in

Review Novel Burning Heat Karya Akiyoshi Rikako

Berbicara tentang balas dendam, biasa dikaitkan dengan rencana jahat yang membahayakan atau membuat pelaku mendapatkan perlakuan yang sama seperti yang telah dia lakukan. Namun, ternyata membalas dendam tidak hanya bisa dilakukan dengan memberikan perlakuan yang sama kepada pelaku saja. Membalas dendam juga bisa diwujudkan dengan menikahi pelaku yang anda benci. Anda mungkin akan bertanya-tanya, bagaimana bisa hal sakral seperti pernikahan dapat menjadi wujud balas dendam? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak artikel ini hingga selesai.

Burning Heat adalah novel thriller karya penulis asal Jepang, Akiyoshi Rikako. Novel asal Jepang ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh dunia, termasuk dalam Bahasa Indonesia. Versi terjemahan Bahasa Indonesia novel Burning Heat diterbitkan oleh Penerbit Haru, pada bulan Maret 2021.

Novel dengan total 296 halaman akan menyajikan kisah misteri pembunuhan, tetapi diselingi dengan kisah romansa. Ini adalah kisah tentang perjuangan demi menegakkan keadilan. Sakiko Kawasaki merupakan seorang wanita muda yang baru saja kehilangan suaminya. Tadatoki, suami Sakiko, tewas secara tidak lazim, yang dia yakini sebagai sebuah pembunuhan berencana.

Sambil dirinya sendiri terus diterpa oleh perasaan duka dan terpojok akibat wartawan yang selalu mencari informasi tentang suami dan dirinya, Sakiko memutuskan bahwa dia harus membalaskan dendam. Dalam upaya untuk membalaskan dendamnya itu, Sakiko menikahi orang yang dia yakini sebagai pembunuh suaminya. Hideo, itu adalah sosok pembunuh suaminya.

Sakiko Kawasaki rela menggunakan nama dan identitas baru demi menikah dengan pembunuh suaminya. Melalui pernikahan ini, Sakiko atau yang kini sekarang mengubah nama dan wajahnya menjadi Eri Satou, berharap bahwa dia mampu membalaskan dendam kematian suaminya dengan melaporkan Hideo.

Profil Akiyoshi Rikako – Penulis Novel Burning Heat

Sumber gambar: goodreads.com

Akiyoshi Rikako merupakan penulis asal Jepang. Akiyoshi Rikako menempuh pendidikan tinggi dengan mengambil jurusan sastra di Universitas Waseda. Selain itu, ia juga menerima gelar Master dalam Produksi Film dan Televisi dari Universitas Loyola Marymount.

Karya debut Akiyoshi Rikako sebagai seorang penulis adalah bukunya yang berjudul Snow Flower. Karya debutnya ini berhasil memenangkan Yahoo! Hadiah Sastra Jepang dan juga diadaptasi menjadi film pendek. Nama Akiyoshi Rikako hingga saat ini dikenal sebagai penulis beberapa karya fiksi best seller. Salah satu karyanya yang berjudul The Dark Maidens juga berhasil diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar.

Sinopsis Novel Burning Heat

Pros & Cons

Pros
  • Novel ini menawarkan sebuah formula kisah yang baru dan unik.
  • Para pembaca juga dapat merasakan berbagai emosi bersama Sakiko
  • Akiyoshi Rikako juga menghadirkan sejumlah fakta di dunia kedokteran ketika sedang menceritakan Hideo yang memang berprofesi sebagai dokter.
  • Alur kisah Burning Heat ini dinilai pas temponya, tidak bertele-tele, tetapi juga tidak terlalu cepat.
Cons
  • Novel Burning Heat ini mengandung beberapa adegan yang dapat memicu trauma, seperti pembunuhan, usaha bunuh diri, juga adegan eksplisit lain
  • Sebaiknya dibaca oleh mereka yang telah berusia 18 tahun ke atas

Burning Heat mengisahkan tentang seorang wanita bernama Sakiko Kawasaki yang rela melakukan operasi plastik untuk mengubah wajahnya, juga rela mengubah namanya menjadi Eri Satou demi menikah dengan seorang dokter yang bernama Hideo Kubokawachi. Hal ini bukan dilakukan demi menampilkan yang terbaik bagi lelaki itu. Namun, hal ini dilakukan demi bisa menikah dengan orang yang dia duga susah membunuh sang suami tercinta, Tadatoki Kawasaki.

Kisah ini diceritakan dari sudut pandang Sakiko. Sakiko Kawasaki adalah seorang wanita yang baru saja dirundung duka akibat suaminya meninggal dunia. Penyebab kematian suaminya itu, karena jatuh dari balkon apartemen. Kematian Tadatoki yang sangat mendadak itu meninggalkan tanda tanya besar bagi Sakiko. Ia merasa ada sesuatu yang janggal dari kematian suami tercintanya itu.

Sebab, Sakiko sangat mencintai Tadatoki, begitu juga sebaliknya. Di dunia ini, mereka berdua hanya memiliki satu sama lain. Pada awalnya, Sakiko berusaha mengikhlaskan kematian suaminya itu jika memang itu disebabkan sebuah kecelakaan. Namun, detektif yang menyelidiki kasus kematian Tadatoki malah menjelaskan adanya dugaan pembunuhan dalam kasus ini.

Setelah beberapa waktu dilakukan penyelidikan atas kasus ini, polisi sempat menetapkan seorang pria bernama Hideo Kubokawachi sebagai tersangka. Kebetulan, Hideo juga menjadi orang pertama yang melaporkan kejadian itu. Namun, ketika investigasi dilakukan lebih lanjut, polisi malah akhirnya menarik kesimpulan bahwa penyebab kematian Tadatoki bukan karena dibunuh. Walaupun polisi sudah menetapkan begitu, Sakiko tidak percaya akan perkataan polisi.

Sakiko memiliki keyakinan bahwa suaminya pasti dibunuh, dan pelaku pembunuhan suaminya adalah pria bernama Hideo yang berprofesi sebagai dokter itu. Singkat cerita, sekitar 1-2 tahun setelah kasus kematian suaminya, Sakiko mengubah keseluruhan dirinya menjadi Eri Satou. Kemudian, ia berhasil menikah dengan Hideo.

Setiap hari, setelah Hideo pergi untuk bekerja, Sakiko selalu mencari petunjuk yang dapat menjadi bukti bahwa Hideo adalah orang yang membunuh suaminya. Namun, tidak ada satu pun bukti yang menjurus ke sana. Ditambah lagi, sikap Hideo yang lembut dan juga perhatian yang tulus membuat Sakiko lama-lama menjadi luluh dan malah mempertanyakan keyakinan awalnya.

Hingga suatu ketika, sesuatu yang mencurigakan akhirnya muncul ke permukaan. Hal ini sontak mengubah seluruh rasa percaya yang telah lahir atas dasar dusta. Apakah Hideo benar merupakan pelaku pembunuhan Tadatoki? Bagaimana rasanya menikah dengan pembunuh suamimu?

Kelebihan Novel Burning Heat

Sebagai salah satu novel thriller best seller, novel Burning Heat ini memiliki sejumlah kelebihan. Kelebihan pertama, layaknya novel karya Akiyoshi Rikako yang lain, novel ini menawarkan sebuah formula kisah yang baru dan unik. Premis kisah ini pada dasarnya adalah seorang wanita yang ingin membalas dendam. Namun, Akiyoshi tidak hanya menekankan pada premis tersebut saja. Novel Burning Heat ini juga menyajikan selingan kisah romansa yang tidak terduga dan hangat.

Novel Burning Heat dituliskan dengan sudut pandang orang pertama, yaitu Sakiko Kawasaki atau Eri Satou. Penggunaan sudut pandang ini dinilai sangat baik, karena sukses menghidupkan karakter dan emosi yang dialami tokoh. Para pembaca juga dapat merasakan berbagai emosi bersama Sakiko. Akiyoshi sukses menghidupkan suasana dalam kisah ini.

Ditambah lagi, Akiyoshi juga menghadirkan monolog atau narasi yang menggambarkan perasaan tokoh utama dengan cukup sering di tiap paragraf kisah ini. Ini semakin menggugah emosi pembaca yang ikut mengkhawatirkan nasib Sakiko di masa depan, apakah rencananya akan berhasil, atau ia malah terbuai oleh sikap manis pembunuh suaminya itu.

Akiyoshi Rikako juga menghadirkan sejumlah fakta di dunia kedokteran ketika sedang menceritakan Hideo yang memang berprofesi sebagai dokter. Akiyoshi kerap menuliskan adegan saat Hideo menjelaskan suatu penyakit kepada pasiennya. Hal ini menjadi suatu nilai tambah, karena pembaca secara tidak langsung dapat belajar hal baru melalui kisah ini. Ini juga menunjukkan bahwa Akiyoshi Rikako melakukan riset yang serius untuk menuliskan kisah ini.

Alur kisah Burning Heat ini dinilai pas temponya, tidak bertele-tele, tetapi juga tidak terlalu cepat. Novel Burning Heat ini juga menggunakan alur maju dan mundur yang perpindahannya dinilai mulus. Adegan flashback semakin mendukung suasana yang dihadapi tokoh pada masa sekarang. Seperti adegan kehidupan Sakiko bersama Tadatoki di masa lalu yang menambah suasana sedih pada saat Sakiko mengenangnya.

Kemudian, Akiyoshi Rikako juga menghadirkan perkembangan karakter yang dinilai sangat baik. Sebab, perkembangan karakter tersebut terjadi secara bertahap dan tidak muluk-muluk. Perkembangan karakter ini dinilai sesuai dengan situasi nyata dan sangat realistis.

Secara teknis, versi terjemahan novel Burning Heat ini dinilai baik. Penerbit Haru dapat memilih kata-kata yang pas dan menyusunnya menjadi kalimat yang mudah dipahami. Terjemahan yang baik ini memberikan kesan yang meringankan kisah yang cukup kompleks ini.

Selain itu, bukan novel karya Akiyoshi Rikako jika tidak menghadirkan twist di ceritanya. Seluruh twist yang diberikan di akhir cerita ini sukses membuat pembaca terkejut. Para pembaca mengaku kerap kali menduga-duga hal selanjutnya yang akan terjadi, tetapi dugaan itu berhasil dipatahkan oleh Akiyoshi.

Secara keseluruhan, novel Burning Heat ini adalah salah satu rekomendasi bacaan bagi anda yang senang dengan buku bergenre misteri dan thriller. Kisah Burning Heat cukup kompleks, tetapi ringan untuk dibaca dan juga memiliki sisi yang hangat. Novel Burning Heat adalah paket lengkap bagi anda yang sedang mencari novel yang unik.

Kekurangan Novel Burning Heat

Selain kelebihan, novel Burning Heat ini memiliki kekurangan. Kekurangan pada novel ini terletak pada beberapa bagian yang masih mengandung kesalahan penulisan. Namun, kesalahan ini adalah hal minor yang tidak mengganggu proses membaca dan memahami kisah ini.

Selain itu, novel Burning Heat ini mengandung beberapa adegan yang dapat memicu trauma, seperti pembunuhan, usaha bunuh diri, juga adegan eksplisit lainnya. Hal ini membuat novel Burning Heat ini tidak bisa dibaca oleh semua kalangan, sebaiknya dibaca oleh mereka yang telah berusia 18 tahun ke atas. Bagi pembaca yang sudah cukup umur juga diharapkan bijak dalam memaknai kisah fiksi ini.

Pesan Moral Novel Burning Heat

Melalui Sakiko Kawasaki, kita dapat belajar akan arti cinta yang sesungguhnya. Cinta membawa dirinya rela mengorbankan apa pun, identitasnya, wajahnya, bahkan kebahagiaannya sendiri. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa kekuatan cinta sungguh besar.

Namun, dari Sakiko Kawasaki juga kita dapat belajar untuk tidak menyimpan dendam. Memang tujuannya adalah baik, yakni untuk menegakkan keadilan. Namun, sesungguhnya dendam bagaikan dua mata pisau. Dendam hanya akan menghancurkan, dan tidak memberikan keuntungan apa pun selain memuaskan ego.

Dari kisah ini juga kita dapat belajar untuk terus hati-hati dalam segala situasi. Layaknya pecahan kaca yang tidak terlihat dan menorehkan luka, walaupun kita pikir telah diurus dengan sempurna. Begitu juga segala hal yang ada di dunia ini, yang terlihat bersih belum tentu sebersih yang kelihatannya.

Sekian artikel ulasan novel Burning Heat karya Akiyoshi Rikako. Apakah anda penasaran akan kelanjutan nasib Sakiko Kawasaki dan Hideo? Apakah Hideo benar merupakan pelaku pembunuhan suami Sakiko? Bagaimana kelanjutan hubungan mereka? Yuk langsung temukan jawabannya sendiri hanya dengan mendapatkan novel ini di Gramedia.com.

Selain menyediakan novel Burning Heat, Gramedia.com juga menyediakan berbagai novel genre lain, jenis buku lain, bahkan juga kebutuhan sehari-hari anda. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan informasi yang terlengkap dan terbaik bagi anda.

Written by Gabriel