in

Review Buku 24 Jam Bersama Gaspar

Siapa yang sangat rindu untuk membaca cerita yang dimulai dengan peran antagonis atau jahat? Yap, jarang sekali cerita yang menceritakan dari sudut pandang dari sisi si antagonis. Meski pun tentu tidak semua novel seperti ini, tetapi pada umumnya novel-novel yang biasa kamu dan kita semua baca adalah novel yang akan bercerita tentang tokoh protagonis.

Cerita selalu bermula dari sudut pandang protagonis yang memiliki hati yang mulia dan sangat baik yang menghadapi masalah dan membuatnya mengalami kesulitan untuk merealisasikan tindakan mulia tersebut. Kemudian, cerita akan ditutup dengan keadaan yang sangat membahagiakan lewat keberhasilan dari tokoh protagonis yang berhasil melakukan kehendak mulainya.

https://www.gramedia.com/products/kumpulan-terlengkap-lagu-daerah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Cerita-cerita yang memiliki alur seperti itu rasanya sangat klise dan kurang menantang bagi kamu semua yang lebih suka dengan alur yang menantang, bukan? Hal tersebut membuat kamu rindu akan sosok antagonis yang membuat cerita sangat hidup dan bernyali.

Ada beberapa novel yang memang akan menceritakan tentang beberapa hal yang tak biasa dari novel lainnya. Sebagai contoh adalah novel yang mengisahkan tentang kejadian pembunuhan yang dilakukan oleh tokoh utama. Novel ini bukan bermaksud untuk membuat kamu mengikuti jejak dari pembunuhan tersebut ataupun sikap buruk dari karakter utama.

Namun, cerita tersebut membuat kamu bisa menyadari bahwa dunia ini juga memiliki sudut pandang yang beragam. Ada kalanya orang yang menyukai novel dengan cerita seperti itu akan rindu dengan sosok antagonis tokoh.

Artikel kali ini akan membahas tentang cerita yang berbeda dengan novel pada umumnya. Yap! Ini adalah artikel tentang review novel 24 Jam Bersama Gaspar karya dari Sabda Armandio Alif. Sabda Armandio Alif adalah seorang penulis yang berasal dari Indonesia. 

Sabda Armandio Alif

https://www.gramedia.com/products/kumpulan-terlengkap-lagu-daerah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Sabda Armandio Alif sendiri memiliki usia yang sangat muda. Ia sangat dijuluki sebagai penulis yang cemerlang. Mengapa begitu? Pasalnya, Sabda Armandio Alif memiliki kecemerlangan karena sejak awal kemunculannya di dunia sastra Indonesia loh. Sabda Armandio Alif, atau kamu bisa memanggilnya dengan Dio. 

Dio adalah panggilan akrab yang biasanya orang berikan kepada dirinya. Walau kata “Sabda” dalam nama panjangnya sangat terdengar lebih agung. Namun, tak usah dipikirkan lebih jauh, Dio sendiri sudah menorehkan prestasi yang sangat baik melalui hasil karyanya.

Novel debut Dio yang pertama kali berjudul Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya menjadi salah satu dari lima buku terbaik pada tahun 2015 pilihan dari majalah Rolling Stone Indonesia loh. Tak sampai di situ, selang beberapa waktu, Dio kembali meraih sebuah penghargaan untuk buku keduanya. Dio berhasil mencuri perhatian para pelaku dan penikmat karya sastra yang ada di Indonesia dengan karya indah keduanya. 24 Jam Bersama Gaspar. Ya, ini adalah judul dari karya Dio yang kedua. Buku ini telah menjadi salah satu pemenang unggulan Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2016 lalu loh. Coba, kurang keren apa lagi si Dio ini?

Sebelum kamu membaca kedua novel Dio, mungkin kamu belum mengenal Dio secarah utuh. Mari kenalan dengan penulis muda berbakat asal Indonesia ini. Dio sendiri sebelum menerbitkan buku sudah aktif untuk menulis cerita yang di publish pada blog pribadinya.

Kebanyakan cerita yang disajikan dalam blognya adalah cerita pendek. Bahkan ada beberapa cerita yang dituliskan oleh Dio benar-benar sangat pendek. Kemudian, Dio juga sangat senang memajang tentang cerita-cerita terjemahan. 

Dio sendirilah yang menerjemahkan cerita-cerita pendek tersebut dan mengunggahnya ke dalam blog pribadinya. Kemungkinan besar cerita terjemahan yang ia tulis adalah karya dari penulis luar yang disukai oleh Dio. Mengapa banyak sekali yang berpendapat seperti itu? Hal ini dikarenakan salah satu dari penulis kesukaannya itu ia pinjam sebagai nama tokoh sebuah motor bernama Cortazar di bukunya yang berjudul 24 Jam Bersama Gaspar

Saat membaca cerita-cerita yang dipajang oleh Dio di blognya, hal pertama yang akan para pembaca tangkap tentang dirinya adalah jiwa iseng yang dimiliki oleh si penulis. Dio sangat senang bermain-main di dalam cerita yang dibuat oleh dirinya. 

Dari situlah banyak sekali orang yang tidak mengenal karya Dio akan memiliki pendapat yang berbeda terhadap semua hasil karyanya. Pasalnya, memang dari karyanya Dio sangat memperlihatkan kesan bahwa dirinya sangat tidak sungguh-sungguh dalam menulis.

Semua hal tentang bukunya, termasuk dari alur ceritanya, dialog tokoh yang diberikan, dan karakter-karakter dalam cerita-ceritanya cenderung sangat absurd, terasa ganjil, dan terkesan hanya asal bikin. 

Dalam setiap karyanya, tidak ada sedikit pun terlihat bahwa Dio niat atau memiliki perencanaan yang matang untuk membuat plot dan gagasan yang matang untuk ceritanya. Namun, tunggu dulu. Apakah memang benar seperti itu?

Pasalnya, cerita yang bagus biasanya akan dimulai dengan kesan main-main dari si penulis. Sama halnya seperti seorang pelawak yang sedang beraksi di panggung. Dio dengan panggung naskah pribadinya memulai cerita-ceritanya dengan humor yang membuat para pembaca akan tertawa dengan lepas. 

Setelah puncak humornya berhasil, barulah Dio akan menembakkan gagasan-gagasan yang mulai serius dan masuk kedalam cerita yang berat yang kerap membuat pembaca akan tersentak karena terkejut dan berpikir panjang. Mungkin ini adalah ciri khas dari Dio. Pasalnya, ini terjadi di semua cerita pendeknya, maupun Kamu dan 24 Jam Bersama Gaspar.

Review Buku 24 Jam Bersama Gaspar Karya Sabda Armandio Alif

https://www.gramedia.com/products/kumpulan-terlengkap-lagu-daerah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Buku ini dibuka dengan humor khas Dio yang sangat ringan dan ini sudah terasa sejak pembukaan novelnya. Pembukaan pengantar cerita yang ditulis dan dikemas dengan gaya parodi akan membuat pembacanya benar-benar merambat dan mencari tahu, serta mengenal lebih jauh siapa sebenarnya tokoh dengan nama Arthur Harahap itu. 

Kamu akan dibuat memainkan imajinasi sejak awal pembukaan novel 24 Jam bersama Gaspar ini. Pengantar dari buku 24 Jam Bersama Gaspar yang sangat misterius ini ditulis seorang sosok fiktif bernama Arthur Harahap. 

Tokoh ini adalah metafiksi yang diceritakan oleh Dio sebagai karakter yang menyegarkan dan sukses bikin penasaran para pembaca. Rasa penasaran tidak hanya terletak pada siapa yang sebenarnya  menulis pengantar buku ini, tetapi juga penasaran pada sang tokoh protagonis bernama Gaspar ini.

Dalam buku ini, Gaspar diceritakan sebagai seorang laki-laki yang berusia kira-kira di pertengahan tiga puluh tahun. Gaspar adalah seorang yang sangat senang untuk bermain musik dan anehnya sangat memiliki hasrat untuk membunuh orang. 

Kamu yang suka dengan novel yang memiliki cerita awal dengan sudut pandang antagonis pasti sudah mulai terpikat dengan pola pikir Gaspar yang diceritakan oleh Dio. Apakah betul begitu? 

Melalui sudut pandang orang pertama, buku ini menceritakan bahwa Gaspar berkata kalau ia adalah “orang yang diceritakan oleh naga-naga dewasa kepada anak-anak mereka agar anak-anak tersebut bisa cepat tidur”. 

Buku ini juga membuat Gaspar semakin penuh dengan aura mistis dan mengejamkan. Dimana salah satu dialognya mengatakan bahwa namanya dan segala kemampuan yang ada pada dirinya pernah disebutkan oleh Kim Il Sung untuk menghentikan tangisan dari Kim Jong Il kecil.

Nah, kira-kira apakah kamu sudah bisa membayangkan bagaimana menarik dan menantangnya cerita 24 Jam Bersama Gaspar ini?

Gambaran jahat yang dijelaskan pada kalimat sebelumnya bukanlah hanya omong kosong belaka. Gaspar membuktikan perkataannya dengan memberitahukan kepada pembaca bahwa dirinya akan merampok sebuah toko emas yang buka 24 jam sejak cerita ini dimulai. 

Dalam novel ini dikisahkan bahwa Gaspar bersama dengan motor kesayangannya, Cortazar, serta tokoh-tokoh lain yang menjadi sahabat atau biasa disebut dengan partner in crime Gaspar berangkat dan pergi ke toko emas tersebut untuk merampok sebuah kotak hitam misterius layaknya Momotaro yang pergi ke monster di pulau yang jauh itu. 

Kira-kira, apa ya isi kotak hitam yang membuat Gaspar dan gengnya sangat termotivasi dengan niat jahat untuk mengambilnya dan mencurinya? Kamu harus baca cerita lengkapnya untuk mengetahui hal tersebut.

https://www.gramedia.com/products/kumpulan-terlengkap-lagu-daerah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Dalam 8 bab yang sangat menghibur ini, hasil karya Dio di 24 Jam Bersama Gaspar berjalan melalui dua alur paralel. Ya, di alur pertamanya, para pembaca akan mengikuti pergerakan Gaspar bersama dengan teman-teman gengnya yang ia bentuk secara dadakan dan yang sebenarnya mereka tidak merasa bahagia-bahagia banget dengan rencana absurd dari Gaspar. 

Di alur keduanya, kamu akan membaca dan juga terkesan mendengar rekaman wawancara seorang polisi dengan seorang nenek anggota dari komplotan kriminal Gaspar. Menarik, bukan?

Kedua alur paralel ini saling silang membangun misteri, ketegangan, dan perasaan mencekam dalam rangka memenuhi janji penulisnya yang ada pada sampul buku ini, yaitu novel detektif.

Gagasan tentang apa itu kejahatan dan apa itu kebaikan menjadi pilar energi utama di buku 24 Jam Bersama Gaspar. Melalui tindakan-tindakan setiap karakternya, sang penulis, Dio mengajak para pembaca untuk mempertanyakan kembali makna keduanya (kejahatan dan kebaikan).

Kamu bisa melihat pertentangan itu tidak hanya lewat karakter si Gaspar, tetapi juga dari karakter-karakter lain termasuk sasaran Gaspar, si pemilik toko emas; orang yang menyimpan kotak hitam yang sangat diinginkan oleh Gaspar, Wan Ali.

Dalam novel ini diceritakan bahwa Wan Ali telah berbuat jahat, tetapi ia melakukan hal tersebut demi kebaikannya. Ini adalah kebaikan versi Wan Ali. Lain hal dengan Gaspar. Ia juga berbuat jahat demi membalas kejahatan Wan Ali. 

Sebenarnya, karakter dari Wan Ali adalah karakter-karakter yang mungkin sangat biasa kita temukan di kehidupan sehari-hari. Sisi yang sangat menarik adalah ketika Sabda Armandio, lewat mulut Gaspar, seakan-akan ingin sekali berkata dan menyampaikan bahwa perbuatan jahat adalah perbuatan jahat. Tidak ada pengecualian. 

Meskipun hal ini tak diungkapkan secara terus terang. Namun, ketika kamu membacanya, kamu akan mengetahui bahwa makna terselubungnya adalah pesan tersebut.

Keunggulan dan Kekurangan 24 Jam Bersama Gaspar

https://www.gramedia.com/products/kumpulan-terlengkap-lagu-daerah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Dengan membaca novel ini, selain membuat kamu dan para pembaca lainnya tertawa karena humor yang diracik sedemikian rupa oleh Dio yang berhasil membawakan lawakan segar, juga membuat pembacanya akan merenungi perkara jahat dan baik.

Novel 24 Jam Bersama Gaspar karya Sabda Armandio ini diceritakan dengan cara yang unik. Cerita seakan-akan dibagi menjadi dua pola penafsiran. 

Pada narasi yang pertama, cerita dibuat dalam bentuk paragraf prosa biasa yang memiliki sudut pandang dari orang pertama, yaitu dari tokoh si Gaspar. Melalui hal ini yang dapat membuat kita mengenal siapa sosok Gaspar dan juga bagaimana perilakunya.

Pada narasi yang kedua, cerita dibuat dalam pola dan bentuk transkrip wawancara antara seorang polisi dan seorang wanita lansia (si nenek anggota komplotan Gaspar). Isi dari transkrip percakapan ini menceritakan tentang kronologi dari perampokan yang telah dilakukan oleh Gaspar.

Dari dua pola narasi yang berbeda itu lah yang menjadikan novel ini semakin menarik. Tentu saja,  kedua narasi tersebut memiliki latar kejadian atau lini masa yang berbeda. Dua pola narasi tersebut seakan-akan membuat kamu dan para pembaca terseret arus seperti layaknya kasus integrasi dalam film atau drama yang membawa kamu kepada flashback masa perencanaan.

Dari sinilah, novel setebal 224 halaman ini menjadi sangat kompleks dan cukup membuat pembaca merasa sedikit rumit untuk memahami. Namun, ini juga menjadi kelebihannya. Dimana kesan Dio yang sangat asal dalam membuat alur cerita dapat menghasilkan karya yang seperti ini. Bukankah ini sangat menakjubkan?

Saat membaca buku ini, kamu akan menemui dialog-dialog dan juga deskripsi-deskripsi yang sangat absurd khas Dio si penulis. Selain lucu dan menghibur, sebenarnya novel ini mengandung beberapa hal tersembunyi yang terletak pada dialog dan deskripsi absurd itu.

Dengan deskripsi absurd tersebut sebenarnya kamu sebagai pembaca bisa mengerti kejadian perampokan toko emas itu secara utuh. Banyak sekali hal yang akan mengejutkan diri kamu saat membaca novel ini. Jadi, bersiaplah.

https://www.gramedia.com/products/kumpulan-terlengkap-lagu-daerah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Kali ini Dio sangat berhasil membawakan tokoh Gaspar dan tokoh-tokoh lainnya dalam cerita 24 Jam Bersama Gaspar dengan cara yang sangat keren. 

Sangat terasa bagaimana Dio menggambarkan Gaspar sebagai sosok yang misterius dan teman-temannya yang sebenarnya sangat tidak layak untuk dikatakan sebagai detektif. Apa lagi untuk melancarkan misi perampokan tersebut. Namun, Dio berhasil membuat semua itu terjadi. Ini lah hebatnya.

Hal menarik lainnya adalah bagaimana Dio mengemas semua kritik-kritik sosial dan berhasil menyembunyikannya pada guyonan juga dialog absurd khas dari Sabda Armandio tersebut. Sehingga saat membacanya kamu akan merasa sangat tertohok dan tertampar di tengah-tengah tawa dan keheranan karena guyonan absurd ceritanya.

Hal yang tak kalah penting yang disampaikan oleh Dio dalam novel ini adalah bagaimana Gaspar bisa menyuarakan stigma masyarakat bahwa tak semua pembela kebenaran harus dibebankan kepada seorang yang memiliki jabatan detektif. 

Jika kamu ingin membaca buku 24 Jam Bersama Gaspar, pastikan bahwa kamu harus membacanya dengan sangat teliti tanpa melewati hal-hal kecil yang detail. Mengapa? Karena detail-detail yang bertebaran itu sangat berguna untuk kamu memahami seluruh kejadian yang terjadi dalam novel ini.

Jika kamu penasaran akan cerita Gaspar dan teman-temannya dalam merampok toko emas. Silahkan baca dan simak cerita lengkapnya di buku 24 Jam Bersama Gaspar. Oh ya, buku ini bisa kamu dapatkan di Gramedia loh.

Cukup kunjungi laman www.gramedia.com dan cari judul 24 Jam Bersama Gaspar, kamu bisa langsung memiliki buku yang sangat unik karya dari Sabda Armandio Alif ini. Jangan ragu dan segera dapatkan bukunya ya!

https://www.gramedia.com/products/kumpulan-terlengkap-lagu-daerah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Written by Mega