Psikologi

4 Teori Kepribadian Utama, Ini Penjelasan Lengkapnya

Teori Kepribadian
Written by Lala Nilawanti

Teori Kepribadian – Apakah Grameds sedang mencari referensi tentang teori kepribadian? Tepat sekali, setiap orang pasti mendambakan seseorang yang memiliki kepribadian seseorang. Mengenal dan mengetahui kepribadian seseorang bisa jadi bukan hal yang mudah karena pada dasarnya setiap individu memiliki sifat karakteristik kepribadiannya masing-masing. 

Itulah sebabnya banyak pakar yang meneliti kepribadian seseorang karena hal ini bisa mempengaruhi cara dan pola seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari atau bertahan hidup sebagai makhluk sosial. Jika Grameds ingin mempelajari teori kepribadian maka bisa simak penjelasan berikut ini: 

Pengertian Kepribadian dan Konsep Diri

Pengertian kepribadian menurut Philip Kotler adalah ciri bawaan dari psikologi manusia atau human psychological traits yang berbeda dan menghasilkan tanggapan yang relatif konsisten dan bisa bertahan lama dalam rangsangan lingkungan tertentu. Biasanya kepribadian digambarkan dalam karakteristik perilaku seperti kepercayaan diri, sosialisasi, dominasi, mempertahan diri, beradaptasi, otonomi, dan sifat yang agresif. 

Itulah sebabnya kepribadian berkaitan dengan konsep diri yang merupakan inti dari kepribadian individu. Inti ini sangat berperan penting dalam mengarahkan dan menentukan perkembangan kepribadian dan perilaku positif seseorang. Dasar dari pemikiran konsep diri adalah apa yang dimiliki seseorang dapat memberi kontribusi dan jadi cerminan identitas mereka. Sehingga “kami adalah apa yang menjadi milik kami”. 

Itulah sebabnya untuk memahami tingkah laku konsumen, sebagai pemasar kita perlu memahami hubungan antara konsep diri konsumen dan kepemilikannya. Kepribadian ini kemudian berkaitan dengan adanya bentuk perbedaan karakteristik yang paling dalam dari diri seseorang atau disebut inner psychological manusia. Perbedaan fisik tersebut bisa menunjukan ciri- ciri unik yang dimiliki masing-masing individu sebagai makhluk sosial. 

Bentuk perbedaan karakteristik tersebut bisa mempengaruhi respons seseorang pada lingkungannya atau stimulusnya secara konsisten. Jadi kepribadian menjadi salah satu kajian psikologi yang kemudian lahir karena pemikiran, kajian, dan temuan- temuan (hasil praktek penanganan kasus) yang dilakukan para ahli, dimana objek kajiannya adalah human behavior. Akhirnya pembahasan perilaku manusia berhubungan dengan ada, mengapa, dan bagaimana perilaku individu tersebut. 

Sehingga kepribadian manusia dapat menunjukan sifat dalam diri atau kejiwaan yakni kualitas sifat pembawaan kemampuan yang dapat mempengaruhi individu dan perangai khususnya untuk membedakan satu individu dengan individu lainnya. 

Beli Buku di Gramedia

Deskripsi Buku

Buku ini menjelaskan bahwa manusia merupakan pribadi yang unik, takkan pernah habis untuk mengulas bagaimana uniknya, dalam buku ini membahas secara mendalam bagaimana manusia dengan latar belakang kehidupan manusia sebagai pribadi yang unik, adaptif dan kreatif.

Teori Kepribadian

Dalam praktiknya, fenomena kepribadian menunjukan banyak teori, dimana ada empat teori kepribadian utama yang perlu Grameds ketahui kaitannya dalam perkembangan ilmu psikologi. Empat teori kepribadian tersebut dianggap banyak dipakai dalam landasan teori berbagai studi tentang perilaku kepribadian dan konsumen. Berikut ini empat teori kepribadian yang utama dalam ilmu psikologi:

1. Teori Kepribadian Freud

Teori kepribadian ini dikemukakan oleh Sigmund Freud dalam suatu teori psikoanalisis kepribadian atau Psychoanalytic Theory of Personality yang kemudian dianggap sebagai landasan dari psikologi modern. Teori kepribadian Freud menyatakan bahwa kebutuhan yang tidak disadari atau unconscious needs dan dorongan dari dalam diri manusia atau drive dalam bentuk dorongan seks dan kebutuhan biologis lainnya. 

Kebutuhan tersebut adalah inti dari motivasi dan kepribadian seseorang yang menurut Freud terdiri dari tiga unsur, yakni Id, Superego, dan ego. Berikut ini unsur-unsur dalam teori kepribadian Freud: 

a. Id

Unsur Id adalah salah satu aspek biologis dalam diri individu yang sudah ada sejak lahir dan bisa mendorong kemunculan bentuk kebutuhan fisiologis, seperti rasa lapar, seksualitas, haus, kedinginan, dan sebagainya. Unsur Id dalam kepribadian menggambarkan bentuk naluri manusia secara biologis memang  membutuhkan makan, seks, minum. Manusia tersebut secara alami akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan itu untuk menghindari tensi dan mencari kepuasan secepat dan sesegera mungkin. 

Itulah sebabnya unsur Id dianggap akan melakukan prinsip kepuasan atau Pleasure atau immediate satisfaction dalam diri seseorang. Unsur id ini kemudian menjadi dasar dan akan mempengaruhi unsur lainnya untuk membentuk kepribadian yang lebih khusus lagi pada individu. 

b. Superego

Unsur superego adalah salah satu aspek psikologis pada diri individu yang menunjukan sifat manusia untuk taat dan patuh pada norma-norma etika, sosial, nilai- nilai masyarakat. Unsur ini dapat menjadi penyebab manusia menghentikan apa yang baik dan apa yang dianggap buruk dalam suatu masyarakat sehingga perilakunya akan disesuaikan dengan apa yang baik menurut lingkungan sosialnya tersebut. 

Unsur superego dalam teori kepribadian adalah bentuk kecenderungan sifat seseorang yang akan selalu ingin berbuat baik sesuai dengan bagaimana norma dan etika, serta aturan- aturan berlaku di dalam lingkungan masyarakat tertentu. Unsur ini bisa dianggap sebagai unsur yang berfungsi menekan atau mengurangi nafsu biologis atau bersumber dari unsur Id dalam diri seseorang. 

Saat seseorang berbuat kesalahan, biasanya tidak sadar akan merasa bersalah atau malu karena perbuatan salahnya. Hal seperti itulah yang menjadi contoh bagaiman unsur superego bekerja dalam menekan unsur Id dalam diri seseorang. Akibatnya seseorang cenderung tidak akan menglangi perbuatan salah itu kembali. Unsur Id dan superego dianggap sebagai bentuk dorongan yang tidak disadari secara langsung oleh seseorang. 

c. Ego

Unsur ketiga dalam teori kepribadian adalah ego adalah unsur yang bisa disadari dan dikontrol oleh individu itu sendiri. Unsur ego berfungsi sebagai  penengah antara unsur id dan superego dalam kepribadian seseorang. Unsur Ego berupaya untuk menyeimbangkan apa yang ingin dipenuhi oleh unsur id dan apa yang diinginkan oleh unsur superego agar sesuai dengan norma sosial yang berlaku dalam lingkungannya. 

Unsur Ego kemudian bekerja dalam prinsip realitas atau reality principle yang merupakan usaha manusia untuk bisa memenuhi kebutuhan fisiologisnya namun tetap sesuai dengan aturan dan norma nilai baik dan buruk berdasarkan lingkungan masyarakatnya. Menurut Schiffman dan Kanuk (2010) yang mengutip pendapat dari para peneliti tentang teori kepribadian Freud bahwa dalam studi perilaku konsumen dengan mengatakan tersebut menunjukan adanya motivasi atau human drive manusia itu sebagian besar tidaklah disadari. 

Itulah sebabnya konsumen seringkali tidak menyadari bahkan tidak mengetahui apa alasan sesungguhnya mereka memutuskan untuk membeli suatu produk tertentu. Jadi apa yang dibeli dan apa yang dikonsumsi oleh konsumen tersebut adalah gambaran dari bagaimana kepribadian konsumen tersebut dalam mengendalikan dirinya. Jadi dapat dilihat dari pakaian, kendaraan, aksesoris yang seseorang pakai bisa saja memperlihatkan bagaimana kepribadian dari individu tersebut.

Beli Buku di Gramedia

Deskripsi Buku

Pada awal abad ke-20, psikoanalisis dan behaviorisme berkembang dengan pesat. Psikoanalisis mengemukakan bahwa gejala yang dapat diamati hanyalah manifestasi permukaan dari dorongan tak sadar. Sementara, behaviorisme memandang bahwa tingkah laku hanyalah gejala yang dapat diamati, yang terkait dengan proses-proses mental. Seiring berjalannya waktu, ada sekelompok psikolog yang kurang setuju dengan kedua teori tersebut yang kemudian berupaya mengembangkan suatu segi pandangan teoretis baru, yaitu humanisme (pandangan humanistis). Teori kepribadian humanistis merupakan pendekatan psikologis yang berfokus pada studi tentang keseluruhan sang pribadi. Para psikolog teori ini memandang tingkah laku manusia tidak hanya melalui mata orang yang mengamati tingkah laku, tetapi juga melalui mata sang pribadi yang bertingkah laku.

Pendekatan humanistis sering disebut “Mazhab Ketiga” dalam bidang psikologi sesudah psikoanalisis dan behaviorisme. Akan tetapi, ketiga aliran psikologi ini tidaklah bertentangan ataupun bersaing satu sama lain karena setiap cabang psikologi ini telah memperkaya pemahaman kita tentang pikiran dan tingkah laku manusia. Buku ini membahas secara lengkap beberapa pandangan kepribadian humanistis beserta para pelopornya, yaitu Psikologi Konstruk Pribadi dari George A. Kelly, Teori Person-Centered dari Carl R. Rogers, Teori Dinamis-Holistis dari Abraham H. Maslow, dan Psikologi Eksistensial dari Rollo May. Dengan demikian, kehadiran buku ini diharapkan mampu menambah wawasan pembaca terkait berbagai hal yang mendorong kemunculan teori kepribadian humanistis dan pandangan para pelopornya.

 

2. Teori Kepribadian Neo-Freud (Teori Sosial Psikologi)

Para pakar yang juga masih rekan Sigmund Freud turut mengembangkan teori kepribadian yang dikenal dengan Teori Sosial Psikologi atau Teori Neo-Freud. Teori ini berbeda dengan teori yang Freud kembangkan dengan dua perbedaan utama, yakni pada lingkungan sosial yang akan mempengaruhi dalam membentuk kepribadian seseorang, bukan lagi dari insting atau bawah sadar manusia, dan bentuk motivasi perilaku yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan seseorang tersebut. 

Teori kepribadian Neo-Freud adalah kombinasi dari kajian ilmu sosial dan psikologi. Teori ini kemudian mengutamakan dan menekankan bahwa manusia akan berupaya untuk memenuhi apa yang dibutuhkan dalam lingkungan masyarakat. Kemudian komponen masyarakat akan membantu seseorang tersebut untuk memenuhi kebutuhan dan tujuannya dalam lingkungan tersebut. Teori Neo-Freud menjelaskan bahwa hubungan sosial adalah faktor yang paling dominan dalam membentuk dan mengambangkan kepribadian seseorang. 

Berdasarkan Teori ini model kepribadian manusia terdiri atas tiga kategori seperti berikut ini :

  • Compliant adalah bentuk kepribadian dengan ciri- ciri sifat ketergantungan seorang individu dengan orang lain. Individu ini kemudian menginginkan orang lain untuk bisa memberikan kasih sayang, menghargainya, dan membutuhkan keberadaannya. Seseorang yang memiliki kepribadian compliant cenderung selalu mendekati orang- orang sekelilingnya dan membentuk kedekatan satu sama lain. 
  •  Aggressive adalah bentuk kepribadian seseorang yang cenderung memiliki motivasi untuk mendapatkan kekuasaan dalam kondisi dan lingkungan tertentu. Individu yang memiliki kepribadian ini cenderung akan sering berlawanan dengan orang lain. Ia juga selalu ingin dipuji dan cenderung memisahkan atau menjauhkan diri dari orang lain. 
  • Detached adalah bentuk kepribadian seseorang bercirikan ingin memiliki kebebasan, mandiri, bisa mengandalkan diri sendiri, dan merasa ingin segera bebas dari berbagai kewajiban. Individu ini juga memiliki kecenderungan untuk menghindari orang- orang lain dan lebih fokus pada dirinya sendiri.

 

Beli Buku di Gramedia

Deskripsi Buku

Penanganan dan pencegahan berbagai penyakit tidak dapat dilepaskan dari tindakan terapi dengan obat, meskipun dalam penanganan dan pencegahan penyakit tidak hanya digunakan obat namun dapat pula dilakukan melalui tindakan operasi,radioterapi, fisioterapi dan lain-lain. Obat merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Buku ini membahas bebagai aspek tentang farmakologi mulai definisi, terminologi ilmu farmakologi, sejarah farmakologi, armakologi umum yang meliputi cabang ilmu farmakologi,farmakodinamik dan farmakokinetik obat. Buku ini juga membahas tentang respon individual terhadap obat, interaksi obat, ilmu dosis (posologi), dan mengenai prinsip-prinsip penulisan resep disertai lampiran tentang istilah latin yang sering digunakan dalam penulisan resep.

3. Teori Ciri (Trait Theory)

Teori Ciri  atau Trait Theory menjelaskan bahwa manusia diklasifikasi ke dalam karakteristik atau sifat dan ciri dirinya yang paling menonjol. Ciri atau trait adalah karakteristik seseorang dalam kajian psikologi yang bersifat khusus. Definisi trait adalah setiap cara yang membedakan seseorang dan relatif abadi dimana setiap individu tersebut memiliki berbeda dari individu yang lain.

Pengertian lain dari teori ini adalah menunjukan sebuah sifat atau ciri berupa karakteristik dimana satu individu akan berbeda dengan yang lain dalam bentuk yang relatif permanen dan konsisten. Dari kedua fungsi tersebut bisa disimpulkan bahwa ciri atau trait merupakan sifat atau karakteristik yang membedakan seseorang dan  bersifat permanen dan konsisten dalam diri individu tersebut. 

Loudon dan Della Bitta (1993) mengungkapkan bahwa teori ciri ini didasarkan pada tiga asumsi, yakni individu memiliki perilaku cenderung relatif stabil, individu memiliki bentuk perbedaan dalam kecenderungan perilaku, dan perbedaan tersebut bisa diidentifikasi dan diukur yang akan menggambarkan kepribadian seseorang.  

Berdasarkan pendapat Mowen dan Minor (1998) ada 16 ciri- ciri kepribadian berdasarkan teori kepribadian yang dikemukakan oleh R. Cattel, H. Eber, dan M. Tatsuoka pada tahun 1970 seperti berikut ini:

  • Pendiam (Reserved) vs. Ramah (Outgoing)
  • Percaya (Trusting) vs. Curiga (Suspicious)
  • Bodoh (Dull) vs. Cerdas (Bright)
  • Praktis (Practical) vs. Abstrak (Imaginative)
  • Labil (Unstable) vs. Stabil (Stable)
  • Unpretentious vs. Polished
  • Penurut (Docile) vs. Agresif (Aggressive)
  • Self-assured vs. Self Reproaching
  •  Serius (Serious) vs. Santai (Happy go lucky)
  • Conservative vs. Experimenting
  • Expedient vs. Conscientious
  • Group-dependent vs. Self Sufficient
  • Pemalu (Shy) vs. Mudah bergaul (Uninhibited)
  • Undisciplined vs. Controlled
  • Teguh (Tough-minded) vs. Lemah (Tender-minded)
  •  Relaxed vs. Tense

4. Teori Konsep Diri (Self-Concept)

Teori konsep diri menunjukan bahwa manusia memiliki pandangan atau konsepsi atas dirinya masing- masing, yakni berupa penilaian terhadap dirinya sendiri. Jadi setiap individu akan berfungsi sebagai subjek dan objek persepsi dalam dirinya sendiri. Berdasarkan pendapat Mowen bahwa konsep diri adalah bentuk totalitas dalam pikiran dan perasaan individu yang bisa menjadi referensi dirinya sebagai objek.

Konsep diri juga bisa didefinisikan sebagai bentuk citra diri atau persepsi tentang diri yang  sangat berkaitan dengan kepribadian diri. Teori konsep diri dalam kepribadian memandang bahwa setiap individu  memiliki bentuk konsep tentang dirinya. Hal ini menunjukan bahwa konsep diri ini didasari oleh siapa dirinya atau dirinya yang sebenarnya atau actual self dan bentuk konsep tentang memandang dirinya ingin seperti siapa, yakni bagaimana dirinya yang ideal atau ideal self.

 Teori ini juga berkaitan erat dengan dua konsep kunci teori kepribadian psikoanalitik, yakni unsur ego dan superego. Unsur ego adalah bentuk refleksi dari realitas objektif dalam diri seseorang, maka unsur ini hampir sama dengan actual self. Sedangkan unsur superego dibentuk oleh suatu yang memang seharusnya yang merupakan suatu bentuk refleksi dari ideal self dalam kondisi dan tempat tertentu.

 

Beli Buku di Gramedia

Deskripsi Buku

Kepribadian merupakan kajian utama dari ilmu perilaku manusia. Kajian mengenai kepribadian sudah dilaksanakan semeniak pada pemunculan ilmu itu sendiri. Kerangka pemikiran dari teori kepribadian yang berkembang dari semenjak Hippocrates, Plato, dan aristoteles sebagai filsuf yang memikirkan awal kelahiran ilmu tingkah laku, berkembang pada bentuk analisis dan proses pandangan klinis. Berkembangnya keilmuan mengenai manusia mengembangkan pula pemikiran dan pandangan mengenai kepribadian. Pembagian ranah pandangan mengenai tingkah laku berdasarkan pemikiran dan tokoh-tokohnya yang diungkapkan dalam buku Introduction to Theory of Personality dengan beberapa kali edisi terbit meniadi pembahasan pula pada buku ini.

Buku ini terdiri dari lima bab yaitu, Bab I Introduction fo Personality Theory a Framework for Comparison; Bab ll Teori-teori yang Berorientasi Psikodinamik (Bercorak Klinis) aliran ini meliputi Teori Psikoanalisis Klasik Freud; Carl Gustav Jung; Psikologi Sosial Alfred Adler; Erich Fromm; Karen Horney, dan Harry Stack Sullivan. Bab Ill Teori-teori yang Berorientasi Holistik (Fenomenologis) meliputi Personologi Henry Murray; Teori humanistik Abraham Maslow dan Carl Rogers, Teori Eksistensial Ludwig Binswanger dan Medan Boss; Pslkologi Timur dan Teori Medan Kurt Lewin. Bab IV Teori-teori Sifat (Trait Theories) meliputi Psikologi lndividu Gordon Allport; Psikologi Konstitusi William Sheldon dan Teori Faktor Raymond Cattell. Bab V Teori-teori yang Berorientasi Behavioristik meliputi Teori Stimulus Respon John Dollard dan Neal Miller serta Teori Perkuatan Operan B.F.Skinner.

Karakteristik Kepribadian

Karakteristik dalam psikologi adalah bentuk keunikan yang bisa menyebabkan respon yang relatif konsisten dan bertahan lama dalam diri seseorang. Indikator kepribadian ini kemudian dibedakan menjadi kemampuan beradaptasi, kepercayaan diri, dan kemampuan bersosialisasi. Ketiga indikator tersebut adalah bentuk kepribadian yang membentuk ciri atau karakteristik dari diri seseorang dalam kondisi dan tempat tertentu. 

Dalam hal ini pemasar perlu memiliki kemampuan untuk memahami indikator kepribadian konsumen nya karena dengan memahami dimensi kepribadian tersebut, maka pemasar bisa mengkategorikan sasaran pasarnya dalam indikator kepribadian konsumen tersebut. Jadi perusahaan bisa menciptakan produk- produk yang sesuai dengan kepribadian konsumennya sehingga bisa menghasilkan keuntungan maksimal. 

Dalam praktiknya, kepribadian seseorang juga memiliki karakteristik atau sifat yang menempel padanya, yakni sebagai berikut ini:

1. Kepribadian Menggambarkan Perbedaan Individu

Kepribadian seseorang tersebut menggambarkan karakteristik terdalam diri manusia dan merupakan gabungan dari banyak hal unik dalam dirinya. Itulah sebabnya tidak akan ada dua manusia yang sama persis kepribadiannya. Kemungkinan yang bisa terjadi adalah ada dua manusia yang memiliki kesamaan dalam satu karakteristik tertentu, namun pada karakteristik lainnya bisa saja sangatlah berbeda.

Kepribadian seseorang adalah bentuk konsep diri yang berguna karena memungkinkan orang lain untuk menggolongkan individu tertentu ke dalam berbagai kelompok yang berbeda, misalnya atas dasar kategori satu atau beberapa sifat yang menunjukan bidang tertentu.

2. Kepribadian Menunjukkan Konsisten dan Berlangsung Lama

Bentuk kepribadian biasanya sudah terlihat sejak seseorang memasuki umur anak- anak. Hal ini menunjukan kecenderungan mereka akan bertahan secara konsisten membentuk kepribadian seseorang ketika dewasa nantinya. Meskipun para pemasar sebenarnya tidak bisa merubah kepribadian konsumennya, maka supaya sesuai dengan produk mereka, maka bisa mengetahui dan berusaha menarik perhatian kelompok konsumen dengan menjadikan mereka sebagai target dari sifat- sifatnya yang  relevan.  

Meskipun kepribadian seseorang mungkin saja konsisten, namun perilaku mereka sering sangat bervariasi karena berbagai sebab dan faktor psikologis, sosiobudaya, lingkungan, dan situasional yang akan mempengaruhi perilaku mereka. Jadi bisa saja dalam kondisi tertentu dan waktu tertentu kepribadian seseorang bisa berubah, bahkan 180 derajat perbedaannya. 

3. Kepribadian Dapat Berubah

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa kepribadian seseorang bisa saja mengalami perubahan pada keadaan tertentu. Hal tersebut terjadi karena adanya berbagai keadaan dan peristiwa hidup manusia, seperti kelahiran, kematian, dan sebagainya. Kepribadian seseorang bisa berubah tidak hanya karena respon pada berbagai peristiwa yang terjadi secara tiba- tiba, namun juga bisa terjadi karena bagian dari proses menuju ke kedewasaan seseorang secara bertahap.

Nah, itulah penjelasan tentang teori kepribadian dalam kajian ilmu psikologi. Apakah Grameds sudah bisa memahaminya? Bentuk kepribadian seseorang tentu sangat banyak bentuk dan jenisnya, bahkan setiap individu memiliki bentuk kepribadiannya masing- masing. Itulah sebabnya jika Grameds ingin belajar banyak tentang teori kepribadian memerlukan banyak referensi pula.  Grameds bisa kunjungi koleksi buku Gramedia di www.gramedia.com, seperti rekomendasi buku teori kepribadian berikut ini: Selamat belajar. #SahabatTanpabatas. 



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien