Akuntansi

Perbedaan Aset Tetap, Tidak Tetap, Aset Lancar dan Tidak Lancar

perbedaan aset tetap dan tidak tetap
Written by Ahmad

Perbedaan Aset Tetap, Aset Lancar, Dan Aset Tidak Tetap – Dalam dunia akuntansi, dikenal istilah “aset” sebagai kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan ketika melakukan proses operasinya. Nilai aset tersebut selalu dievaluasi dan dimasukkan dalam laporan keuangan nantinya. Sehingga para akuntan harus mengenal dengan jelas berbagai macam aset di dunia akuntansi.

Aset perusahaan terdiri dari tiga jenis. Yaitu aset tetap, aset lancar, dan aset tidak tetap. Berbagai jenis aset tersebut berbeda dan memiliki pengertian sendiri. Jika Anda ingin menjadi seorang akuntan, pastikan untuk mengenali berbagai jenis aset tersebut. Pada artikel ini, akan kami bahas satu persatu perihal perbedaan aset tersebut dan pengertiannya.

A. Perbedaan Aset Tetap dan Tidak Tetap

1. Pengertian Aset Tetap

Aset tetap merupakan sebuah properti yang dimiliki oleh perusahaan yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan. Jenis aset yang satu ini memang sifatnya sangat jangka panjang, serta diperkirakan tidak akan dijual dalam waktu panjang. Minimal proses penjualannya pun diperkirakan tidak kurang dari 1 tahun.

Jika Anda berpikir jika aset tetap sama dengan inventaris (barang-barang seperti meja kursi, dan lainnya), Anda salah. Aset tetap adalah barang yang sangat penting bagi perusahaan dan nantinya hanya dibeli atau disewa sekali dalam jangka waktu beberapa tahun.

2. Ciri-ciri Aset Tetap

Biasanya sebuah perusahaan membeli aset tetap untuk digunakan sendiri atau untuk disewakan ke pihak lain. Dan istilah “tetap” pada aset tetap biasanya merujuk pada kondisi tak terjualkan suatu barang dalam satu periode akuntansi.

Ciri-ciri dari aset tetap adalah sebagai berikut :

  • Bisa menyusut / punya nilai depresiasi (untuk aset berwujud)
  • Bisa menyusut / punya nilai amortisasi (untuk aset tak berwujud)
  • Memiliki penurunan nilai jika berada di bawah nilai buku bersih
  • Bersifat disposisi jika aset tersebut dibuang

Jika aset tetap dibuang, tetap saja dalam laporan arus kas harus dicatat. Walaupun nantinya setelah dibuang aset tersebut tidak lagi punya manfaat. Nah, untuk mengetahui berbagai kriteria dari aset tetap, berikut ini penjelasannya :

2.1 Aset Yang Memiliki Masa Manfaat Lebih Dari Satu Tahun

Kriteria pertama : aset tetap selalu memiliki manfaat lebih dari 1 tahun. Aset jenis ini biasanya muncul pada bagian Properti, Pabrik, dan Peralatan atau PP&E jika dicatat dalam neraca perusahaan.

2.2 Aset Yang Dapat Disusutkan

Kriteria kedua: aset tetap dapat mengalami penyusutan. Hal ini dikarenakan aset tetap mencerminkan keausan dan juga depresiasi ketika aset terus menerus digunakan.

2.3 Aset Yang Digunakan Dalam Operasi Bisnis Dan Memberikan Keuntungan Finansial Jangka Panjang

Kriteria lain dari aset tetap adalah bisa memberikan keuntungan dari pendapatan yang didapat oleh perusahaan. Biasanya aset jenis ini tidak akan dijual karena digunakan sebagai sarana investasi bisnis.

2.4 Aset Ini Tidak Likuid

gramedia obf

Kriteria lainnya, aset tetap adalah jenis aset yang sama sekali tidak likuid. Dalam kata lain, jika perusahaan membutuhkan pembayaran atas suatu beban, nantinya aset tetap tidak akan digunakan sebagai sarana pembayaran. Selain itu aset ini juga tak bisa dengan mudah dikonversi jadi uang kas.

3. Pentingnya Aset Tetap

Semua perusahaan pasti akan membutuhkan aset tetap yang bisa digunakan untuk membantu mereka memperoleh pendapatan atau penghasilan. Jika nantinya aset tetap digunakan dengan baik dan benar, nantinya pasti perusahaan akan mendapatkan keunggulan yang cukup kompetitif.

4. Contoh Aset Tetap

Nah, setelah mengetahui berbagai uraian terkait aset tetap, Anda perlu mengetahui contoh-contoh dari aset tetap. Berikut ini berbagai contoh dari aset tetap yang perlu Anda ketahui :

a. Tanah

Tanah milik perusahaan yang akan meningkat seiring waktu berlalu. Tanah ini biasanya ditulis dengan nilai tetap pada laporan keuangan.

b. Mesin

Mesin perusahaan memiliki nilai akumulasi penyusutan, dan bisa rusak sehingga membutuhkan biaya perbaikan dan perawatan rutin.

c. Bangunan

Bangunan milik perusahaan nilainya juga bisa meningkat. Akan tetapi sebuah bangunan bisa mengalami kerusakan yang menimbulkan biaya.

d. Kendaraan

Sama halnya seperti mesin, kendaraan juga bisa menyusut nilainya. Terlebih kendaraan dinas juga membutuhkan biaya BBM serta perbaikan dan perawatan yang bisa membebani laporan keuangan.

e. Furnitur

Nilainya bisa juga berkurang, akan tetapi lebih sedikit memerlukan biaya perbaikan.

Itulah berbagai contoh dari aktiva tetap yang biasanya dimiliki oleh perusahaan. Namun begitu, aktiva tetap bisa berbeda interpretasinya bagi tiap perusahaan, tergantung posisi aset tetap tersebut terhadap kegiatan produksi perusahaan.

5. Relevansi Aktiva Tetap Pada Laporan Keuangan

Sebuah aktiva tetap bisa diinterpretasikan dengan banyak cara pada laporan keuangan perusahaan. Hubungan tersebut berbeda-beda tergantung dari jenis laporan keuangan masing-masing perusahaan. Berikut ini ragam relevansi aset atau aktiva tetap pada laporan keuangan perusahaan.

a. Neraca Keuangan

Terhadap neraca keuangan, perusahaan lebih memilih mencatat biaya sebagai aset pada neraca daripada menaruhnya pada laporan laba rugi (L/R). Hal ini dikarenakan oleh sifat dari aktiva tetap yang bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.

Pada awalnya, aset tetap dikapitalisasi pada neraca, dan kemudian diaplikasikan nilai penyusutan bertahap seiring masa penggunaannya. Anda bisa mencatat neraca perusahaan pada bagian PP&E (Properti, pabrik, dan peralatan).

b. Laporan Laba Rugi

Pada laporan laba rugi, aset tetap selalu mengalami penyusutan kecuali tanah perusahaan. Nantinya laporan laba rugi pada kolom penyusutan aset tetap akan membuat laba bersih perusahaan berkurang.

c. Laporan Arus Kas

Proses membeli aset atau aktiva tetap akan masih pada bagian aktivitas investasi dalam laporan arus kas. Nantinya pembelian aktiva digolongkan dalam pengeluaran modal. Sedangkan penjualan dari aset tetap akan masuk dalam hasil dari penjualan aset tetap.

6. Pengertian Aset Tidak Tetap

Aset tidak tetap disebut juga sebagai aset tak berwujud. Jenis aset yang satu ini bisa juga dinamakan sebagai aset tetap tak berwujud, yang nantinya tetap dapat diidentifikasi namun tak ada bentuk fisiknya. Jenis aset yang satu ini biasanya bisa dimiliki untuk tujuan administratif lain.

Untuk perusahaan, nantinya manfaat dari aset tak berwujud ini bisa didapatkan dalam waktu panjang, serta nilainya sangat besar dibandingkan modal yang dimiliki.

7. Kriteria Aset Tidak Tetap

Untuk bisa mengidentifikasi apakah suatu aset termasuk dalam aset tidak tetap atau tidak berwujud, pastikan untuk mengenali berbagai karakteristik aktiva tak berwujud. Aktiva tak berwujud atau intangible asset bisa dikenali dengan berbagai karakteristik sebagai berikut :

  • Tidak berwujud nyata, tidak bisa dilihat secara langsung. Bisa dilihat pun berupa dokumen yang menyatakan bahwa perusahaan A telah memiliki aset tak berwujud berbentuk “B”, dan lain sebagainya.
  • Bukan berupa instrumen keuangan yang bisa digunakan untuk melakukan pembayaran atas beban-beban perusahaan secara langsung.
  • Biasanya aset jenis ini berupa dokumen yang bisa diklaim nilainya dengan waktu yang cukup lama.
  • Aktiva yang bersifat jangka panjang dan memiliki masa manfaat yang relatif lama bagi perusahaan. Biasanya proses pencairan aset tak berwujud yang satu ini nantinya harus menuruti hukum yang berlaku.

8. Jenis-Jenis Aktiva Tetap Tidak Berwujud Dan Pencatatan Aset Tak Berwujud

Berbagai jenis dari aktiva tidak berwujud diantaranya adalah :

Franchise : hak untuk menjual suatu merek pada pihak lain agar mereka bisa menjalankan bisnis atas nama pihak perusahaan tersebut.

Goodwill : yang merupakan suatu kondisi dimana lebih bayar untuk aktiva dibandingkan dengan nilai pasar. Nilai goodwill diambil dari selisih nilai pasar dengan uang yang dibayarkan atas aktiva tertentu.

gramedia obf

Hak merek : yaitu suatu kuasa perusahaan tertentu terkait merek yang telah mereka daftarkan.

Baca juga : Pengertian Audit, Fungsi, Tahapan, dan Jenisnya

B. Perbedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar

1. Pengertian Aset Lancar

Selain aset tetap, kita juga mengenal aset lancar dalam dunia akuntansi. Aset lancar adalah sebutan untuk aset atau kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang bisa diubah menjadi uang tunai. Dengan kata lain, aset lancar merupakan aset yang bisa diukur dengan satuan nilai mata uang.

2. Contoh-contoh Aset Lancar

Aset lancar disebut juga sebagai aset yang bisa dicairkan sewaktu-waktu. Berikut ini berbagai contoh dari aset lancar :

a. Uang Tunai

Bagi sebuah perusahaan, uang tunai bisa disebut sebagai uang kas atau kas perusahaan. “Kas” adalah sebuah sebutan untuk uang tunai perusahaan, sedangkan “Bank” adalah sebutan bagi uang perusahaan yang ada pada rekening bank.

b. Surat Berharga

Surat berharga termasuk aset lancar yang biasanya digunakan untuk bukti kepemilikan suatu kekayaan yang bernilai. Surat jenis ini bisa diperdagangkan dengan pihak lain serta ditukar dengan uang tunai. Beberapa contoh surat berharga perusahaan adalah deposito, obligasi, saham, wesel, dan lain sebagainya.

c. Piutang

Piutang perusahaan juga termasuk aset lancar, yang merupakan tagihan pada pelanggan yang membeli barang pada perusahaan Anda secara kredit. Proses piutang biasanya dijanjikan akan dilunasi dalam kurun waktu tertentu. Proses ini biasanya akan dilunasi pada waktu tertentu oleh kedua belah pihak.

d. Persediaan

Persediaan merupakan jumlah barang yang belum terjual dan juga memiliki nilai ekonomi. Aset lancar yang satu ini merupakan salah satu jenis aset yang nantinya bisa langsung dijual dan diubah menjadi kas perusahaan.

f. Biaya Dibayar Di Muka

Jenis aset lancar lainnya yaitu biaya dibayar di muka, sehingga nantinya tidak akan membebani keuangan perusahaan di akhir periode. Biaya jenis ini nantinya akan dijalankan oleh perusahaan tanpa membebani kas.

3. Pengertian Aset Tidak Lancar

Jenis aset lain selain aset lancar yaitu aset tidak lancar. Aset yang satu ini merupakan hal yang penting bagi perusahaan, karena tidak bisa dicairkan langsung menjadi uang tunai. Dalam kata lain, jenis aset yang satu ini memiliki teknik pencatatan yang cukup rumit pada laporan keuangan perusahaan. Selain itu, proses menjual kembali jenis aset ini nantinya akan cukup lama. Berikut ini berbagai jenis aset tidak lancar perusahaan:

3.1 1. Aset Tetap

Kita telah membahas terkait aset tetap pada awal artikel di atas. Pada intinya, aset tetap adalah aset yang digunakan oleh perusahaan untuk melakukan proses produksi namun berwujud tetap. Jenis aset ini sifatnya jangka panjang, dan tidak akan diperjualbelikan dalam jangka waktu lama.

Contohnya tanah dari bangunan gedung perusahaan yang tidak akan dijual hingga belasan tahun lamanya. Selain itu berbagai mesin, peralatan, furnitur, hingga kendaraan milik perusahaan yang tidak akan dijual demi kelancaran proses produksi perusahaan.

Biasanya perusahaan akan menjual jenis aset yang satu ini ketika mereka berada di ambang kebangkrutan atau benar-benar membutuhkan uang mendesak. Perusahaan yang sampai menjual berbagai aset tetapnya bisa dikatakan sebagai perusahaan yang ada dalam situasi tak menguntungkan.

3.2 2. Aset Tidak Berwujud

Jenis aset tidak tetap lainnya yaitu aset tidak berwujud. Aset tak berwujud tidak bisa dilihat bentuknya, namun manfaatnya akan didapatkan oleh perusahaan dalam waktu lama. Jenis aset yang satu ini cukup istimewa, karena hanya bisa dirasakan keuntungannya dan perusahaan tidak perlu repot menyimpan barang fisiknya.
Berbagai contoh dari aset tak berwujud adalah:

  • Hak cipta, Hak paten, Hak merek dagang
  • Hak kontrak, Hak kemitraan / franchise, dan juga goodwill (keistimewaan tertentu bagi perusahaan)
  • Ragam contoh dari aset tersebut memang tidak berwujud, namun bisa mendatangkan manfaat dalam jangka waktu lama nantinya.

3.3 3. Investasi Jangka Panjang



Contoh lain dari aset tak berwujud yaitu investasi jangka panjang yang dilakukan oleh pemerintah. Jenis aset yang satu ini nantinya bisa mendatangkan keuntungan pada perusahaan dalam jangka waktu lama, dan hasilnya tidak bisa diketahui dengan cepat. Contoh dari jenis aset investasi jangka panjang yaitu obligasi, surat utang negara, saham, dan lain sebagainya.

4. Perbedaan Aset Lancar Dan Tidak Lancar

Pernahkah Anda merasa bingung membedakan antara aset lancar dengan aset tidak lancar? Biasanya jenis aset tidak mudah dibedakan dan membuat para akuntan merasa bingung ketika akan membuat laporan keuangan. Berbagai perbedaan antara aset lancar dengan aset tidak lancar yaitu :

a. Dari segi waktu

Cara mudah untuk membedakan aset lancar dengan aset tidak lancar adalah dari segi jangka waktunya. Segi waktu yang dibicarakan adalah waktu yang digunakan untuk mengubah aset tersebut menjadi uang tunai. Dalam kata lain sebuah aset bisa dikatakan sebagai aset lancar atau tidak lancar berdasarkan kemampuannya “merubah” diri menjadi uang tunai yang dibutuhkan perusahaan.

Sebuah aset dinyatakan sebagai aset yang lancar apabila bisa dirubah menjadi uang dalam jangka waktu kurang dari 12 bulan. Sedangkan aset tersebut termasuk dalam aset tidak lancar jika tidak bisa dirubah dalam jangka waktu kurang dari atau sama dengan 12 bulan.

b. Dari segi tujuan

Cara lain untuk membedakan antara aset lancar dengan aset tidak lancar yaitu dari segi tujuannya. Tujuan pembelian suatu aset tersebut bisa mempengaruhi status aset, dipanggil sebagai aset lancar atau tidak lancar.

Jika tujuan pembelian aset tersebut adalah digunakan sebagai sarana membiayai kegiatan operasional perusahaan, nantinya aset tersebut disebut sebagai aset lancar. Sedangkan jika aset dibeli dengan tujuan disimpan atau menunjang proses produksi dalam jangka waktu lama, nantinya aset tersebut disebut sebagai aset tidak lancar.

c. Dari segi manfaat

Setelah itu, cara membedakan antara aset lancar dan aset tidak lancar adalah dari segi manfaat. Aset lancar memiliki manfaat untuk melakukan pembayaran langsung berbagai pengeluaran yang digunakan untuk produksi perusahaan. Sedangkan aset tidak lancar memiliki manfaat hanya sebagai jaminan ketika ingin meminjam uang dari pihak lain (bersifat kolateral).

Rekomendasi Buku Akuntansi Untuk Pemula

Berikut ini adalah list buku yang bisa dijadikan sebagai referensi dalam belajar Akuntansi :

Perbedaan Aset Tetap, Tidak Tetap, Aset Lancar dan Tidak Lancar 1

Pengantar Akuntansi Berdasarkan Sak Etap Dan Ifrs, Edisi Rev

Perbedaan Aset Tetap, Tidak Tetap, Aset Lancar dan Tidak Lancar 2

Kajian Riset Akuntansi

Perbedaan Aset Tetap, Tidak Tetap, Aset Lancar dan Tidak Lancar 3

Akuntansi Sektor Jasa & Dagang Untuk Usaha Kecil & Menengah

Perbedaan Aset Tetap, Tidak Tetap, Aset Lancar dan Tidak Lancar 4

Akuntansi Keuangan Menengah

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Leave a Comment