in

12 Karakteristik Kelinci yang Perlu Diketahui

Unsplash.com/Gavin Allanwood

Karakteristik Kelinci – Tidak heran jika banyak orang yang menyukai kelinci yang termasuk dalam kelompok hewan yang diimunisasi. Kelinci merupakan salah satu hewan yang bisa dijadikan hewan peliharaan karena bulunya yang halus dan tubuhnya yang mungil. Kelinci sangat digemari dari banyak kalangan, mulai anak-anak hingga dewasa, apakah kamu salah satunya yang menyukai hewan kelinci?

Kelinci dapat dijadikan sebagai hewan peliharaan, atau juga bisa dijadikan daging santapan, seperti sate kelinci. Perlu kamu ketahui bahwa daging kelinci mengandung protein yang tinggi daripada daging ayam dan dapat digunakan sebagai bahan utama masakan. Daging kelinci tidak hanya tinggi protein, tetapi juga sangat rendah lemak dan kolesterol.

Karena dua alasan ini, kelinci dapat dibagi menjadi tiga jenis, yakni kelinci hias, kelinci pedaging, dan kelinci liar. Namun pada umumnya, baik kelinci hias sebagai peliharaan atau kelinci daging yang diternakan ini memiliki karakteristik umum yang jadi ciri khas spesies mereka. Agar lebih memahami dan mengenalinya, berikut ini karakteristik kelinci yang perlu Grameds ketahui sebagai pecinta hewan lucu ini:

Mengenal Hewan Kelinci

Sebenarnya kelinci itu banyak jenisnya. Namun pada umumnya, kelinci terbagi dalam jenis Kelinci hias, kelinci pedaging, dan kelinci liar. Saat ini, kelinci peliharaan biasa diternakkan oleh masyarakat, sedangkan kelinci liar biasa dikenal dengan sebutan terwelu. Menurut data biologis, kelinci hanya dapat hidup 510 tahun pada usia kehamilan 2835 hari dan 68 minggu penyapihan. Kelinci berumur 410 bulan dan dapat dianggap dewasa jika sudah siap kawin selama 612 bulan.

Di masa lalu, kelinci adalah satwa liar mirip tikus saat ini, berkeliaran di daratan Afrika dan Eropa. Karena waktu dan kelucuan kelinci, orang ingin memelihara kelinci selain untuk pelengkap dalam rumah tangga mereka. Nama asli kelinci berasal dari bahasa Belanda konijntje yang artinya “kelinci”. Orang-orang awal di Nusantara mengenal kelinci pada masa penjajahan Belanda.

Kelinci adalah mamalia leporidae yang ditemukan di banyak bagian dunia. Kelinci berkembang biak sejak lahir, yang dikenal sebagai embrio. Sebelumnya, hewan ini merupakan satwa liar dari Afrika hingga daratan Eropa yang dalam perkembangannya, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha pada tahun 1912.

Ordo ini kemudian dibagi menjadi dua familia, yakni Ochtonidae (sejenis pika yang dapat bersiul) dan Leporidae (termasuk kelinci dan terwelu). Kata kelinci yang berasal dari kata Belanda tersebut menandakan bahwa kelinci belang asli sumatera (Nesolagus netscheri) ditemukan di pulau sumatera pada tahun 1972, padahal masyarakat nusantara mulai mengenal kelinci pada masa penjajahan.

Saat ini ada beberapa jenis kelinci yang dibiakkan sebagai hewan peliharaan dan hewan pedaging. Beberapa kelinci sebagai hewan daging juga dipelihara sebagai hewan peliharaan. Spesies kelinci terbesar di dunia yaitu Continental Giant biasa dijadikan hewan pedaging, namun memeliharanya dan resmi menjadi kelinci terbesar di dunia dengan tinggi atau panjang 4 kaki + 4 inci (132 cm) dan beratnya 3,5 batu (22,2 kilogram).

Karakteristik Kelinci

Kelinci umumnya diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Pertama, kelinci liar yang termasuk kelinci (Lepus curpaeums) dan kelinci liar (Oryctolagus cuniculus). Berdasarkan jenis bulunya, kelinci jenis ini terbagi menjadi jenis bulu pendek dan panjang dengan warna yang cenderung kekuningan. Saat musim dingin, warna kekuningan bulu kelinci ini akan berubah menjadi lebih kelabu. Berdasarkan rasnya, hewan kelinci terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya yakni Angora, Lyon, American Chinchilla, Dutch, English Spot, Himalayan, dan sebagainya.

Khusus jenis kelinci Lyon sebenarnya merupakan hasil dari persilangan luar antara kelinci Anggora dengan ras yang lainnya. tetapi saat di kalangan peternak kelinci hias, hasil persilangan tersebut justru disebut sebagai Lyon atau Anggora jadi-jadian. Di Indonesia sendiri hanya ada satu jenis kelinci, yakni Kelinci Sumatera (Nesolagus netseherischlgel) yang merupakan satu satunya ras kelinci asli yang berasal dari Indonesia. Habitatnya adalah hutan pegunungan Sumatera. Panjang tubuhnya sudah mencapai 40 cm dengan warna bulunya yang kuning keabu-abuan.

Selain itu ada pula kelinci Jawa (Lepus negricollis) yang sebenarnya adalah sejenis kelinci liar jawa yang diperkirakan masih ada di hutan-hutan sekitar wilayah Jawa Barat. Warna bulunya coklat perunggu kehitaman. Ekornya berwarna jingga dengan ujungnya yang hitam. Berat Kelinci jawa dewasa ini bisa mencapai 4 kg.

Secara umum berikut ini merupakan klasifikasi kelinci:

  • Kerajaan : Animalia
  • Superfilum : Chordata
  • Filum : Vertebrata
  • Kelas : Mammalia
  • Ordo : Lagomorpha
  • Famili : Leporidae

Karakteristik Kelinci

Karakteristik Kelinci
Unsplash.com/Gary Bendig

Setiap hewan memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan hewan lainnya. Demikian pula kelinci memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri dibandingkan dengan hewan peliharaan lainnya. Jika kamu sedang mencoba beternak kelinci, sebaiknya pahami dulu ciri-ciri kelinci agar perawatan yang tepat dapat memperpanjang umur kelinci. Berikut ini karakteristik kelinci yang perlu dikenali saat ingin memelihara atau beternaknya:

1. Hewan Vertebrata

Kelinci adalah kelompok mamalia yang tergolong vertebrata, artinya memiliki tulang belakang. Tulang belakang menopang tubuh, melindungi sumsum tulang belakang, dan menghubungkannya ke sistem saraf. Oleh karena itu, komposisi tubuh dan sistem kerja organ kelinci jauh lebih sempurna.

Ciri-ciri kelinci sebagai hewan vertebrata adalah sebagai berikut :

  • Mempunyai tulang belakang lurus dari kepala sampai ekor
  • Memiliki kepala, leher, badan dan ekor
  • Mempunyai tengkorak di bagian kepala untuk melindungi otak
  • Memiliki dua pasang alat gerak di bagian tubuh

2. Vivipar

Kelinci diklasifikasikan sebagai hewan vivipar karena berkembang biak dengan cara melahirkan. Proses reproduksi kelinci embrionik terjadi di dalam kelinci betina, sehingga janin menerima nutrisi dari ibu. Karakteristik kelinci sebagai hewan vivipar ditunjukan dalam ciri- ciri berikut ini:

  • Melahirkan dari tubuh induknya
  • Kelinci betina memiliki kelenjar susu
  • Kelinci betina menyusui anaknya
  • Tubuh dilapisi dengan rambut (bulu)
  • Memiliki daun telinga.

3. Hewan Herbivora

Meskipun diklasifikasikan sebagai mamalia, kelinci adalah hewan herbivora pemakan tumbuhan. Kelinci lebih suka sayuran, biji-bijian atau rumput, tetapi makanan favoritnya adalah wortel.

4. Hewan Nokturnal

Salah satu karakteristik kelinci yang sedikit diketahui banyak orang adalah kelinci cenderung aktif di malam hari, atau sering disebut dengan hewan nokturnal. Ini dibantu oleh penglihatan yang tajam ketika kelinci berada di ruangan yang remang-remang. Bahkan mata kelinci berada di sisi kiri dan kanan kepala, sehingga bisa melihat 360 derajat. Tidak heran mereka dapat menyelamatkan diri dengan cepat, karena kelinci dapat menemukan mangsa dan pemangsa.

5. Bernapas dengan Paru-paru

Sebagai mamalia, kelinci memiliki alat pernapasan berupa paru-paru untuk bernafas. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh habitat atau habitat kelinci yang hanya hidup di darat.

6. Memiliki Telinga yang Panjang

Kelinci dibedakan dari hewan lain melalui telinganya yang panjang. Berkat telinganya yang panjang ini, kelinci memiliki pendengaran yang sensitif untuk mendeteksi mangsa. Selain itu, telinga kelinci yang panjang dapat mengatur dan menstabilkan suhu tubuh.

7. Memiliki Gigi Depan yang Panjang

Kelinci memiliki sepasang gigi depan yang besar atau gigi seri yang digunakan untuk mengunyah atau memotong makanan. Gigi kelinci juga cukup kuat untuk mencubit dan melarikan diri dari pemangsa.

8. Memiliki Kaki Belakang yang Kuat

Kelinci memiliki kaki belakang yang kuat untuk berjalan, berlari, dan melompat. Karakteristik kelinci ini memungkinkannya untuk melompat hingga 10 kaki menggunakan keempat kakinya. Inilah sebabnya mengapa kelinci terkenal dengan hewannya yang lincah dan bergerak cepat.

9. Kelinci Dapat Melahirkan 2040 Bayi Setiap Tahunnya

Tidak bisa membayangkan, bukan? Hewan lucu ini bisa melahirkan 2040 bayi dalam setahun. Jadi saya memutuskan untuk membangun peternakan kelinci.

10. Kelinci Membutuhkan Setidaknya 4 jam Latihan Setiap Hari

Jika kamu seorang yang memelihara binatang kelinci dan sering mengeluh bahwa kelinci-mu mati mendadak saat kebutuhan makanan sudah terpenuhi, periksalah kandangnya. Ukuran kandang minimal untuk ekor kelinci adalah 60 x 50 x 40 cm. Jangan lupa ajak kelinci jalan-jalan setiap pagi.

11. Kelinci Tidak Bisa Muntah

Ibu-ibu biasanya marah pada anak-anak yang ingin memelihara kelinci karena bau muntah yang tidak sedap. Menurut pendapat peneliti, kelinci sebenarnya tidak bisa muntah karena hanya memiliki usus (tanpa lambung) sebagai proses pencernaannya.

12. Kelinci Merupakan Hewan yang Mudah Stres

Kelinci merupakan salah satu hewan yang sangat mudah untuk mengalami stres, sehingga kamu perlu untuk mengajaknya bermain di luar kandang dengan berjalan– jalan di pagi hari. Selain itu kamu juga bisa membuatkan kelinci beberapa rintangan untuk melatih lompatannya dengan arena bermain yang sederhana.

BACA JUGA:

  1. Contoh Hewan Vertebrata: Pengertian, Ciri-Ciri, Klasifikasi 
  2. Ciri-Ciri Hewan Ovipar: Perbedaan, Cara Pembuahan, dan Contoh 
  3. Mengenal Hewan Herbivora: Ciri-Ciri Hingga Contohnya 
  4. Hewan Mamalia: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya 
  5. 14 Hewan Langka di Indonesia yang Dilindungi 

Cara Merawat Kelinci

Kelinci merupakan salah satu hewan yang banyak dipilih sebagai hewan peliharaan karena penampilannya yang lucu dan menggemaskan. Selain itu, kelinci dapat dengan mudah pergi kemana saja. Namun, kamu harus sangat berhati-hati dengan hewan herbivora yang satu ini. Nah, jika kamu memiliki kelinci peliharaan atau berencana untuk memiliki hewan ini, kamu perlu menyimak cara merawat kelinci yang baik dan benar. Berikut cara merawat kelinci agar tetap sehat berdasarkan sifat dan karakteristik yang mereka punya:

Karakteristik Kelinci

1. Menyiapkan Kandang yang Nyaman

Hal terpenting dalam memelihara kelinci adalah menyediakan kandang yang cocok dan nyaman. Pastikan kandang tidak terlalu sempit agar kelinci bisa leluasa bergerak. kamu bisa meletakkan jerami, rumput kering, serutan, atau serbuk gergaji halus di atas alas kandang agar kelinci merasa nyaman saat tidur. Sediakan juga wadah dan tempat minum di sekitar kandang untuk menyimpan feses.

2. Menjaga Kebersihan Kandang

Setelah kandang selesai dibuat, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan kandang. kamu bisa memulainya dengan membersihkan kotak kotoran kelinci lalu mencuci wadah yang akan diminum kelinci. Serpihan dan sedotan kayu yang kotor juga harus disingkirkan.

Lakukan ini secara teratur. Cukup dengan mengganti sedotan baru seminggu sekali. Namun, toilet dan wadah minuman harus dibersihkan setiap hari. Kemudian kamu juga perlu menyediakan setidaknya dua kotak kotoran dan wadah air dalam kandang agar tetap lengkap bahkan saat kamu sedang membersihkannya.

3. Memberikan Makanan yang Bernutrisi

Kamu perlu memperhatikan supan nutrisi untuk kelinci karena hal yang satu ini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka. Pilihan lah jenis makanan kelinci yang tepat, seperti pelet dan rumput segar. Selain itu kamu juga bisa memberikan nutrisi tambahan dari jenis sayuran yang baik, seperti bayam, kol hijau, daun lobak, daun ketumbar, sawi, selada air, serta seledri.

Selain itu berikan juga asupan air yang cukup dalam kandang untuk kebutuhan su kelinci. Perlu kamu tahu, bahwa hewan kelinci meskipun terkenal sebagai pemakan wortel, namun kandungan gula yang cukup tinggi pada wortel justru tidak baik bagi kesehatan kelinci jika mengkonsumsinya terlalu banyak. Tetapi, kamu tetap bisa memberinya wortel sesekali karena wortel adalah makanan kesukaan mereka.

4. Perhatikan Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Kelinci

Untuk nutrisi, kamu juga perlu tahu makanan apa saja yang tidak boleh dimakan oleh kelinci. Ada beberapa makanan yang tak boleh dikonsumsi oleh kelinci, yakni jagung, kobis, kacang kacangan, dan kentang.

Selain itu pastikan juga kamu tidak memberikan bambu, biji bijian, padi padian, dan daging sebagai makanan mereka. Tidak hanya itu, kamu juga jangan sampai memberikan makanan manusia atau makanan olahan lainnya kepada kelinci, ya Grameds!

5. Peliharalah Lebih dari Satu Kelinci

Di habitat aslinya, kelinci adalah hewan sosial. Jika kamu tinggal dengan kelinci lain, kelinci peliharaan-mu akan lebih bahagia. Oleh karena itu, akan sangat baik untuk memiliki banyak kelinci pada saat yang bersamaan. Jika kamu takut ada masalah, kamu bisa memberinya pasangan sebagai teman.

6. Berikan Kelinci Waktu Bermain

Kelinci membutuhkan waktu untuk keluar dari kandang. Disarankan untuk memberi kelinci waktu bermain 6 sampai 8 jam di luar kandang. Jika kamu tidak punya banyak waktu luang, kamu bisa bermain sendiri.

Namun, tetap pastikan kelinci berada di lingkungan berpagar atau terpantau untuk mencegahnya kabur. Berikan bola kecil dan boneka untuk bermain lebih menyenangkan. Jika kamu tidak memilikinya, serahkan kotak kardus lama dan kerutkan.

7. Peternakan Kelinci

Beberapa orang memilih untuk membiakkan bayi kelinci. Kelinci dapat melahirkan anak bahkan jika kamu bukan salah satunya, jadi kamu perlu berhati-hati dalam merawatnya agar mereka tumbuh lebih cepat. Jika saat ini kelincimu tinggal bersama dengan induknya, maka kamu hanya perlu memastikan bahwa asupan makanan sang induk juga tercukupi.

Kelinci umumnya dirawat selama 8 minggu oleh induknya. Mulai minggu ke-2, pelet yang sudah mulai dikunyah bisa diberikan sebagai makanan tambahan. Bahkan jika kamu bisa mengunyah, jangan memberi kelinci makanan hijau karena dapat menyebabkan masalah pencernaan. Sisanya harus mengikuti cara merawat kelinci dewasa

Manfaat Memelihara Kelinci

Setelah mengenal karakteristik kelinci di atas dan cara merawatnya, apakah kamu sudah yakin ingin memelihara kelinci? Untuk memantapkannya, kamu bisa pahami manfaat memelihara kelinci berikut ini:

1. Menjadi Hiburan dan Mengisi Waktu Luang

Cobalah bermain dengan kelinci, dengan tingkahnya yang lucu dan energik dapat menghiburmu dari kepenatan. Kita semua tahu bahwa kelinci adalah hewan yang sudah tidak diragukan lagi kelucuannya. Jadi kamu bisa jadikan kelinci sebagai peliharaan yang menggemaskan.

2. Dapat Melatih Kedisiplinan

Kamu akan dilatih disiplin saat memelihara kelinci. Kamu tentu tidak akan membiarkan kelinci lucu-mu mati. Jadi kamu harus selalu memberinya makan tepat waktu, membersihkan kandang tepat waktu agar kelinci tetap sehat.

3. Belajar Menyayangi dan Mencintai Binatang

Sebenarnya manfaat ini berlaku untuk semua jenis hewan peliharaan. Bukan hanya hewan kelinci, kita akan jadi pribadi yang menyayangi hewan apabila kita berusaha merawat dan memeliharanya dengan baik

4. Hiasan Rumah Agar Terlihat Lebih Hidup

Kehadiran kelinci di rumahmu akan membuat halaman menjadi tampak lebih hidup dengan tingkah lucunya.

5. Dapat Mengurangi Stres

Percayalah padaku Jika Anda lelah bekerja, lihatlah wajah kelinci yang lucu dan bermainlah sebentar. Ini mengurangi stres mental.

Karakteristik Kelinci

Nah, itulah penjelasan tentang karakteristik kelinci, cara merawat serta manfaat memeliharanya. Kita mungkin sudah tidak asing dengan hewan kelinci, namun tidak banyak dari kita yang paham karakteristiknya. Jika kamu tertarik mempelajari karakteristik kelinci dan cara merawatnya, kamu bisa akses koleksi buku Gramedia di www.gramedia.com atau www.ebooksgramedia.com, selamat belajar. #SahabatTanpabatas.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda