in

Pengertian Nada: Jenis, Sifat, dan Unsurnya

Pengertian Nada – Dalam sebuah teori musik, nada merupakan sebuah penanda tinggi atau rendahnya sebuah bunyi. Susunannya bisa berpengaruh pada sebuah harmonisasi lagu, kekhasan suara, serta lain sebagainya. Peran pada nada akan menentukan seberapa tepatnya ritme dalam proses terciptanya sebuah karya musik.

Seorang musisi sendiri yang ingin membuat lagu yang pastinya dapat menyesuaikan pada nada dengan bentuk atau unsur musik lainnya. Pada setiap rangkaian nada ketika disatukan, bisa menghasilkan bentuk melodi yang indah dan juga memiliki kesatuan serta kesinambungan. Selain di bidang musik, penerapan pada sebuah nada sebetulnya dapat banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Nada menjadi sebuah bunyi beraturan yang memiliki bentuk frekuensi tunggal tertentu. Lagu-lagu yang banyak diciptakan oleh para musisi serta penyanyi di Indonesia tentunya selalu melibatkan sebuah tangga nada di dalam lagunya. Merujuk dari sebuah pengertian dasarnya, tangga nada ini adalah sebuah tingkatan nada yang berdasarkan frekuensinya.

 

Pengertian Nada 

Istilah dari nada sendiri di dalam dunia musik juga dikenal dengan kata tone. Menurut laman Bliaudio.com, nada merupakan sebuah bunyi dengan bentuk frekuensi tunggal serta normal. Artinya, bentuk suara yang tersusun tentunya sangat beraturan. Sebuah lagu dengan bentuk irama yang indah serta memiliki tangga serta bentuk nada bervariasi. Tangga nada merupakan deretan nada disusun berjenjang.

Dikutip dari E-Modul Seni Budaya, antara nada satu dengan yang lain memiliki jarak yang tertentu. Ada yang memiliki jarak 1/2, 1, 1 1/2, dan 2. Kemudian jarak ini yang menentukan kemungkinan antara variasi nada serta jenis tangga nada. Pada umumnya, beberapa orang yang mengistilahkan nada dengan sebutan not. Padahal, kedua unsur tersebut di dalam musik ini memiliki bentuk perbedaan di dalam pengertiannya.

Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), not adalah sebuah tanda nada tertentu pada sebuah musik, atau bunyi musik dengan bentuk suatu frekuensi dasar. Dengan mempelajari nada yang akan sangat membantu untuk orang-orang yang sangat ingin bermain musik.

Bila kita bercita-cita ingin menjadi seorang pencipta lagu ataupun komposer terkenal. Jika mengacu dalam sebuah musik-musik tradisional di Indonesia, yang secara umumnya dalam lagu jenis ini biasa didominasi dalam tangga nada pentatonis. Tangga nada ini dapat ditemukan dalam musik tradisional negara-negara di benua Asia lainnya, seperti Jepang serta Cina.

Menurut Encyclopaedia Britannica, tangga nada pentatonis ini adalah bentuk susunan tangga nada yang memiliki lima nada yang berbeda. Dalam bunyi irama tangga nada pentatonis ini dapat disimak melalui alunan melodi musik gamelan, dengan bentuk tangga nada pelog serta tangga nada slendro. Berdasarkan semua pemaparan di atas, bisa disimpulkan bahwa pengertian nada merupakan sebuah suara yang dapat dibagi menjadi tinggi nada maupun tala tertentu menurut bentuk frekuensinya.

Biasanya, dalam perbedaan tala di antara dua nada ini disebut dengan interval. Dalam buku berjudul Teori Musik I Musik Tonal (2016) ciptaan Ovan Bagus Jatmika, dijelaskan bahwa dalam interval nada merupakan ukuran jarak (pitch) tinggi serta rendahnya sebuah nada di antara dua nada. Semua jenis alat musik tradisional ini dan musik modern yang sebagian besar memiliki nada. Sebagai contohnya, seperti piano, gamelan, seruling, gitar, serta masih banyak lagi.

 

Pengertian Nada Menurut Berbagai Ahli

Dibawah ini merupakan beberapa pengertian nada dari sudut pandang beberapa ahli, berikut penjelasannya.

1. Sylado

Nada merupakan sebuah wujud nyata dari waktu yang berada dalam kehidupan beserta kumpulan dari suatu ilusi serta alunan suara yang bisa menciptakan efek untuk sebuah pemikiran serta perasaan.

Namun dengan kata lain, nada ini bisa diargumentasikan menjadi suatu waktu yang harus didengarkan bagi semua orang. Baik yang ada berada di sebuah dalam lagu, tari, serta lain-lain.

2. Banoe

Nada adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu muse yang berarti dewa. Nada menjadi sebuah cabang seni yang bisa mengatur bermacam jenis rangkaian suara serta dapat dimengerti dan juga dipahami oleh para umat manusia.

3. Jamalus

Menurut Jamalus, nada merupakan sebuah bagian cabang dari sebuah kesenian yang berupa suara serta mempunyai komposisi. Sehingga dapat menghasilkan ungkapan pemikiran dalamm perasaan dari sang penciptanya bagian perpaduan pada unsur-unsur pokok yakni struktur, melodi, irama, serta harmoni.

 

Mengenal Tinggi Rendah Nada

Ketika dalam mempelajari sebuah nada, kalian juga perlu memahami bahwa dalam nada terdapat sebuah dinamika yang dinamakan nada tinggi serta nada rendah atau yang dikenal dengan sebutan pitch. Pitch ini juga dapat berkaitan erat pada frekuensi maupun banyak sedikitnya pada getaran dalam setiap sekon. Frekuensi yang cenderung cepat serta besar yang nantinya akan bisa menghasilkan nada yang tinggi.

Sementara dalam frekuensinya sendiri semakin lambat yang akan menghasilkan nada rendah. Dalam setiap nada memang akan memiliki bentuk frekuensi yang bermacam macam. Apabila dalam getaran maupun dalam besaran frekuensinya yang tidak pas lebih ke bagian kurang, maka dalam nada juga akan terdengar sumbang.

 

Jenis Nada dan Contohnya

Dengan memahami tinggi serta rendahnya sebuah nada, pengertian nada yang selanjutnya bisa dipahami dengan jenis-jenis nada. Apabila membahas sebuah pengertian nada, tidak hanya menyangkut tentang do re mi fa so la si do-nya saja.

Namun terdapat juga tangga nada yang menjadi susunan nada bertingkat. Yang mana nada bisa berasal dari yang paling rendah hingga yang menjadi paling tinggi dan juga sebaliknya. Tanpa dengan adanya nada, suara juga akan sulit untuk bisa dipahami.

1. Nada Minor

Jenis tone yang pertama ini adalah Minor yang merupakan 8 nada, salah satunya masuk pada skala diatonis diatur. Sehingga dalam menciptakan ruang antara 1 maupun ½ catatan. Apabila dalam menggunakan nada minor, maka dalam nada ini tidak berubah namun juga lebih rendah. Unsur dalam nadanya ini lebih sedih, sehingga dalam pembagiannya cocok untuk gunakan not kecil.

Seperti yang sudah disebutkan, frekuensi dari setiap nada sendiri akan berbeda. Begitu pun juga dengan minor, nada akhir serta awal pada nada minor dimulai dari la atau kunci A dan yang nantinya juga akan diakhiri dengan bentuk nada yang sama. Nada ini dapat ditemukan pada lagu lagu seperti Indonesia Pusaka, Mengheningkan Cipta dan juga lagu Kasih Ibu.

2. Nada Mayor

Dapat dikatakan apabila Nada Mayor hampir mirip dengan nada minor. Yang membedakan adalah dalam skala diatonis dengan jarak not 1 atau ½. Jika terlihat pada pola intervalnya nada mayor akan berawal dari do dan diakhiri juga di nada do. Yang mana nada ini akan memberi bentuk semangat, kuat serta menggebu gebu. Seperti contoh dapat ditemukan pada lagu seperti Bintang Kecil, Maju Tak Gentar, atau Balonku.

3. Kromatik dan Mol

Jenis nada yang selanjutnya yaitu Kromatik maupun Krois yang terjadi pada nada dasar dengan kenaikan 1 atau ½ nada. Apabila terjadi penurunan 1 atau ½ nada maka akan dikenal dengan teknik mol. Setiap dari nada ke nada, akan terdapat tempo yang perlu dipatuhi. Jenis nada yang satu ini akan membuat semakin paham tentang bukan hanya dengan pengertian nada saja.

 

Tangga Nada

Untuk dapat menyusun dari nada menjadi sebuah musik, seorang musisi maupun seorang pencipta memerlukan sesuatu yang dapat disebut sebagai sebuah tangga nada.

Menurut M. Said Noor di dalam bukunya yang berjudul Nada serta Irama, tangga nada merupakan sekumpulan nada-nada yang harmonis yang selanjutnya mengatur nada-nada tersebut supaya bisa menciptakan musik yang harmonis.

Terdiri dari tiga jenis tangga nada yang seringkali kerap digunakan oleh para musisi, yaitu:

1. Tangga Nada Diatonis

Tangga nada diatonis merupakan sebuah jenis tangga nada yang secara umum terdapat tujuh buah nada, yaitu “Do Re Mi Fa Sol La Si”. Selain itu juga, tangga nada diatonis ini pun juga memiliki 2 jarak (interval), yaitu antara satu serta setengah tangga nada.

Tangga nada diatonis ini bisa dibagi menjadi dua macam, yaitu tangga nada diatonis minor serta tangga nada diatonis mayor. Tangga nada diatonis mayor merupakan sebuah jenis tangga nada yang memiliki bentuk aturan terkait interval serta jarak antar nada 1 – 1 – ½ – 1 – 1 – 1 – 1 – ½.

Sementara itu, dalam tangga nada diatonis minor ini adalah sebuah bentuk tangga nada yang memiliki jarak maupun interval antar not maupun nada pada tangga nada ini adalah 1 – ½ – 1 – 1 – ½ – 1 – 1.

2. Tangga Nada Pentatonis

Kemudian jenis tangga nada yang selanjutnya adalah tangga nada pentatonis yang berasal dari dua kata, yaitu penta (lima) serta tone (nada). Berbeda dengan bentuk tangga nada diatonis, tangga nada pentatonis ini hanya memiliki 5 nada pokok.

Apabila membandingkan antara kedua nada tersebut, nada dari pentatonis sendiri akan mengurangi dua jenis nada pokok yang ada pada nada diatonis, dalam hal tersebut ini terdapat dua macam tangga nada pentatonis, yaitu:

c-d-e-g-a-c’ (tidak ada f dan b)

c-e-f-g-b-c’ (tidak ada d dan a)

Dalam nada pentatonis sendiri biasanya digunakan dalam musik-musik tradisional daerah seperti pada musik Jawa, yang khususnya alat musik gamelan.

3. Tangga Nada Kromatis

Tangga nada kromatis adalah sebuah jenis tangga nada yang memiliki jumlah nada terbanyak di antara jenis bentuk tangga nada lainnya. Dari jenis tangga nada ini menggunakan 12 macam buah jenis nada yang semuanya memiliki interval setengah atau 1/2.

 

Sifat dalam sebuah nada

Nada adalah bagian terkecil dari sebuah lagu. Nada (tone) dalam pengertian musik ini adalah suara yang memiliki bentuk getaran tertentu serta memiliki ketinggian tertentu. Nada dalam tangga nada diatonis mempunyai jarak interval tertentu juga. Dalam kegiatan musikalisasi puisi nada merupakan unsur dasar.

Nada memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

1. Intensitas nada

Intensitas nada memiliki arti keras atau lembutnya bunyi dari sebuah nada. Hal ini bergantung pada lebarnya getaran serta sifatnya yang relatif. Nada yang terdengar keras di dalam sebuah ruangan belum tentu keras bila terdengar di sebuah stadion. Demikian pula, keras maupun lemahnya dari suatu nada juga bergantung kembali pada selera pribadi. Nada yang telah terdengar keras bagi seseorang mungkin masih belum cukup keras untuk orang lain.

2. Tinggi nada (pitch)

Tinggi nada sendiri berkaitan dengan bentuk frekuensi maupun banyaknya getaran tiap detik. Makin besar frekuensi, makin tinggi juga nadanya. Setiap nada sendiri terdapat frekuensi tertentu. Jika banyaknya getaran maupun besarnya frekuensi berkurang sedikit saja, nadanya akan terdengar sumbang. Sehingga, pitch yang dibunyikan harus tepat.

3. Panjang nada (durasi)

Panjang nada adalah lamanya suatu nada dibunyikan. Panjang nada sendiri dihitung dengan satuan ketuk yang bersifat relatif, bisa panjang dan juga bisa pendek. Dalam musik, waktu diam maupun nada tidak berbunyi pun memiliki durasi sehingga bisa diatur kapan serta sebesar apa nada harus berbunyi.

4. Warna nada (timbre)

Warna nada merupakan sebuah jenis suara yang dihasilkan. Warna nada sendiri tergantung pada bentuk sumber bunyi, resonator (ruang gema), serta cara memainkannya sumber bunyinya. Walaupun dalam rebab serta angklung membunyikan nada yang tinggi serta panjang serta kuatnya sama, dan warna nadanya tetap akan berbeda.

 

Unsur-Unsur Pendukung Nada dalam Musik

Terdapat beberapa hal penting dan menjadi sebuah pendukung nada untuk menciptakan sebuah karya musik. Menurut dari Sila Widhyatama dalam buku Sejarah Musik dan Apresiasi Seni, berikut adalah beberapa unsur pembentuk musik serta pendukung sebuah nada, yaitu:

  • Unsur-unsur pokok

Terbagi menjadi irama, melodi, harmoni, dan struktur lagu.

  • Unsur-unsur ekspresi

Berkaitan dengan dinamik, tempo, dan warna nada.

 

Warna Nada

Warna nada merupakan sebuah kualitas penerimaan suara melalui nada, musik serta suara yang menjadi pembeda jenisnya serta berbeda dari suara paduan suara, produksi suara dan juga instrumen.

Musik yang seperti alat musik tiup, perkusi dan juga alat musik dawai memungkinkan untuk pendengar bisa mendengar alat musik lain, namun dengan jenis yang sama serta beberapa jenis yang berbeda seperti biola juga biola.

Warna pada nada sendiri biasanya disebut dengan timbre, yaitu sebuah perbedaan antara dua suara, meskipun dari pada kedua suara ini bisa memiliki nada yang sama dari pada bentuk jenisnya, yang sama kuat serta juga sama tinggi nadanya.

 

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Warna Nada

1. Cara menggunakan instrumen penghasil nada

Seperti yang telah diketahui dalam di dunia musik, terdapat beberapa instrumen yang bisa menghasilkan bunyi beraturan. Namun hal tersebutlah yang bisa mempengaruhi warna nada, karena dalam setiap instrumen ini memiliki cara yang beragam untuk bisa memainkannya.

Ada alat yang dipukul seperti gong serta gendang, ditiup seperti sebuah suling, serta dipetik yakni gitar. Dan semua itu nantinya bilal dimainkan sendiri-sendiri, suara yang dihasilkan pun akan berbeda-beda. Namun, apabila telah digabungkan nada-nada yang keluar tentunya akan bersuara yang jauh lebih sempurna.

2. Tempat

Faktor selanjutnya yang menjadi pengaruh besar juga dalam warna nada bukan hanya dengan cara main instrumennya saja. Melainkan juga dari tempat dimana nada itu akan keluar.

Terdapat 2 macam lokasi yakni terbuka serta tertutup. Biasanya saat yang terbuka akan membutuhkan bentuk alat yang membantu dalam menghasilkan suara keras sehingga tidak akan hilang terbawa angin. Sedangkan dalam ruangan yang tertutup tidak memerlukan alat bantu karena pada nada akan menggema apabila terlalu keras.

3. Bahan dasar instrumen

Bahan dasar dari alat instrumen juga turut andil mempengaruhi warna nada. Diantaranya sendiri seperti logam, kulit, serta kayu. Meskipun semuanya ini dapat menghasilkan suara, namun tidak akan mengeluarkan nada yang sama.

4. Jenis sumber nada

Jenis sumber nada dapat dihasilkan dari bermacam jenis komponen. Sebagai contoh saja alat musik yang memang telah didesain khusus untuk menciptakan sebuah nada-nada yang selaras dengan temponya.

Ada juga yang akan menggunakan mulut selayaknya bix box. Kemudian pada ketukan dari barang-barang sekitar ini. Tentunya bisa di dengarkan satu persatu, warna nada yang tidak akan sama serta memiliki karakteristik yang yang tentunya khas.

Dalam mempelajari musik, sebaiknya kita pahami dulu dasarnya seperti apa itu pengertian nada, jenis nada serta unsur-unsur di dalamnya. Hal ini tentunya akan mempermudah proses belajar, sehingga dalam materi terkait teori musik ini akan menjadi lebih mudah dipahami.

Demikianlah penjelasan lengkap tentang nada yang menjadi sebuah jenis bunyi-bunyian yang memiliki tempo yang menjadikannya teratur serta enak di dengar.

Fungsi pada nada sendiri sebenarnya tidak hanya untuk sebuah lagu saja, melainkan juga dalam musik yang bisa diaplikasikan dalam beberapa kebutuhan seperti tari-tarian. Dengan adanya alunan warna nada yang bisa difungsikan sebagai pelengkapnya, baik pada musik maupun lagu, maka tentunya akan sangat nikmat untuk bisa dihayati.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Rafi