in

Contoh Lagu Nusantara Beserta Maknanya

Lagu Nusantara – Lagu nusantara sebagai salah satu peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia yang begitu berharga. Oleh karena itu, lagu nusantara merupakan tanggung jawab kita sebagai generasi selanjutnya untuk melestarikan hasil budaya daerah, termasuk diantaranya lagu daerah.

Total lagu daerah di Indonesia juga kurang lebih 439 dengan menggunakan bahasa daerah masing-masing. Meski menggunakan bahasa daerah yang berbeda, tak bisa dipungkiri jika suatu lagu daerah kemudian akan menjadi populer hampir di setiap wilayah Indonesia.

Hal ini dapat terjadi karena sifat lagu daerah yang turun temurun serta memiliki lirik yang sederhana, sehingga mudah untuk dihafalkan. Biasanya, lagu daerah kemudian mencerminkan alam maupun kehidupan masyarakat di daerah tersebut.

Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan lagu nusantara atau lagu daerah? Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih lanjut tentang pengertian dan contoh lagu nusantara.

Pengertian Lagu Nusantara atau Lagu Daerah

pixabay

Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan merupakan lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu serta menjadi populer dan dinyanyikan dengan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya, pengarang atau pencipta lagu daerah tidak diketahui atau lebih dikenal dengan istilah No Name (NN).

Lagu kedaerahan mirip dengan lagu kebangsaan, tetapi statusnya hanya bersifat kedaerahan saja serta ditulis sebagai lagu dari sebuah daerah. Lagu kedaerahan juga memiliki lirik sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing seperti diantaranya tondok kadadingku dari Sulawesi Selatan serta Rasa Sayange dari Maluku.

Lagu daerah atau musik daerah ini kemudian biasanya muncul dan dinyanyikan ataupun dimainkan pada tradisi-tradisi tertentu dari masing-masing daerah, misalnya pada saat menemani anak agar cepat tidur, permainan anak-anak, hiburan rakyat, pada pesta rakyat, perjuangan rakyat, dan lain sebagainya.

Lagu kedaerahan juga akan merujuk kepada sebuah lagu yang mempunyai irama khusus bagi sebuah daerah. Terdapat juga lagu-lagu kedaerahan yang kemudian telah menjadi populer di seluruh negara hasil penyiaran oleh televisi serta radio.

Ciri-Ciri Lagu Daerah

Beberapa ciri khas lagu daerah, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Menceritakan mengenai berbagai keadaan lingkungan ataupun budaya masyarakat setempat yang sangat dipengaruhi juga oleh adat istiadat setempat.
  • Bersifat sederhana, sehingga untuk mendalami lagu daerah tidak dibutuhkan pengetahuan musik yang cukup mendalam seperti diantaranya saat membaca dan menulis not balok.
  • Jarang diketahui pengarangnya.
  • Di dalamnya terkandung berbagai macam nilai kehidupan, seperti lingkungan hidup, kebersamaan, dan sebagainya.
  • Lagunya sulit dinyanyikan oleh orang lain yang berasal dari luar daerah. Hal ini karena kurangnya penguasaan dialek atau bahasa setempat sehingga penghayatannya kurang maksimal.

Contoh Lagu-Lagu Daerah

Lagu daerah populer masyarakat Indonesia kebanyakan mempelajari lagu daerah serta kesenian tradisional ketika mengenyam bangku sekolah. Nah, di bawah ini ada beberapa lagu daerah yang harus kamu ketahui.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Apuse (Papua) 

Lirik: 

Apuse kokon dao

Yarabe soren doreri

Wuf lenso bani nema baki pase

Apuse kokon dao

Yarabe soren doreri

Wuf lenso bani nema baki pase

Arafabye aswarakwar

Arafabye aswarakwar

Makna: 

Apuse merupakan lagu daerah asal Papua tentang seorang cucu yang hendak berpamitan kepada kakek serta neneknya karena dia akan merantau ke Teluk Doreri, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Lirik “apuse kokon dao yarabe soren doreri” juga menyatakan momen ketika pemuda tersebut berpamitan dengan kakek neneknya.

“Wuf lenso bani nema baki pase” berarti pegang sapu tangan serta melambaikan tangan. Hingga kemudian kakek serta neneknya menjawab “Arafabye aswarakwar” yang artinya “kasihan aku, selamat jalan cucuku”. Ternyata makna lirik dari lagu yang cukup familiar di telinga kita ini juga cukup mendalam ya.

Sajojo (Papua) 

Lirik: 

Sajojo, sajojo

Yumanamko misa papara

Samuna muna-muna keke

Samuna muna-muna keke

Sajojo, sajojo

Yumanamko misa papara

Samuna muna-muna keke

Samuna muna-muna keke

Kuserai, kusaserai, rai-rai-rai-rai

Kuserai, kusaserai, rai-rai-rai-rai

Inamgo mikim ye

Kia sore, kiasa sore, ye-ye

Inamgo mikim ye

Kia sore, kiasa sore

Makna: 

“Sajojo” merupakan salah satu lagu daerah populer yang berasal dari provinsi Papua. Ini merupakan lagu yang berkisah tentang seorang perempuan desa yang begitu cantik, ia juga dicintai oleh kedua orang tuanya serta banyak laki-laki yang kemudian mendambakannya.

Biasanya, masyarakat Papua juga akan menyanyikan lagu ini sambil menari dengan penuh ceria. Gerakan tari ini juga cukup mudah, ada loncatan, kemudian bergerak ke depan, belakang, serta ke kiri, ke kanan, dengan ritme yang kompak dengan penari lainnya.

Yamko Rambe  (Papua)

Lirik: 

Hee yamko rambe yamko aronawa kombe

Hee yamko rambe yamko aronawa kombe

Teemi nokibe kubano ko bombe ko

Yuma no bungo awe ade

Teemi nokibe kubano ko bombe ko

Yuma no bungo awe ade

Hongke hongke hongke riro

Hongke jombe jombe riro

Hongke hongke hongke riro

Hongke jombe jombe riro

Makna: 

Meski memiliki irama yang bahagia serta energik, lagu “Yamko Rambe Yamko” kemudian menceritakan tentang daerah-daerah di Papua yang akan mengalami perang suku. Meski begitu, asal usul lagu ini kemudian masih diperdebatkan.

Beberapa orang asal Papua, Arie Kriting salah satunya, kemudian menyatakan bahwa lagu ini juga bukan berasal dari salah satu bahasa Papua. Namun, menurut musisi senior, Yan Petrus Tagai, “Yamko Rambe Yamko” kemudian berasal dari Lembah Grime, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Dia juga mengatakan jika “Yamko Rambe Yamko” ialah lagu pengiring permainan sakral bernama “Kasep”.

Terlepas dari perdebatan di masyarakat, The Resonanz Children’s Choir pada tahun 2017 kemudian berhasil membawakan lagu ini serta memenangkan juara umum dalam kompetisi paduan suara di Roma.

Potong Bebek Angsa (Nusa Tenggara Timur) 

Lirik: 

Potong bebek angsa masak di kuali

Nona minta dansa dansa empat kali

Sorong ke kiri sorong ke kanan, lalalala lalalala lalalala

Sorong ke kiri sorong ke kanan, lalalala lalalala lalalala

Makna: 

Lagu daerah yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ini berisi tentang ajakan berdansa bersama orang yang dicintai. Irama ‘Potong Bebek Angsa’ kemudian bersemangat serta membuat setiap orang berdansa saat mendengarkan lagu ini. Dari bait liriknya juga akan diasumsikan tentang tata cara memotong angsa ataupun bebek untuk dimasak serta dimakan. Pastinya, kamu juga tahu mengenai lagu ini kan, Tentu saja karena lagu karya Pak Kasur ini sering dinyanyikan oleh para anak kecil.

Anak Kambing Saya (Nusa Tenggara Timur) 

Lirik: 

Mana dimana anak kambing saya

Anak kambing tuan ada di pohon waru

Mana dimana jantung hati saya

Jantung hati tuan ada di kampung baru

Caca marica he hei

Caca marica he hei

Caca marica ada di kampung baru

Caca marica he hey

Caca marica he hey

Caca marica ada di kampung baru

Makna: 

‘Anak Kambing Saya’ juga merupakan lagu daerah yang kemudian populer di kalangan anak-anak. Liriknya yang sangat sederhana serta iramanya yang demikian ceria membuat lagu ini menjadi pengubah mood menjadi lebih bahagia. Jika liriknya merujuk kepada seseorang yang mencari kambing peliharaannya, ternyata makna sebenarnya justru bercerita hubungan mengenai orang tua dan anak.

Orang tua itu juga bernyanyi sekaligus bertanya “dimanakah jantung hati saya?”, yakni anaknya itu sendiri. Kemudian, bait lirik ini selanjutnya menjawab keberadaan anaknya itu. “Caca marica ada di Kampung Baru”, yang artinya anaknya itu telah ada di Kampung Baru.

Burung Kakatua (Maluku) 

Lirik: 

Burung kakaktua hinggap di jendela

Nenek sudah tua giginya tinggal dua

Trek-jing … trek-jing …

Trek-jing tra-la-la Trek-jing … trek-jing …

Trek-jing tra-la-la Trek-jing … trek-jing …

Trek-jing tra-la-la Burung kakaktua

Makna: 

Sebenarnya, lagu ‘Burung Kakaktua’ ini berasal dari para pelaut Portugis yang datang ke daerah Maluku. Layaknya pantun, lagu ini kemudian terbagi menjadi dua yakni, sampiran serta isi. “Burung kakaktua hinggap di jendela” merupakan sampiran, sedangkan “Nenek sudah tua giginya tinggal dua” adalah isi.

Sampiran sebagai kata-kata yang memperindah suatu karya, sedangkan isi adalah makna asli dari sampiran tersebut. Dengan kata lain, makna sebenarnya dari lagu ‘Burung Kakaktua’ ini ialah  perubahan fisik seseorang saat menginjak hari tua, giginya hanya dua.

Rasa Sayange (Maluku) 

Lirik: 

Rasa sayange rasa sayang sayange

Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange

Rasa sayange rasa sayang sayange

Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange

Di sana gunung disini gunung

Tengah tengah bunga melati

Di sana bingung disini bingung

Dua dua teman sejati

Rasa sayange rasa sayang sayange

Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange

Rasa sayange rasa sayang sayange

Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange
Jalan jalan ke Surabaya

Jangan lupa membeli pita

Jangan suka memandang saya

Nanti bisa sakit mata

Rasa sayange rasa sayang sayange

Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange

Rasa sayange rasa sayang sayange

Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange

Kalau ada sumur di ladang

Boleh kita menumpang mandi Kalau ada umur panjang

Boleh kita berjumpa lagi

Rasa sayange rasa sayang sayange

Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange

Rasa sayange rasa sayang sayange

Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange

Rasa sayange rasa sayang sayange

Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange.

Makna: 

‘Rasa Sayange’ adalah lagu daerah Maluku yang tergolong dalam lagu anak-anak. Masyarakat Maluku juga secara turun-temurun menyanyikan lagu ini sebagai ungkapan kasih sayang kepada lingkungan sosial mereka. Liriknya juga merupakan pantun atau sajak yang kemudian dinyanyikan secara bersahutan dan pantunnya juga dapat membuatnya sendiri. Hingga saat ini, terdapat berbagai versi pantun ‘Rasa Sayange’, namun tetap sesuai dengan maksud dan tujuan dari lagu tersebut.

Anging Mamiri (Sulawesi Selatan) 

Lirik: 

Anging mamiri ku pasang

Pitujui tontonganna

Tusaroa takkan lupa

Batumi anging mamiri

Anging ngerang dinging-dinging

Namalontang saribuku

E aule Na mangu rangi

Tutenaya tutenaya parisina

E aule Na mangu rangi

Tutenaya tutenaya parisina

Batumi anging mamiri

Anging ngerang dinging-dinging

Namalontang saribuku

Anging mamiri ku pasang

Pitujui tontonganna

Tusaroa takkan lupa

Batumi anging mamiri

Anging ngerang dinging-dinging

Namalontang saribuku E aule

Na mangu rangi

Mato’lorang mato’lorang je’ne mato

E aule Namangngu’rangi

Mato’lorang mato’lorang je’ne mato

Anging mamiri kupasang

Makna: 

‘Anging Mamiri’ ataupun angin Mamiri merupakan sebuah curahan kerinduan dari seorang perempuan yang kemudian dia sampaikan kepada hembusan angin. Rasa rindu kepada kekasihnya itu kemudian sudah menggila sampai dia tak merasa mampu untuk membendungnya. Setiap saat perempuan ini kemudian selalu memanggil nama sang kekasih serta meratapi kegalauannya. Lalu, tanpa diduga-duga, kekasih jauhnya tersebut datang setelah sang perempuan mengatakan syair ‘Anging Mamiri’.

Demikian pembahasan tentang lagu nusantara dan juga contohnya. Semoga setelah membaca artikel ini sampai selesai, kamu menjadi lebih mudah dalam mencintai lagu nusantara.

Jika ingin mencari buku tentang lagu-lagu daerah, maka kamu bisa mendapatkannya di gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Sofyan

Sumber: Dari berbagai sumber

Rekomendasi Buku-Buku Tentang Lagu Nusantara

Koleksi Terlengkap Lagu Rakyat Nusantara 

Buku ini diperuntukan untuk pembaca dari berbagai kalangan umur yang ingin mengetahui atau memiliki ketertarikan lebih dalam berbagai lagu rakyat yang dimiliki negara indonesia yang dilengkapi dengan lirik baik dalam bahasa daerah maupun bahasa indonesia, serta berbagai not alat musik baik chord, not balok dan angka sehingga cocok untuk dibaca sambil memainkan berbagai alat musik. Dan memiliki informasi menarik tambahan dikarenakan memiliki pengetahuan umum mengenai rumah adat, tarian tradisional, dan fakta menariknya di seluruh Indonesia

Sinopsis Lagu daerah merupakan lagu yang berasal dari suatu daerah di Indonesia dengan lirik lagu yang biasanya menggunakan bahasa daerah, namun ada juga yang menggunakan bahasa Indonesia. Lagu daerah pada umumnya mengandung nilai – nilai kehidupan dan unsur-unsur kebersamaan serta menceritakan tentang keadaan lingkungan dan budaya pada daerah yang bersangkutan. Notasi lagu-lagu daerah ini mudah dimainkan karena nada dasarnya Do = C.

Buku ini dilengkapi dengan chord, not balok dan angka. Partiturnya juga dapat dimainkan dengan piano, keyboard, gitar, pianika maupun recorder (seruling). Dilengkapi Juga dengan pengetahuan tentang ibu kota provinsi, tari tradisional, rumah adat dan senjata tradisional seluruh Indonesia.

 

Kompilasi Super Komplit 100 Lagu Anak Nusantara Dan Mancanegara 

Sesuai dengan judulnya buku ini dilengkapi dengan 100 judul lagu anak yang dilengkapi dengan not balok dan Accord-nya. Diantara lagu anak ini terdapat beberapa lagu antara lain : Aku Anak Gembala, Ambilkan Bulan, Amrin Membolos, Buka Pintu, Bunga Mawar, Terimakasih Guru dan masih banyak lagi. Keunggulan Buku Dicetak eksklusif dengan menggunakan kertas hvs dan cover berlaminasi glossy dan ada emboss di judulnya.

Ukuran sedikit besar sehingga memudahkan anak-anak dalam menyanyikan lagu-lagu. Penyusun juga menyertakan notasi balok dan angka, chord gitar/keyboard, dan lirik yang pas. Di bagian akhir kami lampirkan bonus diagram chord keyboard. Untuk menambah semangat belajar, kami menyertakan pula bonus aplikasi edukatif berbasis android yang dapat diunduh gratis di google play.

 

 

Terlengkap Kumpulan Lagu Wajib Nasional, Lagu Daerah, Dan Lagu Anak Indonesia

Indonesia adalah negara yang terdiri atas beragam suku, bahasa, dan budaya. Keberagaman ini tentunya dapat disatukan dengan semangat nasionalisme yang harus dimiliki oleh setiap warganya. Oleh karena itu, jiwa nasionalisme wajib ditumbuhkan pada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Buku ini merupakan kumpulan lagu wajib nasional, daerah, dan lagu anak Indonesia, yang dapat digunakan sebagai salah satu media untuk mengenalkan keberagaman Indonesia kepada mereka, para generasi baru. Dalam penyajiannya, buku ini dilengkapi dengan not balok, not angka, chord, serta biografi para komposer dan pencipta lagu. Buku ini dapat menjadi pegangan yang tepat untuk belajar menyanyi, juga sangat cocok sebagai rujukan bagi para guru musik, siswa, dan siapa saja yang mencintai Indonesia.

 

 



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Rifda A

Saya menyadari jika menulis ternyata bisa menjadi hobi yang menyenangkan sekaligus membawa hal positif dalam kehidupan ini. Dari berbagai macam tema yang suka, salah satunya adalah tema musik.