in

Review Novel Alone Karya Chelsea Karina

Apakah anda pernah merasa bahwa orang-orang di sekitar anda satu per satu menghilang, menjauhi kalian dengan alasan yang tidak kalian ketahui? Apakah anda pernah merasa bahwa dunia seolah tidak berpihak pada kalian, karena kejadian yang bertubi-tubi tampak tidak ada hikmahnya? Apakah anda pernah merasa bahwa anda hidup sendirian di dunia yang luas ini, dunia yang memiliki berjuta-juta orang yang hidup di dalamnya?

Apakah anda pernah merasa bahwa terdapat sejumlah luka dalam diri anda yang tidak bisa diceritakan kepada orang lain? Apakah anda pernah dianggap jahat oleh orang lain, padahal dari sudut pandang anda, mereka lah yang berbuat jahat kepada anda? Apakah anda pernah membenci orang lain oleh karena perbuatannya, tetapi di satu sisi, anda tetap menyayangi mereka?

Bagi anda yang pernah merasakan salah satu atau bahkan semua hal itu, novel Alone ini dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk anda baca. Novel Alone ini dapat menjadi teman senasib, yang juga memiliki kisah pilu di dalamnya. Kisah tentang kesendirian dalam dunia yang ramai.

Novel Alone ditulis oleh Chelsea Karina, penulis yang namanya dikenal dari platform Wattpad. Kisah Alone ini juga pada mulanya diunggah di akun Wattpad pribadi Chelsea Karina sendiri yang bernama @karina_aolia. Chelsea Karina mulai menulis kisah Alone ini pada tanggal 28 Desember 2017, dan selesai pada tanggal 29 Maret 2018. Tidak pernah ia sangka sebelumnya, kisah Alone yang ditulisnya itu bisa populer di kalangan masyarakat. Per bulan Juni 2022, kisah Alone ini telah dibaca sebanyak 17,5 juta kali di platform Wattpad.

Kisah Alone ini juga ternyata berhasil membawa kesempatan bagi Chelsea Karina untuk menggeluti karir di dunia kepenulisan. Novel Alone merupakan novel debut Chelsea Karina yang berhasil diterbitkan pada bulan September 2019 oleh Penerbit Sunset Road. Novel debutnya ini berhasil populer dan menjadi novel yang bisa anda temukan di jajaran buku best seller.

Novel Alone ini mengisahkan tentang seorang gadis bernama Nadine Adella Ulani atau yang biasa disapa Della. Della adalah gadis yang manis, ramah, dan pandai bergaul. Namun, ia hidup dengan banyak luka yang meliputinya. Hidup Della dapat dikatakan jauh dari kata sempurna.

Hal ini disebabkan, karena Della hidup sendirian. lya, Della hidup sendirian tanpa ada orang yg peduli kepadanya. Semua orang yang ada di dekatnya seolah perlahan menjauhinya, seiring dengan rangkaian kejadian yang terjadi. Maka dari itu, mari kita ikuti alur kehidupannya.

Sinopsis Novel Alone

Dia bilang, dia tidak apa-apa. Dan, kamu memercayai perkataannya itu? Biarkan aku memberitahu kamu apa yang sebenarnya dia alami. Dia merasa lelah. Lelah, itu lah satu kata yang tepat untuk menggambarkan keadaannya.

Dia merasa lelah, karena selalu merasa sakit. Dia merasa lelah, karena selalu merasa kecewa. Dia merasa lelah dengan segala kebohongan yang ada di hidupnya. Dia merasa lelah, karena hanya dipedulikan sedikit saja, atau bahkan tidak dipedulikan sama sekali.

Dia merasa lelah untuk menahan dan menyimpan segalanya sendiri. Dia merasa lelah akibat merasa bahwa dirinya rusak, tidak berharga, tidak pernah dianggap cukup, dan selalu diberikan rasa sakit. Dia merasa lelah, karen selalu berjuang. Dia merasa lelah, karena selalu mencoba meninggikan harapannya.

Dia merasa lelah, karena selalu diperlakukan dengan tidak layak. Dia merasa lelah, karena dia menjadi dirinya sendiri. Dia merasa lelah. Apakah anda mau tau, kenapa aku bisa tau banyak tentang dia? Sebab, dia adalah gue, dan gue merasa sangat lelah.

Oke, perkenalkan, nama gue Nadine Adella Ulani, biasa dipanggil Della. Gue anak ketiga dari 3 bersaudara, yang berarti gue anak bungsu. Keluarga gue masih utuh kok. Gue baru masuk SMA, anak kelas X IPA 1 di SMA Harapan Bangsa. Gak seperti teman-teman dan anak SMA lain yang masih tinggal bareng orang tuanya, gue tinggal sendiri.

Kenapa? Karena, orang tua gue udah gak peduli lagi sama gue. Lebih tepatnya sih, mungkin bisa dibilang gue dibuang. Gue punya kakak, namanya Kevin Arsenio. Dia cuma beda 2 tahun lebih tua dari gue. Dia anak kelas XIl IPS 1. Alasan dia memilih untuk masuk jurusan IPS, karena dia mau nerusin bisnis bokap kita.

Kata banyak orang dan penggemarnya, Kevin Arsenio itu adalah paket komplit. Meskipun gue dan dia sekolah di SMA yang sama dan masih menyandang status sebagai adik dan kakak, tapi kita kaya orang yang gak kenal satu sama lain. Bahkan, dia juga tak jarang ngeluarin kata kasar saat gue coba ngomong sama dia.

Gue juga punya kembaran, nama dia sama gue hampir serupa, cuma beda di bagian huruf vokalnya aja. Kalo nama gue Nadine Adella Ulani, kalo nama dia Nadine Adilla Ulani. Gue juga satu sekolah sama dia, tapi beda kelas. Namun, kita sama-sama ambil jurusan IPA. Dilla adalah sosok yang feminin dan cantik, ya dia juga bisa dibilang paket komplit, sama seperti KakKevin.

Sikapnya juga sama kaya Kak Kevin, cuek banget kalo ketemu sama gue. Bokap gue? Ada kok, dia itu adalah ketua yayasan yang berwibawa. Gue aja suka senyum-senyum miris gitu kalo lagi liat dia pidato saat upacara atau kalo lagi ada acara. Papa adalah orang yang paling benci sama gue. Dia bahkan pernah nampar gue.

Mama? Dia itu sosok yang gue kangenin banget, banget. Gue kangen sosoknya yang keibuan. Mama itu penyayang, lembut, dan penyabar. Namun, kalo sama gue, dia juga bisa berubah jadi sosok monster yang paling gue hindarin dan gue takutin.

Satu lagi, doi. Gue juga punya doi dong. Nama doi gue Muhammad Fatih Arrizki atau yang dikenal dengan nama panggilan Fatih. Dia adalah ketua OSIS tersayang. Kalo sosok dia mah udah gak usah diraguin lah. Sudah ketua OSIS, pinter, tajir, kapten basket, salah satu cowok yang paling diidamkan banyak cewek juga.

Namun, ya gitu. Hubungan gue sama dia dijalankan secara diam-diam atau backstreet. Kata Fatih, kita lebih baik menjalin hubungan dengan cara ini, karena dia gak mau gue dibenci lebih parah lagi. Sebab, si Dilla, kembaran gue juga suka sama dia.

Kebanyakan orang, atau kayanya hampir semua orang di sekitar gak ada yang sadar tentang keberadaan gue sebagai saudara kembar Dilla. Gue juga berusaha sebisa mungkin supaya gak ketahuan. Pastinya gak mudah bagi gue untuk nyembunyiin identitas asli diri sendiri. Belum lagi, kita kan kembar, muka gue dan Dilla cukup mirip. Ya, jadi itu lah gambaran hidup gue secara sekilas.

Kelebihan Novel Alone

Novel Alone ini menyajikan premis cerita yang menarik, yaitu cerita mengenai seseorang yang dibuang oleh keluarganya sendiri. Anda akan menemukan kisah keluarga yang menyedihkan dan membingungkan. Selain itu, anda juga dapat menemukan kisah romansa juga. Pastinya, kisah kehidupan Della ini juga dapat membuat kalian yang membacanya merasakan berbagai emosi bersama dengan Della.

Kisah Alone ini juga dinilai cukup berani dengan memberikan gambaran keluarga yang tidak harmonis. Penggambaran ini menjadi suatu hal yang dinilai berani. Namun, ide cerita ini seolah mengungkapkan bahwa pada kenyataannya, banyak ditemukan keluarga yang tidak sempurna.

Keluarga yang tidak harmonis, meskipun masih utuh. Sejumlah pembaca juga ada yang merasa relate dengan sosok Della. Maka dari itu para pembaca menjadi memiliki keinginan untuk terus lagi dan lagi membaca kelanjutan kisah ini hingga selesai.

Chelsea Karina juga mampu menuliskan kisah ini dengan bahasa sehari-hari yang mudah untuk dipahami. Ditambah lagi, kisah Alone ini dituliskan dengan alur yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Hal ini membuat kisah Alone yang memiliki konflik berat ini dapat terasa ringan untuk dibaca.

Kekurangan Novel Alone

Novel Alone ini mengisahkan tentang pengalaman yang dapat menimbulkan trauma bagi seseorang. Maka dari itu, kisah Alone ini mungkin dapat juga memicu trauma bagi sebagian orang. Oleh karena itu, novel Alone ini tidak cocok dibaca oleh anda yang memiliki trauma terkait dengan keluarga, penindasan, dan anxiety akibat kesendirian.

Pada novel Alone ini masih ditemukan kesalahan penulisan. Namun, kesalahan penulisan ini tak mengganggu proses membaca dan memahami isi kisah ini. Selain itu, di beberapa bagian cerita juga ditemukan sejumlah kata kasar. Maka dari itu, diperlukan kebijakan dari para pembaca dalam memaknai kisah ini.

Pesan Moral Novel Alone

Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Begitu juga, tidak ada keluarga yang sempurna. Dari kisah Della ini kita dapat belajar juga, bahwa gabungan dari individu-individu yang dinilai baik dan hampir sempurna sekalipun tidak menjamin akan mampu digabungkan menjadi suatu kelompok. Seperti papa, mama, dan kakak-kakak Della yang merupakan sosok yang dinilai baik, tetapi tidak bisa menerima orang lain, padahal orang itu juga merupakan anggota keluarganya.

Dari kisah Della ini juga kita dapat mengetahui bahwa keluarga tidak selalu berarti tempat paling aman untuk pulang. Anggota keluarga juga belum tentu dapat menerima anggota keluarga yang lain dengan apa adanya. Melalui kisah ini, kita dapat belajar untuk menerima orang lain, mengasihi mereka, dan memberikan kesempatan lain untuk mereka. Sebab, orang itu mungkin memiliki kesulitannya sendiri yang membuatnya menjadi sosok yang mungkin tidak disukai.

Kebanyakan orang mampu menghakimi orang lain menurut pandangan dirinya saja. Tanpa mengetahui kebenaran dari sudut pandang orang yang dihakiminya. Kebanyakan orang menganggap dirinya paling benar oleh karena mayoritas bisa setuju dengan pendapatnya. Padahal, kebenaran itu juga bersifat relatif. Hendaknya kita jangan mudah menghakimi orang lain, dan hendaknya bisa memaafkan kesalahan orang lain.

Gimana Grameds, apakah kalian sudah cukup merasakan sedih bersama dengan Della, karena konflik keluarganya yang sangat berat? Apa yang menjadi penyebab sebenarnya sampai Della bisa dibuang oleh keluarganya? Apakah Della dapat kembali diterima oleh keluarganya? Yuk langsung saja temukan jawabannya sendiri dengan mendapatkan novel Alone karya Chelsea Karina ini hanya di Gramedia.com.

Written by Gabriel