in

Review Novel Harga Diri Sang Pengacara Tampan Karya Nora Roberts

Novel Harga Diri Sang Pengacara Tampan (The Pride of Jared MacKade) adalah salah satu karya dari penulis legendaris asal Amerika, Nora Roberts. Novel Harga Diri Sang Pengacara Tampan merupakan salah satu novel yang menjadi bagian dalam Harlequin series. Novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1995, dan telah diterjemahkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020.

Bagi anda penggemar karya-karya Nora Roberts mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama MacKade. Nora Roberts telah merilis sejumlah 3 buku mengenai MacKade bersaudara. Dalam buku yang satu ini, Nora Roberts mengisahkan tentang Jared MacKade.

Jared MacKade dikenal sebagai sosok yang pantang menyerah, terutama jika terkait dengan wanita. Namun, profesi Jared sebagai pengacara malah membuat wanita idamannya, Savannah Morningstar bersikap dingin dan defensif. Semua hal yang ada pada diri Jared biasanya mampu memesona wanita lain, tetapi lain halnya dengan Savannah.

Jared MacKade belum mampu membuat Savannah bertekuk lutut. Jared lantas terus berusaha untuk mengambil hati wanita itu. Secara perlahan, mereka berdua mempelajari masa lalu satu sama lain. Perlahan juga, Jared harus menelan harga dirinya untuk memahami apa yang pernah dialami Savannah, dan memenangkan hati wanita yang ia cintai itu.

Dari sekilas informasi tentang novel Harga Diri Sang Pengacara Tampan ini saja sudah terlihat ya bahwa kisah ini sangat menarik. Supaya kamu semakin yakin untuk membaca novel ini, yuk baca dulu review novel ini hingga selesai!

Profil Nora Roberts – Penulis Novel Harga Diri Sang Pengacara Tampan

Sumber foto: forbes.com

Eleanor Marie Robertson atau yang dikenal dengan nama Nora Roberts lahir pada 10 Oktober 1950 di Silver Spring, Maryland, Amerika. Nora Roberts adalah seorang penulis yang telah melahirkan lebih dari 225 novel roman.

Nora Roberts merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Ia lahir dalam keluarga yang suka membaca, jadi buku selalu menjadi hal yang penting dalam hidupnya. Ketika Nora kecil, dia selalu mengarang cerita di kepalanya. Namun, ia tidak pernah menulis imajinasinya itu, selain untuk esai sekolah.

Nora Roberts bersekolah di sekolah Katolik. Ia memuji para biarawati yang pernah mengajarnya, karena telah menanamkan sikap disiplin dalam dirinya. Nora Roberts dan cerita karir kepenulisannya diceritakan dalam A Natural History of the Romance Novel karya Pamela Regis. Pamela Regis menyebut Nora Roberts sebagai ahli dalam bentuk novel roman, karena dia memiliki telinga yang tajam untuk berdialog, membangun adegan yang cekatan, mempertahankan kecepatan membalik halaman, dan memberikan karakterisasi yang menarik.

Pada tahun 1996, Nora Roberts berhasil melewati tanda seratus novel, bersama dengan Montana Sky. Pada tahun 2012, Nora Roberts berhasil menggandakan jumlah karyanya itu dengan The Witness. Pada tahun 1999 dan 2000, empat dari lima novel yang terdaftar sebagai novel roman terlaris tahun itu menurut USA Today adalah karya Nora Roberts. Nora Roberts juga menjadi penulis pertama yang dilantik ke dalam Romance Writers of America Hall of Fame.

Sejak 1999, setiap novel Nora Roberts telah menjadi buku terlaris New York Times, dan 124 novelnya masuk dalam daftar buku terlaris Times, termasuk 29 yang memulai debutnya di tempat nomor satu. Dirangkum pada 24 Januari 2013, novel-novel karya Nora Roberts telah menghabiskan 948 minggu gabungan dalam Daftar Buku Terlaris menurut The New York Times. Sejumlah 148 minggu di antaranya menempati urutan pertama. Pada 9 Januari 2009, 400 juta eksemplar buku karya Nora Roberts dicetak.

Jumlah ini sangat fantastis, karena dalam setahun saja, buku Nora Roberts dapat terjual puluhan eksemplar. Seperti pada tahun 2005, karyanya berhasil terjual 12 juta eksemplar. Novel-novel karya Nora Roberts pastinya juga telah mencapai pasar internasional. Hingga saat ini, diketahui bahwa karya Nora Roberts telah diterjemahkan dan diterbitkan di 35 negara.

Seorang anggota pendiri Romance Writers of America (RWA) mengatakan bahwa Nora Roberts adalah orang pertama yang dilantik di Hall of Fame organisasi tersebut. Pada tahun 1997, Nora Roberts juga dianugerahi Penghargaan Pencapaian Seumur Hidup ATMR, yang kemudian pada tahun 2008 berganti nama menjadi Penghargaan Pencapaian Seumur Hidup ATMR Nora Roberts. Pada tahun 2012, Nora Roberts telah berhasil memenangkan 21 Penghargaan RITA dari ATMR yang belum pernah terjadi sebelumnya, karena ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan dalam genre roman.

Dua novel Nora Roberts yang berjudul Sanctuary dan Magic Moments, pernah diadaptasi menjadi film televisi. Pada tahun 2007, Lifetime Television kembali mengadaptasi sejumlah empat novel Nora Roberts ke dalam film televisi. Di antaranya, yaitu Angels Fall yang dibintangi Heather Locklear, Montana Sky yang dibintangi Ashley Williams, Blue Smoke yang dibintangi Alicia Witt, dan Carolina Moon yang dibintangi Claire Forlani. Diketahui bahwa itu adalah pertama kalinya Lifetime mengadaptasi sejumlah karya dari penulis yang sama.

TIME juga pernah menyebut Nora Roberts sebagai salah satu dari 100 Orang Paling Berpengaruh pada tahun 2007. TIME mengatakan bahwa Nora Roberts telah memeriksa, membedah, mendekonstruksi, menjelajahi, menjelaskan, dan memuji hasrat hati manusia. Nora Roberts adalah satu dari hanya dua penulis dalam daftar yang dibuatnya, bersama dengan David Mitchell.

Sinopsis Novel Harga Diri Sang Pengacara Tampan

Terdengar bunyi derap kaki yang menggema dan hiruk pikuk perang di hutan. Para prajurit berperang dengan sengit, mereka saling membombardir tanah-tanah lapang yang ada di depan pepohonan sampai berlubang di mana-mana. Selusin prajurit gugur, dan para prajurit yang selamat sekarang menjadi haus darah.

Di penghujung musim panas, dedaunan masih rimbun dan hijau. Dedaunan itu membentuk payung pelindung dan hanya mengizinkan secercah sinar matahari menerobos masuk ke dalam hutan. Udara yang pekat dan lembab membawa aroma tanah dan binatang, disertai dengan suhu panas yang menusuk. Tiada tempat yang bisa membuat Jared MacKade lebih bahagia, selain hutan rimba berhantu.

Jared adalah prajurit Union, ia seorang kapten. la harus menjadi kapten, karena di usianya yang masih dua belas tahun, ia adalah sosok yang paling tua, dan menjadi kapten adalah haknya. Pasukan yang dipimpinnya terdiri atas adiknya, Devin. Misi mereka sudah jelas, yaitu untuk menumpas kelompok pemberontak.

Oleh karena perang adalah urusan serius, Jared sudah menyiapkan strategi. Jared memilih Devin menjadi anggota pasukannya, karena Devin dapat mengikuti perintah dengan baik. Devin juga merupakan pemikir yang baik, serta Devin adalah petarung tangan kosong yang ganas mematikan.

Rafe dan Shane, dua putra MacKade yang lain juga merupakan petarung yang garang. Namun, Jared mengetahui bahwa mereka suka sembrono. Bahkan, sekarang pun, Rafe dan Shane sedang berlarian di dalam hutan sambil berteriak dan berseru-seru. Sementara, Jared sedang menunggu dengan sabar untuk menyergap.

Jared dan Devin, dua anak lelaki dengan rambut hitam yang berantakan, serta wajah tampan berlumur tanah dan keringat itu tersenyum lebar. Mata Jared yang dingin dan hijau seperti rumput itu menyapu seisi hutan. la mengenali setiap tunggul pohon batu, dan juga jalan setapak yang tersembunyi. Jared memang sering datang ke sana sendirian, baik itu untuk mengeluyur atau sekadar duduk-duduk, serta mendengarkan.

Mendengarkan angin di pepohonan, gemersik gerakan tupai dan kelinci, atau juga bisik-bisik para hantu. Jared mengetahui bahwa dulu ada banyak orang telah bertempur di sini dan gugur di sini. Hal itu membuatnya takjub. Jared dibesarkan di tanah tempat berlangsungnya Perang Saudara di Antietam, Maryland. Jared hafal segala manuver dan kesalahan, serta segala kemenangan dan tragedi yang berlangsung pada satu hari bersejarah di bulan September 1862 itu.

Pertempuran yang tercatat dalam sejarah sebagai hari paling berdarah di Perang Saudara itu pasti memunculkan khayalan di benak anak lelaki mana pun, tak terkecuali Jared. Jared telah menyisir setiap jengkal lokasi pertempuran itu bersama ketiga adiknya. Mereka pura-pura tewas di Bloody Lane, berlari menerobos ladang jagung keluarganya, mengunjungi tempat bubuk mesiu yang pernah membakar batang-batangnya yang kering lebih dari seratus tahun silam, dan sebagainya.

Jared sering merenung pada malam hari, memikirkan konsep kakak bertempur melawan adik yang dulu pernah terjadi. Ia suka bertanya dalam hati, peran apa yang akan ia mainkan, jika ia terlahir pada masa mengerikan sekaligus heroik itu. Namun, yang membuatnya paling takjub adalah para lelaki itu rela mengorbankan nyawa demi sebuah gagasan.

Ketika merenung di tengah hutan, Jared sering bermimpi tentang bertempur demi sesuatu yang sangat berharga seperti gagasan itu, lalu ia gugur dengan perasaan bangga. Ibunya sering mengatakan bahwa lelaki perlu memiliki cita-cita dan keyakinan yang kuat, serta harga diri dalam menggapainya. Lantas, ibunya tergelak dengan tawanya yang khas, mengacak-acak

rambut Jared, kemudian berkata bahwa putranya itu takkan sulit menemukan harga diri.

Sebab, saat itu pun Jared sudah terlalu banyak memiliki harga diri. Jared selalu ingin menjadi yang terbaik, terkuat, tercepat, dan terpintar. Bukan merupakan cita-cita yang mudah, apalagi dengan kehadiran tiga adik yang sama gigihnya. Jadi, Jared memaksa dirinya untuk berjuang keras.

Jared harus belajar lebih lama, berkelahi lebih garang, dan bekerja lebih keras. Kalah bukanlah sebuah pilihan bagi Jared MacKade. Orang yang melihatnya akan mengetahui bahwa ia adalah Jared MacKade, pria yang memiliki prinsip kuat. Pria yang akan melakukan segala hal yang harus dilakukan. Pria yang tak pernah gentar untuk bertarung.

Jared MacKade dikenal sebagai sosok yang pantang menyerah, terutama jika terkait dengan wanita. Namun, profesi Jared sebagai pengacara malah membuat wanita idamannya, Savannah Morningstar bersikap dingin dan defensif. Semua hal yang ada pada diri Jared biasanya mampu memesona wanita lain, tetapi lain halnya dengan Savannah.

Jared MacKade belum mampu membuat Savannah bertekuk lutut. Jared lantas terus berusaha untuk mengambil hati wanita itu. Secara perlahan, mereka berdua mempelajari masa lalu satu sama lain. Perlahan juga, Jared harus menelan harga dirinya untuk memahami apa yang pernah dialami Savannah, dan memenangkan hati wanita yang ia cintai itu.

Kelebihan Novel Harga Diri Sang Pengacara Tampan

Secara gaya penulisan, tentunya Nora Roberts tidak perlu diragukan lagi. Nora Roberts selalu menyajikan cerita yang ringkas, tetapi narasinya sangat rapi. Dalam novel Harga Diri Sang Pengacara ini, Nora Roberts membangun konflik yang terbilang ringan, tetapi mampu meninggalkan kesan yang baik di benak pembaca.

Nora Roberts juga mampu membangun karakter tokoh yang kuat, dan dinamika antar tokoh juga sangat menarik untuk diikuti. Selain itu, pembaca juga menyukai interaksi para tokoh dengan lingkungan sekitar mereka. Contohnya seperti Bryan dengan kehidupan baseballnya. Nora Roberts menghadirkan keseluruhan kisah yang realistis.

Kisah Harga Diri Sang Pengacara Tampan ini sarat akan makna. Pembaca dapat menemukan sejumlah pesan moral yang tersirat dari kisah ini. Mulai dari karakter para tokohnya, kisah masa lalunya, dan prinsip hidupnya. Banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari kisah ini.

Secara keseluruhan, novel Harga Diri Sang Pengacara Tampan ini merupakan novel roman yang menarik, ringan, dan kisahnya sangat mengalir. Bagi kalian yang sedang mencari novel roman, novel ini dapat menjadi pilihan yang tepat untuk anda.

Kekurangan Novel Harga Diri Sang Pengacara Tampan

Sejumlah pembaca merasa bahwa alur kisah Harga Diri Sang Pengacara Tampan ini terlalu cepat. Hal ini disebabkan, karena Nora Roberts mengisahkan Jared yang bisa jatuh cinta setengah mati kepada Savannah dalam waktu yang singkat. Hal ini membuat kesan bahwa prosesnya itu tiba-tiba, alurnya seperti melompat.

Pesan Moral Novel Harga Diri Sang Pengacara Tampan

Dari kisah Jared MacKade ini, kita dapat meneladani sosok Jared yang memiliki prinsip yang kuat dalam hidupnya. Sebab, manusia yang hidup harus memiliki prinsip. Prinsip merupakan sebuah hal yang penting, yang menjadi bagian dari jati dirimu dan juga memiliki peran besar dalam menentukan hidupmu. Seperti, Jared yang memiliki prinsip mempertahankan harga dirinya dengan berjuang tanpa kenal lelah.

Prinsip hidup Jared ini membuat dirinya dikenal sebagai sosok yang pantang menyerah. Selain itu, prinsip hidup Jared ini membuatnya mampu memenuhi segala keinginannya. Hidup Jared semakin bermakna, karena ia memiliki prinsip yang kuat.

Jangan menghakimi orang lain oleh karena perbuatannya saja. Sebab, kita juga tidak memiliki pengetahuan akan latar belakang dirinya melakukan hal itu. Seperti Savannah yang sulit untuk membuka dirinya kepada lelaki. Orang-orang mungkin dapat melihatnya sebagai sosok yang “jual mahal”.

Namun, setelah Jared menyelidikinya lebih dalam, ternyata alasan Savannah bersikap seperti itu, karena ia memiliki trauma dengan laki-laki. Savannah ditinggalkan oleh ayah dari anaknya, dan ayahnya sendiri. Dari kisah ini kita juga hendaknya bisa lebih aware terhadap keadaan orang-orang di sekitar kita.

Sosok Jared MacKade juga mengajarkan kita untuk selalu berjuang dan pantang menyerah. Tentukan harapan atau cita-cita, dan berusaha untuk mewujudkannya. Tidak ada yang instan dalam kehidupan ini, segalanya harus menempuh proses. Lalu, jangan hanya fokus kepada hasil yang ingin dicapai saja, tetapi fokus kepada proses perjuangan anda. Sebab, proses perjuangan tersebut merupakan hal yang lebih penting, yang mana mengembangkan diri anda.

Nah, itu dia Grameds sedikit ulasan novel Harlequin: Harga Diri Sang Pengacara Tampan (The Pride of Jared MacKade) karya Nora Roberts. Penasaran bagaimana cara Jared MacKade menaklukkan hati Savannah? Yuk temukan jawabannya sendiri dengan langsung pesan sekarang novel Harga Diri Sang Pengacara Tampan hanya di Gramedia.com.

Bagi anda yang sedang mencari novel genre lain, buku pelajaran, komik, atau buku jenis lainnya, kalian juga dapat menemukannya di www.gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas kami selalu siap memberikan informasi dan menyediakan produk terbaru dan terlengkap bagi anda.

Written by Gabriel