in

Makanan Kelinci Alami dan Produk Belinya yang Baik untuk Kelinci

Sumber: Pixabay

Makanan kelinci alami dan produk beli–Kelinci merupakan salah satu hewan yang sangat menggemaskan ya, Grameds. Oleh sebab itu, banyak orang memilih kelinci untuk dijadikan hewan peliharaannya. Ukuran tubuh yang relatif kecil dengan bulu-bulu lembut, membuat kelinci semakin terlihat lucu. Kelinci sendiri merupakan hewan yang tergolong herbivora atau pemakan tumbuhan.

Nah, untuk kalian yang masih bingung tentang makanan kelinci alami dan produk belinya, artikel ini akan menjelaskan hal tersebut. Yuk, kita simak lebih lanjut!

Mengenal Hewan Kelinci

Kelinci tergolong sebagai mamalia leporidae yang dapat ditemukan di berbagai belahan bumi. Namun, pada tahun 1912 selama perkembangannya, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Dari ordo ini kemudian diturunkan dua familia yaitu Leporidae (kelinci dan terwelu) serta Ochtonidae (pika yang dapat bersiul).

Kata kelinci sendiri berasal negara kincir angin yaitu Belanda, sehingga masyarakat Indonesia mulai mengenal kelinci sejak masa penjajahan. Inilah awal mula perkembangan kelinci di Indonesia. Hingga akhirnya masyarakat mengenal kelinci sebagai dua jenis yaitu hewan peliharaan dan hewan pedaging.

Kelinci hias merupakan kelinci yang dapat dipelihara dengan karakteristik lucu, imut, serta penurut. Selain itu, biasanya terdapat banyak perlombaan yang diselenggarakan untuk jenis kelinci hias. Oleh sebab itu, seorang majikan diharuskan dapat merawat kelincinya dengan baik.

Sedangkan, untuk kelinci jenis pedaging banyak dimanfaatkan sebagai olahan makanan. Kelinci ini dibudidayakan dengan tujuan utama untuk diambil dagingnya. Biasanya orang-orang memanfaatkan daging kelinci sebagai sate.

https://www.gramedia.com/products/rahasia-sukses-beternak-kelinci?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/rahasia-sukses-beternak-kelinci?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Selain penjelasan di atas, kelinci juga merupakan kelompok pseudoruminansia atau herbivora, dimana tidak memiliki kemampuan yang baik dalam mencerna serat. Hal ini juga dapat diketahui dengan melihat taksonomi kelinci. Kelinci tergolong dalam Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Subphylum Vertebrata atau hewan yang memiliki tulang belakang, Kelas Mamalia, Ordo Lagomorpha, Family Leporidae, Genus Oryctolagus, dan Spesies Oryctolagus Cuniculus.

Jenis-jenis Kelinci

Kelinci terbagi menjadi dua jenis, yaitu kelinci hias untuk dipelihara dan kelinci pedaging untuk diternak. Melihat kedua fungsi tersebut, maka perlakuan yang perlu kamu berikan pada kelinci juga berbeda. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah makanannya, kandangnya, cara membersihkannya, dan lainnya.

1. Kelinci Hias

Sebagai hewan yang imut, kelinci hias memang menggoda untuk dijadikan hewan peliharaan. Tingkahnya yang lucu dan menggemaskan membuat siapa saja yang melihat kemungkinan besar akan tertarik untuk membelai bulunya. Kelinci sangat cocok dijadikan teman bermain layaknya kucing, terlebih bermain bersama anak-anak.

Selain cocok dijadikan teman bermain, sifat kelinci yang menurut pada pemiliknya (majikan) mengundang minat banyak orang untuk memperlombakannya. Saat ini saja sudah banyak ajang perlombaan khusus kelinci. Agar karakter lucu dan imut dari kelinci tidak berkurang, kamu perlu menjaga kesehatan kelinci.

Kelinci hias mempunyai postur tubuh yang berbeda dengan kelinci pedaging. Kelinci hias memiliki berat tubuh yang sangat ringan karena daging yang dimilikinya sangat sedikit. Rata-rata berat tubuh kelinci hias berkisar antara 1,5 sampai 4 kg.

Kelinci hias cenderung memiliki perkembangan tubuh yang relatif lambat. Artinya pertambahan berat badannya lambat. Karena lambatnya perkembangan tubuhnya, kelinci hias terkadang dianggap sakit.
Kelinci hias terdiri dari beberapa jenis lagi. Di bawah ini akan kita bahas bersama jenis-jenis kelinci hias.

1. Kelinci Anggora

Kelinci hias Anggora merupakan kelinci yang cukup populer di Indonesia. Asal kelinci hias ini dari Ankara, Turki. Namun dalam perkembangannya, kelinci Anggora terbagi ke dalam Anggora Inggris, Anggora Perancis, Anggora Giant, dan Anggora Jerman. Makanan yang cocok dengan kelinci ini adalah pellet, rumput-rumputan, dan multivitamin.

2. Kelinci Netherland Dwarf

Sesuai dengan namanya, kelinci ini berasal dari negeri kincir angin, Belanda. Tubuh kelinci ini sangat pendek, kepalanya bulat, dan leher yang ukurannya juga pendek. Meskipun tubuhnya pendek, kelinci memiliki gerakan yang cepat dan lincah.

3. Jersey Wooly

Kelinci hias ini pertama kalinya ditemukan oleh Bonnie Seeley yang berasal dari High Bridge, New Jersey. Kelinci ini merupakan perkawinan silang antara kelinci Netherland Dwarf dan Anggora Perancis. Kelinci Jersey Wooly rata-rata memiliki berat berkisar antara 1,5 sampai 2,5 kg.

4.Kelinci Dutch

Di Indonesia, kelinci hias satu ini dikenal dengan kelinci Dutch. Di negeri asalnya, kelinci ini dikenal dengan sebutan The Brabancon Petit yang artinya kelinci local tertua. Kelinci mungil ini memiliki berat 1 sampai 2,5 kg saja.

Kelinci ini mudah terkejut dan apabila terkejut, kelinci akan melindungi dirinya dengan mencakar pengganggunya. Oleh karena itu, untuk memelihara kelinci ini, kamu disarankan untuk bersabar sampai ia menjadi jinak.

5. Kelinci Lionhead

Sesuai dengan namanya, kelinci ini memiliki bulu-bulu yang menutupi kepalanya seperti singa. Kelinci Lionhead merupakan keturunan dari kelinci Anggora Inggris. Meskipun kelinci ini tampak sangar, namun ia sangat jinak.

2. Kelinci Pedaging

Kelinci pedaging memiliki daging yang sangat banyak sehingga ukuran tubuhnya relatif lebih besar dibandingkan kelinci hias. Oleh karena itu, kelinci pedaging dibudidayakan untuk diambil dagingnya dan dijadikan bahan utama masakan.

Wajahnya juga tak seimut kelinci hias, bahkan wajahnya terlihat garang dan tampak sedang marah. Wajah yang imut tampaknya tidak begitu kamu perlukan dari kelinci ini karena bukan untuk itu tujuan kelinci ini dirawat. Meski demikian, standar kelucuan setiap orang berbeda-beda. Sebagian pecinta kelinci hias, wajah kelinci pedaging pun juga tampak lucu dan imut.

Kelinci pedaging memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan kelinci hias. Ukuran tubuhnya berkisar antara 4 sampai 6 kg. Beberapa kelinci bahkan memiliki berat lebih dari 6 kg.

Kelinci pedaging memiliki perkembangan tubuh yang sangat cepat. Dalam beberapa pekan saja, kamu akan bisa melihat perkembangan yang signifikan dari kelinci pedaging ini.

Di bawah ini merupakan jenis-jenis dari kelinci pedaging yang sering kali ditemui di pasaran.

1. Kelinci Flemish Giant

Kelinci Flemish Giant merupakan jenis kelinci pedaging yang terkenal dengan tubuhnya yang besar. Ukuran rata-rata dari kelinci ini adalah 6 sampai 7,5 kg. Bahkan beberapa di antaranya, malah ada yang berukuran 12 kg. Ketika mengangkatnya, siapkan tenaga yang kuat ya, Grameds.

Ukurannya yang besar menjadikan kelinci ini memiliki daging yang banyak. Tidak heran jika kelinci ini cukup digemari sebagai bahan utama masakan. Selain dagingnya yang banyak, rasanya yang khas menjadikan kelinci ini semakin menjadi favorit pecinta daging kelinci.

2. Kelinci New Zealand

Kelinci yang berasal dari New Zealand ini memiliki daging yang teksturnya tebal dan padat. Berat rata-rata dari kelinci ini adalah 5 kg. Cukup besar dibandingkan kelinci hias. Atas dasar ukuran tubuhnya tersebut, kelinci ini dikategorikan sebagai kelinci pedaging.

3. Kelinci Chinchilla

Kelinci jenis ini berasal dari daratan Amerika dan sering juga dinamakan sebagai kelinci American Chinchilla. Dilihat dari ukurannya, kelinci ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu kelinci chinchilla mini dan chinchilla giant. Tentu yang giant memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan yang mini.

Untuk kelinci chinchilla yang mini pada umumnya mempunyai berat sekitar 4 sampai 5 kg. Sedangkan kelinci chinchilla giant ukurannya bisa mencapai 8 kg.

Daging kelinci chinchilla ini banyak disukai masyarakat luas karena harganya yang relatif terjangkau. Tidak hanya daging, bulu kelinci chinchilla terkadang dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk pembuatan pakaian.

https://www.gramedia.com/products/panduan-beternak-kelinci?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/panduan-beternak-kelinci?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Daftar Makanan Kelinci Alami

Salah satu ciri makhluk hidup adalah makan, minum, serta tumbuh dan berkembang. Ciri-ciri tersebut saling berkaitan karena untuk dapat berkembang, makhluk hidup memerlukan makan dan minum. Kelinci pun juga memerlukan makan untuk berkembang dan terus hidup.

Dari jenis makanan yang dimakan, kelinci termasuk herbivora, yakni pemakan tumbuhan. Namun demikian, tidak semua makanan yang berasal dari tumbuhan dapat dimakan oleh kelinci. Makanan kelinci harus memiliki kandungan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, serat kasar, mineral, dan air yang seimbang.

Di bawah ini, akan kita ulas makanan-makanan kelinci alami serta produk pelet yang baik untuk dikonsumsi oleh kelinci, baik kelinci hias maupun kelinci pedaging.

1. Sayur-sayuran

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kelinci menyukai wortel. Di film-film, iklan, dan bacaan-bacaan yang tersebar seringkali menampilkan kelinci sedang memakan sayuran yang berwarna orange ini. Kandungan vitamin dan nutrisi yang tinggi pada wortel sangat baik untuk perkembangan kelinci. Wortel dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan kelinci.

Selain wortel, kelinci juga menyukai banyak sayuran lainnya. Selada baik untuk kelinci karena kandungan vitamin dan mineral yang tinggi. Seledri biasanya digunakan sebagai campuran makanan karena aromanya yang segar dan menggugah selera.

Kubis putih maupun kubis ungu yang masih segar juga menjadi favorit kelinci. Kangkung juga dapat diberikan pada kelinci sekali dalam satu pekan. Brokoli sangat dianjurkan untuk kelinci karena memiliki banyak kandungan vitamin, kaya serat, dan melimpah senyawa seperti kalium, glucoraphanin, dan magnesium.

Untuk menjaga pola pencernaan agar tetap baik, disarankan kelinci diberi makan tomat setiap dua pekan sekali. Banyaknya kandungan vitamin A dan C pada tomat dipercaya dapat mengatasi gangguan pencernaan pada kelinci, contohnya sembelit.

Jika kelinci mengalami cacingan, maka makanan yang cocok adalah daun papaya. Sementara daun lobak diperlukan kelinci untuk meningkatkan antibody pada tubuh kelinci. Agar lemak dan kolestrol dalam tubuh kelinci dapat terserap dengan baik, kelinci dapat diberi ubi jalar karena kandungan kalori, serat, vitamin, dan mineralnya cukup tinggi.

2. Buah-buahan

Buah-buahan juga merupakan makanan yang baik untuk dikonsumsi kelinci, terlebih buah yang memiliki kandungan serat tinggi. Apel yang mengandung banyak vitamin C bisa dikatakan menjadi buah yang seharusnya wajib dikonsumsi oleh kelinci.

3. Rumput dan Jerami

Rumput dan jerami juga menjadi makanan yang baik untuk pertumbuhan kelinci. Pasalnya rumput mengandung nutrisi yang banyak dan serat yang tinggi. Kalsium, vitamin A, vitamin D, dan protein yang dikandung oleh keduanya menjadikan rumput dan jerami sebagai makanan yang disukai oleh kelinci.

Untuk memberi makan kelinci dengan rumput, kamu perlu menyiapkannya dengan baik. Siapkan rumput yang memiliki batang kecil saja agar mudah dimakan oleh kelinci. Setelah itu, potong rambut dengan ukuran secukupnya lalu keringkan di bawah sinar matahari hingga tingkat kekeringannya mencapai 15%.

Setelah itu balik rumput sehingga rumput yang ada di atas berada di bawah agar kekeringannya merata. Angkat rumput dan tumpul di tempat yang kering. Pastikan tempat penyimpanan rumput memiliki ventilasi yang baik agar tingkat kelembapannya dapat dikontrol.

Beberapa jenis rumput yang baik untuk kelinci adalah rumput timothy, rumput kering/hay, rumput alfalfa, rumput legetan. Rumput Alfalfa memiliki kandungan zat alkali yang tinggi sehingga dapat menetralkan keasaman tubuh. Sementara itu, rumput legetan baik untuk pertumbuhan gigi kelinci dan kesehatannya.

4. Pelet Khusus Kelinci

Pelet khusus kelinci merupakan makanan kelinci yang diproduksi oleh pabrik dalam bentuk pellet. Makanan ini pada umumnya memiliki kandungan nutrisi yang lengkap sesuai dengan kebutuhan kelinci. Jika kamu tidak sempat membuat atau mencari makanan alami untuk kelinci, makanan jenis pellet ini dapat kamu jadikan pilihan.

Kamu dapat menemukan pellet untuk kelinci ini di petshop atau pakan ternak. Jika kamu ingin lebih praktis, kamu dapat membelinya secara online di olshop atau marketplace. Tentu harganya lebih mahal dibandingkan dengan makanan alami.

Rekomendasi Merek Pelet Kelinci yang Bagus

Berikut ini beberapa rekomendasi merek produk pelet yang baik untuk dikonsumsi kelinci.

1. Morning Sun

makanan kelinci alami dan produk beli

Morning Sun adalah merek pelet kelinci yang diimpor dari Australia. Pelet kelinci ini mengandung timothy hay. Karena impor, harga pelet kelinci Morning Sun terbilang cukup mahal, di atas 50 ribu per kilogramnya.

2. Briter Bunny

makanan kelinci alami dan produk beli

Pelet kelinci Briter Bunny merupakan merek dari Thailand yang sudah cukup terkenal karena produk ini mudah ditemukan di mana-mana. Pelet kelinci ini mengandung banyak sayuran dan bahan-bahan lainnya yang dicampur ke dalam pelet dengan bentuk besar-besar ini. Britter Bunny memiliki warna hijau dan orange.

3. Styles

makanan kelinci alami dan produk beli

Pelet kelinci merek Styles ini memiliki tekstur besar dan tidak sekeras pelet pada umumnya. Pelet ini khusus untuk kelinci yang masih kecil. Pelet merek Styles ini berwarna hijau dilengkapi dengan sayuran dan buah kering, dengan bau seperti manisan.

Makanan yang perlu Dihindari Kelinci

Selain makanan yang baik untuk kelinci, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari demi kesehatan kelinci. Di bawah ini adalah beberapa makanan yang lebih baik dihindari agar tidak dimakan oleh kelinci.

1. Biji Buah

Biji buah seperti biji apel, persik, aprikot, dan plum tidak boleh dimakan oleh kelinci. Tidak jarang biji yang terdapat di dalam buah masih mengandung sianida di dalamnya. Sebelum memberi makan kelinci berupa buah, pastikan bijinya kamu buang lebih dulu.

2. Daun Kentang

Jika daun kangkung boleh diberikan kepada kelinci, beda halnya dengan daun kentang. Daun ini lebih baik dihindarkan dari jangkauan kelinci. Mengkonsumsi daun kentang dapat menyebabkan kelinci mengalami keracunan.

3. Selada Iceberg

Selada merupakan salah satu sayuran yang disukai oleh kelinci. Namun ada satu jenis selada yang tidak boleh dimakan oleh kelinci, yaitu selada iceberg. Selada ini mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan kelinci mengalami diare bahkan hingga kematian.

4. Cokelat

Mengkonsumsi cokelat juga tidak diperbolehkan untuk kelinci. Kandungan teobromin dan kafein di dalam cokelat dapat menyebabkan keracunan yang ditandai dengan adanya gejala gelisah, diare, gemetar, nafas terengah-engah, sampai mengalami kenaikan suhu tubuh.

5. Bawang-bawangan

Beberapa jenis bawang seperti bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay tidak disarankan untuk diberikan pada kelinci. Bawang-bawangan tersebut dapat menyebabkan kelinci mengalami anemia hemolitik atau kehilangan sel darah merah. Hal ini dapat menyebabkan kelinci pusing dan lemas, bahkan bisa menyebabkan kematian bagi kelinci.

6. Alpukat

Alpukat dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk kelinci. Siapa sangka, mengkonsumsi alpukat dapat menyebabkan kelinci mengalami perubahan perilaku, gagal jantung kongestif, gangguan pernafasan, hingga kematian.

7. Yoghurt

Yoghurt diketahui banyak mengandung manfaat untuk dikonsumsi. Namun kelinci tidak disarankan memakannya. Zat-zat yang dikandung yoghurt dapat menyebabkan masalah pencernaan pada kelinci.

https://www.gramedia.com/products/rahasia-beternak-kelinci-ras?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/rahasia-beternak-kelinci-ras?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Grameds, itulah ulasan mengenai makanan kelinci alami dan produk belinya. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia menghadirkan buku-buku pilihan yang membahas kelinci lebih dalam. Kamu bisa mendapatkan buku-buku terkait kelinci tersebut di Gramedia.com, sehingga kamu bisa memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Mutiani Eka Astutik

Baca juga:

Written by M. Hardi