Akuntansi

Teori Akuntansi, Ini Penjelasan Lengkapnya

Teori Akuntansi
Written by Lala Nilawanti

Teori Akuntansi – Apakah Grameds sedang mencari referensi tentang teori akuntansi? Tepat sekali, banyak orang yang menggap bahwa akuntansi adalah kajian ilmu yang lumayan sulit karena berurusan dengan uang. Karena keterlibatannya dengan kegunaan membuat teori akuntansi ini menjadi penting dan berguna bagi beberapa pihak. Jika Grameds ingin mengenal dan mengetahui teori ini secara mendasar, maka bisa simak penjelasan berikut ini: 

Pengertian Teori Akuntansi

Teori akuntansi adalah bentuk pengertian yang digunakan untuk menunjukan spekulasi, metodologi, dan bentuk kerangka kerja serta mempelajari bentuk pelaporan keuangan.  Teori akuntansi juga membahas tentang bagaimana bentuk prinsip pelaporan keuangan tersebut diterapkan dalam industri yang berkaitan dengan akuntansi. Teori ini pada dasarnya digunakan sebagai kajian untuk memahami pelaporan keuangan dan bagaimana perusahaan atau lembaga menyampaikan laporan tersebut menggunakan cara dan strategi yang tepat. 

Teori akuntansi kemudian memiliki kepentingan untuk menghasilkan pernyataan- pernyataan umum, yakni berupa hipotesis sebagai penjelasan konkret dalam praktik akuntansi untuk akhirnya bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Itulah sebabnya teori ini bersifat bebas dari pertimbangan nilai dan menjadi pusat perhatian yang perlu diperhatikan. 

 

beli sekarang

Dalam praktiknya, pengertian teori akuntansi ini bisa dibedakan menjadi dua, yakni sains dan teknologi. Berikut ini pengertian jelasnya:

1. Sains

Jika kajian ilmu Akuntansi dipandang dari kacamata sains, maka akuntansi bertujuan untuk mendapatkan kebenaran atau bentuk validitas dari suatu hasil untuk menjelaskan fenomena akuntansi yang terjadi dengan menggunakan metode ilmiah yang tepat. Teori ini berkepentingan memberikan pernyataan dan penjelasan umum yang bermula dari hipotesis dalam penjelasan akuntansi. Pusat perhatian dalam kajian ilmu ini adalah masalah fakta sehingga teori ini pun menjadi lebih bebas dalam menentukan nilai.  

2. Teknologi

 Jika Akuntansi dipandang dari kacamata teknologi, maka akuntansi adalah teknologi berupa perangkat lunak yang dipelajari untuk mengembangkan laporan dan aktivitas akuntansi agar bisa mencapai tujuan sosial tertentu. Jadi, akuntansi juga merupakan suatu pengetahuan tentang rekayasa informasi untuk membuat pengendalian keuangan. Hasil teori akuntansi dalam pandangan teknologi adalah prinsip, metode dan teknik yang digunakan untuk mencapai tujuan akuntansi. 

Beli Buku di Gramedia

Jenis-Jenis Teori Akuntansi

Pada dasarnya, teori akuntansi adalah bentuk penalaran logis yang mengevaluasi dan mengembangkan praktik- praktik akuntansi. Hasil dari penalaran yang logis tersebut berupa kerangka konseptual yang menjadi bentuk konstitusi akuntansi tersendiri. Akuntansi dalam hal ini juga memiliki tujuan untuk dicapai sehingga membahas bentuk pertimbangan nilai atau Value Judgement. 

Berdasarkan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai, teori akuntansi dibedakan menjadi berbagai jenis, seperti berikut ini:

 

1. Teori Positif Akuntansi

Teori ini menjelaskan tentang fenomena akuntansi seperti adanya atas dasar pengamatan empiris pada setiap aktivitas keuangan di perusahaan atau lembaga. Dalam praktiknya teori jenis ini berusaha mencari hal- hal yang baik dan tepat untuk menghasilkan keuntungan atau kebaikan semaksimal mungkin. 

2. Teori Normatif Akuntansi

Teori ini menjelaskan tentang fenomena akuntansi untuk menjustifikasi dan membenarkan standar akuntansi dengan tujuan yang harus dicapai atas kehadiran dan pembentukannya. Berdasarkan pada aspek tataran estetika semiotika yang membahas tentang teori umum dengan tanda- tanda dan symbol- symbol di bidang linguistic, teori akuntansi dibedakan menjadi beberapa jenis seperti berikut ini: 

  • Teori Sintaktik adalah teori yang membahas tentang pelaporan keuangan dan memberi penalaran tentang mengapa data atau informasi bisa disajikan dengan cara tersebut. 
  • Teori Semantik adalah teori yang menjelaskan tentan perhatian pada masalh- masalah tand aatau symbol yang digunakan sebagai bentuk pengukuran dan penyajian kegiatan operasi dan objek fisik pada perusahaan dalam bentuk laporan keuangan. Teori ini juga membahas tentang penalaran mengapa kegiatan perusahaan bisa disimbolkan dengan cara- cara tertentu untuk membentuk suatu strategi tertentu pula. 
  • Teori Pragmatik adalah membahas tentang pengaruh informasi terhadap perubahan perilaku dalam penggunaan laporan keuangan. Teori ini menjelaskan bagaimana reaksi pihak yang dituju oleh informasi- informasi akuntansi yang digunakan secara tepat. 

Tujuan Teori Akuntansi

Dalam praktiknya, akuntansi memiliki tujuan yang ingin dicapai dalam aktivitasnya sehingga digunakan dan diterapkan sebaik mungkin agar bisa mencapai tujuan- tujuan tersebut, seperti berikut ini:

  1. Dapat menjadi data untuk melakukan evaluasi dan menjelaskan prinsip akuntansi
  2. Hasil akuntansi bisa menyederhanakan sesuatu yang kompleks dan menyeluruh
  3. Dapat memecahkan masalah secara lebih tepat
  4. Dapat memprediksi sesuatu yang akan terjadi dalam jangka waktu dan kondisi tertentu
  5. Bisa membantu mengidentifikasi, menjelaskan, sampai menyimpulkan bentuk fenomena dalam bidang akuntansi

Beli Buku di Gramedia

Elemen Teori Akuntansi

Dalam penerapannya, akuntansi memiliki beberapa elemen atau unsur- unsur penting untuk mencapai tujuan tertentu seperti tujuan yang sudah disebutkan sebelumnya. Berikut ini elemen yang krusial dalam teori akuntansi:

  1. Relevansi (relevance) adalah elemen penting dalam akuntansi karena setiap keterangan dalam akuntansi harus sesuai dan relevan dengan seluruh aspek di dalamnya. 
  2. Kegunaan (usefulness) adalah elemen yang menjadikan akuntansi sangat bermanfaat dalam membuat laporan keuangan yang tepat dan kridibel sehingga menjadi data yang tepet untuk mengambil keputusan. Elemen ini juga bisa membantu sebuah perusahaan, lembaga, atau bisnis untuk menghasilkan keputusan atau langkah dan strategi- strategi potensial untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal.  
  3. Reliabel (Reliability) adalah menunjukan bahwa akuntansi bisa mengandalkan dan sesuai dengan standar prinsip akuntansi yang berlaku pada umumnya atau disebut GAAP.
  4. Konsisten adalah elemen akuntansi yang penting karena pada dasarnya untuk menghasilkan akuntansi yang tepat membutuhkan konsistensi agar memperoleh data dan informasi yang lengkap. 

Prinsip Dasar Akuntansi

Karena perannya yang sangat berguna bagi beberapa pihak, akuntansi juga memiliki prinsip yang menjadi bentuk aturan dasar tentang bagaimana melaksanakan aknasi ini berdasarkan prosedur yang berlaku dan cara- cara yang sesuai dan terorganisir demi mencapai tujuan tertentu. Berikut ini enam prinsip dasar akuntansi yang perlu diperhatikan:

  1. Cost Principle adalah prinsip dimana semua aset dalam apapun harus dicatat dalam akuntansi dengan sesegera mungkin setelah aset tersebut dibeli atau didapatkan. Hal ini dilakukan dengan pencatatan berdasarkan biaya pengeluaran sehingga bisa menjaga suatu bisnis tetap teratur dan berada pada jalur yang sesuai dan bisa dipertanggung jawabkan. 
  2. Matching Principle adalah prinsip yang mencocokan pengeluaran dengan pendapatan selengkap mungkin. 
  3. Materiality Principle adalah prinsip melakukan pencatatan hanya pada transaksi keuangan yang sudah selesai dilakukan sehingga pencatatan pada transaksi yang belum selesai bisa ditunda terlebih dahulu. Prinsip ini juga memberikan penekanan pada dampak yang lebih signifikan pada bentuk- bentuk anggaran sehingga catatannya pun menjadi hal yang penting untuk dilakukan. 
  4. Conservatism Principle adalah prinsip yang menunjukan liabilitas atau kewajiban yang memiliki dampak sehingga sebaiknya harus selalu melakukan pencatatan di setiap liabilitasnya tersebut. Hal ini perlu dilakukan karena bisa membantu perusahaan atau bisnis untuk menyimpan dan menyiapkan sejumlah dana jika harus membayar hutang dan menjadi cara terbaik untuk merencanakan anggaran pengeluaran yang akan datang. 
  5. Time-Period Principle adalah prinsip yang menunjukan konsep harus membuat laporan hasil operasional yang telah dilakukan di setiap periodenya. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk membuat satu set variable sebagai bentuk perbandingan dari waktu ke waktu, sehingga bisa menjadi bentuk analisis trend. 
  6. Consistency Principle adalah prinsip yang menitikberatkan bahwa sistem akuntansi telah ditentukan, jadi seluruh transaksi yang terjadi dalam sebuah bisnis harus mengikuti aturan sistem tersebut. Prinsip ini bertujuan agar sebuah perusahaan atau lembaga tertentu tidak terombang- ambing dan tetap bisa konsisten dalam sistem pencatatan transaksi akuntansi sehingga menghasilkan laporan yang akurat dan tepat. 

Konsep Dasar Teori Akuntansi

Teori akuntansi dapat berjalan dengan baik dengan empat konsep dasar yang bisa menentukan dan menjelaskan pedoman penting dalam manajemen bisnis, seperti konsep berikut ini:

  1. Konsep Akrual adalah konsep yang menjelaskan bahwa bentuk pendapatan dari sebuah transaksi dan liabilitas perlu dicatat saat transaksi tersebut terjadi secara lengkap. Misalnya saat pedagang grosir atau eceran memesan dan menerima sebuah barang dengan nominal satu juta rupiah, namun belum membayar di saat itu juga, maka pedagang perlu mencatat liabilitas atau kewajibannya. Sama halnya dengan distributor atau pemasok yang akan menghitung penjualan barang tersebut. 
  2. Konsep Konsistensi adalah menekankan pada metode akuntansi yang diterapkan di sebuah perusahaan, yakni metode tersebut harus selalu digunakan secara konsisten. Contohnya akuntan telah memutuskan untuk menggunakan metode double-entry accounting pada catatan bulan periode tersebut, maka dia harus konsisten menerapkan catatannya itu sampai selesai.
  3. Konsep Kelangsungan adalah akuntan harus berasumsi bahwa suatu bisnis sudah layak dan akan segera beroperasi. Jika akuntan menemukan bisnis tidak berjalan baik di masa depan, maka perlu menyampaikan alasan yang tepat dalam asumsi bentuk laporan keuangan yang digunakan. Jika akuntan merasa bisnisnya tidak akan bertahan di masa depan dan dia tidak memiliki cukup bukti untuk asumsinya tersebut, maka ia perlu memberikan “disclaimer” dalam laporannya tersebut.
  4. Konsep kehati-hatian adalah konsep yang menunjukan bahwa liabilitas perlu diperhitungkan dalam laporan neraca, walaupun peluang terjadinya masih kecil. Sama halnya saat melakukan perhitungan pada laporan pendapatan dalam laporan keuangan, sehingga membantu bisnis untuk mengantisipasi kerugian yang bisa terjadi di waktu yang akan datang.

Fungsi Teori Akuntansi

Berikut ini beberapa fungsi utama dari penerapan teori akuntansi yang benar : 

  1. Aktivitas berupa mengumpulkan, menggantikan, dan menyimpan data keuangan sebuah bisnis, perusahaan, atau lembaga tertentu
  2. Menyediakan berbagai bentuk informasi yang bisa digunakan dalam berbagai jenis laporan, termasuk laporan keuangan
  3. Memberikan berbagai bentuk informasi yang penting tentang keuangan yang akan menjadi dasar dalam perencanaan dan keputusan strategis dari perusahaan
  4. Dapat membantu perusahaan melakukan metode yang lebih efektif untuk mengontrol pencatatan dan pengolahan data keuangan agar lebih efisien dan akurat

Perkembangan Teori Akuntansi

Akuntansi yang menjadi salah satu disiplin ilmu mulai berkembang pada abad ke-15 dan mulai  muncul teori-teori akuntansi yang digunakan oleh bisnis sebuah perusahaan. Sebab perubahan praktik akuntansi tersebut akhirnya muncul sejumlah modifikasi yang diterapkan pada teori akuntansi tersebut. Kemudian Dewan Standar Akuntansi Keuangan mulai membantu mengatur dan merevisi kembali tentang teori akuntansi secara lebih kompleks. Certified Professional Accountants (CPA) juga membantu berbagai bentuk bisnis perusahaan besar agar bisa ikut menyesuaikan diri dengan modifikasi dan standar sistem akuntansi tersebut.

Sejarah Teori Akuntansi

Sejarah akuntansi dimulai pada tahun 1494, yakni seorang ilmuan bernama Luca Pacioli yang menciptakan sistem akuntansi sampai kita kenal dan gunakan saat ini. Seorang matematikawan asal Italia tersebut pernah mengajar matematika ilmuwan terkenal Leonardo Da Vinci. Ia kemudian memulai apa yang disebut dengan sistem akuntansi entri ganda atau double entry accounting. Pacioli juga mulai memperkenalkan penggunaan laporan keuangan berupa buku besar, jurnal dan pembukuan, dan elemen kunci dari akuntansi modern saat ini. 

Pacioli adalah orang yang dikenal pertama menggunakan neraca dan laporan laba rugi. Ia menulis tentang laporan keuangan tersebut dalam karya yang berjudul “De Computis et Scripturis” (Of Reckonings and Writings) dan sekarang dikenal sebagai “The Method of Venice” yang telah mengubah seluruh cara dalam menerapkan akuntansi. Meskipun pemerintah telah mencatat informasi bisnis jauh sebelum Venesia, namuan Pacioli tetap menjadi orang pertama yang menggunakan sistem debit dan kredit dalam jurnal dan buku besar yang masih menjadi dasar sistem akuntansi yang digunakan saat ini.

Kemudian munculah Revolusi Industri pada tahun 1700-an yang mengalami kemajuan pada sistem akuntansi. Yakni mulai menciptakan kelompok besar yang bukan bagian dari manajemen perusahaan namun tetap memiliki kepentingan dalam hasil perusahaan. Kelompok tersebut adalah pemegang saham dan pemegang obligasi pertama yang memberikan pembiayaan eksternal. Akuntansi menjadi sebuah profesi pertama kali diterapkan di Inggris dan setelahnya di Amerika Serikat. 

Tahun 1887 ada 31 akuntan yang menciptakan American Association of Public Accountants, kemudian sekitar Sepuluh tahun setelahnya ada tes standar pertama untuk akuntan yang mulai diberlakukan sejak saat itu. Tahun 1896 Certified Professional Accountants (CPA) pertama kalinya dilisensikan dan dua organisasi utama dalam profesi akuntansi adalah The American Institute of Certified Public Accountants. 

Bagaimana Akuntansi Berkembang?

Pada akhir abad ke-20, industri akuntansi mulai tumbuh dan berkembang, sehingga mulai muncul banyak kantor akuntan besar yang memperluas layanan mereka di luar fungsi audit tradisional.  Selain itu juga menambahkan banyak fungsi seperti bentuk konsultasi, meskipun ekspansi ini tetap mengarah pada tempat- tempat yang tidak seharusnya. Saat tanggung jawab seorang akuntan lebih luas melampaui tugas seharusnya sebagai pengawas keuangan, maka munculah beberapa kantor akuntan yang justru terlibat dalam skandal perusahaan.

Skandal terbesar yang pernah terjadi adalah skandal Enron pada tahun 2001 yang berdampak luas bagi industri akuntansi. Salah satu firma akuntansi AS teratas bernama Arthur Andersen akhirnya gulung tikar karena Enron dan Sarbanes-Oxley Act memperketat serta membatasi konsultasi bagi seorang akuntan.

Masa Depan Akuntansi

Hampir seperti semua profesi pada umumnya, teknologi memiliki dampak pada perkembangan di dunia akuntansi. Berdasarkan survei oleh Accountancy Age telah menanyakan kepada 250 akuntan tentang masa depan profesi ini, ternyata ada sekitar 89% akuntan yang disurvei mengatakan kemajuan teknologi sangat positif bagi profesi ini dan akan menciptakan peluang baru bagi mereka.

Sedangkan data menunjukan 75% mengatakan teknologi yang gunakan membuat pekerjaan seorang akuntan menjadi lebih mudah dan memberikan lebih banyak kebebasan waktu untuk berkonsentrasi pada peningkatan “value” . Contohnya saat ini akuntan bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk menganalisis sebuah perusahaan dan memberikan saran bisnis yang lebih tepat dan akurat dengan penguasaan teknologi tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh akuntan tidak akan pernah hilang atau using terutama jika memiliki penguasaan teknologi yang lebih mumpuni. Seseorang yang mencoba untuk menekuni profesi ini perlu terus mempertahankan keterampilannya karena mungkin saja memerlukan keterampilan baru yang mungkin dibutuhkan seiring berkembangnya zaman dan perkembangan teknologi.

Nah, itulah penjelasan tentang teori akuntansi secara dasar dalam kaitannya dengan keuangan. APakah Grameds berminat menjadi seorang akuntan? Banyak hal yang perlu dipelajari agar menjadi seorang akuntan handal. Grameds bisa mencari referensi tentang teori akuntansi di koleksi buku Gramedia, yakni www.gramedia.com, seperti rekomendasi buku berikut ini: selamat belajar. #SahabatTanpabatas. 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien