telah berkembang yang mana musik juga tidak ditujukan pada prosesi ritual saja, maka penggunaan alat musik marakas turut digunakan dalam mengiringi musik Latin. Dalam musik Latin Salsa, alat musik marakas yang digunakan adalah berukuran sedang dan besar, terutama ketika tengah melaksanakan karnaval terbuka.

Pada genre musik Reggae yang mana telah berkembang pesat di seluruh dunia, juga masih menggunakan alat musik marakas ini sebagai instrumen untuk mengaransemen lagu-lagunya. Sebut saja tokoh musik Reggae seperti Bob Marley and The Wailers, UB40, Manu Chao, hingga Big Mountain pasti akan selalu menjadikan alat musik marakas sebagai instrumen utamanya. Meskipun genre musik Reggae juga telah masuk di Indonesia, tetapi beberapa musisi Reggae Indonesia belum menjadikan alat musik marakas ini sebagai instrumen utama dalam mengaransemen musiknya.

Bagaimana Cara Memainkan Alat Musik Marakas?

https://www.pexels.com/

Cara memainkan alat musik marakas ini sebenarnya cukup sederhana, sebab tidak membutuhkan keterampilan khusus seperti ketika memainkan alat musik lainnya. Nah, berikut cara memainkan alat musik marakas yang perlu Grameds ketahui.

  • Usahakan memilih alat musik marakas dengan jumlah dua, satu untuk digenggam tangan kanan dan satunya lagi untuk digenggam tangan kiri. Namun, kamu juga bisa kok memilih jumlah alat musik musik sesuai dengan kebutuhan. Pertimbangkan pula ukuran dan bahan dari alat musik tersebut.
  • Genggam alat musik marakas pada bagian genggamannya secara benar. Posisi alat musik ini harus terlihat tegak lurus dengan bagian kepala marakas berada di atas.
  • Goyangkan alat musik marakas secara cepat, dapat ke arah atas menuju arah bawah. Ketika hendak menambahkan kecepatan dalam goyangannya, kepala marakas harus tetap berada di atas dengan keadaan tegak lurus.
  • Kamu dapat juga melakukan improvisasi tempo atau dikombinasikan dengan tarian sederhana.

Apa Fungsi Musik Bagi Kelangsungan Hidup Manusia?

Grameds pasti sudah tahu bahwa keberadaan musik dalam kehidupan manusia sehari-hari ini sangat berperan besar. Bahkan musik juga menjadi bagian dari kebudayaan di seluruh bangsa di dunia, yang mana untuk memenuhi kebutuhannya akan sebuah keindahan. Musik tidak akan lepas dari peran alat musiknya, jenis apapun itu. Sebab, alat musik akan memberikan iringan nada pada musik sepenuhnya. Berdasarkan buku The Anthropology of Music, terdapat 10 fungsi dari musik bagi kelangsungan hidup manusia, yakni:

1. Fungsi Penghayatan Estetis

Fungsi yang satu ini berkenaan dengan pernyataan bahwa musik adalah suatu bentuk karya seni. Maka dari itu, melalui musik kita dapat merasakan nilai-nilai keindahan baik pada melodinya maupun unsur musik lainnya.

2. Fungsi Pengungkapan Emosional

Musik berfungsi sebagai suatu media bagi manusia dalam upayanya untuk mengungkapkan perasaan sekaligus emosi yang dimilikinya.

3. Fungsi Reaksi Jasmani

Umumnya, jika sebuah musik dimainkan maka secara tidak langsung akan merangsang sel-sel saraf manusia sehingga mampu menyebabkan tubuh kita akan bergerak mengikuti irama musik tersebut. Apabila tempo musiknya cepat, maka gerakan tubuh kita juga akan cepat dan sebaliknya. Contohnya adalah ketika kita bergoyang mengikuti irama musik dangdut.

4. Fungsi Hiburan

Fungsi yang satu ini mengacu pada pengertian bahwa unsur-unsur dari sebuah musik pasti akan bersifat menghibur, baik itu dari melodi, tempo, hingga liriknya.

5. Fungsi Norma Sosial

Musik juga dapat berfungsi sebagai media pengajaran terutama pada hal norma atau peraturan yang berlaku di masyarakat. Penyampaiannya biasanya melalui lirik lagu.

6. Fungsi Kesinambungan Budaya

Fungsi ini hampir sama dengan yang sebelumnya. Yakni dalam musik juga akan berisikan ajaran-ajaran yang sesuai dalam sistem kebudayaan, ditujukan terutama kepada generasi selanjutnya.

7. Fungsi Komunikasi

Sebuah musik yang berlaku di suatu daerah pasti mengandung isyarat-isyarat khusus yang berkenaan dengan kebudayaan yang berlaku. Isyarat-isyarat tersebut biasanya hanya akan diketahui oleh masyarakat pendukung kebudayaan tersebut, baik dari lirik maupun melodinya.

8. Fungsi Perlambangan

Musik juga dapat memberi perlambangan akan suatu hal. Misalnya pada tempo musik, untuk tempo musik lambat maka akan dilambangkan akan hal-hal menyedihkan, sehingga secara tidak langsung memberikan pengertian bahwa musik bertempo lambat adalah lambang dari kesedihan.

9. Fungsi Pengesahan Lembaga Sosial

Dalam fungsi ini biasanya akan berkenaan pada suatu kegiatan upacara. Maksudnya adalah musik dapat menjadi unsur penting dalam bagian kegiatan upacara, sehingga bukan hanya sebagai pengiring saja.

10. Fungsi Pengintegrasian Masyarakat

Dalam fungsi ini, musik mampu mengintegrasi anggota masyarakat di suatu daerah. Jika suatu musik dimainkan secara bersama-sama oleh para anggota masyarakat, tanpa disadari akan timbul rasa kebersamaan antara mereka.

Mengenal Alat Musik Ritmis Lainnya

Perlu Grameds ketahui bahwa alat musik ritmis adalah alat musik yang tidak menghasilkan nada diatonis maupun pentatonis. Meskipun alat musik jenis ini tidak bernada, justru tetap berperan penting dalam memberikan ketukan dan birama ketika mengiringi sebuah musik. Nah, marakas juga merupakan bagian dalam jenis alat musik ritmis ini lho… Lalu, apakah alat musik ritmis itu hanya marakas saja? tentu saja tidak. Cukup banyak “rekan seperjuangan” dari marakas ini untuk mengiringi suatu perhelatan musik. Apa saja ya? Berikut beberapa alat musik ritmis dan penjelasannya:

1. Drum

Alat musik ritmis ini termasuk dalam kategori alat musik modern, sebab biasanya digunakan dalam sebuah pertunjukan musik masa kini. Buktinya, 90% dari lagu-lagu top baik itu di Indonesia maupun mancanegara, pasti akan menggunakan drum sebagai instrumen pengiringnya. Menurut beberapa referensi, alat musik ritmis drum ini berasal dari China yang kemudian berkembang. Drum satu set alias drum set dapat terbagi menjadi 3 perangkat yang biasanya akan dipasang menjadi satu kesatuan, yakni:

  • Drum, bagiannya berupa bass drum, snare drum, floor tom, tom-tom.
  • Simbal, bagiannya berupa: ride cymbal, crash cymbal, hi-hat, chinese splash.
  • Perangkat keras, bagiannya berupa: cymbal, tiang, pedal bass/kick, bangku sebagai tempat duduk, pedal hi-hat.

2. Rebana

Rebana adalah alat musik ritmis tradisional yang berbentuk pipih dan bundar, biasanya dibingkai dengan kayu yang telah dibubut. Permukaan rebana dibuat dari kulit hewan, umumnya menggunakan kulit kambing yang diregangkan. Cara memainkannya cukup sederhana, yakni dengan dipukul menggunakan telapak tangan. Alat musik rebana berasal dari Timur Tengah, sementara suku Melayu hanya mempopulerkannya di Nusantara.

3. Tamborin

Tamborin adalah salah satu jenis alat musik ritmis modern yang biasanya digunakan untuk mengiringi lagu dengan irama riang. Tamborin terbuat dari logam yang berbentuk lingkaran, yang mana setiap sisinya akan terpasang rangkap logam tipis bulat. Dari rangkap logam itulah yang membuat tamborin menghasilkan bunyi, terutama ketika digoyang-goyangkan.

Alat musik tamborin berasal dari Eropa, khususnya dari kelompok musik tentara Turki yang bernama Janissaries.

4. Kastanyet

Alat musik ritmis tradisional ini biasanya digunakan untuk mengiringi tarian-tarian dari Spanyol. Kastanyet terdiri atas kepingan kayu yang keras dan berbentuk cekung. Cara memainkannya cukup sederhana, yakni dengan menepuk-nepuk kastanyet di tangan kiri dan tangan kanan kita.

5. Gendang

Alat musik ritmis tradisional ini populer di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah yang biasanya digunakan untuk mengatur ritme atau irama dari sebuah lagu. Cara memainkannya hanya dipukul pada bagian kedua sisinya saja dengan tangan, tanpa menggunakan alat tambahan apapun.

Gendang ini umumnya dibuat dari kayu nangka, cempedak, kelapa, atau yang paling berkualitas baik adalah mahoni. Sementara pada bagian permukaannya yang memberikan nada rendah itu (disebut dengan bam) dibuat dari kulit kerbau, sementara pada bagian permukaan yang memberikan nada tinggi (disebut dengan chang) dibuat dari kulit kambing. Hingga saat ini, gendang digunakan sebagai alat musik pengiring dalam upacara adat iring-iringan pengantin, menyambut tamu, hingga pencak silat.

6. Triangle

Sesuai dengan namanya, maka alat musik ritmis modern ini berbentuk segitiga dan terbuat dari logam. Alat musik triangle ini ketika dimainkan akan menghasilkan bunyi yang sangat nyaring dan tinggi. Menurut beberapa sumber, alat musik triangle sudah dikenal masyarakat sejak abad ke-16. Namun tidak diketahui secara pasti siapa penciptanya dan asal tempatnya.

Sementara itu dalam sejarah musik klasik, alat musik triangle sudah kerap dimainkan oleh masyarakat terutama pada orkestra klasik Barat di abad ke-18. Musisi terkenal yang kerap menggunakan alat musik ini sebagai bagian dari musik klasik adalah Beethoven, Haydn, dan Mozart.

Cara memainkan alat musik triangle ini cukup mudah, yakni hanya dengan memegang tangkainya saja dengan salah satu tangan. Kemudian, tangan yang lain akan memukul bagian triangle menggunakan besi pemukul khusus.

Nah, itulah ulasan mengenai alat musik marakas yang sudah ada sejak zaman dahulu. Apakah Grameds pernah memainkan alat musik ini?

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Baca Juga!

Written by Rifda Arum