in

Review Novel Absolute Justice Karya Akiyoshi Rikako

Apakah anda pernah memikirkan tentang bagaimana seseorang bisa melakukan hal yang benar, tetapi hal yang benar tersebut belum tentu baik? Begitu juga sebaliknya, ternyata hal yang baik juga belum tentu benar. Lantas, apakah kita harus memilih untuk melakukan hal yang benar atau hal yang baik?

Novel Absolute Justice merupakan karya dari Rikako Akiyoshi penulis asal Jepang yang sudah dikenal melahirkan berbagai karya yang luar biasa. Sama seperti novel karya Rikako Akiyoshi yang lainnya, novel Absolute Justice juga berhasil meraih kesuksesan dengan menjadi salah satu novel best seller yang cakupannya hingga internasional. Maka dari itu, novel Absolute Justice ini telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, termasuk ke dalam Bahasa Indonesia. Novel Absolute Justice diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Penerbit Haru pada bulan Mei 2021.

 

https://www.gramedia.com/products/panen-cabai-setiap-hari-di-lahan-sempit-s03395?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Berbeda dengan novel karya Rikako Akiyoshi yang lain, yang biasanya menekankan pada kisah fantasi, novel Absolute Justice ini akan menyajikan kisah fiksi yang lebih realistis. Novel dengan total 268 halaman ini akan mengisahkan tentang geng sekolah yang beranggotakan 5 gadis, yakni Yumiko, Kazuki, Riho, Reika, dan Noriko. Persahabatan mereka berlanjut hingga mereka dewasa. Namun, pada suatu hari, terdapat insiden besar yang menimpa geng mereka.

Noriko meninggal dunia akibat dibunuh salah satu dari mereka. Lebih mengejutkan lagi, Noriko dibunuh, karena dia selalu menjunjung tinggi kebenaran. Dia tak peduli akan baik atau buruknya dampak yang ditimbulkan jika dia mengungkapkan kebenaran itu.

“Seharusnya monster itu telah mati…”

Apakah membela kebenaran itu benar merupakan hal yang benar? Lalu, mengapa membela kebenaran dapat menjadi sebuah hal yang buruk? Bagaimana nasib keempat sahabat yang masih tersisa? Sebelum mengetahui jawabannya, yuk baca dulu artikel ulasan novel Absolute Justice ini hingga selesai.

Profil Rikako Akiyoshi – Penulis Novel Absolute Justice

Sumber gambar: goodreads.com

Akiyoshi Rikako merupakan penulis asal Jepang. Akiyoshi Rikako menempuh pendidikan tinggi dengan mengambil jurusan sastra di Universitas Waseda. Selain itu, ia juga menerima gelar Master dalam Produksi Film dan Televisi dari Universitas Loyola Marymount.

Karya debut Akiyoshi Rikako sebagai seorang penulis adalah bukunya yang berjudul Snow Flower. Karya debutnya ini berhasil memenangkan Yahoo! Hadiah Sastra Jepang dan juga diadaptasi menjadi film pendek. Nama Akiyoshi Rikako hingga saat ini dikenal sebagai penulis beberapa karya fiksi best seller. Salah satu karyanya yang berjudul The Dark Maidens juga berhasil diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar.

Sinopsis Novel Absolute Justice

 

https://www.gramedia.com/products/panen-cabai-setiap-hari-di-lahan-sempit-s03395?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Pros & Cons

Pros
  • Premis cerita yang menarik dengan membahas masalah kehidupan sehari-hari yang terkait dengan konsep menentukan benar, salah, baik, benar, adil, dan rasa kemanusiaan.
  • Gaya penulisan Rikako Akiyoshi sangat deskriptif.
  • Menggunakan sudut pandang semua tokoh, sehingga pembaca dapat mengenal pola pikir dan perasaan seluruh tokoh.
  • Karakter tokoh yang memikat dan menarik hati pembaca.
  • Pergantian alur maju dan mundur yang dituliskan dengan jelas.
  • Adanya sosok anti-villain yang menarik.
  • Berhasil membuat pembaca merasakan berbagai emosi bersama para tokoh dalam cerita ini.
  • Adanya plot twist di akhir kisah yang segar dan mengungkap fakta menarik.
  • Kisah ini mengandung banyak pesan moral yang dapat menjadi pembelajaran bagi pembaca.
  • Terjemahan dalam Bahasa Indonesia yang nyaman untuk dibaca.
Cons
  • Narasi kisah yang serupa dengan novel Akiyoshi Rikako yang lain.
  • Beberapa bagian cerita menimbulkan kesan jenuh, karena mudah ditebak.

Absolute Justice pada awalnya mengisahkan tentang geng sekolah yang beranggotakan 4 orang perempuan, yakni dari Yumiko, Kazuki, Riho, dan Reika. Pada suatu hari, ada murid baru yang masuk ke kelas mereka. Gadis itu bernama Takaki Noriko. Keempat orang ini merasa kasihan ketika melihat Noriko yang selalu sendirian. Oleh sebab itu, mereka memberanikan diri untuk berkenalan dengan Noriko dan memutuskan untuk mengajak Noriko bergabung menjadi bagian dalam geng mereka.

Pada awalnya, Noriko nampak sebagai gadis yang baik hati, sopan, rela menolong disiplin, dan salah satu anak yang paling cerdas di sekolah. Semua orang menyukai sosoknya, bukan hanya teman-temannya saja, tetapi hingga para guru. Noriko juga merupakan sosok yang sangat menjunjung tinggi kebenaran. Namun, dia tak peduli jika hal itu baik atau jahat.

Selama Noriko dapat mengungkap kebenaran, dia akan melakukan apa pun untuk mencoba membuktikannya dan meskipun itu dapat menjatuhkan orang lain. Tidak terkecuali jika hal itu akaun menjatuhkan keempat teman gengnya sendiri yang selama ini sudah menganggap Noriko sebagai sahabat. Hal ini tentunya sangat disayangkan oleh semua sahabat dan orang di sekitarnya.

Persahabatan Noriko, Yumiko, Kazuki, Riho, dan Reika berlangsung sampai mereka berumur 30 tahun. Setelah lulus SMA, mereka sempat berpisah, tetapi mereka dipertemukan kembali di sebuah acara reuni. Setelah reuni, mereka memutuskan untuk selalu bertemu setiap dua bulan sekali. Mulai dari sini, Noriko mulai menghancurkan hidup keempat temannya dengan menjunjung kebenaran.

Hingga suatu saat, Noriko meninggal dunia. Noriko dibunuh oleh temannya sendiri. Hal yang paling mengejutkan adalah, setelah 5 tahun dari insiden itu, pelaku pembunuhan Takaki Noriko menerima sebuah surat. Dan di surat tersebut, nama pengirimnya yaitu Takaki Noriko. Seharusnya monster itu telah mati…

Kelebihan Novel Absolute Justice

 

https://www.gramedia.com/products/panen-cabai-setiap-hari-di-lahan-sempit-s03395?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Sebagai novel karya Rikako Akiyoshi, kualitas novel Absolute Justice tentunya tak perlu diragukan lagi. Novel Absolute Justice memiliki sejumlah kelebihan. Kelebihan pertama, yakni dari premis ceritanya sendiri yang mengangkat kisah tentang kejahatan yang mungkin dianggap sebagai masalah sepele dalam kehidupan sehari-hari, bahkan kadang dianggap sebagai hal yang normal. Namun, hal tersebut sebenarnya dapat menjadi sebuah masalah yang serius.

Novel ini akan menyajikan kisah tentang kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan konsep benar dan salah, baik dan benar. Kisah ini mengangkat tentang rasa adil, memaafkan, dan rasa kemanusiaan. Ini adalah kisah tentang kejahatan dan pembalasannya.

Lagi-lagi, Akiyoshi Rikako berhasil membuai pembaca melalui gaya penulisannya yang deskriptif. Ia mampu menggambarkan latar situasi, tempat, waktu, serta perasaan yang dirasakan oleh setiap tokoh sehingga pembacanya dapat memahami kisah ini dengan sangat baik hingga seolah ikut masuk ke dalam cerita.

Kemudian, Akiyoshi Rikako menggunakan sudut pandang yang berganti-ganti di setiap bab novel ini. Novel Absolute Justice ini terbagi menjadi empat bab, setiap babnya menyajikan kisah yang berbeda mengenai bagaimana keempat teman Nariko menghadapi seorang penjunjung kebenaran seperti Noriko. Bab pertama ditulis menggunakan sudut pandang Kazuki, bab kedua ditulis menggunakan sudut pandang Yumiko, bab selanjutnya ditulis menggunakan sudut pandang Riho, dan bab terakhir ditulis menggunakan sudut pandang Reika.

Dengan menggunakan sudut pandang tiap tokoh ini, pembaca dapat memahami bagaimana pola pikir masing-masing tokoh dan perasaan mereka berempat ketika menghadapi Noriko, sang penjunjung kebenaran. Kemudian, Akiyoshi Rikako dinilai berhasil membangun karakter tokoh yang menarik dan mampu mencuri hati pembaca. Seperti karakter Kazuki yang hatinya lembut tapi tomboy. Karakter Yumiko yang dewasa. Karakter Riho yang cerdas, serta karakter Reika yang giat mengejar impian untuk menjadi seorang artis.

Dengan penggunaan sudut pandang setiap tokoh dan karakter yang memikat ini, pembaca dipastikan tidak akan bosan untuk mengikuti kisah mereka di setiap babnya. Kemudian, Akiyoshi Rikako juga berhasil menggambarkan sosok anti-villain secara efektif. Penulis membuat sebuah karakter yang bukan protagonis, tetapi bukan antagonis juga. Ini menjadi sebuah sosok yang unik dan membuat kisah ini menjadi lebih berwarna.

Novel Absolute Justice ini menggunakan alur maju dan mundur. Akiyoshi Rikako mampu menuliskan pergantian alur tersebut dengan mulus. Ia menggambarkan perbedaan waktu antara satu alur dengan alur lainnya secara jelas. Jadi pembaca dapat memahami apa yang terjadi dan kapan terjadinya secara jelas. Alur mundur ini juga tidak membuat kisah ini menjadi berulang. Malah, cerita flashback ini semakin memperkuat kisah ini dan semakin memainkan emosi para pembaca.

Kisah Absolute Justice ini berhasil menggugah emosi pembaca. Pembaca dapat ikut merasa kesal, marah, bingung, dan juga miris dengan keadaan. Kelebihan selanjutnya, Akiyoshi Rikako menyajikan plot twist yang cukup menyegarkan di akhir cerita yang mengungkap sebuah fakta menarik. Selain itu, tim Penerbit Haru juga dinilai berhasil menerjemahkan kisah ini ke dalam Bahasa Indonesia, sehingga nyaman untuk dibaca.

Novel Absolute Justice ini juga mampu memancing pembaca untuk turut memikirkan tentang arti kebenaran dan kebaikan. Kisah ini juga memiliki pesan moral yang dapat menjadi pembelajaran bagi pembaca. Secara keseluruhan, novel Absolute Justice ini adalah kisah yang sederhana, mudah dimengerti, dan juga menghibur.

Kekurangan Novel Absolute Justice

 

https://www.gramedia.com/products/panen-cabai-setiap-hari-di-lahan-sempit-s03395?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Selain kelebihan, novel Absolute Justice ini juga memiliki kekurangan. Pembaca menemukan gaya narasi kisah ini sama dengan novel karya Akiyoshi Rikako yang berjudul Girls In The Dark. Hal ini memberikan kesan tidak adanya kebaruan dalam kisah ini.

Kemudian, beberapa bagian cerita Absolute Justice ini sempat membuat pembaca jenuh, karena tidak menyajikan kisah fantasi yang menggugah imajinasi pembaca. Keseluruhan alur kisah Absolute Justice ini juga mudah ditebak oleh pembaca.

Pesan Moral Novel Absolute Justice

 

https://www.gramedia.com/products/panen-cabai-setiap-hari-di-lahan-sempit-s03395?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Melalui novel Absolute Justice, kita dapat kembali berpikir dan mempertimbangkan mengenai kebenaran. Dari novel ini kita mengetahui bahwa orang yang benar belum tentu baik. Sebaliknya, orang yang baik juga belum tentu benar. Hal ini mengajarkan kita untuk seimbang dalam menggunakan logika, perasaan, dan juga mempertimbangkan nilai moral serta kemanusiaan.

Novel Absolute Justice ini juga mengajarkan kita untuk tidak main hakim sendiri. Mengusahakan keadilan memang suatu hal yang baik, tetapi jika upaya tersebut berlebihan seperti mencelakai orang lain, itu membuat anda tidak ada bedanya dengan orang yang berbuat jahat kepada anda.

Sekian artikel ulasan novel Absolute Justice karya Akiyoshi Rikako. Bagaimana kelanjutan nasib Yumiko, Kazuki, Riho, dan Reika? Siapa sebenarnya yang membunuh Noriko? Apakah Noriko masih hidup? Yuk langsung temukan jawabannya sendiri dengan mendapatkan novel ini hanya di Gramedia.com. Selamat membaca!

Bagi kalian yang sedang mencari buku karya Akiyoshi Rikako yang lain, atau buku genre dan jenis lain, bahkan kebutuhan sehari-hari anda, anda bisa menemukannya juga di Gramedia.com, lho. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan yang terbaik dan terlengkap bagi anda.

Rating: 4.3

 

Written by Gabriel